Anda di halaman 1dari 1

Indikasi 1.

Rekuren karies yg luas pd restorasi yg besar atau gigi dgn karies yg luas, sehingga tidak ditumpat secara konvensional/Black. Misal pd karies rampan, karies sirkuler, karies proksimal M-D. 2. Diskonfigurasi yg berasal dari kombinasi restorasi yg terdiskolorisasi dan gigi tetangganya yg rotasi. 3. Amelogenesis imferpekta dimana email mengalami hipokalsifikasi atau perubahan warna lain yg terjadi pd gigi. Misal flourosis atau hipoplasi enamel. 4. Fraktur gigi dimana pulpa belum terbuka 5. Abrasi dan erosi gigi 6. Koreksi malposisi, misal rotasi, linguo/labio versi, mesio/disto versi, dan diastema. 7. Gigi anomali bentuk misal mulbery teeth, rudimenter 8. Abutment gigi tiruan cekat. Kontra 1. 2. 3. 4. 5. 6. Gigi terlalu pendek atau tidak mempunyai cingulum sehingga retensinya kurang Gigitan tertutup (close bite) atau edge to edge bite Ketebalan struktur jaringan keras gigi kurang atau tipis pd labio-lingual Pasien dgn kebiasaan bruxism Desain preparasi tidak didukung jaringan gigi yg kuat Alergi terhadap bahan yg akan digunakan

Sumber: Jones, J.G, Grundy, J.R. A Colour Atlas of Clinical Operative Dentistry Crown & Bridges, 2nd Ed, Wolfe. 1992 Grossman, Louis I. Ilmu Endodontik Dalam Praktek. EGC. Jakarta. Indonesia. 1995