Anda di halaman 1dari 43

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Latar bekalang melakukan praktek ini adalah untuk melatih kesabaran dan ketelitian mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan teknik elektro program studi teknik listrik yang mana nantinya akan terjun langsung kelapangan pada saat bekerja. Oleh sebab itu, diharapkan mahasiswa dapat melatih kesabaran dan ketelitian yang tentunya dapat membantu mahasiswa di pekerjaannya pada masa yang akan datang. Pada kesempatan ini, mahasiswa dituntut melakukan praktek mata kuliah bengkel Mekanik Semester I yang mana pada praktek yang telah kami lakukan ini, sangat membantu kami untuk memupuk rasa disiplin dan

kesabaran mahasiswa melakukan praktek tersebut. Kemajuan teknologi sekarang ini memaksa kita untuk bekerja lebih disiplin dan mampu bekerja di bawah tekanan. Oleh sebab itu, dengan melakukan peraktek ini diharapkan mahasiswa dapat dilatih untuk dapat bekerja lebih disiplin dan lebih sabar. Untuk mendukung hal tersebut diatas, diharapkan dengan praktek pada semester I ini, mahasiswa dapat berperan serta dalam membangun sumber daya manusia yang berpotensi tinggi dan memiliki suatu keahlian yang bermanfaat bagi masyarakat.

1.2 Tujuan dan Manfaat Dari pelaksanaan praktek bengkel mekanik yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa praktek ini bertujuan agar mahasiswa dapat : 1. Menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada mahasiswa pada semua alat bengkel, benda kerja, dan lain lain selama dibengkel. 2. Menumbuhkan rasa kesabaran dan kedisiplinan kepada setiap pekerja pada praktek bengkel mekanik maupun diluar bengkel.

3. Mengajarkan mahasiswa agar mengetahui cara menggores dan menitik pada benda kerja. 4. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan kegunaan dari menggores dan menitik. 5. Mahasiswa dapat mengetahui cara pengergajian yang baik dan benar pada benda kerja. 6. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan kegunaan dari gergaji pada waktu kita mengerjakan benda kerja di bengkel. 7. Mengajarkan mahasiswa agar mengetahui cara mengikir benda kerja (flat besi dan profil U) dengan benar dan dengan metode metode yang tepat. 8. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan kegunaan dari alat kikir pada waktu kita mengerjakan benda kerja di bengkel. 9. Mengajarkan mahasiswa agar mengetahui cara menggunakan bor listrik dengan mengikuti intruksi dan petunjuk yang benar. 10. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan kegunaan dari bor lisrik pada waktu kita mengerjakan benda kerja di bengkel. 11. Mengajarkan mahasiswa agar mengetahui cara membuat ulir dalam pada benda kerja (profil U). 12. Mahasiswa dapat mengetahui cara membuat ulir dalam pada benda kerja (profil U). 13. Mengajarkan mahasiswa agar mengetahui cara men-stamping, men-tap, dan men-kontersing benda kerja (Profil-U). 14. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan kegunaan dari stamping, tap dan kontersing pada waktu kita mengerjakan benda kerja di bengkel.

1.3 Rumusan Masalah Dari pelaksanaan praktek bengkel mekanik yang telah dilakukan, maka rumusan masalahnya : 1. Apakah mahasiswa dapat bekerja dengan teliti dan sabar ? 2. Apakah mahasiswa dapat disiplin dalam bekerja ? 3. Apakah Mahasiswa dapat bertanggung jawab terhadap alat bengkel dan benda kerja yang diberikan instruktur ?

4. Apakah mahasiswa dapat menjaga keselamatan kerja selama bekerja dibengkel ? 5. Apakah mahasiswa dapat mengerjakan tugas yang diberikan instruktur dengan baik dan benar serta tepat waktu ?

1.4 Batasan Masalah Masalah yang diangkat dalam laporan ini ialah tentang pengerjaan praktek bengkel mekanika program studi listrik. Maka dari itu, agar masalah tidak melebar kepada masalah lain, penulis akan membahas 3 (tiga) pekerjaan selama di bengkel, yaitu : flat besi, besi profil U dan solder kabel. Hal ini dikarenakan ketiga pekerjaan tersebut adalah hasil pekerjaan mahasiswa selama di bengkel.

1.5 Metodologi Penulisan Metodologi penulisan yang digunakan adalah metode tindakan dan metode konsultasi. Metode tindakan adalah metode yang digunakan dalam penulisan laporan, dimana penulis langsung terjun dalam suatu kegiatan. Sedangkan metode konsultasi adalah suatu metode didalam penulisan laporan, dimana penulis berkonsultasi dengan instruktur mengenai pekerjaan yang dilakukan selama dibengkel. Penulisan laporan ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun peningkatan hasil kegiatan, yang dikerjakan setiap mahasiswa.

1.6 Sistematika Tulisan Secara garis besar laporan ini terdiri dari 5 (lima) bab dengan beberapa sub bab. Agar mendapat arah dan gambaran yang jelas mengenai hal yang tertulis dalam laporan ini, berikut sistematika penulisannya secara lengkap: BAB I (PENDAHULUAN) Pada bab ini membahas latar belakang masalah, tujuan dan manfaat, rumusan masalah, batasan masalah, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan.

BAB II (TINJAUAN PUSTAKA) Pada bab ini dijelaskan tentang definisi bengkel, alat-alat bengkel yang digunakan, keselamatan dan cara menggunakan alat bengkel

BAB III (Praktek Bengkel Mekanika Prodi Listrik) Menyajikan data laporan, berupa deskripsi tentang praktek pengerjaan, flat besi, besi profil U, dan solder kabel, serta bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan saat pengerjaan praktek di bengkel.

BAB IV (Hasil dan Pembahasan) Bab ini berisi tentang hasil yang didapat pada saat pengerjaan praktek bengkel mekanika, kemudian dilakukan pembahasan terhadap hasil yang didapat guna mendapatkan kesimpulan.

BAB V (PENUTUP) Bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan yang didapat dari hasil pengerjaan praktek bengkel mekanika dan berisi saran-saran yang sesuai dengan permasalahan yang terjadi selama di bengkel.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi Bengkel


Bengkel adalah tempat (bangunan atau ruangan) untuk perawatan / pemeliharaan, perbaikan, modifikasi alt dan mesin, tempat pembuatan bagian mesin dan perakitan alsin. Selain itu bengkel juga dapat diartikan sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar keterampilan (Soetarjdo, 1996). Guna menjamin efektifitas dan efisien kegiatan perbengkelan diperlukan adanya manajemen bengkel yang baik terhadap keseluruhan sumber daya yang ada. Perkakas bengkel hampir selalu tersedia pada setiap satuan kehidupan. Bahkan di rumah tangga biasapun kebanyakan akan ditemukan peralatan bengkel minimal, yang digunakan untuk perawatan dan perbaikan barangbarang keperluan rumah tangga. Juga di kantor-kantor, banyak pekerjaan perawatan kecil yang lebih efisien jika dilakukan sendiri oleh karyawan kantor tersebut. Pekerjaan perbengkelan selalu dibutuhkan oleh setiap unit kehidupan. Hal tersebut disebabkan oleh sifat alami barang-barang perlengkapan kehidupan yang selalu membutuhkan perawatan serta mengalami kerusakan dari waktu ke waktu. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan perbengkelan hampir selalu menyertai setiap pemilikan barang. Selain pengelolaan terhadap sumber daya manusia, pengelolaan

peralatan bengkel sangat penting sehingga setiap peralatan yang ada selalu dalam keadaan terawat dan siap pakai. Dengan kelengkapan dan kesiapan peralatan bengkel yang memadai, serta ditunjang pengetahuan cara yang baik dan benar dalam penggunaan alat akan membuat pekerjaan perbengkelan

menjadi lebih mudah dan aman. Peralatan bengkel yang umum dipergunakan dan hendaknya dimiliki oleh bengkel diantaranya: obeng palu, tang kunci, pahat, penitik, kikir, gergaji, cangam, klem, mata bor, alat pembuat drad, dan alat pencabut

skrup (Morgan, peralatan berikut:

K.

dan Setiawan, dapat aman

1987).

Agar

dalam

penggunaannya

tersebut

dan tahan lama perlu diperhatikan hal-hal

1. pembelian/ penggunaan alat yang bermutu baik 2. perawatan yang baik 3. penggunaan alat sesuai dengan jenis dan fungsinya Perkakas atau peralatan adalah komponen yang sangat penting dalam membuat suatu benda atau barang. Jika salah satu dari perkakas tadi rusak atau bahkan hilang, maka proses pembuatan alat mesin pertanian akan

terhambat. Sehingga hasilnya tidak akan sempurna dan bisa saja tidak terselesaikan. Peralatan bengkel ada yang disebut dengan peralatan tangan,

dalam hal ini maksudnya adalah segala macam perkakas atau alat yang digunakan secara manual untuk pekerjaan-pekerjaan mekanik di bengkel listrik. (Morgan, K dan Setiawan, 1987).

2.2. Peralatan yang Digunakan


Adapun peralatan yang akan digunakan pada latihan kerja bangku sekligus dengan penjelasanny adalah sebagai berikut:

1. Gergaji besi Gergaji Besi adalah alat yang digunakan untuk memotong benda kerja sepanjang mana yang dibutuhkan. Adapun bagian-bagian gergaji adalah sebagai berikut: 1. Bingkai Terbuat dari pipa baja yang kuat dan kaku agar hasilnya lurus dan kuat. Bingkai yang diatur terbuat dari pipa baja yang oval. Bingkai ini dapat dipakai untuk bermacam-macam panjang daun gergaji. 2. Tangkai Biasanya terbuat dari logam lunak.

3. Pasak daun gergaji Pasak ini dipasang pada kedua bingkainya. 4. Mur Kupu-kupu Mur Kupu-Kupu digunakan untuk mengencangkan daun gergaji.

Gambar 1.1. Gergaji Besi Menggunakan gergaji tangan

Langkah yang harus diperhatikan pada pemasangan daun gergaji sebelum melakukan pemotongan bahan adalah sudut potong daun gergaji harus menghadap ke depan.

Gambar 1.2. Cara Pemasangan Daun Gergaji

Langkah menggergaji: a. Beri garis yang akan digergaji b. Beri tekanan ringan pada awal penggergajian c. Mulailah dari sisi depan dengan posisi gergaji menukik dengan kemiringan sedang (lihat gambar).

Gambar 1.3. Cara Menggergaji yang Benar 1

d. Tekanan diberikan saat gergaji didorong kedepan e. Tekanan dikurangi pada saat gergaji ditarik mundur

Gambar 1.4. Cara Menggergaji yang Benar 2

Keselamatan kerja menggunakan gergaji. a. Beri tekanan ringan pada awal terbentuknya alur supaya gergaji tidak meleset dan melukai tangan b. Ketegangan daun gergaji pada sengkangnya cukup kuat supaya daun gergaji tidak mudah patah saat dipakai dan melukai pemakai.

Gambar 1.5. Keselamatan Kerja Menggergaji

2.

Pahat besi Pahat besi adalah alat yang digunakan untuk memahat besi dengan cara

menempelkan bagian yang tajam pada pahat ke bagian dari besi yang akan dipahat lalu dipukul menggunakan palu hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan. Macam-macam pahat adalah sebagai berikut : 1. Pahat pelat, digunakan untuk meratakan bidang dan memotong pelat logam. 2. Pahat alur / roreh; digunakan untuk membuat alur dan sponeng. 3. Pahat setengah bulat; digunakan untuk membuat alur setengah bulat salutan minyak dalam bantalan.

Gambar 2.1. Pahat Pelat Besi

Cara menggunakan pahat adalah sebagai berikut :

1. Pegang badan pahat pada jarak antara ibu jari dan telunjuk dengan kepala pahat sekitar 2,5 cm. 2. Peganglah pahat dengan mantap, tetapi agak longgar agar tangan dapat segera menghindar jika pemukulan meleset 3. Pakai kacamata pengaman pada saat mengiris logam. 4. Pergunakan pahat yang besarnya sesuai untuk benda kerja dan

hendaknya menggunakan palu yang cukup berat sesuai dengan ukuran pahat, lebih besar pahat lebih berat pula palunya.

Keselamatan kerja pada penggunaan pahat

1. Pahat yang dipergunakan terus menerus pada waktu yang cukup lama akan membentuk kepalanya melebar tajam-tajam. Bagian kepala pahat yang melebar bisa dihilangkan dengan jalan digerinda, sehingga bentuk kepala pahat itu tetap terpelihara atau bebas dari geram-geram pada kepala pahat.

Gambar 2.2. Kepala Pahat yang Melebar

2. Memegang pahat membutuhkan latihan dan pengalaman. 3. Waktu memahat jangan sampai melukai tangan anda atau sampai

terpukul ibu jari anda secara tiba-tiba.

3. Palu Palu adalah alat pemukul yang harus disediakan pada setiap bengkel kayu. Palu dilengkapi dengan pemegang/gagang kayu sebagai tangkai pemukul. Jenis dan ukuran palu bervariasi sesuai dengan fungsinya. Berdasarkan bahan yang digunakan, palu dibedakan menjadi : 1). Palu besi 2). Palu kayu 3). Palu karet/plastik.

Gambar 3.1. Palu Baja

Gambar 3.2. Palu Plastik

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan palu adalah sebagai berikut :

1. Peganglah selalu bagian ujung badan pada waktu menggunakannya supaya dapat menambah kekerasan pukulan.

10

2. Jika memungkinkan, pakailah palu yang permukaan kepalanya sama luasnya dengan benda kerja. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada permukaan kepala palu dan benda kerja. 3. Jangan mempergunakan palu yang kepalanya masih longgar dan jangan dipakai sebagai pengumpil atau penumbuk 4. Jangan menggunakan palu baja pada suatu permukaan mesin.

Gambar 3.3. Cara Memegang Palu

4.

Penitik Penitik adalah alat yang digunakan untuk menandai membuat lubang atau

titik pada benda kerja. Dengan menitik benda kerja maka mata bor yang akan digunakan tidak akan meleset dari sasaran. Penitik terbuat dari besi yang ujungnya runcing membentuk sudut 30-90 derajat, pembuatan penitik bisa dibuat dari mata obeng ketok yang sudah tidak terpakai.

Gambar 4.1. Penitik

Macam-macam penitik adalah sebagi berikut :

1. Penitik pemulai. Penitik pemulai digunakan untuk mengeluarkan keeling dan sebagai pemula untuk mengetok keluar pasak lurus atau lancip. 2. Penitik pasak Selanjutnya untuk mengeluarkan pasak tersebut menggunakan penitik pasak. Jangan menggunakan penitik pasak sebagai pemulai karena bisa patah atau bengkok.

11

3. Penitik center Digunakan untuk menandai lokasi pusat suatu lubang yang akan dibor atau dapat pula untuk membuat garis-garis pada logam. Sudut runcing penitik center sebesar 60 . Penitik center jangan diketokkan pada logam yang terlalu keras supaya tidak menjadi tumpul. 4. Penitik pelurus Digunakan untuk menggeser atau menempatkan bagian-bagian pada lokasi yang tepat. Penitik pelurus jangan digunakan sebagai penitik center.
0

Cara menggunakan penitik

1. Letakkan tegak lurus pada bidang kerja 2. Gunakan palu dan pukul sampai ada titik pada bidang kerja yang diinginkan

Gambar 4.2. Cara Menggunakan Penitik

5. Penggores Penggores adalah alat yang digunakan untuk menggores benda atau

menggambar benda kerja, alat ini terbuat dari logam berbentuk silindris lurus dan diruncingkan dibagian ujung depan dan mempunyai sudut antara 20 - 25.

12

Dan cara pemakainnya adalah sebagai berikut:

a. Dalam menggunakan penggores membentuk 20-25 derajat. b. Tekan penggores pada gambar. c. Condongkan penggores kearah maju. d. Bahan dari penggores haruslah lebih kuat dari benda kerjanya, dan jika mau membuatnya bisa dengan potongan gergaji besi yang telah dibentuk ujungnya dengan gerinda.

Gambar 5. Penggores 6. Jangka Pegas Jangka pegas adalah alat yang digunakan untuk membentuk lingkaran pada bidang kerja dengan cara menentukan titik tengah dari lingkaran yang akan di gambar lalu meletakkan salah satu ujung dari jangka pegas kemudian putar jangka sesuai dengan lingkaran yang diinginkan.

Gambar 6.1. Jangka Pegas

Cara menggunakan jangka pegas a. Tentukan ukuran dan atur jangka pegas b. Pilih titik pusat pada bidang kerja c. Gunakan jangka pegas dengan cara dimiringkan pada arah perputaran

13

Gambar 6.2. Cara Menggunakan Jangka Pegas

7. Sikat Kikir Sikat kikir adalah suatu alat yang digunakan untuk menghilangkan serbuk/serpihan benda kerja yang tertempel pada kikir setlah dilakukan proses pengikiran. Sikatlah kikir yang sesudah digunakan, berdasarkan alur kikirnya. Jika tidak akan merusakan alur kikir tersebut karena serbuk benda kerja tersebut sangat tajam, sehingga dapat membuat kikir menjadi tumpul.

Gambar 7. Sikat Kikir

8. Mistar Siku Mistar Siku adalah alat yang digunakan untuk mengukur kesikuan dan ketelitian dari benda kerja. Misalnya untuk mengukur mengukur benda kerja yang mempunyai sudut 90, Mistar ini terbuat dari baja yang dikeraskan atau baja tahan karat, ukuran panjangnya 30 cm.

Gambar 8. Mistar Siku

14

9. Kikir Kikir adalah alat yang digunakan untuk meratakan permukaan benda kerja atau membentuk benda kerja sesuai dengan yang diinginkan. Pada umumnya pekerjaan yang sederhana akan lebih ekonomis. Alat ini tebuat dari baja karbon tinggi yang ditempa, dan sesuai dengan ukuran, bentuk, serta fungsinya kikir terdiri atas beberapa jenis: Kikir segitiga Kikir ini digunakan untuk sudut-sudut 60 - 90.Kikir ini mempunyai guratan ganda.Kikir ini digunakan untuk mengikir benda kerja yang berbentuk segitiga,selain itu sebagai patokan pada benda kerja sebagai langkah awal dari penggergajian.

Gambar 9.1. Kikir segitiga 10 inchi Kikir Bulat Kikir ini digunakan untuk memperluas lubang dan sisi bulat.Kikir ini memiliki guratan kasar,sedang,atau,halus.Untuk kikir dengan panjang 15 cm memiliki guratan tunggal.sering disebut kikir ekor tikus.

Gambar 9.2. Kikir bulat 12 inchi. Kkir setengah Bulat kikir ini menggunakan sisi rata,digunakan untukl pengerjaan umum dan memiliki guratan ganda.Sisi setengah bundar untuk permukaan lengkung dengan guratan tunggal,halus atau sedang.Kikir ini berfungsi sama dengan kikir bulat,Tetapi sebatas untuk mengikir setengah lingkaran saja.

Gambar 9.3. Kikir setengah lingkaran 12 inchi.

Gambar 9.4. Kikir setengah lingkaran 6 inchi.

15

Kikir Plat

Gambar 9.5. Kikir plat 12 inchi.

Gambar 9.6. Kikir plat 10 inchi.

Gambar 9.7. Kikir plat 8 inchi.

Gambar 9.8. Kikir plat 6 inchi.

Gambar 9.9. kikir bujur sangkar 12 inchi Cara penggunaan kikir adalah sebagai berikut, 1. Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menggunakan kikir untuk pembentukan bahan adalah pilih ragum penjepit bahan yang sesuai dengan tinggi badan agar posisi pengikiran sesuai. 2. Atur posisi badan pada saat menggunakan kikir.

Gambar 9.10. Posisi Badan

16

3. Jepit benda kerja yang akan dikikir pada mulut ragum dengan kuat dan tidak terlalu tinggi keluar mulut ragum agar bahan tidak bergetar pada saat dikikir yang akan pada gigi mengakibatkan serta bunyi

berdesing dan bergerigi.

kerusakan

kikir

hasil kikiran

Gambar 9.11. Posisi Bidang Kerja dan Cara Memegang Kikir yang Benar

Beberapa hal penting dalam menggunakan dan merawat kikir adalah a. Sebelum memulai, pasang pegangan terlebih dahulu b. Mengikir dengan cara mendorong ke depan dan untuk mencegah kerusakan gigi-giginya, angkat kikir pada waktu menarik kembali. c. Jika diperlukan mengikir pada waktu menarik, misalnya untuk menyelesaikan suatu permukaan datar, dapat menggunakan kikir mesin dengan suatu tekanan kerja yang cukup ringan. d. Ketika mengikir berikan tekanan kerja yang cukup saja. e. Kikir jangan digunakan sebagai palu atau batang pengumpil f. Kikir jangan digunakan bila pada permukaan atau gigi-gigi nya tertutup oleh serbuk-serbuk. Hendaknya dibersihkan dulu dengan menggunakan sikat kawat khusus. g. Untuk menjaga agar kikir tetap tajam, kikir jangan dilemparkan ke meja atau kedalam laci, hindarkan dari air untuk mencegah karat dan lumasi selalu dengan oli.

Keselamatan kerja pada penggunaan kikir a. Gunakan kikir yang tangkainya menggunakan gagang kayu atau plastic supaya tangkainya yang runcing tersebut tidak melukai tangan. b. Gagang kikir yang retak segera diganti untuk menghindari resiko pecah pada saat dipakai dan tangkai kikir melukai tangan pemakai.

17

10. Siku-siku Siku-siku juga termasuk alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat presisi dari benda kerja. Fungsinya hampir sama seperti mistar siku.

Gambar 10. Siku-siku

11. Kuas Alat Yang digunakan untuk membersihkan atau melumasi ragum agar tidak berkarat.Alat ini juga digunakan untuk melumasi benda kerja yang akan dibor agar lancar dan tidak panas.

Gambar 11. Kuas 12. Ragum Ragum adalah alat yang digunakan untuk mencekam dengan kuat atau memberikan tekanan tetap pada benda kerja yang akan dipotong maupun dikikir. Cara menggunakannya adalah putar tangkai ragum kearah kanan untuk membuka ragum lalu letakkan benda kerja kemudian kencangkan dengan cara memutar tangkai kearah kiri.

Gambar 12. Ragum

18

13. Bor Listrik Bor listrik adalah alat yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja dengan berbagai macam ukuran sesuai dengan mata bor yang digunakan.

Gambar 13.1. Mesin Bor

Mata bor adalah alat untuk membuat lobang pada benda kerja sesuai dengan diameter yang diinginkan yang dipakai pada alat bor,misalnya mata bor ukuran 5 mm,3 mm,dan ukuran lainnya.

Gambar 13.2. Mata Bor

Cara Menggunakan Mata Bor (mengebor) a. Pilihlah tingkatan putaran yang ada dimesin bor yang mendekati nilai 114,7 rpm.

Gambar 13.3. Pemasangan/pelepasan mata bor pada mesin bor

19

b. Persiapkan alat pencekam benda kerja

Gambar 13.4. Pencekam benda kerja dengan ragum dan klem

c. Persiapan pada benda kerja dengan menentukan titik senter lubang lalu dititik dengan penitik senter. Untuk posisi lubang presisi,

buatlah lingkaran pengawasan.

Gambar 13.5. Menentukan Titik yang Akan di Bor Keselamatan kerja pada saat menggunakan mata bor a. Yang harus sangat diperhatikan pada saat pengeboran adalah saat poros mesin / spindel bor berputar. Hindarkan bagian yang terjurai, seperti rambut panjang, bagian dari pakaian kerja, kalung, dsb, ikut tergulung putaran spindel bor tersebut.

Gambar 13.6. Contoh Kecelakaan pada Pengeboran

20

b. Gunakan kaca mata saat mengebor supaya mata terhindar dari percikan tatal benda kerja. c. Puli / sabuk penghubung spindel bor dengan motor listrik harus tertutup, supaya rambut dan bagian lain yang terjurai tidak ikut terlilit.

Gambar 13.7. Pemasangan Kaca Pengaman

14. Pencetak Nomor / Huruf (Stampping) Stampping adalah alat yang digunakan untuk mencetak angka-angka atau huruf pada benda kerja seperti prifil U sebagai tanda kepemilikan masingmasing mahasiswa.Biasanya digunakan Nomor Induk Mahasiswa Yang bersangkutan.

Gambar 14. Stamping 15. Radius Radius adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar dan ketepatan lingkaran pada benda kerja yang berbentuk setengah lingkaran,baik cekung meupun cembung.

Gambar 15. Radius

21

16. Kaca Mata Pengaman


Syarat-syarat kaca mata pengaman : a. Harus mempunyai sifat-sifat yang tidak melelahkan mata b. Harus tahan lama dan tidak mudah berubah sifat c. Harus memberikan rasa aman kepada pemakai.

Gambar 16. Kaca Mata Pengaman

22

BAB III PRAKTEK BENGKEL MEKANIKA PROGRAM STUDI

3.1 Flat Besi


1. Bahan yang digunakan Plat besi ST 37 (123 mm 93 mm 2 mm) 2. Peralatan yang digunakan 1. Gergaji besi 2. Pukul besi 3. Penitik 4. Penggores 5. Jangka pegas 6. Sikat gergaji 7. Mistar siku 8. Kikir plat 12 inchi 9. Kikir plat 10 inchi 10. Kikir plat 8 inchi 11. Kikir plat 6 inchi 12. Siku-siku 13. Kuas 14. Ragum

3. Langkah kerja 1. Pertama-tama, potong plat besi yang tersedia dengan ukuran 120 mm x 90 mm x 1,75 mm secara hati-hati dan teliti. 2. Kemudian, letakkan benda kerja pada ragum. Kikir keempat sisi dari plat menggunakan kikir halus hingga keempat sisi menjadi siku dan simetris sesuai dengan ukuran panjang 90 mm dan lebar 120 mm. 3. Jika telah selesai di kikir, buat tanda untuk di gores sesuai dengan ukuran yang ada pada job yang telah di tentukan. Lalu buat sumbu pada benda kerja sesuai dengan job.

23

4. Selanjutnya gores benda kerja yang telah ditandai kemudian buat garis sumbu lalu di titik sesuai dengan ukuran yang telah di tentukan. 5. Untuk membuat lingkaran pada benda kerja, gunakan jangka pegas. Terlebih dahulu beri tanda agar lebih mudah. Hendaknya lebih berhati-hati agar terbentuk lingkaran yang sempurna. 6. Setelah membuat lingkaran, buat titik-titik pada benda kerja sesuai dengan lembar job menggunakan mistar dan penitik. 7. Terakhir, hubungkan setiap titik dengan menggunakan penggores. Berhati-hatilah agar penggoresan tidak melenceng.

3.2 PROFIL U ST 37 1. Bahan yang digunkan Besi Profil U ST 37 (110 mm 65 mm 40 mm) 2. Peralatan yang digunakan 1. Gergaji besi 2. Pahat besi 3. Pukul besi 4. Penitik 5. Penggores 6. Jangka pegas 7. Sikat gergaji 8. Mistar siku 9. Kikir plat 12 inchi 10. Kikir plat 10 inchi 11. Kikir plat 8 inchi 12. Kikir plat 6 inchi 13. Kikir setengah lingkaran 12 inchi 14. Kikir setengah lingkaran 6 inchi 15. Kikir bulat 12 inchi 16. Kikir petak 12 inchi 17. Kikir segitiga 10 inchi

24

18. Siku-siku 19. Kuas 20. Mata bor dengan bermacam-macam ukuran 21. TAP M5-08, M4-07 22. Kontersing 23. Ragum 3. Langkah kerja 1) Pertama-tama, ambil bahan yang diperlukan yaitu balok besi yang akan dibuat menjadi Profil-U ST 37. 2) Kedua, potonglah balok besi tersebut dengan ukuran panjang 100 mm dengan cara menjepitkan benda kerja tersebut pada ragum supaya benda kerja tersebut tidak bergerak-gerak sehingga mudah memotongnya. 3) Kemudian, tandai dengan mengunakan penitik pada bagian benda kerja tersebut dengan ukuran 10 mm dan lakukan lagi 8 mm. 4) Kemudian, gergajilah bagian pada benda kerja tersebut yang telah ditandai dengan sabar dan teliti agar hasil gergajiannya rapi dan bagus. 5) Setelah benda kerja tersebut digergaji, akan didapat kan hasil benda kerja dengan panjang 82 mm. 6) Kemudian ,rapikanlah hasil gergajian tersebut dengan

menggunakan kikir kasar sehingga benda kerja tersebut ukurannya menjadi 80 mm dan setelah hampir 80 mm kikirlah bagian tersebut dengan kikir halus sehingga benda kerja tersebut menjadi rapi. 7) Setelah didapati hasil 80mm tersebut kikirlah bagian atas dan sisi sebelah kiri dan kanan sehingga menjadi simetris (rata), untuk mengecek rata atau tidaknya bidang, gunakan penyiku. 8) Setelah bagian atas siku, kikirlah bagian kiri dan kanan secara bergiliran dan diharapkan dengan merata, kikirannya nanti tidak tebal sebelah. sehingga hasil

25

9) Kikirlah kedua bagian tersebut hingga ukuran yang tadinya 65 mm menjadi 63 mm, dan ada baiknya mengikir dengan cara menyilang dengan sabar dan hati-hati agar hasil kikiran nya tidak miring. 10) Setelah mendapatkan hasil kerja tersebut kita beralih pada bagian kaki dari benda kerja. Potonglah bagian ujung-ujung dari kaki tersebut sehingga tinggi dari benda kerja menjadi 30 mm dan sebelum mencapai 30 mm kikirlah agar hasil kerjanya rapi. 11) Dilanjutkan dengan menggergaji bagian kaki dari profil-U pada bagian kiri dan kanan sebanyak 6 pasang penggergajian yang masing-masing berjarak 3 mm dengan kedalaman 15 mm dan berjarak 32 mm dari sudut kaki Profil U. Diharapkan pada saat menggergaji benda kerja tersebut mahasiswa melakukannya dengan sangat hati-hati sebab apa bila tidak hati-hati hasil kerja tersebut rusak dan tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. 12) Mahasiswa kemudian kembali menggergaji bagian kaki dari profil-U pada bagian kiri dan kanan dengan panjang 10 mm dan kedalaman 15 mm dan berjarak 10 mm dari sudut kaki Profil-U. bedanya cara menggergajinya seperti segitiga sehingga setelah titik gergajian bertemu bagian tersebut akan terbuang. Setelah itu bagian yang telah digergaji tersebut dikikir dengan kikir setengah dan dilanjutkan dengan kikir plat kasar sehingga terbentuk seperti yang telah ditandai. 13) Kemudian mahasiswa mengikir bagian ujung kaki Profil-U dengan berpatokan pada ukuran dengan radius, sehingga tampak lingkaran. Caranya dengan mendorong naik turun keatas dan kebawah secara kontinuitas yang akan membentuk sudut

cembung sesuai dengan tanda yang telah digores berdasarkan radius gauge. 14) Setelah itu, sisi sebaliknya dimulai dengan menandai bagian setengah bulatan dengan penggores yang berpatokan pada radius gauge R10 yang ditempelkan pada benda kerja, kemudian digergaji berbentuk segitiga sama seperti yang tadi, sehingga titik-

26

titiknya bertemu dan dapat menghilangkan bagian tersebut dan setelah digergaji kemudian benda kerja tersebut dikikir dengan kikir bulat sehingga sama dengan yang telah ditandai dengan penggores. 15) Setelah selesai pada bagian kaki, lanjut pada bagian badan benda kerja. Dimulai dengan menitik bagian sesuai dengan job Masingmasing dengan cara mengukur pada benda kerja. Setelah semuanya ditandai mahasiswa langsung ketempat pengeboran untuk mengebor bagian-bagian yang sesuai tanda yang telah diberi mengunakan penitik. Gunakan mata bor yang sesuai dengan petunjuk, diharapkan juga pada saat melakukan pengeboran mahasiswa menggunakan perlengkapan keselamatan seperti kaca mata pelindung dan sarung tangan. Pada saat mengebor jangan terlalu dipaksakan karena dapat menyebabkan mata bor tersebut patah dan sangat berbahahaya. Ada baiknya pada saat mengebor diselingi dengan dilumuri oli agar tidak menimbulkan percikan bunga api. 16) Kemudian bor bagian tengah dari badan Profil-U sesuai dengan tanda yang telah diberikan mengunakan penitik dan radius. Sebelum mengebor mahasiswa mengukur terlebih dahulu dengan mempertemukan 58 mm dari bawah dan 30 mm dari penggir sehingga titik temu langsung digunakan untuk membentuk pola setengah lingkaran. Cara mengebornya pertama-tama

menggunakan mata bor yang kecil kemudian ditimpa trus menerus dengan mata bor yang makin besar dan makin besar sampai mendekati garis tanda yang telah dibuat dan diharapkan melakukan nya dengan sangat hati-hati karena sangat berbahaya. 17) Bagian yang telah dibor tersebut digergaji sehingga nantinya dapat dimasuki kikir. Setelah selesai digergaji akan ditemukan lubang pada badan benda kerja yang tidak rata, oleh sebab itu bagian yang tidak rata tersebut diratakan dengan mengunakan kikir kecil terlebih dahulu lalu setelah lubang tsb smakin

27

menbesar dapat menggunakan kikir yang lebih besar lagi. Setelah selesai mengikir dengan kikir plat kemudian dilanjutkan dengan kikir bulat pada kedua sudut nya sehingga terbentuk setengah lingkaran pada masing2 sudut nya. 18) Setelah selesai dengan bagian tengah dari badan benda kerja kita kembali pada dua titik yang telah dibor dengan mata bor M5 yang ada pada ujung benda kerja. Kedua lubang tersebut kemudian di stamping dengan mengunakan tap M508. Cara Menstamping lubang tsb yaitu memasukkan tap ke lubang kemudian diputar searah dengan jarum jam diputar terus sampai lubang tersebut memiliki ulir tersendiri yang dapat dimasuki mur.

3.3 Solder Kabel


1. Bahan yang digunakan 1. Kabel serabut 2. Sepatu kabel 3. Kertas amplas 4. Timah 2. Alat yang digunakan 1. Solder 2. Tang 3. Penyedot Timah 3. Langkah Kerja 1. Potonglah kabel dengan menggunakan tang sepanjang 5cm sebanyak 11 buah dan kabel sepanjang 7 cm sebanyak 4 buah. 2. Kemudian buka kabel dari pelindungnya atau isolasinya sepanjang 1cm atau 2 cm, disetiap ujung kabel. 3. Setelah itu amplas kedua ujung kabel yang telah dibuka menggunakan kertas amplas, sehingga minyak atau bahan isolasi pada kawat tembaga dapat hilang, sehingga mempermudah pensolderan. 4. Panaskan terlebih dahulu solder sebelum digunakan, setelah panas solder 3 buah kabel berukuran 5cm ke sepatu kabel, kemudian solder

28

3 buah kabel yang telah diberi sepatu kabel hingga membentuk kabel lurus yang kuat. 5. Untuk pembuatan balok dari kabel, pertama yang dilakukan adalah mensolder kabel berukuran 5 cm hingga membentuk persegi, sebanyak dua buah persegi. 6. Kedua, satukan kedua buah kabel berbentuk persegi dengan cara mensolder kabel berukuran 7 cm ke salah satu kabel yang berbentuk persegi, setelah selesai, lakukan kembali ke kabel berikutnya yang juga telah berbentuk persegi, hingga membentuk sebuah balok. 7. Lakukan pensolderan dengan rapi, sehingga kabel menjadi kuat dan tidak mudah lepas. 8. Langkah yang terakhir solder, kabel lurus yang pertama ke salah satu sisi pada kabel yang berbentuk balok, lakukan dengan rapi, agar dapat menempel dengan kuat.

3.3 Jurnal Kegiatan


1. Sabtu, 1 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 07.00 07.00 07.30 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel Pengarahan tentang aturan aturan pada saat di bengkel, system penilaian, dll. Mencari meja kerja dan mengecek alat alat 3. 07.30 07.50 bengkel serta mencatat alat alat yang telah disediakan. 4. 07.50 08.30 08.30 08.40 08.40 09.30 09.30 10.00 10.00 10.40 Mengambil flat besi dan memotong flat besi dengan ukuran 12,5 cm x 9,5 cm sebanyak 20 buah. Membersihkan mesin potong flat dan ruangan mesin potong flat. Memotong besi profil U sepanjang 10,3 cm. BREAK (ISTIRAHAT) Melanjutkan memotong besi profil U.

5. 6. 7. 8.

29

9. 10. 11.

10.40 11.00 12.00 12.20 12.20 12.30

Mengikir flat besi Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel Baris dan menerima pengarahan serta berdoa.

2. Senin, 3 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 5. 07.00 07.00 07.10 07.10 07.20 07.20 07.40 07.40 08.00 08.00 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.20 12.20 12.30 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpul jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum memulai pekerjaan, berdoa, dan mempersiapkan alat kerja. Pengarahan cara menghitung dengan jangka sorong Menghitung dengan jangka sorong Mengambil flat besi, membentuk flat besi menjadi 6. siku siku menggunakan kikir, dan mengamplas flat besi. 7. 8. BREAK (ISTIRAHAT) Melanjutkan pekerjaan dan memulai menggambar diatas flat besi. Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel, serta memberi oli pada flat besi. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

9. 10.

3. Selasa, 4 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 07.00 07.00 07.10 07.10 07.15 07.15 08.30 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpul jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, berdoa, dan mempersiapkan alat kerja. Melanjutkan menggambar diatas flat besi, dan

30

memberi nama, serta mengumpulkannya. Mengambil besi profil U dan mulai mengikir besi 5. 08.30 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.15 12.15 12.20 12.20 12.30 profil U hingga membentuk siku siku dengan ukuran 10,0 cm. 5. 6. 7. 8. 9. BREAK (ISTIRAHAT) Melanjutkan pekerjaan mengikir besi profil U. Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel. Persiapan pulang. Pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

4. Rabu, 5 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 07.00 07.00 07.10 07.10 07.15 07.15 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.15 12.15 12.30 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, berdoa, dan mempersiapkan alat kerja. Mengikir besi profil U hingga bersih dan siku - siku. BREAK (ISTIRAHAT) Melanjutkan pekerjaan. Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

5. Kamis, 6 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 07.00 08.00 08.00 08.10 KEGIATAN Upacara memperingati Sumpah Pemuda. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan besi 2. profil U (menggergaji dan mengikir) dan berdoa, serta mengumpul jurnal.

31

3. 4. 5. 6. 7.

08.10 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.15 12.15 12.30

Melanjutkan pekerjaan mengergeji dan mengikir besi profil U. BREAK (ISTIRAHAT) Melanjutkan pekerjaan. Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

6. Jumat, 7 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 07.00 07.00 07.10 07.10 07.15 07.15 09.00 09.00 09.30 09.30 10.30 10.30 11.00 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, dan berdoa. Melanjutkan pengerjaan besi profil U. BREAK (ISTIRAHAT) Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

7. Sabtu, 8 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 07.00 07.00 07.15 07.15 07.25 07.15 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.15 12.15 12.30 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, dan berdoa. Melanjutkan pengerjaan besi profil U. BREAK (ISTIRAHAT) Melanjutkan pekerjaan. Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

32

8. Senin, 10 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 07.00 07.00 07.15 07.15 07.20 07.20 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.15 12.15 12.30 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, dan berdoa. Melanjutkan pengerjaan besi profil U. BREAK (ISTIRAHAT) Melanjutkan pekerjaan. Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

9. Selasa, 11 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 07.00 07.00 07.15 07.15 07.20 07.20 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.15 12.15 12.30 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, dan berdoa. Melanjutkan pengerjaan besi profil U. BREAK (ISTIRAHAT) Melanjutkan pekerjaan. Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

10. Rabu, 12 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 07.00 07.00 07.15 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel.

33

3. 4. 5 6. 7. 8. 9.

07.15 07.20 07.20 08.00 08.00 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.10 12.10 12.30

Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, dan berdoa. Pembersihan disekitar ruang bengkel. Melanjutkan pengerjaan besi profil U. BREAK (ISTIRAHAT) Melanjutkan pekerjaan. Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

11. Kamis, 13 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 6. 8. 9. 10. 07.00 07.00 07.15 07.15 07.25 07.25 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.15 12.15 12.30 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum memulai materi baru dan berdoa. Mengebor, mengamplas,, dan mengikkir profil U BREAK (ISTIRAHAT) Kembali melanjutkan pekerjaan. Membersihkan alat dan ruang bengkel. Pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

12. Jumat, 14 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 07.00 07.00 07.10 07.10 07.15 07.15 09.00 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, dan berdoa. Membuat ulir, counter sink, mengikir permukaan profil U

4.

34

5. 6. 7.

09.00 09.30 09.30 10.30 10.30 11.00

BREAK (ISTIRAHAT) Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

13. Sabtu, 15 Desember 2012 Tidak melakukan kegiatana bengkel dikarenakan kegiatan pada sabtu, 15 Desember 2012 mengebor profil U, namun listrik tidak menyala sehingga bor tidak bisa digunakan.

14. Senin, 16 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 6. 7. 8. 9. 07.00 07.00 07.10 07.10 07.20 07.20 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.15 12.15 12.30 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, dan berdoa. Mengebor profil U BREAK (ISTIRAHAT) Melanjutkan pekerjaan Membersihkan alat kerja dan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

15. Selasa, 17 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 5. 07.00 07.00 07.15 07.15 07.20 07.20 09.30 09.30 10.00 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, berdoa, dan mempersiapkan alat kerja. Finishing besi profil U dan mengumpulkannya. BREAK (ISTIRAHAT)

35

6. 7. 8.

10.00 12.00 12.00 12.15 12.15 12.30

Finishing besi profil U dan mengumpulkannya. Membersihkan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

16. Rabu, 18 Desember 2012 NO. WAKTU 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 07.00 07.00 07.15 07.15 07.30 07.30 09.30 09.30 10.00 10.00 12.00 12.00 12.15 12.15 12.30 KEGIATAN Baris di depan ruang bengkel dan mengumpulkan jurnal. Senam pagi sebelum masuk bengkel. Pengarahan sebelum melanjutkan pekerjaan, dan berdoa. Memotong kabel hingga 12 potong BREAK (ISTIRAHAT) melakukan pengecekan alat alat bengkel sebelum dikembalikan Membersihkan ruang bengkel. Baris, pengarahan sebelum pulang dan berdoa.

17. Kamis, 19 Desember 2012 Pembersihan bengkel.

36

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL 1. Flat Besi

Gambar 4.1.1 Keterangan : P = 12 cm L = 9 cm T = 2 mm

(Flat Besi)

2. Profil U

Gambar 4.1.2.1 (U Profil) Tampak Depan

37

Gambar 4.1.2.2 (U Profil) Tampak Belakang

Gambar 4.1.2.3 (U Profil) Tampak Samping

Gambar 4.1.2.4 (U Profil) Tampak Bawah dan Tampak Atas

Keterangan : P = 8cm L = 6,3 cm T = 3 cm

38

3. Solder Kabel

Gambar 4.1.3.1 (Solder Kabel)

4.2 Pembahasan 4.2.1 Flat Besi


Hasil yang saya dapat tidak cukup sempurna, dikarenakan benda kerja atau flat besi yang saya kerjakan, tidak siku siku pada dua sisi, sedangkan dua sisi lainnya siku siku. Pada saat melakukan penggoresan diatas flat, saya dapat menggores dengan baik dan juga pada saat melakukan penitikan di beberapa titik yang telah ditentukan. Tidak sikunya flat yang saya kerjakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : Pada saat melakukan pengikiran, saya menitik beratkan tenaga pada ujung kikir, sehingga sisi flat tidak terkikir secara rata. Terlalu terburu buru pada saat melakukan pengikiran.

4.2.2 Profil U
Hasil kerja yang saya dapatkan pada saat pengerjaan besi profil U tidak memuaskan. Benda kerja atau besi profil U yang saya kerjakan, telah siku siku, pembuatan radiuspun sudah cukup baik, akan tetapi pada saat pembuatan sisir pada kedua sisi besi profil U mengalami masalah, tidak ratanya sisir serta bentuknya yang tidak sama, satu dengan yang lain.

39

Tidak ratanya pembuatan sisir dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : Kurang baiknya kondisi gergaji besi yang di pakai. Pada saat melakukan penggergajian, sering sekali gergaji miring ke salah satu sisi, akibat gagang yang kurang baik. Selain itu, mata gergaji juga sudah habis atau tumpul.

4.2.3 Solder Kabel


Hasil kerja yang saya dapat pada saat pensolderan kabel, cukup baik. Saya dapat menyambung kabel ke sepatu kabel, menyambung sepatu kabel dengan sepatu kabel lainnya, dan membuat balok dari bahan kabel yang disambung hingga membentuk balok, serta dapat menyambung kabel berbentuk balok ke sepatu kabel. Walaupun hasilnya cukup baik, tetapi tetap ada beberapa kendala, yaitu : Singkatnya waktu yang diberikan. Keterbatasan alat untuk mensolder dan terbatasnya timah sebagai bahan utama mensolder, serta terbatasnya kabel yang ada.

40

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Pentingnya menjaga Keselamatan Kerja selama di bengkel. Pentingnya menjaga agar lingkungan disekitar bengkel agar tetap bersih
dan rapi sehingga menjadi nyaman.

Mahasiswa mengetahui cara menggunakan alat alat bengkel mekanik. Mahasiswa mengetahui berbagai cara atau teknik dalam menyelesaikan
pekerjaannya, yaitu : plat besi, profil U, solder kabel, pipa PVC, dan pipa besi.

Menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan lain lain dalam diri setiap
mahasiswa.

Mahasiswa mengerti tentang semboyan Politeknik Negeri Sriwijaya, yaitu :


3 T (Tepat Waktu, Tepat Ukuran, dan Tepat Aturan).

5.2 Saran Perlu dilengkapinya berbagai alat yang dibutuhkan dibengkel. Perlu diperbaharuinya beberapa perlengkapan yang ada dibengkel. Lebih memperhatikan perawatan alat alat yang ada dibengkel.

41

DAFTAR PUSTAKA

www.blogspot.com/sistematikapenulisanlaporan diakses 20 November 17.00


WIB

http://ibnurusdi.wordpress.com diakses 20 November 2012 16.00 WIB Sumber : http://wacanakeilmuan.blogspot.com/2011/01/macam-macammetode-penelitian.html. diakses 20 November 2012 15.00 WIB Buku panduan atau diktat Latihan Bengkel Mekanik. http://nurulapriyanii.wordpress.com/2010/12/26/cara-membaca-jangkasorong/ diakses 20 november 2012, 19:05 http://teknikpengelasanlistrik.blogspot.com/ diakses 20 November 2012,
14:50 WIB

42

LAMPIRAN Terlampir dibelakang.

43

Anda mungkin juga menyukai