Anda di halaman 1dari 13

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA

SISTEM KARDIOVASKULER

Kelompok Penyusun : Vicky Wijoyo 128 114 131 Cinthya Anggarini 128 114 137 Penina Kurnia 128 114 142 Monalisa M 128 114 159

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac yang berarti jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah.sistem sirkulasi darah yang terdiri dari jantung, komponen darah dan pembuluh darah. Sistem sirkulasi darah dimulai dari jantung yang berfungsi untuk mempompa darah yang kemudian dialirkan melalui aorta dan diteruskan ke cabang cabang pembuluh darah. Sistem kardiovaskuler bertugas mengedarkan darah ke seluruh tubuh dimana darah mengandung oksigen dan nutrisi yang diperlukan sel/jaringan untuk melakukan metabolisme. Sistem kardiovaskuler juga membawa sisa metabolisme untuk dibuang melalui organ-organ ekskresi. Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh dimana pada saat memompa jantung, otot-otot jantung (miokardium) yang bergerak. Ada 4 ruangan dalam jantung yang disebut atrium dan ventrikel. Atrium dikenal dengan serambi dan ventrikel dikenal dengan bilik.

Gambar 1. Jantung manusia dan bagiannya


2

Pembuluh darah berfungsi sebagai saluran untuk mengarahkan dan mendistribusikan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan kemudian mengembalikannya ke jantung. Darah berfungsi sebagai medium transportasi tempat bahan-bahan yang akan disalurkan dilarutkan atau diendapkan. Dalam memahami sistem sirkulasi jantung, diperlukan memahami anatomi fisiologi yang ada pada jantung sehingga kita mampu memahami berbagai permasalahan berkaitan dengan sistem kardiovaskuler tanpa ada kesalahan dalam pemberian obat.

1.2

Rumusan Masalah Bagaimana anatomi fisiologi dalam sistem kardiovaskuler ?

1.3

Tujuan Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen dan untuk mengetahui struktur anatomi dan fisiologi dalam sistem kardiovaskuler

1.4

Manfaat Adapun manfaat dari makalah ini yaitu dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan dan pengertian kami untuk tidak melakukan kesalahan dalam tindakan praktik kefarmasian nantinya yang di sebabkan oleh ketidakpahaman dalam anatomi fisiologi dalam sistem kardiovaskuler yang berpengaruh besar terhadap kehidupan pasien.

BAB II PEMBAHASAN SISTEM KARDIOVASKULER

Lapisan penyusun Jantung Jantung Ruangan Jantung Katup Jantung Anatomi Sistem Kardiovaskuler Arteri Pembuluh Darah Vena

Kapiler

Peredaran Darah Besar Sirkulasi Darah Peredaran Darah Kecil

2.1. Anatomi Jantung

Jantung

(bahasa

Latin,

cor)

yang

merupakan

organ

utama

dalam

sistem

kardiovaskuler.Ukuran jantung kira-kira panjang 12 cm, lebar 8-9cm serta tebal kira-kira 6 cm. Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Jantung sebagai pusat sistem kardiovaskuler terletak diantar kedua paru dan berada di belakang sternum, di tengah tengah dada dengan posisi yang cenderung menghadap ke kiri.

Gambar 2. Letak jantung manusia dalam rongga tubuh

Penyokong jantung utama adalah paru yang menekan jantung dari samping, diafragma yang menyokong dari bawah, serta pembuluh darah yang keluar masuk dari jantung sehingga jantung tidak mudah berpindah. Faktor yang mempengaruhi kedudukan jantung adalah: a. Umur: Pada usia lanjut, alat-alat dalam rongga toraks termasuk jantung agak turun kebawah b. Bentuk rongga dada: Perubahan bentuk toraks yang menetap, (TBC) menahun

batas jantung menurun sehingga pada asma toraks melebar dan membulat c. Letak diafragma: Jika terjadi penekanan diafragma keatas akan mendorong bagian bawah jantung ke atas d. Perubahan posisi tubuh: proyeksi jantung normal di pengaruhi oleh posisi tubuh.
5

Lapisan pericardium membungkus jantung dan terdiri atas pericardium fibrosum di luar dan pericardium serosum di lapisan dalam. Pericardium fibrosum terdiri dari jaringan fibrosa yang kuat, sedangkan pericardium serosum terdiri dari dua lapisan membran transparan yaitu lamina parietalis dan lamina visceralis. Lamina parietalis melekat pada pericardium fibrosum sedangkan lamina visceralis melekat pada dinding jantung menjadi bagian dinding epicardium.

Dinding jantung terdiri atas 3 lapisan yaitu:

Gambar 3. Lapisan Jantung manusia

a) Luar/epicardium Epicardium adalah lapisan paling luar dari jantung,tersusun dari lapisan sel-sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. Epikardium berupa membran serosa yang padat dengan ketebalan yang bervariasi, banyak mengandung serabut elastis yang berbentuk lembaran, terutama dibagian provundal.Epikardium melekat erat pada miokardium.

b) Tengah/ miokardium Miokardium merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot-otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. Ketebalannya beragam paling tipis pada kedua atrium dan yang paling tebal di ventrikel kiri. Miokardium terdiri atas otot jantung yang melanjutkan diri ke epikardium dan endocardium.
6

c) Dalam / Endokardium Merupakan lapisan terakhir atau lapisan paling dalam pada jantung. Endokardium terdiri dari jaringan endotel atau selaput lendir yang melapisi permukaan rongga jantung. Lapisan endokardium atrium jantung lebih tebal dibanding ventrikel jantung. Sebaliknya untuk lapisan miokardium, ventrikel jantung memiliki lapisan miokardium lebih tebal dibanding atrium jantung. Dan lapisan miokardium ventrikel kiri jantung lebih tebal dibanding ventrikel kanan. Pada lapisan endokardium ventrikel terdapat serabut Purkinje yang menjadi salah satu penggerak sistem impuls konduksi jantung, yang membuat jantung bisa berdetak.

Jantung manusia terbagi menjadi 4 ruangan. Ruang-ruang pada jantung yaitu :

Gambar 4. Ruang-ruang pada jantung manusia

1. Atrium Kanan (Serambi Kanan) Atrium kanan yang berdinding tipis ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan darah dan sebagai penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik yang akan dialirkan ke ventrikel kanan. Darah yang berasal dari pembuluh vena masuk ke dalam atrium kanan melalui vena kava superior, vena kava inverior dan sinus koronarius. Dalam muara vena kava tidak terdapat katup - katup sejati. Yang memisahkan vena kava dari atrium jantung ini hanyalah lipatan katup atau pita otot yang rudimenter.

2. Ventrikel Kanan ( Bilik Kanan) Pada kontraksi ventrikel, setiap ventrikel harus menghasilkan kekuatan yang cukup besar untuk dapat memompa darah yang diterimanya dari atrium kesirkulasi pulmonar maupun
7

sirkulasi sistemik. Beban kerja ventrikel kanan jauh lebih ringan dari pada ventrikel kiri. Akibatnya, tebal dinding ventrikel kanan hanya 1/3 dari dinding ventrikel kiri.

3. Atrium Kiri (Serambi Kiri) Atrium kiri menerima darah teroksigenasi dari paru-paru melalui keempat vena pulmonalis. Antara vena pumonalis dan atrium kiri tidak terdapat katup sejati. Atrium kiri memiliki dinding yang tipis dan bertekanan rendah. Darah mengalir dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri melalui katup mitralis.

4. Ventrikel Kiri (Bilik Kiri) Ventrikel kiri menghasilkan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sirkulsi sistemik, dan mempertahankan aliran darah kejaringan perifer. Ventrikel kiri mempunyai otototot yang tebal dengan bentuk yang menyerupai lingkaran sehingga mempermudah pembentukan tekanan tinggi selama ventrikel berkontraksi. Pada saat kontraksi, tekanan ventrikel kiri meningkat sekitar lima kali lebih tinggi dari pada ventrikel kanan.

Ada 2 jenis katup jantung, yaitu katup antrioventrikularis (AV),yang memisahkan atrium dengan ventrikel dan katup semilunaris, yang memisahkan arteria pulmonalis dan aorta dari ventrikel yang bersangkutan. Katup- katup ini membuka dan menutup secara pasif, menanggapi tekanan dan volume dalam bilik dan pembuluh darah jantung.

1.

Katup Atrioventrikularis (AV) Katup atrio ventrikularis terdiri dari katup trikuspidalis dan katub bikuspidalis atau mitralis. Daun-daun katup atrioventrikularis halus tetapi tahan lama. Katup trikuspidalis yang terletak antara atrium dan ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup. Katup mitralis yang memisahkan atrium dan ventrikel kiri, merupakan katup bikuspidalis dengan dua buah daun katup. Katup-katup ini mengizinkan darah mengalir satu arah sehingga tidak dapat kembali lagi ke atrium.

2.

Katup Semilunaris Kedua katup semilunaris sama bentuknya ; katup ini terdiri dari 3 daun katup simetris yang menyerupai corong yang tertambat kuat pada annulus fibrosus. Katup
8

aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta, sedangkan katup pulmonalis terletak antara ventrikel kanan dan arteria pulmonalis. Katup semilunaris mencegah aliran kembali darah dari aorta atau arteria pulmonalis ke dalam ventrikel, sewaktu ventrikel dalam keadaan istirahat.

2.2

Fisiologi Jantung Fungsi umum otot jantung yaitu: 1) Sifat ritmisitas/otomatis: secara potensial berkontraksi tanpa adanya rangsangan dari luar. 2) Mengikuti hukum gagal atau tuntas: impuls dilepas mencapai ambang rangsang otot jantung maka seluruh jantung akan berkontraksi maksimal. 3) Tidak dapat berkontraksi tetanik. 4) Kekuatan kontraksi dipengaruhi panjang awal otot.

2.3

Anatomi Pembuluh Darah

Pembuluh darah adalah prasarana jalan bagi aliran darah keseluruh tubuh. Aliran darah dalam tubuh terdiri dari: 1) 2) 3) 4) Aliran darah koroner Aliran darah portal Aliran darah pulmonal Aliran darah sistemik

1. Arteri Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung. Arteri terdiri dari 3 lapisan yaitu tunika adventisia, lapisan terluar arteri; tunika media, lapisan tengah yang kuat, berotot, elastis dan berfungsi menjaga tekanan dalam pembuluh darah; serta tunika intima, lapisan arteri paling dalam. Arteri utama dalam tubuh disebut aorta, yang akan mengalami percabangan lagi. Penamaannya disesuaikan dengan letak pembuluh tersebut dalam tubuh.

2. Vena Vena merupakan pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Struktur pembuluh vena mirip seperti arteri dengan 3 lapisan hanya saja lapisan tengahnya lebih tipis, kurang kuat dan tidak elastis seperti arteri. Terdapat banyak katup yang berbentuk lipata setengah bulan di sepanjang pembuluh vena yang membuat darah dapat mengalir ke arah jantung dan tidak ke arah sebaliknya. Pembuluh vena dimulai dari pembuluh darah kecil yang terbentuk dari penyatuan pembuluh kapiler, kemudian semakin mendekati jantung akan semakin besar pula vena tersebut. Vena biasanya berada berdampingan dengan arteri dan diberi nama mirip dengan nama arterinya.

3. Kapiler Pembuluh kapiler adalah pembuluh darah paling kecil yang menghubungkan antara pembuluh arteri dan vena. Pembuluh kapiler merupakan pembuluh darah yang sangat kecil sehingga disebut pembuluh rambut.

Fungsi kapiler: Penghubung arteri dan vena Tempat pertukaran darah dan cairan jaringan Mengambil hasil dari kelenjar Menyerap zat makanan yang terdapat dalam usus Menyaring darah dalam ginjal

2.4 Sistem Sirkulasi Darah

1.

Peredaran Darah Besar Peredaran darah besar disebut juga sirkulasi sistemik, yaitu aliran darah dari ventrikel kiri

ke seluruh tubuh sampai kembali ke jantung. Darah bersih meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta menuju arteri yang akan bercabang lagi menjadi arteriola. Arteriola ini kemudain mengarah ke pembuluh kapiler. Pada pembuluh kapiler yang berdinding tipis, akan terjadi pertukaran zat antara plasma dan cairam
10

interstisiil. Pembuluh-pembuluh kapiler akan bersatu menjadi pembuluh venula, yang bersatu lagi menjadi vena. Vena kava inferior dan vena kava superior lalu membawa darah kembali ke jantung memasuki atrium kanan.

2.

Peredaran Darah Kecil Peredaran darah besar disebut juga sirkulasi pulmonal, yaitu aliran darah dari ventrikel

kiri ke seluruh tubuh sampai kembali ke jantung. Darah yang berada dalam atrium kanan lalu dioper ke ventrikel kiri, dan kemudian melalui arteri pulmonalis dikeluarkan dari jantung menuju paru-paru. Arteri pulmonalis membelah menjadi 2 untuk menghantarkan darah ke paru-paru kanan dan kiri. Arteri ini lalu akan bercabang menjadi pembuluh kapiler pulmonal untuk memudahkan proses pertukaran zat di dalam alveolus. Setelah itu kapiler pulmonal akan kembali berkumpul menjadi vena. Darah dikembalikan ke jantung melalui empat pembuluh vena pulmonalis. Setelah masuk ke atrium kiri, dan dioper ke ventrikel kiri, maka peredaran darah besar dimulai kembali.

Gambar 6. Sistem Peredaran Darah

11

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan Dari hasil pemaparan makalah yang kami buat, dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. 2. Kardiovaskuler terdiri dari 3 komponen yaitu yaitu jantung, pembuluh darah dan darah. Anatomi fisiologi sistem kardiovaskuler sangat penting di pelajari karena perlu adanya pengetahuan yang baik dalam menyelesaikan berbagai masalah kesehatan khususnya dalam bidang farmasi terkait dengan sistem kardiovaskuler.

3.2 Saran Dengan adanya makalah ini kami berharap agar dapat memahami dan mengetahui letak posisi jantung pada tubuh manisia, sirkulasi jantung,aktivitas listrik jantung, dll yang berhubungan dengan aktivitas jantung atau sistem kardiovaskuler. Tentunya kami sebagai seorang calon farmasis harus mampu dan menguasai sistem kardiovaskuler ini, agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian obat.

12

DAFTAR PUSTAKA

AMK, H. Syaifudin, 2006, Anatomi Fiosiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 128-132. Pearce, Evelyn. C, 2009, Anatomi dan Fisiologi Manusia untuk Paramedis, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, pp.143-157, 174-190. Wibowo, Daniel S., dkk, Anatomi Tubuh Manusia, Elsevier, Indonesia, pp. 232-236. http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/03/06/siklus-jantung-cardiac-cycle-344789.html http://pelajaribiologi.blogspot.com/2012/04/sistem-peredaran-darah.html

13