Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pestisida (sida, cide = racun) sampai kini masih merupakan salah satu cara utama yang digunakan dalam pengendalian hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan (Diana, 2009). Furadan adalah jenis pestisida yang termasuk dalam golongan insektisida yang digunakan untuk membunuh serangga dalam bentuk larva seperti penggerek daun, lalat daun, wereng hijau, ganjur, lundi/uret, nematoda bintil akar, perusak daun, ulat grayak, dan penggerek pucuk, sehingga aplikasi furadan dalam pembibitan sangat membantu agar benih yang disemaikan dapat terbebas dari hama tersebut. Furadan ialah pestisida dari berbagai macam pestisida yang merupakan racun yang mempunyai nilai ekonomis terutama bagi petani. Pestisida seperti Furadan memiliki kemampuan membasmi organisme selektif (target organisme), tetatpi pada praktiknya pemakiannya dapat menimbulkan bahaya pada organisme non target. Dampak negatif terhadap organisme non target meliputi dampak terhadap lingkungan berupa pencemaran dan menimbulkan keracunan bahkan dapat menimbulkan kematian bagi manusia (Tarumingkeng, 2008). Penggunaan pestisida memang memberikan keuntungan secara ekonomis, namun juga memberikan kerugian diantaranya residu yang tertinggal tidak hanya pada tanaman, tapi juga air, tanah dan udara, Penggunaan terus-menerus akan mengakibatkan efek resistensi berbagai jenis hama. Hal tersebut di atas dapat terjadi terutama jika pestisida digunakan secara tidak tepat baik pada cara, dosis maupun organisme sasarannya. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam tentang pestisida. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, Karbofuran dan Endosulfan merupakan pestisida yang sangat berguna akan tetapi mempunyai banyak dampak yang tidak biasa karena kandungan racunnya. Jadi permasalahannya adalah Bagaimana kita bisa menggunakan pestisida tersebut untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa menimbulkan, atau dengan resiko yang sedikit (tidak banyak dampak negatifnya terutama bagi kehidupan manusia). 1

1.3. Tujuan 1. Mengetahui Jenis insektisida Furadan. 2. Mengetahui bahan aktif, cara kerja dan kegunaan Pestisida Furadan. 3. Mengetahui Dampak Furadan 4. Mengetahui apakah ada insektisida yang tidah membahayakan/Furadan Alami.

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Furadan Furadan adalah jenis pestisida yang termasuk dalam golongan insektisida yang digunakan untuk membunuh serangga. Furadan adalah Isektisida/Nematisida sistemik berbentuk butiran warna ungu untuk mengendalikan hama hama pada tanaman padi sawah, padi Gogi, kentang, tomat, kapas, tembakau, cengkeh, jeruk, lada, teh dan tebu. 2.2. Bahan Aktif Bahan aktif Furadan adalah Karbofuran yang memiliki Konsentrasi Sebanyak 3%. Furadan adalah contoh insektisida berbahan aktif karbofuran. Karbofuran merupakan bahan aktif insektisida yang aplikasinya umumnya dilakukan ditaburkan kedalam tanah. Insektisida ini biasanya mempunyai formulasi Granule (G). Bahan dasar insektisida ini adalah pasir yang kemudian dicampur dengan bahan aktif karbofuran dengan konsentrasi 3 gr/ 1 kg pasir. Karbofuran adalah salah satu pestisida karbamat (pestisida yang mengandung gugus karbonat) yang sangat beracun, karbofuran juga biasa di kenal dengan nama furadan. Karbofuran ini digunakan untuk mengendalikan serangga di berbagai tanaman dalam pertanian seperti kentang, jagung, dan kedelai. Karbofuran ini digolongkan kedalam insektisida sistemik, yang maksudnya insektisida ini diserap melalui akar tumbuhan kemudian didistribusikan ke seluruh organ tumbuhan di mana konsentrasi insektisida tercapai. Karbofuran juga memiliki aktivitas kontak terhadap hama. Berikut adalah Rumusan Karbofuran yang terkandung dalam insektisida Furadan :

Rumus Molekul Karbofuran : C12H15NO3 3

Insektisida berbahan aktif karbofuran merupakan insektisida legendaris yang masih sering digunakan sampai sekarang karena memang efikasinya yang masih lumayan. Di pulau jawa saja insektisida ini digunakan tiap tahun mencapai ribuan ton (menurut rekan saya salah satu penjual pestisida). 2.3. Cara Kerja Cara Kerja Furadan.

Masuk ke jaringan melalui absorbsi perakaran yang selnjutnya ditranslokasikan melalui sistem vasculer ke bagian tanaman yang lainnya tetapi tidak ditranslokasikan ke bunga dan buah. Bereaksi dengan bantuan sinar ultr-violet Tidak mematikan musuh alami Memiliki sifak kontak dan juga sistemik.

Gambaran sederhana cara kerja Furadan adalah jika diaplikasikan ke dalam tanah dengan segera karbofuran akan terserap oleh tanaman. Karbofuran akan masuk ke dalam seluruh jaringan tanaman tidak terkecuali daun dan buahnya. Ketika ada serangga yang memakan salah satu bagian tanaman tesebut serangga tersebut akan keracunan karbofuran dan akhirnya akan mati. 2.3. Kegunaan Furadan digunakan untuk membunuh serangga hama pengganggu tanaman dalam bentuk larva seperti penggerek daun, lalat daun, wereng hijau, ganjur, lundi/uret, nematoda bintil akar, perusak daun, ulat grayak, dan penggerek pucuk, sehingga aplikasi furadan dalam pembibitan sangat membantu agar benih yang disemaikan dapat terbebas dari hama tersebut. Insektisida dan nematisida sistematik, racun kontak dan lambung untuk mengendalikan hama dan nematoda pada tanaman : Cengkeh Jeruk Kapas Kentang dan lada Padi : Penggerek batang Nothopheus sp : Nematoda Tyienchulus semipenetrans : Hama lundi : Nematoda bintil akar Meloidogyne sp : Ganjur Orseolia oryzae, penggerek batang Tryporyza innotata, T.incertulas, Chilo suppressalis dan Sesamia inferens, wereng hijau Nephotettix virescens, lalat daun Hydrellia sp : Lundi Holotrichia helleri

Padi

Tebu

Teh Tembakau Tomat

: Penggerek batang Phragmatocia castaneae, Chilo sacchariphagus, Diatraea saccharalis dan penggerek pucuk Scir-pophaga nivelia, lundi Stibarophus molginus : Nematoda Helicotylenchus sp, Meloidogyne sp, Paratylenchus sp, dan nematode saprozoik di persemaian. : Penggerek pucuk Heliothis sp, dan ulat grayak Spodoptera litura, nematode bintil akar Meloidogyne sp : Nematoda bintil akar Meloidogyne sp

2.4. Pengaruh Furadan Karbofuran merupakan bahan aktif insektisida Furadan yang mempunyai spektrum sangat luas. Jika diaplikasikan ke dalam tanah bukan hanya serangga hama saja yang akan mati tetapi semua habitat (binatang) yang ada didalam tanah tersebut akan musnah. termasuk mikroorganisme pengurai, cacing tanah dan belut. Padahal kita ketahui ketiga mahkluk hidup tersebut adalah teman petani. Fakta ini bukan omong kosong belaka tetapi sudah di lakukan pengamatan oleh berbagai ahli atau petani. Mikro organisme pengurai dan cacing tanah merupakan mahkluk tuhan yang sangat berguna bagi petani dan bisa dibilang sahabat petani. Keduanya sangat berguna untuk proses penyuburan tanah . Bayangkan apa yang akan terjadi jika tanah tanpa mikro organisme pengurai dan cacing? semua bahan organik sampah, seresah dan sisa-sisa tanaman tidak akan bisa hancur dan tidah bisa berubah menjadi pupuk organik. Bukankah tanah akan sangat tandus? Tanah kita kesuburannya akan hancur. Oleh karena itu harus lebih bijaksana dalam memilh pestisida untuk kita aplikasikan pada tanah. Alih-alih mengendalikan hama/ penyakit tetapi mendapat kerugian dari hal lain yang lebih besar. Carilah pestisida yang lebih ramah lingkungan dan lebih selektif dalam membunuh OPT. 2.5. Furadan Alami Karena dampak atau efek dari Furadan sangat membahayakan juga merugikan petani maka timbul pertanyaan seperti berikut. Adakah insektisida Furadan yang aman di gunakan bagi para petani agar tidak merugikan ? Bahan furadan hanya menggunakan tiga macam bahan, yaitu Jengkol, Belerang, dan pasir sebagai media menempelnya dua bahan tersebut agar bisa disebar dalam persemaian atau lahan yang akan ditanami, cara membuatnya juga sangat mudah, jengkol di tumbuk atau diparut sampai halus, kemudian dicampur dengan pasir kering dan

lembut, setelah bercampur secara merata kemudian disimpan dalam ember dan ditutup rapat dengan plastic sampai 1 minggu baru furadan ini bisa diaplikasikan. Karena furadan ini tidak menggunakan bahan-bahan kimia maka kemudian furadan ini disebut Furadan Alami, dan inilah yang akan digunakan para peserta SL untuk persiapan pembibitan kakao, furadan ini akan dioplos dengan pupuk dan tanah dan dimasukkan dalam polibeg-polibeg pembibitan kakao.Memang dari cerita petani yang sudah menggunakan furadan ini memiliki fungsi yang sama dengan furadan kimia yang dijual dipasaran bebas saat ini

III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Furadan adalah jenis pestisida yang termasuk dalam golongan insektisida yang digunakan untuk membunuh serangga. Furadan adalah Isektisida/Nematisida sistemik berbentuk butiran warna ungu untuk mengendalikan hama hama pada tanaman padi sawah, padi Gogi, kentang, tomat, kapas, tembakau, cengkeh, jeruk, lada, teh dan tebu, Bahan aktif Furadan adalah Karbofuran yang memiliki Konsentrasi Sebanyak 3%.

3.2. Saran Dari pembahasan yang mulai dari latar belakang, rumusan masalah, pemecahan masalah, sampai kesimpulan terpaparkan bahwa pestisida/insektisida Furadan (khususnya yang dibahas di sini karbofuran) diperlukan, akan tetapi mempunyai dampak yang tidak biasa, terlebih mengancam kehidupan, oleh karena itu kami menyarankan untuk pengguna pestisida sebagai pemberantas hama supaya menggunakan pestisida dengan sebaik-baiknya dan memperhatikan dosis dan menggunakan cara penggunaan yang benar.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Pestisida http://en.wikipedia.org/wiki/Carbofuran http://tobethelast.blogspot.com/2012/12/pestisida-karbamat.html Subiyakto.1991. Pestisida. Penerbit Kanisius.Yogyakarta Mediante da R.Heru. 2012. Pestisida Organik. Agromedia.Jakarta