Anda di halaman 1dari 46

DIIT PADA SALURAN CERNA

DIGESTION
Processing of food Types
Mechanical (physical)
Chew Tear Grind Mash Mix

Chemical
Catabolic reactions Enzymatic hydrolysis
Carbohydrate Protein Lipid

SALURAN CERNA
S. cerna atas :Esofagus, gaster, usus halus (duadenum, dan jejunum proksimal) Fungsi Mempertahankan nutrisi yang adekuat masuknya makanan digesti (pencernaan) dan absorbsi sari makanan S. Cerna bawah : Jejunum distal ligamentum Treitz, ileum dan colon. Fungsi absorbsi dan digesti makanan, absobsi air dan elektrolit

Stomach/ Lambung
Functions
Mix food Reservoir menghasilkan
Absorbs
Alcohol Water Lipophilic acid B 12IF/GLYCOPROTEIN

Lendir melindungi sel2 lambung dari asam lambung dan enzim Asam Klorida membantu pepsin, dan penghalang infeksi Prekusor pepsin (pemecah protein) 10%

Pankreas : Insulin, Glukagon, somatostatin.protein enzym trypsinogen, chymotrypsinogen, procarboxypeptidases dan elastase. Hati : menghasilkan separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh, sisanya berasal dari makanan. 80% digunakan untuk membuat empedu. Garam Empedu : meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak, dan vitamin larut lemak, membantu pelepasan air oleh usus besar, pembuangan limbah.

Small Intestine
Absorbs

Lipids 80% ingested water Monoglycerides Electrolytes Fatty acids Vitamins Minerals Carbohydrates
Active/facilitated transport Monosaccharides

Proteins
Di-/tripeptides Amino acids

Large Intestine
Functions
Mechanical digestion
Peristalsis Reflexes
Gastroileal Gastrocolic

Absorbs
More water Vitamins
B K

Concentrate/eliminate wastes

Chemical digestion Bacterial digestion


Ferment carbohydrates Protein/amino acid breakdown

PRINSIP PEMBERIAN MAKANAN PADA PENYAKIT SALURAN CERNA

Saluran cerna berfungsi nutrisi oral (mulut dan esofagus)/enteral (sonde) {thick liquid drink- saringlunak}(dispepsia, diare) dapat kombinasi dg parenteral pada tahap awal. Saluran cerna tidak berfungsi /dipuasakan oral/enteral nutrisi paranteral (disfagia, inflammatory bowel disease, pankreatitis akut, operasi usus).

KEBUTUHAN GIZI Perhatikan jumlah energi; komposisi protein 10-15%, lemak 10-25%, KH 60-75%; vitamin, mineral dan cairan Kebutuhan energi (Harris Benedict) : 66+(13,7xBB) + (5xTB) (6,8xU) : 655+(9,6xBB)+ (1,8XTB) (4,7xU)

Fase Akut Pemberian parenteral nutrisi selama 24-48 jam istirahatkan lambung untuk mencegah sekresi asam lambung berlebihan Frekuensi sering dengan porsi kecil Rendah serat dan rendah sisa makanan Makanan enteral rendah atau bebas laktosa dan mengandung asam lemak rantai sedang (Medium Chain Trygliseride = MCT) Malabsorbsi lemak dan intoleransi laktosa Cairan ditambahkan apabila ada muntah dan diare (elektrolit) anak2 :
0-1 tahun : 80-100 ml/kg BB/hr

Mineral ditambahkan terutama Vit C, Vit B12, Besi, Thiamin, dan magnesiumterapi antasid Serat 4-8 g/hari, BM bebas susu sapi dan daging berserat kasar, sayur(bit, buncis, bayam, labu siam, tomat, wortel), sari buah (pepaya, pisang, jeruk, advokad, jambu biji)

NUTRISI ORAL/ENTERAL (KOMERSIAL)


Polimerik : mengandung protein utuh untuk penderita dg GI track normal/ hampir normal (pan enteral) Pra digesti (formula khusus dalam bentuk susu elemental) mengandung AA/ peptida dan lemak MCT yang langsung diserap usus (pepti 2000) ada gangguan fungsi GI track Nutrisi parenteral : RL (ringer Laktat); dextrose; atau aminovel 600 (asam amino).

Penularan Infeksi Gatrointestinal Akut/ GASTROENTERITIS

Keadaan yang disebabkan oleh infeksi dan menimbulkan gejala hilangnya nafsu makan, mual, muntah, diare ringanberat, rasa tidak enak di perut (sebah), 3 Cara Foodborne >> akibat dari mencerna makanan Waterborne >> dari sumber air Human to human >> kontak antar manusia ( hidup bersih)

Penyebabnya : >>bakteri patogen : Salmonella, Shigella, Campylobacter, Escherichia Coli, Clostridium Difficele. >>virus : Norwalk&Coxsackie, Rotavirus (only in infants or young children), Adenovirus type 40 dan 41, dan Astrovirus. >>Protozoa : Giardia, Cryptosporidium, Entamoeba Histolytica.

Pengobatannya
Muntah dan diare hebat akan mengakibatkan dehidrasi dan penurunan tekanan darah syok Tubuh kehilangan kalium dan natrium hipokalemia dan hiponatremia >>>cairan elektrolit, dan sari buah (anak2) Tempe rebus isoflavon sebagai antivirus dan mengurangi diare Gejala membaik bertahap makanan lunak (gandum, pisang, bubur nasi, selai apel dan roti panggang) Pencegahan BIASAKAN MENCUCI TANGAN

WHO REHYDRATION SOLUTION


[WHO dept of children and adolescent health development, a tratment of diarrhoea, 2005]

Reduced-osmolarity oral rehydration solution (ORS)


Sodium chloride Glucose,anhydrous Potassium chloride Trisodium citrate,dehydrate Total weight

Grams/liter
2,6 3,5 1,5 2,9 20,5

Reduced-osmolarity oral rehydration solution (ORS)


Sodium Chlride Glucose,anhydrous Potassium citrate Total weight

Mmol/liter
75 65 75 20 10 245

GANGGUAN ESOFAGUS
Refluks gastroesofagus, obstruksi esofagus dan disfungsi motorik Pengurangan tekanan sfingter esofagus bagian bawah (LES = Lower Esophageal Sphincter) refluks gastroesofagus (GERD= gastroesophageal reflux disease) Faktor lain gangguan pengosongan S. cerna & peristalsis esofagus refluks isi lambung ke esofagus esofagitis dan nyeri ulu hati

GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD)


Sebagian makanan yang yang mengandung asam dan enzim esophagus iritasi, inflamasi, nyeri pelindung lambung dari asam lambung stomach lining Esophagus tidak ada pelindung kerusakan dari asam lambung dan enzim pencernaan Gejala GERD heartburn, hiatal hernia

TUJUAN DIIT GERD


Mencegah iritasi dan inflamasi mucosa esophageal pada fase akut Mencegah esophageal reflux Menurunkan acidity dari asam lambung Menurunkan BB bila kegemukan penurunan tekanan abdominal (hiatal hernia)

MAKANAN YANG MEMPENGARUHI TEKANAN LES


protein dalam diit meningkatkan LES Lemak dalam diit menurunkan LES < 45 g/hari Coklat mengandung cafeine menurunkan LES Alkohol dan karminativa (peppermint, garlic, bawang merah) menurunkan LES Rokok (nikotin) menurunkan LES Kopi menurunkan LES dan merangsang sekresi asam lambung

2. MENURUNKAN IRITASI PADA ESOPHAGUS


Menghindari : citrus juice, tomat, kopi, makanan berbumbu tajam, merica, makanan pedas, minuman yang mengandung karbonat Menghindari makanan yang secara teratur menyebabkan hearburn misalnya : pastry , cakes

3. MEMPERBAIKI CLEARING ESOPHAGUS


Jangan berbaring/tidur > 2 jam setelah makan akan meningkatkan refluks (porsi besar dan high in fat and protein) Meninggikan kepala pada waktu tidur

4. Menurunkan frekuensi dan volume reflux


Makanan porsi kecil dan sering Menurunkan berat badan jika overweight obesity is likely be a contributing factor to hiatal hernia and refluks because it increase intragastric pressure (Kjellin et al, 1996) Cukup serat untuk menghindari konstipasi (meningkatkan tekanan intraabdominal) Menghisap sedikit2 minuman diantara makan

5. HAL-HAL LAIN
Menghidari mengunyah permen karet Menghindari rokok terutama segera setelah makan Memonitor pengaruh antacid pada status zat besi suplemen bila perlu Monitor pengaruh penghindaran citrus, tomat dll thd status asam askorbat suplemen bila perlu

SINDROMA DISPEPSIA
Kumpulan gejala nyeri epigastrium, mual, muntah, perut kembung, cepat kenyang, anoreksia, flatulens. Faktor sekunder gangguan sistemik aterosklerosis, hipertensi, penyakit hati, ginjal Faktor lain makan terlalu banyak, terlalu cepat, stres, rokok, exercise setelah makan, obat2an iritasi lambung. dll

MACAM
Dispepsia refluks dan esofagitis Dispepsia ulcus kurangi makanan/ minuman yang merangsang sekresi asam lambung (kopi, teh, susu dll) ; perbanyak serat Dispepsia fungsional gejala ada, pemeriksaan penunjang tidak ada kelainan (USG, CT scan abdomen, Endoskopi)

PRINSIP PEMBERIAN MAKAN


Prinsip pemberian nutrisi oral/enteral bila keadaan akut (muntah2 hebat) nutrisi parenteral Kembung dan banyak gas abdomen dihindari makan/minum yang meningkatkan gas dan flatulensi abdomen, misal cocacola, fanta, sawi, kol, nangka.

SYARAT DIIT DISPEPSIA FUNGSIONAL


Menghindari makanan/minuman yang menyebabkan/memperberat gejala Mengatur jarak jam2 makan dan porsi makan sering tetapi interval pendek Dianjurkan makan perlahan-lahan, dikunyah halus, tidak minum saat makan Menghindari makanan/minuman yang menstimulir sekresi asam lambung Tinggi serat tapi tidak menimbulkan gas Kurangi makanan yang terlalu berlemak

PENGARUH BAHAN MAKANAN THD FUNGSI TRAKTUS GASTROINTESTINAL

Cabe/sambal /lada zat aktif sambal : alkaloid capsaicin dosis rendah protektor, dosis tinggi perusak mukosa lambung Alkohol Dosis 5% protektor ; kadar > 12% cause back diffusion of hydrogen ion from the lumen into intercellular or intracellular sites, resulting in injury to gastric mucosa

lanjutan
Kopi Meningkatkan sekresi cairan asam lambung Serat serat dalam buah dan sayuran bermanfaat diit tinggi serat mencegah kanker kolorektal dan angka kekambuhan tukak peptik Rokok Memperlambat proses penyembuhan tukak peptik

GASTRITIS
Peradangan pada lambung Tipe akut atau kronik Penyebab bakteri/ infeksi virus, autoimun disorders, bile reflux ; iritasi dari obat, alkohol, sekresi asam lambung berlebihan (stres), Muntah kronis Gejala : cegukan, nyeri ulu hati, nafsu makan menurun, mual, muntah, BAB coklat, muntah darah.

GASTRITIS AKUT
Mengistirahatkan lambung dan pemulihan (24 48 jam) Perdarahan intravena Membaik diberikan oral makanan cair ditingkatkan sesuai toleransi pasien Gastritis akut ringan makanan lunak per oral (bubur, campuran susu, krim sereal dan puding dll)

GASTRITIS KRONIS
Memenuhi kecukupan gizi kalori dan zat gizi lain Bentuk makanan lunak bertahap Makan teratur, dan porsi kecil Menghindari makanan yang membuat rasa tak nyaman Prinsip penatalaksanaan gizi peptic ulcer

PENDIDIKAN PASIEN
Pada gastritis kronik perlu penilaian status folat dan Vitamin B12. Pada atropi lambung dan intestinal berhubungan dengan penyerapan folat dan Vit. B12 Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung alkohol, cafeine, lada hitam, cola.

TUKAK PEPTIKUM /PEPTIC ULCER Sekresi asam berlebihan atau kerusakan pembatas mukosa saluran cerna terbentuknya tukak Ulcer pada lambung gastric ulcer ; pada duodenum duodenal ulcer ; kedua tipe peptic ulcer Faktor utama Helicobater pylori basilus pada epitel lambung Faktor lain merokok, penggunaan teratur obat2an antiinflasi nonsteroid (mis. Aspirin) ; stres emosional ; genetik.

FAKTOR PREDIPOSISI
Merokok berlebihan, mengkonsumsi obat aspirin berlebihan, kebiasaan minum kopi dan cola. Keturunan Stres psikis kurang istirahat, tidur, penyakit .

TUJUAN DIIT
Menurunkan sekresi asam lambung dan pepsin Merubah kebiasaan faktor prediposisi Mengkoreksi anemia low normal serum B12 Mencegah komplikasi lebih lanjut perforasi dan undernutrition karena kurang energi dan zat besi, thiamin dan vit C enteral /parenteral 1-3 hari Memenuhi kecukupan vitamin C mempercepat pemulihan

PRINSIP GIZI PEPTIC ULCER


Makan teratur porsi kecil dan sering {6-8 kali}/ setiap 3 jam Tinggi protein dan Vit. C pemulihan Suplemen Vit A, C, D, asam folat, Vit B12, kalsium, besi, magnesium dan seng Prostaglandins pada omega 3 dan 6, berefek pada perlindungan mukosa dan immune dari mukosa GI Menghindari kopi, teh, cola, coklat dan kafeine dalam minuman serta alkohol Hindari penggunaan obat yang merusak stomach lining Hindari penggunaan lada yang berlebihan dalam memasak

Penyakit Divertikular
Divertikulosis kantong2 kecil terbentuk di dinding kolon akibat tekanan intrakolon yang tinggi pada konstipasi kronik usia lanjut rendah serat Divertikulitis penumpukan sisa mananan pada divertikular menyebabkan peradangan kram bag. Kiri bawah perut, mual, kembung, muntah, konstipasi atau diare, menggigil dan demamhighfiber diet

TUJUAN DIET
Divertikulosis
Meningkatkan volume dan konsistensi feces Menurunkan tekanan intra luminal Mencegah infeksi Cairan tinggi 2-2,5 liter/hari Serat tinggi 6-10g above/ 25-35g/day

Divertikulitis
Mengistirahatkan usus untuk mencegah perforasi Mencegah akibat laksatif dari makanan berserat tinggi Makanan dimulai dari makanan cair jernih (perdarahan) Hindari makanan yang mengandung biji kecil (tomat, jambu biji, stroberi) menunpuk dalam divertikular Makanan enteral bebas laktosa Mencegah konstipasi

Konstipasi
Sembelit/konstipasi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan /jarang BAB (> 3 hari) karena penyumbatan pada usu besar, berkurangnya aliran darah ke usus besar dan cidera tulang belakang. Penyebab : obat aluminium hidroksida (antasid), garam bismut, garam besi, anti hipertensi, narkotika, obat penenang/ obat tidur. Life Style : kurang konsumsi serat dan olahraga

DIIT Tinggi Serat


Konsumsi serat 14 g/1000 kalori Perempuan 25 gr/hr; laki2 38 gr/hr Gandum, padi2an, buah, sayuran, biji2an dan kacang2an dikonsumsi setidaknya 4 kali/hari 2 liter air perhari atau lebih Jus buah dan cairan elektrolit tinggi serat untuk melancarkan BAB
Probiotik

(lactobacillus sp, streptococcus sp, bifidobacterium sp, eubacterium sp) {susu fermentasi, yoghurt, susu yang diperkaya dengan bakteri asam laktat) Prebiotik(FOS, GOS, inulin) {gandum, pisang, tomat,bawang2an dan madu) untuk melancarkan BAB dan melindungi mukosa lambung

Daftar Pustaka
Mahan LK., Escott-Stump S. (2004) Krauses food, nutrition, and diet therapy, 11th edn. Philadelphia, PA: Saunders Zeman FJ,.Ney DM. Applications of clinical nutrition, New Jersey Nutrition therapy & pathyfisiology, Nelms et al. Almatsier (2004) ,Penuntun Diet Edisi Baru, Jakarta Almatsier (2001), prinsip dasar ilmu gizi, Jakarta Penuntun diit anak, RSCM Patofisiologi, Ilmu Penyakit dalam, Buku kuliah Ilmu Kesehatan Anak, Kapita Selekta Jurnal2 Gastrointestinal