Anda di halaman 1dari 38

Materi Ilmu Kedokteran Jiwa

Hendra Wana Nuramin

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
Diagnosis Multiaksial terdiri dari 5 aksis : Aksis I : - gangguan klinis - kondisi lain yang menjadi fokus perhatian Aksis II : - gangguan kepribadian - retardasi mental Aksis III : - kondisi medik umum Aksis IV : - masalah psikososial dan lingkungan Aksis V : - panilaian fungsi secara global

Skizofrenia
Harus ada 1 gejala: Thought of echo Delusion of control Halusinasi auditorik Waham menetap Atau paling sedikit 2 gejala Halusinasi dari pancaindera Arus pikiran yang terputus, inkoheren Katatonik Gejala negatif apatis Minimal 1 bulan

Skizofrenia
Tipe paranoid preokupasi Terdisorganisasi bicara terdisorganisasi, katatonik (-) Tipe katatonik imobilitas motorik, motorik berlebihan, negativisme/mutisme, gerakan volunter yang aneh, ekolalia/ekopraksia Tipe residual waham (-), halusinasi (-), terdisorganisasi (-), katatonik (-). Bukti gangguan lain.

Skizofrenia
Tipe tidak tergolongkan Skizotipal (3 atau 4 gejala minimal 2 tahun) Afek tidak wajar Perilaku atau penampilan aneh Hubungan sosial buruk Menarik diri dari pergaulan sosial Kepercayaan magik atau tidak sesuai norma budaya Ide paranoid Pikiran absesional berulang tak terkendali Persepsi panca indera tidak lazim Pikiran samar, berputar, penuh kiasan, sangat rinci, stereotipik, tanpa inkoherensi yang jelas Episode menyerupai psikotik

Skizofrenia
Gangguan waham menetap Gangguan psikotik akut dan sementara Gangguan waham induksi Gangguan skizoafektif

Gangguan Afektif
Gejala utama perubahan mood, depresi dgn atau tanpa ansietas yang mentertai atau ke arah elasi (perasaan yang meningkat) Tx. (litium karbonat, haloperidol, karbamazepin, amitriptilin)

Gangguan Bipolar
Episode manik afek meningkat, peningkatan aktivitas fisik dan mental Tx. Psikoterapi (suportif, hindari rangsangan), farmakoterapi (anti maniak) Episode depresif afek depresif (menurun), kehilangan minat dan kegembiraan, energi menurun, mudah lelah, konsentrasi berkurang, kepercayaan diri berkurang, gangguan tidur, nafsu makan turun, rasa bersalah, pesimis Tx. Psikoterapi, farmakoterapi (antidepresan), terapi kognitif, terapi keluarga

Gangguan Bipolar
Gangguan siklotimik periode depresi ringan, hipomania ringan Tx. Psikoterapi, farmakoterapi (antimanik, antidepresan) Distimia afek depresi lama, gangguan depresi ringan/sedang, mood disforik Tx. Keluarga, Farmakoterapi (amfetamin, SSRI)

Gangguan Anxietas
Gangguan panik Palpitasi, panic attacks, 20-30 menit, gangguan somatis Tx. Psikoterapi,Farmakoterapi (antidepresan, imipramin) Gangguan panik dengan agorafobia Gangguan panik, ketakutan hebat akan sulit meloloskan diri Tx. Psikoterapi, Farmakoterapi (gg. Panik benzodiazepine, antidepresif trisiklik, MAOI) Agorafobia ketakutan hebat akan sulit meloloskan diri Tx. Psikoterapi, Farmakoterapi (gg. Panik benzodiazepine, antidepresif trisiklik, MAOI

Gangguan Anxietas
Fobia sosial Ketakutan dipermalukan di tempat umum Tx. Psikoterapi, farmakoterapi (benzodiazepine, antideprsif, trisiklik, MAOI, B-blocker) Neurosis depresif Muram, murung, sedih, aktivitas menurun gg. Makan dan tidur, menyendiri, ingin mati > 2 tahun Tx. Psikoterapi, Farmakoterapi (amitriptilin, amoksapin) Gangguan cemas menyeluruh Kecemasan tiap hari-bulan, ketegangan motorik, hiperaktivitas otonom, kewaspadaan kognitif, mudah tersinggung/terkejut Tx. Psikoterapi, Farmakoterapi (Buspiron, benzodiazepine)

Gangguan Anxietas
Gangguan obsesi kompulsif Obsesi gagasan impuls menetap, Kompulsif perilaku berulang, mencegah rasa tidak nyaman Tx. Psikoterapi, Farmakoterapi (SSRI, Klomipramin, MAOI, litium) Gangguan stress pasca trauma Trauma hebat, takut menghadapi situasi yg sama Tx. Psikoterapi, antidepresif (trisiklik) Gangguan anxietas dan depresi Gg. Cemas, gg. Depresi, hiperaktivitas saraf otonom Tx. Psikoterapi, farmakoterapi (antianxietas, antidepresan)

Mekanisme Defensif Anxietas


1. Proyeksi (menyalahkan orang lain) 2. Introversi (menarik diri/melamun) 3. Kegembiraan dan Kesibukan 4. Menurunkan Aktivitas (Fisik dan Mental) 5. Represi 6. Denial (Penyangkalan) 7. Rasionalisasi 8. Identifikasi 9. Regresi 10. Sublimasi 11. Kompensasi 12. Pergeseran (Displacement) 13. Konversi 14. Reaksi Formasi (Pembentukkan Reaksi) 15. Peniadaan (Undoing)

PSIKODINAMIK DAN PSIKOPATOLOGI (CONT .)


Konflik psikik Frustrasi (kecewa) Takut,malu, khawatir (real anxiety) Diselesaikan secara sadar (fight, menarik diri, kompromi) Tidak berhasil Repressif Ansietas bebas mengambang (sbg kumannya gangguan jiwa) Mekanisme defensif spesifik Keluhan/gejala tertentu Gangguan jiwa tertentu

PSIKODINAMIK DAN PSIKOPATOLOGI (CONT .)


Proyeksi (waham+halusinasi) gangguan paranoid. Introversi (melamun/autisme) gangguan skizofrenia. Gembira dan aktifitas >> gangguan maniakal. Menurunkan aktifitas gangguan depresif. Konversi (gangguan fungsi organ/kepribadian) gangguan histerik. Displacement (pergeseran) gangguan fobik. Regresi (berat) gangguan skizofrenia hebefrenik. Undoing (peniadaan) gangguan obsesif-kompulsif.

TIPE/JENIS GANGGUAN NEUROTIK (NEUROSIS)


1. 2. 3. 4. 5. Neurosis Cemas (neurosis ansietas). Neurosis Obsesif-kompulsif. Neurosis Fobik (fobia). Neurosis Histerik. Neurosis Depresif (gangguan distimik).

Gangguan Somatik
Gangguan nyeri somatoform Gg. Konversi banyak sistem organ, gg. Dismorfik tubuh Tx. Psikoterapi, farmakoterapi (antidepresan) Hipokondriasis Ketakutan mengidap penyakit, gejala fisik (-), interpretasi keliru. Tx. Psikoterapi, Farmakoterapi (anxiolitik, antidepresif, antipsikotik) Gangguan somatisasi Konversi defensif dr emosi 2 gejala GI tract, 1 seksual, 1 pseudoneurologis Tx. Psikoterapi, farmakoterapi (antidepresan)

Gangguan Somatik
Gangguan dismorfik tubuh Preokupasi (cacat penampilan), tidak puas dgn bentuk tubuh, gg. Sosial, pekerjaan Tx. Psikoterapi, farmakoterapi (antidepresan) Gangguan konversi 1 atau 2 keluahan neurologis (motorik volunter atau sensorik) Tx. Psikoterapi

Gangguan Somatik
Neurastenia Meningkatnya rasa lelah setelah kegiatan mental, perasaan sakit dan nyeri otot, mudah tersinggung, dispepsia Tx. Psikoterapi Sindrom derealisasi-depersonalisasi Gejala depersonalisasi perasaan terlepas dari diri, pengindraan tidak terganggu Gejala derealisasi objek, orang, atau lingkungan menjadi tidak sungguhan Tx. Psikoterapi, Farmakoterapi

Gangguan Disosiatif
Gangguan disosiatif amnesia, fugue, stupor, trans dan kesurupan, gangguan motorik Fugue status amnesia, melakukan perjalanan yang tidak dilakukan sehari-hari, dapat mengurus diri, penurunan kesadaran. Amnesia psikogenik hilangnya fungsi memori Amnesia disosiatif hilangnya daya ingat

Gangguan Disosiatif
Stupor disosiatif berkurangnya gerakan volunter dan respons normal Gangguan trans dan kesurupan bengong (kehilangan akal) Gangguan motorik disosiatif tidak mampu menggerakkan seluruh atau sebagian anggota gerak Konvulsi disosiatif kejang epileptik, tidak dijumpai hilangnya kesadaran

Disfungsi Seksual
Kurang atau hilangnya nafsu seksual aktivitas awal , nikmat (+), frigiditas Penolakan dan kurangnya kenikmatan seksual penolakan (+), nikmat , respons (+) Kegagalan dari respons genital: Pria tidak mampu mempertahankan ereksi Wanita lubrikasi Disfungsi orgasme tidak mencapai orgasme

Disfungsi Seksual
Ejakulasi dini ejakulasi terlalu cepat Vaginismus non organik spasme otot vagina, tertutup, penis susah masuk Dispareunia non organik nyeri saat seks, kelainan seksual primer (-) Dorongan seksual berlebihan masa remaja: gangguan afektif dan demensia

Gangguan Preferensi Seksual


Fetishisme memakai benda (pakaian dalam, dll) Transvertisme fetishistik memakai pakaian dan berperan sbg lawan jenis Ekshibisionisme memperlihatkan genitalia depan umum Voyeurisme mengamati tindakan seksual Pedofilia suka dgn anak Sadomasokisme menyakiti (sadisme), disakiti (masokia) Kunilingus oral vagina, Felasio oral penis, anilingus oral anus Nekrofilia mayat Froteurisme/friksionisme menggosokkan penis pada pantat wanita yg berpakaian di tempat umum Koprofilia defekasi, atau makan feses Urolagnia urine

Gangguan Ekskresi
Fungsional enuresis Usia > 3-4 th, menahan kencing (-) Enorusis nokturna Enuresis diurnal Laki-laki >> Fungsional encoperasis Usia > 3-4 th, menahan defekasi (-)

Gangguan Pola Bicara


Kebingungan Usia> 7 th, bicara disritmik, pola kalimat salah Awitan minggu-bulan, defisit artikulasi, gg. bahasa ekspresif, gg. Keterampilan akademik, ADHD, gangguan visomotorik Menggagap Usia 2-7 th, gg. Kefasihan bicara Gerakan abnormal: pengedipan mata, TIK, tremor mulut Sekuel emosional. Contoh: takut, frustasi, depresi Gg. Artikulasi dan bahasa ekspresif

Gangguan Obat Psikoaktif


Efek ekstrapiramidal Reaksi distonik akut: spasme, involunter, tortikuler, disartria, krisis oligurik Akatasia: gelisah gugup Sindrom parkinson: akinesia, tremor, gaya jalan bungkuk, otot kaku Efek antikolinergik Mulut kering, gg. Miksi, meteorisme, berbicara sukar, susah menelan, penglihatan kabur, midriasis, fotofobia, kulit merah dan takikardi Sindrom neuroleptik maligna Dehidrasi, kelelahan fisik, penyakit otak organik

Gangguan Pola Tidur


Insomnia: early insomnia sulit memulai tidur middle insomnia terbangun di tengah tidur late insomnia bangun terlalu awal Hipersomnia tidur nyenyak sepanjang pagi-siang, tidak mengantuk saat orang lain tidur, RR dan N Nightmare cemas ringan Pavor nocturnus panik hebat, teriak aktivitas otonom, kebingungan Somnabulisme berjalan dalam tidur, tidur NREM fase 4 tidak lama sesudah tidur

Gangguan Pola Makan


Anoreksia Nervosa Ketakutan pertambahan berat badan, tidak adanya 3 siklus haid berturut-turut Tx Psikoterapi, farmakoterapi (Antidepresi, antagonis opiad) Bulimia Nervosa Muntah sengaja, laksansia atau diuretik, diet, latihan jasmani berat keprihatinan berlebihan pada bentuk dan berat tubuh. Tx Psikoterapi, antikonvulsi, farmakoterapi (Antidepresi, antagonis opiad)

Gangguan Pola Makan


Pica Makan zat non nutrisi (kotoran, tanah liat, rambut, batu) Tidak memenuhi kriteria autis, skizofrenia, sindrom KleineLevin Tx. Psikoterapi (konseling keluarga, terapi perilaku) Ruminatioon in Infancy Rekuren regurgitasi, tanpa mual atau terkait gastointestinal (1 bulan) Kegagalan mendapatkan BB yg diharapkan Mengedan dan mengambil posisi karakteristik Makanan dimasukkan ke mulut dikeluarkan atau dikunyah dan ditelan kembali Tx. Psikoterapi (konseling keluarga, evaluasi medis)

KEPRIBADIAN (PERSONALITY)
Corak kebiasaan yang khas dan menetap pada individu yang digunakan untuk menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan eksternal ataupuninternal. Struktur kepribadian: ID Pleasure Principle, di alam sadar (unconscious level) Ego menuntun Id agar sesuai dengan aturan, nilai/norma Reality Principle dialam sadar (conscious level) atau prasadar (pre conscious level). Super Ego sensor/penasehat Hati Nurani di alam sadar/pra sadar (conscious/pre conscious level).

Gangguan Personalisasi
Paranoid personality Schizoid personality Schizotypal personality Antisocia personality Borderline personality Histrionik personality Narcistik personality Avoidance personality Dependent personality Obsessive-compulsive personality Passive-aggressive personality

Psiko Organik - Intoksikasi


Intoksikasi antikolinergik Manifestasi sistemik simpatis Manifestasi neuropsikiatri agitasi, gelisah motorik, gg daya ingat, disartria, mioklonus, halusinasi, delirium, kejang Intoksikasi antikonvulsif Sedasi, lamban, konsentrasi buruk, gg daya ingat, nistagmus, ataksia, letargi, hipotensi, koma

Psiko Organik - Withdrawal


Opiat dan Opioid (morfin, heroin, methadone, codeine, fentanyl) Euforia, sedasi, anoreksia, hipoaktivitas Miosis, pruritus, nausea, bradikardi, konstipasi Depresan SSP Sedasi, konvulsi, perhatian (-) Diaforesis, ataksia, hipotensi, kejang, delirium, miosis Alkohol Pertimbangan buruk, bicara >>, agresif, atensi (-), amnesia Nistagmus, muka kemerahan, ataksia, bicara cadel

Psiko Organik - Withdrawal


Halusinogen Agitasi, halusinasi, ide paranoid, mood labil, bunuh diri/membunuh, depersonalisasi, derealisasi Midriasis, ataksia, takikardi, hipertensi Hidrokarbon volatile Euforia, sensori mengabur, cadel, halusinasi, psikosis Ataksia, bau pada pernafasan, kerusakan sistem organ, takikardi Simpatomimetik Terjaga, bicara >>, euforia, hiperaktiv, agresif, impotensi, halusinasi, paranoid Efek simpatis

Psiko Organik lain


Demensia Daya ingat jangka panjang (-), pendek (-), gg. kognitif Pikiran abstrak, gg. Pertimbangan, gg. Fungsi luhur korteks Amnestic syndrome Pelajari hal baru (-), gg. daya ingat jangka pendek, perubahan kepribadian, apatis, inisiatif <<, agitasi Delirium Labil halusinasi non auditorik persepsi salah, ilusi gg. Perhatian disorientasi gg. Taraf kesadaran halusinasi auditorik gg, kognitif lain gg. Waham gejala afektif

Demensia
Demensia terganggunya (cukup serius) fungsi kognitif yaitu: daya ingat, judgment/mengambil keputusan, orientasi dan fungsi kognitif lain. Enam subkategori : a. Demensia Alzheimer : usia >65 th, gg intelektual progresif, waham atau depresi b. Demensia vascular : akibat trombosis atau perdarahan. c. Demensia akibat kondisi medik umum : HIV, trauma kepala, peny Pick, Creutzfeldt - Jakob. d. Demensia terinduksi zat : toxin, medikasi misalnya atropine. e. Demensia etiologi ganda. f. Demensia tak tergolongkan (tak tahu etiologinya)

Berdasarkan efek klinik Psikotropika


1. 2. 3. 4. 5. Anti Psikotik. Anti Depressant (Anti depresi). Anti Ansietas (Anti Cemas). Anti Insomnia (Hipnotika). Anti Maniakal.

Beri Nilai