Anda di halaman 1dari 93

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

DENGAN MASALAH HIV / AIDS

4/29/2013

TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Umum Setelah mengikuti sesi pembelajaran, peserta mampu memberikan askep klien individu dlm konteks keluarga dgn masalah HIV/AIDS

4/29/2013

lanjutan
Tujuan Khusus
Memahami konsep dasar terkait masalah HIV/AIDS mencakup pengertian, patofisiologi dan cara penularan HIV/Aids Melakukan pengkajian pada individu dan keluarga dengan HIV/AIDS

Merumuskan diagnosis kprwtn individu & klg berdasarkan hsl pengkajian.


4/29/2013 3

LANJUTAN

Menyusun rencana kprwtn berdasarkan mslh yg teridentifikasi


Melakukan implementasi kprwtn dgn mengaplikasikan

ketentuan khusus dlm penanggulangan HIV/Aids antara lain Universal precaution, managemen ARV, tatalaksana penderita HIV/Aids
Melakukan evaluasi thdp askep yg diberikan Mendokumentasikan askep klien individu & klg
4/29/2013 4

POKOK BAHASAN

PB 1 : Pengertian HIV/AIDS.
PB 2 : Patofisiologi HIV/AIDS. PB 3 : Cara penularan

PB 4 : Universal Precaution
PB 5 : Peran Perawat dlm Managemen ARV PB 6 : Penatalaksanaan Penderita HIV/AIDS.

PB 7 : Askep klien penderita HIV/AIDS.


PB 8 : Askep klg dgn mslh HIV/AIDS
4/29/2013 5

BAHAN BELAJAR

Modul pelatihan tentang askep klg dgn mslh


HIV/Aids Referensi terkait dengan materi kprwtn klg,

materi penanggulangan HIV/ Aids, materi kprwtn


kes di rmh

4/29/2013

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN ASKEP KELUARGA DGN. HIV/AIDS


Menyampaikan deskripsi materi modul


Mengidentifikasi pemahaman peserta tentang kprwtn HIV/Aids

Mengungkapkan tujuan & pokok bahasan yg akn


dicapai Menyampaikan metode pembelajaran yg akn dilakukan Menanyakan apa harapan peserta thdp proses pembelajaran
4/29/2013 7

lanjutan
Menyampaikan materi ttg : pengertian, patofisiologi & cara penularan HIV/Aids, Universal precaution, peran perawat dlm managemen ARV, tatalaksana penderita HIV/Aids yg belum dipahami peserta
Memberikan kesempatan peserta bertanya & memberikan tanggapan

Memberikan klarifikasi berbagai pertanyaan & isu yg muncul pd saat tanya jawab
4/29/2013 8

lanjutan

Menjelaskan garis besar materi tentang askep klien individu & klg dgn HIV/AIDS

Bersama peserta merangkum materi yg telah dibahas. Memberikan tugas peserta mendiskusikan kasus pemicu terkait HIV/Aids & meminta peserta membuat rencana

askepnya & mempresentasikan hasil diskusinya

4/29/2013

LANJUTAN

Memandu kelompok utk mempresentasikan hasil


diskusi Melakukan klarifikasi hasil diskusi kelompok & isu-isu yg dibahas selama presentasi Mengevaluasi tingkat pembahaman peserta

4/29/2013

10

PB 1 : PENGERTIAN HIV/AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat adanya penurunan immunitas / zat kekebalan tubuh yg

disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV)


dgn tanda/ gejala penderita mudah terserang infeksi & kanker

4/29/2013

11

PB 2 : PATOFISIOLOGI HIV/AIDS
Virus masuk kedalam tubuh menyerang sel target
yaitu sel T helper fungsi sistem imun menjadi rusak daya tahan tubuh menurun Penderita

mudah terserang infeksi dan mudah terkena kanker.


Masa inkubasi HIV 6 sampai lebih dari 10 tahun.

4/29/2013

12

GEJALA AKIBAT TERINFEKSI HIV


Berupa kumpulan gejala akibat fungsi immun menurun : rasa lelah berkepanjangan, sesak nafas dan batuk berkepanjangan, diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas, sering demam disertai keringat malam, bercak merah kebiruan (kanker) pada kulit, berat badan menurun secara menyolok, pembesaran kelenjar limfa,

bercak putih atau luka di mulut dan di genetalia,


nyeri kepala, nyeri belakang mata, nyeri menelan, mual, muntah
4/29/2013 13

PB 3 : CARA PENULARAN
HIV terdapat pada semua cairan tubuh penderita HIV/ AIDs tetapi yang terbukti berperan dalam menularkan kepada orang lain hanya air mani, cairan vagina dan darah. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui : tranfusi darah yang mengandung HIV, jarum suntik atau alat tusuk lain (akupunktur, tato, tindik) bekas dipakai oleh pengidap HIV, hubungan seksual dengan pengidap HIV ibu hamil pengidap HIV kepada janinnya
4/29/2013 14

PB 4 : UNIVERSAL PRECAUTION
Universal precaution merupakan upaya untuk mencegah penularan atau infeksi virus/ kuman dan menciptakan keamanan lingkungan kerja yang kondusif. Berbagai upaya Universal precaution antara lain melalui :

Peningkatan Pemahaman para manager tentang : risiko


kerja dan cara pencegahan masalah, tatalaksana kecelakaan kerja

Penyediaan alat pelindung, bahan dan sarana


perlengkapan untuk melakukan kontrol infeksi sesuai kebutuhan
4/29/2013 15

LANJUTAN Pengembangan kebijakan dan prosedur kerja yang rinci Memberikan dukungan bagi pasien dan keluarga serta

lingkungannya antara lain melalui : managemen stres,


konseling pasca pajanan Pembersihan, penyeterilan atau memproses alat daur

ulang
Pembuangan limbah pasien HIV/ Aids secara aman Perlindungan orang di sekitar penderita dan tenaga kesehatan dari penyebaran infeksi Surveilans
4/29/2013 16

STANDAR UNIVERSAL PRECAUTION


(Blood and body fluid) + body substance isolation (Moist body substance)

Dilakukan pada semua pasien yang sudah terdiagnosa


atau kemungkinan terinfeksi. Lakukan pada darah, semua bentuk cairan tubuh kecuali keringat, pada semua kulit terluka, dan pada membran mukosa. Ciptakan upaya mengurangi risiko tranmissi microoganisme dari sumber yang diketahui maupun sumber yang tidak diketahui.
4/29/2013 17

TINDAKAN UNIVERSAL PRECAUTION

Menjaga kebersihan tangan : mencuci tangan dgn benar Menggunakan larutan antiseptic untuk cuci tangan Mengelola alat kesehatan bekas pakai Melakukan disinfeksi sterilisasi secara tepat Mengelola dan memperlakukan alat/ benda tajam secara aman Mengelola limbah dan Sanitasi Lingkungan mencakup limbah cair, sampah medis, sampah rumah tangga secara tepat 4/29/2013 18

LANJUTAN

Melakukan Tata laksana propilaksis pasca pajanan dengan tepat Informasikan kepada orang yang terpajan HIV tentang : Risiko transmisi HIV,

Ketentuan Minum ARV dan Efek samping ARV,


Hindari hubungan seks yang tak terlindungi, Penjelasan mengenai risiko dan tindakan untuk melepaskan stress dan kegelisahan

4/29/2013

19

ANTI RETROVIRAL (ARV)


ARV merupakan obat yg digunakan pasien dgn tes HIV positif Tujuan Pengobatan ARV : Mengurangi morbiditas dan mortalitas terkait HIV/AIDS. Memperbaiki mutu hidup. Memulihkan dan memelihara fungsi kekebalan. Mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Menurunkan biaya perawatan dan Menurunkan kemiskinan. Manfaat ARV Menekan replikasi virus sedini mungkin dalam waktu lama. Perbaikan fungsi immun. Hidup bebas dari penyakit untuk waktu lama. Resiko resistensi obat rendah dgn penekan virus sempurna. Menurunnya kemungkinan resiko transmisi virus.
4/29/2013 20

PB 5 : PERAN PERAWAT DALAM MANAGEMEN ARV


Hal penting yang perlu diciptakan dalam pemberian Obat ARV Keinginan pasien untuk mendapat pengobatan. Kemampuan pasien menerima pengobatan. Partisipasi aktif pasien dalam pengobatan. Kepatuhan pasien dalam pengobatan. Faktor yang mempengaruhi keputusan pasien Stres. Hubungan perawat pasien. Budaya. Dukungan. Substansi obat yang digunakan 4/29/2013

21

PB 6 : PENATALAKSANAAN PENDERITA HIV/AIDS


Melakukan Pengkajian sebelum ARV :
Menilai kesiapan pasien dan tingkat ketertarikan pasien menerima obat.

Menilai Pemahaman Pasien tentang ARV Terapi :


Menilai Riwayat kesehatan pasien dan hasil pemeriksaan lengkap :

Identifikasi kekuatan dan kelemahan.

4/29/2013

22

LANJUTAN

Melakukan Pengkajian sebelum ARV : Menilai kesiapan pasien dan tingkat ketertarikan pasien menerima obat. Menilai Pemahaman Pasien tentang ARV Terapi : Menilai Riwayat kesehatan pasien dan hasil pemeriksaan lengkap : Identifikasi kekuatan dan kelemahan.

4/29/2013

23

LANJUTAN Melakukan Pendidikan Kesehatan kepada Pasien Mengenai ARV Terapi :


Tentang terapi ARV. Hal-hal penting terkait Terapi ARV : Pertimbangan Pola Makan : Penting karena ada ARV yang memerlukan makanan atau asam tertentu dalam lambung untuk mencapai penyerapan ARV maksimal khusunya terkait obat : Didanosin ( ddl/Videx), Delavirdine ( Rescriptor) dan Saquinavir (fortovase), Ritonavir (Ziagen),Nelfinavir (Vuiracept) dan Indinavir (Crixipan).

4/29/2013

24

LANJUTAN

Penyimpanan Obat : Semua obat disimpan dalam suhu kamar, kecuali Ritonavir ( suhu 36 46 F, satu dosis boleh disimpan dalam suhu kamar hanya selama 12 jam ).

Membantu pasien menjalani ART


Pengendalian terhadap efek samping. Meningkatkan kesetiaan pasien mengkonsumsi obat ARV

4/29/2013

25

PRINSIP TINDAKAN PERAWATAN PENDERITA HIV/ AIDS

Berikan dukungan pada anggota keluarga yang mengidap HIV (bersikap hangat, beri perhatian, ajak berkomunikasi, dengarkan keluhannya, libatkan dalam aktivitas yang mampu dilakukan)

Mengenali dan melakukan Tatalaksana gejala dan keluhan yang sering di alami penderita mencakup : demam, nyeri, neuropsikologi, diare, muntah-muntah, sesak napas/ batuk, masalah kulit/ genitalia, lemah/ kelelahan dan Lakukan rujukan ke pelayanan kesehatan jika timbul gejala infeksi berat
4/29/2013 26

LANJUTAN

Pendidikan kesehatan pada keluarga yang berkaitan dengan HIV/AIDS : Materi edukasi mencakup materi pencegahan, pengobatan, dan perawatan antara lain : konsep dasar HIV/Aids, Pencegahan infeksi, Infeksi opportunity dan cara penanganannya, Tanda-tanda bahaya, Kebutuhan nutrisi penderita, cara perawatan. Sikap Perawat pada saat melakukan pendkes. : Fleksibel; Sabar; Menghargai; Waspada Tingkatkan perilaku hidup sehat (istirahat cukup, asupan nutrisi adekuat/ TKTP, latihan secara teratur), perilaku seksual aman (menggunakan kondom).
4/29/2013 27

LANJUTAN

Melakukan Upaya Pencegahan terhadap penularan infeksi HIV yaitu melakukan upaya universal precaution antara lain dengan ( cuci tangan, pembuangan limbah, pengelolaan luka), menghindari luka akibat penggunaan suntikan bekas penderita. Lakukan konseling individu atau keluarga Kolaborasi dalam pemberian obat anti viral dan obatobat untuk mengatasi infeksi

4/29/2013

28

LANJUTAN

Perawatan kebersihan diri dan kebersihan lingkungan serta keamanan Lakukan perawatan pada kondisi terminal : hormati keinginan pasien dan siapkan klien dan keluarga menghadapi kematian Perawatan penderita di rumah sesuai kondisi.

4/29/2013

29

KEBUTUHAN PELAYANAN PERAWATAN PADA PENDERITA HIV/AIDS DI RUMAH

Perawatan Fisik :
Perawatan di rumah: posisi dan mobilisasi, rawat luka, kulit, higiene oral, nutrisi yang adekuat, istirahat dan tidur,eliminasi, kenyamanan dan kebersihan tempat tidur dan lingkungan Tata laksana gejala : demam, nyeri, neuropsikologis, diare muntah batuk, masalah kulit genital, lemah, TB

4/29/2013

30

LANJUTAN

Pencegahan Fisik
Kewaspadaan universal : cuci tangan, pembuangan limbah, gunakan sarung tangan, terlepas dari kondisi penderita Melindungi si ODHA Makanan adekuat/ TKTP Hewan peliharaan

4/29/2013

31

LANJUTAN

Pelayanan Pend Kes HIV/ AIDS pd prwtn pasien HIV/ Aids di rmh :
Sikap Perawat pd saat melakukan pend kes : Fleksibel; Sabar; Menghargai; Waspada Ketentuan Pend kes pd yanwat di rmh :

Perlu bagi ODHA, anggota klg, pekerja kes, komunitas

Mencakup pencegahan, pengobatan, perawatan


Menggunakan Strategi khusus untuk yang buta aksara

Materi Pendidikan kesehatan antara lain mencakup : Informasi dasar HIV/Aids; Mencegah IO dan cara menanganinya; Tanda kegawatan dan rujukannya; tindakan universal precaution; Nutrisi
4/29/2013 32

Continuum of Care Penderita HIV/ Aids Jaringan sumber daya dan layanan, untuk memberikan dukungan holistik dan komprehensif untuk ODHA dan keluarganya Komprehensif meliputi : penyediaan perawatan, pengobatan, dukungan dan pencegahan. Holistik melibatkan rujukan, follow up, monitoring dan tata laksana kasus Rumah, klinik & rumah sakit, layanan komunitas lain Aksesibilitas yankes dan support sistem (kemiskinan, stigma) Perawatan berkelanjutan (discharge planning, rujukan) Sumber daya yang ada di masyarakat Koordinasi yang baik (jejaring, komunikasi)

LANJUTAN

Record-keeping

Penemuan dan penatalaksanaan kasus


4/29/2013 33

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH HIV/AIDS


PENGKAJIAN
Pengkajian data keluarga mencakup :
o o o o o o

Data umum Data riwayat dan tahap perkembangan keluarga Data lingkungan rumah Data struktur keluarga

Data fungsi keluarga


Data stress dan koping keluarga
34

4/29/2013

LANJUTAN Data Keluhan dan hasil Pemeriksaan fisik meliputi : o Keluhan pasien : Nyeri, lemah/ lelah, sesak napas, mual, kesulitan tidur dll. o Penampilan umum : berbagai gejala (wasting syndroma) o Kepala & muka : tingkat kewaspadaan menurun, kehilangan memori, rasa sakit pada membran mukosa mulut akibat herpes atau kandida o Paru-paru : napas pendek, dispnea, batuk, nyeri dada, gejala pneumonia, tuberculosis o Jantung : irama & frekuensi denyut jantung tidak teratur

4/29/2013

35

LANJUTAN Data Keluhan dan hasil Pemeriksaan fisik meliputi : o Abdomen : nek dan muntah, tidak nafsu makan, diare o Genetalia : rasa nyeri pada genetalia, infeksi perineal, kandidiasis pada vagina, ada kutil o Kulit : rash, lesi, sarcoma kaposi, eksim, psoriasis, herpes, dermatitis o Tungkai : turgor jelek, parasentesiaData Keluhan dan hasil Pemeriksaan fisik meliputi : o Keluhan pasien : Nyeri, lemah/ lelah, sesak napas, mual, kesulitan tidur dll.

4/29/2013

36

LANJUTAN o Penampilan umum : berbagai gejala (wasting syndroma)\ o Kepala & muka : tingkat kewaspadaan menurun, kehilangan memori, rasa sakit pada membran mukosa mulut akibat herpes atau kandida o Paru-paru : napas pendek, dispnea, batuk, nyeri dada, gejala pneumonia, tuberculosis o Jantung : irama & frekuensi denyut jantung tidak teratur o Abdomen : mual dan muntah, tidak nafsu makan, diare o Genetalia : rasa nyeri pada genetalia, infeksi perineal, kandidiasis pada vagina, ada kutil o Kulit : rash, lesi, sarcoma kaposi, eksim, psoriasis, herpes, dermatitis
4/29/2013 o Tungkai : turgor jelek, parasentesia 37

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Risiko terjadi infeksi silang pada keluarga Bp, khususnya., berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang menunjang kesehatan dan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami penurunan daya tahan tubuh akibat HIV/AIDS
Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada keluarga ., khususnya Bpberhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi pada anggota keluarga yang menderita HIV/AIDS
4/29/2013 38

LANJUTAN

Risiko terjadi isolasi sosial pada keluarga Bp.., berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga menggunakan koping adaptif dalam mengatasi masalah anggota keluarga dengan HIV/AIDS. Resiko terjadi ketidakpatuhan terhadap pengelolaan program terapi ARV (Manajemen Pengobatan tidak efektif) pada keluarga Bp. .......... berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang dapat mendukung penderita mentaati program terapi dan kompleksiatas program terapi.

4/29/2013

39

LANJUTAN

Gangguan psikologis : kehilangan harapan pada penderita HIV/AIDS di keluarga Bp. ..........b/d. progresivitas penyakit, tidak mampu untuk mencapai tujuan hidup.
Risiko terjadi konflik keluarga akibat adanya penderita HIV/Aids pada keluarga Bp., berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam pengambilan keputusan tentang ............ terhadap anggota keluarga dengan HIV/AIDS

4/29/2013

40

RENCANA KEPERAWATAN 1
Resiko penularan HIV/ Aids

Jelaskan kepada keluarga tentang :

Pengertian, penyebab dan gejala, serta penularan HIV/Aids.


Faktor penting yang berkaitan dengan penularan HIV/ Aids :

Sumber : pasien, tenaga kesehatan, pengunjung Host : immunitas, umur, penyakit penyerta , dalam pengobatan, pemasangan kateter.

Transmisi : kontak, droplet, airborne, perantara, Vector-borne 4/29/2013 41

LANJUTAN Cara pencegahan penularan infeksi virus HIV Pentingnya periksa kesehatan & konsumsi obat secara teratur.

Diskusikan dengan keluarga tentang : Cara merawat anggota keluarga dengan HIV/AIDS

Kondisi lingkungan yang dapat memperberat penyakit


Berbagai sumber yang dapat dimanfaatkan keluarga untuk melakukan penanganan dan dukungan klien

Kondisi klien yang memerlukan pelayanan kesehatan lanjutan di sarana kesehatan.


4/29/2013 42

LANJUTAN

Demonstrasikan cara perawatan anggota keluarga dengan HIV / AIDS mencakup : Cara perawatan kebersihan diri Cara mengelola cairan/ darah dan sekresi klien Cara merawat luka kecil Ajarkan cara memberikan dukungan psichologis/ Kenyamanan klien serta cara melakukan kontrol infeksi di rumah

4/29/2013

43

LANJUTAN

Motivasi keluarga untuk menciptakan lingkungan yang dapat menunjang tumbuhnya sikap positip klien terkait penyakitnya dan untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan
Berikan reinforcement positif terhadap upaya pemanfaatan sarana kesehatan dan sumber lain secara tepat.

4/29/2013

44

Kewaspadaan Universal membantu menciptakan lingkungan kerja yang aman

Upaya meningkatkan keamanan dan lingkungan kerja yang kondusif


Pemahaman para manager

Penyediaan alat pelindung, bahan dan sarana perlengkapan KU Pengembangan kebijakan, prosedur kerja yang rinci Dukungan bagi tenaga kesehatan: stres, burnout, PPP, konseling pasca pajanan Supervisi Surveilans

risiko kerja dan cara pencegahan tatalaksana kecelakaan kerja

45

Kontaminasi melalui darah terinfeksi di fasilitas kesehatan dan di masyarakat


a. Kepada pasien Alat kesehatan yang tercemar Transfusi dengan donor HIV positif Cangkok kulit, cangkok organ Kontak dengan darah atau cairan tubuh b. Kepada petugas kesehatan Karena tusukan jarum atau alat tajam Pajanan pada kulit yang luka Percikan darah atau cairan tubuh mengenai selaput mukosa mulut, hidung atau mata.

46

Universal precautions (Blood and body fluid) + body substance isolation (Moist body substance) Lakukan pada semua pasien berhubungan dengan diagnosa atau kemungkinan infeksi. Lakukan pada darah, semua bentuk cairan tubuh kecuali keringat, kulit terluka, dan mucous membrane Ciptakan upaya mengurangi risiko tranmissi microoganisme dari sumber yang diketahui maupun sumber yang tidak diketahui.
47

STANDAR PRECAUTIONS

PENCEGAHAN PLHAS

Mencegah Transmisi HIV :


Kehidupan yang positip Intervensi Harm Reduction, IDU

Melakukan sex aman Support keterbukaan Test Partner Merencanakan pengurangan resiko Membimbing ketidak harmonisan pasangan Rumah tangga dan pengasuh precaution Memilih keturunan, PMTCT, KB

48

Mekanisme Penularan HIV dari Ibu ke Anak / Bayi


Infeksi melewati plasenta Persalinan ASI

Sumber Infeksi

Rute Infeksi

Darah Ibu Placenta Cairan Amnion Sekresi Cervicovaginal ASI


Simonds RJ, 2000

Sirkulasi Umbilical Kulit Mukosa membran Sal. Pencernaan Sal. Pernapasan


49

Strategi MTCT Plus Menyediakan Perawatan dan Dukungan kepada Wanita terinfeksi HIV dan keluarganya

Perawatan Medis

VCT Terapi profilaksis Terapi IO HAART Perawatan paliatif

Dukungan Psikososial
Konseling Dukungan spiritual Konseling lanjutan Dukungan masyarakat

DEWASA, ANAKANAK DAN KELUARGA YG MENGALAMI DAMPAK HIV

Dukungan HAM dan Hukum:


Partisipasi ODHA Mengurangi stigma/diskriminasi

Dukungan sosioekonomis

Dukungan material micro-credit Dukungan nutrisi

50

RENCANA KEPERAWATAN 2
Resiko nutrisi berkurang

Diskusikan dgn. keluarga tentang : pengertian , penyebab dan tanda & gejala, akibat gizi kurang Pentingnya gizi seimbang bagi klien HIV/AIDS Berbagai zat gizi yang terkandung dalam makanan Cara memilih dan mengolahbahan makanan yang akan dimasak Cara menyajikan makanan Kebutuhan makan klien HIV/AIDS dalam sehari Cara menciptakan suasana yang dapat meningkatkan selera makan Jelaskan pada keluarga tentang cara mengatasi anggota keluarga jika tidak nafsu makan 4/29/2013 51

LANJUTAN

Demonstrasikan kepada keluarga cara mengolah bahan makanan, cara menyajikan makanan Ajarkan keluarga cara menyusun menu harian sesuai kebutuhan gizi seimbang Ajarkan cara merawat penderita HIV/Aids dengan gangguan nutrisi :

Mengkaji status nutrisi pasien


Menanyakan makanan yang disukai / tidak Memberi makanan porsi kecil tetapi sering sesuai kebutuhan nutrisi klien yaitu tinggi kalori dan tinggi protein Mengobservasi jumlah makanan yang dapat dimakan
4/29/2013 52

LANJUTAN

Menganjurkan agar pasien membersihkan mulut memakai sikat yg lembut Mengurangi faktor-faktor yg menghambat asupan nutrisi Memonitor berat badan dan tinggi badan, hasil albumin

dan elastisitas kulit.

4/29/2013

53

Malnutrition dan Infeksi HIV/AIDS


Gizi Buruk
(Weight loss, Atrofi Otot, Kelelahan, deficiensi zat Gizi mikro)

Meningkatnya Kebutuhan Zat gizi


(Akibat malabsorpsi dan intake yg kurang)

HIV
Meningkatnya Resiko Infeksi

Rusaknya Sistem Immun


(Tidak mampu melawan HIV dan infeksi lainnya)

(Infeksi GIT, TB, Flu dan mempercepat progres menjadi AIDS)

PERAN ZAT-ZAT GIZI

Zat Gizi Makro Body Mass : mempertahankan Status Gizi Protein, Karbohidrat, Lemak Zat Gizi Mikro : pengatur metabolisme tubuh esensial to restore immune bodies Vitamin, Mineral, Air Terdapat dalam jumlah kecil

PERANAN ZAT GIZI MIKRO

Virus HIV merusak Sel Imun bodies


Cegah terjadinya defisiensi mempercepat progres AIDS Karena Kegagalan Metabolisme Pemberian suplementasi TIDAK kembali ke Normal Sindroma Baloon Suplementasi Megadosis dpt menekan imunitas

1. ZAT GIZI MAKRO


- Karbohidrat = sumber Kalori perlu dipenuhi pertama sekali - Protein = Mempertahankan sistem imun, memperbarui sel rusak, lean body mass. - Lemak = sumber energy lainnya, komponen esensial membran sel, penting utk sintesa prostaglandin, membentuk radikal bebas.

KEBUTUHAN ZAT GIZI MAKRO

Pd umumnya, konsumsi ODHA dibawah optimal requirement Kalori 70% dan Protein 65%
Adanya Infeksi Akut meningkatkan

Proses Metabolisme

Pemenuhan Zat Gizi Makro mencegah penurunan BB secara

DRASTIS

KEBUTUHAN ZAT GIZI MAKRO

Kebutuhan KALORI : 2000-3000 Kal per hari


Kebutuhan PROTEIN: 1,5-2 gr/Kg BB per hari

LEMAK 10-15% dr Total Kalori/hari -- berasal dari MCT absorbsi lebih baik mencegah diarhoea -- Dewasa cukup Protein, rendah Lemak

2. ZAT GIZI MIKRO

VITAMIN MINERAL AIR - A,B-caroten, C, E, Se = antioxidants - Selenium = Glutathione > protect cell against Oxidative damage NK cell > cytotoxic activities - Zinc = Regulation of DNA RNA synthesis, NK cell - Fe = Electron carrier in cytochromes - B1,B6,B12 = neurotropic (nerves tonic)

KEBUTUHAN ZAT GIZI MIKRO

Membentuk Sel Imun bodies baru :

Diperlukan Vit. A, B-caroten, C, E

Se, Zn, Fe, Cu, Vit. B1, B6, B12


Diperlukan 2-5 kali RDA Kebutuhan H2O penting utk body restore

RENCANA KEPERAWATAN 3
Intervensi resiko isolasi

Jelaskan kepada keluarga tentang pengertian, faktorfaktor yang dapat menimbulkan Terjadinya isolasi sosial dalam keluarga dan tanda-tanda isolasi sosial yang dialami keluarga.

Diskusikan dengan keluarga tentang :


akibat lanjut jika masalah isolasi sosial tidak ditangani. cara mengatasi masalah isolasi sosial di keluarga.

kondisi lingkungan yang dapat menimbulkan masalah isolasi sosial.


4/29/2013 62

LANJUTAN Cara berkomunikasi dalam keluarga dan dengan lingkungan

Cara berinteraksi dengan lingkungan secara bertahap


Buat jadwal aktivitas harian yang dapat dilakukan Bimbing keluarga untuk memutuskan mengatasi masalah isolasi sosial dalam keluarga

Demostrasikan cara mengatasi masalah isolasi sosial dalam keluarga

Motivasi keluarga untuk menciptakan lingkungan yang sehat yang dapat mencegah terjadinya isolasi sosial dalam keluarga.
4/29/2013 63

LANJUTAN Beri reinforcement positif terhadap tindakan keluarga Buat jadwal aktivitas harian yang dapat dilakukan

Bimbing keluarga untuk memutuskan mengatasi masalah isolasi sosial dalam keluarga

Beri kesempatan keluarga untuk mengulang dan mendemonstrasikan kembali apa yang telah diajarkan Motivasi keluarga untuk menciptakan lingkungan yang sehat yang dapat mencegah terjadinya isolasi sosial dalam keluarga. Beri reinforcement positif terhadap tindakan keluarga
4/29/2013 64

RENCANA KEPERAWATAN 4
Intervensi resiko tidak patuh

Jelaskan Tujuan Terapi ARV Memperbaiki mutu hidup. Memulihkan dan memelihara fungsi kekebalan. Menekan replikasi virus semaksimal mungkin dalam waktu yang lama. Mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Menurunkan biaya perawatan. Jelaskan Cara Kerja Terapi obat ARV NRTI ( Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor ), Menghambat proses perub RNA HIV menjadi DNA HIV. NNRTI ( Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor), Berbeda dengan NRTI meskipun bekerja menghambat proses perub RNA HIV menjadi DNA HIV. PI ( Protease Inhibitor ), Menghambat enzim protease yg memotong rantai panjang asam amino menjadi 65 4/29/2013 protein yg lebih kecil.

LANJUTAN Jelaskan Pengertian Terapi ARV yaitu memakai obat persis sesuai aturan Obat benar : jenis dan dosis/takarannya (jumlah tablet). Bila tidak, Virus tidak akan ditekan secara optimal, shg memungkinkan penggandaan virus dan perkembangan resistensi Waktu benar : Minum ARV tepat pada waktunya, Biasanya ada kelonggaran kurang lebih satu jam, tetapi ini tergantung pada obat dan orang. Jika tidak, viral load akan meningkat dan muncul resistensi. Cara benar : Ada obat yang harus diminum dengan makanan dan ada yang harus dgn perut kosong. Bila tidak peduli pada aturan ini, hasilnya tubuh tidak akan menyerap cukup obat untuk bekerja semestinya. 4/29/2013 66

LANJUTAN

Jelaskan pentingnya kesiapan penderita untuk menjalani terapi ARV Diri Sendiri mencakup pengetahuan; sikap; keadaan sosial dll. Obat antara lain : ketersediaan jumlah pil dan keterjangkauannya. Hubungan dengan Petugas Kesehatan kesiapan berkomunikasi Scr terbuka dan jujur dengan dokter/perawat

Layanan Kesehatan mencakup kemudahan menjangkau sarana kesehatan.


4/29/2013 67

LANJUTAN Jelaskan berbagai tantangan untuk mengikuti program terapi ARV Obat harus dipakai setiap hari dan seumur hidup Obat harus tetap dipakai walaupun ada efek samping yang kurang enak Rasa pil kadang tidak enak Seringkali banyak pil yang harus dipakai, beberapa kali sehari Jadwal minum obat harus disesuaikan dengan kehidupan (kegiatan sehari-hari, liburan, pekerjaan, dsb) Odha mungkin belum membuka status HIV-nya pada teman atau keluarga Ada peraturan mengenai makan dengan beberapa obat yang merumitkan rutinitas sehari-hari Kecanduan narkoba/alkohol Kehidupan semrawut 4/29/2013 68 Odha dapat lupa membawa obatnya waktu perjalanan

LANJUTAN

Diskusikan tentang cara melakukan Pendampingan penderita terkait terapi ARV

Membandingkan CD4 dan Viral load saat ini dan sebelumnya


Memantau Kesehatan pada umumnya, IO yang terjadi, dan berat badan Memantau kegiatan rutin sehari-hari yang telah berubah Bersama-sama menghitung jumlah pil yang dipakai, dosis yang lupa diminum
4/29/2013 69

LANJUTAN Cek apakah Odha tahu secara persis nama, dosis dan jadwal obat yang dipakai

Cek rejimen obat masih sesuai dengan gaya hidup klien


Cek apakah Odha mengikuti jadwal kunjungan ke dokter Tanyakan adakah Kendala adherence dan mencari alternatif mengatasinya

Berikan motivasi dan Lakukan pemantauan selama penderita minum obat


4/29/2013 70

MANAJEMEN ARV PADA PASIEN HIV / AIDS


1. ARV (Antiretroviral ) merupakan obat yg digunakan pada pasien dengan tes HIV positif Tujuan Pengobatan ARV : Mengurangi morbiditas dan mortalitas terkait HIV/AIDS. Memperbaiki mutu hidup. Memulihkan dan memelihara fungsi kekebalan. Menekan replikasi virus semaksimal mungkin dalam waktu yang lama. Mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Menurunkan biaya perawatan. Menurunkan kemiskinan.

71

2. Obat obat ARV


3 jenis Obat obat ARV : NRTI, NNRTI, PI.
NRTI : Zidovudin (ZDV) Lamivudin (3TC) Didanosin (ddl) Stavudin (d4T) Zalcitabine (ddc) Abacavir (ABC) NNRTI : Nevirapin (NVP) Efavirenz (EFV) Delavivirdine (DLV) PI : Indinavir (IDV) Nelfinavir (NFV) Saquinavir (SQV) Ritonavir (RTV) Amprenavir (APV) Lonminavir (LPV)
72

Cara Kerja ARV

NRTI ( Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor ) Menghambat proses perubahan RNA HIV menjadi DNA HIV. NNRTI ( Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor) Berbeda dengan NRTI meskipun bekerja menghambat proses perubahan RNA HIV menjadi DNA HIV. PI ( Protease Inhibitor ) Menghambat enzim protease yg memotong rantai panjang asam amino menjadi protein yg lebih kecil.

73

3.

Resistensi Obat : Keadaan dimana obat anti HIV (ARV) sudah tidak berpengaruh terhadap HIV

Faktor penyebab : Rendahnya kadar obat dalam darah. Interaksi obat dengan makanan. Absorbsi obat. Kepatuhan. Interaksi obat dengan obat lain

74

4. Efek Samping Obat Efek Samping Pada semua obat

- Umum terjadi gangguan sistem pencernaan spt :


Nausea, diare dan sering flatus. - Jangka pendek - Jangka panjang

75

5. Prinsip Pengobatan.
Kapan mulai pengobatan ? 1. Pasien dengan AIDS atau gejala berat dari infeksi HIV terkait dengan nilai CD4 + T sel. 2. Pasien a symptomatik dengan < 200 CD4 + Tsel /mm. 3. Pasien asymptomatik dengan CD4 + T sel dari 201 350 sel/mm. 4. Pasien asymptomatik dengan CD4 + T sel > 350 sel/mm dan plasma HIV RNA > 100.000 kopi/ml. 5. Pengobatan belum diberikan bila CD4 + Tsel > 350 sel/mmdan plasma HIV RNA < 100.000 kopi/ ml.
76

PERAN PERAWAT DLM PEMBERIAN ARV

Menilai kesiapan pasien dalam menerima pengobatan Menilai pemahaman pasien terhadap ART Mendidik pasien tentang ART Membantu pasien dalam menjalani ART Pengendalian terhadap efek samping Meningkatkan kesetiaan pasien mengkonsumsi obat
77

Adherence

Adherence berarti : Memakai obat persis sesuai aturan : Obat benar, Waktu benar, Cara benar Pasien Adherence Terapi sukses : Viral load menurun, CD4 meningkat, Angka penyakit dan kematian menurun Adherence Buruk = Terapi Gagal ARV gagal melawan virus, Penggandaan virus terus terjadi, CD4 menurun, terjadi IO, muncul Resistensi
78

Tantangan Adherence

Obat harus dipakai setiap hari dan seumur hidup Obat harus tetap dipakai walaupun ada efek samping yang kurang enak Kesulitan menelan pil Rasa pil kadang tidak enak Odha bingung mengenai obat mana yang harus dipakai, jadwal dan cara memakai

79

Tantangan Adherence (lanjt)

Seringkali banyak pil yang harus dipakai, beberapa kali sehari Jadwal minum obat harus disesuaikan dengan kehidupan (kegiatan sehari-hari, liburan, pekerjaan, dsb) Odha mungkin belum mengungkapkan status HIV-nya pada teman atau keluarga Ada peraturan mengenai makan dengan beberapa obat yang merumitkan rutinitas sehari-hari
80

Tantangan Adherence (lanjt)

Odha mungkin terlalu sakit untuk memakai obat sesuai aturan Kecanduan narkoba/alkohol Kehidupan semrawut Odha dapat lupa membawa obatnya waktu perjalanan

81

MONITORING SELAMA PELAYANAN


Membandingkan CD4 dan Viral load saat ini dan sebelumnya Kesehatan pada umumnya, IO yang terjadi, dan berat badan Informasi klien mengenai kegiatan rutin sehari-hari yang telah berubah Bersama-sama menghitung jumlah pil yang dipakai, dosis yang lupa diminum Cek apakah Odha tahu secara persis nama, dosis dan jadwal obat yang dipakai Cek rejimen obat masih sesuai dengan gaya hidup klien Cek apakah Odha mengikuti jadwal kunjungan ke dokter Kendala adherence dan mencari alternatif mengatasinya
82

CONTOH KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN KLIEN HIV/ AIDS

4/29/2013

83

KASUS A
Keluarga Bapak M, tinggal di daerah pemukiman padat bersama istri dan tiga orang anak yaitu anak A. 12 tahun, L. 8 tahun dan K 3 tahun. Bapak M mengatakan anak L suadah 4 hari ini mengalami demam dan terasa mual dan tidak nafsu makan. Sudah diberikan obat penurun panas, tidak lama panas kembali. Keluarga belum membawa anaknya ke pelayanan kesehatan karena keterbatasan penghasilan keluarga yang dimana bapak sebagai pemulung. Kondisi lingkungan dihalaman tampak berantakan dengan tumpukan plastik dan kaleng dan kardus bekas. Keluarga tidak mengatahui penyakit yang diderita anak. Selama ini keluarga hanya merawat hanya memberikan obat penurun panas. Bapak M mengatakan tetangganya ada yang dirawat di rumah sakit karena menderita demam berdarah. 4/29/2013 84

LANJUTAN
Tugas : Identifikasi data-data yang perlu dikaji lebih jauh berkaitan dengan kasus diatas. Tetapkan diagnosa/ masalah keperawatan keluarga pada kasus diatas berdasarkan analisa data

Buatlah rencana keperawatan berdasarkan prioritas masalah yang ada

4/29/2013

85

KASUS B
Keluarga F tinggal bersama istri dengan 2 orang anak yaitu K. 4 tahun, G. 1,5 tahun. Pada saat ini anak G mengalami bab cair, sudah 4 kali dari semalam, anak tampak rewel, namun masih mau minum, pada pemeriksaan fisik tugor masih baik, kelopak mata tidak cekung, berat badan 8 kg. Keluarga hanya memberikan minum manis hangat. Keluarga mengatakan bahwa buang-buang air menandakan bahwa anak mau pintar. Keluarga tidak mengetahui akibat lanjut dari diare atau bab cair. Selama ini anak G tidak minum ASI, namun minum susu formula memakai botol. Lingkungan rumah selama ini keluarga mencuci dan mandi kali. Air bersih didapatkan dari mata air.
4/29/2013 86

LANJUTAN
Tugas : Identifikasi data-data yg perlu dikaji lebih jauh terkait kasus diatas. Tetapkan diagnosa/ masalah keperawatan keluarga pada kasus diatas berdasarkan analisa data Buatlah rencana keperawatan berdasarkan prioritas masalah yg ada

4/29/2013

87

KASUS C
Seorang pria berusia 36 tahun telah dinyatakan positif mengidap HIV. Tidak menjalani pengawasan rutin selama 6 tahun sejak didiagnosa. Sekarang ia ingin mengkonsumsi obat- obatan ARV. Riwayat : 6 thn lalu HIV pos, sering mengunjungi pekerja sex dan hanya sekali pakai kondom, namun sejak didiagnosa secara rutin menggunakan kondom, tidak homosexual dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang. Tidak mengalami gejala-gejala tertentu, hanya sering merasa lelah selama 4 minggu terakhir. 6 bulan terakhir BB turun 4 kg, belum minum obat ARV kecuali multivitamin, tidak mengidap TB meskipun kakeknya mengidap TB ketika dia berusia 15 tahun.Klinis : Pasien terlihat kurus, TB: 160 cm dan BB 53 kg, Tek. Darah 110/80 mmkg, pernapasan 24 x/mnt, afibril.
4/29/2013 88

LANJUTAN
Tugas : Bagaimana penilaian saudara mengenai pasien ini sebelum mulai ART ?. Tes dasar apa yang harus dijalani. Pertanyaan apa saja yang akan anda ajukan untuk menilai kesetiaan pasien dalam mengkonsumsi obat. Bagaimana saudara membuat rencana konsumsi obat yang teratur ?

Bagaimana saudara membantunya mengatur jadwal pengobatan ?


4/29/2013 89

KASUS D
Seorang pasien pria berusia 29 tahun telah

mengkonsumsi 3TC, EFV, dan AZT selama enam bulan, dengan dosis satu kali sehari. Ia biasanya menelan seluruh pilnya secara sekaligus di antara pukul 22.30 dan 00.40 pagi sebelum tidur. Tadi malam, dalam keadaan sedikit mabuk, ia pulang kerumah dan tertidur tanpa meminum obatnya. Lalu ia terbangun pada pukul 05.30 pagi, teringat akan obatnya dan langsung meminumnya. Jadi ia berpikir bahwa ia terlambat mengkonsumsi obat selama 5 jam.
4/29/2013 90

LANJUTAN
Tugas : Apakah penilaian medis yang berhubungan dengan masalah pasien ini? Bagaimana anda merencanakan untuk membantunya menyelesaikan masalah tersebut?

Bagaimana anda merencanakan untuk mengawasi ART?

4/29/2013

91

KASUS D :

Seorang pasien pria berusia 29 tahun telah mengkonsumsi 3TC, EFV, dan AZT selama enam bulan, dengan dosis satu kali sehari. Ia biasanya menelan seluruh pilnya secara sekaligus di antara pukul 22.30 dan 00.40 pagi sebelum tidur. Tadi malam, dalam keadaan sedikit mabuk, ia pulang kerumah dan tertidur tanpa meminum obatnya. Lalu ia terbangun pada pukul 05.30 pagi, teringat akan obatnya dan langsung meminumnya. Jadi ia berpikir bahwa ia terlambat mengkonsumsi obat selama 5 jam. Apakah penilaian medis yang berhubungan dengan masalah pasien ini? Bagaimana anda merencanakan untuk membantunya menyelesaikan masalah tersebut? Bagaimana anda merencanakan untuk mengawasi ART?
4/29/2013 92

Pertanyaan:

TERIMA KASIH

4/29/2013

93