Anda di halaman 1dari 28

Ilmu Kesehatan Anak KKA 172

I MUNISASI
Prof. Dr. Iskandar Z. Lubis, Sp. A(K)

TUJUAN:
Mencegah penyakit / cacat / kematian pada bayi / anak Angka Kematian Bayi

MANFAAT:
o Anak: mencegah penderitaan akibat penyakit /
cacat / kematian o Keluarga: Menghilangkan kecemasan o Negara: - Memperbaiki tingkat kesehatan - Menciptakan bangsa yang kuat

Asal kata: Imun = kebal Imunisasi = Usaha untuk mendapat kekebalan (memberi perlindungan) terhadap penyakit menular tertentu

Imunitas: Non spesifik: Tidak ditujukan terhadap mikroba tertentu Telah ada dan siap bekerja sejak lahir Kulit kelenjar: keringat, minyak, pH rendah (asam) Mukosa enzim, mukus Sel fagositosis: monosit, makrofag, polimorfonuklear, sel NK
(natural killer)

Spesifik:
Khusus untuk mikroba tertentu Mempunyai kemampuan untuk mengenal benda asing, yang apabila terpajan lagi dikenal lebih cepat dihancurkan Hanya dapat menyingkirkan benda asing yang sudah dikenal sebelumnya spesifik Terdiri dari: -sistem imun spesifik seluler

- sistem imun spesifik humoral

Imunitas seluler:

Diperankan limfosit -T kontak dengan antigen tersensitisasi eliminasi antigen - secara langsung (oleh limfosit) - secara tak langsung (mediator limfokin)

Imunitas humoral:

Diperankan limfosit -B kontak dengan antigen proliferasi diferensiasi sel plasma menghasilkan antibody: IgM, IgA, IgG, IgD dan IgE eliminasi Limfosit B yang tidak menjadi sel plasma sel memory (berkemampuan mengingat benda asing yang terpajan sebelumnya terpajan kembali respon lebih cepat
5

Vaksinasi vaksin vacinia virus virus lain bakteri: hidup mati toksoid/ polisakarid
6

Siapa yang membentuk antibody ?


Imunitas:

Pasif: dibentuk orang lain / binatang Aktif: dibentuk sendiri oleh anak tsb.

Pasif: - Bawaan (passive congenital immunity)


- Didapat (passive acquired immunity) Aktif: - Alamiah (naturally acquired immunity) - Disengaja (artificially induced immunity) IMUNISASI 7

Imunitas Pasif

Imunitas Aktif
lebih lambat

Waktu tercapainya
perlindungan

lebih cepat (segera)

Lama perlindungan

Keamanan
Biaya

lebih pendek lebih panjang (2-3 minggu) bbrp tahun, seumur hidup kurang aman lebih aman lebih mahal
8 lebih murah

Sasaran: Bayi usia 0-11 bulan ( < 1 tahun )

Usia pemberian: - segera setelah lahir


- 2 bulan - 9 bulan Frekuensi pemberian: - 1 x - > 1 x ( berulang-ulang dengan interval tertentu) Cara pemberian: - melalui mulut (oral) - suntikan: - intra kutan - subkutan - intra muskuler
9

Bahan vaksin: Virus/bakteri hidup dilemahkan Virus/bakteri mati Toksoid Polisakharid


2-80 C

Umumnya termolabil cold chain


< 00C

Adjuvans: secara nonspesifik meningkatkan respon imun depo (mempertahankan antigen tidak cepat hilang) Preservative: pengawet

10

3 macam imunisasi:

1. 1) 2) 3) 4) 5)

Imunisasi wajib BCG Hepatitis B Polio DPT Campak

2. Imunisasi anjuran: 1. MMR/Trimovax 2. Act Hib 3. Varilrix 4. Typhim 5. Pneumococ 6. Meningococ, dll
11

..lanjutan: 3 macam imunisasi: 3. Imunisasi masa depan: 1. Diare (rotavirus) 2. Dengue 3. AIDS 4. Malaria 5. Penyakit keganasan
12

Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi


Vaksin Penyakit yang dicegah

BCG
Hepatitis B Polio

Tuberkulosis
Hepatitis B Poliomielitis

DPT
Campak

Difteri, Pertussis, Tetanus


Campak

MMR
Act Hib

Measles, Mumps, Rubella


Infeksi Hemophylus influenzae type b: Meningitis, Pneumonia,13dll

Isi bahan vaksin


Vaksin Bahan

BCG
Hepatitis B Polio

Basil tbc (dilemahkan)


HBsAg Virus Polio (dilemahkan)

DPT
Campak

Difteri toksoid, Basil Pertussis (mati) , Tetanus toksoid) Virus Campak (dilemahkan) Virus Measles, Mumps, Rubella (dilemahkan) Polisakharid H. influenzae type 14 b

MMR
Act Hib

Dosis dan cara dan tempat pemberian


Vaksin BCG Hepatitis B Polio Dosis 0,05 ml 0,5 ml 2 tetes

Cara
i. k i. m. oral

Tempat
Bahu kanan Antero lat. paha Mulut

DPT
Campak MMR Act Hib

0,5 ml
0,5 ml 0,5 ml 0,5 ml

s. k./i.m.
s. k. s. k. i. m.

Antero lat. paha


Lengan atas Lengan atas Antero lat. paha
15

Frekuensi dan interval pemberian


Vaksin BCG Hepatitis B Polio Frekuensi 1x 3x 4x

Interval
1 bl 1 bl

DPT
Campak MMR Act Hib

3x
1x 1x 1-3 x

1 bl
1 bl
16

Vaksin kombinasi: Satu semprit: DPT, DT DPT + Polio (ipv, Salk) DPT + Hep B DPT + Hep B + Hib * Imunisasi simultan: Satu waktu (bersamaan): BCG-Hep B-Polio DPT-Polio Hep B-Polio-Campak
17

Indikasi kontra
I. Umum: 1. Permanen (tetap): kuman hidup: 1. Penyakit keganasan 2. Imumnodefisiensi 2. Temporer (sementara): Pemakaian obat: -sitostatika -kortikosteroid II. Khusus (menurut vaksin) BCG: sakit kulit di daerah sumtikan DPT: - Demam (>380C) - Riwayat kejang demam - Usia > 7 tahun

18

lanjutan . Indikasi kontra imunisasi .


- DPT 2 dan 3: reaksi berlebihan sesudah DPT 1 atau DPT 2 Polio: tidak ada Campak: - Demam (>380C) - Riwayat kejang demam - Alergi telur Hepatitis B: tidak ada Bukan indikasi kontra: Penyakit ringan, menceret 1-2 x, pilek, gizi kurang, alergi thd bahan non vaksin mis: makanan, obat-obatan
19

Jadwal / skedul imunisasi

I. Bayi yang lahir di RS:


Umur (bl) 0 Imunisasi (antigen) HB 1, BCG, Polio 1

2
3 4 9

HB2, DPT 1, Polio 2


HB3, DPT 2, Polio 3 DPT 3, Polio 4 Campak
20

Lanjutan Jadwal/skedul imunisasi, ..

II. Bayi yang lahir di rumah (dibawa ke RS):


Umur (bl)
2 3 4 9

Imunisasi (antigen)
BCG, DPT 1, Polio 1 HB1, DPT 2, Polio 2 HB2, DPT 3, Polio 3 HB 3, Polio 4, Campak
21

Booster (Imunisasi ulangan = penguat)


Vaksin Waktu imunisasi ulangan

BCG
Hepatitis B Polio

Setiap 5 tahun 1 thn sesudah dosis-4

DPT
Campak

1 thn sesudah dosis-3, kelas I SD, kelas VI SD, setiap 10 thn 22

MMR
Act Hib

Efek samping imunisasi: BCG: -Reaksi normal: Setelah 2 minggu: pembengkakan dan warna

merah, 10 mm, di tempat suntikan, 2-3 minggu kemudian abses ulcus sembuh sendiri parut (scar) -Reaksi cepat: semua reaksi tsb di atas terjadi dalam waktu < 2 minggu: - sudah pernah terinfeksi tbc - sudah pernah imunisasi BCG -Reaksi berat: bengkak, merah, >10 mm abses besar dan dalam: - strain vaksin/ virulensi, suntikan: subkutan, dosis: lebih, infeksi sekunder 23

24

25

Lanjutan: Efek samping imunisasi,


- Pembengkakan kel. Limf regional:
- axilla, supraclavicular - 0 < 2 cm tak perlu diobati - tidak melekat ke kulit -abses fistel ulcus parut (cicatrix) DPT o Demam: - pada hari diberi imunisasi - sembuh dalam 1-2 hari - Th: antipiretik / kompres dingin / jangan dibungkus dengan pakaian tebal o Sakit di tempat suntikan o Bengkak di tempat suntikan

26

Lanjutan: Efek samping imunisasi,


o Infeksi
- 1 minggu atau lebih sesudah suntikan - akibat jarum suntik yang tidak steril (tersentuh tangan, dipakai ber-ulang-ulang, sterilisasi kurang lama o Kejang

Polio: Umumnya TIDAK ADA Hepatitis B: Umumnya TIDAK ADA Campak:


- Demam: -1 minggu setelah suntikan - berlangsung selama 1-3 hari - Warna kemerahan di kulit (rash)

27

28