Genetika

Zeti Harriyati

Lingkup Genetika Kesehatan


 


 

Sitogenetika Genetika molekul Genetika biokimia Genetika klinik Epidemiologi genetika Imunogenetika Genetika perkembangan Genetika populasi

Struktur DNA
       

Unit monomerik as. Nukleat  nukletida 1 nukleotida tdd: sbh basa nitrogen, sbh gula deoksiribosa (DNA)/ribosa (RNA) dan sbh fosfat DNA  basa purin : A, G dan basa pirimidin : C, T RNA  basa purin : A, G dan basa pirimidin : U,T DNA bf/ sbg bhn genetik utk sel Sel prokariot  tdk mpny sist membran internal  DNA tdk dpt dipshkan dr materi sel lain. Sel eukariot  DNA terltk dlm inti, dipisahkan dr sitoplasma o/ selubung inti. Jembatan yg mhub 1 nukleotida dg nukleotida lain (polinukleotida)  3’fosfodiester sampai 5’ fosfodiester Basa nitrogen tdk terlibat dlm pbtkan rangka gula-fosfat,shg dpt berinteraksi dg basa lain/dg protein

DNA

Pertama kali diselidiki  Wilkins, 1953 Watson & Crick 

Perkembangan genetika kedokteran modern (1)     1900: Correns. De Vries & Tschermak menemukan kembali hukum Mendel 1953: Watson & Crick menemukan struktur DNA 1970: Penemuan teknologi rekombinasi DNA 1977: Sanger & Gilbert menemukan cara menentukan urutan DNA .

Pasangan basa : Purin : A = T Pirimidin : G = C . yg arahnya berlawanan satu sama lain  Double helix 2.Watson & Crick : DNA  1. Kedua rantai dihubungkan  ikatan Hidrogen 3. DNA  2 buah rantai polynukleotida yang panjang.

Struktur DNA Basa nitrogen gula pentosa deoksi gugus fosfat .

DNA molekul yang dibangun oleh basa nukleotida. fosfat dan gula deoksiribosa………… Hydrogen bond Ribbon model Partial chemical structure Computer model .

 ASAM INTI 2 macam : 1.beberapa organel  mitokondria & plastid .disintesa didalam inti sel . DNA (Deoksiribo Nukleat Acid) 2. RNA (Ribo Nukleat Acid) Terdiri dari :  Fosfat  Gula  Basa nitrogen Disebut : Asam Nukleat .

2. Enzim . 4. 3. RNA Sitoplasma Tunggal Ribosa Urasil Sintesa protein RNA-ase Letak dlm sel Susunan mol Gula Basa organik Fungsi Nukleus Satu pasang Deoksiribosa Timin Informasi genetik DNA-ase 6. 5.Perbedaan DNA dengan RNA : DNA 1.

RNA    Polimer nukleotida beruntai tunggal Basa : Purin  Adenin – Guanin Pirimidin  Urasil – Citosin Macamnya :  RNAr  dalam ribosa  RNAm  membawa informasi genetik dari inti ke sitoplasma  RNAt  membawa asam amino dalam sintesa protein .

Purin dan Pirimindin .

Pirimidin  3 basa pirimidin utama : Sitosin  Timin  Urasil  .

Sel .

DNA inti mengkode gen yg fungsional (“coding region”) protein. Kurang 10 %. Kelainan mitokondria diturunkan oleh ibu . Mengandung 13 gen utk sintesis enzim pernafasan dan mempunyai tk mutasi yg tinggi. DNA dpt ditemukan di 1. Segmen gen yg m’kode protein  ekson dan yg segmen gen tdk ada arti  intron Mitokondria mtDNA. sisanya tda kode yg tdk berarti atau blm diketahui (“non coding region”).Menurut lokasi. Inti  DNA inti dlm sel didistribusikan di antara 23 ps kromosom yg tda 22 kromosom autosom dan 1 kromosom sex (XX/XY). 2.

.

Kode Genetik .

Slm replikasi.Sintesis DNA    Sintesis DNA berlangsung melalui prs replikasi. tiap untai DNA induk berf/ sbg cetakan utk sintesis sebuah untai yg bsft komplementer Setiap mol DNA yg dibtk mll replikasi mengandung satu untai induk yg utuh dan satu untai yg baru disintesis .

kita hrs tahu dahulu apa maksud-tujuan dari replikasi. transkripsi dan translasi. Replikasi terjadi dg maksud-tujuan untuk mewariskan sifat-sifat yang dimiliki kpd turunannya Transkripsi dan translasi tjd dg maksud-tujuan untuk membentuk protein2 yang dibutuhkan oleh organisme hidup .Ekspresi Gen    Dlm mempelajari ekspresi gen.

Ekspresi gen   Setelah replikasi. Adanya mutasi dapat mybbkan perubahan bhn genetik . sel akan dpt membelah dan mewariskan sifat yg dimiliki ke sel-sel anak.

Transkripsi .

.

sesuai dengan urutan spesifik dari mRNA . penambahan asam nukleat dan protein. Pada proses translasi melibatkan sejumlah besar reaksi kimia. Salah satu yg terlibat dalam prs ini adalah ribosom.Translasi : Sintesis Protein     Translasi adalah suatu mekanisme utk sintesis protein dibawah arahan mRNA. Ribosom merupakan mesin dasar dalam proses translasi. Sejumlah besar ribosom terlibat dalam katalis reaksi berantai suatu asam amino menjadi protein. urutan nukleotida dari mRNA akan diterjemahkan dalam urutan asam amino-asam amino dari protein. Selama proses ini.

Proses sintesa protein .

Translasi .

.

Perubahan transisi contohnya suatu pirimidin berubah menjadi pirimidin lain (T C) atau suatu purin mjd purin lain (A  G) Perubahan transversi contohnya suatu pirimidin berubah menjadi purin atau sebaliknya Bila suatu urutan nukleotida dari gen mengandung mutasi ditranskripsi ke dalam suatu molekul RNA. Perubahan ini sangat jarang terjadi namun dapat memberikan keragaman genetik Perubahan basa dpt tjd sbg perubahan transisi dan transversi. maka molekul RNA ini kelak akan mempunyai perubahan basa pelengkap pd tempat yg sesuai ini.Mutasi DNA       Mutasi adalah perubahan pd urutan nukleotida pd molekul DNA atau akibat kesalahan selama replikasi yg tdk dpt diperbaiki. .

dpt dihslkan prot dg jmlh AA lbh dr normal. 2. Mutasi dpt kelompokkan dlm Mutasi titik (“point mutation”) tjd bila hanya satu basa pd DNA yg mengalami perubahan dan mengakibatkan perubahan satu basa pd kodon mRNA Mutasi insersi/sisipan tjd bila satu atau lebih nukleotida ditambahkan ke DNA. Mutasi delesi/penghilangan tjd bila satu atau lbh nukleotida dikeluarkan dari DNA. dpt dihslkan prot dg jmlh AA lbh sdkt dr normal Mutasi “fragmeshift”/pergeseran tjd bila jmlh nukleotida yg diinsersikan atau didelesikan bukan kelipatan 3 shg tjd pergeseran kerangka.Mutasi DNA . 3. Bila delesi tdk mempengaruhi kodon start atau kodon stop. . 4.  1. Bila insersi tdk menimbulkan kodon stop.

 1. 3. Cth perubahan kodon CGA utk arginin dengan CCA utk prolin. Cth perubahan CGA mjd CGG. “nonsense mutation”  bila mutasi ini menyebabkan penghenteian sintesis polipeptida lebih awal dari seharusnya. “missense mutation”  bila mutasi menyebabkan 1 AA digantikan oleh 1 AA lain. Cth perubahan kodon CGA utk arginin dengan kodon UGA yang merupakan kodon stop . Kedua kodon ini adalah menentukan AA arginin. Mutasi titik dpt dibg mjd : “silent mutation”  apabila mutasi tsb tdk mempengaruhi urutan AA protein. 2.

AUG AAG UUU GGC UAA ..Mutasi DNA Normal Pro Gln Trp Ser Arg His “wild type” 5’.....3’ Met Lys Phe Gly Kodon stop .3’ Mutasi 5’...AUG UUU GGC UAA . CCA CAG UGG AAG UCG ACA U .3’ Mutasi 5’.3’ Frameshift Pro Gln Trp Lys Ser Thr Insersi/delesi 3 nukleotida Met Phe Gly Kodon stop “ wild type” 5’.. CCA CAG UGG AGU CGA CAU U.

.

ttp dpt dianalisis dr family tree atau pemeriksaan biokimia-biologi molekuler  dikenal sbg pnykt akibat defek gen tunggal  mutasi : * autosomal dominan * autosomal resesif * X-linked dominan * X.Patologi genetika dpt dibg 1. 1. Kelainan kromosom Defek pada gen dan tdk dpt dilihat pd analisis kromosom.linked resesif .

jk dua kopi abnormal dr gen yg berpsg diperlukan utk mengekspresikan pnyk genetik/kelainan  resesif . Individu dg allel sama pd lokus tertentu  homozigot. bila allel td identik  heterozigot Dominan dan resesif  bila hanya 1 kopi allel abnormal diperlukan utk mengekspresikan pnyk genetik  dominan.Istilah dlm biokimia-biologi molekuler   Homozigot dan heterozigot  dua gen pd tempat yg sama (identical place/locus) pd spasang kromosom  allel.

Jenis Kelainan Genetika    Kelainan gen tunggal: * Dominan/resesif/terangkai-X * Pola pewarisan khas * Dikenal sekitar 4000 Kelainan kromosom: * Kelainan numerik (jml kromosom tdk normal) * Kelainan struktur (ada delesi atau inversi pd kromosom) * Di USA 7/1000 kelahiran Kelainan multifaktor: * Interaksi antara faktor genetika dan lingkungan * Tidak tampak pola pewarisan khas .

Ciri Penyakit Genetika   Umumnya penyakit itu ditemukan pada lebih dari seorang anggota keluarga Penderita sering berasal dari suatu daerah terpencil dengan banyak perkawinan antar keluarga .

25 th. mengemban kelainan genetika 1/25 suatu . angka bahaya menjadi * 5 % orang berusia .Beban Penyakit Genetika Harper (1988): * 1/30 dari semua kehamilan dapat menghasilkan anak dengan kelainan kongenital * Pada usia 25 th.

Kemungkinan kelahiran anak dengan cacat kongenital Jenis kelainan    Frekuensi 1/30 1/50 1/30 1/8 1/125 1/150 1/200 1/10      Ada kelainan Kelainan berat Ada kelainan pada sepupu atau orang tua Abortus spontan Lahir mati Kematian perinatal Kematian tahun pertama Pasangan mandul .

30 2.36 0.70 2.19 4.40 Kongenital Non-kongenital  Lain-lain 0.Frekuensi kelainan genetika pada usia di bawah 25 tahun Jenis kelainan  Frekuensi 0.17 0.14 0.05 Gen tunggal    Otosom dominan Otosom resesif Terangkai-X   Kromosom Multifaktor   0.12 .

10 persen jumlah gen manusia Pola penyebaran tergantung dari: Apakah otosom atau kromosom sex  Apakah gen dominan atau resesif  .500 lokus atau 5 .Pola Pewarisan Gen Tunggal Mc Kusick (1990):   Dikenal 4.

Pola Pewarisan Otosom Dominan Laki-laki atau perempuan dapat terkena  Ada orang tua yang juga terkena  Kira-kira 50 % anak seorang penderita akan terkena  .

Pola Pewarisan Otosom Resesif    Laki-laki atau perempuan dapat terkena Saudara kandung mungkin ada yang terkena. tetapi anggota keluarga jauh umumnya tidak terkena Ada konsanguinitas pada orang tua .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful