Anda di halaman 1dari 15

SISTEM KOORDINAT PADA MESIN MANUFAKTUR

Sistem Koordinat
Setiap gerak axis dilengkapi dengan sumber penggerak. Sumber penggerak antara lain adalah motor DC, motor stepper, dan aktuator hidrolik . Gerak relatif antara tool dan benda kerja akan diatur oleh mekanisme gerakan slides mesin perkakas. Gerakan utama tiga axis akan selalu berpedoman pada sumbu x, y dan z.

+ Z +Y
+X

Kaedah tangan kanan (sistem koordinat)

Sistem koordinat mesin bubut

Axis Z Pada mesin dengan benda kerja berputar, seperti bubut, axis Z paralel dengan spindle, dan gerak positif sesuai dengan arah tool menjauhi benda kerja. Pada mesin dengan tool yang berputar, seperti mesin milling atau boring, axis Z paralel pada tool axis, dan gerak positif Sistem koordinat mesin drill sesuai dengan arah tool menjauhi benda kerja. Pada mesin press, planning atau shearing, axis Z tegak lurus tool set, dan gerak positif akan menambah jarak antara tool dan benda kerja. Axis X Pada mesin bubut, axis X adalah arah gerakan Sistem koordinat mesin milling tool dan gerak positif sesuai dengan arah tool menjauhi benda kerja Pada mesin milling horizontal, axis X paralel dengan meja. Pada mesin milling vertikal, axis X positif ke kanan. Axis Y Axis ke arah kiri pada standar sistem koordinat

Sistem Koordinat

Media penyimpanan program NC


Ada 4 jenis media penyimpanan program NC 1. Punched card; data hanya bisa sebagai input ke MCU dengan tingkat kelajuan rendah 2. Punched tape; pembacaan sebaris dalam waktu yang sama. Pembacaan dilakukan persetiap blok. 3. Magnetic tape; dipersiapkan mengunakan metoda berbasis komputertidak dapat editing pada tape dan kemampuan terbatas. 4. Direct communication link; transmisi data NC dengan melalui jaringan, MCU digantikan dengan mikrokomputer, dapat memonitor beberapa mesin secara simultan

Kode simbolik
Dalam aplikasi NC selalu digunakan kode: BCD (binary-coded decial) ASCII (American Standard Code for Information Interchange) BCD Berdasarkan EIA Standard RS-244A Data berupa simbol, kata, angka harus merepresentasikan 8mark. ASCII Juga digunakan pada komputer dan telekomunikasi Mempunyai karakter yang lebih lengkap dibandingkan BCD

NC words
Nomor urut (kode N); khusus untuk penomoran secara berurutan yang dapat juga untuk identifikasi setiap blok. Preparatory word (kode G); digunakan sebagai alat komunikasi untuk persiapan masuk ke MCU. Sesuai dengan EIA standar RS273 Koordinat (X, Y dan Z); memberikan posisi koordinat tool. Perpindahan sejauh 0.6in dengan arah positif pada sistem NC dengan BLU=0.001in. Dan jumlah pergeseran 600, maka dalam NC part program akan ditulis X+600. Laju pemakanan (kode F); untuk berhubungan dengan suapan (feed) pada operasi pemesinan. Unit: inchi per minute (ipm) Kecepatan spindle (kode S); dikhususkan kecepatan pemotongan pada proses pemesinan. Unitnya revolusion per minute (rpm) Pemilihan tool (kode T); dirancang untuk mesin yang berhubungan dengan tool turret atau automatic tool changer Miscellaneous function (kode M); dirancang untuk partikular mode dari operasi mesin perkakas NC. Misalnya aktifkan media pendingin (on/off). Sesuai dengan EIA standar RS-273.

M Code. miscellaneous word. Table 9.2. M codes m00 Program stop m01 Optional stop m02 End of m03 program m04 Spindle CW Spindle CCW m06 m07 m08 m09 m30 Tool change Flood coolant on Mist coolant on Coolant off End of tape

Part program (O-shape groove)


Contoh Pemograman manual pada pemotongan aluminum: Pemesinan O-shape groove dengan menggunakan mesin CNC Terco. Gerakan pemesinan dibagi dalam tiga kelompok pengerjaan: Point-to-point tanpa memerlukan garis yang diinginkan dan menuju titik acuan dengan gerakan cepat. N001 G00 X00 Y00 Gerakan garis lurus dengan kecepatan konstan menuju ke titik acuan. N001 G01 F100 S8 M03 X00 Y00 Gerakan arc

Part Program (Parallel slots)

Kompensasi radius-tool
G40: batalkan kompensasi radius-tool G41: kompensasi kiri G42: kompensasi kanan M96: Blok tambahan untuk kurva eksternal M97: Menuju titik pemesinan ketika memotong kurva eksternal

Kompensasi
Start kompensasi Inside corner Penggunaan M96 dan M97 Batalkan kompensasi tool

Pembuatan empat persegi dengan G41

Departemen Teknik Industri FTI-ITB


Computer-assisted part-programming Computer-assisted part-programming Bahasa pemograman untuk perhitungan lintasan pahat dan mempersiapkan punched card Lebih ekonomis jika dibandingkan dengan pemograman manual untuk komponen yang berbentuk rumit.

Tugas programmer part-program Mulai dari konfigurasi benda kerja berdasarkan elemen dasar geometri seperti titik, garis permukaan, lingkaran dan sebagainya. Membentuk langkah pemesinan sepanjang elemen geometri.

Computer-assisted part programming


Pengelompokkan part-program Bahasa berbasis pada pemesinan (machined-oriented languages) Membuat lintasan pahat dengan perhitungan koordinat berdasarkan format data koordinat, feed dan speed. General-purpose languages, dimulai dari processing stage dan post processing stage.

Pre-Processing Processing

Post-Processing

10

Processing stage
Tahapan ini akan menghasilkan satu set titik data penghubung yang disebut dengan CL (cutter location) data yang merupakan common interface language. Pengelompokkan CL data Menterjemahkan simbol input (penghubung antara operator dan komputer) Perhitungan aritmatik untuk pengerjaan pemotongan. Perhitungan ofset cutter; menghitung ofset dari lintasan pahat berdasarkan geometri benda kerja.

Part programming dari CAD


Mempunyai beberapa manfaat seperti: Memudahkan pembacaan geometri yang komplek Waktu pengerjaan semakin pendek Sistem CAD yang dapat berintegrasi dengan CAM CADAM: generate lintasan pahat berdasarkan apa yang didefenisikan user Computer vision (NC vision): interaktive mode CATIA : generate NC program secara internal NC-part program generator: berdasarkan ASCII file dari AutoCAD

11

Generate NC program dari data CAD


Berdasarkan geometri Terbatas untuk bentuk geometri yang sederhana Memerlukan algortima pengenalan feature (feature recognition) yang tepat. Optimasi lintasan pahat NC Generate lintasan pahat untuk berbagai operasi NC Tidak memerlukan model matematik dalam mengkreasikan lintasan pahat optimum Hanya memerlukan identifikasi jumlah pemotongan yang minimal

Pendekatan analitik pada perencanaan lintasan pahat


Optimasi pemesinan NC Optimasi parameter pemesinan (feed, speed, depth of cut) Minimasi panjang pemotongan Menggunakan beberapa metoda pada mesin milling seperti: Staircase: gerakan pahat selalu sejajar dengan kaki pada bidang. Window frame: gerakan pahat pertama mengikuti bentuk bidang dan pada tahap berikutnya semakin berkurang hingga menuju posisi di tengah bidang. Catatan: Diameter cutter maka lintasan pahat Diameter cutter maka lintasan pahat Diameter cutter maka lintasan pahat

12

Staircase dan windowframe milling

A tool path is comprised of two parts

13

Length of cut within a polygon

Pemesinan dengan NC berdampak pada Akurasi Repeatability Fleksibilitas Ekonomis Peringkat otomasi mesin NC Pemograman manual Computer assisted programming Automated generation NC code

14

Kesimpulan
Mengetahui pemograman mesin NC, memahami kode G dan M, serta merancang dan mengimplementasikan pemograman NC. Mengetahui system koordinat mesin cnc bubut Memahami dasar-dasar pemograman NC, mampu membuat, mengembangkan pemograman NC dan memberikan pengembangan pengetahuan otomasi pemograman NC

15