Anda di halaman 1dari 3

1.

Efisiensi berkemampuan mendatangkan hasil dan manfaat; berdaya guna; efisien: Sedangkan efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima. Sebagai contoh untuk menyelesaikan sebuah tugas, cara A membutuhkan waktu 1 jam sedang cara B membutuhkan waktu 2 jam, maka cara A lebih efisien dari cara B. Dengan kata lain tugas tersebut dapat selesai menggunakan cara dengan benar atau efisiensi. Efisiensi dapat diukur dengan rasio antara output dan input. Semakin besar rasio berarti semakin tinggi nilai efisiensi. Dalam pengukuran indikator value for money efisiensi dapat dibagi menjadi dua, yaitu; efisiensi alokasi dan efisiensi teknis atau manajerial. Efisiensi alokasi terkait dengan kemampuan untuk mendayagunakan sumberdaya input pada tingkat kapasitas optimal. Efisiensi teknis atau manajerial terkait dengan kemampuan mendayagunakan sumberdaya input pada tingkat output tertentu.

2.

Efektifitas Efektivitas merupakam pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif.

Berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya dapat diukur dengan tingkat efektifitas dari kegiatan organisasi tersebut. Apabila organisasi berhasil dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan maka dapat dikatakan bahwa organisasi tersebut telah berjalan dengan efektif. Efektifitas adalah melakukan tugas yang benar sedangkan efisiensi adalah melakukan tugas dengan benar. Penyelesaian yang efektif belum tentu efisien begitu juga sebaliknya. Yang efektif bisa saja membutuhkan sumber daya yang sangat besar sedangkan yang efisien barangkali memakan waktu yang lama. Sehingga sebisa mungkin efektivitas dan efisiensi bisa mencapai tingkat optimum untuk kedua-duanya.

3. Implementasi adalah proses untuk memastikan terlaksananya suatu kebijakan dan tercapainya kebijakan tersebut. Proses #1: Memantau kegiatan harian dalam pelaksanaan kebijakan.

Apakah semua rencana kebijakan dilaksanakan? Apakah staff pelaksana sudah dilatih untuk melakukan tugasnya? Proses #2: Penilaian kegiatan dan kepuasan klien dengan layanan yang diberikan. Apa yang telah dilakukan / diberikan, kepada siapa / kelompok mana? Adakah cara yang Lebih baik supaya pelaksanaan tugas lebih efisien?

4.

Program kesehatan prioritas

Prioritas adalah sebuah pilihan yang dipilih dari sekian banyak pilihan yang ada dalam fikiran & benak kita sesuai dengan keaadaan atau situasi tertentu, pilihan ini pada umumnya bersifat kecenderungan dalam menentukan pilihan mana yang lebih penting (menurut si pemilih) dalam menentukan pilihanya, ini juga berkaitan dengan keaadaan kondisi secara fisik serta mental.
Upaya promotif dan preventif merupakan prioritas nomor satu Kemenkes di tahun 2012. Upaya ini melibatkan inisiatif masyarakat dan inisiatif Pemda. BOK merupakan salah satu bentuk upaya tersebut. Demikian pernyataan Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat jumpa pers mengenai Evaluasi Kinerja 2011 dan Program Prioritas 2012 Kementerian Kesehatan di Kantor Kemenkes Jakarta (4/1). Prioritas selanjutnya menurut Menkes adalah Pencegahan dan pengendalian penyakit, terutama Penyakit Tidak Menular (PTM); Menuju Universal Coverage (penambahan kelas); Penurunan Angka Kematian Ibu (PONED, PONEK, Jampersal, KB); upaya Perbaikan gizi, terutama masalah stunting, Saintifikasi jamu, kemandirian bahan baku obat; Perencanaan pembangunan kesehatan paralel dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI); Reformasi Birokrasi (Tata Manajemen Birokrasi yang Bersih, Akurat, Efektif dan Efisien); Peningkatan Penggunaan Teknologi Informasi di segala Aspek serta Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC) akan dikembangkan di provinsi dan kabupaten kota. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: (021) 52960661, 5223002 Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): 021-500567 atau alamat e-mail: info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id.

1. Program Pelayanan administrasi kesehatan. 2. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 3. Program Upaya Kesehatan Masyarakat 4. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 5. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

6. Program Pengembangan Lingkungan Sehat 7. Program Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyakit tidak Menular 8. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 9. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin 10. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya 11. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 12. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 13. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan 14. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita 15. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia 16. Program Pengawasan dan Pengendalian kesehatan makanan 17. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak Sarana dan Prasarana