Anda di halaman 1dari 10

COUNTRY SPECIFIC FACTOR RELATED TO FINANCIAL REPORTING AND THE VALUE RELEVANCE OF ACCOUNTING DATA

Oleh: Ashiq Ali and Lee Seok

1. Ringkasan Dalam penelitian ini yang diuji adalah hubungan antara faktor khusus sebuah Negara dengan nilai relevannya menggunakan pendekatan korelasi. Nilai relevan dijabarkan sebagai kekuatan dalam menjelaskan variabel akuntansi (laba dan nilai buku ekuitas) bagi pengembalian saham, secara relatif untuk menjelaskan perbandingan perusahaan - perusahaan di Amerika. Penelitian ini menggunakan data akuntansi keuangan dari perusahaan-perusahaan manufaktur di 16 negara selama periode 1986-1995, Beberapa temuan dalam penelitian ini adalah: (1) bagi negara yang sistem akuntansi berorientasi bank (dimana bank merupakan pemasok dana modal) nilai relevannya rendah, (2) bagi Negara yang dalam proses penetapan standar akuntansinya tidak melibatkan sektor swasta (sepenuhnya diatur Negara) nilai relevannya rendah, (3) bagi Negara dengan model continental nilai relevannya lebih rendah daripada Model Inggris Amerika, (4) nilai relevan lebih rendah pada laporan keuangan yang dipengaruhi oleh aturan pajak, dan (5) nilai relevan lebih tinggi apabila laporan keuangan tersebut diaudit secara independen. Hasil penelitian mengenai hubungan antara faktor khusus Negara dan nilai relevan laporan keuangan menjadi perdebatan dalam standarisasi praktek akuntansi secara internasional, hal yang paling jelas adalah rerangka konseptual IASC merupakan nilai relevan laporan keuangan. Namun demikian, apakah permasalahan jurisdiksi merupakan hal utama dalam penentuan laporan keuangan tidaklah jelas.

2. Motivasi Penelitian Motivasi penelitian ini adalah terletak pada penelitian sebelumnya yang mempertimbangkan sistem keuangan yang berorientasi bank dibandingkan dengan sistem keuangan yang berorientasi pasar dan negara yang dalam proses penetapan standar akuntansinya tidak melibatkan sektor swasta. Di sisi lain, mereka menganggap kelompok akuntansi Inggris-Amerikan melawan continental, keselarasan keuangan-pajak, dan pengeluaran untuk jasa audit sebagai faktor yang membedakan praktek nasional pelaporan keuangan. Kelima faktor yang tersebut sangat saling terkait.

3. Masalah Penelitian Berdasarkan uraian pada motivasi penelitian, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah terdapat hubungan antara faktor khusus sebuah Negara dengan nilai relevannya?

4. Landasan Teori Penelitian ini didasari pada Theory Signal, dimana teori ini

mengisyaratkan adanya keinginan dari pembuat laporan keuangan untuk memberikan sinyal/isyarat (buruk maupun baik) kepada investor melalui penyajian laporan keuangannya. Dengan adanya Akuntansi Internasional, yang menunjukkan adanya perkembangan akuntansi lintas Negara, faktor khusus disebuah Negara menjadi sebuah topik bahasan yang menarik mengingat standar akuntansi ditiap Negara berbeda-beda sehingga menyebabkan adanya penilaian yang berbeda atas laporan keuangan yang diterbitkan dari beberapa Negara yang berbeda.

5. Hipotesis Hipotesis yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah: terdapat hubungan antara nilai relevan dengan faktor khusus sebuah negara dalam laporan keuangan.

6. Karakteristik Desain Penelitian a. Rantai Kausal dan Validitas Logika Hubungan yang kuat antara fenomena kasus yang ada dengan hipotesis serta pengujian di dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa ada rantai kausal yang baik. Penggunaan teori yang melatarbelakangi penelitian ini juga menunjang fenomena yang ada dan didukung pula dengan pengujian yang tepat sehingga dapat disimpulkan penelitian ini memiliki validitas logika yang baik.

b. Pengendalian Variabel Extraneous Pengendalian variabel extraneous dilakukan dengan cara membatasi sampel pada 16 negara non AS, yang memiliki data selama 16 tahun dari tahun 1986 hingga 1995. Kemudian menggunakan AJLZ kriteria dan terutama pada perusahaan manufaktur. Kemudian sample tersebut dibagi kedalam 12 standar akuntansi dan satu diantara empat level konsolidasi. Sebagai variabel kontrol digunakan Perusahaan di Amerika Serikat.

c. Validitas Internal Validitas internal dalam penelitian ini cukup baik, dikarenakan dalam penerapan teori, perumusan hipotesis dan penggunaan alat uji serta variabel yang digunakan mendukung hasil penelitian. Sehingga hasil dari penelitian ini dapat dipercaya kebenarannya.

d. Validitas Eksternal Penelitian ini dibatasi hanya pada 16 negara yang dijadikan sampel sehingga menyebabkan keterbatasan validitas eksternal yang ada, sehingga hasil yang disimpulkan tidak dapat digunakan dalam keadaan yang berbeda.

e. Pengumpulan Data dan Analisis Data Data diambil dan dikelompokkan berdasarkan perusahaan yang terdiri dari 16 negara non AS, yang juga memiliki 16 tahun data observasi. Penelitian ini juga menggunakan kriteria yang ditentukan oleh AJLZ dan dikhususkan

pada peusahaan manufaktur. Kemudian data tersebut dianalisis dengan menghitung tingkatan dan perubahan laba tahunan dan arus kas dari operasi, nilai pasar saham pada awal tahun dan pengembalian saham biasa. Kemudian menggunakan perusahaan di Amerika sebagai variabel kontrol.

f. Uji Statistik Pengujian atas hipotesis dilakukan dengan cara regresi, untuk nilai relevan dari laba menggunakan model sebagai berikut: Retit = a0 + a1Eit/Pit-1 + a2Eit/Pit-1 + uit Penelitian juga menggunakan AJLZ hedge portfolio approach untuk mengukur nilai relevan dari laba.

g. Konsistensi antara Masalah Penelitian, Hipotesis, dan Analisis Data Peneliti ini mengangkat permasalahan perbedaan standar akuntansi yang ada di beberapa negara, yang kemudian di hipotesiskan dengan pencarian hubungan antara nilai relevan perusahaan dengan laporan keuangan, dan di analisa oleh peneliti dengan menguji korelasi anatar dua variabel tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat konsistensi yang baik antara masalah penelitian, hipotesis dan analisa data, sehingga dapat diambil simpulan yang baik yang mendukung validitas internal.

h. Konsistensi Hasil Pengujian dengan Simpulan Dalam peneliti disimpulkan bahwa hasil uji empiris mendukung hipotesis tentang adanya hubungan antara nilai relevan dan laporan keuangan sehubungan adanya factor khusus Negara. Secara lebih spesifik hasil penelitian ini menemukan beberapa hal berikut: (1) bagi negara yang system akuntansi berorientasi bank (dimana bank merupakan penyuplai dana modal) nilai relevannya rendah, (2) bagi Negara yang dalam proses penetapan standar akuntansinya tidak melibatkan sector swasta (sepenuhnya diatur Negara) nilai relevannya rendah, (3) bagi Negara dengan model continental nilai relevannya

lebih rendah daripada Model Inggris Amerika, (4) nilai relevan lebih rendah pada laporan keuangan yang dipengaruhi oleh aturan pajak, dan (5) nilai relevan lebih tinggi apabila laporan keuangan tersebut diaudit secara independen.

i. Implikasi Kebijakan Penelitian ini dapat menjadikan masukan bagi perdebatan panjang mengenai perlunya standarisasi akuntansi secara internasional, mengingat di tiap negara memiliki tingkat kebutuhan akuntansi yang berbeda. Dan saat ini banyak negara telah menerapkan Internationan Financial Reporting Standard (IFRS), termasuk Indonesia yang akan segera menerapkan standar ini pada tahun 2012 nanti, sehingga keberagaman standar akuntansi dari tiap tiap negara akan menurun (standar yang berbeda bagi negara yang tidak menerapkan IFRS).

PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP RELEVANSI INFORMASI AKUNTANSI

1. Latar Belakang Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakaninformasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. Untuk memfasilitasi tujuan tersebut, Standar Akuntansi Keuangan (SAK) menetapkan suatu kriteria yang harus dimiliki informasi akuntansi agar dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan,yaitu relevan dan reliabel. Komponen penting dalam laporan keuangan yang seringkali dijadikan sebagai alat untuk menginformasikan kinerja perusahaan adalah laba dan nilai buku. Laba memiliki nilai relevansi bila secara statistik berhubungan dengan harga saham: penurunan dan peningkatan laba berhubungan dengan penurunan atau kenaikan harga saham (Ball dan Brown 1968. Demikian halnya dengan nilai buku, relevansi nilai buku berasal dari perannya sebagai suatu proksi untuk nilai adaptasi dan nilai penolakan (Burgstahler dan Dichev 1997). Masalah akan terjadi ketika relevansi laba dan nilai buku sebagai alat pengukur kinerja perusahaan dihadapkan dengan praktek manipulasi (earnings management) yang dilakukan manajer. Relevansi laba suatu perusahaan yang terindikasi melakukan earnings management seharusnya akan lebih rendah dari perusahaan yang tidak melakukan earnings management. Akibatnya, para pelaku pasar akan berpindah dari laba ke nilai buku dalam proses penilaiannya terhadap suatu perusahaan. 2. Rumusan/pokok Permasalahan Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pengaruh manajemen laba terhadap relevansi informasi akuntansi?

3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji relevansi laba dan nilai buku ekuitas dalam konteks perusahaan-perusahaan di Indonesia.

4. Landasan Teori Agency Theori Dalam Agency Theory terdapat dua pihak yang melakukan kontrak yaitu agent dan principal. Kontrak tersebut bisa dalam bentuk: (1) kontrak kerja dan (2) kontrak pinjaman. Kontrak kerja dilakukan oleh pemilik perusahaan dan top manajer perusahaan atau antara leader dan subordinate, sedangkan kontrak pinjaman dilakukan oleh manajer perusahaan dan pemberi pinjaman. Dalam hal ini, Manajemen sebagai agen memiliki motif motif khusus dalam melakukan manajemen laba, salah satunya adalah untuk memperoleh bonus.

Signaling Theory Tujuan lain dari manajer melakukan manajemen laba adalah unuk memberikan informasi (signaling) kepada infestor. Tujuan informatif

(signaling) kemungkinan besar membawa dampak yang baik bagi pemakai laporan keuangan. Manajer berusaha menginformasikan kesempatan yang dapat diraih oleh perusahaan di masa yang akan datang. Sebagai contoh, karena manajer sangat erat kaitanya dengan keputusan yang berhubungan dengan aktivitas investasi maupun operasi perusahaan, otomatis para manajer memiliki informasi yang lebih baik mengenai prospek perusahaan masa datang. Oleh karena itu, manajer dapat mengestimasi secara baik laba masa datang dan diinformasikan kepada investor atau pemakai laporan keuangan lainya. Manajer dapat menggunakan diskresinari akrual untuk merefleksikan kinerja perusahaan tersebut melalui laporan laba.

Relevansi Laba dan Nilai Buku Lev (1989) menyebutkan bahwa relevansi nilai akuntansi dicirikan oleh kualitas informasi akuntansi. Francis dan Schipper (1999) memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dengan menyebutkan empat kemungkinan interpretasi konstruk relevansi nilai. Pertama, informasi laporan keuangan mempengaruhi harga saham karena mengandung nilai intrinsik saham sehingga berpengaruh pada harga saham. Kedua, informasi

laporan keuangan variabel yang dapat digunakan dalam model penilaian atau memprediksi variabel-variabel tersebut. Ketiga, hubungan statistik digunakan untuk mengukur apakah investor benar-benar menggunakan informasi tersebut dalam penetapan harga, sehingga nilai relevan diukur dengan kemampuan informasi laporan keuangan untuk mengubah harga saham karena menyebabkan investor memperbaiki ekspektasinya. Terakhir, relevansi nilai diukur dengan kemampuan informasi laporan keuangan untuk menangkap berbagai macam informasi yang

mempengaruhi nilai saham. Sejalan dengan penelitian sebelumnya, maka penelitian kali ini menggunakan interpretasi keempat.

5. Hipotesis Dalam penelitian ini terdapat 5 hipotesis yang dikemukakan, yaitu: H1 : Laba dan Nilai Buku memiliki nilai relevan. H2A : Relevansi nilai laba berkurang dan relevansi nilai buku meningkat, ketika perusahaan melakukan manajemen laba.

H2B : Relevansi nilai laba berkurang dan relevansi nilai buku meningkat, ketika perusahaan melakukan manajemen laba melalui long-term discretionary accruals.

H2C : Relevansi nilai laba berkurang dan relevansi nilai buku meningkat, ketika perusahaan melakukan manajemen laba melalui total discretionary accruals.

H3 : Manajemen laba melalui long-term accruals memiliki dampak yang lebih besar pada relevansi nilai laba dan nilai buku daripada manajemen laba melalui short-term accruals.

6. Model/skema Penelitian Relevansi Informasi Akuntansi

Manajemen Laba

7. Metoda Riset Sampel Populasi dalam penelitian mencakup semua perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia, dari tahun 2006-2010. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan kriteria sebagai berikut: (1) Perusahaan mempublikasikan laporan keuangan dengan menggunakan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember. (2) Perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, perbankan, asuransi dan institusi keuangan lainya tidak diikutkan dalam pemilihan

sampel. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari industri dengan aturan khusus yang mungkin dapat mempengaruhi penggunaan discretionary accruals. (3) Industri dengan jumlah perusahaan yang kurang dari sepuluh perusahaan dalam setiap tahunnya, tidak termasuk dalam pemilihan sampel. Hal ini untuk menghindari bias estimasi dalam model regresi OLS (Ordinary Least Square) yang digunakan dengan variabel dummy sebagai

Alat Analisis Penelitian ini diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Dalam kaitanya untuk menguji relevansi laba dan nilai buku apabila terdapat praktek manajemen laba, maka digunakan model Ohlson (1995) dengan persamaan sebagai berikut: Pit = 0 + 1 Dit + 2 Eit + 3 Eit Dit + 4 BVit + 5BVit Dit + it

CRITICAL REVIEW & DEVELOPMENT RESEACH

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN


Country Spesific Factor Related To Financial Reporting And The Value Relevance of Accounting Data

OLEH:

ANAK AGUNG ISTRI MAS WAHYU PRABASTUTI KOMANG FRIDAGUSTINA ADNANTARA NI GUSTI AGUNG WINDY RENGGADEWI

(1091661002) (1091661007) (1091661022)

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER AKUNTANSI UNIVERSITAS UDAYANA 2011