# Peran Guru pada Implementasi

KURIKULUM 2013
A
B
KURIKULUM 2013 KONDISI GURU PERAN GURU PADA IMPLEMENTASI KURKULUM

C

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013
1

A

Kurikulum 2013

2

3

Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS

Domain Topics
Number
1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. Computing, estimating, or approximating with whole numbers Concepts of fractions and computing with fractions Concepts of decimals and computing with decimals Representing, comparing, ordering, and computing with integers Problem solving involving percents and proportions Numeric, algebraic, and geometric patterns or sequences Simplifying and evaluating algebraic expressions Simple linear equations and inequalities Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII Simultaneous (two variables equations) Representation of functions as ordered pairs, tables, graphs, words, or equations

Algebra

Geometry

Geometric properties of angles and geometric shapes Congruent figures and similar triangles Relationship between three-dimensional shapes and their two-dimensional represent. Using appropriate measurement formulas for perimeters, circumferences, areas, surface areas, and volumes 5. Points on the Cartesian plane 6. Translation, reflection, and rotation 1. Reading and displaying data using tables, pictographs, bar, pie, and line graphs 2. Interpreting data sets 3. Judging, predicting, and determining the chances of possible outcomes

Data & Chances

Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS 3

heat. 4. sehingga belum semua diajarkan pada siswa SMP Kelas VIII yang mengikuti TIMSS 4 . effects of density & pressure) Earth’s structure and physical features Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII Earth’s processes. cycles. 2. 4. 3. Interdependence of populations of organisms in an ecosystem Reasons for increase in world’s human population and its effects on the environment Human health (infection. and temperature Basic properties/behaviors of light and sound Electric circuits and properties and uses of permanent magnets and electromagnets Forces and motion (forces. 5. and history Earth’s resources. 5. composition. 2. and particulate structure of matter (inside atom) Solutions (solvent. 3. 6. 2. effect of temperature on solubility) Properties and uses of common acids and bases Chemical change (transformation. 1. 3. concentration/dilution. including respiration and photosynthesis as cellular process Reproduction and heredity Role of variation & adaptation in survival/extinction of species in a changing environ. conservation. basic description of motion. 7. 4. 1. transformations. oxidation) Physical states and changes in matter Energy forms. 3.Perbandingan Kurikulum IPA SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS Domain Topics Biology 1. 1. prevention. Major organs and organ systems in humans and other organisms Cells and their functions. immunity) and the importance of diet & exercise Classification. 4. and conservation Earth in the solar system and the universe Chemistry Physics Earth Science Ada beberapa topik yang sebenarnya diajarkan di kelas IX. 2. solute. their use.

seperti MPR. MK dan BPK • Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat.6 Tingkat Kesulitan Pelajaran PPKN KTSP 2006 Kelas IV PPKN KTSP 2006 Kelas V • Menggambarkan struktur organisasi kabupaten. seperti pajak.undangan tingkat pusat dan daerah. MA. seperti Presiden. lalu lintas. larangan merokok • Mendeskripsikan pengertian organisasi. anti korupsi. dan provinsi • Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat. kota. contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat • Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah • Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama • Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional • Mematuhi keputusan bersama • Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya • Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Warna merah: terlalu berat bagi siswa SD 5 . Presiden. Wakil Presiden dan para Menteri • Memberikan contoh peraturan perundang. DPR.

Tingkat Kesulitan Pelajaran IPA KELAS IV Semester 1  Mendeskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya  Menerapkan cara memelihara kesehatan kerangka tubuh  Mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indera dengan fungsinya hubungan struktur dengan fungsi terlalu tinggi  Menerapkan cara memelihara kesehatan panca indera  Menjelaskan hubungan antara struktur akar tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)  Menjelaskan hubungan antara struktur batang tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)  Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)  Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4) 6 .

Tingkat Kesulitan Pelajaran IPA KELAS IV Semester 1  Mengidentifikasi jenis makanan hewan (KD ini terlalu sempit. ikan  Mengidentifikasi beberapa jenis hubungan khas (simbiosis) dan hubungan “makan dan dimakan” antar makhluk hidup (rantai makanan) konsep simbiosis terlalu tinggi  Mendeskripsikan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya  Mengidentifikasi wujud benda padat. misalnya kecoa. kupukupu. ayam. perlu digabung dengan KD di bawahnya)  Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya (KD ini terlalu sempit perlu digabung dengan KD di atasnya)  Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan di lingkungan sekitar. kucing  Menunjukkan kepedulian terhadap hewan peliharaan. misalnya kucing. cair->gas->cair. nyamuk. cair. dan gas memiliki sifat tertentu  Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair->adat->cair. padat->gas  Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya 7 .

DESKRIPSI Mengapa harus dikembangkan Kurikulum 2013 ? Apa sebenarnya yang berubah pada kurikulum 2013 ?? Sudahkah dilakukan kajian yang mendalam tentang implementasi KTSP 2006? Apakah tidak membatasi kreativitas guru? 4. 3. Bukankah implementasi yang lemah ? Mengapa tidak dilakukan uji coba terlebih dahulu ? Bagaimana kesiapan implementasi 2013 ? Tidakkah terburuburu ? Bagaimana dengan guru dan persiapan buku? Bagaimana dengan konstruksi SKL.NO: 1. 2. 6. 7. 5. KI dan KD ? Apakah mungkin diwujudkan? Bagaimana mengukurnya ? 8 .

tanpa evaluasi kurikulum yang sedang berjalan • Tidak melibatkan guru atau asosiasi profesi pendidik • Kurang sosialisasi • Menghapus mata pelajaran yang mendukung di persaingan global (Bahasa Inggris dan TIK) • Mengabaikan kemampuan guru didalam membuat RPP dan silabus • Tidak menjawab apa yang dibutuhkan peserta didik • Berkembangnya stigma negatif terhadap guru • Mestinya metodologi yang diperbaiki bukan kurikulum • Anggaran sangat besar . khwatir seperti kasus hambalang • Tarik-ulur anggaran antara Kemdikbud dengan DPR • Implementasi bakal terhambat karena anggaran belum disetujui 9 .Beberapa Isu Publik Tentang Kurikulum • Terkesan mendadak.

Guru Agama Pelatihan Instruktur Nasional KS dan PS Pelatihan Guru Inti Pelatihan Guru Agama Inti Pelatihan KS dan PS Inti Pelatihan Guru Dikdas Pelatihan Guru Agama Dikdas 10 Pelatihan KS Dikdas 11 Pelatihan PS Dikdas/ Dikmen 12 Pelatihan Guru Dikmen 13 Pelatihan Manaj. Dikmen (KS dan BK) . Inti Dikmen (KS dan BK) 10 14 Pelatihan Manaj.Jadwal Pelatihan N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kegiatan Penyegaran Nara Sumber Pelatihan Instruktur Nasional Guru April Mei Juni Juli 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pelatihan Instruktur Nas.

KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM DIKEMBANGKAN BERDASARKAN ASPEK RELEVANSI (Pasal 38 UU Sisdiknas) 2. pola. 3. pengetahuan secara holistik. ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAAN • Perrenialism • Essentialism • Progressivism RPJMN 2010-2014 • Reconstructionism PENDIDIKAN EVALUASI KURIKULUM: • Penetapan Konteks dan Tujuan • Pemilihan Model • Pelaksanaan • Revisi Kurikulum SEKTOR • Perubahan metodologi pembelajaran • Penataan kurikulum INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 • Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa TEORI PENGEMBANGAN KURIKULUM : UU Sisdiknas • Pasal 4 : azas. ISI PROSES PENILAIAN KURIKULUM 2013 (KBK): Penyempurnaan Standar : KOMPETENSI LULUSAN. keterampilan. NO 1. Diurai atas kecukupan dan kesesuaian dengan kompetensi.2 DIMENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM FILOSOFI KURIKULUM 2013 : UU Sisdiknas Pasal 1 Butir 1 dan 2 : Hakikat Pendidikan : peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kompetensi yang berakar pada nilainilai agama. dan PENILAIAN 11 . ISI. PROSES. proses. prinsip. atau formal. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. budaya. • Pasal 3 : fungsi (mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa) Teori berbasis Kecakapan pekerjaan organisasi isi dan kompetensi sebagai pribadi yang dewasa  kepemilikan sikap. Dirancang berbasis kompetensi dengan pendekatan scientific Berbasis proses dan output dengan teknik tes dan non tes (portfolio). valuasional dan praksiologi. dan pengendalian mutu. 4. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN Dikembangkan sesuai tuntutan kekinian Indonesia dan masa depan sesuai kebutuhan. sistem.

Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1947 Rencana Pelajaran → Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai 1968 Kurikulum Sekolah Dasar 1975 Kurikulum Sekolah Dasar 1994 Kurikulum 1994 2004 Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2013 ‘Kurikulum 2013’ 1945 1955 1965 1975 1985 1995 2005 2015 2006 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1984 Kurikulum 1984 1973 Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) 1964 Rencana Pendidikan Sekolah Dasar 1997 Revisi Kurikulum 1994 12 .

1 0. berilmu.2 10.2 0.7 0. cakap.5 22. sehat.55 45. damai dlm interaksi sosialnya. 2011 Sasaran Kelompok Strategis Strategi Pembangunan Pendidikan Generasi yang cerdas komprehensif: a.3 22. inovatif.1 Mempersiapkan Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka Struktur Penduduk Indonesia Tahun 2010 90+ 80-89 70-79 60-69 50-59 40-49 30-39 20-29 10-19 0-9 Periode Bonus Demografi 2010-2035 Pendidikan Menengah Universal Pendidikan Tinggi yang berkualitas dan berdaya saing Pendidikan Dasar berkualitas dan merata Pendidikan karakter Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah Generasi 100 thn Merdeka (Usia pada tahun 2045) Manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.00 20. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.3 30 20 10 0 15.34 41.00 40. 0.7 2. sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya.7 21.4 19.3 20.2 19.00 50.00 30.00 45-54 tahun 35-44 tahun Paudisasi Pendidikan Dasar berkualitas dan merata Pendidikan karakter Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah Generasi yang secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.4 5. kecerdasan.3 23. akhlak mulia. kepribadian.6 9.3 Laki-laki 15.43 10.01 30.20 43.l produktif.57 38. bangsa dan negara serta dunia secara global. berakhlak mulia. dan berperadaban unggul 13 . kreatif.93 10. masyarakat.1 5.9 3.0 20.28 1. mandiri.58 5.6 10 20 30 Sumber: Badan Pusat Statistik.00 Jumlah Penduduk (juta) 90+ 80-89 70-79 60-69 50-59 40-49 30-39 20-29 10-19 0-9 Perempuan 0. pengendalian diri. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Psl 3 UU 20) Kelompok umur 0.75 20.

PTK -Sarpras -Pendanaan -Pengelolaan 14 .12 Bonus Demografi Sebagai Modal "Bonus Demografi" 100 tahun kemerdekaan SDM Usia Produktif Melimpah Kompeten Modal Pembangunan Beban Pembangunan Transformasi Melalui Pendidikan Tidak Kompeten -Kurikulum .

3

....Indonesia’s economy has enormous promise... .... Indonesia’s recent impressive economic performance is not widely understood ....

Perlu dipersiapkan social engineering

Perlu peningkatan akses, kualitas dan relevansi pendidikan

Sumber: Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential (McKinsey Global Institute, 2012)

15

4

Tren Permintaan terhadap Tenaga Terampil di Negara Maju
.... Permintaan terhadap tenaga terampil di negara maju terus meningkat ....
Demand for Skilled and Unskilled Workers, reflected in employment rates, 1980-2000

Sumber: Yidan Wang, 2012. Education in a Changing World: Flexibility, Skills, and Employability

16

5

Kerangka Kompetensi Abad 21
Pembelajaran dan Inovasi • Kreatif dan inovasi • Berfikir kritis menyelesaikan masalah • Komunikasi dan kolaborasi Informasi, Media and Teknologi • Melek informasi • Melek Media • Melek TIK

Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
Kehidupan dan Karir • Fleksibel dan adaptif • Berinisiatif dan mandiri • Keterampilan sosial dan budaya • Produktif dan akuntabel • Kepemimpinan&tanggung jawab

Kerangka ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak cukup hanya untuk meningkatkan pengetahuan [melalui core subjects] saja, harus dilengkapi: -Berkemampuan kreatif - kritis -Berkarakter kuat [bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...] Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,...

17

Kerangka Kompetensi Abad 21 Sumber: 21st Century Skills. Partnership for 21st Century. dukungan SDM dan infrastruktur • Memungkinkan pendidik untuk berkolaborasi. Competitiveness. Education. baik langsung 18 . Disamping itu dierlukan dukungan lingkungan pendidikan yang memadai • Menciptakan latihan pembelajaran. tetapi dilengkapi dengan penilaian lain termasuk portofolio siswa. berbagi pengalaman dan integrasinya di kelas • Memungkinkan peserta didik untuk belajar yang relevan dengan konteks dunia • Mendukung perluasan keterlibatan komunitas dalam pembelajaran. 2008 • Mendukung Keseimbangan penilaian: tes standar serta penilaian normatif dan sumatif • Menekankan pada pemanfaatan umpan balik berdasarkan kinerja peserta didik • Membolehkan pengembangan portofolio siswa Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak hanya tes saja.

ASEAN Community. CAFTA • Masalah lingkungan hidup • Kemajuan teknologi informasi • Konvergensi ilmu dan teknologi • Ekonomi berbasis pengetahuan • Kebangkitan industri kreatif dan budaya • Pergeseran kekuatan ekonomi dunia • Pengaruh dan imbas teknosains • Mutu..) Gejolak masyarakat (social unrest) 19 . APEC.13 Tekanan Untuk Pengembangan Kurikulum Tantangan Masa Depan • Globalisasi: WTO. Kerpek. investasi dan transformasi pada sektor pendidikan • Materi TIMSS dan PISA Kompetensi Masa Depan • Kemampuan berkomunikasi • Kemampuan berpikir jernih dan kritis • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan • Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal • Memiliki minat luas dalam kehidupan • Memiliki kesiapan untuk bekerja • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan Persepsi Masyarakat • Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif • Beban siswa terlalu berat • Kurang bermuatan karakter Fenomena Negatif yang Mengemuka       Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi • Neurologi • Psikologi • Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning Perkelahian pelajar Narkoba Korupsi Plagiarisme Kecurangan dalam Ujian (Contek.

Bruner (1960). 20 .5 PT SMA/K SMP SD Sumber: Marzano (1985).

dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. mandiri. sehat. berilmu. kreatif. mandiri.Tujuan Pendidikan Nasional (Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003) Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan demokratis Sikap Sosial serta bertanggung jawab Pengetahuan berilmu Keterampilan cakap dan kreatif 21 . berakhlak mulia. sehat. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Sikap Spiritual Esa berakhlak mulia. cakap.

Keterkaitan Kompetensi Lulusan antar Jenjang Pendidikan Proses Perumusan Kelas IIII Kelas IIII KI KI KL Kelas IV Kelas IV KI KI KL SMP/MTs KI KL KI Kelas V Kelas V SMA/K/M A Kelas VI Kelas VI KI KI KL PT/PTA Tujuan Pendidikan Nasional SD/MI Proses Pembentukan Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Himpunan Pelajaran Kompetensi Inti Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Dasar Himpunan Kompetensi Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata MataPelajaran Pelajaran KL : Kompetensi Lulusan 22 .

Kompetensi Dasar dan Matapelajaran untuk SD Proses Perumusan KI KI KI Kelas IKI Kelas I Kelas I KI KI KI Kelas II KI Kelas II Kelas II KI KI KI Kelas IIII KI Kelas IIII Kelas IIII KI KI KI Kelas IV KI Kelas IV Kelas IV KI KI KI Kelas V KI Kelas V Kelas V KI KI KI Kelas VI KI Kelas VI Kelas VI Kelas VI Kelas V Kompetensi Kompetensi Lulusan Lulusan Kompetensi Lulusan Proses Pembentukan Kelas IV Kelas IIII Kelas II Kelas I Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Dasar Himpunan Kompetensi Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata MataPelajaran Pelajaran KI : Kompetensi Inti 23 .Keterkaitan antara Kompetensi Lulusan.

prosedural dalam ilmu pengetahuan. cinta damai. menggambar. teknologi. serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. memodifikasi. konseptual. 3. kenegaraan. 2. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual. rasa ingin tahu. negara. patriotik. dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. budaya. 4. percaya diri. estetika. peduli. 2. teknologi. dan musyawarah Pola hidup sehat. dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan. menghitung. kebangsaan. berakhlak mulia (jujur. Ilmu pengetahuan. bangsa. santun). merangkai. dan budaya 2. disiplin. mengurai. dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri. menalar. mencipta PENGETAHUAN: Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi 1. kerjasama. tanah air. seni. dan peradaban terkait fenomena dan kejadian. dan cinta perdamaian KETERAMPILAN: Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + Mencipta 1. ramah lingkungan. ramah lingkungan. responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Membaca. Mengolah. 3. dan dunia .STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) . gotong royong. 24 Beriman. seni. membuat. tanggung jawab. gotong royong. disiplin. Manusia. menulis.RINCI SKL SIKAP DAN PERILAKU: Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan 1. kerjasama. santun. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. tanggungjawab. mengarang Menggunakan. KOMPETENSI INTI 1. peduli. motivasi internal Toleransi. Mengembangkan perilaku (jujur.

TINGKATAN KEMAMPUAN Ranah Psikomotor (HARROW) NATURALIZATION ARTICULATION PRECISION MANIPULATION IMITATION Meniru Dengan Contoh Tanpa Contoh Visual Dapat Meniru Lancar Dan Tepat Akurat Dan Cepat Spontan dan otomatis TINGKATAN KEMAMPUAN RANAH AFEKTIF ( Sikap dan Nilai ) (KRATHWOHL) CHARACTERIZATION Menjadikan Pola Hidup ORGANIZATION VALUING RESPONDING Menghargai RECEIVING Menanggapi Menerima Mengatur Diri 25 .

DEFINITIONS OF ANDERSON'S REVISED TAXONOMY

Definition
Remembering: can the student recall or remember the information? Understanding: can the student explain ideas or concepts? Applying: can the student use the information in a new way? Analysing: can the student distinguish between the different parts? Evaluating: can the student justify a stand or decision? Creating: can the student create new product or point of view?

Verbs
Define, duplicate, list, memorize, recall, repeat, reproduce, state Classify, describe, discuss, explain, identify, locate, recognize, report, select, translate, paraphrase Choose, demonstrate, dramatize, employ, illustrate, interpret, operate, schedule, sketch, solve, use, write Appraise, compare, contrast, criticize, differentiate, discriminate, distinguish, examine, experiment, question, test Appraise, argue, defend, judge, select, support, value, evaluate Assemble, construct, create, design, develop, formulate, write
26

7

Peta Kompleksitas Kurikulum :
• Pendekatan yang digunakan : KBK versus Non KBK ,
Kompetensi tidak diturunkan dari Mapel tetapi sebaliknya • Keutuhan Kompetensi : SKL dan Kompetensi Inti , seluruh Mapel harus tunduk pada kompetensi bukan sebaliknya • Manajemen : tanggung jawab pemerintah pusat, daerah dan guru serta ketersediaan buku siswa dan guru, guru harus fokus pada kualitas proses dan substansi, bukan hal-hal yang administratif

DESAIN KURIKULUM

IMPLEMENTASI KURIKULUM

• Kualitas Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian : RPP dan seluruh pendukungnya. • Kesiapan Guru • Kesesuaian antara perenvanaan dan pelaksanaan pembelajaran • Pendekatan, metoda dan teknik • Motivasi, ketercapaian kompetensi siswa dan kreativitas siswa • Ketersediaan instrumen, borang dan pendukung lainnya • Kualitas Pelaksanaan Supervisi, Observasi, Refleksi dan Tindak Lanjut
27

SISTEM PENJAMINAN MUTU

8

Sekilas Tentang TIMSS dan PIRLS
• TIMSS [Trends in International Mathematics and Science Studies] dan PIRLS [Progress in International Reading and Literature Studies] diselenggarakan International Study Center, Lynch School of Education, Boston College, AS • TIMSS diselenggarakan pada bulan April dan Oktober 2011. Indonesia hanya ikut untuk yang siswa SMP Kelas VIII saja pada April 2011. Diikuti oleh 600.000 siswa dari 63 negara termasuk 14 acuan [benchmark], walaupun yang di rangking hanya 42 Negara. Sebelumnya diselenggarakan pada Tahun 2007 • PIRLS diselenggarakan pada saat yang sama. Indonesia mengikuti PIRLS untuk siswa SD Kelas IV saja. Sebelumnya diselenggarakan pada Tahun 2006
28

sementara negara lain banyak yang sampai level 4. Dengan keyakinan bahwa semua manusia diciptakan sama.Refleksi dari Hasil PISA 2009 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Level 6 Level 5 Level 4 Level 3 Level 2 Level 1 Below Level 1 Matematika IPA 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Level 6 Level 5 Level 4 Bahasa Level 3 Level 2 Level 1b Level 1a Hampir semua siswa Indonesia hanya menguasai pelajaran sampai level 3 saja. bahkan 6. yaitu: yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman  penyesuaian kurikulum 29 . 5. interpretasi dari hasil ini hanya satu.

Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama. kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 30 Chinese Taipei Korea. of Chinese Taipei Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah. sementara hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance.Results of Mathematics (8th Grade) 2007 Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Turkey Malaysia Thailand Low Intermediate High Advance Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Turkey Malaysia Low 2011 Intermediate High Advance Morocco Singapore Singapore Thailand Japan Japan Iran Iran Indonesia Morocco Saudi Arabia Korea. of Saudi Arabia Indonesia . Rep. Rep.

Rep. of Malaysia Malaysia Indonesia Thailand Thailand Saudi Arabia Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah. of Korea. Rep. kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 31 Saudi Arabia Indonesia Morocco .Results of Science(8th Grade) 2007 Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Turkey Chinese Taipei Low Intermediate High Advance Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Chinese Taipei Low 2011 Intermediate High Advance Morocco Turkey Iran Japan Singapore Singapore Japan Iran Korea. sementara hampir 40% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama.

kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 32 . sementara lebih dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama.Results of Reading (4th Grade) 2006 Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Chinese Taipei Singapore Iran Indonesia Morocco Low Intermediate High Advance Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Chinese Taipei Singapore Iran Saudi Arabia Indonesia Morocco Low 2011 Intermediate High Advance Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah.

PISA Released Test (Math Literacy)

Pendidikan Sains dan Matematika ~ @iwanpranoto

33

1.

6 4 Keliling persegi panjang ini = ....

-Hanya ada satu jawaban -Hafalan rumus -Mekanistis -Tidak terlihat prosesnya -Kebenaran dilihat dari jawaban -Pemahaman hanya biner, bukan spektrum -Banyak cara menjawab -Algoritmis -Terlihat prosesnya - Kebenaran dilihat dari cara berfikirnya, bukan jawabannya -Dapat diukur spektrum pemahamannya

2.

6 4 Hitung keliling persegi panjang ini dengan jawaban terstruktur

1. Diketahui: -panjang = 6 -Lebar = 4 2. Ditanya: -Keliling 3. Rumus yang digunakan: - Keliling = (panjang + lebar) x 2

4. Penyelesaian: Keliling = (6 + 4 ) x 2 = 10 x 2 = 20 5. Jawab: 20
34

3.

20 a. Persegi panjang yang dapat dibentuk dari kawat ini adalah.... b. Bandingkan luas persegi panjang yang dibuat dan cari yang luasnya terbesar dan yang bentuknya beda tetapi luasnya sama -Banyak jawaban -Paham konsep persegi panjang -Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh -Banyak jawaban -Paham konsep luas -Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh -Mengamati perilaku  observation based learning -Mencoba -Menyimpulkan  discovery learning - Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang lengkap -Menalar / asosiasi -Menyimpulkan  discovery learning - Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang lengkap -Menalar / asosiasi -Menyimpulkan
35

c. Apa bisa dipakai membuat ini 6 4
d. Apa bisa dipakai membuat ini 4 6

geografi. Paman akan memasang tiga lapis kawat mengelilingi kebun tersebut untuk menjaga agar tanamannya tidak terinjak-injak. Paman memiliki kebun di belakang rumahnya. .Melatih berfikir jernih/clarity . Denahnya memperlihatkan bahwa kebun tersebut melintang dari utara ke selatan sepanjang 6 meter dan membujur dari timur ke barat sepanjang 4 meter. menggambarkan dan menyajikan 36 .Memahami banyak konsep: bahasa. matematika .Penerapan pada permasalahan faktual . Cari panjang kawat yang harus disiapkan paman dengan jawaban terstruktur.Pembelajaran terintegrasi .Mampu merumuskan masalah .Mampu membayangkan.4.

Model Soal TIMSS TIMSS dan PIRLS membagi soal-soalnya menjadi empat katagori: – Low mengukur kemampuan sampai level knowing – Intermediate mengukur kemampuan sampai level applying – High mengukur kemampuan sampai level reasoning – Advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information 37 .

Menunjukkan banyak materi kurikulum yang tidak diajarkan . tetapi tidak semua memperoleh pelajaran tersebut. Rep. dan melompati yang mereka merasa kurang paham Source: TIMSS 2011 International Science Report. 38 . mengajarkan apa yang mereka pahami.Percentage of Eight Grade Students Taught The TIMSS Science Topics All Science (20 Topics) 91 89 88 74 68 67 65 63 57 57 Biology (7 Topics) 82 93 86 69 92 73 63 61 56 35 Chemistry (4 Topics) 98 99 91 92 98 82 80 80 59 86 Physics (5 Topics) 98 97 85 67 59 79 83 72 55 76 Earth Science (4 Topics) 91 63 92 72 5 27 31 38 62 41 Iran Turkey Saudi Arabia Thailand Chinese Taipei Indonesia Singapore Malaysia Morocco Japan Korea.Of 54 38 42 79 64 Walaupun hampir semua materi IPA ada pada kurikulum. Hal ini sangat mungkin terkait dengan kemampuan profesi guru.

Percentage Of Eight Grade StudentsTaught The TIMSS Mathematics Topics All Mathematics (19 Topics) 94 92 92 91 88 84 80 Number (5 Topics) 100 100 99 99 99 98 100 Algebra (5 Topics) 92 91 85 92 94 73 74 Geometry (6 Topics) 89 92 93 93 75 93 81 Turkey Korea. 39 .Of Saudi Arabia Japan Singapore Malaysia Iran Data and Chance (3 Topics) 98 81 88 75 83 63 58 Chinese Taipei Thailand Indonesia Morocco 79 77 69 62 99 98 97 97 97 62 84 61 84 80 61 46 4 65 12 35 Mengingat tidak semua materi matematika TIMSS terdapat pada kurikulum. Rep. sehingga wajar apabila persentase siswa yang telah diajar materi TIMSS adalah rendah Source: TIMSS 2011 International Mathematics Report.

diet.Perbandingan Kurikulum IPA SD Kelas IV dan Materi TIMSS Domain Topics Life Science 1. 1. 6. and shadows due to Earth’s rotation and its relationship to the Sun Physical Science Earth Science Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini. and movement) and air (composition. night. 2. 3. pollution and its prevention) Human health (transmission/prevention diseases. and survival of organisms living in different environments Relationships in a given community (simple food chains. 6.. exercise) States of matter. moon) Day. types. including changes in state Classification of objects/materials based on physical properties Forming and separating mixtures Familiar changes in materials (e.g. 4.. 2. 8.. behavior) Electrical circuits and properties of magnets Forces that cause objects to move (e. existence. differences in their physical properties. Sun. sources. push/pull forces) Water on Earth (location. behavior.g. burning. uses) Common features of Earth’s landscape and relationship to human use Weather conditions from day to day or over the seasons Fossils of animals and plants (age. gravity. 1.g. decaying. 3. wind) Light (e. signs of health/illness. predator-prey relationships) Changes in environments (effects of human activity. electricity. water. sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS 40 . rusting. 2. 6. 5. formation) Earth’s solar system (planets. location. 4. 3. cooking) Common energy sources/forms and their practical uses (Sun. Major body structures and their functions in humans and other organisms Life cycles and reproduction in plants and animals Physical features. 5. 4. 5. 7.

or pie charts 2. 8. 3. including place value and ordering Adding. Concepts of whole numbers. pictographs. sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS 41 . Lines: measuring. 4.Perbandingan Kurikulum Matematika SD Kelas IV dan Materi TIMSS Domain Topics Number 1. including place value and ordering Adding and subtracting with decimals Number sentences Merah: Belum Diajarkan di Kelas IV Number patterns Geometry Shapes and Measurement Data Display 1. perimeters. bar graphs. 2. parallel and perpendicular lines Comparing and drawing angles Using informal coordinate systems to locate points in a plane Elementary properties of common geometric shapes Reflections and rotations Relationships between two-dimensional and three-dimensional shapes Finding and estimating areas. 5. 6. and bar graphs Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini. and volumes 1. multiplying. 6. subtracting. 7. 2. 4. 3. estimating length of. Drawing conclusions from data displays 3. and/or dividing with whole numbers Concepts of fractions Adding and subtracting with fractions Concepts of decimals. 7. 5. pictographs. Displaying data using tables. Reading data from tables.

kemudian ke semi konkret. pengolahan data. pola. dan akhirnya abstraksi permasalahan Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan rumus-rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa mnggunakan tetapi juga memahami asal-usulnya) Perimbangan antara matematika dengan angka dan tanpa angka [gambar. grafik.Matematika No 1 Kurikulum Lama Langsung masuk ke materi abstrak Banyak rumus yang harus dihafal untuk menyelesaikan permasalahan (hanya bisa menggunakan) Permasalahan matematika selalu diasosiasikan dengan [direduksi menjadi] angka Kurikulum Baru Mulai dari pengamatan permasalahan konkret. dsb] 2 3 4 5 Tidak membiasakan siswa untuk Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk berfikir kritis [hanya mekanistis] menyelesaikan permasalahan yang diajukan Metode penyelesaian masalah yang tidak terstruktur Membiasakan siswa berfikir algoritmis 6 Data dan statistik dikenalkan di kelas IX saja Matematika adalah eksak Memperluas materi mencakup peluang. dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan standar internasional Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan 7 .

Ilmu Pengetahuan Alam No 1 Kurikulum Lama Materi disajikan terpisah antara Fisika. fisika. Tujuannya adalah menekankan pentingnya interaksi biologi. Biologi Menggunakan Biologi sebagai platform kajian dengan pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkait dengan benda beserta interaksi diantara benda-benda tersebut. Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai dengan standar internasional Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 2 3 Materi ilmu bumi dan antariksa masih belum memadai [sebagian dibahas di IPS] Materi kurang mendalam dan cenderung hafalan Diajarkan oleh guru berbeda (team teaching) dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian 4 5 . tidak dipisah dalam kelompok Fisika. dan Biologi Tidak ada platform. kimia dan kombinasinya dalam membentuk ikatan yang stabil. Kimia. semua kajian berdiri sejajar Kurikulum Baru Materi disajikan terpadu. Kimia.

logis. dimana) Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya dan pengetahuannya dengan bahasa yang meyakinkan secara spontan 2 3 4 5 . apa. dan efektif melalui latihan-latihan penyusunan teks Siswa dikenalkan dengan aturan-aturan teks yang sesuai sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks (sesuai dengan situasi dan kondisi: siapa. logis. dan efektif Siswa tidak dikenalkan tentang aturan-aturan teks yang sesuai dengan kebutuhan Kurang menekankan pada pentingnya ekspresi dan spontanitas dalam berbahasa Kurikulum Baru Materi yang dijarkan ditekankan pada kompetensi berbahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan gagasan dan pengetahuan Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa sendiri Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis.Bahasa Indonesia/Inggris No 1 Kurikulum Lama Materi yang diajarkan ditekankan pada tatabahasa/struktur bahasa Siswa tidak dibiasakan membaca dan memahami makna teks yang disajikan Siswa tidak dibiasakan menyusun teks yang sistematis.

budaya. Sejarah. Ekonomi. Menggunakan Geografi sebagai platform kajian dengan pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat dengan lokasi. Kajian sejarah. Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 2 3 Diajarkan oleh guru berbeda (team teaching) dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian . Sosiologi. dan ekonomi disajikan untuk mendukung terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh. sosiologi. tidak dipisah dalam kelompok Geografi. Sosiologi Tidak ada platform. Tujuannya adalah menekankan pentingnya konektivitas ruang dalam memperkokoh NKRI. Sejarah.Ilmu Pengetahuan Sosial No 1 Kurikulum Lama Materi disajikan terpisah menjadi Geografi. Ekonomi. semua kajian berdiri sejajar Kurikulum Baru Materi disajikan terpadu.

3 4 . tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata dan sikap keseharian.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran No 1 Kurikulum Lama Materi disajikan berdasarkan empat pilar dengan pembahasan yang terpisahpisah Kurikulum Baru Materi disajikan tidak berdasarkan pada pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan tetapi berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam pembentukan karakter bangsa 2 Materi disajikan berdasarkan Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi pasokan yang ada pada warga negara yang bertanggung jawab (taat norma. empat pilar kebangsaan dan aturan) Tidak ada penekanan pada tindakan nyata sebagai warga negara yang baik Pancasila dan Kewarganegaraan disajikan sebagai pengetahuan yang harus dihafal Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang baik Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya pengetahuan. asas.

udara. per/pegas.9 PPKN SD-MI  Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. panjang) dan membandingkannya Mengelompokkan berbagai bangun ruang sederhana Menentukan urutan bendabenda ruang yang sejenis menurut besarnya Membilang dan mengurutkan banyak benda Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka Menggunakan sifat operasi pertukaran dan pengelompokan Membandingkan berat benda (ringan. dorongan tangan. siang. dan bentuk huruf Menebalkan berbagai bentuk gambar. agama. dan suku bangsa Memberikan contoh dan menerapkan hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Menjelaskan hak anak untuk bermain. lingkungan sehat)  Membiasakan hidup sehat  menjaga lingkungan agar tetap sehat  lingkungan sehat dan tidak sehat  merawat tanaman. dan jam ( bulat) Menentukan lama suatu kejadian berlangsung Mengenal panjang suatu benda melalui kalimat sehari-hari (pendek. air. hewan peliharaan dan lingkungan sekitar  benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatan  benda yang dapat diubah bentuknya  kegunaan benda di lingkungan sekitar  Membedakan gerak benda yang mudah dan sulit bergerak melalui percobaan  Mengidentifikasi penyebab benda bergerak (batere. berat) Mengenal dan mengelompokkan bangun datar  IPA SD-MI bagian tubuh dan kegunaannya serta cara perawatannya  kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat (makanan. lingkaran. malam). hari. keluarga. dan bentuk huruf   Matematika SD-MI Membilang dan mengurutkan banyak benda penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20 Menentukan waktu (pagi. dan kerabat pengalaman diri kasih sayang antar anggota keluarga hidup rukun dalam kemajemukan keluarga peristiwa penting yang dialami sendiri di lingkungan keluarga letak rumah lingkungan rumah sehat dan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah                        Banyak yang mirip antar mapel       47 . dan magnet)  Mengenal berbagai benda langit melalui pengamatan  Mengenal keadaan cuaca di sekitar kita  Membedakan pengaruh musim kemarau dengan musim hujan terhadap kegiatan manusia (Berapa banyak yang dapat ditampung oleh kemampuan anak normal SD Kelas I?)     IPS SD-MI identitas diri. lingkaran. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah   Tumpang Tindih KD antar Mapel : Bahasa Indonesia SD-MI Membedakan berbagai bunyi bahasa Melaksanakan sesuatu sesuai dengan perintah atau petunjuk sederhana Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun Menyapa orang lain dengan menggunakan kalimat sapaan yang tepat dan bahasa yang santun Mendeskipsikan bendabenda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana Mendeklamasikan puisi anak dengan lafal dan intonasi yang sesuai Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat Membaca nyaring kalimat sederhana dengan lafal dan intonasi yang tepat Menjiplak berbagai bentuk gambar. pakaian.

.

Diasumsikan anak sudah lancar membaca pada saat masuk Kelas I SD Buku IPS Kelas I Halaman 1 49 .

Buku IPS Kelas I Halaman 3 Masuk SD harus sudah lancar menuli s 50 .

Buku IPA Kelas I Halaman 1 51 .

Buku IPA Kelas I Halaman 2 Materi ini juga muncul di Bahasa Indonesia Pada saat masuk SD Kleas I siswa sudah dianggap lancar membaca 52 .

Buku IPA Kelas I Halaman 3 53 .

Halaman 5 Sama Dengan IPS 54 .Buku Bhs Indonesia Kelas I.

Pada saat masuk Kelas I SD sudah harus Lancar menul 55 .

puluhan kata .Buku Bhs Indonesia Kelas I. Halaman 7 Langsung dapat membaca teks terdiri dari 8 kalimat.

Buku PPKN Kelas I Halaman 2 Mirip dengan IPS dan Bhs Indonesia Buku PPKN Kelas I Halaman 1 57 .

..10 Pendekatan Dalam Penyusunan SKL Pada KBK 2004 dan KTSP 2006 Mapel 1 Mapel 1 Mapel 1 SKL Mapel SK-KD Mapel SKL Mapel SK-KD Mapel SKL Mapel SK-KD Mapel . Mapel 1 SKL Mapel SK-KD Mapel Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Satuan Pendidikan SK-KD: Standar Kompetensi (Strand/Bidang) dan Kompetensi Dasar 58 ........ . .

11 http://www.uk/Publications/2004/11/20178/45862 59 .scotland.gov.

dan pengetahuan. Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap. keterampilan. pembentuk keterampilan.12 Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum KTSP 2006 Kurikulum 2013 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap. dan pembentuk pengetahuan No KBK 2004 1 2 3 4 5 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain. Semua mata pelajaran diikat seperti sekumpulan mata pelajaran oleh kompetensi inti (tiap kelas) 60 terpisah .

61 Pasal 38 (KTSP) Penjelasan Bagian Umum (KBK) Penjelasan Pasal 35 (Lingkup Kompetensi) . (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah... dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. 2. 20 Th. Strategi pembangunan pendidikan nasional dalam undangundang ini meliputi: ... 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan Pemerintah. pengetahuan.. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap.....13 Ketentuan Tentang Kurikulum UU No. pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi...

Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain [cross curriculum atau integrated curriculum] Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya Ket Semua Jenjang Semua Jenjang SD Semua Jenjang SD Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Bahasa Indonesia sejajar dengan mapel lain Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah [separated curriculum] SD 62 . pengetahuan] Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain [sikap dan keterampilan berbahasa} Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama [saintifik] melalui mengamati... keterampilan..14 Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 KTSP 2006 Kurikulum 2013 Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap. mencoba.. menanya. menalar.

dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain SMP Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Untuk SMA. ada penjurusan sejak kelas XI SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi Penjurusan di SMK sangat detil [sampai keahlian] SMP/ Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan SMA/SMK carrier of knowledge Tidak ada penjurusan di SMA.15 Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 KTSP 2006 Kurikulum 2013 Tematik Integratif untuk Kelas I – VI Ket SD Tematik untuk kelas I – III [belum integratif] TIK adalah mata pelajaran sendiri TIK merupakan sarana pembelajaran. dan sikap. didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman SMA/SMK SMA/SMK SMA/SMK 63 . Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi]. Ada mata pelajaran wajib. antar minat. keterampilan. dan pendalaman minat SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan. peminatan.

16 Peran Pemerintah Peran Pemerintah Dilema Kurikulum Kurikulum Yang Dirumuskan Penyimpangan Peran Pemerintah Peran Guru/ Satdik Kurikulum Yang Dituliskan (Global) Penyimpangan Peran Guru/Satdik Kurikulum Yang Dituliskan (Rinci) Penyimpangan Peran Guru/Satdik Kurikulum Yang Dibukukan Penyimpangan Kurikulum Yang Diajarkan Penyimpangan Kurikulum Yang Diserap Catatan: Penyimpangan dapat bernilai positif atau negatif tergantung pelakunya 64 Kurikulum 2013 KTSP 2006 KBK 2004 .

Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL SK . Yuridis.17 Kerangka Kerja Penyusunan dan Peran Guru pada KBK 2004 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis.KD MAPEL) STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) STANDAR PENILAIAN PEDOMAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan/Guru PEMBELAJARAN & PENILAIAN BUKU TEKS SISWA 65 .

Yuridis.18 Kerangka Kerja Penyusunan dan Peran Guru pada KTSP 2006 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL SK MAPEL  KD MAPEL) STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN PEDOMAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan/Guru PEMBELAJARAN & PENILAIAN BUKU TEKS SISWA 66 .

19 Realisasi Penyusunan KTSP 2006 dan Peran Satuan Pendidikan Kurikulum ? Buku Teks ? Kurikulum 1994 Buku Teks 1994 Kurikulum 2004 Buku Teks 2004 Kurikulum 2006 Buku Teks 2006 Pemilihan Buku oleh Satuan Pendidikan/Guru SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan/Guru PEMBELAJARAN & PENILAIAN 67 BUKU TEKS SISWA Kurikulum ? : Kurikulum yang dikembangkan sendiri oleh sekolah. termasuk adopsi kurikulum luar negeri .

Kerah Saku Lengan Kiri Lengan Kanan Muka Kiri Belakang Muka Kanan 68 .

Lengan 58 cm) 38 cm saku 92 cm 86 cm 83 cm 58 cm kerah Lengan Kiri Muka Kiri Belakang Muka Kanan Lengan Kanan 69 . Pinggang 86 cm.Kemeja Lengan Panjang Warna Biru Ukuran M (Bahu: 38 cm. Dada: 92 cm. Panjang 83 cm.

Yuridis. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR PROSES KI KELAS & KD MAPEL (STANDAR ISI) STANDAR PENILAIAN SILABUS PANDUAN GURU Oleh Satuan Pendidikan /Guru BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN (KTSP) 70 .30 Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013 KESIAPAN PESERTA DIDIK TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KEBUTUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis.

KD MAPEL) STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN PEDOMAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan PEMBELAJARAN & PENILAIAN BUKU TEKS SISWA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan PEDOMAN SILABUS BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013 KESIAPAN PESERTA DIDIK TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KEBUTUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL.20 Kerangka Kerja Penyusunan KBK 2004 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. Yuridis. SK MAPEL. Yuridis. SK MAPEL. Konseptual) KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. KD MAPEL) STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN STANDAR PROSES STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR PROSES KI KELAS & KD MAPEL (STANDAR ISI) STANDAR PENILAIAN SILABUS PANDUAN GURU BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN (KTSP) Oleh Satuan Pendidikan 71 . Yuridis.

... 72 ..21 Pembagian peran Pemerintah dan Satuan Pendidikan/Guru dalam Kurikulum dan Efektivitas Waktu Pembelajaran Efektivitas waktu pembelajaran KTSP 2006 Alokasi waktu persiapan silabus dan review buku Peran Guru/Satdik Efektivitas waktu pembelajaran Alokasi waktu guru untuk persiapan silabus dan review buku ajar KBK 2004 Kurikulum 2013 Peran Pemerintah ... Kurikulum 2013 memberikan kesempatan yang lebih besar bagi guru/satuan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas waktu pembelajaran .

B Kondisi Guru 73 .

908 159.515 68.889 3.924 265.083 235.17 30.467 JUMLAH 275.379 SULBAR IRJABAR KEPRI GORONTALO BABEL BANTEN MALUT BENGKULU PAPUA NTT NTB BALI MALUKU SULTRA SULSEL SULTENG SULUT KALTIM KALSEL KALTENG KALBAR LAMPUNG SUMSEL JAMBI RIAU SUMBAR SUMUT NAD JATIM YOGYA JATENG JABAR DKI 0% TK 20% SD 40% SMP SLB 60% SMA 80% SMK 100% SMK SMA SLB SMP SD TK 3.667 2.78 92.49 79.942 103.1 1 JENJANG TK SD SMP SLB SMA SMK JUMLAH Jumlah Guru Per Jenjang STATUS SEKOLAH NEGERI SWASTA 9.744.330 58.182 2.86 75.149 409.61 56.099 1.276 513.550.120.009 177.175 1.578 90.25 Negeri swasta 74 .074 7.831 10.430.127 120.912 623.

995 79.63 31.89 50.80 SLB 13.60 43.39 25.26 SMP SD TK 7.276 513.83 39.95 36.93 43.72 38.69 52.299 JUMLAH 275.099 1.987 729.51 51.71 65.55 20.46 54.083 235.15 20% 40% 60% 80% 100% JENJANG TK SD SMP SLB SMA SMK JUMLAH SMK 4.59 39.86 <S1 >=S1 <S1 ≥ S1 75 .908 159.48 29.25 42.182 2.89 50.281 820.41 44.856 7.550.73 43.379 NTT MALUKU MALUT KALBAR PAPUA JAMBI BABEL SULTENG SULTRA SULUT IRJABAR NAD LAMPUNG GORONTALO SUMSEL KALSEL KALTENG SULBAR KEPRI RIAU SUMUT KALTIM SUMBAR NTB BENGKULU JATENG SULSEL BANTEN JABAR YOGYA JATIM BALI DKI 0% 68.40 31.09 46.397 2.034.112 78.63 31.16 49.831 10.434 434.048 222.349 145.24 50.080 1.744.05 58.03 26.63 51.710.18 SMA 2.64 21.99 47.860 13.79 54.833 1.03 43.76 34.92 26.227 13.89 47.2 Jumlah Guru Per Kualifikasi KUALIFIKASI <S1 >=S1 196.

MANOKWARI 164 1. SORONG 3.446 0.039 0.267 1.539 59.5% D3 3.288 1.437 3.454 1.635 KAB.1% 19. TELUK 7.806 KAB.661 PAPUA BARAT 8.155 KAB.3% 6. TELUK BINTUNI 25 3. MAYBRAT 22 5.802 10. SORONG 194 1.0% D2 34.522 KAB. RAJA AMPAT 50 2.906 1.394 35.9% Peserta Menurut Tempat Bertugas SMP 51.331 KAB.728 DISTRIBUSI PESERTA PROVINSI 8.384 5.614 12.5% SMA 18.788 1.7% Jumlah Peserta 76 76 .6% SLB 2.364 9.238 18.2% SMK 15.6% TK PENGAWAS 23.918 6.753 606 8.320 KAB.459 40.619 2. TAMBRAUW 9 6.019 8.125 6.6% 0.675 KAB.325 KOTA SORONG 163 1.9% SD 164.3 JAWA TIMUR JAWA BARAT JAWA TENGAH SUMATERA UTARA SULAWESI SELATAN BANTEN DKI JAKARTA NANGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA SELATAN SUMATERA BARAT LAMPUNG RIAU BALI NUSA TENGGARA BARAT KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH JAMBI KALIMANTAN SELATAN DI YOGYAKARTA BENGKULU SULAWESI TENGAH SULAWESI UTARA NUSA TENGGARA TIMUR SULAWESI TENGGARA PAPUA KEPULAUAN RIAU MALUKU BANGKA BELITUNG MALUKU UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT PAPUA BARAT 0 Distribusi Peserta UKA 2012 42.697 1.273 KAB. FAK-FAK 72 2.226 757 10000 20000 30000 40000 50000 Peserta Menurut Provinsi Peserta Menurut Kualifkasi Pendidikan D1 2.0% 1.858 76.831 23.4% S1 211.560 8 WONDAMA 7.105 5.453 0.423 10.198 KAB.009 KAB.832 2.8% S3 SMP S2 9 195 SMA 3.352 37 SELATAN 3. KAIMANA 25 4.

0 PENGAWAS DI YOGYAKARTA DKI JAKARTA BALI JAWA TIMUR JAWA TENGAH JAWA BARAT KEPULAUAN RIAU SUMATERA BARAT PAPUA BANTEN KALIMANTAN TIMUR NUSA TENGGARA BARAT SULAWESI SELATAN KALIMANTAN SELATAN RIAU PAPUA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR BENGKULU GORONTALO SULAWESI TENGGARA SULAWESI UTARA SUMATERA SELATAN BANGKA BELITUNG SULAWESI TENGAH SUMATERA UTARA LAMPUNG SULAWESI BARAT ACEH JAMBI KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN BARAT MALUKU UTARA MALUKU 0 10 Rata-rata Nasional = 42.9 46.0 72.7 41.07 16.1 36.5%) Distribusi Nilai Per Provinsi ≥ 30.000 10.4 34.25 12.0 80 60 40 20 11.1 39.733 peserta (88.4 50.4 37.1 35.0 38.5 38.0 SMP 1.2 37.9 39.3 38.0 0 TK Rata-rata Nasional = 42.0 97.0 1.0 4.25 87.2 38.2 39.0 Hasil Uji Kompetensi Awal 2012 Distribusi Nilai Nasional < 30.0 SD 3.2 36.1 40.3 50.6 37.71 8.86 12.9 13.0 2.6 38.8 34.0 95.25 50.2 48.1 41.8 42.5 80.0 Melanjutkan ke Pendidikan dan Latihan 248.27 11.7 35.0 58.0 Mengikuti pembinaan 32.0 42.72 50 75 100 Hasil Uji Kompetensi Berdasarkan Tempat Bertugas 100 90.6 38.000 40.000 30.000 0 0 25 Passing grade = 30.0 90.0 49.0 SMA SMK SLB 51.286 peserta (11.5 35.2 44.4 39.9 47.83 20 30 77 50 77 .5 39.5%) Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Standar Deviasi 97.1 45.8 38.0 43.5 40 Standar Deviasi 11.000 20.36 12.6 1.1 32.9 36.82 9.1 49.

Mentawai Standar Deviasi : 12.25 Kota Blitar Kab. Barito Utara 25 Kab. Gresik 55 Rerata Nasional 42.72 20 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 78 78 . Sukabumi 50 154 Kab/Kota 45 40 337 Kab/Kota 35 30 Kab.5 60 Hasil UKA 2012 Berdasarkan Kab/Kota Kab. Dogiyai Kab.

60 50.41 48.23 45.25 45.50 44.45 41.00 Rata-rata Nasional = 45.65 43.25 81.02 70 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 75 80 85 90 95 79 .10 42.25 86.72 43.93 47.70 TK SD SMP SMA SMK YOGYA JATENG BABEL DKI JATIM SUMBAR JABAR KEPRI BALI BANTEN KALSEL PAPUA RIAU KALBAR NTB KALTIM BENGKULU PAPUA BARAT SUMSEL LAMPUNG JAMBI SUMUT SULTRA GORONTALO SULBAR SULUT SULTENG SULSEL KALTENG NTT MALUKU ACEH MALUT Rata-rata Nasional : 45.Hasil UKG: Gabungan Kompetensi Pedagogi & Profesional 35000 30000 25000 20000 Rata-rata = 45.82 UKG Maks Min Rata Stdev N 96.88 38.86 43.52 42.82 51.00 38.68 45.25 47.00 93.79 41.82 53.96 44.00 94.21 46.84 42.30 42.81 45.69 43.06 41.53 41.18 41.37 44.75 47.24 43.89 47.27 42.525 15000 10000 5000 0 100 0 5 100 95 90 85 80 75 70 65 60 55 50 45 40 35 30 96.14 41.05 49.59 41.86 41.28 42.67 878.82 11.05 40.

14 TK 44.27 49.753 5.31 44.89 46.31 44.664 436.64 50.64 43.525 Pedagogik 44.84 41.06 48.06 60 50 40 30 20 10 0 46.35 47.44 Rata-rata Profesional Peda + Prof 46.861 131.95 48.19 42.53 SLB Profesional JENJANG Jml Peserta TK SD SMP SMA SMK SLB NASIONAL 26.93 44.05 52.91 42.70 50.05 45.40 45.89 47.43 SMP Pedagogik 44.14 43.369 878.91 47.93 51.118 62.89 45.760 215.95SMA SMK 45.19 45.95 42.27 43.75 44.23 48.Hasil UKG Jenjang Distribusi Nilai UKG per per Jenjang dan Kompetensi Perbandingan Kompetensi Pedagogi & Profesional 52.05 48.10 SD 41.82 80 .35 41.

70 37.76 40.77 45.91 43.50 44.44 Stdev 13.55 46.24 Rata-rata Nasional = 44.64 48.60 40.15 40.47 75 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 80 85 90 95 MALUT 81 .58 40.72 41.98 42.36 44.00 45.33 43.52 46.44 42.41 Hasil UKG: Kompetensi Pedagogi UKG: Pedagogi Maks 100.15 41.49 40.00 Min 0 Rata 44.52 40.525 JATENG BABEL JATIM DKI SUMBAR JABAR KEPRI BALI BANTEN KALSEL NTB PAPUA RIAU KALBAR KALTIM BENGKULU GORONTALO SUMSEL LAMPUNG 70000 60000 50000 JAMBI PAPUA BARAT SULUT SULBAR SULSEL SULTRA SULTENG SUMUT 42.27 37.88 40.87 42.42 42.51 N 878.25 40.28 40.59 40.95 39.88 46.37 42.YOGYA 51.16 Rata-rata = 44.44 80000 40000 30000 20000 10000 0 100 0 5 KALTENG NTT MALUKU ACEH 39.

24 Rata-rata Nasional = 46.35 39.76 44.96 41.47 44.45 47.00 43.35 42.87 42.40 44.57 41.40 14000 BENGKULU PAPUA BARAT LAMPUNG SUMUT SUMSEL JAMBI 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 0 2 4 6 810 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56 58 60 62 64 66 68 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 90 92 94 96 98 100 SULTRA SULBAR SULTENG SULUT GORONTALO KALTENG NTT SULSEL MALUKU ACEH MALUT 82 .45 42.81 42.76 41.40 38.80 47.98 45.19 48.35 46.74 N 878.25 45.73 48.29 UKG: Profesional Maks 100.49 41.79 42.Hasil UKG: Kompetensi ProfesionalBABEL JATENG DKI YOGYA 54.525 JATIM SUMBAR JABAR KEPRI BALI BANTEN PAPUA KALSEL RIAU KALBAR KALTIM NTB Rata-rata = 46.68 42.83 48.93 41.46 40.75 43.00 Min 0 Rata 46.02 41.40 Stdev 12.39 44.82 44.41 51.29 44.

7 100th percentile Student performance on Standardized Exam After 3 years with high quality teachers 90th percentile 53 percentile point difference 50th percentile After 3 years of low quality teachers 37th percentile 0th percentile Age 8 Age 11 Then 83 83 what? Source: Tennessee Value-Added Assessment System (TVAAS) Study Results From Barber. M. and M. (2007) based on results from Sanders and Rivers (1999). Fasli Jalal (Senior Policy Advisor. Mourshed. World Bank) Why? How? ..

000 4.000 6.633 Switzerland Czech Republic 1.148 Hong Kong Netherlands 3.000 5.000 0 2.000 5.000 2.000 1.902 Rasio Guru pada Kata-kata Siswa Indonesia 25 16 13 10 9 9 8 0 5 10 15 20 25 30 Number of words Jumlah kata-kata 5.8 KESEMPATAN UNTUK BICARA Rata-rata kata Guru dan Siswa (selama 50 menit pembelajaran) 7.018 197 640 Australia United States Ind OCs Ind OCs Jumlah kata-kata guru pada kata-kata seorang siswa Rata-rata jumlah kata guru Rata-rata jumlah Kata siswa 84 Guru melibatkan siswa Presentasi siswa 84 84 .

Terbitnya PerMenneg PAN dan RB nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnya Terbitnya Peraturan Bersama Mendiknas. Terbitnya Permendiknas nomor 27 tahun 2010 tentang program induksi bagi guru pemula 2.Terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pelaksanaan Sertifikasi Guru untuk Kuota Tahun 2006 dan 2007 1. Mendagri. Pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik bagi guru-guru yang sudah disertifikasi. Terbitnya PP no 41 th 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen. dan Menag tentang Penataan dan Pemerataan guru PNS 85 . Terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang Guru 2. 1. serta Tunjangan Kehormatan Profesor 2.Terbitnya UndangUndang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 2. Tunjangan Khusus Guru dan Dosen. Terbitnya Permendiknas nomor 35 tahun 2010 tentang Petunjuk teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnya 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012?? 1.Pencanangan Guru sebagai Profesi 4 Desember 2004 1. Menkeu. Men PAN&RB.

DISTRIBUSI KUANTITAS DAN KUALITAS 1. 5. 7. 6. BAKAT.1 KUOTA NASIONAL. 4 KUALIFIKASI KOMPETENSI KINERJA KENAIKAN PANGKAT KARIR PKBG HARLINDUNG TUNJANGAN STANDARISASI LULUSAN LPTK MASIH TERKENDALA ? GURU KURANG TETAPI LEBIH ?? KINERJA GURU PROFESONAL BELUM OPTIMAL DOMAIN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DOMAIN PEMKAB/PEMKO (Diperlukan Standar Minimal Yang Berlaku Untuk Semua Kab /Kota) 86 . STANDAR DAN POLA REKRUTMEN MAHASISWA CALON GURU (DEMAND DRIVEN) INTELEKTUAL. dan PHISIK STANDARISASI INPUT DAN KUOTA NASIONAL BELUM ADA ?? 2 REKONSTRUKSI PENDIDIKAN AKADEMIK. SIKAP. PROFESI GURU dan PENATAAN LPTK 3 PERENCANAAN KEBUTUHAN. 3. 8. 2. MINAT. REKRUITMEN. 4.

Rekognisi Pihak Eksternal terhadap kualitas Siswa 1. KEMANFAATAN dan KEADILAN) INTERNALLY & EKSTERNALLY DRIVEN DIKLAT LANJUTAN DIKLAT PENGEMBANGAN N ˂ SM PK N ≥ SM 1. 1. Pembinaan N ˂ SM UJI KOMPETENSI PKB DIKLAT DASAR N ≥ SM karier dan kepangkatan  Memastikan guru melaksanakan tugas profesional  Menjamin bahwa guru memberi layanan pendidikan yang berkualitas (KEPASTIAN. ethos kerja) DAMPAK No INDIKATOR Hasil Belajar Siswa (Nilai Rapor. SM : Standar Minimal PKB : Pembinaan Keprofesian Berkelanjutan PK : Penilaian Kinerja Efisiensi dan Efektivitas pembelajaran (Kapasitas transformasi ilmu ke siswa) 3. GURU PROFESIONAL KENAIKAN PANGKAT/ JABATAN PROMOSI TUNJANGAN PROFESI INDIKATOR UTAMA No. UN dan Hasil Tes Standar Lainnya) Karya Prestatif Siswa dalam berbagai kompetisi Lokal. INDIKATOR 2. 2. kehadiran. 4. Motivasi Belajar Siswa 87 . Nasional dan Internasional Kesinambungan Prestasi Siswa di PT atau bekerja melalui Penelusuran Alumni. bersikap dan berperilaku) 3. Disiplin Guru (waktu. 3. Keteladanan Guru (berbicara. nilai. 2. 4.

4 5 Penguatan Proses dan Penilaian Pendampingan Saat Implementasi 88 .C 1 2 3 Penyiapan Guru Pergeseran Peran Guru Penguatan Peran Guru dibanding sebelumnya.

1 89 .

55 Kerangka Kerja Implementasi Kurikulum Ditjen BPSDMPK Balitbang Melapor Kurikulum & Guru & Manaj. Buku Membina PIU Pusat Melapor Sekolah LPTK Pembina Melapor PIU Provinsi di LPMP Memantau Dinas Pendampingan Sekolah+Guru 90 Melapor Sekolah Inti Guru Inti .

Olahraga dan Kesehatan Terakreditasi Proporsional antara negeri dan swasta 91 .609 SD) Memiliki guru tetap yang lengkap (Kelas I – VI) Memiliki guru Agama Memiliki guru Pendidikan Jasmani.2 Jenis Sekolah Kriteria Pemilihan Sekolah Kriteria Merata di kab/kota dengan SD Sasaran (44.

penyajian Untuk SD juga sudah menerapkan kurikulum berbasis tematik 92 . pertanyaan.2 N o 1 Kriteria Pemilihan Sekolah (lanjutan) Jenis Sekolah Sekolah Inti Kriteria Telah ditetapkan sebagai Sekolah Inti oleh Disdik setempat 2 Sekolah Pembina Terakreditasi A Memiliki guru inti Sudah menerapkan discovery learning melalui pengamatan. pengolahan.

Instruktur Nasional 2. Asesor PLPG 2. Guru Inti 3. Kelas VII SMP 4. Guru Berprestasi Nasional 3. JICA. AUSAID 6. Skor UKG 5. Pelatih Nasional Binaan USAID. KS. SMK IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 9 PELAKSANAAN pelatihan 8 Penyiapan Materi Pelatihan 7 4 Sasaran Guru 1. 100% SMP. Guru Sasaran 93 . Kelas IV SD 3. Kelas X SMA 5. SMA. dan PS 2 Data base PTK 5 Kriteria dan Penetapan 1.59 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PENGADAAN BUKU RENCANA AKSI PERBAIKAN IMPLEMENTASI 10 PENYIAPAN GURU. National Core team Bermutu 1 Data base sekolah (termasuk rombel) 3 Sasaran Sekolah 1. Guru Bersertifikat 4. Kelas X SMK Pendampingan dan Sistem Pengendalian 6 1. Kelas I SD 2. 30% SD 2.

KS. Nilai) (Guru.PS Inti Guru. Mapel. PS Mengikuti Pelatihan Supervisi 94 . Siswa) Masukan Dinas Masukan 2 Memenuhi Y Syarat? T Distribusi Ke Provinsi/LPMP Lulus Pelatihan? T Y Calon Guru. KS.61 Skema Kerja Pelatihan T 1 Memenuhi Y Syarat? Calon Instruktur Nasional Melatih T Lulus Pelatihan? Y Instruktur Nasional Data Pokok Pendidikan Sistem Pelatihan Guru (Peserta.PS Inti Memberi Kesesuaian Lokasi 3 Guru. Pelatih. Sekolah.KS. Lokasi.

kecuali agama 2. SMA/K 4. Guru mata pelajaran di SD bergabung dengan guru kelas.Model Pelatihan Guru Nara Sumber Instruktur Nasional SD Guru Inti SD Jakarta IN Guru SD LPMP Guru SD SD Inti Guru Inti SD IN Guru SD IN Guru SD Guru SD Guru Inti SD Guru SD Pelatihan Instruktur Nasional Guru SD Guru Inti SD Pelatihan Guru Inti SD Pelatihan Guru SD Lokasi berdekatan (dalam satu klaster) Catatan: 1. Pengelompokkan berdasarkan kesamaan mapel yang diampu 95 . Pola yang sama berlaku untuk SMP. Pola yang sama berlaku untuk guru Pendidikan Agama SD 3.

Pola yang sama berlaku untuk SMP.Model Pelatihan Kepala Sekolah dan Pengawas Nara Sumber Instruktur Nasional KS KS Inti SD Jakarta IN KS SD KS Inti SD LPMP KS SD KS SD KS Inti SD SD Inti IN KS SD IN KS SD KS Inti SD KS SD Pelatihan Instruktur Nasional (IN) KS SD Pelatihan KS Inti SD Pelatihan KS SD Lokasi berdekatan (dalam satu klaster) Catatan: 1. SMA/K 2. Pola yang sama berlaku untuk Pengawas Sekolah (PS) 96 .

491 8.887 342.525 GURU INTI 10.664 INSTRUKTUR NASIONAL KS/PS NO 1 2 3 4 JENJANG SD SMP SMA/K Pengawas JUMLAH KEBUTUHAN KS/PS INTI 3.668 34.072 124.239 198 135 196 132 661 97 .699 1.350 648 2.146 INSTRUKTUR NASIONAL 666 1.988 1.880 3.410 22.589 676.598 19.NO 1 2 3 JENJANG SD SMP SMA/K JUMLAH JUMLAH GURU 240.938 92.414 JUMLAH KS/PS 44.609 36.434 21.361 1.

146 ORANG 92 ORG (92 SMA & 10 SMK. WIDYAISWARA) DOSEN: 4. KS. NILAI UKG 70-95 GURU SMA&SMK BERSERTIFIKAT.146 160 10. DINAS. WIDYAISWARA) ASESOR SERTIFIKASI GURU JUMLAH (KETERANGAN) DOSEN: 23 ORANG DOSEN: 38 + 67 (GURU.415 JUMLAH 23 105 3 4. SMA) + 1. BERPRESTASI (2002-2010).283 . NILAI UKG 70-78 29 7 8 GURU SMP BERSERTIFIKAT. DINAS PENDIDIKAN. PS. SMP. BHS IND) 3. PAKEM JICA: PELATIH NASIONAL LESSON STUDY: DOSEN + (KS.415 4 GURU FINALIS OLIMPIADE SAINS. SMA) + 422 (SD.804 5 601 6 GURU SD BERSERTIFIKAT.NO 1 2 KUALIFIKASI USAID : PELATIH NASIONAL TEMATIK. GURU SMP. SMP.182 (SD. SMA/SMK) GURU SMP/MTS : 99 (SUMUT) + 118 (JABAR) + 127 (JATIM) + 129 (JATENG) + 128 (SULSEL) 29 ORANG 1. MATEMATIKA (UKG 70-86). BHS INDONESIA (UKG 70-80) 3. FINALIS LOMBA KREATIFITAS GURU (2006-2012) USAID: FASILITATOR 200 (GURU SMP. MAT) + 68 ORG (60 SMA & 8 SMK.

WIDYAISWARA. KS.224 .NO 1 2 KUALIFIKASI AUSAID: MASTER TRAINER KEPALA SEKOLAH (DOSEN. PS) KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH BERPRESTASI FINALIS TINGKAT NASIONAL (2006-2008) DESKRIPSI 597 ORANG 65 + 65 + 128 + 107 + 132 + 130 JUMLAH 597 627 1.

598 Kls 1+4 Agama Penjas Jumlah 3 36 33 6 39 18 24 9 9 9 12 12 12 9 9 9 9 9 18 12 6 3 6 18 24 6 6 9 3 3 3 9 3 396 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 135 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 135 9 48 51 12 57 30 42 21 15 15 18 18 18 15 15 15 15 15 30 18 12 9 12 30 36 12 12 15 9 9 9 15 9 666 .Instruktur Nasional dan Guru Inti SD per Provinsi JML NO PROPINISI Jumlah SD 30% SD 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NAD SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NTB NTT PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANTEN KEP.041 Kelas IV 1534 6255 5888 561 6225 1094 3128 1206 1159 795 1472 1448 1485 764 950 722 688 899 2300 854 463 809 1045 1594 691 522 387 1539 247 320 321 300 436 48.622 Agama 24 104 140 20 152 92 132 76 48 44 60 56 56 56 52 56 60 44 96 48 44 36 40 84 116 40 36 32 28 24 28 44 20 1.101 Jumlah Rombel Jumlah Rombel Jumlah Guru Inti (1 orang per Kecamatan untuk guru kelas. BABEL GORONTALO KEPULAUAN RIAU PAPUA BARAT SULAWESI BARAT TOTAL 3520 19730 19450 1863 19723 3393 9487 4097 3577 2417 4860 4633 4197 2520 2880 2250 2210 3027 6307 2207 1543 2420 3157 4840 2303 1337 1290 4613 740 920 850 1000 1337 148698 1056 5919 5835 559 5917 1018 2846 1229 1073 725 1458 1390 1259 756 864 675 663 908 1892 662 463 726 947 1452 691 401 387 1384 222 276 255 300 401 44609 Kelas 1 1442 6284 5889 562 6315 1103 3280 1229 1199 831 1506 1466 1540 781 977 754 695 935 2288 838 463 819 1040 1847 691 546 387 1606 258 331 409 300 430 49. dan 4 orang per kabupaten untuk selain guru kelas) Jumlah Instruktur Nasional (3 org/kls/mapel) Kls 1+4 44 618 573 78 662 279 418 173 145 130 217 204 175 129 151 135 164 147 304 196 81 57 116 288 393 117 93 154 42 66 59 145 69 6.988 Penjas 24 104 140 20 152 92 132 76 48 44 60 56 56 56 52 56 60 44 96 48 44 36 40 84 116 40 36 32 28 24 28 44 20 1.988 Jumlah 92 826 853 118 966 463 682 325 241 218 337 316 287 241 255 247 284 235 496 292 169 129 196 456 625 197 165 218 98 114 115 233 109 10.

988 1.Instruktur Nasional dan Guru Inti SMP per Provinsi NO PROPINISI Kab 6 26 35 5 38 23 33 19 12 11 15 14 14 14 13 14 15 11 24 12 11 9 10 21 29 10 9 8 7 6 7 11 5 Kec 44 618 573 78 662 279 418 173 145 130 217 204 175 129 151 135 164 147 304 196 81 57 116 288 393 117 93 154 42 66 59 145 69 Jumlah Jumlah Jumlah Guru Inti (4 org/kab) Sekolah Rombel SMP Kelas VII Agama PPKn B-Ind Mat IPA IPS B-Ingg Sen-Bud Or-kes 1157 4310 24 24 24 24 24 24 24 24 24 4467 14093 104 104 104 104 104 104 104 104 104 3323 10493 140 140 140 140 140 140 140 140 140 433 1386 20 20 20 20 20 20 20 20 20 4306 10406 152 152 152 152 152 152 152 152 152 986 1886 92 92 92 92 92 92 92 92 92 2425 4890 132 132 132 132 132 132 132 132 132 751 2037 76 76 76 76 76 76 76 76 76 1039 2046 48 48 48 48 48 48 48 48 48 632 1092 44 44 44 44 44 44 44 44 44 1267 2994 60 60 60 60 60 60 60 60 60 1282 2706 56 56 56 56 56 56 56 56 56 1129 1948 56 56 56 56 56 56 56 56 56 735 865 56 56 56 56 56 56 56 56 56 600 1002 52 52 52 52 52 52 52 52 52 703 1210 56 56 56 56 56 56 56 56 56 696 1065 60 60 60 60 60 60 60 60 60 842 958 44 44 44 44 44 44 44 44 44 1592 3362 96 96 96 96 96 96 96 96 96 663 1183 48 48 48 48 48 48 48 48 48 572 731 44 44 44 44 44 44 44 44 44 403 1593 36 36 36 36 36 36 36 36 36 859 1521 40 40 40 40 40 40 40 40 40 1396 2036 84 84 84 84 84 84 84 84 84 540 540 116 116 116 116 116 116 116 116 116 404 803 40 40 40 40 40 40 40 40 40 443 443 36 36 36 36 36 36 36 36 36 1324 2942 32 32 32 32 32 32 32 32 32 189 504 28 28 28 28 28 28 28 28 28 332 575 24 24 24 24 24 24 24 24 24 284 490 28 28 28 28 28 28 28 28 28 280 280 44 44 44 44 44 44 44 44 44 331 506 20 20 20 20 20 20 20 20 20 36.988 Jumlah 240 1040 1400 200 1520 920 1320 760 480 440 600 560 560 560 520 560 600 440 960 480 440 360 400 840 1160 400 360 320 280 240 280 440 200 Agama PPKn B-Ind Mat IPA IPS 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 B-Ingg Sen-Bud Or-kes Prakarya Jumlah 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 30 60 90 30 90 60 90 60 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 60 30 30 30 30 60 60 30 30 30 30 30 30 30 30 1.880 135 135 135 135 135 135 135 135 135 135 .988 Jumlah Instruktur Nasional (maks 3 org/kls) Prakarya 1 DKI JAKARTA 2 JAWA BARAT 3 JAWA TENGAH 4 DI YOGYAKARTA 5 JAWA TIMUR 6 NAD 7 SUMATERA UTARA 8 SUMATERA BARAT 9 RIAU 10 JAMBI 11 SUMATERA SELATAN 12 LAMPUNG 13 KALIMANTAN BARAT 14 KALIMANTAN TENGAH 15 KALIMANTAN SELATAN 16 KALIMANTAN TIMUR 17 SULAWESI UTARA 18 SULAWESI TENGAH 19 SULAWESI SELATAN 20 SULAWESI TENGGARA 21 MALUKU 22 BALI 23 N T B 24 N T T 25 PAPUA 26 BENGKULU 27 MALUKU UTARA 28 BANTEN 29 KEP.385 82.988 1.988 1.988 1.622 19.896 1.350 497 6.988 1.988 1.988 1.988 1. BABEL 30 GORONTALO 31 KEPULAUAN RIAU 32 PAPUA BARAT 33 SULAWESI BARAT TOTAL 24 104 140 20 152 92 132 76 48 44 60 56 56 56 52 56 60 44 96 48 44 36 40 84 116 40 36 32 28 24 28 44 20 1.

BABEL GORONTALO KEPULAUAN RIAU PAPUA BARAT SULAWESI BARAT TOTAL Kab 6 26 35 5 38 23 33 19 12 11 15 14 14 14 13 14 15 11 24 12 11 9 10 21 29 10 9 8 7 6 7 11 5 497 Kec 44 618 573 78 662 279 418 173 145 130 217 204 175 129 151 135 164 147 304 196 81 57 116 288 393 117 93 154 42 66 59 145 69 6.532 Jumlah Jumlah Instruktur Nasional (3 Jumlah Guru Inti (2 org/kab) Rombel org/kls) Sejarah Sejarah Jumlah Kelas X B-Ind Mat Jumlah B-Ind Mat 1865 12 12 12 36 3 3 3 9 5457 52 52 52 156 3 3 3 9 3753 70 70 70 210 6 6 6 18 553 10 10 10 30 3 3 3 9 4835 76 76 76 228 6 6 6 18 1540 46 46 46 138 3 3 3 9 3356 66 66 66 198 6 6 6 18 1279 38 38 38 114 3 3 3 9 1404 24 24 24 72 3 3 3 9 723 22 22 22 66 3 3 3 9 2026 30 30 30 90 3 3 3 9 1414 28 28 28 84 3 3 3 9 1059 28 28 28 84 3 3 3 9 551 28 28 28 84 3 3 3 9 565 26 26 26 78 3 3 3 9 750 28 28 28 84 3 3 3 9 573 30 30 30 90 3 3 3 9 629 22 22 22 66 3 3 3 9 2031 48 48 48 144 3 3 3 9 790 24 24 24 72 3 3 3 9 639 22 22 22 66 3 3 3 9 803 18 18 18 54 3 3 3 9 1010 20 20 20 60 3 3 3 9 1400 42 42 42 126 3 3 3 9 550 58 58 58 174 3 3 3 9 465 20 20 20 60 3 3 3 9 402 18 18 18 54 3 3 3 9 1559 16 16 16 48 3 3 3 9 220 14 14 14 42 3 3 3 9 210 12 12 12 36 3 3 3 9 333 14 14 14 42 3 3 3 9 237 22 22 22 66 3 3 3 9 233 10 10 10 30 3 3 3 9 43.622 Jumlah Sekolah SMA 491 1321 869 166 1241 425 974 258 366 199 539 426 335 195 171 239 207 173 499 222 207 167 265 316 174 121 152 453 66 49 98 87 61 11.Instruktur Nasional dan Guru Inti SMA per Provinsi NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 PROPINISI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NAD SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NTB NTT PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANTEN KEP.214 994 994 994 2.982 108 108 108 324 .

Instruktur Nasional dan Guru Inti SMK per Provinsi NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 PROPINISI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NAD SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NTB NTT PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANTEN KEP.685 Jml Jumlah Guru Inti (2 org/kab) Rombel Sejarah B-Ind Juml ah Kelas X Mat 2450 12 12 12 36 8674 52 52 52 156 7635 70 70 70 210 1000 10 10 10 30 6945 76 76 76 228 584 40 40 40 120 3052 65 65 65 195 1009 36 36 36 108 938 24 24 24 72 494 22 22 22 66 942 30 30 30 90 1200 28 28 28 84 545 28 28 28 84 313 26 26 26 78 499 26 26 26 78 960 26 26 26 78 621 24 24 24 72 433 22 22 22 66 1608 45 45 45 135 427 11 11 11 33 271 9 9 9 27 851 9 9 9 27 696 9 9 9 27 664 20 20 20 60 351 15 15 15 45 316 10 10 10 30 169 8 8 8 24 2038 8 8 8 24 182 7 7 7 21 241 6 6 6 18 297 7 7 7 21 131 8 8 8 24 285 6 6 6 18 46.821 795 795 795 2.385 Jumlah Instruktur Nasional (3 org/kls) Aga ma PPKn B-Ind Jumla h 3 3 6 3 6 3 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 108 3 3 6 3 6 3 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 108 3 3 6 3 6 3 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 108 9 9 18 9 18 9 18 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 324 . BABEL GORONTALO KEPULAUAN RIAU PAPUA BARAT SULAWESI BARAT TOTAL Kab 6 26 35 5 38 23 33 19 12 11 15 14 14 14 13 14 15 11 24 12 11 9 10 21 29 10 9 8 7 6 7 11 5 497 SMK 562 1961 1327 211 1466 155 851 184 212 138 224 338 158 108 99 215 149 140 375 119 88 155 213 162 93 79 85 519 48 46 72 42 91 10.

PS Inti KS. KS.Operasional Pelatihan Keterangan: SD SMP SMA/K Memiliki Instruktur Instruktur Instruktur Nasional Nasional Nasional Melatih Mengikuti Sekolah Sekolah Sekolah Memenuhi Syarat Guru.PS PS Memenuhi Syarat Sekolah Inti Sekolah Inti Sekolah Inti Menyelenggarakan GuruInti Inti Guru Inti Guru Melatih KS. PS Guru. KS. PS Inti Pelatihan Kurikulum Pelatihan Kurikulum Pelatihan Kurikulum untuk Guru untuk Guru untuk Guru Fasilitator Pelatihan Kurikulum dan Pelatihan Kurikulum dan Pelatihan Kurikulum dan Manajemen untuk KS/PS Manajemen untuk KS/PS Manajemen untuk KS/PS Tempat. Fasilitator LPTK dan Mahasiswa Pascanya Sekolah Pembina/Contoh 104 Mengikuti .KS. PS Inti KS. Guru.

PS Inti KS.PS PS Memenuhi Syarat Sekolah Inti Sekolah Inti Sekolah Inti Menyelenggarakan GuruInti Inti Guru Inti Guru Melatih KS.Operasional Pelatihan Keterangan: SD SMP SMA/K Memiliki Instruktur Instruktur Instruktur Nasional Nasional Nasional Melatih Mengikuti Sekolah Sekolah Sekolah Memenuhi Syarat Guru. PS Inti Pelatihan Kurikulum Pelatihan Kurikulum Pelatihan Kurikulum untuk Guru untuk Guru untuk Guru Fasilitator Pelatihan Kurikulum dan Pelatihan Kurikulum dan Pelatihan Kurikulum dan Manajemen untuk KS/PS Manajemen untuk KS/PS Manajemen untuk KS/PS Tempat. Guru. Fasilitator LPTK dan Mahasiswa Pascanya Sekolah Pembina/Contoh 105 Mengikuti . PS Guru. KS.KS. KS. PS Inti KS.

dll • Efisiensi dan efektifitas paparan. peer teaching. dan tugas kelompok OUTPUT • Mampu menerapkan pembelajaran tematik terintegrasi dan kontekstual • Memahami pendekatan scientific • Mampu menerapkan kemampuan berfikir tingkat tinggi • Membangun kultur pembelajaran yang aktif. dan menyenangkan • Mampu menunjukkan keteladanan khususnya tentang kejujuran. kecamatan dan sekolah sasaran) PENDEKATAN PELATIHAN : • Kurikulum Berbasis Kompetensi • Pendekatan pembelajaran yang relevan • Sistem Penilaian (authentic assesment) • Monev • Ukuran Keberhasilan • Standar Kelulusan (Rumus ??) • Sistem Penjaminan Mutu : ₋ Monev ₋ Penilaian Peserta oleh fasilitator ₋ Penilaian fasilitator oleh Peserta ₋ Ukuran Keberhasilan • Pendampingan saat Implementasi : Pola dan Mekanisme Pendampingan • Ukuran Keberhasilan Implementasi • Sistem Informasi Manajemen Hasil Implementasi INPUT • • • • • • • Instruktur Nasional Guru Inti Guru Kelas Guru Mapel Guru BK Kepala Sekolah Pengawas • • • • PROCESS Perancangan RPP Analisis buku guru Analisis buku siswa Simulasi discovery learning. diskusi.62 • Rekruitment (kriteria dan aspek keterwakilan) • Distribusi Peserta (provinsi. dan tanggung jawab OUTCOMES • Pembelajaran yang menghasilkan siswa yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan abad 21 dan kebutuhan masa depan (ASK secara berimbang) • Hasil TIMSS dan PISA meningkat • Lulusan yang memiliki Comparative and competitive advantage atau bahkan dynamic advantage • Lulusan Memiliki kreativitas yang terus 106 berkembang. 106 . kab/kota. disiplin. tugas mandiri. kebersihan. project based learning. menantang.

.menghindari ceramah... tetapi mengandalkan diskusi... Para Instruktur dan peserta secara voluntir dan atas penunjukan selalu berupaya melakukan simulasi (menunjukkan contoh dan bukan contoh) 107 ... bekerja.62 SEGMENTASI KEGIATAN PELATIHAN : .. mengevaluasi dan simulasi .... MENILAI ATAU MENGEVALUASI HASIL YANG PERNAH DILAKUKAN SEBELUMNYA (termasuk menganalisis tayangan video dan materi ajar) BERDISKUSI ATAU MENGEMUKAKAN HASIL EVALUASI SERTA BEKERJA MENYUSUN YANG TERBAIK SESUAI HASIL DISKUSI SIMULASI ATAU MENYAJIKAN HASIL SESUAI HASIL DISKUSI Setiap peserta diklat wajib membawa : • Guru membawa beberapa RPP yang pernah disusun dan digunakan di sekolah • Pengawas dan Kepala sekolah membawa hasil supervisi akademik dan manajerial yang dilakukan selama ini Pemaparan PP oleh Instruktur diintegrasikan pada saat diksui sesuai konteks dan kebutuhan.

membiasakan guru untuk bertanya dan membangkitkan kemampuan siswa untuk bertanya Refleksi Guru Inspiratif yang mampu melakukan pembelajaran kontekstual untuk Post mengembangka n siswa yang Test produktif. dan KD Buku Siswa Buku Guru Panduan Analisis Lembar Kerja Analisis Buku  Panduan telaah RPP  Panduan Penyusunan RPP  Konsep Scientific Aproach. kreatif. Discovery Learning. Evaluasi: tes dan portofolio.) Praktik Terbimbing (24 Jam Pel. menyusun tes dan portfolio Presentasi Hasil Simulasi: tematik terpadu. 2. Pendekatan Scientific.) Rancangan Pembelajaran (8 Jam Pel.) Analisis Materi Ajar (12 Jam Pel. dsb Menilai RPP yang telah disusun guru sebelumnya Analisis dan Diskusi RPP untuk menemukan RPP terbaik Kerja Kelompok menyusun RPP Presentasi Hasil Analisis dan Diskusi hasil simulasi Peer Teaching. Project Based Learning.)  Rasional Pengembangan Kurikulum 2013  Elemen Perubahan  SKL. Discovery Learning. inovatif. afektif (mampu menerapkan kurikulum 2013) PreTest Konsep Konsep Kurikulum Kurikulum (4 (4 Jam Pel. KI. dan KD  Strategi Implementasi      SKL. pendekatan scientific. penilaian proses dan output Diskusi Kerja Kelompok menganalisis buku.) Jam Pel. Project Based Learning. Project Based Learning  RPP  Instrumen Penilaian Kinerja Guru  Panduan Peer Teaching .SKEMA KEGIATAN PELATIHAN GURU Tayangan Video Pembelajaran (contoh dan bukan contoh pembelajaran kreatif Menganalisis dan diskusi tayangan Tayangan Video: Perubahan Mind set tentang Kurikulum oleh Mendikbud Paparan Diskusi Kerja Kelompok Presentasi Hasil Paparan : 1. KI.

. KS. Dikmen (KS dan BK) . 3. 5. 2. PS Semester II dan evaluasi Semester I 3 Monitoring dan Evaluasi 10 6 Pelatihan Manaj. Pelatihan materi ajar Kurikulum 2013 Semester II dan pelatihan penyusunan rencana pembelajaran Evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 Semester I Evaluasi perubahan metode pembelajaran dan penilaian dalam implementasi Kurikulum 2013 Semester I Evaluasi perubahan sikap dan perilaku guru 4. Semester I April. PS Inti Semester II dan evaluasi Semester I 2 Pelatihan Guru.Nov. 2. PS Sasaran Semester I 5 Pelatihan Manaj. 3. Standar Nasional Pendidikan Filosofi Kurikulum dan Kurikulum 2013 serta Esensi perbedaannya terhadap kurikulum sebelumnya Perubahan mendasar dalam metode pembelajaran dan penilaian disesuaikan dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi Pelatihan materi ajar Kurikulum 2013 Semester I dan pelatihan penyusunan rencana pembelajarannya Perubahan esensial pada sikap dan perilaku guru dalam mengajar kurikulum berbasis kompetensi MATERI 1.Juli 2013 AKTIVITAS 1 Penyegaran Nara Sumber 2 Pelatihan Instruktur Nasional 3 Pelatihan Guru. KS.Skema Pelatihan. dan Evaluasi MATERI 1. KS. 2013 AKTIVITAS 1 Pelatihan Guru. 4. PS Inti Semester I 4 Pelatihan Guru. KS. Monitoring. Inti Dikmen (KS dan BK) Semester II Sep.

AUSAID National Core team Bermutu 2 Guru Inti 3 Guru Kelas • Guru Kelas I dan IV (sebagian) • Guru Mapel Kelas VII (semua) • Guru Mapel Kelas X (semua) 110 .65 Kriteria Calon Peserta dan Pelatih Pelatihan Guru No Pelatihan 1 Instrukutur Nasional Kriteria • Latar Belakang Pendidikan minimal S1 program studi yang relevan • Untuk Dosen diutamakan memiliki NIA (Nomor Induk Asesor) sertifikasi guru pada bidang studi yang relevan • Untuk Pengawas. JICA. Kepala Sekolah. dan Guru harus sudah memiliki sertifikat pendidik pada bidang studi yang relevan • Untuk Widya Iswara harus memiliki pengalaman pelatihan penyusunan kurikulum • • • • • Bersertifikat Pendidik Guru Berprestasi Skor UKG tinggi Pelatih Nasional Binaan USAID.

KI dan KD • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 111 . KI. dan SKL serta tahapan dan aktifitas yang harus dilakui untuk memperoleh ketiga kompetensi tersebut Kemampuan menjelaskan elemenelemen penting dari implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari standar nasional pendidikan Kegiatan pelatihan • Paparan • Diskusi dan tanya jawab • Kerja Kelompok dan individu • Menilai hasil kerja peserta lain No 1 • SKL.66 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Materi/Sub Materi Kompetensi Peserta pelatihan pelatihan KONSEP KURIKULUM 2013 • Rasional Memahami secara utuh tentang konsep Kurikulum 2013 • Elemen perubahan Kurikulum 2013 Indikator Kemampuan menjelaskan rasional Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan Kemampuan menjelaskan elemen perubahan Kurikulum serta hubungan antara elemen-elemen tersebut dengan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan Kemampuan menganalisis keterkaitan antara KD.

menggunakan buku guru untuk rancangan menggunakan buku Kecukupan. kesesuaian proses. dan pola pikir Siswa (Kesesuaian. Menguasai secara utuh materi. kesesuaian buku guru dan buku 3. dan pola pikir keilmuan serta penerapannya dalam ilmu Materi) materi pelajaran lain dan kehidupan sehari-hari 3. struktur. dan kegiatan belajar mengajar. Menganalisis kesesuaian tema dimiliki oleh siswa dengan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa Kegiatan pelatihan • Diskusi dan tanya jawab • Kerja mandiri dan kelompok • Telaah hasil kerja mandiri dan kelompok • Presentasi kelompok terbaik 112 . Kemampuan menganalisis Materi) KI. dan KD dengan isi buku guru. Menguasai secara utuh materi. 4. Kecukupan. 2. Kemampuan menganalisis materi pelajaran.KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN No 2 Materi/Sub Materi Kompetensi Peserta pelatihan Indikator pelatihan ANALISIS MATERI AJAR • Analisis Buku Guru 1. Kemampuan membuat (Kesesuaian. Menguasai secara utuh materi. Kemampuan menganalisis serta penerapannya dalam ilmu kesesuaian tema dengan lain dan kehidupan sehari-hari kompetensi yang diharapkan 4. Menguasai filosofi materi ajar 6. siswa dengan kurikulum keilmuan materi pelajaran. Memahami strategi 1. Menganalisis keterkaitan SKL. sebagai sumber belajar Kedalaman 2. pendekatan 4. • Analisis Buku 1. 5. Menguasai penerapan materi belajar (tematik terintegrasi pelajaran pada bidang/ ilmu lain untuk SD) serta strategi serta kehidupan sehari-hari . Menguasai filosofi materi ajar Kedalaman struktur. evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. siswa dengan kurikulum. dan 2. dan pola pikir keilmuan 3. Menganalisis kesesuaian buku struktur.

Kesesuaian hasil RPP dengan pendekatan belajar scientific 4. tematik dan terintegrasi sesuai model belajar yang relevan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. KI. Kualitas rancangan portofolio pada domain tes. Mengevaluasi dengan 1. dan Portofolio assessment dalam bentuk 2. dan penerapan Authentic proses dan hasil belajar portofolio pada domain 2. 5.sosial. Asessment dan portofolio secara proses dan hasil berkelompok 3. KI. Kesesuaian hasil RPP dengan kriteria RPP yang baik 3. non tes. dan 1. Kesesuaian kompetensi dengan evaluasi yang digunakan 1. Kesesuaian RPP dengan SKL. dan KD 2. Diskusi tentang kaidah pendekatan authentic penyusunan tes. Menilai RPP buatan guru secara berkelompok. Aktifitas menyusun RPP sesuai pendekatan scientific sesuai KD yang dipilih secara berkelompok. moral. Menganalisis hasil penilaian secara berkelompok 113 . emosional. non tes. Non Tes. Mendiskusikan instrumen penilaian RPP. Pengembangan tes. maupun intelektual • Perancangan Penilaian (Tes. Diskusi rambu-rambu penyusunan RPP mengacu pada pendekatan scientific 2.KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN No 3 Materi/Sub Materi Kompetensi Peserta pelatihan pelatihan PERANCANGAN MODEL BELAJAR • Perancangan RPP Menyusun rancangan (aktivitas belajar pembelajaran yang dengan pendekatan berbasis pendekatan scientific) scientific. dan KD yang dibuat dalam silabus dan RPP 3. non tes. kultural. dan Portofolio serta rancangan penerapan Authentic Asessment) Indikator Kegiatan pelatihan 1. 4. Identifikasi dan diskusi SKL. Kualitas Tes. non tes.

Kualitas simulasi yang 1. Observasi menggunakan APKG 5. mencipta). 2. menyaji. kultural.sosial. emosional. moral. tematik dan terintegrasi dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. mengolah. Pelaksanaan simulasi dan peer teaching 4. maupun intelektual Indikator Kegiatan pelatihan 1.KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN No 4 Materi/Sub Materi Kompetensi Peserta pelatihan pelatihan PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING • Simulasi (aktivitas Melaksanakan siswa belajar dan pembelajaran berbasis guru) pendekatan scientific (mengamati. Melakukan refleksi secara berkelompok 5 EVALUASI • Pre-test Kemampuan guru dalam empat bidang Hasil tes tertulis di empat bidang • Post-test Hasil tes tertulis di empat bidang dengan melihat deltanya (kelayakan guru akan ditentukan kemudian) 114 . Kualitas pelaksanaan peer pelaksanaan teaching oleh guru pembelajaran yang (menggunakan Alat Penilaian berorientasi pada Kegiatan Guru/APKG ) pendekatan scientific. Menganalisis tayangan video tentang ditunjukkan oleh guru 2. Membuat perencanaan pembelajaran secara bersama 3. menanya. menalar. • Peer Teaching mencoba.

dan Refleksi: Menggunakan APKG) 5 EVALUASI PESERTA • Pre-test 2 2 2 • Post-test 2 2 2 JUMLAH JAM 52 52 52 Keterangan : TPK = Tim Pengembang Kurikulum GI = Guru Inti IN = Instruktur Nasional *) Sebagian dilakukan secara mandiri oleh guru 115 .5 0.5 2 1 4 8 0.5 0. Kecukupan. GURU MAPEL TERPILIH SMP/SMA/SMK) Mata pelatihan Alokasi Waktu Pelatih Master Guru Nasional Teacher 0.5 2 1 4 8 Narasumber Instruktur Nasional Guru Inti Guru 1 KONSEP KURIKULUM 2013 • Rasional • Elemen perubahan Kurikulum 2013 • SKL. 16 16 *16 Observasi.67 No STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN (GURU KELAS SD. Analisis dan Pemilihan Model Pembelajaran • Perancangan Penilaian (Tes. dan Kedalaman Materi) 3 PERANCANGAN MODEL BELAJAR • Perancangan RPP (aktivitas belajar dengan pendekatan scientific). Portofolio serta rancangan penerapan Authentic Asessment) 4 PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING • • Simulasi (aktivitas siswa belajar dan guru) TPK TPK TPK TPK Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli Ahli Penilaian Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru BPSDMPK PMP BPSDMPK PMP IN IN IN IN IN IN GI GI GI GI GI GI 5 3 5 3 5 3 IN IN IN GI GI GI GI GI GI GI 8 8 *8 IN IN IN IN Peer Teaching (Perencanaan Bersama. Kecukupan. KI dan KD • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 2 ANALISIS MATERI AJAR • Analisis Buku Guru (Kesesuaian.5 2 1 4 8 0. dan Kedalaman Materi) • Analisis Buku Siswa (Kesesuaian.5 0.

dan Kedalaman Materi) • Analisis Buku Siswa (Kesesuaian.5 2 1 3 5 0.5 2 1 3 5 0. dan Kedalaman Materi) 3 PERANCANGAN MODEL BELAJAR • Perancangan RPP (aktivitas belajar dengan pendekatan scientific) • Perancangan Penilaian (Tes. Portofolio serta rancangan penerapan Authentic Asessment) 3 2 3 2 3 2 IN IN IN GI GI GI GI GI GI GI 4 PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING • • Simulasi (aktivitas siswa belajar dan guru) Peer Teaching (Perencanaan Bersama.5 0. dan Refleksi: Menggunakan APKG) 2 8 2 2 31 2 8 2 2 31 *2 *8 2 2 31 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru BPSDMPK PMP BPSDMPK PMP IN IN IN IN 5 EVALUASI • Pre-test • Post-test JUMLAH JAM Keterangan : TPK = Tim Pengembang Kurikulum IN = Instruktur Nasional GI = Guru Inti *) Sebagian dilakukan secara mandiri oleh guru 116 . Kecukupan. SENI BUDAYA/PRAKARYA JENJANG SD/SMP/SMA/SMK) No Mata pelatihan Alokasi Waktu Pelatih Master Guru Nasional Teacher 0. Observasi.5 0. Kecukupan. KI dan KD • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 2 ANALISIS MATERI AJAR • Analisis Buku Guru (Kesesuaian.5 2 1 3 5 Narasumber Instrutur Nasional Guru Inti Guru TPK TPK TPK TPK Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli Ahli Penilaian IN IN IN IN IN IN GI GI GI GI GI GI 1 KONSEP KURIKULUM 2013 • Rasional • Elemen perubahan Kurikulum 2013 • SKL.STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN (GURU AGAMA.5 0. PENJAS.

SMA. PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING (12 JP) • Simulasi (aktivitassiswabelajar dan guru) • Peer Teaching (Perencanaan Bersama. Kecukupan. PERANCANGAN MODEL BELAJAR (8 JP) • 5 5 5 Penulis Buku dan Tim Ahli Ahli Penilaian IN KSI+Imbas IN IN 4 8 4 8 4 8 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN IN • 3 3 3 KSI+Imbas KSI+Imbas KSI+Imbas KSI+Imbas 4. KI dan KD • StrategiImplementasiKurikulum 2013 2. Kecukupan.STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN KEPALA SD. ANALISIS MATERI AJAR (12 JP) • Analisis BukuGuru (Kesesuaian. Observasi. dan Kedalaman Materi) Perancangan RPP (aktivitasbelajardenganpendekatan scientific). KONSEP KURIKULUM 2013 (8 JP) • Rasional • ElemenperubahanKurikulum 2013 • SKL. dan Refleksi: Menggunakan APKG) Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru 117 . dan Kedalaman Materi) • Analisis BukuSiswa (Kesesuaian. Portofolioserta rancangan penerapan Authentic Asessment) TPK TPK TPK TPK Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli KSI+Imbas KSI+Imbas KSI+Imbas KSI+Imbas 4 8 4 8 4 8 KSI+Imbas KSI+Imbas 3. SMK Alokasi Waktu No Mata pelatihan Instruktur Kepsek Inti Kepsek Nasional 1 1 4 2 1 1 4 2 1 1 4 2 Narasumber Instruktur Nasional Kepsek Inti IN IN IN IN IN IN Kepsek 1. SMP. Analisis dan Pemilihan Model Pembelajaran Perancangan Penilaian (Tes.

KEPEMIMPINAN. SMK Alokasi Waktu Instruktur Kepsek Inti Kepsek Nasional 8 8 Narasumber Instruktur Nasional Kepsek Inti IN IN Kepsek No Mata pelatihan 5. PENGELOLAAN PEMBELAJARAN (8 JP) 7. SMA.STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN KEPALA SD. MANAJEMENPERUBAHAN DAN BUDAYA SEKOLAH (8 JP) 6. PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 8. EVALUASI PESERTA (4 JP) • Pre-test • Post-test JUMLAH JAM 8 8 8 8 On The Job Learning 2 2 60 TPM TPM KSI+Imbas KSI+Imbas KSI+Imbas 2 2 60 2 2 60 BPSDMPK PMP BPSDMPK PMP IN IN KSI+Imbas KSI+Imbas Keterangan : TPK : Tim Pengembang Kurikulum IN : Instruktur Nasional KSI : Kepala Sekolah Inti TPM : Tim PengembangMateri Imbas : Trainer hasil Pengimbasan di PPPPTK Contoh kasus dalam materi disesuaikan dengan jenis dan jenjang satuan tugas *) SD : Tematik Terintegrasi SMP : Kontekstual dan Terpadu SMA : Pembinaan Peminatan 118 118 . SMP.

PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING (10 JP) • Simulasi (aktivitassiswabelajar dan guru) • Peer Teaching (Perencanaan Bersama. PERANCANGAN MODEL BELAJAR (8 JP) • Perancangan RPP (aktivitasbelajardenganpendekatan scientific). Kecukupan. ANALISIS MATERI AJAR (12JP) • Analisis BukuGuru (Kesesuaian. Portofolioserta rancangan penerapan Authentic Asessment) 4. Analisis dan Pemilihan Model Pembelajaran • Perancangan Penilaian (Tes. Kecukupan. dan Refleksi: Menggunakan APKG) 4 8 4 8 4 8 IN IN PI+Imbas PI+Imbas 5 5 5 Penulis Buku dan Tim Ahli Ahli Penilaian IN PI+Imbas 3 3 3 IN IN PI+Imbas PI+Imbas PI+Imbas PI+Imbas 4 6 4 6 4 6 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN IN 119 . SMK Alokasi Waktu No Mata pelatihan Narasumber Instruktur Pengawas Pengawas Pengawas Instruktur Nasional Pengawas Nasional Inti Inti 1 1 4 2 1 1 4 2 1 1 4 2 TPK TPK TPK TPK Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli IN IN IN IN PI+Imbas PI+Imbas PI+Imbas PI+Imbas 1. SMP. KI dan KD • StrategiImplementasiKurikulum 2013 2. Observasi. dan Kedalaman Materi) 3.STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN BAGI PENGAWAS SD. SMA. KONSEP KURIKULUM 2013 (8 JP) • Rasional • ElemenperubahanKurikulum 2013 • SKL. dan Kedalaman Materi) • Analisis BukuSiswa (Kesesuaian.

SMP. SMA.STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN BAGI PENGAWAS SD. EVALUASI PESERTA (4 JP) • Pre-test • Post-test JUMLAH JAM Keterangan : 4 6 8 4 4 TPM IN+TPM PI+Imbas 6 8 6 8 On The Job Learning 2 2 60 TPM TPM IN+TPM IN+TPM PI+Imbas PI+Imbas PI+Imbas 2 2 60 2 2 60 BPSDMPK PMP BPSDMPK PMP IN IN PI+Imbas PI+Imbas TPK : Tim Pengembang Kurikulum IN : Instruktur Nasional KSI : Kepala Sekolah Inti TPM : Tim Pengembang Materi Imbas : Trainer hasil Pengimbasan di PPPPTK Contoh kasus dalam materi disesuaikan dengan jenis dan jenjang satuan tugas *) SD : Tematik Terintegrasi SMP : Kontekstual dan Terpadu SMA : Pembinaan Peminatan 120 . SUPERVISI PEMBELAJARAN PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 (10 JP)  Model supervisipembelajaranpadakurikulum 2013 bagi guru dankepalasekolah  Simulasi model supervisipembelajarandanpenilaianberbasiskreati vitas 6. PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 8. SMK No Mata pelatihan Alokasi Waktu Instruktur Pengawas Pengawas Nasional Inti Narasumber Instruktur Nasional Pengawas Inti Pengawas 5. MODEL PEMBELAJARAN (8 JP) * 7.

6. Buku Rasionalisasi Kurikulum 2013 Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Buku Pedoman KTSP Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Buku Pedoman Pengelolaan Buku pedoman Evaluasi Kurikulum Standar Kompetensi Kelulusan Standar Isi Buku Guru Lembar Penilaian Buku Guru Buku Siswa Lembar Penilaian Buku Siswa Analisis Model Belajar Dokumen SKL. 9. 2. 4. 1. dan KD Silabus Dokumen Standar Proses Dokumen Standar Penilaian Buku Pedoman Penilaian dan Rapor Bahan Ajar Instrumen penilaian RPP Buku Pedoman Bimbingan dan konseling Buku Pedoman Pembelajaran RPP APKG Video Pembelajaran TIM PENYUSUN STATUS Siap Siap Siap Siap Siap Siap Siap Siap Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Siap Sedang Proses Siap Siap Siap Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Siap Sedang Proses Sedang Proses Puskurbuk & Tim Inti 2 Analisis Materi Ajar Puskurbuk & Tim Inti 3 Perancangan Model Pembelajaran BPSDMPK-PMP Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti BPSDMPK-PMP Tim Ahli Puskurbuk & Tim Inti Tim Inti BPSDMPK-PMP BPSDMPK-PMP BPSDMPK-PMP 4 Praktek Pembelajaran Terbimbing 5 Instrumen Test (Pre dan Post Test) Pedoman Pelaksanan Tes 121 . 6. 1. 2. 2. 7. 3.68 NO 1 MATA pelatihan Konsep Kurikulum 2013 MATERI DAN BAHAN PELATIHAN BAHAN pelatihan 1. KI. 4. 3. 3. 8. 5. 5. 4. 4. 1. 3. 5. 6. 2.

69 No 1 SOP PENGGUNAAN BAHAN PELATIHAN Bahan pelatihan Dokumen Konsep Kurikulum • Rasional • Elemen perubahan Kurikulum 2013 • SKL. KI dan KD • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 SOP Strategi /Aktifitas Paparan Diskusi dan tanya jawab Kerja Kelompok dan individu Menilai hasil kerja peserta lain Diskusi dan tanya jawab Kerja mandiri dan kelompok Telaah hasil kerja mandiri dan kelompok Presentasi kelompok terbaik • Buku Siswa • Lembar Penilaian Diskusi dan tanya jawab Kerja mandiri dan kelompok Telaah hasil kerja mandiri dan kelompok Waktu 15 menit 90 menit 90 menit 45 menit 30 menit 120 menit 60 menit 30 menit 60 menit 240 menit 120 menit Notulen hasil diskusi Laporan kelompok Laporan hasil penilaian Notulen hasil diskusi Laporan kelompok dan hasil penilaian Laporan kelompok Bahan presentasi Notulen hasil diskusi Laporan kelompok dan hasil penilaian Laporan kelompok Output 2 Buku Babon • Buku Guru • Lembar Penilaian Presentasi kelompok terbaik 60 menit Bahan presentasi 122 122 .

KI. dan KD • Silabus • Dokumen Standar Proses • Dokumen Standar Penilaian • Bahan Ajar • Instrumen penilaian RPP SOP Strategi /Aktifitas Paparan Waktu 30 menit Output Diskusi dan tanya jawab Identifikasi dan diskusi SKL. dan KD Kerja Kelompok menyusun RPP Diskusi instrumen penlaian RPP Menilai RPP kelompok lain Diskusi tentang kaidah penyusunan tes. non tes. dan portofolio pada domain proses dan hasil belajar Pengembangan tes. dan portofolio secara berkelompok Menganalisis hasil penilaian secara berkelompok 60 menit 60 menit 140 menit 40 menit 60 menit 30 menit Notulen hasil diskusi Laporan kerja kelompok RPP dan Laporan Laporan hasil diskusi Laporan hasil penilaian Laporan hasil diskusi 60 menit*) Instrumen penilaian 30 menit Laporan hasil diskusi 123 . non tes. KI.SOP PENGGUNAAN BAHAN PELATIHAN No 3 Bahan pelatihan • Dokumen Analisis Model Belajar • Dokumen SKL.

Membuat perencanaan pembelajaran secara bersama Pelaksanaan simulasi dan peer teaching Observasi menggunakan APKG Refleksi individu Melakukan refleksi secara berkelompok 90 menit Laporan hasil refleksi Waktu 15 menit 45 menit Laporan hasil analisis Output 90 menit 30 org x 40 menit = 1.200 menit RPP • Laporan hasil observasi • Laporan APKG • Laporan refleksi 124 .SOP PENGGUNAAN BAHAN PELATIHAN No 4 Bahan pelatihan • RPP • APKG • Video Pembelajaran SOP Strategi /Aktifitas Tayangan video Menganalisis tayangan video tentang pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan scientific.

signifikan. Penilaian . kebersihan. Instruktur INDIKATOR Mampu menerapkan pembelajaran tematik terintegrasi dan kontekstual Memahami pendekatan scientific Mampu menerapkan kemampuan berfikir tingkat tinggi Membangun kultur pembelajaran yang aktif. Indikator Keberhasilan Pelatihan KOMPONEN Peserta pelatihan • • • • • • • 2. keterampilan dan pengetahuan. X1 : Pretest • Integritas. dan tanggung jawab Nilai yang diberikan oleh instruktur tentang sikap. Proses 4. Kecukupan dan kesesuaian pendekatan penilaian Kualitas penerapan authentic assesment Pemanfaatan penilaian terhadap perbaikan (feed back) 125 3. X2 : Postest. • Rancangan persiapan instruktur • Kesesuaian pendekatan. ∆ (X2 – X1)> 0. dan menyenangkan Mampu menunjukkan keteladanan khususnya tentang kejujuran. (2) kualitas pemaparan. kesiapan dan kesungguhan Instruktur • Nilai atau indeks yang diberikan oleh peserta tentang : (1) kualitas penguasaan konsep. 1.70 No. menantang. disiplin. azas dan prosedur. (3) kualitas interaksi termasuk kemampuan membangkitkan suasana pelatihan yang kreatif. metode dan teknik dengan standar kompetensi • Kesesuaian aktivitas dengan produk-produk kegiatan • • • • Ketaatan pelaksanaan penilaian dengan prinsip.

Jadwal Pelatihan N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kegiatan Penyegaran Nara Sumber Pelatihan Instruktur Nasional Guru April Mei Juni Juli 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pelatihan Instruktur Nas. Dikmen (KS dan BK) . Guru Agama Pelatihan Instruktur Nasional KS dan PS Pelatihan Guru Inti Pelatihan Guru Agama Inti Pelatihan KS dan PS Inti Pelatihan Guru Dikdas Pelatihan Guru Agama Dikdas 10 Pelatihan KS Dikdas 11 Pelatihan PS Dikdas/ Dikmen 12 Pelatihan Guru Dikmen 13 Pelatihan Manaj. Inti Dikmen (KS dan BK) 126 14 Pelatihan Manaj.

2 12 .

Inovatif. dan Pengetahuan yang terintegrasi 12 .Tema Kurikulum 2013 Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif Kreatif Inovatif Afektif Produktif. Afektif melalui penguatan Sikap. Kreatif. Keterampilan.

3 KEBERHASILAN PENDIDIKAN • KOMITMEN • SISTEM POLITIK • REGULASI KURIKULUM GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SARANA PRASARANA • • • • MINAT BAKAT MOTIVASI KESIAPAN • MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN • IKLIM DAN BUDAYA SEKOLAH 12 9 .

20 Reformasi Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar Kurikulum 2013 Sedang Dikerjakan Telah dan terus Dikerjakan -Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi -Pembayaran Tunjangan Sertifikasi -Uji Kompetensi dan Pengukuran Kinerja -Rehab Gedung Sekolah -Penyediaan Lab dan Perpustakaan -Penyediaan Buku -BOS -Bantuan Siswa Miskin -BOPTN/Bidik Misi (di PT) Manajemen Berbasis Sekolah 13 .

NASIONAL DAN INTERNASIONAL • SPESIFIKASI DAN KEUNGGULAN 1 KOMPETENSI UTUH LULUSAN ISI LIFE SKILL : (ASK) • SIKAP/PERILAKU • KETERAMPILAN • PENGETAHUAN 2 3 PROSES EVALUASI 4 5 GURU 7 8 PEMBIAYAAN 13 6 PENGELOLAAN SARPRAS .• STANDAR LOKAL.

sumber segala jawaban Fasilitator Sebagai Fasilitator Pembelajaran. Mitra belajar.Pergeseran Peran Guru Instruktur Sebagai penyampai pengetahuan. sumber utama informasi. Pelatih. ahli materi. Pembimbing/Konselor Memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran “membelajarkan” (learning how to learn) 13 menjadi mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran “mengajar” (teaching) . Navigator Pengetahuan. Kolaborator.

Tantangan ORDINARY TEACHER GOOD TEACHER EXCELLENT TEACHER GREAT TEACHER ONLY CAN TELL CAN EXPLAIN CAN DEMONSTRATE INSPIRES 13 .

dengar. Colin dan Malcolm J. I FORGET I SEE. I UNDERSTAND Hasil penelitian*. Nicholl. katakan dan kerjakan *Rose. Accelerated Learning for the 21st Century13 . rata-rata manusia mengingat : – – – – – – 20% dari apa yang kita dengar 30% dari apa yang kita baca 40% dari apa yang kita lihat prosesnya 50% dari apa yang kita katakan 60% dari apa yang kita kerjakan 90% dari apa yang kita lihat. I REMEMBER I DO.    I HEAR. INVOLVE ME AND I WILL UNDERSTAND.Fakta Kualitatif Yang Mendorong Pergeseran Peran Guru:    TELL ME AND I WILL FORGET. SHOW ME AND I WILL REMEMBER.

THE LEARNING PYRAMID: Lecture Reading Audio Visual Demonstration Discussion Group Practice by Doing Teach Others/Immediate Use Adapted from The Learning Triangle: National Training Laboratories. Bethel Maine ©mindServegroup 2005 5% 10% 20% 30% 50% 75% 80% 13 .

Teachers 30% Student characteristics 49% Schools 7% Home 7% Peers 7% How? Based on research by Professor John Hattie from the University of Auckland who used meta analysis to estimate the overall effect on student achievement to the above factors Why? Fasli Jalal (Senior Policy Advisor. World Bank) Then what? 13 .

Proses yang Mendukung Kreativitas
PROSES PEMBELAJARAN PENDEKATAN SAINTIFIK DAN KONTEKSTUAL Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:  Observing [mengamati]  Questioning [menanya]  Associating [menalar]  Experimenting [mencoba]  Networking [Membentuk jejaring]  penilaian berbasis portofolio  pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal,  memberi nilai bagi jawaban nyeleneh,  menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya,  penilaian spontanitas/ekspresif,  dll

PROSES PENILAIAN

PENILAIAN AUTENTIK

13

3

13

37

Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum
Ukuran Tata kelola Kewenangan Kompetensi KTSP 2006 Hampir mutlak Harus tinggi Kurikulum 2013 Terbatas Sebaiknya tinggi. Bagi yang rendah masih terbantu dengan adanya buku Ringan Tinggi Kecil

Elemen

Guru Beban Efektivitas waktu untuk kegiatan pembelajaran Peran penerbit Berat Rendah [banyak waktu untuk persiapan] Besar

Buku

Variasi materi dan proses
Variasi harga/beban siswa Hasil pembelajaran

Tinggi
Tinggi Tergantung sepenuhnya pada guru

Rendah
Rendah Tidak sepenuhnya tergantung guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintah

Siswa

Titik Penyimpangan Pemantauan
Besar Penyimpangan Pengawasan

Banyak
Tinggi Sulit, hampir tidak mungkin

Sedikit
Rendah Mudah 13

untuk kelayakan penggunaan di sekolah Kecil. untuk buku pengayaan Mutlak untuk buku teks 14 .38 Proses Peran Guru KTSP 2006 Kurikulum 2013 Pengembangan dari yang sudah disiapkan Mutlak Supervisi pelaksanaan Lemah Penyusunan Silabus Hampir mutlak [dibatasi hanya oleh SK-KD] Pemerintah Hanya sampai SKKD Pemerintah Supervisi Daerah penyusunan Penerbit Kuat Guru Penyediaan Buku Hampir mutlak Pemerintah Kecil.

karena mengarah pada pedoman yang sama Penjaminan Mutu 14 ..38 Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum.2 Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Peran Guru KTSP 2006 Hampir mutlak Kurikulum 2013 Kecil. karena variasi terlalu besar Mudah. untuk pengembangan dari yang ada pada buku teks Supervisi pelaksanaan dan pemantauan Hampir mutlak Pemerintah Daerah Guru Pemerintah Daerah Pemerintah Supervisi penyusunan dan pemantauan Mutlak Pelaksanaan Pembelajaran Pemantauan kesesuaian Pemantauan kesesuaian dengan rencana [variatif] dengan buku teks [terkendali] Sulit..

Langkah Penyesuaian Beban Guru dan Murid SD Pelaku Beban Menyusun Silabus Mencari buku yang sesuai Mengajar beberapa mata pelajaran dengan cara berbeda Penyelesaian Disediakan buku pegangan guru Guru Mengajar banyak mata pelajaran Menggunakan bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran yang lain sehingga selara Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembahasan Mempelajari banyak mapel Mempelajarai mata pelajaran dengan cara berbeda Membeli buku Membeli lembar kerja siswa Pendekatan tematik terpadu menggunakan satu buku untuk semua mata pelajaran sehingga dapat selaras dengan kemampuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge Murid Penyedian buku teks oleh pemerintah/daerah 14 .

4 14 .

PROSES PEMBELAJARAN Pendekatan saintifik dan kontekstual Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:  Observing [mengamati]  Questioning [menanya]  Associating [menalar]  Experimenting [mencoba]  Networking [Membentuk jejaring] PROSES PENILAIAN     Penilaian Otentik penilaian berbasis portofolio pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal. memberi nilai bagi jawaban nyeleneh.  dll .  penilaian spontanitas/ekspresif. menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya.

39 Langkah Penguatan Tata Kelola • Menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari: – Buku pegangan siswa – Buku pegangan guru • Menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan • Memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran 14 .

mencoba.... menanya. menalar.42 Perbedaan Esensial Kurikulum SD. Status Idealnya Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah [separated curriculum] Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan Baiknya terkait dan terpadu satu sama lain [cross curriculum atau integrated curriculum] Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya Baiknya Tematik untuk kelas I Tematik Integratif untuk Kelas I – VI – III [belum integratif] Baiknya 14 ...2 KTSP 2006 Kurikulum 2013 Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama [saintifik] melalui mengamati..

.. pengetahuan] Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama. Benarnya Idealnya Idealnya TIK adalah mata pelajaran sendiri TIK merupakan sarana pembelajaran. dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain Baiknya 14 . yaitu pendekatan saintifik melalui mengamati. keterampilan.. mencoba. menalar.43 Perbedaan Esensial Kurikulum SMP KTSP 2006 Kurikulum 2013 Status Benarnya Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang berbeda Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap.. menanya.

didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman Status Benarnya Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Mapel dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang berbeda Untuk SMA..44 Perbedaan Esensial Kurikulum SMA/K KTSP 2006 Kurikulum 2013 Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap. dan sikap. ada penjurusan sejak kelas XI SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi Penjurusan di SMK sangat detil [sampai keahlian] Benarnya Idealnya Idealnya Idealnya Baiknya Baiknya 14 .. Tidak ada penjurusan di SMA. keterampilan. pengetahuan] dengan penekanan yang berbeda Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge Semua mata pelajaran diajarkan dengan pende-katan yang sama. yaitu pendekatan saintifik melalui mengamati. dan pendalaman minat SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan.. mencoba.. menalar. antar minat. Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi]. peminatan. keterampilan. menanya. Ada mata pelajaran wajib.

45 Kunci Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 • Ketersediaan Buku Pegangan Pembelajaran: – Siswa – Guru • Ketersediaan Buku Pedoman Penilaian • Kesiapan Guru – Penyesuaian kompetensi guru (4+1) • Dukungan Manajemen – Kepala Sekolah – Pengawas Sekolah – Administrasi sekolah [khususnya untuk SMA dan SMK] • Dukungan Iklim/Budaya Akademik – Keterlibatan dan kesiapan semua pemangku kepentingan [siswa. orang tua. guru. kepala sekolah. pengawas sekolah] 14 .

Langkah Penguatan Implementasi Kurikulum • Menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari: – Buku pegangan siswa – Buku pegangan guru • Menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan • Memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran 15 .

Langkah Penguatan Materi • Evaluasi ulang ruang lingkup materi: – Meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi siswa – Mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa – Menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional • Evaluasi ulang kedalaman materi sesuai dengan tuntutan perbandingan internasional [s/d reasoning] • Menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan 15 .

Pembelajaran berbasis • Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: intelejensia tidak akan Observing [mengamati] Questioning [menanya] Personal Associating [menalar] Experimenting [mencoba] Networking [Membentuk jejaring] memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%) Inter-personal Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati. Disamping itu. 1/3 sisanya berasal dari genetik. dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja 152 15 dalam jejaringan melalui collaborative learning .H. • Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan. 2/3 sisanya dari genetik. menalar. dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Harvard Business Review: • 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan. menanya. J. et al [2011].14 Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas Dyers. Innovators DNA.

dll) 15 . • memberanikan peserta didik untuk mencoba. menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya. • menekankan pada proses bukan hanya hasil saja. C. penilaian 153 spontanitas/ekspresif. untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya • memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup proses penilaian yang menekankan pada proses dan hasil sehingga diperlukan penilaian berbasis portofolio (pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal. untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya. memberi nilai bagi jawaban nyeleneh.15 Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas Sharp. • mentolerir jawaban yang nyeleneh. Developing young children’s creativity: what can we learn from research?: Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui: • tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua jawaban benar]. 2004.

menalar. menanya. Harvard University [2011].16 Membentuk Kemampuan Pikir Order Tinggi Sejak Dini Center on the Developing Child. • • • • Arsitektur otak dibentuk berdasarkan lapisan-lapisan yang berisi jaringanjaringan neuron yang terkait satu sama lain Jejaringan tersebut terbentuk mulai masih anak-anak. walaupun masih berkembang sampai umur 30 tahun tetapi penambahannya tidak secepat pada saat anak-anak Kompleksitas jaringan tersebut menentukan tingkat kemampuan berfikir seseorang [low order of thinking skills untuk pekerjaan rutin sampai high order of thinking skills untuk pekerjaan pengambilan keputusan eksekutif ] Untuk itu diperlukan sistem pembelajaran yang dapat membangun kemampuan high order thinking skill tersebut [melalui mencari tahu bukan diberi tahu] sejak dini melalui pemberian kebebasan untuk menentukan apa yang harus dilakukan Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan proses mengamati. Building the Brain ‘ATC’ System: How Early Experiences Shape the Development of Executive Function. menyimpulkan sampai memutuskan sehingga peserta didik sejak kecil sudah terlatih dalam berfikir tingkat tinggi yang nantinya diperlukan 154 untuk pengambilan keputusan 15 .

pembawa pengetahuan dan berfikir logis. menalar. dan kreatif Mengukur tingkat berfikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi Penilaian Menekankan pada pertanyaan yang mebutuhkan pemikiran mendalam [bukan sekedar hafalan] Mengukur proses kerja siswa.. bukan diberi tahu [discovery learning] Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi.. Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran untuk semua mata pelajaran Pembelajaran Menuntun siswa untuk mencari tahu.17 Proses Langkah Penguatan Proses Karakteristik Penguatan Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati. bukan hanya hasil kerja siswa Menggunakan portofolio pembelajaran siswa 15 . menanya.. mencoba.. sistematis.

) Turkey OECD average Austria Denmark Japan Slovak Republic Germany Greece Norway Poland Hungary Indonesia Sweden2 Korea Czech Republic1 Slovenia Russian Federation Finland Estonia 1. 2. Table D1.)3 Netherlands Italy Spain Mexico France Canada Ireland Luxembourg Portugal England Iceland Belgium (Fl.org/edu/eag2012).46 Total number of intended instruction hours Jumlah Jam Belajar di Sekolah Negeri untuk Usia 7-14 Tahun Ages 12 to 14 Ages 9 to 11 Ages 7 to 8 10 000 9 000 8 000 7 000 6 000 5 000 4 000 3 000 = 15% 2 000 1 000 0 Chile Australia Israel Belgium (Fr. Source: OECD. Countries are ranked in descending order of the total number of intended instruction hours. Minimum number of hours per year. See Annex 3 for notes (www. 3.oecd. 15 .1. Estimated because breakdown by age is not available. "Ages 12-14" covers ages 12-13 only.

. Budaya dan Desain: • Menunjukan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai ide untuk berkarya (KI-2. KD-2) …… Diri Sendiri: jujur. tertib dan bersih Bahasa Indonesia: • Menunjukan perilaku baik dan sopan dalam mendengarkan dan berbicara pada saat memperkenalkan identitas diri. guru dan teman (KI-2.. kulit. atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar dengan rapi (KI-2. peduli/kasih sayang. teman.. KD-1) • Menerapkan cara menulis (permulaan) dengan benar (cara duduk. disiplin. cara memegang pensil. beratnya. dan memilih tempat dengan cahaya yang terang) (KI-4. • • • Pendidikan Jasmani. KD-9) • …. KD-1) …. KD-2) • Mengenal pola irama lagu bervariasi dengan alat musik ritmis (KI-3. santun. bangun ruang). bercakap-cakap dengan keluarga. kuku. cara meletakkan buku.. tertib dan bersih • Matematika: Menunjukan perilaku rapi dengan menata benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar. gigi dan rambut dan pakaian (1) • ……. tanggung jawab. KD-2) • ….47 Contoh Jaringan Tema SD Kelas I PPKn: • Menunjukan perilaku baik (jujur. Diri Sendiri: jujur. Olahraga dan Kesehatan: • Mengetahui dan mampu memilih jajanan sehat (1) • Mengetahui cara menjaga kebersihan diri yang meliputi kebersihan badan. jarak mata dan buku. dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan keluarga. 15 . dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila (KI-2) Mengetahui tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah (KI-3. Seni.

oecd. Source: OECD. Matematika 13%. See Annex 15 3 for notes (www.) Rata-rata OECD adalah Bahasa 16%.2c. IPA 4. writing and literature. Dengan 38 jam pelajaran perminggu menjadi: Bahasa 6 jam.48 Instruction time per subject as a percentage of total compulsory instruction time for 12-14 year-olds (2010) Reading. writing and literature Modern foreign languages Mathematics Other compulsory core curriculum Science Compulsory flexible curriculum 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Denmark Hungary Canada Estonia Austria France Turkey Russian Federation Belgium (Fr. Matematika 13%=4 jam IPA 12%=4 jam Portugal Japan Israel Spain Italy1 Chile Korea . Table D1. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme).6 Countries arejam ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading. IPA 12%.)1 Slovenia Iceland Poland Norway Mexico Ireland Luxembourg2 Argentina3 OECD average4 Slovak Republic Indonesia Germany Greece Finland England Belgium (Fl. Matematika 5 jam. Bahasa 13%=4 jam.org/edu/eag2012).

See Annex 3 for 15 notes (www. writing and literature. Source: OECD.org/edu/eag2012).Instruction time per subject as a percentage of total compulsory instruction time for 7-8 year-olds (2010) Rata-rata OECD dengan 30 jam pelajaran perminggu adalah: Bahasa 9 jam. .2a. Table D1. IPA 2 jam Countries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading.oecd. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). Matematika 6 jam.

= 15% = 5 jam Matematika : 15% = 5 jam IPA : 12% = 4 jam Countries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading. England1 Germany Portugal Poland5 . IPA 3 jam Bahasa. writing and literature. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). writing and literature Modern foreign languages 100% Mathematics Other compulsory core curriculum Science Compulsory flexible curriculum 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% France Hungary Austria Estonia Turkey Denmark Slovenia Canada Russian Federation Belgium (Fl.)3 Luxembourg2 OECD average3 Indonesia5 Norway Mexico Japan Iceland Spain Ireland Greece Finland Argentina4 Korea Israel Chile Italy Slovak Republic Netherlands1 Rata-rata OECD dengan 36 jam pelajaran per minggu adalah: Bahasa 8 jam. Table D1. Matematika 5 jam. Source: OECD.oecd. See Annex 3 for 16 notes (www.2b.Instruction time per subject as a percentage of total compulsory instruction time for 9-11 year-olds (2010) Reading.org/edu/eag2012).

III Mata Pelajaran Terpisah di sehingga penyiapan buku lebih Kelas V-VI mudah Akan terjadi duplikasi karena bahasa Indonesia akan tetap menggunakan materi ilmu pengetahuan dalam pembelajaran 16 . Kelas 5 dan 6 seperti sekarang. mengajar Ilmu Pengetahuan muncul Ilmu pengetahuan memiliki di Kelas V-VI kompetensi dasar sendiri Tidak konsisten dalam perumusan Beban guru kelas lebih berat Tematik Terpadu Kelas I-IV.49 Langkah Penyesuaian Beban Guru dan Murid SD Positif Guru kelas lebih mudah mengajar Alternatif Tematik Terpadu Kelas I – VI. Ilmu Pengetahuan diintegrasikan ke mata pelajaran Negatif Penyusunan buku membutuhkan koordinasi yang ketat I Bahasa dapat berperan maksimal sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge II Guru kelas lebih mudah Tematik Terpadu Kelas I-VI.

5 16 .

Agama Kristen dan Budi Pekerti 11. Diriku 2. Pedoman Pelaksanaan Remedi 4. Pedoman Interaksi Guru. Pengalamanku 6. Siswa dan Orang Tua SISWA KELAS I GURU 16 . Sehat dan Asri 7. Agama Budha dan Budi Pekerti 14. Kegemaranku 3. Kegiatanku 4. Lingkungan Bersih. Agama Hindu dan Budi Pekerti 13. dan Tanaman di sekitarku 8. Agama Islam dan Budi Pekerti 10. Keluargaku TEMATIK 5. Materi Pengayaan 5. Pedoman Proses Pembelajaran 2. Binatang. Peristiwa Alam 9. Benda. Agama Katholik dan Budi Pekerti AGAMA 12.BUKU KELAS I Kelas Judul Buku 1. Pedoman Penilaian 3. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku guru dilengkapi dengan: 1.

Agama Islam dan Budi Pekerti 11. Agama Katholik dan Budi Pekerti AGAMA 13. Siswa dan Orang Tua SISWA KELAS IV GURU 16 . Agama Budha dan Budi Pekerti 15. Pedoman Proses Pembelajaran 2. Indahnya Kebersamaan 2. Selalu Berhemat Energi 3. Daerah Tempat Tinggalku 9. Pedoman Penilaian 3. Indahnya Negeriku 7. Peduli terhadap Makhluk Hidup 4. Agama Kristen dan Budi Pekerti 12. Menghargai Jasa Pahlawan 6. Agama Hindu dan Budi Pekerti 14. Pedoman Pelaksanaan Remedi 4. Pedoman Interaksi Guru. Cita-Citaku 8.BUKU KELAS IV Kelas Judul Buku 1. Makanan Sehat dan Bergizi 10. Materi Pengayaan 5. Berbagai Pekerjaan TEMATIK 5. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku guru dilengkapi dengan: 1.

PPKn 2. Bahasa Indonesia 3. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku guru dilengkapi dengan: 1. Bahasa Inggris 7. Agama Budha dan Budi Pekerti 15. Agama Katholik dan Budi Pekerti AGAMA 13. Materi Pengayaan 5. IPS 6. Agama Islam dan Budi Pekerti 11. Agama Kristen dan Budi Pekerti 12. Pedoman Pelaksanaan Remedi 4. IPA MAPEL 5. Pedoman Penilaian 3. Matematika 4.BUKU KELAS VII Kelas Judul Buku 1. Seni Budaya 9. Agama Hindu dan Budi Pekerti 14. Pedoman Proses Pembelajaran 2. Prakarya 10. Siswa dan Orang Tua SISWA KELAS VII GURU 165 . Penjasorkes 8. Pedoman Interaksi Guru.

Agama Islam dan Budi Pekerti 10. Sejarah Indonesia (Prioritas) MAPEL 5. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku guru dilengkapi dengan: 1. Agama Budha dan Budi Pekerti 14. Pedoman Interaksi Guru. Pedoman Proses Pembelajaran 2. Pedoman Pelaksanaan Remedi 4. Bahasa Inggris 6. Bahasa Indonesia (Prioritas) 3. Siswa dan Orang Tua 166 SISWA KELAS X GURU Catatan : Buku yang disediakan pemerintah adalah buku mapel wajib. Seni Budaya 8.BUKU MAPEL WAJIB KELAS X Kelas Judul Buku 1. Prakarya 9. Materi Pengayaan 5. Agama Katholik dan Budi Pekerti AGAMA 12. Pedoman Penilaian 3. Matematika dan Sejarah Indonesia . PPKn 2. Matematika (Prioritas) 4. Khusus tahun 2013 buku yang disediakan hanya Bahasa Indonesia. Agama Hindu dan Budi Pekerti 13. Agama Kristen dan Budi Pekerti 11. Penjasorkes 7.

d. Jasmani.50 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah STRUKTUR KURIKULUM SD Komponen Kelompok A Pendidikan Agama dan Budi Pekerti PPKN Bahasa Indonesia Matematika IPA IPS Kelompok B Seni Budaya & Prakarya (termasuk muatan lokal*) Pend. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya 16 . 4 4 30 4 4 32 4 4 34 5 4 36 5 4 36 5 4 36 I 4 5 II 4 6 III 4 6 IV 4 4 V 4 4 VI 4 4 8 5 8 6 10 6 7 6 7 6 7 6 3 3 3 3 3 3 Catatan: 1. IPA dan IPS kelas I s. Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah 2. OR & Kes (termasuk muatan lokal).

Jasmani.51 No Komponen VII 3 3 6 5 5 4 VIII 3 3 6 5 5 4 IX 3 3 6 5 5 4 Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan 3 Bahasa Indonesia 4 Matematika 5 Ilmu Pengetahuan Alam 6 Ilmu Pengetahuan Sosial 7 Bahasa Inggris 4 3 3 2 38 4 3 3 2 38 4 3 3 2 38 16 Kelompok B 8 Seni Budaya (termasuk mulok)* 9 Pend. OR & Kesehatan (termasuk mulok) 10 Prakarya (termasuk mulok) Jumlah * Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah .

Olah Raga.52 Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Mata Plajaran X Kelas XI XII Kelompok Wajib Kelompok A 1 2 3 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia 3 2 4 3 2 4 3 2 4 4 5 6 7 8 9 Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris Kelompok B Seni Budaya (termasuk muatan lokal) Prakarya dan Kewirausahaan (termasuk muatan lokal) 4 2 2 2 2 3 24 18 26 4 2 2 2 2 3 24 20 26 4 2 2 2 2 3 24 20 169 Pendidikan Jasmani. dan Kesehatan (termasuk muatan lokal) Jumlah jam pelajaran Kelompok Wajib Kelompok Peminatan Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA) Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMK) 26 169 .

53 Struktur Kurikulum Peminatan SMA MATA PELAJARAN X 24 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 60 42 Kelompok A dan B (Wajib) Peminatan Matematika dan IPA I 1 Matematika 2 Biologi 3 Fisika 4 Kimia Peminatan Sosial II 1 Geografi 2 Sejarah 3 Sosiologi & Antropologi 4 Ekonomi Peminatan Bahasa III 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 2 Bahasa dan Sastra Inggeris 3 Bahasa dan Sastra Asing lainnya 4 Antropologi Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman Pilihan Pendalaman Minat atau Lintas Minat Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu Kelas XI 24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 72 44 XII 24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 72 44 170 .

dan Kesehatan 2 2 2 2 3 24 24 2 2 2 2 3 24 24 48 2 2 2 2 3 24 24 48 171 Kelompok B (Wajib) Jumlah kelompok A dan B Kelompok C (Peminatan) Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi TOTAL 48 . 6. 9. 5. 8. 7.MATA PELAJARAN Kelompok A (Wajib) X 3 2 4 4 KELAS XI 3 2 4 4 XII 3 2 4 4 1. 4. Olah Raga. 3. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris Seni Budaya Prakarya dan Kewirausahaan Pendidikan Jasmani. 2.

3 kali pendampingan (tentatif) Melakukan bimbingan langsung kepada guru ketika guru melakukan kegiatan di kelas dan di sekolah (observasi. refleksi dan tindak lanjut) Berasal dari anggaran APBN Kemdikbud Mulai tahun pelajaran 2013. 172 6 7 Pembiayaan Waktu Pelaksanaan . supervisi. Kepala Sekolah (Inti) dan Guru inti Dilakukan melalui ToT lanjutan selama 1 minggu di provinsi Dalam kab/kota dan dalam provinsi Setiap hari 1 guru pendamping mencakup 2 sekolah (tentatif) Dalam 1 minggu.71 No 1 2 2 3 4 5 PENDAMPINGAN Aktifitas Tim yang akan melakukan pendampingan Penyiapan Tim Pendamping Wilayah Cakupan pendampingan Frekuensi Pendampingan Tugas pendamping Keterangan Pengawas (Inti) .

Dilaksanakan di sekolah atau di KKG MGMP. berbagi pengalaman sesama guru dan narasumber serta pelaporan 173 .d Desember Observasi/Supervisi 1. Kepala Sekolah melakukan supervisi sesuai dengan instrumen supervisi KS 3. Penetapan Tim Pendamping • Pengawas • Kepala Sekolah • Guru Inti 2. Kegiatan perbaikan tindakan dilakukan pada siklus berikutnya Disediakan dukungan layanan on-line untuk belajar mandiri.Minggu ke 2 bulan Juli Persiapan Kegiatan Pendampingan 1. Tim Pendamping memberikan umpan balik dan memberikan gagasan baru Tindak Lanjut Implementasi hasil refleksi: 1. Pengawas melakukan supervisi sesuai dengan instrumen PS Refleksi 1. Penyusunan Instrumen 3. Orientasi /Penyegaran Tim Pendamping 5. Merencanakan program perbaikan berdasarkan penyebab kekurangberhasilan 2. 2. Penyusunan Jadwal 4. Guru Inti dengan menggunakan instrumen PK Guru 2. Guru menceritakan kekuatan dan kelemahannya 3. konsultasi. Pertemuan antara Tim Pendamping dan Guru Agustus s.

.1 PENGAWAS SENIOR PENGAWAS INTI KEPALA SEKOLAH INTI GURU INTI PENGAWAS KEPALA SEKOLAH GURU KELAS/ GURU MAPEL 174 ..72 PERAN GURU PADA IMPLEMENTASI KURIKLUM 2013 :.

MEMPERTAHANKAN. Valuing. pengendalian diri. akhlak mulia. EGRA.. dsb) • Observing. bangsa dan negara serta dunia secara global. PP 19 • DAYA SAING. PIRLS. • TES  TES DAN NON TES (PORTFOLIO) • OUTPUT  PROSES DAN OUTPUT • PK Guru • PKB Guru • Isian monitoring dan keterlibatan orang tua • Instrumentasi • Analisis dan Penafsiran • Konsistensi penerapanya. kecerdasan. associating. & Characterization KARAKTERISTIK GENERASI EMAS 2045 • AMANAT UUD. experimenting. MANAGEMEN SEKOLAH : • PEMINATAN • Mekanisme dan Pola Supervisi • Portfolio Guru dan Siswa • Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler • Rapor (transfer kegiatan ekstra dan portfolio ke dalam rapaor) 175 . masyarakat. kepribadian. presenting • Receiving. questioning. DAN KAPASITAS ADAPTASI • KOMPETENSI ABAD 21 • BONUS DEMOGRAFI • FILOSOFI PENDIDIKAN • FILOSOFI KURIKULUM • TEORI PENGEMBANGAN KURIKULUM • PSIKOLOGI PERKEMBANGAN • DATA-DATA EMPIRIK MATERI PROSES • SCIENTIFIC APROACH • TEMATIK INETGRATIF • BAHASA SEBAGAI CARRIER OF KNOWLEDGE • DISCOVERY LEARNING • PROJECT BASED LEARNING • Instructional Effect dan Nurturant Effect PENILAIAN Generasi yang secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. UU SISDIKNAS. ATAU MENGURANGI • NALAR • HIGH ORDER THINKING • CRITICAL THINKING • CREATIVE Materi dan tes (benchmark dgn soal-soal TIMSS.2 KOMPETENSI • SIKAP & PERILAKU • KETERAMPILAN • PENGETAHUAN • MENGAKOMODASI MATERI TIMSS. PIRLS • MENAMBAH. DAYA SANDING. Organization.72 PERAN GURU PADA IMPLEMENTASI KURIKLUM 2013 :. PISA.. Responding. PISA. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.

3. 4. 5. 2.MATERI UTAMA DIKLAT : NO PENDEKATAN/MODEL BELAJAR MODUL PELATIHAN 1. Tematik Terpadu Pendekatan Scientific Discovery Learning Problem Based Learning Project Based Learning • Konsep Dasar • Succes Story/Fakta Empirik Penerapannya • Langkaah Operasional Penerapan • Evaluasi Yang Digunakan • Video Pembelajarannya 176 .

.

Mengapa jam mata pelajaran sains berkurang? 2.Bp Aldiarto SMA-4 Sejak KBK tahun 2004 program pelatihan guru semakin merosot (sudah tidak ada guru inti). Bagaimana Transparansi pada sertifikasi? 3. 1.Mengapa tunjangan sertifikasi guru di Kota Palangkaraya belum lancar? .

SD IT sahabat Alam • Buku tematik banyak yang tidak kontekstual untuk siswa SD Kota Palangkaraya • Bagaimana Tahapanperkembangan anak? .

Analaila WI LPMP • Bagaimana penilaian di raport untuk tematik integratif? • Apakah diberikan kebebasankepada peserta didik untuk peminatan? .