P. 1
Heru sigit purwanto - Penyebaran cebakan timah sekunder di daerah Airgegas Bangka selatan

Heru sigit purwanto - Penyebaran cebakan timah sekunder di daerah Airgegas Bangka selatan

|Views: 281|Likes:
Dipublikasikan oleh Dedi Fatchurohman
Penelitian bijih timah sekunder ini berada di daerah Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Berdasarkan dari hasil pengamatan, pengukuran dan analisis struktur geologi terdapat satuan batuan yang ada pada daerah penelitian berupa satuan batuan batupasir, satuan batuan piroklastik .Pola struktur sesar atau patahan yang memotong di daerah penelitian yang umumnya berarah Barat laut - Tenggara . Litologi daerah telitian adalah satuan batupasir, satuan batuan piroklastik dan litodem granit. Struktur geologi daerah telitian secara umum dikontrol oleh adanya kekar-kekar yang secara umum berkedudukan N 130O- 140OE/75O. Analisa distribusi besar butir berdasarkan fraksi tyler, hasil analisa sampel gravel di daerah Tambang rakyat pada 8DF (665683,9694876,20) menunjukkan kadar timah (Sn) sebesar 0,82% dari kadar konsentrat 4,83 gram, dengan kehadiran mineral pada endapan gravel berupa kasiterit, ilmenit, zircon, turmalin dan mineral kuarsa.
Diinterpretasikan penyebaran bijih timah terkonsentrasi pada cekungan-cekungan sungai purba (“paleo-river”) yang didaerah telitian terdapat di daerah Tepus dan sekitarnya.
Penelitian bijih timah sekunder ini berada di daerah Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Berdasarkan dari hasil pengamatan, pengukuran dan analisis struktur geologi terdapat satuan batuan yang ada pada daerah penelitian berupa satuan batuan batupasir, satuan batuan piroklastik .Pola struktur sesar atau patahan yang memotong di daerah penelitian yang umumnya berarah Barat laut - Tenggara . Litologi daerah telitian adalah satuan batupasir, satuan batuan piroklastik dan litodem granit. Struktur geologi daerah telitian secara umum dikontrol oleh adanya kekar-kekar yang secara umum berkedudukan N 130O- 140OE/75O. Analisa distribusi besar butir berdasarkan fraksi tyler, hasil analisa sampel gravel di daerah Tambang rakyat pada 8DF (665683,9694876,20) menunjukkan kadar timah (Sn) sebesar 0,82% dari kadar konsentrat 4,83 gram, dengan kehadiran mineral pada endapan gravel berupa kasiterit, ilmenit, zircon, turmalin dan mineral kuarsa.
Diinterpretasikan penyebaran bijih timah terkonsentrasi pada cekungan-cekungan sungai purba (“paleo-river”) yang didaerah telitian terdapat di daerah Tepus dan sekitarnya.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Dedi Fatchurohman on Apr 29, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2015

pdf

text

original

Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No.

6, Juli 2010

PENYEBARAN CEBAKAN TIMAH SEKUNDER DI DAERAH KECAMATAN AIRGEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN PROPINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Heru Sigit Purwanto Program Pascasarjana Magister Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta

Abstrak Penelitian bijih timah sekunder ini berada di daerah Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Berdasarkan dari hasil pengamatan, pengukuran dan analisis struktur geologi terdapat satuan batuan yang ada pada daerah penelitian berupa satuan batuan batupasir, satuan batuan piroklastik .Pola struktur sesar atau patahan yang memotong di daerah penelitian yang umumnya berarah Barat laut - Tenggara . Litologi daerah telitian adalah satuan batupasir, satuan batuan piroklastik dan litodem granit. Struktur geologi daerah telitian secara umum dikontrol oleh adanya kekar-kekar yang secara umum O O O berkedudukan N 130 - 140 E/75 . Analisa distribusi besar butir berdasarkan fraksi tyler, hasil analisa sampel gravel di daerah Tambang rakyat pada 8DF (665683,9694876,20) menunjukkan kadar timah (Sn) sebesar 0,82% dari kadar konsentrat 4,83 gram, dengan kehadiran mineral pada endapan gravel berupa kasiterit, ilmenit, zircon, turmalin dan mineral kuarsa. Diinterpretasikan penyebaran bijih timah terkonsentrasi pada cekungancekungan sungai purba (“paleo-river”) yang didaerah telitian terdapat di daerah Tepus dan sekitarnya.

Pendahuluan Potensi sumberdaya mineral khususnya bahan galian di Kabupaten Bangka Selatan cukup melimpah dan sebagian telah dilakukan penambangan. Dalam kebijakan ruang daerah, sektor pertambangan belum di alokasikan secara jelas, sehingga sering terjadi benturan atau tumpang tindih dalam pemanfaatan ruang. Kegiatan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bangka Selatan menyoroti satu permasalahan yang mendasar khususnya bagi dinas yang terkait dengan melakukan “Zonasi Wilayah Pertambangan Timah di Kabupaten Bangka Selatan”. Proyek Pertambangan Wilayah Pertambangan menetapkan lokasi penelitian di Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan sekunder oleh masyarakat umumnya menggunakan peralatan sederhana dengan tingkat perolehan penambangan dan kinerja pengolahan yang rendah, serta masih meninggalkan bahan galian. Selain timah sebagai bahan galian utama, dijumpai pula bahan galian lain dan mineral ikutan yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Bahan galian tersebut dapat tertinggal dalam keadaan insitu, telah ditambang, maupun telah diolah.

1

yaitu berupa Peta Lintasan. Juli 2010 Penambangan endapan timah pada wilayah izin usaha pertambangan dilakukan secara bertahap melalui beberapa blok hingga semua kegiatan penambangan dianggap selesai. Geologi Daerah Telitian Litologi daerah telitian adalah Satuan Batupasir. 3. Serdang dan Kepoh. Peta Singkapan Batuan.Jurnal Ilmiah MTG. Metode Penelitian. magnetikpen. tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor lain. 6. ekonomi. Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (gambar 1). Satuan batuan Piroklastik dan Litodem Granit. Data hasil analisis sampel batuan kemudian dipetakan ke Peta Sebaran Gravel dan Peta Domain Analisa Sampel Batuan. Peralatan lapangan yang digunakan adalah kompas geologi. Tahap pengolahan data lapangan dilakukan dengan tahapan analisa data lapangan dan tahapan pembuatan Peta. scraberpen. Struktur geologi daerah telitian secara umum dikontrol oleh O O O adanya kekar-kekar yang secara umum berkedudukan N 130 . Peta Geomorfologi dan Peta Geologi. Pergam. Alat dan Tahapan Eksplorasi Penelitian yang dilakukan dalam Eksplorasi Tinjau ini berupa pengumpulan data lapangan. komparator. transportasi dan pengambilan sampel batuan untuk analisis kimia. GPS. TIMAH. kantong sampel batuan. Peta Lintasan Detil. palu geologi. 2 . Daerah Tepus dan sekitarnya mempunyai stratigrafi berupa satuan batuan dari tua ke muda satuan batuan piroklastik yang diperkirakan terbentuk pada zaman Perm dan satuan ini diterobos oleh Granit Klabat pada zaman Jura-Trias dan pada zaman resen terendapkan batupasir dengan perselingan batu lempung. politik dan sosial masyarakat. termasuk wilayah Kecamatan Airgegas Kabupaten Bangka Selatan. pengamatan infrastruktur jalan untuk menuju lokasi. Lokasi Secara administratif. loupe. Vol.140 E/75 (Lampiran Peta Geologi). kamera. daerah bekas tambang tersebut kemungkinan masih prospek. Kegiatan penambangan berakhir tidak selalu diakibatkan oleh habisnya cadangan bahan galian layak tambang. Sampel-sampel batuan diambil kemudian dianalisis di Laboratorium Pengujian Kimia Mineral PT. lokasi penelitian terdapat diwilayah KP bagian selatan meliputi Desa Tepus. komputer dan lainnya. Peta Pola Aliran Sungai. berupa kendala teknologi. Pada beberapa kasus. No.

disertai dengan pengambilan contoh batuan untuk dianalisa di laboratorium prosentase kandungan mineral yang ada dalam batuan tersebut. Lokasi daerah telitian di daerah Airgegas. 3 . struktur dijumpai berupa O O O struktur kekar yang secara umum berkedudukan N 130 . Pada daerah telitian batu granit ini telah mengalami pelapukan dan sebagian mineral telah terubah menjadi mineral oxida. Vol.Jurnal Ilmiah MTG.Trias batuan ini mengintrusi batuan Tuff yang terbentuk pada zaman Perm. Tuff yang telah mengalami alterasi. Pada daerah telitian struktur tidak berkembang. Granit Klabat batuan yang terbentu pada zaman Jura . No. Bangka Selatan Pemetaan Detil Pemetaan detil dengan melakukan pemetaan lintasan detil dan melakukan lokasi pengamatan terukur profil pada singkapan batuan. Satuan batuan pasir. Gambar 1. 3. satuan ini terdiri dari perselingan antara batu lempung. terubah menjadi mineral lempung berupa kaolin berwarna kemerahan dan Tuff berwarna putih dan telah terubah menjadi mineral lempung berupa monmirolonit.140 E/75 . 6. Struktur ini dapat dijumpai pada batupasir kasar sampai gravel berwarna putih kekuningan. Juli 2010 Satuan batuan piroklastik ini terdiri dari lapili Tuff yang berwarna putih krem.

Vol. 3. 6. No. Peta lintasan detil A di daerah tambang rakyat dengan litologi batupasir Gambar 3. Peta lintasan detil C di daerah Tanah Putih dengan litologi batupasir 4 . Juli 2010 Gambar 2.Jurnal Ilmiah MTG.

No. Vol. Peta lintasan detil J di daerah Cambai dengan litologi batupasir 5 .Jurnal Ilmiah MTG. Peta lintasan detil D di daerah Tanah Putih dengan litologi batupasir Gambar 5. Juli 2010 Gambar 4. 6. 3.

45 1.08 2. zircon.11 23. muskovit dan mineral kuarsa. dengan kehadiran mineral pada endapan gravel berupa ilmenit.Jurnal Ilmiah MTG.72 100.00 +65# 0. 16) menunjukkan kadar timah (Sn) sebesar 0% dari kadar konsentrat 3.46 18. Hasil analisa sampel gravel di daerah Tambang rakyat pada 11DF (666199.82% dari kadar konsentrat 4.02 66.44 0.9694876.21 0. 6. Juli 2010 Hasil Analisa besar butiran (Grand Counting) Analisa distribusi besar butir berdasarkan fraksi tyler di analisa di laboratorium kimia PT.01 1.16 0.9694876.10 7.04 24. zircon. Timah Tbk.83 gram. Hasil analisa sampel gravel di daerah Tambang rakyat pada 8DF (665683.9694876.04 17.00 JUMLAH : NO SAMPEL : Brt Asal : Brt Konst : Kadar Sn 8 DF 284. zircon.05 -150# 0. No. ilmenit.58 7. Tabel 1.48 gram. Analisa Multi mineral distrbusi besaran butir 8DF (665683.20) DISTRIBUSI BESAR BUTIRAN F R A K S I T Y LE R +48 # 1 2 3 4 5 6 CASSITERITE ILMENITE ZIRCON TOURMALINE LP.46 +150# 0.13 5.70 7.83 0. turmalin dan mineral kuarsa.11 0. Mineral – mineral yang hadir berupa kasiterit. ilmenit.70 31. 9697307.PASIR QUARTZ NO URUT JENIS MINERAL % BERAT 1.20). Vol. turmalin dan mineral kuarsa pada 8DF (665683.52 4.04 0.29 3.86 0.82 grm grm % Foto 1.52 0.99 3.24 +100# 0. 6 .20) menunjukkan kadar timah (Sn) sebesar 0.48 7.63 31.02 5. dengan kehadiran mineral pada endapan gravel berupa kasiterit. turmalin.33 22. 3.39 8. Analisa distribusi besar butir berdasarkan fraksi tyler di analisa di laboratorium kimia PT Timah Tbk.64 0.

Mineral – mineral yang hadir berupa ilmenit.23) DISTRIBUSI BESAR BUTIRAN NO URUT 1 2 3 4 JENIS MINERAL ILMENITE ZIRCON TOURMALINE QUARTZ % BERAT +48 # 1.28 48 DF 197.Jurnal Ilmiah MTG. zircon.44 F R A K S I T Y LE R +65# 0.10 17. Juli 2010 Analisa distribusi besar butir berdasarkan fraksi tyler di analisa di laboratorium kimia PT Timah Tbk.23) menunjukkan kadar timah (Sn) sebesar 0% dari kadar konsentrat 6.29 98.87 JUMLAH : NO SAMPEL : Brt Asal : Brt Konst : Kadar Sn 100.04 0.62 58. Vol. Hasil analisa sampel gravel di daerah Tambang rakyat pada 48DF (666253. dan mineral kuarsa.65 2.72 grm 6.05 0.00 58. Hasil analisa sampel gravel di daerah Tambang rakyat pada 49DF (666113. 7 . dengan kehadiran mineral pada endapan gravel berupa kasiterit.09 0. turmalin. ilmenit. zircon.27 +150# 0.9696035.09 11. 6.9696397. Tabel 2.64 gram. 3. dengan kehadiran mineral pada endapan gravel berupa ilmenit. No. dan mineral kuarsa.63 gram.15 0.00 0. Analisa Multi mineral distrbusi besaran butir 48DF (666253.9696397.9696397.07 9.37 9.64 grm % Foto 2. Analisa distribusi besar butir berdasarkan fraksi tyler di analisa di laboratorium kimia PT Timah Tbk. dan mineral kuarsa pada 48DF (666253.62 0.13% dari kadar konsentrat 4.28) menunjukkan kadar timah (Sn) sebesar 0.23). turmalin.24 17.28 0.79 -150# 0. zircon. turmalin.03 2.30 0.08 11.28 +100# 0.

04 0. 6. zircon.06 5.23 10.63 49 DF 286.28) DISTRIBUSI BESAR BUTIRAN NO URUT 1 2 3 4 5 JENIS MINERAL CASSITERITE ILMENITE ZIRCON TOURMALINE QUARTZ % BERAT +48 # 0.20 46.13 % Foto 3.28). turmalin. dan mineral kuarsa.16 4. dengan kehadiran mineral pada endapan gravel berupa kasiterit.00 16.50 0.07 16.77 0.27 0.17 grm 4.968746.21 gram.62 0.37 0. zircon. Analisa distribusi besar butir berdasarkan fraksi tyler di analisa di laboratorium kimia PT Timah Tbk.9696035. Hasil analisa sampel gravel di daerah HTI pada 60DF (669608.40 0. Analisa Multi mineral distrbusi besaran butir 49DF (666113. Juli 2010 Tabel 3.04 8.60 91. 8 .31% dari kadar konsentrat 8. turmalin dan mineral kuarsa pada 49DF (666113.16 15. Mineral – mineral yang hadir berupa kasiterit.Jurnal Ilmiah MTG. 3.06 10. ilmenit. No.08 2.21 13. ilmenit.16 0.28 1.15) menunjukkan kadar timah (Sn) sebesar 0.39 0.9696035.76 0.58 3.20 F R A K S I T Y LE R +65# +100# +150# -150# JUMLAH : NO SAMPEL : Brt Asal : Brt Konst : Kadar Sn 100. Vol.56 49.63 grm 0.60 2.

96 0.81 -150# 0.46 0.82%.15) DISTRIBUSI BESAR BUTIRAN NO URUT 1 2 3 4 5 JENIS MINERAL CASSITERITE ILMENITE ZIRCON TOURMALINE QUARTZ % BERAT +48 # 0.32 33. zircon.0.02 0.95 0.39 4.14 0.39 0.06 1.24 grm 8.25 60 DF 611.13% .95 6.21 grm 0.00 33.Jurnal Ilmiah MTG. LP 49DF dan LP 60DF menunjukkan hasil prosentase keterdapatan mineral kasiterit. Juli 2010 Tabel 4.22 F R A K S I T Y LE R +65# 0.968746.08 18.05 4.969768. Analisa Multi mineral distrbusi besaran butir 60DF (669608. khususnya pada LP 8DF.75 +150# 0. Hasil analisa mineral distrbusi besaran butir dari sampel yang dianalisa menunjukkan bahwa pada lokasi pengamatan di daerah tambang rakyat Tepus didapati kehadiran mineral kasiterit dan pengikutnya. No. Hasil analisa sampel gravel di daerah Tambang rakyat pada 47DF (666313. 6. zircon. Vol.13 22. sedangkan pada LP 60DF 9 .56 23.86 0.90 gram.37 0. Mineral – mineral yang hadir berupa kasiterit.03 0.17 1.56 +100# 0.31 % Foto 4. Analisa distribusi besar butir berdasarkan fraksi tyler di analisa di laboratorium kimia PT Timah Tbk. yaitu sebesar 0.70 0.25) menunjukkan kadar timah (Sn) sebesar 0% dari kadar konsentrat 3.25 0.09 JUMLAH : NO SAMPEL : Brt Asal : Brt Konst : Kadar Sn 100. dengan kehadiran mineral pada endapan gravel berupa ilmenit.32 16.15).968746.46 20.48 93.22 14. turmalin dan mineral kuarsa pada 60DF (669608. dan mineral kuarsa. 3. ilmenit. turmalin.

Kajian Timah. menunjukkan penyebaran deposit timah tidak merata dan hanya terkonsentrasi di daerah Tepus. 289. 1965. Studi Penilaian Geologi untuk Pengembangan Cadangan Timah Alluvial Dalam pada Jalaur Kontak Granit Klabat Bagian Selatan Daerah Bangka Utara. 1995. 10. Geotectonics of Indonesia. B. hal.140 E/75 . R. 20.. hal. Katili. 1997. 10 .. hal. Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Quaternary Geology of Malay – Indonesian Coastal and Offshore Areas. p. 3. 293. Juli 2010 KESIMPULAN     Daerah telitian berada pada desa Tepus. Suyitno Sutedjo. Geology of Tin Deposits. 89... Daerah telitian tersebut termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Airgegas Kabupaten Bangka Selatan. CCOP. p. Pusat Pengembangan Tenaga Pertambangan. 3. . . Seri T. Tjokrosapoetro Soebardjio. hal. R. Buletin Persatuan Geologi Malaysia . Satuan Batu Lapili tuff berumur Trias dan Litodem Granit berumur Trias Akhir – Yura Awal. 59. Hosking. Sunardi Edy. Mining Geology Note. Struktur geologi daerah telitian secara umum dikontrol oleh adanya kekarO O O kekar yang secara umum berkedudukan dan N 130 . Litologi yang terdapat di daerah telitian adalah Satuan Batupasir berumur Miosen Akhir . 20.. Hubungan Tektonik dengan Keberadaan Mineral Logam. 16.82%. DAFTAR PUSTAKA . Vol. 32. 1997. 1977. U. p. 12. Departemen Pertambangan dan Energi. 1979.Jurnal Ilmiah MTG. jadi diinterpretasikan bahwa paleo-river yang melewati daerah Tepus mempunyai cekungan yang agak lebar dan relatif dalam dibandingkan daerah lainnya. 2000. Hasil analisa mineral distrbusi besaran butir didapati kehadiran mineral kasiterit pada 8 DF menunjukkan hasil prosentase keterdapatan mineral kasiterit paling besar. Osberger. No.... 6. Serdang dan Kepoh. dkk. 1980. 1984.Margono. hal.. Peta Geologi Lembar Bangka Selatan. Pergam.Plistosen.. 1986. p. .. 36.503. Perkembangan Teori Geologi Dasar Timah dan Strategi Eksplorasi Timah di Indonesia (Suatu Tinjauan Sejarah). Mineralogi Dasar. yaitu sebesar 0. Warsito Kusumoyudo. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. 1 – 3. Bandung.. Osberger. Geology of Bangka. p. 3 – 4.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->