Anda di halaman 1dari 43

MATERI DIKLAT PROTEKSI

PT. PLN (PERSERO) PUSDIKLAT


TIM DIKPRO PROTEKSI
BAB-3- PARAMETER INPUT
PERHITUNGAN SETTING PROTEKSI TT/TET
FILOSOFI
1
PARAMETER INPUT DALAM PERHITUNGAN SETTING RELAY
Merupakan kumpulan data teknis yang dibutuhkan dalam
melakukan suatu perhitungan setting proteksi tegangan
tinggi/ekstra tinggi

Sasarannya, data setting relai proteksi yang aktual,
sesuai sesuai dengan kebutuhan sistem

Parameter input meliputi :
- peralatan proteksi
- obyek yang diproteksi,
- penempatan atau konfigurasi sistem,
- peralatan penunjang /bantu lainnya.
- kabel kontrol
1. DATA PERALATAN PROTEKSI
2
Jenis relai
Rating arus dan atau tegangan
Catu daya (power supply)
Karakteristik kerja
Range (tap) setting
Operating time
Akurasi pada nilai setting
Fasilitas komunikasi
Scheme logic yang dimiliki
Buku petunjuk (manual book)
DATA RELAI PROTEKSI
3
Jenis relai yang dipergunakan, apakah menggunakan Distance Relay,
Line Differensial, Directional. Jenis rele ini menjadi hal yang paling
penting karena untuk tiap tiap jenis rele metode perhitungan akan
berbeda beda.
Nominal arus dan tegangan relai, harus sesuai dengan nominal
sekunder CT dan PT karena akan mempengaruhi akurasi dari setting
yang dibuat.
Nilai minimum tap dan range setelan akan mempengaruhi nilai setelan
yang sebenarnya. Sebaiknya deviasi antara hasil perhitungan dengan
penerapan tap pada relai sekecil mungkin. Seperti Setting distance relay
Zone 3 untuk proteksi SUTET yang panjang secara fisik akan terbatasi
oleh maksimum tap setting
Karakteristik relay dari masing masing pabrikan berbeda beda, hal ini
akan menyebabkan kalkulasi dan penerapan setting belum tentu sama
untuk semua type relai. Oleh karena itu perlu dibutuhkan manual dari
relai yang akan dipergunakan

Contoh DATA RELAI JARAK
4
Merek/ type,
Arus nominnal , 1 A atau 5 A
Power supply yang tersedia 110 volt DC atau 220 volt AC
Range setting yang meliputi Low set & High set untuk relai gangguan
fasa-fasa (OCR) dan relai gangguan fasa-tanah (GFR) ,
Contoh : OCR min 0.4 2.0 In ( in 0.05 steps )
GFR min 0.05 1.0 In ( in 0.05 steps
Operating time dalam mS
Akurasi pada nilai setting
Karakteristik waktu kerja : standard inverse, very inverse, extremelly
inverse, denitine time
Range setting kurva waktu (TMS)
Inverse min 0.05 1 with 0.025 steps for IEC standard dan
min 0.5 15 with 0.5 steps for ANSI standard
Definite min 0 30 second in 0.1 steps
Drop out to pick up ratio
Contoh DATA RELAI DIFFERENTIAL
5
Jenis relai
Arus nominal 1A/5A
Jumlah input arus
Catu daya (power supply)
Range (tap) setting
Operating time dalam ms
Akurasi pada nilai setting
Kelengkapan Auxilary CT dan penentuan vektor
groupnya
Scheme logic yang dimiliki
Buku petunjuk (manual book)
2. OBYEK YANG DIPROTEKSI
6
2.1 PROTEKSI SUTT


2.2 PROTEKSI GI

- TRAFO

- PROTEKSI BUSBAR/DIAMETER



2.1 PARAMETER INPUT SUTET
7
2.1.1 DATA PENGHANTAR

2.1.2 KONFIGURASI TOWER/TIANG

2.1.3 DATA IMPEDANSI URUTAN

2.1.4 KONFIGURASI JARINGAN

2.1.5 SISTEM PENTANAHAN



DATA PENGHANTAR / KONDUKTOR
8
a). JENIS PENGHANTAR : - Overhead Line
- Ground Cable
- Campuran OHL & Cable

b). PANJANG (dalam satuan km/mil)

c). TYPE / UKURAN KONDUKTOR
- Tipe konduktor merupakan standar pabrikan yang sangat
berkaitan dgn luas penampang dan kemampuan hantar arus

d). KEMAMPUAN HANTAR ARUS (CCC)

e). JUMLAH BUNDEL (1,2,4) & JARAK ANTAR KONDUKTOR (mm)

f). JUMLAH SIRKIT (SINGLE/DOUBLE)

f). DATA KAWAT PETIR (GROUND WIRE) : - Jumlah & Ukuran

KONFIGURASI TOWER
9
Konfigurasi konduktor (harizontal/vertikal

Kofigurasi kawat tanah

Tinggi konduktor dgn tanah

Jarak antar konduktor dan kawat ground thd
konduktor

Tahanan jenis tanah (p) dan koefisien
pentransion arus ground (o)
Tanah gembur = 30 O m, o = 510 m
Tanah liat = 50 O m, o = 660 m
Tanah krikil = 100 O m, o = 930 m
Tanah cadas = 200 O m, o = 1100 m
Tanah bebatuan basah = 500 O m, o = 510 m
Tanah bebatuan kering = 1000 O m, o = 510 m
IMPEDANSI URUTAN
10
IMPEDANSI URUTAN POSITIF

IMPEDANSI URUTAN NEGATIF

IMPEDANSI URUTAN NOL

Va0
Vb0
Urutan negatif
Vao = Vbo = Voc
Va1
Vc1
Vb1
Urutan
POSITIF


Va2
Vb2
Vc2
Urutan
NEGATIF

Z1 = V1 / I1
Z2 = V2 / I2
Zo = Vo / Io



Vc0
RL1

nc
R :=
IMPEDANSI URUTAN POSITIF
12
ZL1 = RL1 + j XL1
XL1 e
0 ln
d
r
|

\
|
|
.
1
4 nc
+
|

\
|
|
.

2 t
:=
RL1 = Resistansi urutan pos
XL1 = Reaktansi urutan pos
d = GMR
r = radius konduktor
nc = jumlah bundle
o = permabilitas udara
= = ungle freq
R = Resistansi konduktor pada
suhu luar

R Ro 1 o At + ( ) :=
IMPEDANSI URUTAN NOL
13
ZL0 = RL0 + j XL0
RL0 = Resistansi urutan nol
XL0 = Reaktansi urutan nol
d = GMR
r = radius konduktor
nc = jumlah bundle
o = permabilitas udara
= = ungle freq
R = Resistansi konduktor pada
suhu luar

RL0 RL1 3
0 e
8
+ :=
XL0 e
0 3 ln
o
3
r d
2

\
|
|
|
.

1
4 nc
+
|

\
|
|
|
.

2 t
:=
UNTUK OHL SINGLE SIRKIT TANPA KAWAT TANAH
IMPEDANSI URUTAN NOL
14
ZLo = RL02 + j XL02
UNTUK OHL DOUBLE SIRKIT TANPA KAWAT TANAH
Zab
0
8
e j e
0
2 t
ln
o
dab
|

\
|
|
.
+ :=
Zab = Imp bersama antara line1 dgn line2
ZL01 = imp urutan nol utk single circuit
dab = GMR double circuit
nc = jumlah bundle
o = permabilitas udara
= = ungle freq
ZLo ZL01 3 Zab + := ZL01
IMPEDANSI URUTAN NOL
15
UNTUK OHL SINGLE SIRKIT DENGAN KAWAT TANAH
Zas = Imp loop antara line/earth dgn ground wire /earth
ZL01 = imp urutan nol utk single circuit
daS = GMR Single circuit with ground wire
nc = jumlah bundle
o = permabilitas udara
Zs = imp loop antara ground wiredengan tanah
ZLo ZL01 3
Zas
2
Zs
:= ZL01 ZL01
Zs
Rs
ew
0
8
e + j e
0
2 t
ln
o
rs
|

\
|
|
.
s
4 ew
+
|

\
|
|
.
+ :=
Zas
0
8
e j e
0
2 t
ln
o
das
|

\
|
|
.
+ :=
das
3
das1 dbs1 dcs1 das2 dbs2 dcs2 ew 1 > ( )
3
das1 dbs1 dcs1 ew 2 < ( ) + :=
IMPEDANSI URUTAN NOL
16
UNTUK OHL SINGLE SIRKIT DENGAN KAWAT TANAH
Zas = Imp bersama antara line dgn ground wire
ZL04 = imp urutan nol utk double circuit dengan kawat tanah
ZL02 = imp urutan nol utk double circuit tanpa kawat tanah
das = GMR Single circuit with ground wire
nc = jumlah bundle
o = permabilitas udara
Zs = imp ground wire antara ground wiredengan tanah

Zs
Rs
ew
0
8
e + j e
0
2 t
ln
o
rs
|

\
|
|
.
s
4 ew
+
|

\
|
|
.
+ :=
Zas
0
8
e j e
0
2 t
ln
o
das
|

\
|
|
.
+ :=
das
3
das1 dbs1 dcs1 das2 dbs2 dcs2 ew 1 > ( )
3
das1 dbs1 dcs1 ew 2 < ( ) + :=
ZL04 ZL02 6
Zas
2
Zs
:= ZL02 ZL02
DIFF-1
DIFF-2
Contoh POLA PROTEKSI IBT
18
CT 1000/1A
REF-21
500 kV
CT
CTN
500/ 150 kV
250 MVA
CT 1000/1A
REF-11
REF-12
SBEF
OVR
OCR2
METERING
CCP
OCR-1/METERING
CCPb
CCPa
CONTOH PROTEKSI DIAMETER 500 kV
19
CCP : Proteksi Arus Sirkulasi
BBP : Proteksi Busbar
LP : Proteksi Pht /Line
BBP-1 BBP-1
LP
87T
Line
IBT
Diameter-1B
Diameter-2B
Diameter-1A
Diameter-2A
20
Contoh : KERJA CBF PADA PMT- B1
CBF-B1 akan men-trip-kan CB-CB yang
terkait dg CB-B1
AB1, B2 , B3 dan CB di GI.
Depan
Trip remove end
A2 AB2 B2
A1 AB1 B1
A3 AB3 B3
21
CBF-AB1 akan men-trip-kan CB-CB yang
terkait dg CB-AB1
A1 dan B1 ,
A2 AB2 B2
A1 AB1 B1
A3 AB3 B3
Contoh : KERJA CBF PADA PMT- AB1
Trip remove end
22
PROTEKSI ZONA PENDEK (SZP)
DALAM KONDISI PMT B1 & AB1
TERBUKA, TERDAPAT DAERAH YG TIDAK
TERPROTEKSI YAITU ANTARA CT DGN
PMT AB1
SHORT ZONE PROTECTION, MERUPAKAN
PENGEMBANGAN DARI LOGIC CBF, DGN
MENGGUNAKAN STATUS PMT OPEN

BBP
LP
87T
CCP
b
CCP
a
SZP
A1 AB1 B1
50 BF
CB Open
&

to
TRIP
2.1 DATA TRAFO TENAGA
23
Merek, type
Kapasitas
Tegangan kerja nominal
Rasio Tegangan
Jenis belitan (core/non core type)
Vektor Group (YoYn, YoD5, YoYnD)
Sistem pendingin dan temperature rise
Ketahanan thd arus hubung singkat
Impedansi Hubungsingkat (%Z)
Fasilitas lain seperti CT bushing, alat ukur
temperature
Relai mekanis
CONTOH NAME PLATE TRAFO TENAGA
24
2.2 DATA BUSBAR
25
Merek, type dan ukuran penampang
Kemampuan hantar arus (CCC)
Tahanan Rdc
III. DATA PERALATAN PENUNJANG
26
3.1 TRAFO ARUS
3.2 CAPASITIF VOLTAGE TRANSFORMER
3.3 PEMUTUS TENAGA (PMT)
3.4 PEMISAH (PMS)
3.5 KABEL TT/TM
3.1 TRAFO ARUS
27
Merek, type
Ratio
Burden (VA)
Klas akurasi (P, X, Y)
Arus magnetisasi (imag)
Tegangan knee (Vknee)
Tahanan dalam (Rdc)
KEBUTUHAN BURDEN MINIMUM TRAFO ARUS
(sesuai SPLN)
28
Arus Nominal
(A)
Jenis Meter
Burden
Minimum (VA)
Jenis Proteksi
Burden
Minimum (VA)
1
Analog 15 Statik 10
Digital 5 Numerik 5
5
Analog 50 Elektromekanik 50
Digital 40 Numerik 40
CATATAN 1: Kebutuhan burden di atas hanya untuk rangkaian CT proteksi atau meter yang dipasang
secara terpisah
CATATAN 2: Sedangkan untuk rangkaian proteksi yang diseri dengan meter atau dengan peralatan
rekaman (DFR), kebutuhan burden merupakan penjumlahan

KELAS CT PROTEKSI GI/GITET (SPLN)
29
Penggunaan Kelas CT Keterangan
Proteksi Transformator Tenaga 150/20 kV, 66/20 kV
Differensial Relai
REF
OCR/GFR
SBEF
P atau PX
(
*
)

P atau PX
(
*
)

P
P

Proteksi IBT 150/66 kV
Differensial Relai
REF
OCR/GFR/
SBEF
P atau PX
(
*
)

P atau PX
(
*
)

P
P
Proteksi IBT 500/150 kV, 275/150 kV
Differensial Relai, REF (Main 1)
Differensial Relai, REF (Main 2)
OCR/GFR
TPX
TPX
P
Proteksi Busbar 500 atau 275 kV
Differensial Busbar 1
Differensial Busbar 2
TPX
TPX
Proteksi Busbar/Kopel 150 atau 66 kV
Differensial Busbar 1
Differensial Busbar 2
OCR/GFR
P atau PX
(
*
)

P atau PX
(
*
)

P
Proteksi Diameter 500 atau 275 kV
CCP
CBF/SZP
TPX
P
Proteksi Diameter 150 kV
CCP
CBF
TPX
P
KELAS CT PROTEKSI PENGHANTAR sesuai SPLN
30
Keterangan
(
*
)
Kelas PX digunakan untuk relai jenis High Impedance. Kelas P digunakan untuk relai jenis Low Impedance.
Penggunaan Kelas CT Keterangan
Proteksi SUTT:
Distance relai
Line differential
Phase Selective Relai
OCR/GFR
CBF
P atau PX
(
*
)

P atau PX
(
*
)

P
P
P
Pemilihan relai proteksi untuk
SUTT mengacu kepada SPLN
No T5.002-1:2009. Pola
Pengaman SUTT (Bagian 1)
66kV/150kV
Proteksi SUTET
Distance relai + DEF 1
Distance relai + DEF 2
Line differential 1
Line differential 2
Phase Comparison 1
Phase Comparison 2
TPY
TPY
TPY
TPY
TPX
TPX
Pemilihan relai proteksi untuk
SUTET mengacu kepada
SPLN No T5.002-2:2009: Pola
Pengaman SUTET (Bagian 2)
275kV/500kV
Proteksi Kapasitor/Reaktor
OCR/GFR
Unbalance
P
P
Perbandingan CT Type X, Y & Z
TYPE- X TYPE -Y TYPE -Z
Tanpa celah udara
Konstanta waktu lebih lama
dari 5 detik
CT ini mempunyai akurasi yang
tinggi, arus magnetisasi yang
sangat rendah, presisi pada
transformasi AC dan DC
komponen
Cocok untuk semua jenis
proteksi, (differential relay
Mempunyai faktor remanansi
KR ~ 0.8
CT ini mempunyai core yang
besar karena itu berat dan
mahal.
Dapat dikombinasikan dengan
TPY
User harus menspesifikasikan
harga minimum dari V knee
dan harga rms maksimum dari
arus eksitasi

Dengan celah udara kecil (pd inti)
Konstanta waktu 0.2 s/d 10 detik,

CT ini hampir sama dengan tipe
TPX tetapi transformasi DC
komponen tidak seakurat TPX
Hal ini berarti kesalahan transient
lebih besar pada konstanta waktu
yang kecil
Mempunyai faktor remanansi KR
< 0.1
CT ini mempunyai core yang
besar dan mahal
Cocok untuk semua jenis proteksi
Toleransi konstanta waktu
sekunder 20 % jika Ts < 2 detik
CT digunakan untuk proteksi
penghantar SUTET

Dengan konstanta waktu 60
milidetik +/- 10 %.
Arus magnetisasi 5.3 %
dari arus sekunder pada
keadaan steady state.
Faktor remanensi KR ~ 0.
Ukuran core 1/3 dari tipe
TPX dan TPZ untuk
keperluan yang sama
Hanya dapat dikombinasikan
dengan tipe TPZ saja.
31
3.2 CVT/PT
32
Merek, type
Jenis (PT /CVT)
Ratio
Burden (VA : 50,75,100)
Klas akurasi (meter 0.2, 0.5,1 prot 3P,6P)
Kapasitansi (pF)
KEBUTUHAN BURDEN & KELAS CVT UNTUK
PROTEKSI SUTET (SPLN)
33
Capacitance 4000 - 6000pF
Penggunaan burden class
- Lpa 150 VA 3P
- LPb 150 VA 3P
KONTRUKSI CVT
34



1
6
4
3
7
2

C1
C2
5
1) Terminal Tegangan Ekstra
tinggi
2).kapasitor C1 & C2 pembagi
tegangan (capacitive voltage
divider) yang berfungsi sebagai
pembagi tegangan tinggi untuk
diubah oleh trafo tegangan
menjadi tegangan pengukuran
yang lebih rendah

3). L0 adalah induktor penyesuai
tegangan (medium voltage
choke) yang berfungsi untuk
mengatur/menyesuaikan supaya
tidak terjadi pergeseran fasa
antara tegangan masukan (vi)
dengan tegangan keluaran (vo)
pada frekuensi dasar.
AKURASI CVT
35
Jenis peralatan Kelas akurasi Catatan
Meter transaksi 0,2 Semua jenis
Meter indikator 0,5 atau 1
Untuk meter pengukuran.
Jika CVT digunakan untuk
meter transaksi, kelas akurasi
meter indikator menggunakan
kelas proteksi
Relai proteksi 3P atau 6P Jenis analog
Relai proteksi 3P atau 6P Jenis digital
NAME PLATE CVT
36
3.3 DATA PEMUTUS TENAGA
37
- Manufacturer/type
- Rated Arus nominal
- Rated Tegangan nominal
- Rated Frekuensi
- Breaking Capacity
- Jenis penutupan (single pole / three pole )
- Relai pole discrepanncy *) khusus PMT single pole)
- Media pemadam busur api
- Kecepatan Buka/Tutup (mS)
- Siklus kerja ( contoh : O 0.3 detik CO 3 menit CO)
KONSTRUKSI PEMUTUS TENAGA
38
Keterangan

1. Pondasi

2. Kerangka (Struckture)

3. Mekanik penggerak

4. solator suport.

5. Ruang pemutus

6a. Terminal Utama atas

6b. Terminal Utama bawah

7. Lemari control lokal

8. Pentanahan / Gorunding
8
7
2
4
1
3
5
6a
6b
Kemampuan Siklus Kerja PMT
39
Jenis PMT yang digunakan penghantar harus mendukung pola
SPAR (single pole autoreclose) yaitu single pole dan mempunyai
urutan kerja pengenal :
O 0.3 detik CO 3 menit CO yang artinya setelah PMT
membuka, perlu waktu minimal 0.3 detik untuk menutup (reclose)
dan bisa langsung membuka.
Untuk menutup kembali perlu waktu 3 menit dan bisa langsung
membuka. Dengan catatan bahwa waktu tunda 3 menit untuk
penutupan PMT yang ke dua kali dibutuhkan untuk recovery media
pemadaman busur jika pembukaan PMT pada ratingnya (breaking
capacity ).
3.4 DATA PEMISAH
41
- Manufacturer / type
- Rated Arus nominal
- Rated short time current , dalam 1 sec, rms (kA)
- Rated Tegangan nominal
- Operating mechanism
- Minimum creepage distance between live part to ground
- Catu daya (AC/DC)
Contoh DATA PEMISAH
42
DATA HUBUNG SINGKAT
43
Besarnya arus hubung singkat akan mempengaruhi nilai
setelan relai proteksi.

Pada Distance relai arus hubung singkat menjadi
pertimbangan dalam penentuan setting jangkauan
resistive phasa phasa maupun phasa tanah.

Besaran arus hubung singkat dipakai untuk menentukan
setting arus minimum pick up untuk proteksi Line
Differensial dan Directional Earth Fault
DATA HUBUNG SINGKAT
44
contoh !
ARUS HUBUNG SINGKAT GI / GITET P3B JAWA BALI SEMESTER 1 TH 2012
UNTUK PERHITUNGAN SISTEM PROTEKSI
No BUS GI/GITET Region
Teg Imp.urutan positif Imp.urutan negatif Imp.urutan nol Arus hub singkat Max
KV R1(pu) X1(pu) R2(pu) X2(pu) Ro(pu) Xo(pu) 1ph. (kA) 3ph. (kA)
1 A-7 BEKASI7 region1 500 0,0003994 0,0048687 0,0003463 0,0048113 0,0004537 0,00442091 26,90566 25,98314
2 B-7 BEKASI7 region1 500 0,0003994 0,0048687 0,0003463 0,0048113 0,0004537 0,00442091 26,90566 25,98314
3 A-7 CAWANG7 region1 500 0,0004505 0,0052996 0,000388 0,0052097 0,0004067 0,00445412 25,36026 23,8655
4 B-7 CAWANG7 region1 500 0,0004505 0,0052996 0,000388 0,0052097 0,0004067 0,00445412 25,36026 23,8655
5 A-7 CIBINONG7 region1 500 0,000244 0,0032517 0,0001962 0,0031792 0,0002766 0,00234429 43,2274 38,91347
6 B-7 CIBINONG7 region1 500 0,000244 0,0032517 0,0001962 0,0031792 0,0002766 0,00234429 43,2274 38,91347
7 A-7 CILEGON BARU7 region1 500 0,000241 0,0038431 0,000197 0,0039113 0,0001811 0,00231642 37,73572 32,96235
8 B-7 CILEGON BARU7 region1 500 0,000241 0,0038431 0,000197 0,0039113 0,0001811 0,00231642 37,73572 32,96235
9 7-A DEPOK7 region1 500 0,0002714 0,0035018 0,0002281 0,0034408 0,0002328 0,00232987 40,92227 36,12915
10 7-B DEPOK7 region1 500 0,0002714 0,0035018 0,0002281 0,0034408 0,0002328 0,00232987 40,92227 36,12915
11 A-7 KEMBANGAN7 region1 500 0,0004334 0,0053025 0,000391 0,0052468 0,0007722 0,00590278 23,03626 23,85949
12 B-7 KEMBANGAN7 region1 500 0,0004334 0,0053025 0,000391 0,0052468 0,0007722 0,00590278 23,03626 23,85949
13 7-A MUARA TAWAR7 region1 500 0,0002913 0,0037046 0,0001952 0,003516 0,0002085 0,00266709 38,40752 34,14993
14 7-B MUARA TAWAR7 region1 500 0,0002913 0,0037046 0,0001952 0,003516 0,0002085 0,00266709 38,40752 34,14993
15 7-A NEW BALARAJA7 region1 500 0,0003372 0,0042979 0,000297 0,0042971 0,000305 0,00320589 32,16078 29,44003
16 7-B NEW BALARAJA7 region1 500 0,0003372 0,0042979 0,000297 0,0042971 0,000305 0,00320589 32,16078 29,44003
17 A-7 SURALAYA7 region1 500 0,0002045 0,0034694 0,000159 0,0035392 5,269E-05 0,00155784 44,39488 36,51977
18 B-7 SURALAYA7 region1 500 0,0002045 0,0034694 0,000159 0,0035392 5,269E-05 0,00155784 44,39488 36,51977
19 7-A BANDUNG SELATAN7 region2 500 0,0003854 0,0048201 0,0003363 0,0047559 0,0004373 0,00439 27,17044 26,24931
20 7-B BANDUNG SELATAN7 region2 500 0,0003854 0,0048201 0,0003363 0,0047559 0,0004373 0,00439 27,17044 26,24931
21 7-A CIBATU7 region2 500 0,0003395 0,0042072 0,0002663 0,0040927 0,0002122 0,00275798 34,33632 30,06803
22 7-B CIBATU7 region2 500 0,0003395 0,0042072 0,0002663 0,0040927 0,0002122 0,00275798 34,33632 30,06803
23 7-A CIRATA7 region2 500 0,0003077 0,0040036 0,0002457 0,0039359 0,0001986 0,00260714 36,00724 31,60654
24 7-B CIRATA7 region2 500 0,0003077 0,0040036 0,0002457 0,0039359 0,0001986 0,00260714 36,00724 31,60654
25 7-A MANDIRANCAN7 region2 500 0,0005816 0,0067537 0,0005371 0,0066495 0,0002147 0,00435621 21,38479 18,72781
PT. PLN (PERSERO) PUSDIKLAT
TIM DIKLAT PROPESI
TERIMA KASIH