Anda di halaman 1dari 25

TAHAPAN HUBUNGAN TERAPEUTIK PERAWAT-KLIEN

Oleh: HEPPI SASMITA, MKep,.Sp Jiwa

PENGERTIAN

Hubungan terapeutik adalah hubungan yg dijalin antara Perawat dg klien di mana klien mengalami pengalaman pembelajaran dan koreksi emosional. Menghargai dan menerima perbedaan budaya Perawat menggunakan atribut profesional dan teknik klinik.

Sikap Perawat Profesional


Kemampuan intelektual Kemampuan teknikal Kemampuan Hubungan antar manusia (HAM) Pengembangan hubungan efektif/terapeutik Perawat Klien/Pasien Perawat Keluarga Perawat Tim Kesehatan

TUJUAN HUBUNGAN TERAPEUTIK


Realisasi diri, penerimaan diri, meningkatkan penghargaan diri secara tulus. Kesadaran akan identitas diri dan meningkatkan integrasi personal. Kemampuan membentuk hubungan yg intim, interpersonal, memberi dan menerima kasih sayang. Meningkatkan fungsi dan kemampuan memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan yang realistis.

KUALITAS PERAWAT

Memiliki kesadaran diri Klarifikasi nilai Eksplorasi perasaan Melayani sebagai model peran Altruisme Etik dan tanggung jawab

KOMPONEN KESADARAN DIRI

Psikologi: pengetahuan ttg emosi, motivasi, konsep diri, dan kepribadian. Menjadi sensitif thd perasaan dan kejadian sekitar. Fisik: kesadaran akan kondisi fisik; sensasi tubuh, citra tubuh, potensi fisik. Lingkungan: lingkungan sosial budaya, hub dg orang lain, pengetahuan hub manusia dan alam sekitar. Filosofi: pemahaman akan nilai-nilai hidup.

MENINGKATKAN KESADARAN DIRI

Mendengar diri. Membiarkan emosi asli dialami, identifikasi dan menerima kebutuhan diri. Eksplorasi perasaan, pikiran, memori dan impuls. Mendengar dan belajar dari orang lain. Membuka diri pada orang lain.

KLARIFIKASI NILAI

Nilai adalah konsep-konsep yg terbentuk sbg akibat pengalaman hidup bersama keluarga, teman, dalam lingkungan budaya, pendidikan, pekerjaan, dan relaksasi. Sistem nilai mempengaruhi proses pengambilan keputusan dan tindakan seseorang. Nilai harus diklarifikasi.

MENGKLARIFIKASI NILAI
Memilih

Menghargai

Bertindak

Dg bebas Dr berbagai alternatif Stlh mempertimbangkan berbagai alternatif Menghargai, bahagia dg pilihan Mau bergabung dg nilai umum Melakukan sesuatu sesuai pilihan Diulang dlm berbagai kesempatan

MELAYANI SBG MODEL

Perawat jiwa menggunakan self untuk terapi. Harus mampu menjadi model peran perilaku adaptif. Perawat tumbuh dan berkembang.

ALTRUISME

Menjawab pertanyaan: Mengapa saya membantu orang lain? Menyeimbangkan kebutuhan diri dengan kebutuhan orang lain. Altruisme: tulus demi kesejahteraan orang lain. Memperhatikan kesejahteraan komunitas.

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB


Perawat bertanggung jawab terhadap klien. Patuh terhadap kode etik. Meliputi: tanggung gugat, risiko, komitmen, pengadilan. Kebutuhan untuk bertanggung jawab terhadap perilaku, mengetahui batasan, kekuatan, dan bertanggung jawab terhadapnya.

FASE HUBUNGAN TERAPEUTIK


Fase Pra interaksi Fase Orientasi atau perkenalan Fase Kerja Fase Terminasi

PRA INTERAKSI

Mulai sebelum kontak dengan klien Eksplorasi perasaan diri, fantasi, ketakutan. Analisa kekuatan dan kelemahan profesional Menggunakan diri secara maksimal Mengumpulkan data yang mungkin. Merencanakan pertemuan pertama dengan klien

PERKENALAN ATAU ORIENTASI


Menentukan alasan masuk Membina hub slg percaya, penerimaan, dan komunikasi terbuka. Membuat kontrak Eksplorasi perasaan, pikiran dan tindakan klien Identifikasi masalah/kebutuhan klien Menetapkan tujuan dg klien

Komponen Kontrak

Nama masing-masing Peran perawat dan klien Tanggung jawab perawat dan klien Harapan perawat dan klien Tujuan hubungan Tempat dan waktu pertemuan Kondisi terminasi Confidentiality/kerahasiaan

Fase Kerja

Eksplorasi stresor yg relevan Meningkatkan kesadaran diri


Persepsi Perasaan Perbuatan

Meningkatkan kemampuan insight dan menggunakan mekanisme koping konstruktif klien. Membantu perubahan perilaku resisten

Fase Terminasi

Evaluasi hasil tindakan keperawatan Rencana tindak lanjut Membantu klien menghadapi realita perpisahan Mengulas kembali proses terapi dan pencapaian tujuan Eksplorasi perasaan penolakan, kehilangan, kesedihan, marah, dan perilaku yang menyertainya.

Laporan pendahuluan
1. Kasus (masalah utama): 2. Proses terjadinya masalah: 3. a. Pohon masalah: b. Masalah keperawatan dan data yg perlu dikaji 4. Diagnosis keperawatan 5. Rencana Tindakan Keperawatan

Kriteria Persiapan Terminasi


Klien merasa masalahnya telah mereda Meningkatnya kemampuan berfungsi Meningkatnya harga diri dan identitas diri Klien menggunakan mekanisme koping yang adaptif Klien mencapai tujuan yg telah direncanakan Hubungan buntu dan tak dpt diatasi

FORMAT SP
A.

Proses Keperawatan
Kondisi Klien Dx Kep Tujuan Tindakan keperawatan

B.

Strategi Komunikasi
Orientasi: Salam terapeutik, Evaluasi / validasi, Kontrak Kerja Terminasi: Evaluasi, Tindak lanjut, Kontrak yad

Contoh SP
Proses Keperawatan Kondisi klien: turgor , mengeluh haus, TD: 90/60 mmHg Dx: Risiko gg perfusi jaringan b.d. dehidrasi Tujuan: klien dpt meningkatkan intake cairan Tindakan: pemasangan infus

Contoh SP
Orientasi Salam terapeutik: Selamat pagi Bu! Evaluasi/validasi: Apa yang Ibu rasakan sekarang? Tampaknya masih merasa haus saja ya Bu? Kontrak: Untuk mengatasi kekurangan cairan Suster akan pasang infus di lengan kiri Ibu. Untuk itu suster butuh waktu 5 menit. Tolong Ibu berbaring! Santai saja Bu. Sedikit sakit ya.

Contoh SP
Kerja: Tolong Bu tangan kiri mengepal! Ya bagus! Saya ikat di lengan atas ya Bu. Biar pembuluh darahnya kelihatan. Tahan sedikit ya Bu, saya tusuk lengan Ibu. Jangan digerakkan ya! Oke bagus! Sekarang saya balut. Ya sudah terpasang sekarang.

Contoh SP
Terminasi Evaluasi: Bagaimana Bu setelah infusnya terpasang? Tetesan infusnya mengalir lancar. Tidak sakit kan ya? Tindak lanjut: Supaya infusnya lancar terus, usahakan agar tangan tidak terlipat terlalu lama! Kalau ibu merasa nyeri, panas, atau keluar darah di selang infus, langsung lapor suster yang jaga ya Bu! Usahakan minum juga yang banyak! Kontrak yad: Jam 10 nanti sesuai jadwal ada pemberian obat lewat infus. Sekarang Ibu boleh istirahat dulu!