Anda di halaman 1dari 5

BAB III PEMBAHASAN A.

Konstruksi Alat

Gambar 3.1 Alat Penukar Kalor Shell dan Tube 1-2 Pass untuk Pengering dengan Memanfaatkan Air Panas

Keterangan gambar: 1. Blower 2. Dudukan blower 3. Kaki blower 4. Corong 5. Alat penukar kalor 6. Inlet shell 7. Outlet shell 8. Tube 9. Baffle cut 10. Baffle header 11. Ring 12. Kaki APK 13. Kaki alat ukur tekanan 14. Alat ukur tekanan 15. Stop kran 16. Meteran air

17. Bak air 18. Pelapis bak air 19. Tutup bak air 20. Kaki bak air 21. thermostat 22. Dudukan termostat

23. Kran air 24. Pompa air 25. Dudukan pompa 26. Ember 27. Heater

B. Prinsip Kerja Alat Adapun Prinsip Kerja Alat Penukar Kalor Shell dan Tube adalah : 1. Fluida gas (udara) dialirkan melaui sebuah blower dan masuk ke dalam alat penukar kalor yang laju alirannya dapat diatur dengan sebuah stop kran. 2. Udara mengalir melalui baffle-baffle, kemudian akan keluar melalui outletshell atau ke pengeringan. 3. Selama udara mengalir melewati baffle-baffle, air panas dari bak penampung yang telah di panaskan dengan heater yang suhunya diatur dengan thermostat mengalir melalui inlet tube dan di teruskan melalui tube-tube yang telah diatur dudukannya sedemikian rupa. Volume air yang mengalir hanya sebagian dari rear head dikarenakan adanya plat pembagi. 4. Panas yang berasal dari bak penampung akan mengalami proses perpindahan kalor secara konduksi terhadap tube-tube, kemudian kalor akan mengalami proses konduksi terhadap udara yang berasal dari dalam shell. 5. Kalor yang telah mengalami proses konveksi udara, akan menyebabkan perubahan temperature. 6. Air yang telah keluar dari tube-tube akan keluar ke stationary head dan masuk kembali ke dalam tube bagian bawah dan air ini diteruskan ke outlet tube dan diteruskan ke pompa. Sebelum masuk ke poma air didinginkan dengan air aquarium. 7. Air yang telah didingninkan diangkat ke tempat bak penampung sehingga terjadi sirkulasi terus-menerus. C. Perhitungan Rancangan Alat Penukar Kalor Rancangan Alat Penukar Kalor Untuk merancang alat penukar kalor yang diperlukan data-data yang dipilih dan ditetapkan adalah : Suhu air masuk, Thi Suhu udara masuk, Tci = 80 C (ditetapkan) = 32C (suhu udara ditetapkan)

c udara keluar, Tco Laju aliran air, Laju aliran udara Diameter dalam shell, Ds Diameter luar tube, do Diameter dalam tube, do Pitch,Pt= 1,45474 x do Jumlah tube, Nt : Nt

= 60c (ditetapkan) = 0,21kg/s = 0,08kg/s = 0,133m (ditetapkan) = 12,7mm = 11,7mm = 1,338 x 12,7mm= 18mm = 0,785 ( = 0,785 x = 38,57 = 32(ditetapkan)

)x(
x
( ( )

)
) ( )

Gambar 3.2 jumlah tube dalam shell Tebal baffle= 3mm Jumlah laluan tube, Np= 2 laluan Susunan tube : Segi empat Sifat-sifat udara : Temperatur udara rata-rata : Tu

Tu = Dari table udara diperoleh : Sifat-sifat fluida udara pada temperatur udara rata-rata Tc= 46C Tabel 3.1 Sifat-sifat fluida udara T(C) 45 46 50 Cp(J/kg/K) 1007 1007 1007 P(kg/m) 1,109 1,1056 1,092 (kg/m.s) 0,0000194 0,000019454 0,0000196 K(W/mK) 0,02699 0,027062 0,02734 Pr 0,724 0,72384 0,7228

Kalor udara : Qc = Mc. Cp (Thi-Tho) = 0,08 x 1007(60-32) = 2255,68 W Suhu air keluar ,Tho= 72C(misal) Temperatur air rata-rata : Th Ta = = = 76C

Panas jenis air pada Ta = 76C adalah Cpa = 4194.85 J/kg.K Temperatur air keluar : Th = Thi = 80 = 77,75912C