Anda di halaman 1dari 5

SINYO NAKAL (Duranta Erecta) Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae (tidak termasuk) Eudicots (tidak termasuk) Asterids Ordo:

Lamiales Famili: Verbenaceae Genus: Duranta Spesies: D. erecta Nama Lokal: Teh-tehan (Jawa), sinyo nakal (Sunda).

Pemerian
Semak atau perdu tahunan, kadang-kadang berupa pohon yang dapat mencapai 6 meter tingginya. Tumbuhan dewasa dapat memiliki duri yang tidak tumbuh sewaktu tumbuhan masih muda. Daun berbentuk oval atau elips, agak bergelombang tepinya, tersusun berpasangan, warnanya mulai dari kuning cerah hingga hijau agak pekat, tergantung spesies dan lingkungan tumbuh (lebih terang, warna daun lebih cerah). Bunga berwarna biru sampai ungu dengan rona putih, tersusun dalam satu cabang yang keluar dari ketiak cabang atau ujung cabang, berbunga sepanjang tahun. Buahnya berwarna kuning (hijau ketika muda), bulat, dengan diameter dapat mencapai 1 cm. Daun dan buahnya beracun bagi manusia dan hewan peliharaan besar (dilaporkan telah membunuh anjing dan kucing) meskipun tidak berakibat apa-apa terhadap burung. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis: Mengandung saponin (daun dan buah), tanin (daun), dan flavanoid (buah). Bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, anti-inflamasi, dan diuretik. Buahnya berkhasiat untuk obat malaria, daunnya untuk melancarkan peredaran darah dan obat bengkak. Penyakit yang dapat diobati: Malaria, memperlancar peredaran darah. Pemanfaatan: 1. Malaria Bahan: 20 gr buah sinyo nakal kering Cara membuat: bahan dicuci bersih, direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 200 cc. Setelah dingin lalu saring. Cara menggunakan: diminum 2-3 kali sehari, masing-masing 200 cc

2. Memperlancar peredaran darah Bahan: 30 gr daun sinyo nakal segar Cara membuat: bahan dicuci bersih, direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 400 ml. Setelah dingin lalu saring. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Catatan: Wanita hamil dilarang minum Ramuan berbahan sinyo nakal. Sumber: Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 3 (Drs. H.Arief Hariana) Sumber: http://www.klipingku.com/2010/09/sinyo-nakal-obat-herbal-untuk-malaria-dan-pelancarperedaran-darah/ http://id.wikipedia.org/wiki/Sinyo_nakal

JERUK SAMBEL (Citrus Histrix) Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae Ordo: Sapindales Famili: Rutaceae (suku jeruk-jerukan) Genus: Citrus Spesies: Citrus hystrix Dc

Jeruk (atau limau/limo) purut, jeruk sambal, atau jeruk pecel (Citrus hystrix DC.) merupakan tumbuhan perdu yang dimanfaatkan terutama buah dan daunnya sebagai bumbu penyedap masakan. Dalam perdagangan internasional dikenal sebagai kaffir lime, sementara nama lainnya ma kruut (Thailand), krauch soeuch (Kamboja), 'khi 'hout (Laos), shouk-pote (Burma), kabuyau, kulubut, kolobot (Filipina), dan truc (Vietnam). Daun jeruk purut, dipakai sebagai pengharum dalam masakan Jeruk rempah ini termasuk ke dalam subgenus Papeda, berbeda dengan jenis jeruk pasaran lainnya, sehingga penampilannya mudah dikenali. Tumbuhannya berbentuk pohon kecil (perdu). Rantingnya berduri. Daun berbentuk khas, seperti dua helai yang tersusun vertikal akibat pelekukan tepinya yang ekstrem; tebal dan permukaannya licin, agak berlapis malam. Daun muda dapat berwarna ungu yang kuat. Buahnya kecil, biasanya tidak pernah berdiameter lebih daripada 2cm, membulat dengan tonjolantonjolan dan permukaan kulitnya kasar; kulit buah tebal. Perbanyakan dilakukan dengan biji atau dengan pencangkokan. Dalam dunia boga Asia Tenggara penggunaannya cukup sering dan rasa sari buahnya yang masam biasanya digunakan sebagai penetral bau amis daging atau ikan untuk mencegah rasa mual, seperti pada siomay. Ikan yang sudah dibersihkan biasanya ditetesi perasan buahnya untuk mengurangi aroma amis. Daun jeruk purut juga banyak dipakai . Potongannya dicampurkan pada bumbu pecel atau juga gado-gado untuk mengharumkan. Demikian pula dalam pembuatan rempeyek, potongan daunnya dicampurkan pada adonan tepung yang kemudian digoreng. Di Thailand, daun jeruk purut sangat populer dalam masakannya. Tom yam dan tom khaa, dua makanan berkuah yang populer, menggunakannya. Menu dari Kamboja, Semenanjung Malaya, Pulau Sumatra, Pulau Jawa, dan Pulau Bali juga menggunakan daun jeruk purut sebagai pengharum masakan.

Sebagai bumbu masak, daun maupun buah jeruk purut sukar dicari penggantinya. Kulit jeruk nipis dapat dipakai apabila terpaksa. Daunnya dapat dikeringkan untuk dipakai pada waktu mendatang namun hanya bertahan kurang dari setahun. Cara pengawetan lain yang lebih awet adalah dengan dibekukan.

Buah jeruk purut Beberapa wewangian juga memakai minyak jeruk purut (diperoleh dari daun atau kulit buahnya) sebagai komponennya. Karakteristik minyak daunnya terutama didominasi oleh minyak atsiri (-)-(S)-citronelal (80%), sisanya adalah citronelol (10%), nerol dan limonena. Jeruk purut adalah istimewa karena pada jeruk-jeruk lainnya yang mendominasi adalah enantiomernya, (+)-(R)-citronelal (juga dapat ditemukan pada serai). Kulit buahnya memiliki komponen yang serupa dengan kulit buah jeruk nipis, dengan komponen utama adalah limonena dan -pinena. Nama ilmiah yang dipakai (Citrus hystrix) berarti "jeruk landak", mengacu pada duri-duri yang dimiliki batangnya. Khasiatnya JERUK PURUT (Citrus hystrix DC), Khasiatnya Jeruk purut (Citrus hystrix DC) biasanya ditanam orang di kebun atau pekarangan rumah. Daun jeruk perut adalah daun majemuk yang bentuknya menyirip dan beranak daun satu. Tumbuhan ini memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Daunnya sendiri berkhasiat sebagai stimulan dan penyegar. Kulit buahnya berkhasiat sebagai stimulan, berbau khas aromatik dengan rasa yang agak asin, dan lama-kelamaan agak pahit. Daun jeruk purut mengandung zat tanin (1,8 persen), steroid triterpenoid dan minyak asiri (1-1,5 persen v/b). Sementara kulit buahnya mengandung zat saponin, tanin (satu persen), steroid triterpenoid dan minyak asiri yang mengandung sitrat (2-2,5 persen v/b). Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah buah dan daun. Buahnya sendiri bisa digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit seperti influenza, badan terasa lelah, rambut kepala berbau (untuk mewangikan kulit), kulit bersisik dan mengelupas. Sedangkan daunnya bisa untuk mengatasi badan letih dan lemah sehabis sakit berat.

Untuk mengobati influenza, Potonglah sebuah jeruk purut yang sudah masak dan banyak airnya, lalu peras. Seduh air perasannya dengan 60 cc air panas kemudian diminum sekaligus selagi hangat. Untuk mengobati kulit yang bersisik dan mengelupas,

Belahlah jeruk purut yang sudah tua menjadi dua bagian. Lalu gosokkan pada kulit yang bersisik, kering dan mudah mengelupas. Lakukan satu kali sehari, pada malam hari sebelum tidur.

Untuk mengatasi badan lelah dan lemah sesudah bekerja keras , atau sehabis sembuh dari sakit yang berat,

Sediakan dua genggam daun jeruk purut yang masih segar. Lalu rebuslah dalam tiga liter air hingga mendidih atau selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, campurkan ramuan tersebut ke dalam seember air hangat, lalu gunakan untuk mandi.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Jeruk_purut http://kepingemas.blogspot.com/2008/01/jeruk-purut-citrus-hystrix-dc.html http://www.plantamor.com/index.php?plant=345