Anda di halaman 1dari 21

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Di alam semesta ini banyak sekali ditemukan logam logam, baik logam yang terdapat di daratan maupun logam yang terlarut di dalam air yang dapat mencemari air tersebut. Sumber pencemaran ini banyak berasal dari sebuah pertambangan, peleburan logam dan jenis industri lainnya dan dapat juga berasal dari lahan pertanian yang menggunakan pestisida, pupuk, anti hama lainnya mengandung logam. Banyak di perairan kita telah mengandung logam logam berat dan di dalam air tersebut biasanya logam berkaitan dengan senyawa kimia atau dalam bentuk lain, tergantung pada setiap kompartemen tempat logam tersebut berada. Pada setiap kompartemen tingkat logamnya bervariasi , tergantung pada lokasi jenis kompartemen dan tingkat pencemarannya. Sebenarnya besi dan mangan ialah beberapa unsur yang termasuk dalam golongan VII B dan VIII B. besi dan mangan memiliki kegunaan dalam kehidupan manusia, tetapi bila kandungan logam besi dan mangan melebihi abang batas kebutuhan manusia akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi kehidupan manusia, seperti konsentrasi logam besi dan mangan yang berlebihan, hal itu dapat berakibat fatal jika air tersebut kita konsumsi. Besi ( Fe ) merupakan salah satu unsur kimia yang banyak kita temui diberbagai tempat dibumi ini , pada pertumbuhan, besi berperan sebagai penyusun sitokrom dan klorofil. Sedangkan mangan ( Mn) adalah kation logam yang memiliki karakteristik kimia serupa dengan besi. Jika perairan kembali mendapat cukup aerasi Mn2+ teroksidasi kembali menjadi Mn4+ yang selanjutnya mengendap didasar

perairan. Mangan merupakan nutrien renik yang esensial bagi tumbuhan dan hewan. Logam ini berperan dalam pertumbuhan dan merupakan salah satu komponen

penting dalam sistem enzim. Endapan MnO2 akan memberiakan noda noda pada bahan yang berwarna putih dan dapat juga menimbulkan rasa dan bau pada minuman. Oleh karena itu, diperlukan percobaan ini agar dapat mengetahui konsentrasi logam berat, yaitu besi dan mangan di dalam air untuk dibandingkan dengan ambang batas atau ketentuan tertentu yang telah ada. Dan diharapkan para praktikan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari hari.

1.2 Tujuan Percobaan Untuk mengetahui logam besi dan mangan Untuk mengetahui kadar besi dan mangan pada air sampel Untuk mengukur perbandingan kadar besi dan mangan terhadap ambang batas dan ketentuan ( peraturan ) yang telah diterapkan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

A. Besi

Besi adalah salah satu elemen kimiawi yang dapat ditemui pada hampir setiap tempat di bumi, pada semua lapisan geologi dan semua badan air. Pada umumnya, besi yang ada di dalam air dapat bersifat terlarut seperti Fe2+ (Ferro) atau Fe3+ (Ferri), tersuspensi sebagai butir koloidal atau lebih besar sperti Fe2O3, FeO, dan Fe(OH)3, tergabung dengan zat organis atau zat padat yang anorganis seperti tanah liat. Pada air permukaan jarang ditemui kadar Fe > 1 mg, tetapi di dalam air tanah kadar Fe dapat jauh lebih tinggi. Konsentrasi Fe yang tinggi ini dapat dirasakan dan dapat menodai kain dan perkakas dapur ( Cristian, 1986). Pada air yang tidak mengandung O2, seperti sering kali air tanah, besi berada sebagai Fe2+ yang cukup dapat terlarut, sedangkan pada air sungai yang mengalir dan terjadi aerasi, Fe2+ teroksidasi menjadi Fe3+. Fe3+ ini sulit larut pada pH 6 sampai 8, bahkan dapat menjadi Fe(OH)3, atau salah satu jenis oksida yang merupakan zat padat dan bisa mengendap. Demikian dalam air sungai besi berada sebagai Fe2+, Fe3+ terlarut dan Fe3+ dalam bentuk senyawa organis berupa koloidal ( Alearts dan Sumestri, 1984 ). Besi yang murni adalah logam berwarna putih-perak, yang kukuh dan liat. Besi melebur pada 1535oC. Pada tumbuhan alga, besi berperan sebagai penyusun sitokrom dan klorofil. Kadar besi yang berlebihan selain dapat mengakibatkan timbulnya warna merah juga mengakibatkan karat pada peralatan yang terbuat dari logam , serta dapat memudarkan bahan celupan dan tekstil ( Vogel, 1985 ). Prinsip analisis Fe Didihan dalam asam dan hidrosilamin serta penggabungannya 1,0 fenaftrolin akan mengubah semua zat besi menjadi Fe2+ yang terlarut. Tiga molekul fenaftrolin bergabung dengan satu molekul Fe2+ membentuk ion kompleks berwarna oranye

merah. Sistem warna tersebut mengikuti hukum Beer yaitu sinar cahaya dengan panjang gelombang yang tertentu yaitu 510 mm akan diserap ( diabsorpsi ) larutan secara proporsional dengan jarak perjalanannya didalam larutan dengan kadar kompleks yang berwarna orange merah ini. Absorpsi tersebut dapat diukur melalui alat spektrofotometri. Warna kompleks tersebut tidak dipengaruhi oleh pH larutan , bilangan pH antara 3 dan 9 suatu nilai absorpsi bersifat atau konsentrasi besi , dapat diketahui dengan membandingkannya dengan 5 larutan standar referensi yang mengandung kadar besi yang telah diketahui dan yang meliputi skala absorpsi spektrofotometer ( sebenarnya dikatakan absorbansi, bukan absorpsi ) ( Achmad, 2004 ).

B. Mangan

Mangan adalah logam putih abu-abu yang penampilannya serupa besi tuang. Mangan melebur pada suhu kira-kira 1250oC . Mangan bereaksi dengan air hangat membentuk mangan(II) hidrosida dan hidrogen : Mn + 2H2O Mn ( OH)2 + H2

pH berperan besar dalam proses biologi dan atau kimia ( biokimia ) termasuk dasar penyisihan besi dan mangan. Pada kedua unsur tersebut, pH ikut menentukan keberhasilan pengolahan. Sudah terbukti juga mengolah mangan tak semudah besi. Ketika rendah pHnya aerasi tidak dapat menaikkan potensial mangan sehingga tidak terjadi perubahan Mn2+ menjadi Mn4+ . Tapi untungnya , konsentrasi besi dan mangan di air permukaan relatif rendah, sekitar 1 mg/l, di air tanah lebih tinggi, kadar besinya bisa mencapai 10 mg/l dan mangan bisa melebihi 2 mg/l ( Fardiaz, 1992 ). Sprektrofotometri Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer. Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya

yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi. Jadi spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direflesikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang. Kelebihan spektrofotometer dibandingkan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih dapat lebih tereleksi dan ini diperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, grating maupun celah optis( Khopkar S.M. 1990). Bagian- bagian Atomic Absorptron Spectroscopy (AAS) 1. Lampu katoda berongga adalah suatu sumber cahaya dalam spektrofotometer absorpsi atom, yang dipilih karena garis pancaran unsur katoda lebih sempit dari pada garis absorpsi atom padanannya dalam nyala tanur 2. Monokromator, Dalam spektrofotometer yaitu suatu piranti untuk mengisolasi suatu pita dengan panjang gelombang yang sempit dari dalam semua energi cahaya yang memasukinya. Segi yang penting sekalai adalah suatu unsur dispersif ( prisma atau kisi difraksi) dan suatu sistem celah. 3. Detektor adalah suatu piranti yang mengubah energi radiasi menjadi energi listrik yang memberikan suatu isyarat listrik yang berhubungan dengan dua radiasi yang diabsorpsi oleh permukaan yang peka. 4. Aplifaier adalah penguat sinar dan komputer sebagai pembacaan atau sebagai penyimpan.

Cara Kerja Spektrometer. Cara kerja spektrometer secara singkat adalah sebagai berikut. Tempatkan larutan perbanding. Misalnya blangko dalam sel pertama sedangkan larutan yang akan di analisis pada sel kedua. Kemudian pilih fotosel yang cocok nm-650 nm agar daerah yang diperlukan dapat terliputi. Dengan ruang fotosel dalam keadaan tertutup, galvanometer didapat dengan memutar tombol sensitivitas. Dengan menggunakan tombol transmitansi, kemudian atur besarnya pada 100%. Lewatkan berkas cahaya

pada larutan sampel yang akan di analisis. Skala absorbans menunjukkan absorbansi larutan sampel (Khopkar,1990). Metode AAS berprinsip pada absorpsi cahaya oleh atom. Atom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat unsur ( Khopkar, 1990 ).

BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Labu ukur 50 ml Mikropipet 1 ml Spektrofotometer Gelas kimia Tabung reaksi Rak tabung reaksi

3.1.2 Bahan Larutan sampel ( air tambang ) 1 ml, 2ml, 3ml, 4 ml, 5ml, 6ml,dan 7 ml Larutan standar besi 0 ppm, 2 ppm , 3 ppm , 4 ppm Larutan standar mangan 0 ppm, 0,2 ppm , 0,4 ppm, 0,6 ppm, 0,8 ppm Akuades Tisu Kertas label

3.2 Prosedur Percobaan Disiapkan alat dan bahan yang digunakan Dipipet dengan menggunakan mikropipet 1 ml sampel kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 50 ml dan diencerkan dengan aquades diberi label sampel 1 Dilakukan hal yang sama untuk sampel 2 ml, 3ml , 4 ml, 5 ml, 6 ml,dan 7 ml

Diletakan masing masing sampel pada rak tabung reaksi Dihidupkan spektofotometer , kemudian diatur tekanan asitelin dan oksigen

Diletakkan sampel 1, sampel 2, sampel 3, sampel 4, sampel 5, sampel 6, dan sampel 7 di tempat sampel

Dinyalakan pembakar, kemudian diatur analisis untuk larutan standar Fe dan larutan sampel Fe

Dilakukan hal yang sama untuk larutan standar Mn dan larutan sampel Mn

Dicatat hasil analisa AAS Dibuat kurva larutan besi dan mangan kemudian hitung

konsentrasinya

3.3 Flow sheet


Air tambang ( sampel )

dipipet mikropipet
Labu Ukur 50 ml

diencerkan dengan aquades sampai tanda batas

dihomogenkan
Tabung Reaksi

di beri label

1 ml
Sampel 1

2 ml
Sampel 2

3 ml
Sampel 3

4 ml
Sampel 4

5 ml
Sampel 5

6 ml
Sampel 6

7 ml
Sampel 7

diletakkan
Rak Tabung Reaksi

dianalisis
AAS

dicatat
Buat Kurva Larutan Standar

10

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Percobaan Larutan Standar Besi Konsentrasi ( ppm ) 0,0000 1,0000 2,0000 3,0000 4,0000 Absorbansi -0,0014 0,0051 0,1119 0,1654 0,2285

Larutan Sampel Besi Sampel ( ml ) 1 2 3 4 5 6 7 Absorbans -0,0013 0,0004 0,0013 -0,0002 0,0016 0,0031 -0,0004 BKG -0,0026 -0,0034 -0,0034 0,0027 0,0022 0,0030 0,0015 Konsentrasi 0,0413 0,0719 0,0881 0,0618 0,0923 0,1181 0,0573

11

Larutan Standar Mangan Konsentrasi ( ppm ) 0,0000 0,2000 0,4000 0,6000 0,8000 Absorbans -0,0007 0,0155 0,0328 0,0471 0,0658

Larutan Sampel Mangan Sampel ( ml ) 1 2 3 4 5 6 7 Absorbans 0,0190 0,0179 0,0317 0,0386 0,0498 0,0590 0,0692 BKG -0,0012 -0,0006 -0,0005 -0,0008 -0,0016 -0,0015 -0,0003 Konsentrasi 0,2277 0,3949 0,4792 0,4792 0,6145 0,7263 0,8511

12

4.2 Grafik 4.2.1 Grafik Pembacaan Konsentrasi Besi dengan AAS

Fe
0.25 0.2 absorban 0.15 0.1 0.05 0 0 -0.05 1 2 3 4 5 konsentrasi ( ppm ) absorban Linear (absorban) y = 0.0574x - 0.0037 R = 0.9991

4.2.2

Grafik Pembaan Konsentrasi Mangan dengan AAS

Mn
0.07 0.06 0.05 absorban 0.04 0.03 0.02 0.01 0 -0.01 0 0.2 0.4 0.6 0.8 konsentrasi ( ppm ) 1 absorban Linear (absorban) y = 0.0823x - 0.0008 R = 0.9988

13

4.3 Perhitungan 4.3.1 Perhitungan Konsentrasi besi Sampel 1 ABS -0,0013 Konsentrasi Sampel 2 ABS 0,0004 Konsentrasi Sampel 3 ABS 0,0013 Konsentrasi Sampel 4 ABS -0,0002 Konsentrasi Sampel 5 ABS 0,0016 Konsentrasi Sampel 6 ABS = - 0,0013 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,0298 ppm x = 0,0004 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,0298 ppm x = 0,0013 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,0754 ppm x = - 0,0002 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,0491 ppm x = 0,0016 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,0807 ppm x = 0,0031 = 0,057. Konsentrasi 0,003

= 1,49 ppm

= 1,49 ppm

= 1,256 ppm

= 0,613 ppm

= 0,807 ppm

14

0,0031 Konsentrasi Sampel 7 ABS 0,0004 Konsentrasi

= 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,1070 ppm x = 0,0004 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,057. Konsentrasi 0,003 = 0,0456 ppm x

= 0,891 ppm

= 0,325 ppm

4.3.2

Perhitungan Konsentrasi Mangan Sampel 1 ABS 0,0190 Konsentrasi Sampel 2 ABS 0,0179 Konsentrasi Sampel 3 ABS 0,0317 Konsentrasi Sampel 4 ABS 0,0386 = 0,0190 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,2308 ppm x = 0,0179 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,2174 ppm x = 0,0317 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,3851 ppm x = 0,0386 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,0823. Konsentrasi 0,000

= 11,54 ppm

= 5,435 ppm

= 6,418 ppm

15

Konsentrasi Sampel 5 ABS 0,0498 Konsentrasi Sampel 6 ABS 0,0590 Konsentrasi Sampel 7 ABS 0,0692 Konsentrasi Kadar Fe = Kadar Mn =

= 0,4690 ppm x = 0,0498

= 5,862 ppm

= 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,6051 ppm x = 0,0590 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,7186 ppm x = 0,0692 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,0823. Konsentrasi 0,000 = 0,8408 ppm x

= 6,051 ppm

= 5,973 ppm

= 6,005 ppm = 0,981 mg/l


= 6,754 mg/l

=
=

4.4 Pembahasan Logam besi memiliki efek apabila di dalam tubuh kita kelebihan dan kekurangan zat besi dan mangan. Kelebihan zat besi mengakibatkan keracunan, kerusakan usus, penuaan dini, mudah marah, radang sendi, dan cacat lahir seperti autis. Kekurangan zat besi mengakibatkan cepat lelah anemia dan bagian bawah kelopak mata berwarna pucat. Kelebihan mangan mengakibatkan gangguan

16

jantung dan kerusakan otak, kekurangan Mn mengakibatkan beresiko terkena diabetes, rematik dan kolestrol tinggi. Hubungan dengan kualitas air, senyawa besi, mangan berubah-ubah karena tergantung derajat pH. Perubahan senyawa besi dan mangan di tunjukkan pada sistem air alami pada kondisi reduksi besi ( Fe ) dan Mangan ( Mn ) umumnya bervalensi 2 yang larut dalam air pH ( 6 8 ). Besi mangan merupakan logam logam berat yang bersifat toksin dan dapat mencemari lingkungan alam dan sekitarnya. Pada suatu badan air dilakukan dengan menghitung konsentrasi besi dan mangan yang terlarut dalam air, kemudian dibandingkan dengan ambang batas yang diperbolehkan seberapa banyak kandungan besi dan mangan. Prinsip metode AAS pada sampel menyerap radiasi elektromagnetis, yang pada panjang gelombang tertentu dapat terlihat. Larutan tembaga misalnya berwarna biru karena larutan tersebut menyerap larutan komplementer yaitu : kuning. Semakin banyak molekul tembaga persatuan volume, semakin banyak cahaya kuning diserap dan semakin tua warna biru larutannya. Perlunya pembuatan larutan standar dengan konsentrasi yang ditetapkan adalah dikarenakan untuk menentukan kurva harus dibuat larutan standar terlebih dahulu. Larutan pertama haruslah diketahui komposisi dan konsentrasinya, idealnya harus memulai dengan membuat larutan standar. Larutan standar dibuat dengan melarutkan zat kemurnian yang diketahui dengan tepat beratnya dalam suatu larutan yang diketahui dengan tepat volumenya. Larutan standar memegang peranan penting, hal ini penting karena larutan ini telah diketahui secara pasti. Berdasarkan Permenkes No. 416 / Per / menkes / IX / 1990 tentang air bersih, ambang batas besi di perairan adalah 0,3 mg / liter, dan mangan adalah 0,1 mg / liter. Maka setelah dilakukan perhitungan sampel sampel baik besi maupun mangan termasuk dalam air yang kandungan Fe dan Mn di atas ambang batas.

17

Seperti yang kita ketahui, bila logam ini sudah berada di atas ambang batas maka efeknya akan sangat buruk. Mulai dari bau yang kurang sedap, melunturkan warna pada pakaian, meninggalkan noda pada pakaian sampai menyebabkan karat pada logam logam tertentu. Belum lagi dampak bagi organisme. Bila terkonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan fungsi fungsi syaraf tidak berjalan normal, akhirnya mengalami kemunduran mental, cacat, atau bahkan kematian. AAS ( Atomic Absorption Spektrometer ) adalah alat yang digunakan untuk menghitung kandungan suatu zat pada suatu sampel. AAS terdiri dari : Lampu katoda berongga untuk memancarkan sinar. Sistem atomisasi berfungsi sebagai tempat atomisasi untuk mengetahui konsentrasi dasar suatu logam yang di lewati oleh sumber cahaya dan katoda. Flam berfungsi untuk tempat pembakaran. Monokromator digunakan untuk merupakan sistem optik yang dapat memilih cahaya monokromatik. Detektor untuk mengubah sinar tersebut menjadi gelombang listrik. Rekorder sebagai pembaca/membaca sinar tersebut. Metode AAS berprinsip pada absorbsi cahaya oleh atom. Atom atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat unsurnya. Dengan absorbsi energi, berarti memperoleh lebih banyak energi, suatu atom pada keadaan dasar dinaikan tingkat energinya ke tingkat eksitasi. Keberhasilan analisis ini tergantung pada proses eksitasi dan memperoleh garis resonansi yang tepat. Sumber sumber pencemaran dari besi, yaitu : 1. 2. Tanah Liat Limbah industri besi baja

18

3.

Partikel besi teroksidasi akibat pengkaratan pada alat alat yang terbuat dari logam seperti pada sistem perpipaan distribusi air bersih PDAM Pembuangan kaleng kaleng yang telah mengalami pengkaratan dan sebagainya. Mineral yang sering berada dalam air dengan jumlah besar adalah Fe.

4.

Apabila Fe tersebut dalam jumlah yang banyak akan muncul berbagai ganguan lingkungan. Kadar Fe dalam air tanah juga meningkat. Beberapa sumur memiliki kadar Fe yang melebihi baku mutu. Mengambil Fe dalam dosis besar pada manusia bersifat toksik karena Ferro bisa bereaksi dengan peroksida dan menghasilkan radikal bebas. Mangan ( Mn ) adalah logam berwarna abu abu kepulihan yang memiliki sifat yang mirip dengan besi . Logam ( Fe ) merupakan logam keras, mudah retak, dan mudah teroksidasi. Logam Mn merupakan salah satu logam dalam jumlah sangat besar didalam tanah, dalam bentuk oksida maupun hidroksida. Logam Mn bereaksi dengan air dan larut dalam larutan asam. Kadar Mn meningkat sejalan dengan aktivitas manusia, dapat masuk ke lingkungan air, tanah, udara dan makanan. Kadar Mn dalam dosis tinggi bersifat toksik. Ada beberapa faktor gangguan dalam menggunakan AAS , antara lain : a. Ada suhu yang sesuai, suhu gas pembakar harus sesuai dengan suhu unsur yang akan dianalisis. b. Konsentrasi sampel tidak boleh melebihi konsentrasi dari alat detektor AAS. Ini akan menyebabkan gangguan terhadap garis spektrum dan akan mengakibatkan kerusakan pada alat alat detektor AAS. c. Pengaruh penguapan dan bahan jangan sampai menurunkan suhunya gas pembakar, ini akan menyebabkan bacaan nilai serapan atom menjadi rendah.

19

Dari percobaan didapatkan kandungan besi sebesar 0,981 mg/l dan kandungan mangan sebesar 6,754 mg/l. Berdasarkan Permenkes No. 416 / Per / menkes / IX / 1990 tentang air bersih, ambang batas besi di perairan adalah 0,3 mg / liter, dan mangan adalah 0,1 mg / liter. Maka didapatkan kandungan sampel besi dan mangan melewati ambang batas.

20

BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan Logam besi adalah logam berwarna putih perak, yang kukuh dan liat. Besi melebur pada 1535oC. Logam mangan adalah logam putih abu abu yang penampilannya serupa besi tuang. Mangan melebur pada kira kira 1250oC Kadar besi pada air sampel ( air tambang ) adalah 0,981 mg/l Kadar mangan pada air sampel ( air tambang ) adalah 6,754 mg/l Besar kadar ratarata untuk besi pada konsentrasi 1,2,3,4,5,6, dan 7 ppm adalah -0,013 mg/l, 0,0004 mg/l, 0,0013 mg/l, -0,0002 mg/l, 0,0016 mg/l, 0,031 mg/l, dan -0,0004 mg/l Besar kadar rata-rata untuk mangan pada konsentrasi 1,2,3,4,5,6, dan 7 ppm adalah 0,0190 mg/l, 0,0179 mg/l, 0,0317 mg/l, 0,0386 mg/l, 0,0498 mg/l, 0,0590 mg/l, dan 0,0692 mg/l. 5.2 Saran Pada percobaan kali ini saran yang didapat adalah lebih kepada mencoba berbagai macam sampel seperti air hujan, air kolam teknik, air sumur bor, agar menambah pengetahuan kita tentang kandungan air yang berada disekitar kita.

21

DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Rukaesih. 2004. Kimia Lingkungan. Jakarta: Penerbit Andi Alaerts, G dan Sumestri S. S. 1984. Metode Penelitian Air. Surabaya : Usaha Nasional Christian, Gary. 1986. Analitika Chemistry. Nem York: Wiley Fardiaz, Srikandi. 1992. Populasi Air Dan Udara. Yogyakarta: Penerbit Kanisius J.Basel,M.sce.Chem.1993. Kimia analisis kualitatif organik Edisi 4. Jakarta: Erlangga Khopkar. S. M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia