Anda di halaman 1dari 5

Laporan JIGSAW Blok CIRCULATION and OXYGENATION Semester II

Troponin, CK, CKMB

Oleh: Sarah Meita Wardani G1D010071 Kelompok 1

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN 2012.

1. PENDAHULUAN A. TROPONIN Kontraksi jantung yang terjadi selama ini tidak lepas dari peranan troponin sebagai salah satu factor terjadinya kontraksi. Troponin merupakan kompleks protein yang terbuat dari tiga unit polipeptida, satu berikatan dengan tropomiosin, satu berikatan dengan aktin, dan satu yang lain berikatan dengan Ca2+. (Sherwood, 2012). Molekul protein toponin ini melekat kuat di sisi molekul tropomiosin, ketiga komponen troponin, yaitu Troponin I memiliki afinitas kuat dengan aktin, Troponin T terhadap tropomiosin, dan Troponin C dengan ion kalsium. (Guyton & Hall, 2008). Nilai normal troponin yaitu 0,16 g/dl. Troponin I, T, dan C termasuk kedalam jenis troponin yang masing-masing memiliki berat molekul : a. Troponin C b. Troponin T c. Troponin I : 18. 000 dalton : 24. 000 dalton : 37. 000 dalton

Gambar Kontaksi Otot (http://www.pansportmedical.ro/english/sports_medicine/articles/attach/muscle_fiber_bi_ 1.gif) Cara kerja kontraksi otot ini seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu sangat tergantung dengan aktifitas troponin. Ketika akan terjadi kontraksi otot, troponin yang memiliki komponen I, T, dan C akan mulai juga bekerja, mula-mula troponin I sebagai penghalang bertemunya aktin dan myosin yang mulai beraksi, tujuan dari penghalangan ini yaitu agar tidak terjadinya

kontraksi secara tiba-tiba, setelah troponin I melaksanakan tugasnya, dilanjutkan oleh troponin T yang mulai mengikat tropomiosin agar sisi aktif aktin dapat keluar dan berkontraksi dengan kepala myosin, setelah itu barulah troponin C yang mulai bekerja. Pertama, troponin C akan mendeteksi dan mencari ion Ca2+ yang ada di sekitarnya, setelah mendapatkan Ca2+ untuk membantu bekerja mendorong tropomiosin agar sisi aktif aktin dapat keluar dan menyentuh kepala myosin. Kedua, setelah tropomiosin tergeser dan memunculkan sisi aktif aktin, myosin juga mendapatkan bantuan tenaga ATP untuk menyatukan kepala myosin dengan aktin. Bantuan tenaga itu menyebabkan kepala myosin dan sisi aktif aktin bertemu sehingga terjadilah kontraksi otot, dan pada bahasan ini, kontraksi otot jantung menyebabkan adanya denyut.

B. CK (Creatinin Clearance) CK atau creatinin clearance merupakan salah satu enzim yang berfungsi sebagai CK dibagi menjadi 3 jenis :

pertanda terjadinya cedera miokard akut.

a. CKMM- Creatinin Clearance Skletal Muscle, terdapat di otot dan sirkulasi otot b. CKBB - Creatinin Clearance Brain, terdapat di otak, dan di jantung dalam bentuk serum c. CKMB - Creatinin Clearance Miokardium, terdapat di jantung, di sel miokardium dan otot skelet Kadar CK ini dapat meningkat dan berkurang apabila : a. Jatuh b. Suntikkan IM c. Infark Miokardium Cara pengambilan CK : a. Merupakan serum plasma dari vena b. Sebelumnya tidak melakukan suntikan IM c. Harus segar atau di simpan dalam kulkas Nilai normal CK :

a. Pria dewasa b. Wanita dewasa c. Neonatus d. Anak laki-laki

: 30-180 IU/L : 25-150 IU/L : 65-580 IU/L : 0-70 IU/L IU/L

e. Anak Perempuan : 0-50

Nilai CK dikatakan kritis apabila nilainya 5 kali lebih besar dari nilai normal, sedangkan dikatakan ringan apabila dua sampai 4 kali nilai normal. C. CKMB CKMB merupakan isoenzim khusus pada jantung yang merupakan indeks yang paling khas untuk mendiagnosa infark miokard, dan hanya ada di jantung. Nilai normal CKMB yaitu 10 U/L. Kadar CKMB dapat memiliki waktu peningkatan selama 3-12 jam, waktu puncak 18-24 jam, dan kembali ke normal 24-72 jam. Sensitivitas penilaian CKMB ini dapat dikatakan baik apabila dibarengi dengan penilain troponin I dan mioglobin.

2. HASIL DAN PEMBAHASAN a. Apakah sebenarnya fungsi troponin I, jika dia bekerja menghambat berarti troponin jenis ini mubazir? : Troponin I sebagai penghalang bertemunya aktin dan myosin yang mulai beraksi, tujuan dari penghalangan ini yaitu agar tidak terjadinya kontraksi secara tiba-tiba. b. Apakah myosin selalu bertemu dengan aktin yang sama? : Kepala myosin selama proses kontraksi tidak bertemu dengan aktin yang sama karena prosesnya continu, jadi satu kepala myosin bertemu dengan aktin yang berbeda. c. Apakah mekanisme kontraksi ini selalu diawali dengan kerja troponin I dan berakhir pada troponin C? : Iya, ketiganya bekerja secara berkesinambungan, diawali dengan kerja troponin I dan diakhiri dengan troponi C. Mekanismenya telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

3. PENUTUP DAN KESIMPULAN Troponin, CK, dan CKMB merupakan komponen yang mempengaruhi jantung. Troponin berperan sebagai pengatur kontraksi, CK sebagai penentu kelainan pada jantung, dan CKMB merupakan indeks yang paling penting dalam penentuan penyakit khusus di jantung. Ketigan ya memiliki kepentingan masing-masing, dan apabila terjadi peningkatan maupun penurunan dari kadar CK dan CKMB makan sudah terindikasi adanya kelainan pada jantung, sedangkan troponin bertugas tetap untuk mengatur kontraksi dan bila CK, CKMB, dan troponin tidak saling seimbang juga dapat menyebabkan keadaan jantung abnormal, misalnya Infark miokard.

4. DAFTAR PUSTAKA

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2008). Fisiologi Membran, Saraf, dan Otot. In Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (p. 78). Jakarta: EGC. Sherwood, L. (2012). Fisiologi Otot. In Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem (p. 282). Jakarta: EGC.