Anda di halaman 1dari 11

PERSEBARAN GUNUNG BERAPI DI INDONESIA

PENYEBARAN DAN DAFTAR GUNUNG BERAPI DI INDONESIA

Jumlah Gunung Api atau Gunung berapi di Indonesia yang masih aktif 129 buah yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Papua. Jumlah dan Penyebaran Jumlah gunung api aktif = 129 bh, Jumlah gunung api yang meletus dalam 400 th terahkir = 70 bh, Luas daerah yang terancam = 16.670 km2, dan Jumlah jiwa yang terancam = 5.000.000 orang Penyebaran Gunung Api di Indonesia : Sumatra : 30 buah, Jawa : 35 buah, Bali dan Nusa Tenggara: 30 buah, Maluku : 16 buah, Sulawesi : 18 buah, Jumlah : 129 buah. Daftar berikut mungkin ada perbedaan dengan data sebelumnya, sehingga perlu pengecekan kembali atau disempurnakan melalui sumbernya atau instansi yang berwenang.

Dari beberapa gunung berapi tersebut sebagian wilayahnya ada yang ditunjuk sebagai Taman Nasional seperti Gunung Bromo, G.Merapi, G.Ciremai, G. Gede, dan G. Merbabu. Untuk diketahui saja bahwa di Pulau Jawa terdapat nama Gunung Merapi begitu pula di Pulau Sumatera terdapat Gunung Marapi yang biasa disebut juga Gunung Merapi. Dafar Gunung Berapi di Indonesia (disusun berdasarkan letak)

Gunung di Papua (14 buah - termasuk puncak-puncaknya) Gunung Puncak Carstenz Pyramid(4,884 m.dpl) merupakan gunung tertinggi di Indonesia. Gunung Puncak Jaya(4,860 m.dpl) Gunung Puncak Trikora(4,730 m.dpl) Gunung Puncak Idenberg (4,643 m.dpl) Gunung Dom (1,332 m.dpl) Gunung Derabaro (4,150 m.dpl) Gunung Yamin (4,595 m.dpl) Gunung Yaramamafaka (3,370 m.dpl) Gunung Redoura (3,083 m.dpl) Gunung Togwomeri (2,680 m.dpl) Gunung Mandala (4,640 m.dpl) Gunung Ngga Pilimsit(4,717 m.dpl) Gunung Foja (1,800 m.dpl) Gunung Cyrcloop (2,034 m.dpl) Gunung di Jawa (37 buah) Gunung Anjasmara (2.277 m) Gunung Argapura (3.088 m) Gunung Arjuno (3.339 m) Gunung Bromo (2.392 m) Gunung Bukit Tunggul (2.208 m) Burangrang (2.057 m) Gunung Ciremay/Cereme (3.078 m) Gunung Cikuray (2.818 m) Gunung Galunggung (2.167 m) Gunung Gede (2.958 m) Gunung Guntur (2.249 m) Gunung Karang (1.245 m) sekitar 40 KM selatan Pandeglang Gunung Kembar I (3.052 m) Gunung Kembar II (3.126 m)

Gunung Krakatau Gunung Lasem (806 m) Rembang Jawa Tengah Gunung Lawu (3.245 m) Gunung Semeru (3.676m) gunung tertinggi di pulau Jawa dan gunung berapi ketiga tertinggi di Indonesia Gunung Malabar (2.343 m) Gunung Masigit (2.078 m) Gunung Merapi (2.911 m) Gunung Merbabu (3.145 m)

Gunung Muria (1.602 m) Gunung Pangrango (3.019 m) Gunung Papandayan (2.665 m) Gunung Patuha (2.386 m) Gunung Penanggungan (1.653 m) Gunung Raung (3.332 m) Gunung Salak (2.211 m) Gunung Slamet (3.432 m) Gunung Sumbing (3.336 m) Gunung Sundara (3.150 m) Gunung Tangkuban Perahu (2.084 m) Gunung Ungaran (2,050 m) Gunung Wayang (2.181 m) Gunung Welirang (3.156 m) Gunung Wilis (2.552 m) Gunung Kelud (1.350 m) Gunung di Kalimantan (4 buah) Gunung Palung (1.116 m) Kalimantan Barat Gunung Raya (2.278 m) Kalimantan Tengah Gunung Liangpran (2.240 m) Kalimantan Timur Gunung Halau (1.892 m) Kalimantan Selatan Gunung di Sulawesi (10 buah) Gunung Awu (1.320 m) Kepulauan Sangihe Gunung Lokon (1.689 m) Gunung Klabat(1995 mdpl) Gunung Mekongga (2.620 m) Gunung Mahawu (1311 mdpl) Gunung Bawakaraeng (2.705 m) Gunung Latimojong (3.478 m) Gunung Lokon (1580 mdpl) Gunung Lompobattang (2871 m) Gunung Soputan (1783 m) Gunung di Sumatra (13 buah) Gunung Dempo (3159 m) Sumatra Selatan Gunung Kerinci (3.805 m) Jambi gunung tertinggi di Sumatra, kedua di Indonesia dan gunung berapitertinggi di Indonesia Gunung Sinabung (2.475 m) Sumatra Utara Gunung Sibayak (2.212 m) Sumatra Utara Gunung Pesagi (2.262 m) Lampung Gunung Singgalang (2.877 m) Sumatra Barat Gunung Marapi (2,891.3 m) Sumatra Barat Gunung Talamau (2,912 m) Sumatra Barat Gunung Tandikat (2438 m) Sumatra Barat Gunung Leuser (3172 m) NAD Gunung Perkison (2300 m) NAD

Gunung Talang (2600 m) Sumatra Barat Gunung Sago (2500 m) Sumatra Barat Bali & Nusa Tenggara (20 buah) Gunung Agung (3.142 m) di Bali Gunung Ebulolobo (2,123) Gunung Inielika (1,559) Gunung Kondo (2,947) Gunung Nangi (2,330)

Gunung Rinjani (3.726 m) di Lombok, gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia Gunung Sangeang (1,949) Gunung Tambora (2.850 m) di pulau Sumbawa Gunung Anak Ranakah (2,402) Gunung Ebulabo (2,123) Gunung Egon (1,703) Gunung Iliboleng (1,659) Gunung Iliwerung (1,486) Gunung Inerie (2,230) Gunung Keknemo (2,070) Gunung Kelimutu (1,385) Gunung Lewotobi Laki-laki (1,584) Gunung Lewotobi Perempuan (1,703) Gunung Lewotolo (1,319) Gunung Loreboleng (1,117)

PROSES TERBENTUKNYA JALUR GUNUNG API DI INDONESIA


Posted: October 21, 2012 in materi IPS Tags: kelas VII semester 1, tenaga endogen dan tenaga eksogen

0
LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA JALUR GUNUNG API DI INDONESIA

Sekitar 70 juta tahun yang lalu, Lempeng India-Australia (di selatan Indonesia) bertabrakan dengann lempeng Eurasia.

Lempeng India-Australia menunjam ke bawah Kepulauan Indonesia (subduction). Peristiwa serupa juga terjadi di sekitar kepulauan Maluku, Sulawesi dan Irian Jaya; Lempeng Pasifik mengalami penunjaman ke bawah lempeng Eurasia. Proses penunjaman menimbulkan gempa dan melepas panas hingga melelehkan batuan menjadi magma yang kemudian dengann energi panasnya mampu mendesak permukaan bumi hingga menjadi guunung api/deretan gunung api. Di jalur gunung api inilah banyak terjadi gempa bumi.

Peta Persebaran Gunung Api di Indonesia

Peta Lempeng Aktif di Sekitar Indonesia

JALUR GUNUNG API DI INDONESIA Indonesia memiliki 3 sistem gunung api, yaitu: 1.Gunung Api yang Termasuk Jalur Pegunungan (Sirkum) Mediterania a.Jalur gunung api busur dalam (inner arc), yang bersifat vulkanik aktif. berderet mulai dari Kep.Andaman (barat Sumatera), Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, alor, Wetar sampai Laut Banda. b.Jalur gunung api busur luar (outer arc), yang bersifat nonaktif. berderet mulai dari P.Simeulue, Nias, Batu, Mentawai, Enggano, pegunungan yang tenggelam dan muncul kembali di Pulau Sawu, Rote, Timor, Leti, Sermata, Buru, dan pulau2 kecil di sekitarnya. 2.Gunung Api yang Termasuk Jalur Pegunungan (Sirkum) Pasifik , berderet melalui Sulawesi Utara, yaitu G.Lokon, Soputan, Klabat, bersambung ke Kep.Sangir, Talaud, Tidore, Ternate, serta Lampobatang (SulSel).

3.Gunung Api yang Termasuk Jalur Pegunungan (Sirkum) Lingkar Australia, berderet di bagian ekor sampai kepala burung Irian dan berakhir di P.Halmahera dan sekitarnya.

Persebaran Gunung Api Serta Daerah Gempa Bumi di Indonesia


PERSEBARAN GUNUNG BERAPI DI INDONESIA Pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia,lempengan tersebut longsor jauh kedalam bumi.suhu yang sangat tinggi telah melelehkan pinggiran lempeng sehingga menghasilkan magma.Kemudian magma ini muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api

KAITAN LEMPENG TEKTONIK DENGAN PERSEBARANG G.BERAPI DAN GEMPA BUMI

Lempeng India-Australia sedang didorong ke bawah lempengan Eurasia. proses ini dinamakan penujaman. Tabrakan kedua lempeng tersebut membentuk pegunungan Himalaya, yakni busur gunung api di Indonesia, parit Sunda dan Jawa, serta tanah tinggi Nugini. Australia bagian utara telah didorong ke arah bawah sehinga membentuk teluk Carpentari dan Laut Timor serta Laut Arafuru.

Ketika pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh ke dalam bumi, di bawah Indonesia. suhu yang sangat tinggi melelehkan pinggiran lempengan sehingga menghasilkan magma. kemudian magma muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api. Busur gunung api di Indonesia terbentuk dengan cara seperti itu. Di indonesia terdapat 400 gunung berapi, tapi yang masih aktif kira-kira 80 gunung saja. gunung-gunung tersebut di golongkan atas 3 barisan : 1. sumatra-jawa-nusa tenggara-sekitar laut banda 2. halmahera dan pulau-pulau disebelah baratnya 3. sulawesi utara-pulau sangihe-pulau mindanao Ada 3 sistem pokok persebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia, yaitu: 1. sistem sunda sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar sampai ke kepulauan banda di Maluku dengan panjang kurang lebih 7000 km. terdiri dari 5 busur pegunungan : a. Busur arakan yoma berpusat di Shan Myanmar

b. Busur Andaman Nicobar berpusat di Mergui c. Busur Sumatra-Jawaberpusat di anambas d. Busur Kep. Nusa Tenggara e. Busur Banda berpusat di Banda 2. sistem busur tepi asia sistem in dimulai dari Kamsyatku melalui Jepang, filipina, kalimantan, dan Sulawesi. di fillipina busur ini bercabang tiga yaitu: a. cabang pertama dari pulau lauzon melalui pulau palawan ke kalimantan utara b. cabang kedua dari pulau Luzon melalui pulau samar ke mindanau, dan kep. Sulu ke kalimantan utara c. cabang ketiga dari pulau samar ke mindanau dan pulau sangihe ke sulawesi 3. sistem sirkum australia sistem ini dimulai dari selandia baru melalui keledonia baru ke irian jaya (papua). bagian utara dari sistem ini bercabang dua yakni : a. cabang pertama dari ekor pulau irian melalui bagian tengah sampai ke pegunungan charleslois di sebelah barat b. cabang kedua dari kepulauan bismarck melalui pegunungan tepi utara irian ampai ke kepala burung menuju halmahera

Gunung Berapi Tipe A B C di Indonesia

Kalangan vulkanologi Indonesia mengelompokkan gunung berapi ke dalam tiga tipe berdasarkan catatan sejarah letusan/erupsinya. Di Indonesia sendiri baru 69 gunung api yang terpantau dari 129 gunung api yang ada. Gunung api Tipe A seluruhnya sudah terpantau, namun belum dengan gunung api Tipe B dan C. Gunung api Tipe A : tercatat pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.
Contoh gunung api tipe a :

Seulawah Agam Peuet Sagoe Burni Salak

Merapi Bromo Gede Ceremai Papandayan Slamet Dieng Sumbing Kelud Semeru Guntur Galunggung Tangkuban perahu Arjuno-Welirang

-Merapi-Kelud-

Gunung api Tipe B : sesudah tahun 1600 belum tercatat lagi mengadakan erupsi magmatik namun masih memperlihatkan gejala kegiatan vulkanik seperti kegiatan solfatara.
Contoh gunung api tipe b : Burni Geureudong Sinabung

Ungaran Lawu Patuha Wayong-Windu Talagabodas Wilis Lyang Agopuro

-Ungaran-Lawu-

Gunung api Tipe C : sejarah erupsinya tidak diketahui dalam catatan manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah.
Gunung api tipe c : Gayolesten Pulau weh Jaboy Kamojang Kawah Karaha Kawah manuk