Anda di halaman 1dari 6

Rangkuman Materi Qualitative Research

4th Group
Widuri Ananda Putri Musdalifah Noor Azizah Waliana Mappa Silmu Khaeruddin

By:

Mathematics ICP Faculty of Mathematics and Science University of State Makassar

Pada chapter ini, penulis berusaha untuk menyampaikan suatu ide atau gagasan serta mencoba untuk mengubah paradigma banyak orang yang beranggapan bahwa seni dan sains itu merupakan dua hal yang sangat jauh berbeda. Seni diduga telah ada ketika ilmu pengetahuan (sains) berhenti, serta pendekatan ilmiah dan artistik pada penelitian kualitatif ini pada dasarnya diyakini berbeda dalam tujuan, sumber data, bentuk pernyataan dan kriteria penilaian. Dengan adanya hal tersebut, timbul dorongan untuk memahami suatu seni dan sains yang dalam keberadaannya merupakan dua ranah yang terpisah. Sehingga, pakar sosiologi Richard Brown berpendapat bahwa : dalam menerapkan suatu kerangka kerja dimana yang mempelopori adalah seni dan sains, keduanya diakui sebagai yg terlibat dalam pembuatan paradigma atau pola pikir melalui pengalaman yang dapat dipahami. bagi para ilmuwan sosial, seni dan sains memiliki ketertarikan yang esensial, atau kekerabatan yang mungkin lebih berarti daripada hal-hal yang memisahkan antara seni dan sains tersebut sperti teknik dan model penampilan dari seni dan sains.

Kinship (kekerabatan / keterkaitan / hubungan) Disini dibahas mengenai ketekaitan / hubungan antara seni (art) dan ilmu (science). Jika kita membicrakan kedua hal ini, Masih sering teradi kesalahpahaman persepsi (pandangan) yang menyatakan bahwa ilmu pengetahuan hanya berkaitan dengan

kebenaran, kenyataan, peristiwa "luar sana", objektivitas, penjelasan, dan bukti, sedangkan seni hanya memikirkan keindahan, simbol, perasaan, subjektivitas, interpretasi, dan wawasan (Brown, 1977, hal.26). Dari pendapat ini, jelas bahwa kedua hal tersebut (art dan science) saling bertolak belakang. Nah, dari persepsi itu ternyata ada kekeliruan, dimana ternyata art dan science memiliki suatu keterkaitan atau hal yang sama (memiliki suatu irisan), yaitu diantaranya :

1. Creation (Suatu Kreasi) Maksudnya yaitu art dan science sama-sama menghasilkan suatu hasil karya (kreasi). 2. Search of Truth (pencarian kebenaran) Maksudnya disini lebih kepada sama-sama mencari suatu kebenaran, hanya saja jenis kebenaran yang dicari berbeda. Jenis kebenaran Ilmu biasanya berkaitan dengan kebenaran proposisional, atau kebenaran tentang sesuatu, seni berkaitan dengan kebenaran universal (Hospers, 1946) 3. Represent Reality (Mewakili kehidupan) Sesuatu dikatakan science apabila telah dibuktikan secara ilmiah. Hasil dari penelitian itulah yg dikatakan mewakili kehidupan. Art dikatakan mewakili kehidupan karena kita bisa menuangkan sesuatu hal berdasarkan hasil pemikiran kita sesuai keadaan atau realita pada sebuah karya seni misalnya saja karikatur dll. 4. Illuminating Reality illuminating is giving you new information about a subject or making it easier to understand . (disini illuminating artinya memberikan suatu informasi baru tentang suatu subject atau membuat sesuatu hal menjadi mudah dimengerti) dari penjelasan sebelumnya, kita bisa mengatakan bahwa act dan science bisa dikatakanadalah suatu penemuan. Jadi, act dan science disini dikatakan sbg illuminating Reality karena memberikan kita informasi yang baru. At the Crossroads Penelitian kualitatif berada pada ranah pertemuan antara seni dan sains

(persimpangan=crossroads). Dalam penelitian kualitatif, paling tidak ada dua pilihan bagi peneliti. Refusing the Art (Menolak seni)

Menolak seni didasarkan pada hal bahwa hasil penelitian itu harus kredibel: valid, reliable, dll, karena menurut pandangan orang2, penelitian yang kredibel itu adalah penelitian yang

saintifik. Kemudian dikatakan menolak seni ketika peneliti mencoba mempertahankan metodologi dalam penelitian. Jadi peneliti dalam hal ini lebih menonjolkan atau bahkn hanya menggunakan unsur sains dari penelitian kualitatif untuk membuatnya lebih kredibel dari segi ilmiah. Celebrating the Art (menerima/mempertahankan seni)

Mendukung atau mempertahankan seni berarti dalam melakukan penelitian, kita boleh tidak mengikuti suatu kaidah ilmiah, seperti menggunakan sumber informasi yang tidak ilmiah sebagai suatu data atau teori secara imajinatif: teori tari, teori musik, dll. Artinya peneliti lebih menekankan pada unsur seni dari penelitian kualitatif, misalnya pada penelitian etnografi, fenomenologi. atau grounded theory. Penulis juga menekankan bahwa ia cenderung tdk memisahkan kedua unsur tersebut (seni dan sains) dlm penelitian kualitatif, keduanya berkaitan erat dan ia cenderung menulis hasil penelitian kualitatif dengan bahasa seperti 'novel' tapi tetap memuat unsur ilmiah didalamnya.

Beban Kepengarangan Peneliti kualitatif menerima seni dalam penelitian kualitatif dengan bekerja dengan subjektivitas penyelidikan artinya peneliti tidak mengambil jarak dengan subjek yang diteliti atau peniliti terlibat langsung dengan subjek yang diteliti dan yang kedua adalah dalam menyusun laporan penilitian, peneliti memperhatikan 3 hal penting, yaitu: (a) Pembahasan dalam laporan penelitian tidak terlepas dari interpretasi tentang data. (b) Aturan penulisan penelitian tetap mempengaruhi apa yang akan ditulis dalam laporan penelitian. (c) Cara menyajikan temuan selalu melibatkan nilai estetika dan kadang bahkan melibatkan pilihan moral.

Intinya laporan penelitian kualitatif menggunakan bahasa yang tidak formal, bahkan kadang mirip dengan bahasa novel, juga menambilkan bahasa subyek apa adanya karena penelitian kualitatif itu bersifat personal voice atau apa yang dikatakan oleh subyek penelitian. Beban Pembaca Peneliti kualitatif juga menerima keberadaan seni dalam penelitian kualitatif dengan menegaskan beban bagi seorang pembaca penelitian kualitatif, dalam menerima keberadaan seni pembaca harus (a) (b) Mempersiapkn diri mengevaluasi dan menghargai apa yang dibaca. Mengenali jenis pendekatan yang digunakan oleh peneliti, apakah penulis menggunakan Grounded Theory, Euthnography, Phenomenology Ataukah Narrative. Akan tetapi, perlu diingat bahwa keputusan tentang jenis pendekatan penelitian tetap kembali kepada peneliti. (c) Memutuskan apakah hasil penelitian peneliti sudah memenuhi syarat penulisan penelitian kualitatif, contohnya apakah hasil penelitian sudah bisa di transfer ke dalam situasi yang berbeda. License Mengikutsertakan seni dalam penelitian kualitatif bukanlah sebuah pmebenaran untuk anarki atau untuk ketidakpedulian. Menyertakan seni dalam penelitian kualitatif, tidak memberikan siapapun izin untuk gagal mengetahui pekerjaan ilmiah orang lain dan membandingkannya dengan pekerjaan yang relevan dari penelitian lainnya, apapun orientasi penelitian mereka. Menyertakan seni dalam penelitian kualitatif berarti menghindari penggantian analisis dengan metode basi atau dengan kategori-kategori daftar-daftar seperti kamus (walapun dengan definisi-definisi dan satu atau dua pernyataan ilustratif). Penelitian kualitatif tidak pernah diniatkan untuk sebuah cara penyelidikan yang dipilih dengan ketentuan hanya satu pilihan.

Menerima keterkaitan seni dan sains bukanlah sebuah kegaglan, melainkan sebuah petunjuk untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan imajinatif dan kritikal yang berasosiasi kepada para seniman.