Anda di halaman 1dari 93

q

u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Acceptance Sampling
Plans for Attributes and
Variables
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Keuntungan dan Kerugian
dari Sampling
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Keuntungan pemakaian sampling

1. Jika inspeksi bersifat destructive/merusak, maka
inpeksi 100% bersifat not feasible/tidak mungkin
dilakukan.
2. Sampling lebih ekonomis dan memiliki lebih
sedikit resiko dalam penanganannya.
3. Sampling dapat mengurangi kesalahan
pemeriksaan.
4. Sampling memberikan suatu motivasi yang kuat
pada yang menginspeksi untuk meningkatkan
kualitas karena suatu lot yang mungkin ditolak.

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Kerugian Perencanaan Sampling

1. Memiliki resiko akan penolakan lot-lot yang baik
(produsers risk) ataupun penerimaan lot-lot yang
jelek (consumers risk).
2. Memiliki lebih sedikit informasi tentang produk
yang dibandingkan untukmemperoleh inspeksi
100%.
3. Pemilihan dan adopsi dari suatu rencana sampling
memerlukan lebih banyak waktu dan usaha dalam
perencanaan dan pendokumentasiannya.
4. Sampel yang diambil kadang tidak tetap.

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Producers Risk
dan
Consumers Risk
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
produsers risk adalah resiko yang
berhubungan dengan penolakan suatu lot yang
berkualitas baik. Secara umum ditentukan
dengan frekuensi penerimaan lot-lot dari
tingkatan kualitas ini, dimana suatu nilai
ditentukan.

acceptable quality level (AQL) adalah jumlah
dari suatu lot yang Nilai AQL mengacu pada
rata-rata proses yang mana jika tetap stabil
pada nilai ini, akan mengakibatkan diterimanya
sebagian besar dari lot-lot.


q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
consumers risk adalah resiko dari
penerimaan lot-lot yang jelek. Hal itu jarang
diinginkan untuk menerima lot-lot dengan suatu
tingkatan kualitas jelek.

limiting quality level ( LQL) adalah angka yang
menunjukkan berapa lot yang jelek
(berhubungan dengan consumers risk). Secara
baku menurut ANSI/ASQC Standard A2
(1987) menyatakan LQL sebagai
persentase/proporsi dari nonconforming items
atau jumlah nonconformities dalam suatu lot
atau batch dimana konsumen mengharapkan
kemungkinan penerimaan menjadi penetapan
nilai yang rendah.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Kurva Karakteristik
Operasi
Kurva OC (operation
characteristic) mengukur
pelaksanaan dari sebuah sampling
plan. Kurva OC menggambarkan
kemungkinan penerimaan jumlah
lawan proporsi nonconforming dari
jumlah itu, ini menunjukkan
diskriminasi kekuatan dari
sampling plan
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
OC curve apa yang ideal? Mari memperkirakan
kita telah memilih sebuah level proporsi
nonconforming Po seperti jika sebuah lot
memiliki proporsi nonconforming lebih sedikit
dibandingkan atau sama dengan Po, kita
menyadari bahwa itu adalah lot yang bagus dan
kita terima itu. Di sisi lain, jika proporsi
nonconforming dari lot melebihi Po, kita
menyadarilot tersebut jelek dan kita tolak itu
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Untuk membentuk kurva OC tipe A, kita
mengasumsikan bahwa sample dipilih
dari isolated lot dari ukuran terbatas.
Probabilitas dari penerimaan lot
dikalkulasikan berdasarkan pada
distribusi hipergeometris. Probabilitas
dari mencari x item nonconforming pada
sample didapat dari :
( )( )
( )
n
N
x n
D N
x
D
x P

= ) (
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Dimana D adalah jumlah item nonconforming
dalam lot akan diterima jika c atau item
nonconforming lebih kecil ditemukan,
probabilitas dari penerimaan lot adalah :



Untuk membentuk sebuah kurva OC tipe B, kita
mengasumsikan bahwa sebuah aliran lot
dihasilkan oleh proses dan bahwa ukuran lot
adalah luas ( 10 kali ) dibandingkan untuk
ukuran sample. Mengasumsikan lot proporsi non
conforming adalah P, probabilitas ini diberikan
dari :


( ) ( )
0
c
Pa P x c P x
x
= s =

=
( ) (1 )
x n x
n
P x p p
x

| |
=
|
\ .
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
probabilitas penerimaan lot :





Alternative, probabilitas binomial kumulatif
tabelnya didapat dalam Appendix A-1 dapat
digunakan jika nilai parameter n dan p yang
tepat disusun dalam table

0
( ) ( )
c
a
x
P P x c P x
=
= s =

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Jika ukuran lot luas dan probabilitas dari item
nonconforming adalah kecil, sperti yang telah
dijelaskan dalam chapter 4, distribusi poisson
dapat digunakan sebagai sebuah perkiraan untuk
distribusi binomial. Probabilitas dari item
nonconforming dalam sample didapat dari :



dimana mewakili jumlah rata-rata item
nonconforming dalam sample. Probabilitas dari
penerimaan lot, Pa didapat dari :

( )
!
x
c
P x
x


=
0
( ) ( )
c
a
x
P P x c P x
=
= s =

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Dalam chapter ini kita akan menggunakan
distribusi poisson untuk mencari probabilitas
dihubungkan dengan penerimaan lot kapanpun
tepat. Karena ukuran lot biasanya besar
dibandingkan ukuran sample dan nilai-nilai
proporsi nonconforming p yang menarik kita
adalah kecil , distribusi poisson menyediakan
sebuah perkiraan yang masuk akal.

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Contoh 10-1:
Buatlah sebuah kurva OC untuk single sampling
plan dimana ukuran lot adalah 2000 ukuran
sample adalah 50 dan angka penerimaan 2.

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Kita punya N = 2000, n = 50 dan c = 2. probabilitas
dari penerimaan lot adalah sama dengan untuk
probabilitas dari mendapatkan 2 atau item
nonconforming yang lebih kecil di dalam sample.
Distribusi probabilitas poisson dalam Appendix A-2
digunakan untuk mendapatkan probabilitas
penerimaan lot untuk proporsi nonconforming p
yang memiliki nilai berbeda. Diperkirakan p adlah
0,02( batchnya adlah 2% nonconforming). Sejak np
= 50(0,02) = 1,0, probabilitas Pa dalam
penerimaan lot ( menggunakan Appendix A-2)
adalah 0,920. table 10-1 menunjukkan nilai Pa
untuk nilai bervariasi dari p. dalam beberapa hal
nilai probabilitas adlah terinterpolasi linear dari
Appendix A-2. gambaran alur dari nilai-nilai ini,
kurva OC ditunjukkan dalam figure 10-2.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Proportion nonconforming, p np
Probability of Lot Acceptance,
Pa
0 0 1
0.005 0.25 0.997
0.05 0.5 0.986
0.02 1 0.92
0.03 1.5 0.809
0.04 2 0.677
0.05 2.5 0.544
0.06 3 0.423
0.07 3.5 0.321
0.08 4 0.23
0.09 4.5 0.174
0.1 5 0.125
0.11 5.5 0.088
0.12 6 0.062
0.13 6.5 0.043
0.14 7 0.03
0.15 7.5 0.02
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Efek dari ukuran sample dan angka
penerimaan


Parameter n dan c dari sampling plan
mempengaruhi bentuk dari kurva OC. Selama
ukuran lot N adalah dibandingkan secara
signifikan dengan ukuran sample n, ukuran lot
tidak punya dampak yang dapat dinilai pada
bentuk dari kurva OC. Untuk menetapkan nilai n
dan c, dimana ukuran sample menjadi lebih
besar, slope nya menjadi lebih curam,
menyiratkan discriminatory power yang lebih
besar.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Efek ukuran Sampel

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Efek angka penerimaan

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
TIPE SAMPLING PLAN

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
SINGLE SAMPLING PLAN
Pada single sampling plan :
informasi yang diperoleh dari satu sample
digunakan untuk memutuskan untuk menerima
atau menolak.
Ada 2 parameter dalam sampling plan ini:
ukuran sample n dan angka penerimaan c.
Rencana beroperasi sebagai berikut.
Sebuah sample random dari ukuran n dipilih
dari batch. Angka dari item nonconforming
atau nonconformities dalam sample didapat
dan dibandingkan dengan angka penerimaan c.
Jika angka penelitian lebih kecil atau sama
dengan angka penerimaan, maka lot diterima

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
DOUBLE SAMPLING PLAN
Double sampling plan melibatkan sebuah keputusan
untuk menerima lot, menolak lot atau mengambil sample
ke dua.
Jika kesimpulan dari sample pertama adalah bahwa
kualitas lot cukup bagus maka lot diterima.
Jika kesimpulan adalah kualitas yang buruk, lot ditolak.
Jika sample yang pertama memberikan sebuah
kesimpulan mutu tidak baik maupun buruk, maka dipakai
sample ke dua.
Berdasar pada jumlah yang dikombinasikan dari
nonconforming items atau nonconformities pada kedua
sample, sebuah keputusan dibuat untuk menerima atau
menolak lot.


q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
MULTIPLE SAMPLING PLAN
Multiple sampling plan adalah sebuah perluasan
dari double sampling plans. Tiga, empat atau
sejumlah sample yang diinginkan mungkin
dibutuhkan untuk membuat sebuah keputusan
mengenai lot.
Sampling plan dapat dihilangkan pada tingkat
manapun begitu criteria penerimaan atau
penolakan telah ditemui.
Ukuran-ukuran sample dalam multiple sampling
plan biasanya lebih kecil yang digunakan untuk
sebuah single sampling plan.


q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Keuntungan dan kerugian
Berkaitan dengan kesederhanaan, single sampling
plan adalah yang terbaik,diikuti double kemudian
multiple sampling plan.
Biaya administrative untuk tata kearsipan,
pelatihan dan pemeriksaan adalah paling kecil
untuk single dan tertinggi untuk multiple.
Untuk plan yang sama, jumlah item untuk membuat
keputusan mengenai lot biasanya lebih banyak
untuk single sampling plan.
Biaya pemeriksaan akan paling tinggi untuk single,
dan paling sedikit untuk multiple.
Single sampling plans menyediakan informasi paling
banyak dan multiple sampling plans paling sedikit.

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Evaluating Sampling Plans


q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Average Outgoing Quality (AOQ)

AOQ adalah rata-rata tingkat kualitas dari
setumpukan lot yang telah diinspeksi,
dimana lot-lot tersebut memiliki tingkat
kualitas p sebelum diinspeksi.

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
AOQ mengukur rata-rata tingkat mutu dari
sejumlah besar batch seperti dari
penerimaan kualitas p, proporsi yang
nonconforming dalam lot-lot, diumpamakan
sebagai perbaikan.

AOQ =

Dengan N sebagai ukuran lot, n sebagai
ukuran sample, p sebagai kualitas lot yang
datang, Pa sebagai probability dari
penerimaan lot yang menggunakan pemberian
rencana sampling.

( )
a
P p N n
N

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Contoh :
rencana sampling tunggal N=2000, n=50,
c=2.perkiraan kualitas yang masuk dari batch-
batchadalah 2% nonconforming. Dari tabel
distribusi cumulative Poisson Appendix A-2,
nilai probability Pa menerima lot yang
digunakan rencana sampling adalah 0,920.
Maka dapat diketahui nilai AQL adalah

AQL = {(0,920)(0,2)(2000-50)} / 2000 =
0,0179

Jika batch yang datang dalam 2%
nonconforming, maka nilai AQL adalah 1,79 %
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Average Outgoing Quality Limit ( AOQL )
AOQL adalah dasar untuk mendesain rencana
sampling. AOQL didefinisikan sebagai tingkat
kualitas / nilai maksimum dari kurva AOQ.
AOQL memperlihatkan rata-rata terburuk
dari kualitas lot-lot yang telah
diinspeksi/meninggalkan stasiun pemeriksaan,
dengan mengabaikan kualitas lot yang datang
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Contoh :

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Contoh (lanj.) :

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Average Total Inspection / ATI

ATI adalah rata-rata jumlah produk yang
diinspeksi per lot. Asumsi : lot yang
ditolak akan mengalami screening
(rectifying inspection).

ATI menunjukkan jumlah rata-rata items
yang diperiksa per lot. Jika lot tidak
memiliki noncomforming item, ATI akan
diterima oleh rencana sampling terpilih
dan hanya n items (ukuran sample) yang
akan diperiksa untuk lotnya.

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Untuk sampling tunggal, ATI per lot untuk lot-lot
dengan tingkatan kualitas p yang datang memiliki
rumus :
ATI = n + (1 - Pa1 - Pa2) (N - n)

Disini Pa menunjukkan kemingkinan penerimaan lot
yang memiliki tingkatan kualitas p yang datang.

Untuk rencana sampling ganda, ATI memiliki
persamaan :
ATI = n1 (Pa1) + (n1+n2) Pa2 + N (1 Pa1 Pa2)

Pa1 = probability dari penerimaan lot pada sample
pertama

Pa2 = probability dari penerimaan lot pada sample
kedua
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Contoh :
Buat kurva ATI untuk rencana sampling dimana
N = 2000, n = 50, c=2.
Solusi. Berdasarkan perhitungan yang diberikan
nilai dari kualitas lot p 0.02 . ditunjukkan dalam
tabel 10-2 , probability dari penerimaan seperti
dalam penggunaan lot rencana sampling Pa =
0.920 .
ATI untuk nilai dari p adalah
ATI = 50 + (1-0.920)(2000-50) = 206
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Incoming Lot Probability of Lot Average Total
Quality, p Acceptance Inspection, ATI
0.01 0.986 77.3
0.02 0.92 206
0.03 0.809 422.45
0.04 0.677 679.85
0.05 0.544 939.2
0.06 0.423 1175.15
0.07 0.321 1372.05
0.08 0.238 1535.9
0.09 0.174 1660.7
0.1 0.125 1756.25
0.11 0.088 1828.4
0.12 0.062 1879.1
0.13 0.043 1916.15
0.14 0.03 1941.5
0.15 0.02 1961
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Average Sample Number / ASN
ASN adalah rata-rata jumlah produk yang di
inspeksi untuk serangkaian lot dengan tingkat
kualitas, untuk memutuskan menerima atau
menolaknya.
Asumsi : pemeriksaan tidak dibatasi untuk
perencanaan sampling tunggal ketika
pembuatan suatu keputusan.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Catatan, untuk sample yang diberikan,
jumlah item yang diinspeksi sebelum
membuat keputusan adalah juga n1 atau
(n1 + n2 ) . ada probabilitas P1 dimana
sebuah keputusan akan dibuat setelah
menginspeksi n1 item; probabilitas dari
inspeksi ( n1 + n2 ) item utama untuk
membuat sebuah keputusan adalah ( 1-P1 ).

probabilitas P1 dapat dinyatakan sebagai :

P1 = P( lot diterima pada sample pertama )
+ P ( lot ditolak pada sample pertama ) =
P (x c1 ) + P ( x r1 )
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Untuk multiple sampling plan, konsep yang
sama digunakan untuk asal usul dari sebuah
double sampling plan dapat digunakan. Kita
punya

ASN = n1P1 + ( n1 + n2 ) P2 + (n1 + n2 +
+ nk ) Pk
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Contoh 10-4 :
Untuk double sampling plan N = 3000, n1 =
40, c1 = 1, r1 = 4, n2 = 80, c2 = 3, r2 = 4,
temukan rata-ratajumlah sample untuk
batches dengan proportion nonconforming
0,02 asumsikan tidak ada pengurangan.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Solusi. Pertama, kalkulasikan P1, probabilitas
dari pembuatan sebuah keputusan setelah
sample pertama :
P1 = P( x 1 ) + P( x 4 )

Dimana x menyatakan jumlah penelitian dari
nonconforming items. Dari table kumulatif
poisson dalam Appendix A-2, didapat
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
P1 = P{ x 1 n1p = 40(0,02) } + P{ x 4 n1p =
40(0,02) } = P{ x 1 n1p = 0,8 } + P{ x
4 n1p = 0,8 }
= 0,809 + ( 1 0,991 )
= 0,818

Nilai ini menyatakan jumlah rata rata
item yang diperiksa dahulu untuk membuat
keputusan. Ini menyarankan bahwa karena
nilai rendah dari p, sebagian besar batches
akan diterima dapa sample pertama. Pada
basis sample pertama, lot akan diterima
sekitar 80,9%, dan akan ditolak sekitar
0,9%.


q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
ASN Values for the Double Sampling Plan in Example 10-4
Proportion Nonconforming, p
Probability of
Deision
Average Sample
Number, ASN
on First Sample,
P1
0.005 0.982 41.44
0.01 0.939 44.88
0.02 0.818 54.56
0.03 0.697 64.24
0.04 0.604 71.68
0.05 0.549 76.08
0.06 0.529 77.68
0.07 0.539 76.88
0.0875 0.599 72.08
0.1 0.659 67.28
0.1125 0.719 62.48
0.125 0.775 58
0.15 0.866 50.72
0.175 0.925 46
0.2 0.961 43.12
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Perencanaan Sampling
Atribut Lot-By-Lot
Perencanaan Sampling Atribut didesain
untuk membuat keputusan berapa item
yang digunakan untuk inspeksi di lot.
Batch Production adalah tipe inspeksi
yang banyak digunakan pada industri
yang diatur dalam lot.
Tujuannya untuk menemukan ukuran
sampel dan angka penerimaan rencana
sampel yang sesuai dengan level resiko
yang ditetapkan (resiko produsen, resiko
konsumen atau keduanya.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Single Sampling Plans
Desain Perencanaan Sampling Tunggal
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Menetapkan Resiko Produsen
Resiko Produser o dihubungkan
dengan tingkat kualitas p
1
, dan AQL
tertentu.
Untuk menentukan rencana
sampling, langkah pertama harus
memilih angka penerimaan (c).

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
OC Curve
OC curve single sampling plans for
stipulated producers risk and AQL
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
OC Curve
OC curve single sampling plans for
stipulated consumers risk and LQL
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Efek general inspeksi level

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Efek tipe inspeksi

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Proses Perubahan

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Urutan Step menurut
ANSI/ASQC Z1.4:
1. Menentukan AQL
2. Memilih General Inspection Level
3. Menentukan Lot size
4. Menggunakan Tabel kode untuk
meneukan ukuran sampel
5. Menentukan tipe perencanaan
sampling
6. Identifikasi perencanaan sampling
7. Untuk inisial mulai dari normal inspeksi
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Tabel Kode

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Single sampling Plan
(Normal inspection)

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Single sampling Plan
(Tightened inspection)

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Single sampling Plan
(Reduced inspection)

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Example
Suppose product comes from vendor in
lots of size 2000 units. The acceptable
quality level is 0.65%. Determine the
MIL STD 105E acceptance-sampling
system. Assume single sampling and
determine the normal sampling plan
only.











q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Example
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Example
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Double sampling Plan
(Normal inspection)
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Double sampling Plan
(Tightened inspection)
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Double sampling Plan
(Reduced inspection)
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
ANSI/ASQ Z1.4
Standard is designed for use where units
of product are produced in a continuing
series of lots or batches.

If a sampling plan is desirable for a lot or
batch of an isolated nature, it should be
chosen based on the Limiting Quality
(LQ) and consumers risk, |.
These tables are included in the standard,
but not the textbook.
Or use ANSI/ASQ Standard Q3
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
ANSI/ASQ Standard Q3
Standard is used for inspection of
isolated lots by attributes.

Provides indexed tables by Limiting
Quality, LQ.

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
ANSI/ASQ Standard Q3
Two Schemes:
1. Used for lots that are isolated or mixed or
that have an unknown history as far as all
parties know.
Lot size and LQ must be known.
Nominal values of the LQ are based on |=0.10

2. Used when a vendor is producing a
continuous stream of lots and sends one or a
few to a customer who will consider them as
isolated lots.
Occurs frequently when purchasing small
quantities of raw materials.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Dodge-Romig Tables
A set of inspection tables for lot-by-lot
acceptance sampling by attributes.

Tables are based on Limiting Quality
(LQ) and Average Outgoing Quality Limit
(AOQL).
Tables for single and double sampling

Advantage that the plan provides a
minimum amount of inspection for a
given inspection procedure.
Desirable for in-house inspection
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Dodge-Romig Tables
Limiting Quality LQ
Based on the probability that a
particular lot, which has percent
nonconforming equal to the LQ, will be
accepted.
Probability is the consumers risk, | = 0.10
LQ plans give assurance that individual
lots of poor quality will rarely be accepted.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Dodge-Romig Tables
Observations about the LQ tables:
As the lot size increases, the relative
sample size decreases.

The tables extend until the process
average is one-half of the LQ.

As the process average increases, a
corresponding increase occurs in the
amount inspected.

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Dodge-Romig Tables
Average Outgoing Quality Limit AOQL
Applicable when the inspected lot is a
convenient subdivision of a flow of product
for materials handling purposes (non-
homogeneous)

AOQL plan limits the amount of poor
outgoing quality on an average basis, but
gives no assurance on individual lots.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Dodge-Romig Tables
Process average
Obtained by the same techniques as for p-
charts
First 25 lots the average percent nonconforming is
obtained

Type of nonconformance
Dodge-Romig tables do not provide for
different categories or tightened inspection
Different LQ or AOQL values may be used
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Chain Sampling Inspection Plan
A special type of lot-by-lot acceptance sampling
plan for attributes designated as Chain Sampling
Plan ChSP-1.

Applicable to quality characteristics which involve
destructive or costly tests.
Use of small sample sizes
Acceptance number, c=0
Poor shape of OC curve at the producers risk

Chain sampling uses the cumulative results of
several samples
Determination of the value of i, the number of
previous samples, is determined by analysis of
the OC curves for a given sample size.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Chain Sampling Inspection Plan
Procedure:
1. For each lot, select a sample of size n and
test each for conformance to specifications.

2. If the sample has 0 nonconforming units,
accept the lot; if the sample has 2 or more
nonconforming units, do not accept the lot;
and if the sample has 1 nonconforming unit,
it may be accepted provided that there are 0
nonconforming units in the previous i
samples of size n.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Chain Sampling Inspection Plan
Conditions for use of the Chain Sampling Plan:
1. The lot should be one of continuing
series of product that is sampled in
substantially the order of production

2. The consumer can normally expect the lots
to be essentially the same quality.

3. The consumer has confidence in the
producer not to occasionally send an
unacceptable lot that would have the
optimum chance of acceptance.

4. The quality characteristic is one that involves
destructive or costly tests.

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Sequential Sampling
Used for costly or destructive tests
Subgroup size of 1 item by item plan

Sequential sampling is similar to multiple
sampling, except sequential sampling
can, in theory, continue indefinitely.
In practice, the plan is truncated after the
number inspected is equal to three times the
number inspected by a corresponding single
sampling plan.
Based on the Sequential Probability Ratio
Test

q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Skip-Lot Sampling
Designated SkSP-1 and based on AOQL.

A single sampling plan for minimizing
inspection costs when there is a
continuing supply of lots of raw materials,
component parts, subassemblies, and
finished parts from the same source.

Applicable to chemical and physical
characteristics that require laboratory
analysis.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
ANSI/ASQ S1
Provides procedures to reduce the
inspection effort when the suppliers
quality is superior.

A skip-lot scheme used in
conjunction with attribute lot-by-lot
plans given in ASQ Z1.4


q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
ANSI/ASQ S1
Requirements to use ANSI/ASQ S1
1. Have a documented system for controlling
product quality and design changes

2. Have instituted a system that is capable of
detecting and correcting changes that might
adversely affect quality.

3. Not have experienced an organizational
change that might adversely affect quality
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
ANSI/ASQ S1
Additional requirements of the product:
Be of stable design

Have been manufactured on a continuous basis for at least 6
months unless agreed to a longer period.

Have been on normal and reduced inspection during the
qualification period.

Have maintained a quality level at or less than the AQL for at
least 6 months.

Other:
The previous 10 or more consecutive lots have been accepted
The min cumulative sample size for the last 10 or more
consecutive lots have been met.
The acceptance numbers for the last 2 lots have been met
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Sampling for Continuous Production
Acceptance sampling for continuous
production implies that manufacturing
operations do not create lots as part of the
normal part of the production process.
Parts are produced by a continuous process
on a conveyor or similar system.
Plans for continuous production consist of
alternating sequences of sampling
inspection and screening (100%) inspection.
Plans begin with 100% inspection and
convert to sampling after a stated number of
items are free of nonconformities.
Sampling continues until a stated number of
nonconforming units are found, at which time
100% inspection in reinstated.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Sampling for Continuous Production
Applicable to attribute,
nondestructive inspection of moving
product.

Inspection should be easy and rapid

Process must be capable of
manufacturing homogeneous
product
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Sampling for Continuous
Production
Developed by Dodge
CSP-1, CSP-2, CSP-3

Later, MIL-STD-1235B
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Sampling for Continuous
Production
CSP-1
Begins with 100% inspection of the product in
the order of production until a certain number
of successive units are free of
nonconformities.

Sampling inspection is then instituted
Samples are selected in such a manner as to
minimize any bias

If a nonconformity occurs, sampling is
discontinued and 100% inspection begins.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
CSP-1 Plans
The Screening Crew Inspects 100% of the Units
When i Consecutive Units Are Found Free of
Nonconformities Concerned,
The Screening Crew is Released from 100% Inspection
and the Sampling Inspector Inspects a Fraction, f, of
the Units, Where the Sample Units are Selected in a
Random Manner.
When the Sampling Inspector Finds One of the
Nonconformities Concerned,
Start
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
MIL-STD-1235B
Standard is composed of five different
continuous sampling plans.
Designated by code letters
Inspection is by attributes for
nonconforming units using three classes
of severity:
Critical
Major
Minor

Each of the plans incorporates a
provision is made for discontinuance of
inspection
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Acceptance Sampling Plans
for Variables

Based on the sample statistics of
average and standard deviation and
the type of frequency distribution.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Acceptance Sampling Plans
for Variables
Advantages
sample size is considerably less than with
attribute sampling
provides a better basis for improving quality
gives more information
Disadvantages
only one characteristic can be evaluated.
Involves greater admin, clerical & equip
costs.
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Acceptance Sampling Plans
for Variables
Shainin Lot Plot Plan
Variable sampling plan used in some
industries
Developed by Dorian Shainin
Uses a plotted frequency distribution
(histogram) to evaluate a sample for
decisions concerning acceptance or
non-acceptance of a lot.
Simple
q
u
a
l
i
t
y

ratnadew@2005 4/29/2013
Acceptance Sampling Plans
for Variables
Three other types of variable plans

Acceptance Control Charts

Sequential sampling by variables

Hypothesis testing