P. 1
Sosialisasi Kur-2013 Bengkulu

Sosialisasi Kur-2013 Bengkulu

|Views: 400|Likes:
Dipublikasikan oleh Rice Wira
Panduan, Materi
Panduan, Materi

More info:

Published by: Rice Wira on Apr 29, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2014

pdf

text

original

Peran Guru pada Implementasi

KURIKULUM 2013
A
B
KURIKULUM 2013 KONDISI GURU PERAN GURU PADA IMPLEMENTASI KURKULUM

C

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013
1

A

Kurikulum 2013

2

3

Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS

Domain Topics
Number
1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. Computing, estimating, or approximating with whole numbers Concepts of fractions and computing with fractions Concepts of decimals and computing with decimals Representing, comparing, ordering, and computing with integers Problem solving involving percents and proportions Numeric, algebraic, and geometric patterns or sequences Simplifying and evaluating algebraic expressions Simple linear equations and inequalities Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII Simultaneous (two variables equations) Representation of functions as ordered pairs, tables, graphs, words, or equations

Algebra

Geometry

Geometric properties of angles and geometric shapes Congruent figures and similar triangles Relationship between three-dimensional shapes and their two-dimensional represent. Using appropriate measurement formulas for perimeters, circumferences, areas, surface areas, and volumes 5. Points on the Cartesian plane 6. Translation, reflection, and rotation 1. Reading and displaying data using tables, pictographs, bar, pie, and line graphs 2. Interpreting data sets 3. Judging, predicting, and determining the chances of possible outcomes

Data & Chances

Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS 3

1. 6. oxidation) Physical states and changes in matter Energy forms. effects of density & pressure) Earth’s structure and physical features Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII Earth’s processes. Interdependence of populations of organisms in an ecosystem Reasons for increase in world’s human population and its effects on the environment Human health (infection. 3. effect of temperature on solubility) Properties and uses of common acids and bases Chemical change (transformation. and particulate structure of matter (inside atom) Solutions (solvent.Perbandingan Kurikulum IPA SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS Domain Topics Biology 1. 1. immunity) and the importance of diet & exercise Classification. heat. solute. prevention. concentration/dilution. their use. 4. sehingga belum semua diajarkan pada siswa SMP Kelas VIII yang mengikuti TIMSS 4 . 4. and history Earth’s resources. 1. transformations. cycles. 3. and conservation Earth in the solar system and the universe Chemistry Physics Earth Science Ada beberapa topik yang sebenarnya diajarkan di kelas IX. 2. 5. 7. 5. Major organs and organ systems in humans and other organisms Cells and their functions. 2. 3. conservation. composition. 2. basic description of motion. 4. including respiration and photosynthesis as cellular process Reproduction and heredity Role of variation & adaptation in survival/extinction of species in a changing environ. 3. 4. and temperature Basic properties/behaviors of light and sound Electric circuits and properties and uses of permanent magnets and electromagnets Forces and motion (forces. 2.

anti korupsi.6 Tingkat Kesulitan Pelajaran PPKN KTSP 2006 Kelas IV PPKN KTSP 2006 Kelas V • Menggambarkan struktur organisasi kabupaten. contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat • Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah • Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama • Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional • Mematuhi keputusan bersama • Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya • Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Warna merah: terlalu berat bagi siswa SD 5 . dan provinsi • Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat pusat. lalu lintas. MA.undangan tingkat pusat dan daerah. Wakil Presiden dan para Menteri • Memberikan contoh peraturan perundang. Presiden. seperti pajak. larangan merokok • Mendeskripsikan pengertian organisasi. kota. MK dan BPK • Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat. seperti MPR. seperti Presiden. DPR.

Tingkat Kesulitan Pelajaran IPA KELAS IV Semester 1  Mendeskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya  Menerapkan cara memelihara kesehatan kerangka tubuh  Mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indera dengan fungsinya hubungan struktur dengan fungsi terlalu tinggi  Menerapkan cara memelihara kesehatan panca indera  Menjelaskan hubungan antara struktur akar tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)  Menjelaskan hubungan antara struktur batang tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)  Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4)  Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya (hubungan struktur dengan fungsi: terlalu tinggi untuk kelas 4) 6 .

kupukupu. dan gas memiliki sifat tertentu  Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair->adat->cair. ayam.Tingkat Kesulitan Pelajaran IPA KELAS IV Semester 1  Mengidentifikasi jenis makanan hewan (KD ini terlalu sempit. perlu digabung dengan KD di bawahnya)  Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya (KD ini terlalu sempit perlu digabung dengan KD di atasnya)  Mendeskripsikan daur hidup beberapa hewan di lingkungan sekitar. cair. padat->gas  Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya 7 . misalnya kucing. kucing  Menunjukkan kepedulian terhadap hewan peliharaan. cair->gas->cair. misalnya kecoa. nyamuk. ikan  Mengidentifikasi beberapa jenis hubungan khas (simbiosis) dan hubungan “makan dan dimakan” antar makhluk hidup (rantai makanan) konsep simbiosis terlalu tinggi  Mendeskripsikan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya  Mengidentifikasi wujud benda padat.

5. DESKRIPSI Mengapa harus dikembangkan Kurikulum 2013 ? Apa sebenarnya yang berubah pada kurikulum 2013 ?? Sudahkah dilakukan kajian yang mendalam tentang implementasi KTSP 2006? Apakah tidak membatasi kreativitas guru? 4. Bukankah implementasi yang lemah ? Mengapa tidak dilakukan uji coba terlebih dahulu ? Bagaimana kesiapan implementasi 2013 ? Tidakkah terburuburu ? Bagaimana dengan guru dan persiapan buku? Bagaimana dengan konstruksi SKL. 2. 6. 3.NO: 1. 7. KI dan KD ? Apakah mungkin diwujudkan? Bagaimana mengukurnya ? 8 .

khwatir seperti kasus hambalang • Tarik-ulur anggaran antara Kemdikbud dengan DPR • Implementasi bakal terhambat karena anggaran belum disetujui 9 . tanpa evaluasi kurikulum yang sedang berjalan • Tidak melibatkan guru atau asosiasi profesi pendidik • Kurang sosialisasi • Menghapus mata pelajaran yang mendukung di persaingan global (Bahasa Inggris dan TIK) • Mengabaikan kemampuan guru didalam membuat RPP dan silabus • Tidak menjawab apa yang dibutuhkan peserta didik • Berkembangnya stigma negatif terhadap guru • Mestinya metodologi yang diperbaiki bukan kurikulum • Anggaran sangat besar .Beberapa Isu Publik Tentang Kurikulum • Terkesan mendadak.

Dikmen (KS dan BK) . Guru Agama Pelatihan Instruktur Nasional KS dan PS Pelatihan Guru Inti Pelatihan Guru Agama Inti Pelatihan KS dan PS Inti Pelatihan Guru Dikdas Pelatihan Guru Agama Dikdas 10 Pelatihan KS Dikdas 11 Pelatihan PS Dikdas/ Dikmen 12 Pelatihan Guru Dikmen 13 Pelatihan Manaj.Jadwal Pelatihan N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kegiatan Penyegaran Nara Sumber Pelatihan Instruktur Nasional Guru April Mei Juni Juli 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pelatihan Instruktur Nas. Inti Dikmen (KS dan BK) 10 14 Pelatihan Manaj.

4. valuasional dan praksiologi. KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM DIKEMBANGKAN BERDASARKAN ASPEK RELEVANSI (Pasal 38 UU Sisdiknas) 2. pengetahuan secara holistik. dan PENILAIAN 11 . proses. budaya. NO 1. pola. 3. Diurai atas kecukupan dan kesesuaian dengan kompetensi. prinsip. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN URAIAN Dikembangkan sesuai tuntutan kekinian Indonesia dan masa depan sesuai kebutuhan. • Pasal 3 : fungsi (mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa) Teori berbasis Kecakapan pekerjaan organisasi isi dan kompetensi sebagai pribadi yang dewasa  kepemilikan sikap. atau formal. sistem. dan pengendalian mutu. ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAAN • Perrenialism • Essentialism • Progressivism RPJMN 2010-2014 • Reconstructionism PENDIDIKAN EVALUASI KURIKULUM: • Penetapan Konteks dan Tujuan • Pemilihan Model • Pelaksanaan • Revisi Kurikulum SEKTOR • Perubahan metodologi pembelajaran • Penataan kurikulum INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 • Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa TEORI PENGEMBANGAN KURIKULUM : UU Sisdiknas • Pasal 4 : azas. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Dirancang berbasis kompetensi dengan pendekatan scientific Berbasis proses dan output dengan teknik tes dan non tes (portfolio). keterampilan. ISI PROSES PENILAIAN KURIKULUM 2013 (KBK): Penyempurnaan Standar : KOMPETENSI LULUSAN. ISI.2 DIMENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM FILOSOFI KURIKULUM 2013 : UU Sisdiknas Pasal 1 Butir 1 dan 2 : Hakikat Pendidikan : peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kompetensi yang berakar pada nilainilai agama. PROSES.

Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1947 Rencana Pelajaran → Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai 1968 Kurikulum Sekolah Dasar 1975 Kurikulum Sekolah Dasar 1994 Kurikulum 1994 2004 Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2013 ‘Kurikulum 2013’ 1945 1955 1965 1975 1985 1995 2005 2015 2006 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1984 Kurikulum 1984 1973 Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) 1964 Rencana Pendidikan Sekolah Dasar 1997 Revisi Kurikulum 1994 12 .

kepribadian.28 1.2 19.43 10. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.2 10.00 50.7 0.l produktif.6 9.3 23. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Psl 3 UU 20) Kelompok umur 0. pengendalian diri.5 22. cakap.1 0. damai dlm interaksi sosialnya.3 Laki-laki 15.3 30 20 10 0 15.00 40. bangsa dan negara serta dunia secara global.01 30. kecerdasan. 0. masyarakat.7 21. berilmu.1 Mempersiapkan Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka Struktur Penduduk Indonesia Tahun 2010 90+ 80-89 70-79 60-69 50-59 40-49 30-39 20-29 10-19 0-9 Periode Bonus Demografi 2010-2035 Pendidikan Menengah Universal Pendidikan Tinggi yang berkualitas dan berdaya saing Pendidikan Dasar berkualitas dan merata Pendidikan karakter Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah Generasi 100 thn Merdeka (Usia pada tahun 2045) Manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya.00 20.4 5.6 10 20 30 Sumber: Badan Pusat Statistik. mandiri.2 0.9 3.75 20.00 45-54 tahun 35-44 tahun Paudisasi Pendidikan Dasar berkualitas dan merata Pendidikan karakter Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah Generasi yang secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.58 5. 2011 Sasaran Kelompok Strategis Strategi Pembangunan Pendidikan Generasi yang cerdas komprehensif: a. kreatif.34 41.7 2. akhlak mulia.4 19.3 20.55 45.00 30.57 38. dan berperadaban unggul 13 . sehat.20 43.1 5.0 20.3 22. inovatif.00 Jumlah Penduduk (juta) 90+ 80-89 70-79 60-69 50-59 40-49 30-39 20-29 10-19 0-9 Perempuan 0. berakhlak mulia.93 10.

12 Bonus Demografi Sebagai Modal "Bonus Demografi" 100 tahun kemerdekaan SDM Usia Produktif Melimpah Kompeten Modal Pembangunan Beban Pembangunan Transformasi Melalui Pendidikan Tidak Kompeten -Kurikulum .PTK -Sarpras -Pendanaan -Pengelolaan 14 .

3

....Indonesia’s economy has enormous promise... .... Indonesia’s recent impressive economic performance is not widely understood ....

Perlu dipersiapkan social engineering

Perlu peningkatan akses, kualitas dan relevansi pendidikan

Sumber: Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential (McKinsey Global Institute, 2012)

15

4

Tren Permintaan terhadap Tenaga Terampil di Negara Maju
.... Permintaan terhadap tenaga terampil di negara maju terus meningkat ....
Demand for Skilled and Unskilled Workers, reflected in employment rates, 1980-2000

Sumber: Yidan Wang, 2012. Education in a Changing World: Flexibility, Skills, and Employability

16

5

Kerangka Kompetensi Abad 21
Pembelajaran dan Inovasi • Kreatif dan inovasi • Berfikir kritis menyelesaikan masalah • Komunikasi dan kolaborasi Informasi, Media and Teknologi • Melek informasi • Melek Media • Melek TIK

Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
Kehidupan dan Karir • Fleksibel dan adaptif • Berinisiatif dan mandiri • Keterampilan sosial dan budaya • Produktif dan akuntabel • Kepemimpinan&tanggung jawab

Kerangka ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak cukup hanya untuk meningkatkan pengetahuan [melalui core subjects] saja, harus dilengkapi: -Berkemampuan kreatif - kritis -Berkarakter kuat [bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...] Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,...

17

Disamping itu dierlukan dukungan lingkungan pendidikan yang memadai • Menciptakan latihan pembelajaran.Kerangka Kompetensi Abad 21 Sumber: 21st Century Skills. 2008 • Mendukung Keseimbangan penilaian: tes standar serta penilaian normatif dan sumatif • Menekankan pada pemanfaatan umpan balik berdasarkan kinerja peserta didik • Membolehkan pengembangan portofolio siswa Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak hanya tes saja. tetapi dilengkapi dengan penilaian lain termasuk portofolio siswa. dukungan SDM dan infrastruktur • Memungkinkan pendidik untuk berkolaborasi. Competitiveness. baik langsung 18 . Partnership for 21st Century. berbagi pengalaman dan integrasinya di kelas • Memungkinkan peserta didik untuk belajar yang relevan dengan konteks dunia • Mendukung perluasan keterlibatan komunitas dalam pembelajaran. Education.

) Gejolak masyarakat (social unrest) 19 . Kerpek. CAFTA • Masalah lingkungan hidup • Kemajuan teknologi informasi • Konvergensi ilmu dan teknologi • Ekonomi berbasis pengetahuan • Kebangkitan industri kreatif dan budaya • Pergeseran kekuatan ekonomi dunia • Pengaruh dan imbas teknosains • Mutu. APEC. investasi dan transformasi pada sektor pendidikan • Materi TIMSS dan PISA Kompetensi Masa Depan • Kemampuan berkomunikasi • Kemampuan berpikir jernih dan kritis • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan • Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal • Memiliki minat luas dalam kehidupan • Memiliki kesiapan untuk bekerja • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan Persepsi Masyarakat • Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif • Beban siswa terlalu berat • Kurang bermuatan karakter Fenomena Negatif yang Mengemuka       Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi • Neurologi • Psikologi • Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning Perkelahian pelajar Narkoba Korupsi Plagiarisme Kecurangan dalam Ujian (Contek.. ASEAN Community.13 Tekanan Untuk Pengembangan Kurikulum Tantangan Masa Depan • Globalisasi: WTO.

Bruner (1960).5 PT SMA/K SMP SD Sumber: Marzano (1985). 20 .

sehat. berilmu. cakap.Tujuan Pendidikan Nasional (Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003) Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mandiri. kreatif. berakhlak mulia. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Sikap Spiritual Esa berakhlak mulia. sehat. dan demokratis Sikap Sosial serta bertanggung jawab Pengetahuan berilmu Keterampilan cakap dan kreatif 21 . dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. mandiri.

Keterkaitan Kompetensi Lulusan antar Jenjang Pendidikan Proses Perumusan Kelas IIII Kelas IIII KI KI KL Kelas IV Kelas IV KI KI KL SMP/MTs KI KL KI Kelas V Kelas V SMA/K/M A Kelas VI Kelas VI KI KI KL PT/PTA Tujuan Pendidikan Nasional SD/MI Proses Pembentukan Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Himpunan Pelajaran Kompetensi Inti Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Dasar Himpunan Kompetensi Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata MataPelajaran Pelajaran KL : Kompetensi Lulusan 22 .

Keterkaitan antara Kompetensi Lulusan. Kompetensi Dasar dan Matapelajaran untuk SD Proses Perumusan KI KI KI Kelas IKI Kelas I Kelas I KI KI KI Kelas II KI Kelas II Kelas II KI KI KI Kelas IIII KI Kelas IIII Kelas IIII KI KI KI Kelas IV KI Kelas IV Kelas IV KI KI KI Kelas V KI Kelas V Kelas V KI KI KI Kelas VI KI Kelas VI Kelas VI Kelas VI Kelas V Kompetensi Kompetensi Lulusan Lulusan Kompetensi Lulusan Proses Pembentukan Kelas IV Kelas IIII Kelas II Kelas I Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Dasar Himpunan Kompetensi Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata Pelajaran Mata MataPelajaran Pelajaran KI : Kompetensi Inti 23 .

Manusia. berakhlak mulia (jujur. dan dunia . membuat. patriotik. motivasi internal Toleransi. budaya. menalar. mengarang Menggunakan. seni. disiplin. dan cinta perdamaian KETERAMPILAN: Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + Mencipta 1. kerjasama. teknologi. menggambar. peduli. KOMPETENSI INTI 1. kenegaraan. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. tanggung jawab. kebangsaan. Membaca. 4. Mengembangkan perilaku (jujur. ramah lingkungan. gotong royong. ramah lingkungan. negara. teknologi. memodifikasi. dan peradaban terkait fenomena dan kejadian. menulis. 24 Beriman.RINCI SKL SIKAP DAN PERILAKU: Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan 1. tanggungjawab. estetika. konseptual. menghitung. santun). 3. Ilmu pengetahuan. 3. 2. dan budaya 2. mengurai. dan musyawarah Pola hidup sehat. prosedural dalam ilmu pengetahuan. dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan. rasa ingin tahu. bangsa. cinta damai. mencipta PENGETAHUAN: Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi 1. serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. kerjasama. dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri. percaya diri. 2. seni. responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Mengolah. santun. disiplin. dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. gotong royong.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) . Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual. merangkai. tanah air. peduli.

TINGKATAN KEMAMPUAN Ranah Psikomotor (HARROW) NATURALIZATION ARTICULATION PRECISION MANIPULATION IMITATION Meniru Dengan Contoh Tanpa Contoh Visual Dapat Meniru Lancar Dan Tepat Akurat Dan Cepat Spontan dan otomatis TINGKATAN KEMAMPUAN RANAH AFEKTIF ( Sikap dan Nilai ) (KRATHWOHL) CHARACTERIZATION Menjadikan Pola Hidup ORGANIZATION VALUING RESPONDING Menghargai RECEIVING Menanggapi Menerima Mengatur Diri 25 .

DEFINITIONS OF ANDERSON'S REVISED TAXONOMY

Definition
Remembering: can the student recall or remember the information? Understanding: can the student explain ideas or concepts? Applying: can the student use the information in a new way? Analysing: can the student distinguish between the different parts? Evaluating: can the student justify a stand or decision? Creating: can the student create new product or point of view?

Verbs
Define, duplicate, list, memorize, recall, repeat, reproduce, state Classify, describe, discuss, explain, identify, locate, recognize, report, select, translate, paraphrase Choose, demonstrate, dramatize, employ, illustrate, interpret, operate, schedule, sketch, solve, use, write Appraise, compare, contrast, criticize, differentiate, discriminate, distinguish, examine, experiment, question, test Appraise, argue, defend, judge, select, support, value, evaluate Assemble, construct, create, design, develop, formulate, write
26

7

Peta Kompleksitas Kurikulum :
• Pendekatan yang digunakan : KBK versus Non KBK ,
Kompetensi tidak diturunkan dari Mapel tetapi sebaliknya • Keutuhan Kompetensi : SKL dan Kompetensi Inti , seluruh Mapel harus tunduk pada kompetensi bukan sebaliknya • Manajemen : tanggung jawab pemerintah pusat, daerah dan guru serta ketersediaan buku siswa dan guru, guru harus fokus pada kualitas proses dan substansi, bukan hal-hal yang administratif

DESAIN KURIKULUM

IMPLEMENTASI KURIKULUM

• Kualitas Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian : RPP dan seluruh pendukungnya. • Kesiapan Guru • Kesesuaian antara perenvanaan dan pelaksanaan pembelajaran • Pendekatan, metoda dan teknik • Motivasi, ketercapaian kompetensi siswa dan kreativitas siswa • Ketersediaan instrumen, borang dan pendukung lainnya • Kualitas Pelaksanaan Supervisi, Observasi, Refleksi dan Tindak Lanjut
27

SISTEM PENJAMINAN MUTU

8

Sekilas Tentang TIMSS dan PIRLS
• TIMSS [Trends in International Mathematics and Science Studies] dan PIRLS [Progress in International Reading and Literature Studies] diselenggarakan International Study Center, Lynch School of Education, Boston College, AS • TIMSS diselenggarakan pada bulan April dan Oktober 2011. Indonesia hanya ikut untuk yang siswa SMP Kelas VIII saja pada April 2011. Diikuti oleh 600.000 siswa dari 63 negara termasuk 14 acuan [benchmark], walaupun yang di rangking hanya 42 Negara. Sebelumnya diselenggarakan pada Tahun 2007 • PIRLS diselenggarakan pada saat yang sama. Indonesia mengikuti PIRLS untuk siswa SD Kelas IV saja. Sebelumnya diselenggarakan pada Tahun 2006
28

bahkan 6. interpretasi dari hasil ini hanya satu. yaitu: yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman  penyesuaian kurikulum 29 . 5. sementara negara lain banyak yang sampai level 4. Dengan keyakinan bahwa semua manusia diciptakan sama.Refleksi dari Hasil PISA 2009 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Level 6 Level 5 Level 4 Level 3 Level 2 Level 1 Below Level 1 Matematika IPA 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Level 6 Level 5 Level 4 Bahasa Level 3 Level 2 Level 1b Level 1a Hampir semua siswa Indonesia hanya menguasai pelajaran sampai level 3 saja.

kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 30 Chinese Taipei Korea. of Saudi Arabia Indonesia . Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama. Rep. sementara hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance.Results of Mathematics (8th Grade) 2007 Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Turkey Malaysia Thailand Low Intermediate High Advance Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Turkey Malaysia Low 2011 Intermediate High Advance Morocco Singapore Singapore Thailand Japan Japan Iran Iran Indonesia Morocco Saudi Arabia Korea. of Chinese Taipei Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah. Rep.

Rep. of Korea. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama. of Malaysia Malaysia Indonesia Thailand Thailand Saudi Arabia Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah. Rep. sementara hampir 40% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance.Results of Science(8th Grade) 2007 Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Turkey Chinese Taipei Low Intermediate High Advance Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Chinese Taipei Low 2011 Intermediate High Advance Morocco Turkey Iran Japan Singapore Singapore Japan Iran Korea. kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 31 Saudi Arabia Indonesia Morocco .

Results of Reading (4th Grade) 2006 Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Chinese Taipei Singapore Iran Indonesia Morocco Low Intermediate High Advance Very Low 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Chinese Taipei Singapore Iran Saudi Arabia Indonesia Morocco Low 2011 Intermediate High Advance Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah. sementara lebih dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 32 . Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama.

PISA Released Test (Math Literacy)

Pendidikan Sains dan Matematika ~ @iwanpranoto

33

1.

6 4 Keliling persegi panjang ini = ....

-Hanya ada satu jawaban -Hafalan rumus -Mekanistis -Tidak terlihat prosesnya -Kebenaran dilihat dari jawaban -Pemahaman hanya biner, bukan spektrum -Banyak cara menjawab -Algoritmis -Terlihat prosesnya - Kebenaran dilihat dari cara berfikirnya, bukan jawabannya -Dapat diukur spektrum pemahamannya

2.

6 4 Hitung keliling persegi panjang ini dengan jawaban terstruktur

1. Diketahui: -panjang = 6 -Lebar = 4 2. Ditanya: -Keliling 3. Rumus yang digunakan: - Keliling = (panjang + lebar) x 2

4. Penyelesaian: Keliling = (6 + 4 ) x 2 = 10 x 2 = 20 5. Jawab: 20
34

3.

20 a. Persegi panjang yang dapat dibentuk dari kawat ini adalah.... b. Bandingkan luas persegi panjang yang dibuat dan cari yang luasnya terbesar dan yang bentuknya beda tetapi luasnya sama -Banyak jawaban -Paham konsep persegi panjang -Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh -Banyak jawaban -Paham konsep luas -Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh -Mengamati perilaku  observation based learning -Mencoba -Menyimpulkan  discovery learning - Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang lengkap -Menalar / asosiasi -Menyimpulkan  discovery learning - Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang lengkap -Menalar / asosiasi -Menyimpulkan
35

c. Apa bisa dipakai membuat ini 6 4
d. Apa bisa dipakai membuat ini 4 6

Memahami banyak konsep: bahasa.Mampu merumuskan masalah .4.Mampu membayangkan.Melatih berfikir jernih/clarity .Penerapan pada permasalahan faktual . menggambarkan dan menyajikan 36 . Denahnya memperlihatkan bahwa kebun tersebut melintang dari utara ke selatan sepanjang 6 meter dan membujur dari timur ke barat sepanjang 4 meter. geografi. Paman memiliki kebun di belakang rumahnya. matematika . Cari panjang kawat yang harus disiapkan paman dengan jawaban terstruktur. Paman akan memasang tiga lapis kawat mengelilingi kebun tersebut untuk menjaga agar tanamannya tidak terinjak-injak. .Pembelajaran terintegrasi .

Model Soal TIMSS TIMSS dan PIRLS membagi soal-soalnya menjadi empat katagori: – Low mengukur kemampuan sampai level knowing – Intermediate mengukur kemampuan sampai level applying – High mengukur kemampuan sampai level reasoning – Advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information 37 .

Of 54 38 42 79 64 Walaupun hampir semua materi IPA ada pada kurikulum. mengajarkan apa yang mereka pahami.Percentage of Eight Grade Students Taught The TIMSS Science Topics All Science (20 Topics) 91 89 88 74 68 67 65 63 57 57 Biology (7 Topics) 82 93 86 69 92 73 63 61 56 35 Chemistry (4 Topics) 98 99 91 92 98 82 80 80 59 86 Physics (5 Topics) 98 97 85 67 59 79 83 72 55 76 Earth Science (4 Topics) 91 63 92 72 5 27 31 38 62 41 Iran Turkey Saudi Arabia Thailand Chinese Taipei Indonesia Singapore Malaysia Morocco Japan Korea. Rep. tetapi tidak semua memperoleh pelajaran tersebut. Hal ini sangat mungkin terkait dengan kemampuan profesi guru. Menunjukkan banyak materi kurikulum yang tidak diajarkan . dan melompati yang mereka merasa kurang paham Source: TIMSS 2011 International Science Report. 38 .

39 . Rep. sehingga wajar apabila persentase siswa yang telah diajar materi TIMSS adalah rendah Source: TIMSS 2011 International Mathematics Report.Percentage Of Eight Grade StudentsTaught The TIMSS Mathematics Topics All Mathematics (19 Topics) 94 92 92 91 88 84 80 Number (5 Topics) 100 100 99 99 99 98 100 Algebra (5 Topics) 92 91 85 92 94 73 74 Geometry (6 Topics) 89 92 93 93 75 93 81 Turkey Korea.Of Saudi Arabia Japan Singapore Malaysia Iran Data and Chance (3 Topics) 98 81 88 75 83 63 58 Chinese Taipei Thailand Indonesia Morocco 79 77 69 62 99 98 97 97 97 62 84 61 84 80 61 46 4 65 12 35 Mengingat tidak semua materi matematika TIMSS terdapat pada kurikulum.

. water. differences in their physical properties. 5. 2. formation) Earth’s solar system (planets. diet. Sun. existence. burning.. and shadows due to Earth’s rotation and its relationship to the Sun Physical Science Earth Science Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini.g. 4. 3. types. 6. including changes in state Classification of objects/materials based on physical properties Forming and separating mixtures Familiar changes in materials (e.g. 2. 1. behavior) Electrical circuits and properties of magnets Forces that cause objects to move (e. 4. and survival of organisms living in different environments Relationships in a given community (simple food chains. rusting. 4. location. electricity. push/pull forces) Water on Earth (location. night. signs of health/illness. 5. and movement) and air (composition. uses) Common features of Earth’s landscape and relationship to human use Weather conditions from day to day or over the seasons Fossils of animals and plants (age.Perbandingan Kurikulum IPA SD Kelas IV dan Materi TIMSS Domain Topics Life Science 1. behavior. sources. 3. exercise) States of matter. 6. 6. 7. 2. gravity. 8.. pollution and its prevention) Human health (transmission/prevention diseases. wind) Light (e. decaying. 5. 3. 1. cooking) Common energy sources/forms and their practical uses (Sun. moon) Day. sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS 40 . Major body structures and their functions in humans and other organisms Life cycles and reproduction in plants and animals Physical features.g. predator-prey relationships) Changes in environments (effects of human activity.

pictographs. including place value and ordering Adding. parallel and perpendicular lines Comparing and drawing angles Using informal coordinate systems to locate points in a plane Elementary properties of common geometric shapes Reflections and rotations Relationships between two-dimensional and three-dimensional shapes Finding and estimating areas. 3. 6. Displaying data using tables. 2. Drawing conclusions from data displays 3. subtracting. bar graphs. 5. and bar graphs Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini. Concepts of whole numbers. 4.Perbandingan Kurikulum Matematika SD Kelas IV dan Materi TIMSS Domain Topics Number 1. 8. perimeters. Lines: measuring. 5. and/or dividing with whole numbers Concepts of fractions Adding and subtracting with fractions Concepts of decimals. 6. including place value and ordering Adding and subtracting with decimals Number sentences Merah: Belum Diajarkan di Kelas IV Number patterns Geometry Shapes and Measurement Data Display 1. 4. 7. 3. pictographs. 2. and volumes 1. sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS 41 . Reading data from tables. 7. multiplying. estimating length of. or pie charts 2.

pengolahan data. dan akhirnya abstraksi permasalahan Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan rumus-rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa mnggunakan tetapi juga memahami asal-usulnya) Perimbangan antara matematika dengan angka dan tanpa angka [gambar. dsb] 2 3 4 5 Tidak membiasakan siswa untuk Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk berfikir kritis [hanya mekanistis] menyelesaikan permasalahan yang diajukan Metode penyelesaian masalah yang tidak terstruktur Membiasakan siswa berfikir algoritmis 6 Data dan statistik dikenalkan di kelas IX saja Matematika adalah eksak Memperluas materi mencakup peluang.Matematika No 1 Kurikulum Lama Langsung masuk ke materi abstrak Banyak rumus yang harus dihafal untuk menyelesaikan permasalahan (hanya bisa menggunakan) Permasalahan matematika selalu diasosiasikan dengan [direduksi menjadi] angka Kurikulum Baru Mulai dari pengamatan permasalahan konkret. dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan standar internasional Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan 7 . pola. grafik. kemudian ke semi konkret.

tidak dipisah dalam kelompok Fisika. Tujuannya adalah menekankan pentingnya interaksi biologi.Ilmu Pengetahuan Alam No 1 Kurikulum Lama Materi disajikan terpisah antara Fisika. semua kajian berdiri sejajar Kurikulum Baru Materi disajikan terpadu. dan Biologi Tidak ada platform. Biologi Menggunakan Biologi sebagai platform kajian dengan pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkait dengan benda beserta interaksi diantara benda-benda tersebut. Kimia. Kimia. kimia dan kombinasinya dalam membentuk ikatan yang stabil. fisika. Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai dengan standar internasional Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 2 3 Materi ilmu bumi dan antariksa masih belum memadai [sebagian dibahas di IPS] Materi kurang mendalam dan cenderung hafalan Diajarkan oleh guru berbeda (team teaching) dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian 4 5 .

dimana) Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya dan pengetahuannya dengan bahasa yang meyakinkan secara spontan 2 3 4 5 . dan efektif Siswa tidak dikenalkan tentang aturan-aturan teks yang sesuai dengan kebutuhan Kurang menekankan pada pentingnya ekspresi dan spontanitas dalam berbahasa Kurikulum Baru Materi yang dijarkan ditekankan pada kompetensi berbahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan gagasan dan pengetahuan Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa sendiri Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis.Bahasa Indonesia/Inggris No 1 Kurikulum Lama Materi yang diajarkan ditekankan pada tatabahasa/struktur bahasa Siswa tidak dibiasakan membaca dan memahami makna teks yang disajikan Siswa tidak dibiasakan menyusun teks yang sistematis. logis. dan efektif melalui latihan-latihan penyusunan teks Siswa dikenalkan dengan aturan-aturan teks yang sesuai sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks (sesuai dengan situasi dan kondisi: siapa. apa. logis.

dan ekonomi disajikan untuk mendukung terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh. Sejarah. Sejarah. Ekonomi. Ekonomi. sosiologi. Tujuannya adalah menekankan pentingnya konektivitas ruang dalam memperkokoh NKRI. Kajian sejarah. tidak dipisah dalam kelompok Geografi. Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 2 3 Diajarkan oleh guru berbeda (team teaching) dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian .Ilmu Pengetahuan Sosial No 1 Kurikulum Lama Materi disajikan terpisah menjadi Geografi. semua kajian berdiri sejajar Kurikulum Baru Materi disajikan terpadu. budaya. Sosiologi Tidak ada platform. Menggunakan Geografi sebagai platform kajian dengan pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat dengan lokasi. Sosiologi.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran No 1 Kurikulum Lama Materi disajikan berdasarkan empat pilar dengan pembahasan yang terpisahpisah Kurikulum Baru Materi disajikan tidak berdasarkan pada pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan tetapi berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam pembentukan karakter bangsa 2 Materi disajikan berdasarkan Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi pasokan yang ada pada warga negara yang bertanggung jawab (taat norma. tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata dan sikap keseharian. empat pilar kebangsaan dan aturan) Tidak ada penekanan pada tindakan nyata sebagai warga negara yang baik Pancasila dan Kewarganegaraan disajikan sebagai pengetahuan yang harus dihafal Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang baik Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya pengetahuan. 3 4 . asas.

belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah   Tumpang Tindih KD antar Mapel : Bahasa Indonesia SD-MI Membedakan berbagai bunyi bahasa Melaksanakan sesuatu sesuai dengan perintah atau petunjuk sederhana Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun Menyapa orang lain dengan menggunakan kalimat sapaan yang tepat dan bahasa yang santun Mendeskipsikan bendabenda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana Mendeklamasikan puisi anak dengan lafal dan intonasi yang sesuai Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat Membaca nyaring kalimat sederhana dengan lafal dan intonasi yang tepat Menjiplak berbagai bentuk gambar. agama. siang. hari. dan kerabat pengalaman diri kasih sayang antar anggota keluarga hidup rukun dalam kemajemukan keluarga peristiwa penting yang dialami sendiri di lingkungan keluarga letak rumah lingkungan rumah sehat dan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah                        Banyak yang mirip antar mapel       47 . per/pegas. malam). berat) Mengenal dan mengelompokkan bangun datar  IPA SD-MI bagian tubuh dan kegunaannya serta cara perawatannya  kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat (makanan. dan bentuk huruf   Matematika SD-MI Membilang dan mengurutkan banyak benda penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20 Menentukan waktu (pagi. dan bentuk huruf Menebalkan berbagai bentuk gambar.9 PPKN SD-MI  Menjelaskan perbedaan jenis kelamin. lingkaran. pakaian. dan suku bangsa Memberikan contoh dan menerapkan hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah Menjelaskan hak anak untuk bermain. lingkungan sehat)  Membiasakan hidup sehat  menjaga lingkungan agar tetap sehat  lingkungan sehat dan tidak sehat  merawat tanaman. udara. air. dan jam ( bulat) Menentukan lama suatu kejadian berlangsung Mengenal panjang suatu benda melalui kalimat sehari-hari (pendek. hewan peliharaan dan lingkungan sekitar  benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatan  benda yang dapat diubah bentuknya  kegunaan benda di lingkungan sekitar  Membedakan gerak benda yang mudah dan sulit bergerak melalui percobaan  Mengidentifikasi penyebab benda bergerak (batere. dorongan tangan. keluarga. lingkaran. panjang) dan membandingkannya Mengelompokkan berbagai bangun ruang sederhana Menentukan urutan bendabenda ruang yang sejenis menurut besarnya Membilang dan mengurutkan banyak benda Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka Menggunakan sifat operasi pertukaran dan pengelompokan Membandingkan berat benda (ringan. dan magnet)  Mengenal berbagai benda langit melalui pengamatan  Mengenal keadaan cuaca di sekitar kita  Membedakan pengaruh musim kemarau dengan musim hujan terhadap kegiatan manusia (Berapa banyak yang dapat ditampung oleh kemampuan anak normal SD Kelas I?)     IPS SD-MI identitas diri.

.

Diasumsikan anak sudah lancar membaca pada saat masuk Kelas I SD Buku IPS Kelas I Halaman 1 49 .

Buku IPS Kelas I Halaman 3 Masuk SD harus sudah lancar menuli s 50 .

Buku IPA Kelas I Halaman 1 51 .

Buku IPA Kelas I Halaman 2 Materi ini juga muncul di Bahasa Indonesia Pada saat masuk SD Kleas I siswa sudah dianggap lancar membaca 52 .

Buku IPA Kelas I Halaman 3 53 .

Halaman 5 Sama Dengan IPS 54 .Buku Bhs Indonesia Kelas I.

Pada saat masuk Kelas I SD sudah harus Lancar menul 55 .

puluhan kata . Halaman 7 Langsung dapat membaca teks terdiri dari 8 kalimat.Buku Bhs Indonesia Kelas I.

Buku PPKN Kelas I Halaman 2 Mirip dengan IPS dan Bhs Indonesia Buku PPKN Kelas I Halaman 1 57 .

.. ... . Mapel 1 SKL Mapel SK-KD Mapel Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Satuan Pendidikan SK-KD: Standar Kompetensi (Strand/Bidang) dan Kompetensi Dasar 58 ...10 Pendekatan Dalam Penyusunan SKL Pada KBK 2004 dan KTSP 2006 Mapel 1 Mapel 1 Mapel 1 SKL Mapel SK-KD Mapel SKL Mapel SK-KD Mapel SKL Mapel SK-KD Mapel ....

gov.11 http://www.uk/Publications/2004/11/20178/45862 59 .scotland.

Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap. dan pengetahuan. pembentuk keterampilan.12 Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum KTSP 2006 Kurikulum 2013 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap. dan pembentuk pengetahuan No KBK 2004 1 2 3 4 5 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain. keterampilan. Semua mata pelajaran diikat seperti sekumpulan mata pelajaran oleh kompetensi inti (tiap kelas) 60 terpisah .

2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan Pemerintah. pengetahuan.. pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. Strategi pembangunan pendidikan nasional dalam undangundang ini meliputi: ... 2. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap..13 Ketentuan Tentang Kurikulum UU No.. dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati... 20 Th.... (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.. 61 Pasal 38 (KTSP) Penjelasan Bagian Umum (KBK) Penjelasan Pasal 35 (Lingkup Kompetensi) .

. Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain [cross curriculum atau integrated curriculum] Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya Ket Semua Jenjang Semua Jenjang SD Semua Jenjang SD Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Bahasa Indonesia sejajar dengan mapel lain Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah [separated curriculum] SD 62 . menanya. menalar. mencoba. keterampilan.14 Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 KTSP 2006 Kurikulum 2013 Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap... pengetahuan] Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain [sikap dan keterampilan berbahasa} Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama [saintifik] melalui mengamati..

Ada mata pelajaran wajib. peminatan. Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi]. keterampilan. dan pendalaman minat SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan. antar minat. didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman SMA/SMK SMA/SMK SMA/SMK 63 . ada penjurusan sejak kelas XI SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi Penjurusan di SMK sangat detil [sampai keahlian] SMP/ Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan SMA/SMK carrier of knowledge Tidak ada penjurusan di SMA. dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain SMP Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Untuk SMA. dan sikap.15 Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 KTSP 2006 Kurikulum 2013 Tematik Integratif untuk Kelas I – VI Ket SD Tematik untuk kelas I – III [belum integratif] TIK adalah mata pelajaran sendiri TIK merupakan sarana pembelajaran.

16 Peran Pemerintah Peran Pemerintah Dilema Kurikulum Kurikulum Yang Dirumuskan Penyimpangan Peran Pemerintah Peran Guru/ Satdik Kurikulum Yang Dituliskan (Global) Penyimpangan Peran Guru/Satdik Kurikulum Yang Dituliskan (Rinci) Penyimpangan Peran Guru/Satdik Kurikulum Yang Dibukukan Penyimpangan Kurikulum Yang Diajarkan Penyimpangan Kurikulum Yang Diserap Catatan: Penyimpangan dapat bernilai positif atau negatif tergantung pelakunya 64 Kurikulum 2013 KTSP 2006 KBK 2004 .

KD MAPEL) STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) STANDAR PENILAIAN PEDOMAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan/Guru PEMBELAJARAN & PENILAIAN BUKU TEKS SISWA 65 . Yuridis.17 Kerangka Kerja Penyusunan dan Peran Guru pada KBK 2004 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL SK .

Yuridis. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL SK MAPEL  KD MAPEL) STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN PEDOMAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan/Guru PEMBELAJARAN & PENILAIAN BUKU TEKS SISWA 66 .18 Kerangka Kerja Penyusunan dan Peran Guru pada KTSP 2006 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis.

19 Realisasi Penyusunan KTSP 2006 dan Peran Satuan Pendidikan Kurikulum ? Buku Teks ? Kurikulum 1994 Buku Teks 1994 Kurikulum 2004 Buku Teks 2004 Kurikulum 2006 Buku Teks 2006 Pemilihan Buku oleh Satuan Pendidikan/Guru SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan/Guru PEMBELAJARAN & PENILAIAN 67 BUKU TEKS SISWA Kurikulum ? : Kurikulum yang dikembangkan sendiri oleh sekolah. termasuk adopsi kurikulum luar negeri .

Kerah Saku Lengan Kiri Lengan Kanan Muka Kiri Belakang Muka Kanan 68 .

Dada: 92 cm. Panjang 83 cm.Kemeja Lengan Panjang Warna Biru Ukuran M (Bahu: 38 cm. Lengan 58 cm) 38 cm saku 92 cm 86 cm 83 cm 58 cm kerah Lengan Kiri Muka Kiri Belakang Muka Kanan Lengan Kanan 69 . Pinggang 86 cm.

Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR PROSES KI KELAS & KD MAPEL (STANDAR ISI) STANDAR PENILAIAN SILABUS PANDUAN GURU Oleh Satuan Pendidikan /Guru BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN (KTSP) 70 .30 Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013 KESIAPAN PESERTA DIDIK TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KEBUTUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. Yuridis.

Yuridis. KD MAPEL) STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN STANDAR PROSES STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR PROSES KI KELAS & KD MAPEL (STANDAR ISI) STANDAR PENILAIAN SILABUS PANDUAN GURU BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN (KTSP) Oleh Satuan Pendidikan 71 . SK MAPEL. SK MAPEL. Yuridis. Yuridis. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL. KD MAPEL) STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN PEDOMAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan PEMBELAJARAN & PENILAIAN BUKU TEKS SISWA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan PEDOMAN SILABUS BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN & PENILAIAN Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013 KESIAPAN PESERTA DIDIK TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KEBUTUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. Konseptual) KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis.20 Kerangka Kerja Penyusunan KBK 2004 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis.

....21 Pembagian peran Pemerintah dan Satuan Pendidikan/Guru dalam Kurikulum dan Efektivitas Waktu Pembelajaran Efektivitas waktu pembelajaran KTSP 2006 Alokasi waktu persiapan silabus dan review buku Peran Guru/Satdik Efektivitas waktu pembelajaran Alokasi waktu guru untuk persiapan silabus dan review buku ajar KBK 2004 Kurikulum 2013 Peran Pemerintah . Kurikulum 2013 memberikan kesempatan yang lebih besar bagi guru/satuan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas waktu pembelajaran . 72 ...

B Kondisi Guru 73 .

009 177.120.924 265.912 623.1 1 JENJANG TK SD SMP SLB SMA SMK JUMLAH Jumlah Guru Per Jenjang STATUS SEKOLAH NEGERI SWASTA 9.49 79.942 103.889 3.330 58.578 90.550.25 Negeri swasta 74 .78 92.515 68.86 75.175 1.099 1.083 235.908 159.667 2.430.17 30.182 2.379 SULBAR IRJABAR KEPRI GORONTALO BABEL BANTEN MALUT BENGKULU PAPUA NTT NTB BALI MALUKU SULTRA SULSEL SULTENG SULUT KALTIM KALSEL KALTENG KALBAR LAMPUNG SUMSEL JAMBI RIAU SUMBAR SUMUT NAD JATIM YOGYA JATENG JABAR DKI 0% TK 20% SD 40% SMP SLB 60% SMA 80% SMK 100% SMK SMA SLB SMP SD TK 3.127 120.467 JUMLAH 275.276 513.744.831 10.074 7.61 56.149 409.

76 34.26 SMP SD TK 7.18 SMA 2.995 79.112 78.05 58.95 36.080 1.73 43.46 54.083 235.379 NTT MALUKU MALUT KALBAR PAPUA JAMBI BABEL SULTENG SULTRA SULUT IRJABAR NAD LAMPUNG GORONTALO SUMSEL KALSEL KALTENG SULBAR KEPRI RIAU SUMUT KALTIM SUMBAR NTB BENGKULU JATENG SULSEL BANTEN JABAR YOGYA JATIM BALI DKI 0% 68.987 729.71 65.72 38.856 7.182 2.69 52.03 26.83 39.41 44.550.710.908 159.349 145.831 10.16 49.24 50.40 31.60 43.048 222.09 46.276 513.434 434.89 50.227 13.55 20.99 47.51 51.39 25.2 Jumlah Guru Per Kualifikasi KUALIFIKASI <S1 >=S1 196.281 820.80 SLB 13.79 54.89 47.86 <S1 >=S1 <S1 ≥ S1 75 .860 13.92 26.59 39.03 43.299 JUMLAH 275.93 43.89 50.15 20% 40% 60% 80% 100% JENJANG TK SD SMP SLB SMA SMK JUMLAH SMK 4.744.63 51.63 31.48 29.25 42.63 31.099 1.64 21.034.833 1.397 2.

SORONG 194 1.675 KAB.009 KAB.3% 6.267 1.4% S1 211. RAJA AMPAT 50 2. SORONG 3. KAIMANA 25 4.614 12.831 23.273 KAB.7% Jumlah Peserta 76 76 .5% D3 3.697 1.364 9.238 18.9% Peserta Menurut Tempat Bertugas SMP 51.0% 1.320 KAB. FAK-FAK 72 2.394 35.858 76.0% D2 34.453 0. TELUK BINTUNI 25 3.454 1.753 606 8.459 40.2% SMK 15.8% S3 SMP S2 9 195 SMA 3. MANOKWARI 164 1.9% SD 164.918 6.384 5.325 KOTA SORONG 163 1. TELUK 7.125 6.288 1.788 1.446 0.352 37 SELATAN 3.560 8 WONDAMA 7.539 59.5% SMA 18.039 0.619 2.1% 19.906 1.6% 0.155 KAB.423 10.522 KAB.3 JAWA TIMUR JAWA BARAT JAWA TENGAH SUMATERA UTARA SULAWESI SELATAN BANTEN DKI JAKARTA NANGGROE ACEH DARUSSALAM SUMATERA SELATAN SUMATERA BARAT LAMPUNG RIAU BALI NUSA TENGGARA BARAT KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH JAMBI KALIMANTAN SELATAN DI YOGYAKARTA BENGKULU SULAWESI TENGAH SULAWESI UTARA NUSA TENGGARA TIMUR SULAWESI TENGGARA PAPUA KEPULAUAN RIAU MALUKU BANGKA BELITUNG MALUKU UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT PAPUA BARAT 0 Distribusi Peserta UKA 2012 42.226 757 10000 20000 30000 40000 50000 Peserta Menurut Provinsi Peserta Menurut Kualifkasi Pendidikan D1 2.6% SLB 2.806 KAB.331 KAB.728 DISTRIBUSI PESERTA PROVINSI 8.437 3.105 5.635 KAB.802 10.661 PAPUA BARAT 8. MAYBRAT 22 5.6% TK PENGAWAS 23.198 KAB. TAMBRAUW 9 6.832 2.019 8.

25 50.8 38.6 38.1 49.5%) Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Standar Deviasi 97.000 40.2 36.0 0 TK Rata-rata Nasional = 42.7 35.71 8.0 2.5 35.2 38.0 Hasil Uji Kompetensi Awal 2012 Distribusi Nilai Nasional < 30.5%) Distribusi Nilai Per Provinsi ≥ 30.0 SMP 1.2 44.8 34.2 48.0 Melanjutkan ke Pendidikan dan Latihan 248.1 36.0 49.0 Mengikuti pembinaan 32.5 80.82 9.000 30.9 36.4 39.1 39.000 20.7 41.5 40 Standar Deviasi 11.6 37.9 47.1 41.0 1.733 peserta (88.3 50.25 12.000 10.72 50 75 100 Hasil Uji Kompetensi Berdasarkan Tempat Bertugas 100 90.86 12.0 SMA SMK SLB 51.0 97.36 12.000 0 0 25 Passing grade = 30.0 38.0 SD 3.0 58.3 38.27 11.0 4.4 37.286 peserta (11.2 37.6 1.07 16.0 43.5 39.0 90.1 40.1 32.2 39.0 95.0 42.4 34.6 38.1 45.1 35.9 39.8 42.25 87.5 38.83 20 30 77 50 77 .9 13.0 72.9 46.0 PENGAWAS DI YOGYAKARTA DKI JAKARTA BALI JAWA TIMUR JAWA TENGAH JAWA BARAT KEPULAUAN RIAU SUMATERA BARAT PAPUA BANTEN KALIMANTAN TIMUR NUSA TENGGARA BARAT SULAWESI SELATAN KALIMANTAN SELATAN RIAU PAPUA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR BENGKULU GORONTALO SULAWESI TENGGARA SULAWESI UTARA SUMATERA SELATAN BANGKA BELITUNG SULAWESI TENGAH SUMATERA UTARA LAMPUNG SULAWESI BARAT ACEH JAMBI KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN BARAT MALUKU UTARA MALUKU 0 10 Rata-rata Nasional = 42.4 50.0 80 60 40 20 11.

Sukabumi 50 154 Kab/Kota 45 40 337 Kab/Kota 35 30 Kab.72 20 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 78 78 . Mentawai Standar Deviasi : 12. Barito Utara 25 Kab. Dogiyai Kab.25 Kota Blitar Kab. Gresik 55 Rerata Nasional 42.5 60 Hasil UKA 2012 Berdasarkan Kab/Kota Kab.

05 40.25 47.86 41.24 43.50 44.69 43.Hasil UKG: Gabungan Kompetensi Pedagogi & Profesional 35000 30000 25000 20000 Rata-rata = 45.93 47.60 50.00 93.00 38.82 51.14 41.82 53.68 45.00 Rata-rata Nasional = 45.28 42.96 44.25 81.25 86.82 UKG Maks Min Rata Stdev N 96.82 11.67 878.41 48.23 45.18 41.37 44.65 43.72 43.75 47.525 15000 10000 5000 0 100 0 5 100 95 90 85 80 75 70 65 60 55 50 45 40 35 30 96.30 42.70 TK SD SMP SMA SMK YOGYA JATENG BABEL DKI JATIM SUMBAR JABAR KEPRI BALI BANTEN KALSEL PAPUA RIAU KALBAR NTB KALTIM BENGKULU PAPUA BARAT SUMSEL LAMPUNG JAMBI SUMUT SULTRA GORONTALO SULBAR SULUT SULTENG SULSEL KALTENG NTT MALUKU ACEH MALUT Rata-rata Nasional : 45.89 47.53 41.27 42.88 38.00 94.81 45.06 41.05 49.21 46.25 45.84 42.02 70 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 75 80 85 90 95 79 .10 42.79 41.59 41.52 42.86 43.45 41.

Hasil UKG Jenjang Distribusi Nilai UKG per per Jenjang dan Kompetensi Perbandingan Kompetensi Pedagogi & Profesional 52.93 44.43 SMP Pedagogik 44.84 41.64 43.31 44.753 5.06 48.93 51.89 47.05 45.27 49.19 42.760 215.06 60 50 40 30 20 10 0 46.64 50.70 50.369 878.10 SD 41.27 43.35 47.95 48.89 45.82 80 .664 436.05 52.95 42.118 62.861 131.31 44.53 SLB Profesional JENJANG Jml Peserta TK SD SMP SMA SMK SLB NASIONAL 26.91 47.525 Pedagogik 44.89 46.95SMA SMK 45.91 42.14 43.05 48.44 Rata-rata Profesional Peda + Prof 46.19 45.35 41.75 44.14 TK 44.40 45.23 48.

00 45.50 44.72 41.51 N 878.24 Rata-rata Nasional = 44.37 42.70 37.15 40.28 40.58 40.47 75 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 80 85 90 95 MALUT 81 .33 43.44 42.52 46.87 42.41 Hasil UKG: Kompetensi Pedagogi UKG: Pedagogi Maks 100.88 46.88 40.76 40.36 44.49 40.525 JATENG BABEL JATIM DKI SUMBAR JABAR KEPRI BALI BANTEN KALSEL NTB PAPUA RIAU KALBAR KALTIM BENGKULU GORONTALO SUMSEL LAMPUNG 70000 60000 50000 JAMBI PAPUA BARAT SULUT SULBAR SULSEL SULTRA SULTENG SUMUT 42.91 43.42 42.44 Stdev 13.YOGYA 51.77 45.27 37.98 42.25 40.16 Rata-rata = 44.64 48.55 46.59 40.95 39.00 Min 0 Rata 44.15 41.44 80000 40000 30000 20000 10000 0 100 0 5 KALTENG NTT MALUKU ACEH 39.52 40.60 40.

525 JATIM SUMBAR JABAR KEPRI BALI BANTEN PAPUA KALSEL RIAU KALBAR KALTIM NTB Rata-rata = 46.00 43.02 41.75 43.41 51.00 Min 0 Rata 46.29 44.45 47.47 44.83 48.35 46.73 48.76 44.80 47.45 42.25 45.82 44.19 48.81 42.24 Rata-rata Nasional = 46.29 UKG: Profesional Maks 100.79 42.74 N 878.68 42.35 42.98 45.40 14000 BENGKULU PAPUA BARAT LAMPUNG SUMUT SUMSEL JAMBI 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 0 2 4 6 810 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56 58 60 62 64 66 68 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 90 92 94 96 98 100 SULTRA SULBAR SULTENG SULUT GORONTALO KALTENG NTT SULSEL MALUKU ACEH MALUT 82 .46 40.39 44.40 Stdev 12.87 42.49 41.35 39.96 41.40 44.Hasil UKG: Kompetensi ProfesionalBABEL JATENG DKI YOGYA 54.40 38.57 41.76 41.93 41.

. and M. Fasli Jalal (Senior Policy Advisor. Mourshed. World Bank) Why? How? .7 100th percentile Student performance on Standardized Exam After 3 years with high quality teachers 90th percentile 53 percentile point difference 50th percentile After 3 years of low quality teachers 37th percentile 0th percentile Age 8 Age 11 Then 83 83 what? Source: Tennessee Value-Added Assessment System (TVAAS) Study Results From Barber. (2007) based on results from Sanders and Rivers (1999). M.

148 Hong Kong Netherlands 3.8 KESEMPATAN UNTUK BICARA Rata-rata kata Guru dan Siswa (selama 50 menit pembelajaran) 7.633 Switzerland Czech Republic 1.000 2.000 0 2.000 4.000 5.000 1.018 197 640 Australia United States Ind OCs Ind OCs Jumlah kata-kata guru pada kata-kata seorang siswa Rata-rata jumlah kata guru Rata-rata jumlah Kata siswa 84 Guru melibatkan siswa Presentasi siswa 84 84 .902 Rasio Guru pada Kata-kata Siswa Indonesia 25 16 13 10 9 9 8 0 5 10 15 20 25 30 Number of words Jumlah kata-kata 5.000 6.000 5.

Terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pelaksanaan Sertifikasi Guru untuk Kuota Tahun 2006 dan 2007 1. serta Tunjangan Kehormatan Profesor 2. Terbitnya PerMenneg PAN dan RB nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnya Terbitnya Peraturan Bersama Mendiknas. Men PAN&RB.Pencanangan Guru sebagai Profesi 4 Desember 2004 1. 1. Mendagri. Terbitnya Permendiknas nomor 35 tahun 2010 tentang Petunjuk teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnya 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012?? 1. Pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik bagi guru-guru yang sudah disertifikasi. Terbitnya Permendiknas nomor 27 tahun 2010 tentang program induksi bagi guru pemula 2. dan Menag tentang Penataan dan Pemerataan guru PNS 85 . Menkeu. Tunjangan Khusus Guru dan Dosen.Terbitnya UndangUndang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 2. Terbitnya PP no 41 th 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen. Terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang Guru 2.

8. SIKAP. MINAT. 7.1 KUOTA NASIONAL. 3. dan PHISIK STANDARISASI INPUT DAN KUOTA NASIONAL BELUM ADA ?? 2 REKONSTRUKSI PENDIDIKAN AKADEMIK. DISTRIBUSI KUANTITAS DAN KUALITAS 1. 5. REKRUITMEN. 4 KUALIFIKASI KOMPETENSI KINERJA KENAIKAN PANGKAT KARIR PKBG HARLINDUNG TUNJANGAN STANDARISASI LULUSAN LPTK MASIH TERKENDALA ? GURU KURANG TETAPI LEBIH ?? KINERJA GURU PROFESONAL BELUM OPTIMAL DOMAIN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DOMAIN PEMKAB/PEMKO (Diperlukan Standar Minimal Yang Berlaku Untuk Semua Kab /Kota) 86 . 4. 6. PROFESI GURU dan PENATAAN LPTK 3 PERENCANAAN KEBUTUHAN. BAKAT. STANDAR DAN POLA REKRUTMEN MAHASISWA CALON GURU (DEMAND DRIVEN) INTELEKTUAL. 2.

Rekognisi Pihak Eksternal terhadap kualitas Siswa 1. kehadiran. 4. SM : Standar Minimal PKB : Pembinaan Keprofesian Berkelanjutan PK : Penilaian Kinerja Efisiensi dan Efektivitas pembelajaran (Kapasitas transformasi ilmu ke siswa) 3. INDIKATOR 2. UN dan Hasil Tes Standar Lainnya) Karya Prestatif Siswa dalam berbagai kompetisi Lokal. Keteladanan Guru (berbicara. ethos kerja) DAMPAK No INDIKATOR Hasil Belajar Siswa (Nilai Rapor. 4. Motivasi Belajar Siswa 87 . GURU PROFESIONAL KENAIKAN PANGKAT/ JABATAN PROMOSI TUNJANGAN PROFESI INDIKATOR UTAMA No. bersikap dan berperilaku) 3. KEMANFAATAN dan KEADILAN) INTERNALLY & EKSTERNALLY DRIVEN DIKLAT LANJUTAN DIKLAT PENGEMBANGAN N ˂ SM PK N ≥ SM 1. nilai. Disiplin Guru (waktu. Nasional dan Internasional Kesinambungan Prestasi Siswa di PT atau bekerja melalui Penelusuran Alumni. 3. 2. Pembinaan N ˂ SM UJI KOMPETENSI PKB DIKLAT DASAR N ≥ SM karier dan kepangkatan  Memastikan guru melaksanakan tugas profesional  Menjamin bahwa guru memberi layanan pendidikan yang berkualitas (KEPASTIAN. 1. 2.

C 1 2 3 Penyiapan Guru Pergeseran Peran Guru Penguatan Peran Guru dibanding sebelumnya. 4 5 Penguatan Proses dan Penilaian Pendampingan Saat Implementasi 88 .

1 89 .

Buku Membina PIU Pusat Melapor Sekolah LPTK Pembina Melapor PIU Provinsi di LPMP Memantau Dinas Pendampingan Sekolah+Guru 90 Melapor Sekolah Inti Guru Inti .55 Kerangka Kerja Implementasi Kurikulum Ditjen BPSDMPK Balitbang Melapor Kurikulum & Guru & Manaj.

Olahraga dan Kesehatan Terakreditasi Proporsional antara negeri dan swasta 91 .609 SD) Memiliki guru tetap yang lengkap (Kelas I – VI) Memiliki guru Agama Memiliki guru Pendidikan Jasmani.2 Jenis Sekolah Kriteria Pemilihan Sekolah Kriteria Merata di kab/kota dengan SD Sasaran (44.

2 N o 1 Kriteria Pemilihan Sekolah (lanjutan) Jenis Sekolah Sekolah Inti Kriteria Telah ditetapkan sebagai Sekolah Inti oleh Disdik setempat 2 Sekolah Pembina Terakreditasi A Memiliki guru inti Sudah menerapkan discovery learning melalui pengamatan. penyajian Untuk SD juga sudah menerapkan kurikulum berbasis tematik 92 . pertanyaan. pengolahan.

JICA. Kelas X SMA 5. National Core team Bermutu 1 Data base sekolah (termasuk rombel) 3 Sasaran Sekolah 1. Pelatih Nasional Binaan USAID. Kelas IV SD 3.59 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PENGADAAN BUKU RENCANA AKSI PERBAIKAN IMPLEMENTASI 10 PENYIAPAN GURU. Guru Berprestasi Nasional 3. SMK IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 9 PELAKSANAAN pelatihan 8 Penyiapan Materi Pelatihan 7 4 Sasaran Guru 1. Instruktur Nasional 2. Kelas VII SMP 4. Asesor PLPG 2. Guru Inti 3. 100% SMP. SMA. Skor UKG 5. 30% SD 2. Guru Sasaran 93 . Kelas X SMK Pendampingan dan Sistem Pengendalian 6 1. KS. AUSAID 6. dan PS 2 Data base PTK 5 Kriteria dan Penetapan 1. Kelas I SD 2. Guru Bersertifikat 4.

PS Mengikuti Pelatihan Supervisi 94 .61 Skema Kerja Pelatihan T 1 Memenuhi Y Syarat? Calon Instruktur Nasional Melatih T Lulus Pelatihan? Y Instruktur Nasional Data Pokok Pendidikan Sistem Pelatihan Guru (Peserta. Mapel. Nilai) (Guru. KS.PS Inti Guru. Siswa) Masukan Dinas Masukan 2 Memenuhi Y Syarat? T Distribusi Ke Provinsi/LPMP Lulus Pelatihan? T Y Calon Guru. Pelatih. Lokasi.KS. Sekolah.PS Inti Memberi Kesesuaian Lokasi 3 Guru.KS.

SMA/K 4. Pengelompokkan berdasarkan kesamaan mapel yang diampu 95 . Pola yang sama berlaku untuk guru Pendidikan Agama SD 3. Guru mata pelajaran di SD bergabung dengan guru kelas. Pola yang sama berlaku untuk SMP. kecuali agama 2.Model Pelatihan Guru Nara Sumber Instruktur Nasional SD Guru Inti SD Jakarta IN Guru SD LPMP Guru SD SD Inti Guru Inti SD IN Guru SD IN Guru SD Guru SD Guru Inti SD Guru SD Pelatihan Instruktur Nasional Guru SD Guru Inti SD Pelatihan Guru Inti SD Pelatihan Guru SD Lokasi berdekatan (dalam satu klaster) Catatan: 1.

SMA/K 2.Model Pelatihan Kepala Sekolah dan Pengawas Nara Sumber Instruktur Nasional KS KS Inti SD Jakarta IN KS SD KS Inti SD LPMP KS SD KS SD KS Inti SD SD Inti IN KS SD IN KS SD KS Inti SD KS SD Pelatihan Instruktur Nasional (IN) KS SD Pelatihan KS Inti SD Pelatihan KS SD Lokasi berdekatan (dalam satu klaster) Catatan: 1. Pola yang sama berlaku untuk Pengawas Sekolah (PS) 96 . Pola yang sama berlaku untuk SMP.

350 648 2.361 1.146 INSTRUKTUR NASIONAL 666 1.988 1.699 1.589 676.072 124.887 342.414 JUMLAH KS/PS 44.NO 1 2 3 JENJANG SD SMP SMA/K JUMLAH JUMLAH GURU 240.609 36.664 INSTRUKTUR NASIONAL KS/PS NO 1 2 3 4 JENJANG SD SMP SMA/K Pengawas JUMLAH KEBUTUHAN KS/PS INTI 3.598 19.880 3.434 21.239 198 135 196 132 661 97 .410 22.525 GURU INTI 10.938 92.668 34.491 8.

SMA) + 422 (SD. PS. GURU SMP.804 5 601 6 GURU SD BERSERTIFIKAT. WIDYAISWARA) ASESOR SERTIFIKASI GURU JUMLAH (KETERANGAN) DOSEN: 23 ORANG DOSEN: 38 + 67 (GURU. WIDYAISWARA) DOSEN: 4. PAKEM JICA: PELATIH NASIONAL LESSON STUDY: DOSEN + (KS. SMA) + 1.NO 1 2 KUALIFIKASI USAID : PELATIH NASIONAL TEMATIK. MATEMATIKA (UKG 70-86).146 ORANG 92 ORG (92 SMA & 10 SMK. KS. NILAI UKG 70-95 GURU SMA&SMK BERSERTIFIKAT. NILAI UKG 70-78 29 7 8 GURU SMP BERSERTIFIKAT. SMA/SMK) GURU SMP/MTS : 99 (SUMUT) + 118 (JABAR) + 127 (JATIM) + 129 (JATENG) + 128 (SULSEL) 29 ORANG 1.146 160 10.182 (SD. BERPRESTASI (2002-2010).415 4 GURU FINALIS OLIMPIADE SAINS. BHS IND) 3. DINAS. SMP. SMP.415 JUMLAH 23 105 3 4.283 . BHS INDONESIA (UKG 70-80) 3. FINALIS LOMBA KREATIFITAS GURU (2006-2012) USAID: FASILITATOR 200 (GURU SMP. DINAS PENDIDIKAN. MAT) + 68 ORG (60 SMA & 8 SMK.

NO 1 2 KUALIFIKASI AUSAID: MASTER TRAINER KEPALA SEKOLAH (DOSEN.224 . PS) KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH BERPRESTASI FINALIS TINGKAT NASIONAL (2006-2008) DESKRIPSI 597 ORANG 65 + 65 + 128 + 107 + 132 + 130 JUMLAH 597 627 1. WIDYAISWARA. KS.

BABEL GORONTALO KEPULAUAN RIAU PAPUA BARAT SULAWESI BARAT TOTAL 3520 19730 19450 1863 19723 3393 9487 4097 3577 2417 4860 4633 4197 2520 2880 2250 2210 3027 6307 2207 1543 2420 3157 4840 2303 1337 1290 4613 740 920 850 1000 1337 148698 1056 5919 5835 559 5917 1018 2846 1229 1073 725 1458 1390 1259 756 864 675 663 908 1892 662 463 726 947 1452 691 401 387 1384 222 276 255 300 401 44609 Kelas 1 1442 6284 5889 562 6315 1103 3280 1229 1199 831 1506 1466 1540 781 977 754 695 935 2288 838 463 819 1040 1847 691 546 387 1606 258 331 409 300 430 49.988 Penjas 24 104 140 20 152 92 132 76 48 44 60 56 56 56 52 56 60 44 96 48 44 36 40 84 116 40 36 32 28 24 28 44 20 1. dan 4 orang per kabupaten untuk selain guru kelas) Jumlah Instruktur Nasional (3 org/kls/mapel) Kls 1+4 44 618 573 78 662 279 418 173 145 130 217 204 175 129 151 135 164 147 304 196 81 57 116 288 393 117 93 154 42 66 59 145 69 6.101 Jumlah Rombel Jumlah Rombel Jumlah Guru Inti (1 orang per Kecamatan untuk guru kelas.622 Agama 24 104 140 20 152 92 132 76 48 44 60 56 56 56 52 56 60 44 96 48 44 36 40 84 116 40 36 32 28 24 28 44 20 1.Instruktur Nasional dan Guru Inti SD per Provinsi JML NO PROPINISI Jumlah SD 30% SD 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NAD SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NTB NTT PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANTEN KEP.598 Kls 1+4 Agama Penjas Jumlah 3 36 33 6 39 18 24 9 9 9 12 12 12 9 9 9 9 9 18 12 6 3 6 18 24 6 6 9 3 3 3 9 3 396 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 135 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 135 9 48 51 12 57 30 42 21 15 15 18 18 18 15 15 15 15 15 30 18 12 9 12 30 36 12 12 15 9 9 9 15 9 666 .041 Kelas IV 1534 6255 5888 561 6225 1094 3128 1206 1159 795 1472 1448 1485 764 950 722 688 899 2300 854 463 809 1045 1594 691 522 387 1539 247 320 321 300 436 48.988 Jumlah 92 826 853 118 966 463 682 325 241 218 337 316 287 241 255 247 284 235 496 292 169 129 196 456 625 197 165 218 98 114 115 233 109 10.

988 1.Instruktur Nasional dan Guru Inti SMP per Provinsi NO PROPINISI Kab 6 26 35 5 38 23 33 19 12 11 15 14 14 14 13 14 15 11 24 12 11 9 10 21 29 10 9 8 7 6 7 11 5 Kec 44 618 573 78 662 279 418 173 145 130 217 204 175 129 151 135 164 147 304 196 81 57 116 288 393 117 93 154 42 66 59 145 69 Jumlah Jumlah Jumlah Guru Inti (4 org/kab) Sekolah Rombel SMP Kelas VII Agama PPKn B-Ind Mat IPA IPS B-Ingg Sen-Bud Or-kes 1157 4310 24 24 24 24 24 24 24 24 24 4467 14093 104 104 104 104 104 104 104 104 104 3323 10493 140 140 140 140 140 140 140 140 140 433 1386 20 20 20 20 20 20 20 20 20 4306 10406 152 152 152 152 152 152 152 152 152 986 1886 92 92 92 92 92 92 92 92 92 2425 4890 132 132 132 132 132 132 132 132 132 751 2037 76 76 76 76 76 76 76 76 76 1039 2046 48 48 48 48 48 48 48 48 48 632 1092 44 44 44 44 44 44 44 44 44 1267 2994 60 60 60 60 60 60 60 60 60 1282 2706 56 56 56 56 56 56 56 56 56 1129 1948 56 56 56 56 56 56 56 56 56 735 865 56 56 56 56 56 56 56 56 56 600 1002 52 52 52 52 52 52 52 52 52 703 1210 56 56 56 56 56 56 56 56 56 696 1065 60 60 60 60 60 60 60 60 60 842 958 44 44 44 44 44 44 44 44 44 1592 3362 96 96 96 96 96 96 96 96 96 663 1183 48 48 48 48 48 48 48 48 48 572 731 44 44 44 44 44 44 44 44 44 403 1593 36 36 36 36 36 36 36 36 36 859 1521 40 40 40 40 40 40 40 40 40 1396 2036 84 84 84 84 84 84 84 84 84 540 540 116 116 116 116 116 116 116 116 116 404 803 40 40 40 40 40 40 40 40 40 443 443 36 36 36 36 36 36 36 36 36 1324 2942 32 32 32 32 32 32 32 32 32 189 504 28 28 28 28 28 28 28 28 28 332 575 24 24 24 24 24 24 24 24 24 284 490 28 28 28 28 28 28 28 28 28 280 280 44 44 44 44 44 44 44 44 44 331 506 20 20 20 20 20 20 20 20 20 36.988 1.880 135 135 135 135 135 135 135 135 135 135 .622 19.988 1.896 1. BABEL 30 GORONTALO 31 KEPULAUAN RIAU 32 PAPUA BARAT 33 SULAWESI BARAT TOTAL 24 104 140 20 152 92 132 76 48 44 60 56 56 56 52 56 60 44 96 48 44 36 40 84 116 40 36 32 28 24 28 44 20 1.988 1.988 1.988 Jumlah Instruktur Nasional (maks 3 org/kls) Prakarya 1 DKI JAKARTA 2 JAWA BARAT 3 JAWA TENGAH 4 DI YOGYAKARTA 5 JAWA TIMUR 6 NAD 7 SUMATERA UTARA 8 SUMATERA BARAT 9 RIAU 10 JAMBI 11 SUMATERA SELATAN 12 LAMPUNG 13 KALIMANTAN BARAT 14 KALIMANTAN TENGAH 15 KALIMANTAN SELATAN 16 KALIMANTAN TIMUR 17 SULAWESI UTARA 18 SULAWESI TENGAH 19 SULAWESI SELATAN 20 SULAWESI TENGGARA 21 MALUKU 22 BALI 23 N T B 24 N T T 25 PAPUA 26 BENGKULU 27 MALUKU UTARA 28 BANTEN 29 KEP.385 82.988 1.988 1.988 Jumlah 240 1040 1400 200 1520 920 1320 760 480 440 600 560 560 560 520 560 600 440 960 480 440 360 400 840 1160 400 360 320 280 240 280 440 200 Agama PPKn B-Ind Mat IPA IPS 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 B-Ingg Sen-Bud Or-kes Prakarya Jumlah 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 9 3 9 6 9 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 3 3 6 6 3 3 3 3 3 3 3 3 30 60 90 30 90 60 90 60 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 60 30 30 30 30 60 60 30 30 30 30 30 30 30 30 1.988 1.350 497 6.

Instruktur Nasional dan Guru Inti SMA per Provinsi NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 PROPINISI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NAD SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NTB NTT PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANTEN KEP.982 108 108 108 324 .532 Jumlah Jumlah Instruktur Nasional (3 Jumlah Guru Inti (2 org/kab) Rombel org/kls) Sejarah Sejarah Jumlah Kelas X B-Ind Mat Jumlah B-Ind Mat 1865 12 12 12 36 3 3 3 9 5457 52 52 52 156 3 3 3 9 3753 70 70 70 210 6 6 6 18 553 10 10 10 30 3 3 3 9 4835 76 76 76 228 6 6 6 18 1540 46 46 46 138 3 3 3 9 3356 66 66 66 198 6 6 6 18 1279 38 38 38 114 3 3 3 9 1404 24 24 24 72 3 3 3 9 723 22 22 22 66 3 3 3 9 2026 30 30 30 90 3 3 3 9 1414 28 28 28 84 3 3 3 9 1059 28 28 28 84 3 3 3 9 551 28 28 28 84 3 3 3 9 565 26 26 26 78 3 3 3 9 750 28 28 28 84 3 3 3 9 573 30 30 30 90 3 3 3 9 629 22 22 22 66 3 3 3 9 2031 48 48 48 144 3 3 3 9 790 24 24 24 72 3 3 3 9 639 22 22 22 66 3 3 3 9 803 18 18 18 54 3 3 3 9 1010 20 20 20 60 3 3 3 9 1400 42 42 42 126 3 3 3 9 550 58 58 58 174 3 3 3 9 465 20 20 20 60 3 3 3 9 402 18 18 18 54 3 3 3 9 1559 16 16 16 48 3 3 3 9 220 14 14 14 42 3 3 3 9 210 12 12 12 36 3 3 3 9 333 14 14 14 42 3 3 3 9 237 22 22 22 66 3 3 3 9 233 10 10 10 30 3 3 3 9 43. BABEL GORONTALO KEPULAUAN RIAU PAPUA BARAT SULAWESI BARAT TOTAL Kab 6 26 35 5 38 23 33 19 12 11 15 14 14 14 13 14 15 11 24 12 11 9 10 21 29 10 9 8 7 6 7 11 5 497 Kec 44 618 573 78 662 279 418 173 145 130 217 204 175 129 151 135 164 147 304 196 81 57 116 288 393 117 93 154 42 66 59 145 69 6.214 994 994 994 2.622 Jumlah Sekolah SMA 491 1321 869 166 1241 425 974 258 366 199 539 426 335 195 171 239 207 173 499 222 207 167 265 316 174 121 152 453 66 49 98 87 61 11.

Instruktur Nasional dan Guru Inti SMK per Provinsi NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 PROPINISI DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR NAD SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU BALI NTB NTT PAPUA BENGKULU MALUKU UTARA BANTEN KEP. BABEL GORONTALO KEPULAUAN RIAU PAPUA BARAT SULAWESI BARAT TOTAL Kab 6 26 35 5 38 23 33 19 12 11 15 14 14 14 13 14 15 11 24 12 11 9 10 21 29 10 9 8 7 6 7 11 5 497 SMK 562 1961 1327 211 1466 155 851 184 212 138 224 338 158 108 99 215 149 140 375 119 88 155 213 162 93 79 85 519 48 46 72 42 91 10.385 Jumlah Instruktur Nasional (3 org/kls) Aga ma PPKn B-Ind Jumla h 3 3 6 3 6 3 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 108 3 3 6 3 6 3 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 108 3 3 6 3 6 3 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 108 9 9 18 9 18 9 18 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 324 .685 Jml Jumlah Guru Inti (2 org/kab) Rombel Sejarah B-Ind Juml ah Kelas X Mat 2450 12 12 12 36 8674 52 52 52 156 7635 70 70 70 210 1000 10 10 10 30 6945 76 76 76 228 584 40 40 40 120 3052 65 65 65 195 1009 36 36 36 108 938 24 24 24 72 494 22 22 22 66 942 30 30 30 90 1200 28 28 28 84 545 28 28 28 84 313 26 26 26 78 499 26 26 26 78 960 26 26 26 78 621 24 24 24 72 433 22 22 22 66 1608 45 45 45 135 427 11 11 11 33 271 9 9 9 27 851 9 9 9 27 696 9 9 9 27 664 20 20 20 60 351 15 15 15 45 316 10 10 10 30 169 8 8 8 24 2038 8 8 8 24 182 7 7 7 21 241 6 6 6 18 297 7 7 7 21 131 8 8 8 24 285 6 6 6 18 46.821 795 795 795 2.

PS Guru. KS.PS PS Memenuhi Syarat Sekolah Inti Sekolah Inti Sekolah Inti Menyelenggarakan GuruInti Inti Guru Inti Guru Melatih KS. PS Inti Pelatihan Kurikulum Pelatihan Kurikulum Pelatihan Kurikulum untuk Guru untuk Guru untuk Guru Fasilitator Pelatihan Kurikulum dan Pelatihan Kurikulum dan Pelatihan Kurikulum dan Manajemen untuk KS/PS Manajemen untuk KS/PS Manajemen untuk KS/PS Tempat. PS Inti KS.Operasional Pelatihan Keterangan: SD SMP SMA/K Memiliki Instruktur Instruktur Instruktur Nasional Nasional Nasional Melatih Mengikuti Sekolah Sekolah Sekolah Memenuhi Syarat Guru. Fasilitator LPTK dan Mahasiswa Pascanya Sekolah Pembina/Contoh 104 Mengikuti . Guru. KS.KS. PS Inti KS.

PS PS Memenuhi Syarat Sekolah Inti Sekolah Inti Sekolah Inti Menyelenggarakan GuruInti Inti Guru Inti Guru Melatih KS. PS Inti Pelatihan Kurikulum Pelatihan Kurikulum Pelatihan Kurikulum untuk Guru untuk Guru untuk Guru Fasilitator Pelatihan Kurikulum dan Pelatihan Kurikulum dan Pelatihan Kurikulum dan Manajemen untuk KS/PS Manajemen untuk KS/PS Manajemen untuk KS/PS Tempat. KS. Guru. KS.Operasional Pelatihan Keterangan: SD SMP SMA/K Memiliki Instruktur Instruktur Instruktur Nasional Nasional Nasional Melatih Mengikuti Sekolah Sekolah Sekolah Memenuhi Syarat Guru. PS Inti KS.KS. Fasilitator LPTK dan Mahasiswa Pascanya Sekolah Pembina/Contoh 105 Mengikuti . PS Guru. PS Inti KS.

menantang. diskusi. kab/kota. disiplin. 106 . project based learning. dan tanggung jawab OUTCOMES • Pembelajaran yang menghasilkan siswa yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan abad 21 dan kebutuhan masa depan (ASK secara berimbang) • Hasil TIMSS dan PISA meningkat • Lulusan yang memiliki Comparative and competitive advantage atau bahkan dynamic advantage • Lulusan Memiliki kreativitas yang terus 106 berkembang. kebersihan. dll • Efisiensi dan efektifitas paparan. tugas mandiri. dan menyenangkan • Mampu menunjukkan keteladanan khususnya tentang kejujuran. peer teaching.62 • Rekruitment (kriteria dan aspek keterwakilan) • Distribusi Peserta (provinsi. dan tugas kelompok OUTPUT • Mampu menerapkan pembelajaran tematik terintegrasi dan kontekstual • Memahami pendekatan scientific • Mampu menerapkan kemampuan berfikir tingkat tinggi • Membangun kultur pembelajaran yang aktif. kecamatan dan sekolah sasaran) PENDEKATAN PELATIHAN : • Kurikulum Berbasis Kompetensi • Pendekatan pembelajaran yang relevan • Sistem Penilaian (authentic assesment) • Monev • Ukuran Keberhasilan • Standar Kelulusan (Rumus ??) • Sistem Penjaminan Mutu : ₋ Monev ₋ Penilaian Peserta oleh fasilitator ₋ Penilaian fasilitator oleh Peserta ₋ Ukuran Keberhasilan • Pendampingan saat Implementasi : Pola dan Mekanisme Pendampingan • Ukuran Keberhasilan Implementasi • Sistem Informasi Manajemen Hasil Implementasi INPUT • • • • • • • Instruktur Nasional Guru Inti Guru Kelas Guru Mapel Guru BK Kepala Sekolah Pengawas • • • • PROCESS Perancangan RPP Analisis buku guru Analisis buku siswa Simulasi discovery learning.

... Para Instruktur dan peserta secara voluntir dan atas penunjukan selalu berupaya melakukan simulasi (menunjukkan contoh dan bukan contoh) 107 . MENILAI ATAU MENGEVALUASI HASIL YANG PERNAH DILAKUKAN SEBELUMNYA (termasuk menganalisis tayangan video dan materi ajar) BERDISKUSI ATAU MENGEMUKAKAN HASIL EVALUASI SERTA BEKERJA MENYUSUN YANG TERBAIK SESUAI HASIL DISKUSI SIMULASI ATAU MENYAJIKAN HASIL SESUAI HASIL DISKUSI Setiap peserta diklat wajib membawa : • Guru membawa beberapa RPP yang pernah disusun dan digunakan di sekolah • Pengawas dan Kepala sekolah membawa hasil supervisi akademik dan manajerial yang dilakukan selama ini Pemaparan PP oleh Instruktur diintegrasikan pada saat diksui sesuai konteks dan kebutuhan..menghindari ceramah.62 SEGMENTASI KEGIATAN PELATIHAN : ...... mengevaluasi dan simulasi .. bekerja. tetapi mengandalkan diskusi..

penilaian proses dan output Diskusi Kerja Kelompok menganalisis buku. kreatif. Evaluasi: tes dan portofolio. inovatif. pendekatan scientific. Discovery Learning. Project Based Learning  RPP  Instrumen Penilaian Kinerja Guru  Panduan Peer Teaching .SKEMA KEGIATAN PELATIHAN GURU Tayangan Video Pembelajaran (contoh dan bukan contoh pembelajaran kreatif Menganalisis dan diskusi tayangan Tayangan Video: Perubahan Mind set tentang Kurikulum oleh Mendikbud Paparan Diskusi Kerja Kelompok Presentasi Hasil Paparan : 1.) Rancangan Pembelajaran (8 Jam Pel.) Analisis Materi Ajar (12 Jam Pel.) Praktik Terbimbing (24 Jam Pel. dan KD Buku Siswa Buku Guru Panduan Analisis Lembar Kerja Analisis Buku  Panduan telaah RPP  Panduan Penyusunan RPP  Konsep Scientific Aproach. afektif (mampu menerapkan kurikulum 2013) PreTest Konsep Konsep Kurikulum Kurikulum (4 (4 Jam Pel. Discovery Learning. Project Based Learning. Pendekatan Scientific.)  Rasional Pengembangan Kurikulum 2013  Elemen Perubahan  SKL. Project Based Learning.) Jam Pel. membiasakan guru untuk bertanya dan membangkitkan kemampuan siswa untuk bertanya Refleksi Guru Inspiratif yang mampu melakukan pembelajaran kontekstual untuk Post mengembangka n siswa yang Test produktif. menyusun tes dan portfolio Presentasi Hasil Simulasi: tematik terpadu. 2. KI. KI. dan KD  Strategi Implementasi      SKL. dsb Menilai RPP yang telah disusun guru sebelumnya Analisis dan Diskusi RPP untuk menemukan RPP terbaik Kerja Kelompok menyusun RPP Presentasi Hasil Analisis dan Diskusi hasil simulasi Peer Teaching.

KS.Juli 2013 AKTIVITAS 1 Penyegaran Nara Sumber 2 Pelatihan Instruktur Nasional 3 Pelatihan Guru.. Pelatihan materi ajar Kurikulum 2013 Semester II dan pelatihan penyusunan rencana pembelajaran Evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 Semester I Evaluasi perubahan metode pembelajaran dan penilaian dalam implementasi Kurikulum 2013 Semester I Evaluasi perubahan sikap dan perilaku guru 4.Nov. 2. 5. KS. 2013 AKTIVITAS 1 Pelatihan Guru. PS Sasaran Semester I 5 Pelatihan Manaj. PS Semester II dan evaluasi Semester I 3 Monitoring dan Evaluasi 10 6 Pelatihan Manaj. KS. dan Evaluasi MATERI 1. Monitoring. Semester I April. Dikmen (KS dan BK) . 2. 4. Standar Nasional Pendidikan Filosofi Kurikulum dan Kurikulum 2013 serta Esensi perbedaannya terhadap kurikulum sebelumnya Perubahan mendasar dalam metode pembelajaran dan penilaian disesuaikan dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi Pelatihan materi ajar Kurikulum 2013 Semester I dan pelatihan penyusunan rencana pembelajarannya Perubahan esensial pada sikap dan perilaku guru dalam mengajar kurikulum berbasis kompetensi MATERI 1.Skema Pelatihan. PS Inti Semester I 4 Pelatihan Guru. PS Inti Semester II dan evaluasi Semester I 2 Pelatihan Guru. KS. 3. 3. Inti Dikmen (KS dan BK) Semester II Sep.

65 Kriteria Calon Peserta dan Pelatih Pelatihan Guru No Pelatihan 1 Instrukutur Nasional Kriteria • Latar Belakang Pendidikan minimal S1 program studi yang relevan • Untuk Dosen diutamakan memiliki NIA (Nomor Induk Asesor) sertifikasi guru pada bidang studi yang relevan • Untuk Pengawas. AUSAID National Core team Bermutu 2 Guru Inti 3 Guru Kelas • Guru Kelas I dan IV (sebagian) • Guru Mapel Kelas VII (semua) • Guru Mapel Kelas X (semua) 110 . Kepala Sekolah. dan Guru harus sudah memiliki sertifikat pendidik pada bidang studi yang relevan • Untuk Widya Iswara harus memiliki pengalaman pelatihan penyusunan kurikulum • • • • • Bersertifikat Pendidik Guru Berprestasi Skor UKG tinggi Pelatih Nasional Binaan USAID. JICA.

66 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Materi/Sub Materi Kompetensi Peserta pelatihan pelatihan KONSEP KURIKULUM 2013 • Rasional Memahami secara utuh tentang konsep Kurikulum 2013 • Elemen perubahan Kurikulum 2013 Indikator Kemampuan menjelaskan rasional Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan Kemampuan menjelaskan elemen perubahan Kurikulum serta hubungan antara elemen-elemen tersebut dengan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan Kemampuan menganalisis keterkaitan antara KD. dan SKL serta tahapan dan aktifitas yang harus dilakui untuk memperoleh ketiga kompetensi tersebut Kemampuan menjelaskan elemenelemen penting dari implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari standar nasional pendidikan Kegiatan pelatihan • Paparan • Diskusi dan tanya jawab • Kerja Kelompok dan individu • Menilai hasil kerja peserta lain No 1 • SKL. KI. KI dan KD • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 111 .

Kecukupan. kesesuaian proses. Menguasai filosofi materi ajar 6. Menguasai secara utuh materi. Menguasai filosofi materi ajar Kedalaman struktur. Menguasai secara utuh materi. Kemampuan menganalisis materi pelajaran. Kemampuan membuat (Kesesuaian. dan pola pikir Siswa (Kesesuaian. dan pola pikir keilmuan 3. pendekatan 4. sebagai sumber belajar Kedalaman 2. siswa dengan kurikulum. Memahami strategi 1. kesesuaian buku guru dan buku 3. dan 2. Menguasai secara utuh materi. Menganalisis kesesuaian tema dimiliki oleh siswa dengan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa Kegiatan pelatihan • Diskusi dan tanya jawab • Kerja mandiri dan kelompok • Telaah hasil kerja mandiri dan kelompok • Presentasi kelompok terbaik 112 . siswa dengan kurikulum keilmuan materi pelajaran. 5.KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN No 2 Materi/Sub Materi Kompetensi Peserta pelatihan Indikator pelatihan ANALISIS MATERI AJAR • Analisis Buku Guru 1. dan KD dengan isi buku guru. Menguasai penerapan materi belajar (tematik terintegrasi pelajaran pada bidang/ ilmu lain untuk SD) serta strategi serta kehidupan sehari-hari . menggunakan buku guru untuk rancangan menggunakan buku Kecukupan. Menganalisis kesesuaian buku struktur. • Analisis Buku 1. dan pola pikir keilmuan serta penerapannya dalam ilmu Materi) materi pelajaran lain dan kehidupan sehari-hari 3. Kemampuan menganalisis serta penerapannya dalam ilmu kesesuaian tema dengan lain dan kehidupan sehari-hari kompetensi yang diharapkan 4. 4. Kemampuan menganalisis Materi) KI. 2. dan kegiatan belajar mengajar. Menganalisis keterkaitan SKL. struktur. evaluasi yang diintegrasikan dalam buku.

non tes. maupun intelektual • Perancangan Penilaian (Tes. Kualitas rancangan portofolio pada domain tes. dan 1. Kesesuaian kompetensi dengan evaluasi yang digunakan 1. Menganalisis hasil penilaian secara berkelompok 113 . Mengevaluasi dengan 1. 4. Aktifitas menyusun RPP sesuai pendekatan scientific sesuai KD yang dipilih secara berkelompok. dan Portofolio assessment dalam bentuk 2. Asessment dan portofolio secara proses dan hasil berkelompok 3. non tes. Kesesuaian hasil RPP dengan pendekatan belajar scientific 4. tematik dan terintegrasi sesuai model belajar yang relevan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. emosional. Kesesuaian hasil RPP dengan kriteria RPP yang baik 3. kultural. 5. Mendiskusikan instrumen penilaian RPP. Diskusi tentang kaidah pendekatan authentic penyusunan tes. moral. dan KD yang dibuat dalam silabus dan RPP 3. dan penerapan Authentic proses dan hasil belajar portofolio pada domain 2. Non Tes. non tes. KI. Pengembangan tes. dan KD 2. Menilai RPP buatan guru secara berkelompok. non tes.sosial. Identifikasi dan diskusi SKL. Kualitas Tes. Kesesuaian RPP dengan SKL. Diskusi rambu-rambu penyusunan RPP mengacu pada pendekatan scientific 2. dan Portofolio serta rancangan penerapan Authentic Asessment) Indikator Kegiatan pelatihan 1.KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN No 3 Materi/Sub Materi Kompetensi Peserta pelatihan pelatihan PERANCANGAN MODEL BELAJAR • Perancangan RPP Menyusun rancangan (aktivitas belajar pembelajaran yang dengan pendekatan berbasis pendekatan scientific) scientific. KI.

Observasi menggunakan APKG 5. kultural.sosial.KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN No 4 Materi/Sub Materi Kompetensi Peserta pelatihan pelatihan PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING • Simulasi (aktivitas Melaksanakan siswa belajar dan pembelajaran berbasis guru) pendekatan scientific (mengamati. menanya. tematik dan terintegrasi dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. menyaji. emosional. menalar. mencipta). Kualitas pelaksanaan peer pelaksanaan teaching oleh guru pembelajaran yang (menggunakan Alat Penilaian berorientasi pada Kegiatan Guru/APKG ) pendekatan scientific. mengolah. maupun intelektual Indikator Kegiatan pelatihan 1. Menganalisis tayangan video tentang ditunjukkan oleh guru 2. Pelaksanaan simulasi dan peer teaching 4. 2. Membuat perencanaan pembelajaran secara bersama 3. Melakukan refleksi secara berkelompok 5 EVALUASI • Pre-test Kemampuan guru dalam empat bidang Hasil tes tertulis di empat bidang • Post-test Hasil tes tertulis di empat bidang dengan melihat deltanya (kelayakan guru akan ditentukan kemudian) 114 . moral. Kualitas simulasi yang 1. • Peer Teaching mencoba.

Portofolio serta rancangan penerapan Authentic Asessment) 4 PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING • • Simulasi (aktivitas siswa belajar dan guru) TPK TPK TPK TPK Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli Ahli Penilaian Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru BPSDMPK PMP BPSDMPK PMP IN IN IN IN IN IN GI GI GI GI GI GI 5 3 5 3 5 3 IN IN IN GI GI GI GI GI GI GI 8 8 *8 IN IN IN IN Peer Teaching (Perencanaan Bersama.5 0.5 2 1 4 8 0.67 No STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN (GURU KELAS SD.5 2 1 4 8 Narasumber Instruktur Nasional Guru Inti Guru 1 KONSEP KURIKULUM 2013 • Rasional • Elemen perubahan Kurikulum 2013 • SKL.5 2 1 4 8 0. KI dan KD • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 2 ANALISIS MATERI AJAR • Analisis Buku Guru (Kesesuaian. dan Refleksi: Menggunakan APKG) 5 EVALUASI PESERTA • Pre-test 2 2 2 • Post-test 2 2 2 JUMLAH JAM 52 52 52 Keterangan : TPK = Tim Pengembang Kurikulum GI = Guru Inti IN = Instruktur Nasional *) Sebagian dilakukan secara mandiri oleh guru 115 . Analisis dan Pemilihan Model Pembelajaran • Perancangan Penilaian (Tes. GURU MAPEL TERPILIH SMP/SMA/SMK) Mata pelatihan Alokasi Waktu Pelatih Master Guru Nasional Teacher 0. dan Kedalaman Materi) 3 PERANCANGAN MODEL BELAJAR • Perancangan RPP (aktivitas belajar dengan pendekatan scientific). 16 16 *16 Observasi.5 0.5 0. Kecukupan. dan Kedalaman Materi) • Analisis Buku Siswa (Kesesuaian. Kecukupan.

5 2 1 3 5 0. SENI BUDAYA/PRAKARYA JENJANG SD/SMP/SMA/SMK) No Mata pelatihan Alokasi Waktu Pelatih Master Guru Nasional Teacher 0. dan Refleksi: Menggunakan APKG) 2 8 2 2 31 2 8 2 2 31 *2 *8 2 2 31 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru BPSDMPK PMP BPSDMPK PMP IN IN IN IN 5 EVALUASI • Pre-test • Post-test JUMLAH JAM Keterangan : TPK = Tim Pengembang Kurikulum IN = Instruktur Nasional GI = Guru Inti *) Sebagian dilakukan secara mandiri oleh guru 116 . Kecukupan. Observasi. Portofolio serta rancangan penerapan Authentic Asessment) 3 2 3 2 3 2 IN IN IN GI GI GI GI GI GI GI 4 PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING • • Simulasi (aktivitas siswa belajar dan guru) Peer Teaching (Perencanaan Bersama. KI dan KD • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 2 ANALISIS MATERI AJAR • Analisis Buku Guru (Kesesuaian.5 2 1 3 5 Narasumber Instrutur Nasional Guru Inti Guru TPK TPK TPK TPK Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli Ahli Penilaian IN IN IN IN IN IN GI GI GI GI GI GI 1 KONSEP KURIKULUM 2013 • Rasional • Elemen perubahan Kurikulum 2013 • SKL.5 2 1 3 5 0. dan Kedalaman Materi) • Analisis Buku Siswa (Kesesuaian.5 0. Kecukupan.STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN (GURU AGAMA. dan Kedalaman Materi) 3 PERANCANGAN MODEL BELAJAR • Perancangan RPP (aktivitas belajar dengan pendekatan scientific) • Perancangan Penilaian (Tes.5 0. PENJAS.5 0.

SMP. Observasi. PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING (12 JP) • Simulasi (aktivitassiswabelajar dan guru) • Peer Teaching (Perencanaan Bersama.STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN KEPALA SD. Analisis dan Pemilihan Model Pembelajaran Perancangan Penilaian (Tes. KONSEP KURIKULUM 2013 (8 JP) • Rasional • ElemenperubahanKurikulum 2013 • SKL. SMK Alokasi Waktu No Mata pelatihan Instruktur Kepsek Inti Kepsek Nasional 1 1 4 2 1 1 4 2 1 1 4 2 Narasumber Instruktur Nasional Kepsek Inti IN IN IN IN IN IN Kepsek 1. Kecukupan. dan Refleksi: Menggunakan APKG) Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru 117 . SMA. KI dan KD • StrategiImplementasiKurikulum 2013 2. dan Kedalaman Materi) • Analisis BukuSiswa (Kesesuaian. ANALISIS MATERI AJAR (12 JP) • Analisis BukuGuru (Kesesuaian. PERANCANGAN MODEL BELAJAR (8 JP) • 5 5 5 Penulis Buku dan Tim Ahli Ahli Penilaian IN KSI+Imbas IN IN 4 8 4 8 4 8 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN IN • 3 3 3 KSI+Imbas KSI+Imbas KSI+Imbas KSI+Imbas 4. Kecukupan. Portofolioserta rancangan penerapan Authentic Asessment) TPK TPK TPK TPK Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli KSI+Imbas KSI+Imbas KSI+Imbas KSI+Imbas 4 8 4 8 4 8 KSI+Imbas KSI+Imbas 3. dan Kedalaman Materi) Perancangan RPP (aktivitasbelajardenganpendekatan scientific).

SMK Alokasi Waktu Instruktur Kepsek Inti Kepsek Nasional 8 8 Narasumber Instruktur Nasional Kepsek Inti IN IN Kepsek No Mata pelatihan 5. SMP. EVALUASI PESERTA (4 JP) • Pre-test • Post-test JUMLAH JAM 8 8 8 8 On The Job Learning 2 2 60 TPM TPM KSI+Imbas KSI+Imbas KSI+Imbas 2 2 60 2 2 60 BPSDMPK PMP BPSDMPK PMP IN IN KSI+Imbas KSI+Imbas Keterangan : TPK : Tim Pengembang Kurikulum IN : Instruktur Nasional KSI : Kepala Sekolah Inti TPM : Tim PengembangMateri Imbas : Trainer hasil Pengimbasan di PPPPTK Contoh kasus dalam materi disesuaikan dengan jenis dan jenjang satuan tugas *) SD : Tematik Terintegrasi SMP : Kontekstual dan Terpadu SMA : Pembinaan Peminatan 118 118 . KEPEMIMPINAN. PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 8. SMA.STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN KEPALA SD. MANAJEMENPERUBAHAN DAN BUDAYA SEKOLAH (8 JP) 6. PENGELOLAAN PEMBELAJARAN (8 JP) 7.

SMA. ANALISIS MATERI AJAR (12JP) • Analisis BukuGuru (Kesesuaian. dan Kedalaman Materi) • Analisis BukuSiswa (Kesesuaian. KONSEP KURIKULUM 2013 (8 JP) • Rasional • ElemenperubahanKurikulum 2013 • SKL. KI dan KD • StrategiImplementasiKurikulum 2013 2. SMP. Observasi. Analisis dan Pemilihan Model Pembelajaran • Perancangan Penilaian (Tes. Kecukupan.STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN BAGI PENGAWAS SD. dan Refleksi: Menggunakan APKG) 4 8 4 8 4 8 IN IN PI+Imbas PI+Imbas 5 5 5 Penulis Buku dan Tim Ahli Ahli Penilaian IN PI+Imbas 3 3 3 IN IN PI+Imbas PI+Imbas PI+Imbas PI+Imbas 4 6 4 6 4 6 Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru Penulis Buku/Ahli Pedagogi/Guru IN IN 119 . PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING (10 JP) • Simulasi (aktivitassiswabelajar dan guru) • Peer Teaching (Perencanaan Bersama. SMK Alokasi Waktu No Mata pelatihan Narasumber Instruktur Pengawas Pengawas Pengawas Instruktur Nasional Pengawas Nasional Inti Inti 1 1 4 2 1 1 4 2 1 1 4 2 TPK TPK TPK TPK Penulis Buku dan Tim Ahli Penulis Buku dan Tim Ahli IN IN IN IN PI+Imbas PI+Imbas PI+Imbas PI+Imbas 1. Portofolioserta rancangan penerapan Authentic Asessment) 4. Kecukupan. PERANCANGAN MODEL BELAJAR (8 JP) • Perancangan RPP (aktivitasbelajardenganpendekatan scientific). dan Kedalaman Materi) 3.

SMA. SUPERVISI PEMBELAJARAN PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 (10 JP)  Model supervisipembelajaranpadakurikulum 2013 bagi guru dankepalasekolah  Simulasi model supervisipembelajarandanpenilaianberbasiskreati vitas 6. SMK No Mata pelatihan Alokasi Waktu Instruktur Pengawas Pengawas Nasional Inti Narasumber Instruktur Nasional Pengawas Inti Pengawas 5. SMP. MODEL PEMBELAJARAN (8 JP) * 7. PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 8. EVALUASI PESERTA (4 JP) • Pre-test • Post-test JUMLAH JAM Keterangan : 4 6 8 4 4 TPM IN+TPM PI+Imbas 6 8 6 8 On The Job Learning 2 2 60 TPM TPM IN+TPM IN+TPM PI+Imbas PI+Imbas PI+Imbas 2 2 60 2 2 60 BPSDMPK PMP BPSDMPK PMP IN IN PI+Imbas PI+Imbas TPK : Tim Pengembang Kurikulum IN : Instruktur Nasional KSI : Kepala Sekolah Inti TPM : Tim Pengembang Materi Imbas : Trainer hasil Pengimbasan di PPPPTK Contoh kasus dalam materi disesuaikan dengan jenis dan jenjang satuan tugas *) SD : Tematik Terintegrasi SMP : Kontekstual dan Terpadu SMA : Pembinaan Peminatan 120 .STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN BAGI PENGAWAS SD.

8. 1. 3. 7. 6. 9. 2. 4.68 NO 1 MATA pelatihan Konsep Kurikulum 2013 MATERI DAN BAHAN PELATIHAN BAHAN pelatihan 1. KI. 1. 5. 2. 5. 6. 6. 2. 1. Buku Rasionalisasi Kurikulum 2013 Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Buku Pedoman KTSP Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Buku Pedoman Pengelolaan Buku pedoman Evaluasi Kurikulum Standar Kompetensi Kelulusan Standar Isi Buku Guru Lembar Penilaian Buku Guru Buku Siswa Lembar Penilaian Buku Siswa Analisis Model Belajar Dokumen SKL. dan KD Silabus Dokumen Standar Proses Dokumen Standar Penilaian Buku Pedoman Penilaian dan Rapor Bahan Ajar Instrumen penilaian RPP Buku Pedoman Bimbingan dan konseling Buku Pedoman Pembelajaran RPP APKG Video Pembelajaran TIM PENYUSUN STATUS Siap Siap Siap Siap Siap Siap Siap Siap Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Siap Sedang Proses Siap Siap Siap Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Sedang Proses Siap Sedang Proses Sedang Proses Puskurbuk & Tim Inti 2 Analisis Materi Ajar Puskurbuk & Tim Inti 3 Perancangan Model Pembelajaran BPSDMPK-PMP Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti Puskurbuk & Tim Inti BPSDMPK-PMP Tim Ahli Puskurbuk & Tim Inti Tim Inti BPSDMPK-PMP BPSDMPK-PMP BPSDMPK-PMP 4 Praktek Pembelajaran Terbimbing 5 Instrumen Test (Pre dan Post Test) Pedoman Pelaksanan Tes 121 . 3. 5. 2. 4. 3. 4. 4. 3.

69 No 1 SOP PENGGUNAAN BAHAN PELATIHAN Bahan pelatihan Dokumen Konsep Kurikulum • Rasional • Elemen perubahan Kurikulum 2013 • SKL. KI dan KD • Strategi Implementasi Kurikulum 2013 SOP Strategi /Aktifitas Paparan Diskusi dan tanya jawab Kerja Kelompok dan individu Menilai hasil kerja peserta lain Diskusi dan tanya jawab Kerja mandiri dan kelompok Telaah hasil kerja mandiri dan kelompok Presentasi kelompok terbaik • Buku Siswa • Lembar Penilaian Diskusi dan tanya jawab Kerja mandiri dan kelompok Telaah hasil kerja mandiri dan kelompok Waktu 15 menit 90 menit 90 menit 45 menit 30 menit 120 menit 60 menit 30 menit 60 menit 240 menit 120 menit Notulen hasil diskusi Laporan kelompok Laporan hasil penilaian Notulen hasil diskusi Laporan kelompok dan hasil penilaian Laporan kelompok Bahan presentasi Notulen hasil diskusi Laporan kelompok dan hasil penilaian Laporan kelompok Output 2 Buku Babon • Buku Guru • Lembar Penilaian Presentasi kelompok terbaik 60 menit Bahan presentasi 122 122 .

non tes. KI. non tes. dan portofolio pada domain proses dan hasil belajar Pengembangan tes. KI.SOP PENGGUNAAN BAHAN PELATIHAN No 3 Bahan pelatihan • Dokumen Analisis Model Belajar • Dokumen SKL. dan KD • Silabus • Dokumen Standar Proses • Dokumen Standar Penilaian • Bahan Ajar • Instrumen penilaian RPP SOP Strategi /Aktifitas Paparan Waktu 30 menit Output Diskusi dan tanya jawab Identifikasi dan diskusi SKL. dan KD Kerja Kelompok menyusun RPP Diskusi instrumen penlaian RPP Menilai RPP kelompok lain Diskusi tentang kaidah penyusunan tes. dan portofolio secara berkelompok Menganalisis hasil penilaian secara berkelompok 60 menit 60 menit 140 menit 40 menit 60 menit 30 menit Notulen hasil diskusi Laporan kerja kelompok RPP dan Laporan Laporan hasil diskusi Laporan hasil penilaian Laporan hasil diskusi 60 menit*) Instrumen penilaian 30 menit Laporan hasil diskusi 123 .

Membuat perencanaan pembelajaran secara bersama Pelaksanaan simulasi dan peer teaching Observasi menggunakan APKG Refleksi individu Melakukan refleksi secara berkelompok 90 menit Laporan hasil refleksi Waktu 15 menit 45 menit Laporan hasil analisis Output 90 menit 30 org x 40 menit = 1.SOP PENGGUNAAN BAHAN PELATIHAN No 4 Bahan pelatihan • RPP • APKG • Video Pembelajaran SOP Strategi /Aktifitas Tayangan video Menganalisis tayangan video tentang pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan scientific.200 menit RPP • Laporan hasil observasi • Laporan APKG • Laporan refleksi 124 .

X2 : Postest. Penilaian . dan tanggung jawab Nilai yang diberikan oleh instruktur tentang sikap. Indikator Keberhasilan Pelatihan KOMPONEN Peserta pelatihan • • • • • • • 2. • Rancangan persiapan instruktur • Kesesuaian pendekatan. menantang. kesiapan dan kesungguhan Instruktur • Nilai atau indeks yang diberikan oleh peserta tentang : (1) kualitas penguasaan konsep. Proses 4. ∆ (X2 – X1)> 0.70 No. disiplin. Kecukupan dan kesesuaian pendekatan penilaian Kualitas penerapan authentic assesment Pemanfaatan penilaian terhadap perbaikan (feed back) 125 3. (2) kualitas pemaparan. X1 : Pretest • Integritas. Instruktur INDIKATOR Mampu menerapkan pembelajaran tematik terintegrasi dan kontekstual Memahami pendekatan scientific Mampu menerapkan kemampuan berfikir tingkat tinggi Membangun kultur pembelajaran yang aktif. (3) kualitas interaksi termasuk kemampuan membangkitkan suasana pelatihan yang kreatif. dan menyenangkan Mampu menunjukkan keteladanan khususnya tentang kejujuran. azas dan prosedur. 1. metode dan teknik dengan standar kompetensi • Kesesuaian aktivitas dengan produk-produk kegiatan • • • • Ketaatan pelaksanaan penilaian dengan prinsip. signifikan. kebersihan. keterampilan dan pengetahuan.

Jadwal Pelatihan N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kegiatan Penyegaran Nara Sumber Pelatihan Instruktur Nasional Guru April Mei Juni Juli 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pelatihan Instruktur Nas. Guru Agama Pelatihan Instruktur Nasional KS dan PS Pelatihan Guru Inti Pelatihan Guru Agama Inti Pelatihan KS dan PS Inti Pelatihan Guru Dikdas Pelatihan Guru Agama Dikdas 10 Pelatihan KS Dikdas 11 Pelatihan PS Dikdas/ Dikmen 12 Pelatihan Guru Dikmen 13 Pelatihan Manaj. Inti Dikmen (KS dan BK) 126 14 Pelatihan Manaj. Dikmen (KS dan BK) .

2 12 .

Kreatif. dan Pengetahuan yang terintegrasi 12 . Afektif melalui penguatan Sikap.Tema Kurikulum 2013 Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif Kreatif Inovatif Afektif Produktif. Inovatif. Keterampilan.

3 KEBERHASILAN PENDIDIKAN • KOMITMEN • SISTEM POLITIK • REGULASI KURIKULUM GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SARANA PRASARANA • • • • MINAT BAKAT MOTIVASI KESIAPAN • MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN • IKLIM DAN BUDAYA SEKOLAH 12 9 .

20 Reformasi Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar Kurikulum 2013 Sedang Dikerjakan Telah dan terus Dikerjakan -Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi -Pembayaran Tunjangan Sertifikasi -Uji Kompetensi dan Pengukuran Kinerja -Rehab Gedung Sekolah -Penyediaan Lab dan Perpustakaan -Penyediaan Buku -BOS -Bantuan Siswa Miskin -BOPTN/Bidik Misi (di PT) Manajemen Berbasis Sekolah 13 .

• STANDAR LOKAL. NASIONAL DAN INTERNASIONAL • SPESIFIKASI DAN KEUNGGULAN 1 KOMPETENSI UTUH LULUSAN ISI LIFE SKILL : (ASK) • SIKAP/PERILAKU • KETERAMPILAN • PENGETAHUAN 2 3 PROSES EVALUASI 4 5 GURU 7 8 PEMBIAYAAN 13 6 PENGELOLAAN SARPRAS .

Mitra belajar.Pergeseran Peran Guru Instruktur Sebagai penyampai pengetahuan. sumber utama informasi. Pelatih. Pembimbing/Konselor Memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran “membelajarkan” (learning how to learn) 13 menjadi mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran “mengajar” (teaching) . ahli materi. sumber segala jawaban Fasilitator Sebagai Fasilitator Pembelajaran. Navigator Pengetahuan. Kolaborator.

Tantangan ORDINARY TEACHER GOOD TEACHER EXCELLENT TEACHER GREAT TEACHER ONLY CAN TELL CAN EXPLAIN CAN DEMONSTRATE INSPIRES 13 .

rata-rata manusia mengingat : – – – – – – 20% dari apa yang kita dengar 30% dari apa yang kita baca 40% dari apa yang kita lihat prosesnya 50% dari apa yang kita katakan 60% dari apa yang kita kerjakan 90% dari apa yang kita lihat. Colin dan Malcolm J. I UNDERSTAND Hasil penelitian*. katakan dan kerjakan *Rose. Nicholl. dengar. SHOW ME AND I WILL REMEMBER.Fakta Kualitatif Yang Mendorong Pergeseran Peran Guru:    TELL ME AND I WILL FORGET. Accelerated Learning for the 21st Century13 .    I HEAR. I REMEMBER I DO. I FORGET I SEE. INVOLVE ME AND I WILL UNDERSTAND.

Bethel Maine ©mindServegroup 2005 5% 10% 20% 30% 50% 75% 80% 13 .THE LEARNING PYRAMID: Lecture Reading Audio Visual Demonstration Discussion Group Practice by Doing Teach Others/Immediate Use Adapted from The Learning Triangle: National Training Laboratories.

Teachers 30% Student characteristics 49% Schools 7% Home 7% Peers 7% How? Based on research by Professor John Hattie from the University of Auckland who used meta analysis to estimate the overall effect on student achievement to the above factors Why? Fasli Jalal (Senior Policy Advisor. World Bank) Then what? 13 .

Proses yang Mendukung Kreativitas
PROSES PEMBELAJARAN PENDEKATAN SAINTIFIK DAN KONTEKSTUAL Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:  Observing [mengamati]  Questioning [menanya]  Associating [menalar]  Experimenting [mencoba]  Networking [Membentuk jejaring]  penilaian berbasis portofolio  pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal,  memberi nilai bagi jawaban nyeleneh,  menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya,  penilaian spontanitas/ekspresif,  dll

PROSES PENILAIAN

PENILAIAN AUTENTIK

13

3

13

37

Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum
Ukuran Tata kelola Kewenangan Kompetensi KTSP 2006 Hampir mutlak Harus tinggi Kurikulum 2013 Terbatas Sebaiknya tinggi. Bagi yang rendah masih terbantu dengan adanya buku Ringan Tinggi Kecil

Elemen

Guru Beban Efektivitas waktu untuk kegiatan pembelajaran Peran penerbit Berat Rendah [banyak waktu untuk persiapan] Besar

Buku

Variasi materi dan proses
Variasi harga/beban siswa Hasil pembelajaran

Tinggi
Tinggi Tergantung sepenuhnya pada guru

Rendah
Rendah Tidak sepenuhnya tergantung guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintah

Siswa

Titik Penyimpangan Pemantauan
Besar Penyimpangan Pengawasan

Banyak
Tinggi Sulit, hampir tidak mungkin

Sedikit
Rendah Mudah 13

38 Proses Peran Guru KTSP 2006 Kurikulum 2013 Pengembangan dari yang sudah disiapkan Mutlak Supervisi pelaksanaan Lemah Penyusunan Silabus Hampir mutlak [dibatasi hanya oleh SK-KD] Pemerintah Hanya sampai SKKD Pemerintah Supervisi Daerah penyusunan Penerbit Kuat Guru Penyediaan Buku Hampir mutlak Pemerintah Kecil. untuk kelayakan penggunaan di sekolah Kecil. untuk buku pengayaan Mutlak untuk buku teks 14 .

2 Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Peran Guru KTSP 2006 Hampir mutlak Kurikulum 2013 Kecil. karena mengarah pada pedoman yang sama Penjaminan Mutu 14 .. untuk pengembangan dari yang ada pada buku teks Supervisi pelaksanaan dan pemantauan Hampir mutlak Pemerintah Daerah Guru Pemerintah Daerah Pemerintah Supervisi penyusunan dan pemantauan Mutlak Pelaksanaan Pembelajaran Pemantauan kesesuaian Pemantauan kesesuaian dengan rencana [variatif] dengan buku teks [terkendali] Sulit..38 Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum. karena variasi terlalu besar Mudah.

Langkah Penyesuaian Beban Guru dan Murid SD Pelaku Beban Menyusun Silabus Mencari buku yang sesuai Mengajar beberapa mata pelajaran dengan cara berbeda Penyelesaian Disediakan buku pegangan guru Guru Mengajar banyak mata pelajaran Menggunakan bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran yang lain sehingga selara Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembahasan Mempelajari banyak mapel Mempelajarai mata pelajaran dengan cara berbeda Membeli buku Membeli lembar kerja siswa Pendekatan tematik terpadu menggunakan satu buku untuk semua mata pelajaran sehingga dapat selaras dengan kemampuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge Murid Penyedian buku teks oleh pemerintah/daerah 14 .

4 14 .

 penilaian spontanitas/ekspresif. menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya. memberi nilai bagi jawaban nyeleneh.PROSES PEMBELAJARAN Pendekatan saintifik dan kontekstual Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:  Observing [mengamati]  Questioning [menanya]  Associating [menalar]  Experimenting [mencoba]  Networking [Membentuk jejaring] PROSES PENILAIAN     Penilaian Otentik penilaian berbasis portofolio pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal.  dll .

39 Langkah Penguatan Tata Kelola • Menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari: – Buku pegangan siswa – Buku pegangan guru • Menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan • Memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran 14 .

42 Perbedaan Esensial Kurikulum SD. Status Idealnya Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah [separated curriculum] Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan Baiknya terkait dan terpadu satu sama lain [cross curriculum atau integrated curriculum] Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya Baiknya Tematik untuk kelas I Tematik Integratif untuk Kelas I – VI – III [belum integratif] Baiknya 14 ..2 KTSP 2006 Kurikulum 2013 Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama [saintifik] melalui mengamati.. mencoba... menanya... menalar.

pengetahuan] Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama. menanya. dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain Baiknya 14 . Benarnya Idealnya Idealnya TIK adalah mata pelajaran sendiri TIK merupakan sarana pembelajaran.. menalar...43 Perbedaan Esensial Kurikulum SMP KTSP 2006 Kurikulum 2013 Status Benarnya Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang berbeda Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap.. mencoba. yaitu pendekatan saintifik melalui mengamati. keterampilan.

44 Perbedaan Esensial Kurikulum SMA/K KTSP 2006 Kurikulum 2013 Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap.. menalar. didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman Status Benarnya Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu Mapel dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang berbeda Untuk SMA... dan sikap. pengetahuan] dengan penekanan yang berbeda Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge Semua mata pelajaran diajarkan dengan pende-katan yang sama. Ada mata pelajaran wajib. menanya. antar minat. Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi]. keterampilan. ada penjurusan sejak kelas XI SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi Penjurusan di SMK sangat detil [sampai keahlian] Benarnya Idealnya Idealnya Idealnya Baiknya Baiknya 14 . yaitu pendekatan saintifik melalui mengamati.. dan pendalaman minat SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan. peminatan. mencoba. keterampilan. Tidak ada penjurusan di SMA.

kepala sekolah. guru.45 Kunci Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 • Ketersediaan Buku Pegangan Pembelajaran: – Siswa – Guru • Ketersediaan Buku Pedoman Penilaian • Kesiapan Guru – Penyesuaian kompetensi guru (4+1) • Dukungan Manajemen – Kepala Sekolah – Pengawas Sekolah – Administrasi sekolah [khususnya untuk SMA dan SMK] • Dukungan Iklim/Budaya Akademik – Keterlibatan dan kesiapan semua pemangku kepentingan [siswa. pengawas sekolah] 14 . orang tua.

Langkah Penguatan Implementasi Kurikulum • Menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari: – Buku pegangan siswa – Buku pegangan guru • Menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan • Memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran 15 .

Langkah Penguatan Materi • Evaluasi ulang ruang lingkup materi: – Meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi siswa – Mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa – Menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional • Evaluasi ulang kedalaman materi sesuai dengan tuntutan perbandingan internasional [s/d reasoning] • Menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan 15 .

J. 2/3 sisanya dari genetik.14 Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas Dyers. menalar. Innovators DNA. menanya. 1/3 sisanya berasal dari genetik. dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja 152 15 dalam jejaringan melalui collaborative learning . Pembelajaran berbasis • Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: intelejensia tidak akan Observing [mengamati] Questioning [menanya] Personal Associating [menalar] Experimenting [mencoba] Networking [Membentuk jejaring] memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%) Inter-personal Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati. Disamping itu. dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Harvard Business Review: • 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan. et al [2011]. • Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan.H.

2004. untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya. menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya. penilaian 153 spontanitas/ekspresif. dll) 15 .15 Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas Sharp. Developing young children’s creativity: what can we learn from research?: Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui: • tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua jawaban benar]. • menekankan pada proses bukan hanya hasil saja. • mentolerir jawaban yang nyeleneh. C. • memberanikan peserta didik untuk mencoba. memberi nilai bagi jawaban nyeleneh. untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya • memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup proses penilaian yang menekankan pada proses dan hasil sehingga diperlukan penilaian berbasis portofolio (pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal.

walaupun masih berkembang sampai umur 30 tahun tetapi penambahannya tidak secepat pada saat anak-anak Kompleksitas jaringan tersebut menentukan tingkat kemampuan berfikir seseorang [low order of thinking skills untuk pekerjaan rutin sampai high order of thinking skills untuk pekerjaan pengambilan keputusan eksekutif ] Untuk itu diperlukan sistem pembelajaran yang dapat membangun kemampuan high order thinking skill tersebut [melalui mencari tahu bukan diberi tahu] sejak dini melalui pemberian kebebasan untuk menentukan apa yang harus dilakukan Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan proses mengamati. Harvard University [2011]. menanya.16 Membentuk Kemampuan Pikir Order Tinggi Sejak Dini Center on the Developing Child. menyimpulkan sampai memutuskan sehingga peserta didik sejak kecil sudah terlatih dalam berfikir tingkat tinggi yang nantinya diperlukan 154 untuk pengambilan keputusan 15 . Building the Brain ‘ATC’ System: How Early Experiences Shape the Development of Executive Function. • • • • Arsitektur otak dibentuk berdasarkan lapisan-lapisan yang berisi jaringanjaringan neuron yang terkait satu sama lain Jejaringan tersebut terbentuk mulai masih anak-anak. menalar.

. sistematis. dan kreatif Mengukur tingkat berfikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi Penilaian Menekankan pada pertanyaan yang mebutuhkan pemikiran mendalam [bukan sekedar hafalan] Mengukur proses kerja siswa. menalar.. bukan hanya hasil kerja siswa Menggunakan portofolio pembelajaran siswa 15 . menanya.. Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran untuk semua mata pelajaran Pembelajaran Menuntun siswa untuk mencari tahu. pembawa pengetahuan dan berfikir logis.17 Proses Langkah Penguatan Proses Karakteristik Penguatan Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati. mencoba. bukan diberi tahu [discovery learning] Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi..

org/edu/eag2012).) Turkey OECD average Austria Denmark Japan Slovak Republic Germany Greece Norway Poland Hungary Indonesia Sweden2 Korea Czech Republic1 Slovenia Russian Federation Finland Estonia 1.1. See Annex 3 for notes (www. "Ages 12-14" covers ages 12-13 only.)3 Netherlands Italy Spain Mexico France Canada Ireland Luxembourg Portugal England Iceland Belgium (Fl. 15 . Minimum number of hours per year. 3.oecd. Table D1. Estimated because breakdown by age is not available. Source: OECD.46 Total number of intended instruction hours Jumlah Jam Belajar di Sekolah Negeri untuk Usia 7-14 Tahun Ages 12 to 14 Ages 9 to 11 Ages 7 to 8 10 000 9 000 8 000 7 000 6 000 5 000 4 000 3 000 = 15% 2 000 1 000 0 Chile Australia Israel Belgium (Fr. Countries are ranked in descending order of the total number of intended instruction hours. 2.

47 Contoh Jaringan Tema SD Kelas I PPKn: • Menunjukan perilaku baik (jujur.. tertib dan bersih • Matematika: Menunjukan perilaku rapi dengan menata benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar. 15 .. guru dan teman (KI-2. KD-2) • …. tertib dan bersih Bahasa Indonesia: • Menunjukan perilaku baik dan sopan dalam mendengarkan dan berbicara pada saat memperkenalkan identitas diri. KD-1) • Menerapkan cara menulis (permulaan) dengan benar (cara duduk.. kuku. santun. disiplin. tanggung jawab. KD-1) …. Olahraga dan Kesehatan: • Mengetahui dan mampu memilih jajanan sehat (1) • Mengetahui cara menjaga kebersihan diri yang meliputi kebersihan badan.. bangun ruang). dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan keluarga. Diri Sendiri: jujur. peduli/kasih sayang. kulit. gigi dan rambut dan pakaian (1) • ……. cara meletakkan buku. Seni. KD-2) • Mengenal pola irama lagu bervariasi dengan alat musik ritmis (KI-3. bercakap-cakap dengan keluarga. Budaya dan Desain: • Menunjukan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai ide untuk berkarya (KI-2. cara memegang pensil. KD-9) • …. dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila (KI-2) Mengetahui tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah (KI-3. KD-2) …… Diri Sendiri: jujur. jarak mata dan buku. atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar dengan rapi (KI-2. dan memilih tempat dengan cahaya yang terang) (KI-4. beratnya. • • • Pendidikan Jasmani. teman.

2c. writing and literature Modern foreign languages Mathematics Other compulsory core curriculum Science Compulsory flexible curriculum 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Denmark Hungary Canada Estonia Austria France Turkey Russian Federation Belgium (Fr. Dengan 38 jam pelajaran perminggu menjadi: Bahasa 6 jam. Source: OECD. Matematika 13%. Bahasa 13%=4 jam.)1 Slovenia Iceland Poland Norway Mexico Ireland Luxembourg2 Argentina3 OECD average4 Slovak Republic Indonesia Germany Greece Finland England Belgium (Fl. IPA 4.48 Instruction time per subject as a percentage of total compulsory instruction time for 12-14 year-olds (2010) Reading.oecd. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme).6 Countries arejam ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading. Matematika 5 jam. Table D1.org/edu/eag2012). Matematika 13%=4 jam IPA 12%=4 jam Portugal Japan Israel Spain Italy1 Chile Korea .) Rata-rata OECD adalah Bahasa 16%. IPA 12%. writing and literature. See Annex 15 3 for notes (www.

. IPA 2 jam Countries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading.2a. Source: OECD. See Annex 3 for 15 notes (www.Instruction time per subject as a percentage of total compulsory instruction time for 7-8 year-olds (2010) Rata-rata OECD dengan 30 jam pelajaran perminggu adalah: Bahasa 9 jam. writing and literature. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme).org/edu/eag2012). Matematika 6 jam. Table D1.oecd.

writing and literature Modern foreign languages 100% Mathematics Other compulsory core curriculum Science Compulsory flexible curriculum 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% France Hungary Austria Estonia Turkey Denmark Slovenia Canada Russian Federation Belgium (Fl.oecd. Argentina: UNESCO Institute for Statistics (World Education Indicators Programme). See Annex 3 for 16 notes (www.)3 Luxembourg2 OECD average3 Indonesia5 Norway Mexico Japan Iceland Spain Ireland Greece Finland Argentina4 Korea Israel Chile Italy Slovak Republic Netherlands1 Rata-rata OECD dengan 36 jam pelajaran per minggu adalah: Bahasa 8 jam. IPA 3 jam Bahasa. Table D1.org/edu/eag2012). writing and literature.Instruction time per subject as a percentage of total compulsory instruction time for 9-11 year-olds (2010) Reading. Matematika 5 jam. = 15% = 5 jam Matematika : 15% = 5 jam IPA : 12% = 4 jam Countries are ranked in descending order of the proportion of intended instruction hours devoted to reading. England1 Germany Portugal Poland5 .2b. Source: OECD.

III Mata Pelajaran Terpisah di sehingga penyiapan buku lebih Kelas V-VI mudah Akan terjadi duplikasi karena bahasa Indonesia akan tetap menggunakan materi ilmu pengetahuan dalam pembelajaran 16 .49 Langkah Penyesuaian Beban Guru dan Murid SD Positif Guru kelas lebih mudah mengajar Alternatif Tematik Terpadu Kelas I – VI. mengajar Ilmu Pengetahuan muncul Ilmu pengetahuan memiliki di Kelas V-VI kompetensi dasar sendiri Tidak konsisten dalam perumusan Beban guru kelas lebih berat Tematik Terpadu Kelas I-IV. Ilmu Pengetahuan diintegrasikan ke mata pelajaran Negatif Penyusunan buku membutuhkan koordinasi yang ketat I Bahasa dapat berperan maksimal sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge II Guru kelas lebih mudah Tematik Terpadu Kelas I-VI. Kelas 5 dan 6 seperti sekarang.

5 16 .

Kegiatanku 4. Agama Hindu dan Budi Pekerti 13. Siswa dan Orang Tua SISWA KELAS I GURU 16 . Agama Katholik dan Budi Pekerti AGAMA 12. Materi Pengayaan 5. Lingkungan Bersih. Diriku 2. Binatang. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku guru dilengkapi dengan: 1. Keluargaku TEMATIK 5. Agama Kristen dan Budi Pekerti 11. Pedoman Pelaksanaan Remedi 4. Sehat dan Asri 7. Pedoman Penilaian 3. Pengalamanku 6. Kegemaranku 3. Peristiwa Alam 9. Agama Islam dan Budi Pekerti 10.BUKU KELAS I Kelas Judul Buku 1. Agama Budha dan Budi Pekerti 14. Benda. Pedoman Proses Pembelajaran 2. Pedoman Interaksi Guru. dan Tanaman di sekitarku 8.

Siswa dan Orang Tua SISWA KELAS IV GURU 16 . Agama Katholik dan Budi Pekerti AGAMA 13. Indahnya Negeriku 7. Agama Kristen dan Budi Pekerti 12. Pedoman Penilaian 3. Pedoman Pelaksanaan Remedi 4. Agama Hindu dan Budi Pekerti 14. Pedoman Interaksi Guru. Indahnya Kebersamaan 2. Selalu Berhemat Energi 3. Pedoman Proses Pembelajaran 2. Cita-Citaku 8. Makanan Sehat dan Bergizi 10. Agama Budha dan Budi Pekerti 15. Agama Islam dan Budi Pekerti 11. Daerah Tempat Tinggalku 9. Materi Pengayaan 5.BUKU KELAS IV Kelas Judul Buku 1. Menghargai Jasa Pahlawan 6. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku guru dilengkapi dengan: 1. Berbagai Pekerjaan TEMATIK 5. Peduli terhadap Makhluk Hidup 4.

IPS 6. Matematika 4. Agama Islam dan Budi Pekerti 11. Penjasorkes 8. Agama Budha dan Budi Pekerti 15. Pedoman Interaksi Guru. Bahasa Inggris 7. IPA MAPEL 5. Seni Budaya 9. Bahasa Indonesia 3. Pedoman Proses Pembelajaran 2. Agama Kristen dan Budi Pekerti 12.BUKU KELAS VII Kelas Judul Buku 1. Pedoman Pelaksanaan Remedi 4. Agama Katholik dan Budi Pekerti AGAMA 13. Prakarya 10. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku guru dilengkapi dengan: 1. Siswa dan Orang Tua SISWA KELAS VII GURU 165 . Materi Pengayaan 5. PPKn 2. Pedoman Penilaian 3. Agama Hindu dan Budi Pekerti 14.

Pedoman Interaksi Guru. Khusus tahun 2013 buku yang disediakan hanya Bahasa Indonesia. Pedoman Penilaian 3. PPKn 2. Siswa dan Orang Tua 166 SISWA KELAS X GURU Catatan : Buku yang disediakan pemerintah adalah buku mapel wajib. Agama Hindu dan Budi Pekerti 13.BUKU MAPEL WAJIB KELAS X Kelas Judul Buku 1. Matematika (Prioritas) 4. Agama Kristen dan Budi Pekerti 11. Penjasorkes 7. Materi Pengayaan 5. Prakarya 9. Agama Katholik dan Budi Pekerti AGAMA 12. Agama Islam dan Budi Pekerti 10. Bahasa Inggris 6. Sejarah Indonesia (Prioritas) MAPEL 5. Pedoman Proses Pembelajaran 2. Bahasa Indonesia (Prioritas) 3. Pedoman Pelaksanaan Remedi 4. Matematika dan Sejarah Indonesia . Seni Budaya 8. Agama Budha dan Budi Pekerti 14. Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Buku guru dilengkapi dengan: 1.

Jasmani. OR & Kes (termasuk muatan lokal). 4 4 30 4 4 32 4 4 34 5 4 36 5 4 36 5 4 36 I 4 5 II 4 6 III 4 6 IV 4 4 V 4 4 VI 4 4 8 5 8 6 10 6 7 6 7 6 7 6 3 3 3 3 3 3 Catatan: 1. Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah 2.50 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah STRUKTUR KURIKULUM SD Komponen Kelompok A Pendidikan Agama dan Budi Pekerti PPKN Bahasa Indonesia Matematika IPA IPS Kelompok B Seni Budaya & Prakarya (termasuk muatan lokal*) Pend. IPA dan IPS kelas I s. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya 16 .d.

OR & Kesehatan (termasuk mulok) 10 Prakarya (termasuk mulok) Jumlah * Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah .51 No Komponen VII 3 3 6 5 5 4 VIII 3 3 6 5 5 4 IX 3 3 6 5 5 4 Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan 3 Bahasa Indonesia 4 Matematika 5 Ilmu Pengetahuan Alam 6 Ilmu Pengetahuan Sosial 7 Bahasa Inggris 4 3 3 2 38 4 3 3 2 38 4 3 3 2 38 16 Kelompok B 8 Seni Budaya (termasuk mulok)* 9 Pend. Jasmani.

52 Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Mata Plajaran X Kelas XI XII Kelompok Wajib Kelompok A 1 2 3 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia 3 2 4 3 2 4 3 2 4 4 5 6 7 8 9 Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris Kelompok B Seni Budaya (termasuk muatan lokal) Prakarya dan Kewirausahaan (termasuk muatan lokal) 4 2 2 2 2 3 24 18 26 4 2 2 2 2 3 24 20 26 4 2 2 2 2 3 24 20 169 Pendidikan Jasmani. Olah Raga. dan Kesehatan (termasuk muatan lokal) Jumlah jam pelajaran Kelompok Wajib Kelompok Peminatan Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA) Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMK) 26 169 .

53 Struktur Kurikulum Peminatan SMA MATA PELAJARAN X 24 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6 60 42 Kelompok A dan B (Wajib) Peminatan Matematika dan IPA I 1 Matematika 2 Biologi 3 Fisika 4 Kimia Peminatan Sosial II 1 Geografi 2 Sejarah 3 Sosiologi & Antropologi 4 Ekonomi Peminatan Bahasa III 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 2 Bahasa dan Sastra Inggeris 3 Bahasa dan Sastra Asing lainnya 4 Antropologi Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman Pilihan Pendalaman Minat atau Lintas Minat Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu Kelas XI 24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 72 44 XII 24 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 72 44 170 .

dan Kesehatan 2 2 2 2 3 24 24 2 2 2 2 3 24 24 48 2 2 2 2 3 24 24 48 171 Kelompok B (Wajib) Jumlah kelompok A dan B Kelompok C (Peminatan) Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi TOTAL 48 . 7. Olah Raga.MATA PELAJARAN Kelompok A (Wajib) X 3 2 4 4 KELAS XI 3 2 4 4 XII 3 2 4 4 1. 4. 2. 8. 3. 6. 9. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris Seni Budaya Prakarya dan Kewirausahaan Pendidikan Jasmani. 5.

172 6 7 Pembiayaan Waktu Pelaksanaan . 3 kali pendampingan (tentatif) Melakukan bimbingan langsung kepada guru ketika guru melakukan kegiatan di kelas dan di sekolah (observasi.71 No 1 2 2 3 4 5 PENDAMPINGAN Aktifitas Tim yang akan melakukan pendampingan Penyiapan Tim Pendamping Wilayah Cakupan pendampingan Frekuensi Pendampingan Tugas pendamping Keterangan Pengawas (Inti) . Kepala Sekolah (Inti) dan Guru inti Dilakukan melalui ToT lanjutan selama 1 minggu di provinsi Dalam kab/kota dan dalam provinsi Setiap hari 1 guru pendamping mencakup 2 sekolah (tentatif) Dalam 1 minggu. refleksi dan tindak lanjut) Berasal dari anggaran APBN Kemdikbud Mulai tahun pelajaran 2013. supervisi.

Guru Inti dengan menggunakan instrumen PK Guru 2. Dilaksanakan di sekolah atau di KKG MGMP. Kegiatan perbaikan tindakan dilakukan pada siklus berikutnya Disediakan dukungan layanan on-line untuk belajar mandiri.d Desember Observasi/Supervisi 1. Tim Pendamping memberikan umpan balik dan memberikan gagasan baru Tindak Lanjut Implementasi hasil refleksi: 1. Guru menceritakan kekuatan dan kelemahannya 3. Penetapan Tim Pendamping • Pengawas • Kepala Sekolah • Guru Inti 2. Pertemuan antara Tim Pendamping dan Guru Agustus s. Merencanakan program perbaikan berdasarkan penyebab kekurangberhasilan 2. Penyusunan Jadwal 4. 2. Kepala Sekolah melakukan supervisi sesuai dengan instrumen supervisi KS 3. Pengawas melakukan supervisi sesuai dengan instrumen PS Refleksi 1. berbagi pengalaman sesama guru dan narasumber serta pelaporan 173 . Orientasi /Penyegaran Tim Pendamping 5. konsultasi.Minggu ke 2 bulan Juli Persiapan Kegiatan Pendampingan 1. Penyusunan Instrumen 3.

1 PENGAWAS SENIOR PENGAWAS INTI KEPALA SEKOLAH INTI GURU INTI PENGAWAS KEPALA SEKOLAH GURU KELAS/ GURU MAPEL 174 .72 PERAN GURU PADA IMPLEMENTASI KURIKLUM 2013 :...

DAYA SANDING. ATAU MENGURANGI • NALAR • HIGH ORDER THINKING • CRITICAL THINKING • CREATIVE Materi dan tes (benchmark dgn soal-soal TIMSS. DAN KAPASITAS ADAPTASI • KOMPETENSI ABAD 21 • BONUS DEMOGRAFI • FILOSOFI PENDIDIKAN • FILOSOFI KURIKULUM • TEORI PENGEMBANGAN KURIKULUM • PSIKOLOGI PERKEMBANGAN • DATA-DATA EMPIRIK MATERI PROSES • SCIENTIFIC APROACH • TEMATIK INETGRATIF • BAHASA SEBAGAI CARRIER OF KNOWLEDGE • DISCOVERY LEARNING • PROJECT BASED LEARNING • Instructional Effect dan Nurturant Effect PENILAIAN Generasi yang secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. MANAGEMEN SEKOLAH : • PEMINATAN • Mekanisme dan Pola Supervisi • Portfolio Guru dan Siswa • Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler • Rapor (transfer kegiatan ekstra dan portfolio ke dalam rapaor) 175 . presenting • Receiving. associating. experimenting. Valuing. pengendalian diri. PISA. kecerdasan. masyarakat. PISA. & Characterization KARAKTERISTIK GENERASI EMAS 2045 • AMANAT UUD. kepribadian.2 KOMPETENSI • SIKAP & PERILAKU • KETERAMPILAN • PENGETAHUAN • MENGAKOMODASI MATERI TIMSS.72 PERAN GURU PADA IMPLEMENTASI KURIKLUM 2013 :. PP 19 • DAYA SAING. bangsa dan negara serta dunia secara global. PIRLS. dsb) • Observing. akhlak mulia.. MEMPERTAHANKAN.. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. questioning. EGRA. Organization. PIRLS • MENAMBAH. • TES  TES DAN NON TES (PORTFOLIO) • OUTPUT  PROSES DAN OUTPUT • PK Guru • PKB Guru • Isian monitoring dan keterlibatan orang tua • Instrumentasi • Analisis dan Penafsiran • Konsistensi penerapanya. UU SISDIKNAS. Responding.

4. 5. 2. 3.MATERI UTAMA DIKLAT : NO PENDEKATAN/MODEL BELAJAR MODUL PELATIHAN 1. Tematik Terpadu Pendekatan Scientific Discovery Learning Problem Based Learning Project Based Learning • Konsep Dasar • Succes Story/Fakta Empirik Penerapannya • Langkaah Operasional Penerapan • Evaluasi Yang Digunakan • Video Pembelajarannya 176 .

.

Mengapa tunjangan sertifikasi guru di Kota Palangkaraya belum lancar? .Bp Aldiarto SMA-4 Sejak KBK tahun 2004 program pelatihan guru semakin merosot (sudah tidak ada guru inti). Bagaimana Transparansi pada sertifikasi? 3. Mengapa jam mata pelajaran sains berkurang? 2. 1.

SD IT sahabat Alam • Buku tematik banyak yang tidak kontekstual untuk siswa SD Kota Palangkaraya • Bagaimana Tahapanperkembangan anak? .

Analaila WI LPMP • Bagaimana penilaian di raport untuk tematik integratif? • Apakah diberikan kebebasankepada peserta didik untuk peminatan? .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->