Anda di halaman 1dari 39

Follow @Purwa1prasetya

Page | 1

BAB I TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan salah satu mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan dilokasi seperti : pabrik, konstruksi, tempat penyimpanan (storage) pelabuhan, pembongkaran muatan dan sebagainya. Pemilihan mesin pemindah bahan yang tepat pada tiap-tiap aktivitas yang tertulis pada paragraf diatas, akan meningkatkan efisiensi dan daya saing dari aktivitas pemindahan material yang akan ekspor, mesin pemindah bahan dalam operasinya dapat dibedakanatas : 1.1.1 Pesawat pengangkat Pesawat pengangkat dimaksudkan untuk keperluan mengangkat dan memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat yang lain yang jangkauannya relative terbatas. Contohnya : crane, elevator, lift, excalator. 1.1.2 Pesawat pengangkut dapat memindahkan muatan secara berkesinambungan tanpa berhenti dan dapat juga mengangkut muatan dalam jarak yang relatif jauh seperti : conveyor Karena yang direncanakan adalah alat pengangkat peti kemas maka pembahasan teorinya lebih dititik beratkan pada trolley dan spreader yang terpasang pada gantry crane.

1.2 Klasifikasi Pesawat Pengangkat Banyak jenis perlengkapan yang tersedia di pasaran membuat sulit untuk di golongkan secara tepat. Mesin pengangkat adalah kelompok mesin yang berkerja secara periodik yang didesain sebagai alat angkat, untuk mengangkat dan memindahkan muatan atau sebagai mekanisme tersendiri bagi crane dan elevator menurut dasar dan rancangannya pesawat pengangkat digolongkan atas tiga jenis yaitu :

Follow @Purwa1prasetya

Page | 2

1.2.1 Hoisting machine yaitu mesin yang berkerja secara periodik yang digunakan untuk mengangkat beban. 1.2.2 Elevator, yaitu kelompok mesin yang berkerja secara periodik untuk mengangkat beban pada jalur tertentu. 1.2.3 Crane yaitu kombinasi dari mesin pengangkat dan rangka yang berkerja secara bersama-sama untuk mengangkat dan memindahkan beban. Sedangkan jenis-jenis utama crane dapat dikelompokkan lagi menjadi: 1. Crane yang bergerak pada rel 2. Crane tanpa lintasan 3. Crane tipe jembatan 4. Crane putar diam 5. Crane yang dipasang diatas traktor rantai

Crane tipe jembatan dapat dikelompokkan lagi menjadi : 1. Crane berpalang 2. Crane berpalang tunggal untuk gerakan overhead 3. Crane berpalang ganda untuk gerakan overhead 4. Gantry crane dan semi gantry 1.3 Dasar-dasar Pemilihan Pesawat Pengangkat Pemilihan pesawat pengangkat yang tepat dan sesuai pada tiap-tiap aktivitas akan meningkat efisiensi dan optimalisasi perkerjaan. Faktor-faktor teknis yang penting diperhatikan dalam menentukan pemilihan jenis peralatan yang digunakan di dalam proses pemindahan bahan yaitu: 1. Jenis dan sifat muatan yang diangkat

Follow @Purwa1prasetya

Page | 3

Untuk muatan satuan (unit load) : bentuk, berat volume, kerapuhan keliatan dan temperatur. Untuk muatan curah (bulk load) : ukuran gumpalan, kecendrungan menggumpal, berat jenis, kemungkinan longsor saat dipindahkan, sifat mudah remuk, temperatur dan sifat kimia. 2. Arah dan jarak perpindahan pada gantry crane ini dapat memindahkan peti kemas dan dapat bergerak secara hoist, longitudinal dan transversal dimana jarak perpindahan pada gantry crane ini terbatas hanya memindahkan dari truk ke kapal laut. 3. Cara penyusunan muatan pada tempat asal, akhir dan antara Penyusunan muatan dari trado ke kapal laut dan pembongkaran muatan di tempat tujuan sangat berbeda, karena beberapa jenis mesin dapat memuat secara mekanis. 4. Kondisi lokal Kondisi lokal yang spesifik termasuk luas dan bentuk lokasi jenis dan rancangan gedung, susunan yang mungkin untuk unit pemerosesan, debu dan lingkungan sekitarnya. 5. Kapasitas Crane jembatan dan truk dapat beroperasi secara efektif bila mempunyai kapasitas angkat dan kecepatan yang cukup tinggi dalam kondisi kerja yang berat.

Follow @Purwa1prasetya

Page | 4

BAB II OVERHEAD CRANE


Overhead crane merupakan alat pemindah yang mempunyai struktur kerangka menyerupai jembatan yang ditumpu pada kedua ujungnya dengan rodaroda untuk berjalan sepanjang lintasan rel diatas lantai.Crane dapat dioperasikan secara manual dan juga dapat dioperasikan dengan listrik. Kebanyakan crane saat ini digerakkan dengan motor listrik,sehingga crane ini dikenal dengan overhead electric traveling crane.

Gbr Overhead Crane

Overhead crane biasa digunakan pada lingkungan industri terutama industri pembuatan baja dan logam-logam lain seperti tembaga dan aluminium.Pada setiap langkah proses manufakturing hingga meninggalkan pabrik sehingga menjadi produk jadi logam ditangani dengan menggunakan overhead crane .selain itu Industri mobil

Follow @Purwa1prasetya

Page | 5

menggunakan overhead crane untuk menangani bahan-bahan mentah. Dan fasilitas penyimpanan. Hampir semua pabrik kertas menggunakan Brige Crane untuk pemeliharaan rutin membutuhkan penghapusan gulungan pers berat dan peralatan lainnya. Bridge crane yang digunakan dalam konstruksi awal mesin kertas karena mereka membuat lebih mudah untuk menginstal berat cast kertas, besi pengeringan drum dan peralatan besar lainnya, beberapa berat sebanyak 70 ton.

Overhead crane merupakan salah satu jenis peralatan transportasi yang digunakan di industry.Fungsi dari alat ini adalah untuk memindahkan atau mengangkat muatan material dari satu tempat ke tempat lain. Overhead crane sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yaitu: 1.Overhead Crane Tipe Bridge 2.Overhead Crane Tipe Gantry 3.Overhead Crane Tipe Jibs

Follow @Purwa1prasetya

Page | 6

1.Overhead Crane Tipe Bridge

Bridge crane atau overhead travelling crane didefinisikan sebagai crane yang terdiri dari sebuah bridge beam (palang jembatan) atau palang yang ditopang pada kedua ujung end carriage, mampu bergerak travelling along elevated runways dan memiliki satu atau lebih mekanisme hoist dipasang disepanjang bridge. Overhead crane tipe ini pada umumnya terdiri 3 jenis, yaitu single girder (EKKE), single girder beam (ELKE) dan double girder (ZKKE). ELKE adalah tipe overhead crane termasuk dalam EKKE (single girder) dimana struktur girder terbuat dari struktur beam atau baja profil. Sedangkan perbedaan dari EKKE dan ZKKE terletak pada

Follow @Purwa1prasetya

Page | 7

jumlah girder dan struktur girder untuk keduanya terbuat dari plat baja yang dibentuk sedemikian rupa menjadi kotak (box).

Overhead Crane tipe Bridge ini dibagi menjadi dua yakni : 1.) Top Running Bridge Cranes

a. Single Girder Bridge Crane


Follow @Purwa1prasetya Page | 8

i. Up to 10 Ton Capacity ii. Up to 120 Feet Span b. Double Girder Bridge Crane i. Up to 300 Ton Capacity ii. Up to 200 Feet Span
2.) Under Running (Under Hung) Bridge Cranes

a.Single Girder Bridge Crane i. ii. Up to 10 Ton Capacity Up to 200 Feet Span (Multi-Runway Cranes)

b.Double Girder Bridge Crane i. Up to 15 Ton Capacity Up to 200 Feet Span (Multi-Runway Cranes) 2.Overhead Crane tipe Gantry

Follow @Purwa1prasetya

Page | 9

Gantry cranes memiliki dua penyangga (portal) tegak yang bergerak sepanjang ground based rails. Tinggi portal tergantung pada tinggi maksimum hook atau kait.Gantry crane digunakan di pabrik-pabrik dan di daerah penyimpanan outdoor seperti railway dan shipping storage areas. Adapun macam-macam Overhead Crane Tipe Gantry : 1.) Fixed Gantry Crane

i. ii.

Up to 15 Ton Capacity Up to 30 Feet Spa

2.) Adjustable Gantry Crane

Follow @Purwa1prasetya

Page | 10

i. ii.

Up to 15 Ton Capacity Up to 30 Feet Span

3.) Custom Design Gantry Crane i. Up to 350 Ton Capacity ii. Up to 100 Feet Span Gantry Crane Gantry crane merupakan suatu alat angkat yang berfungsi untuk memindahkan muatan yang berat seperti peti kemas dari truk ke kapal laut atau sebaliknya.Mempunyai tinggi 40 meter dengan daya angkat maksimum sebesar 40 ton. Aktivitas gantry crane merupakan core bussines bagi PT. (PERSERO) pelabuhan Indonesia I cabang Belawan International Container Terminal (BICT). Dari sumber yang di dapat dari (www.gantrycrane.com) untuk para operator gantry crane memiliki peranan yang sangat penting dan sangat strategis dalam menggulirkan roda kemajuan perusahaan.Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden, ukuran perancangan alat yang ada, antropometri operator, serta keluhan-keluhan kesehatan yang dialami operator.Jumlah sampel sekaligus populasi dalam penelitian ini sebanyak dua puluh enam orang atau operator mengalami keluhan kesehatan, penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan pada bulan juni 2003. Dari

Follow @Purwa1prasetya

Page | 11

karakteristik responden diketahui bahwa mayoritas operator gantry crane (54%) memiliki umur 46-50 tahun dengan pendidikan terbanyak dari STM atau sederajat (46%) serta memiliki masa kerja mayoritas (38%) dengan umur 26 sampai 30 tahun. Sedangkan data yang diperoleh dari pengukuran alat kerja yang ada dengan pengukuran antropometri operator dibuat perancangan alat kerja yan ideal sehingga menghasilkan selisih ukuran. Untuk tinggi kursi terdapat selisih 2,68 cm, kedalam kursi 0,06 cm, lebar kursi 2,20 cm, jangkauan tangan 3,01 cm dan penyangga lembar 1,32 cm. Gantry crane adalah termasuk dalam kelompok crane tipe jembatan dimana jembatannya dilengkapi dengan kaki pendukung yang tinggi dan dapat bergerak pada jalur rel yang dibentang diatas permukaan tanah, seperti yang terlihat pada gambar berikut :

Gambar Gantry Crane Crane ini umumnya dioperasikan di lapangan terbuka, dan pada pengoperasian ini gantry crane dioperasikan di pelabuhan laut untuk mengangkat peti kemas, dalam mengoperasikan gantry crane ini hal yang perlu diperhatikan operator sebelum menjalankan gantry crane sebagai berikut : 1. Radius beban 2. Tahanan gelinding 3. Gaya traksi 4. Ketinggian daerah kerja

Follow @Purwa1prasetya

Page | 12

5. Tahanan kemiringan benda 6. Koefisien traksi Gantry crane ini mempunyai tiga kabin dalam pengoperasiannya yaitu : 1. Kabin utama 2. Kabin boom dan hoist 3. Kabin pemeriksaan Dalam hal ini gantry crane yang terdapat pada pelabuhan Belawan Indonesia I Cabang Belawan International Container Terminal mempunyai cara kerja sebagai berikut :

1. Gerakan Hoist Gerakan hoist ini adalah gerakan naik dan turun untuk mengangkat dan menurunkan peti kemas yang telah dijepit oleh spreader yang diikat melalui tali baja (wire rope) yang digulung oleh drum, dimana drum ini digerakkan oleh elektromotor. Apabila posisi pengangkatannya telah disesuaikan seperti yang telah dikehendaki maka gerakan drum ini dapat dihentikan oleh rem (brake) yang dilakukan pada handle dan terdapat pada kabin operator. 2. Gerakan transversal Gerakan transversal ini adalah gerakan yang dilakukan oleh trolley saat membawa peti kemas dengan arah dan pergerakannyasejajar dengan boom dan girder, melalui tali baja yang terlilit pada drum dengan penggerak mula ialah elektromotor, sehingga trolley akan bergerak pada rel yang terletak diatas boom dan girder. Gerakan ini akan berhenti jika arus listrik pada elektromotor diputuskan dan sekaligus rem akan berkerja. 3. Gerakan longitudinal Gerakan longitudinal ini disebut juga gerakan yang dilakukan oleh gantry yaitu gerakan memanjang pada rel besi yang terletak pada permukaan tanah yang

Follow @Purwa1prasetya

Page | 13

dilakukan melalui roda gigi transmisi. Dalam hal ini elektromotor akan memutar roda gantry dan gantry akan bergerak secara maju mundur ke arah yang diinginkan, dan setelah jarak yang dicapai telah pada tempatnya maka arus listrik akan terputus dan rem sekaligus akan berkerja. Kelebihan dalam menggunakan gantry crane ini sebagai berikut : 1. Posisi kerja yang outdoor ( tidak ada bangunan pendukung) Jika posisi pada penggunaan crane berada di area outdoor (tanpa bangunan pendukung), maka penggunaan gantry crane ini sangat cocok. Misalnya area penumpukan precast, loading, dan constructing. Penggunaan gantry crane sangat ekonomis karena tidak perlu membangun sistem tiang pendukung.Dan hanya perlu menyiapkan sistem pondasi dan rel. 2. Posisi kerja indoor dengan long travel yang panjang

Jika pabrik atau gudang maka hanya memiliki long travel yang panjang dan tiang bangunan tidak mendukung untuk memasang runway beam, maka gantry crane adalah pilihan yang tepat untuk kondisi ini sangat ekonomis. 3. Investasi yang lebih rendah Jika penggunaan crane dalam waktu yang temporer untuk outdoor, penggunaan pada gantry crane sangat tepat, karena perpindahan pada alat ini dapat berpindah pindah di sepanjang rel yang berdiri pada permukaan, dengan sedikit kerugian pada pondasi.Dengan merancang sistem pondasi yang tepat, maka gantry crane dapat dibangun dengan biaya yang sangat ekonomis. Kelemahan dalam penggunaan gantry crane ini : 1. Membutuhkan area yang aman Gantry crane yang berjalan diatas rel yang terpasang diatas lantai/pondasi, secara langsung hal ini akan mengakibatkan area disekitar rel tidak bisa dimanfaatkan, karena crane perlu area yang aman untuk pergerakannya. Hal ini akan mengakibatkan area disekitar rel tidak bisa dimanfaatkan. Sangat merugikan untuk kondisi gudang dan pabrik yang kurang luas. 2. Pengawasan keamanan yang lebih ketat

Follow @Purwa1prasetya

Page | 14

Rel lintasan gantry crane yang berada di permukaan lantai banyak karyawan yang beraktivitas dan banyak barang-barang yang akan diletakkan. Sehingga butuh pengawasan aman (safety) yang lebih ketat dibandingkan dengan overhead crane.Harus dipastikan rel gantry aman dari aktivitas manusia dan barang-barang yang mungkin tertabrak oleh gantry crane. 3. Perawatan yang lebih intensif Jika gantry crane berada dilapangan yang terbuka, maka dipastikan perawatannya harus lebih intensif: coating, pelumasan, dan kelistrikan yang terdapat pada gantry crane.

Komponen-komponen utama pada Gantry Crane Adapun komponen-komponen utama gantry crane ialah : 1. Trolley Trolley berfungsi untuk memindahkan peti kemas dari truk ke kapal laut, dantrolley terletak pada konstruksi boom dan girder.Pada trolley terdapat juga kabin operator.Untuk mengoperasikan gantry crane.

Gambar Konstruksi gantry crane (trolley)

Follow @Purwa1prasetya

Page | 15

2. Spreader Spreader berfungsi sebagai penjepit peti kemas pada saat pengangkatan dan penurunan dari truk ke kapal, dimana spreader terletak pada posisi di bawah trolley supaya operator dapat melihat dengan jelas pada saat penempatan spreader ke peti kemas. a. Gantry Gantry ini bergerak sepanjang rel yang bergerak secara longitudinal yang arahnya ditentukan oleh operator untuk memudahkan menaikkan dan meurunkan peti kemas.Pada gantry yang berada pada Belawan International Container Terminal terdapat rel yang memiliki panjang 1.000 meter. b. Peti kemas Peti kemas adalah suatu alat yang menyimpan bahan baku produksi atau bahan jadi. Peti kemas biasanya terbuat dari paduan logam, dan peti kemas biasanya terdiri dari ukuran yang berbeda dan ukuran yang terdapat pada pelabuhan belawan mempunyai ukuran 20 feet dan 40 feet. Untuk memudahkan pengumpulan dan penyusunan peti kemas di bantu oleh mobil crane yang dapat memindahkan peti kemas dari suatu tempat ke tempat lainnya yang sudah ditentukan dari BICT untuk menjaga keamanan dari kinerja gantry crane. Mobil crane dapat membantu yang meringankan perkerjaan pada gantry crane agar pemindahan peti kemas ke kapal lebih efisien. Spesifikasi Gantry Crane Sebagai data perbandingan di bawah ini tercantum spesifikasi teknik dari gantry crane yang diambil dari data survery pada PT. Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan : Kapasitas angkat : 40 ton Tinggi angkat : 41 meter Kecepatan angkat : 50 m/menit Perpindahan trolley : 77 meter

Follow @Purwa1prasetya

Page | 16

Kecepatan gantry :45 m/menit Kecepatan trolley : 125 meter/menit Berat total gantry : 700 ton 2.7 Komponen-komponen pada Trolley Adapun komponen-komponen pada trolley ini ialah : roda, tali baja (wire rope), puli, drum, rem, sistem transmisi, elektromotor, kopling dan bantalan. 1. Roda trolley Roda trolley adalah salah satu komponen yang terpasang pada trolley ini berfungsi untuk membantu pergerakan trolley ini berjalan di atas lintasan boom dan girder sewaktu pengangkatan peti kemas, dimana pada trolley ini terdapat empat roda, dari data survery yang telah dilakukan roda trolley mempunyai diameter sebesar (D) = 62 cm, adapun gambar yang terdapat pada roda trolley ini :

2 Tali baja (wire rope) Tali baja banyak sekali digunakan pada mesin atau perlengkapan pesawat pengangkat, dan pada tali baja jika mengalami keausan serat-serat tali bagian luar yang terpilin akan terputus terlebih dahulu dibandingkan dengan bagian dalamnya, sehingga tanda-tanda untuk pergantian tali baja akan mudah diketahui. Dalam hal ini tali baja mempunyai keunggulan diantara lain : Lebih ringan dibandingkan dengan rantai Lebih tahan terhadap sentakan Menunjukkan tanda-tanda yang jelas apabila tali akan putus Pengoperasian yang tenang Lebih fleksibel 3.Puli dan sistem puli

Follow @Purwa1prasetya

Page | 17

Puli ialah tempat berjalannya tali baja (wire rope) yang terbuat dari logam dan pinggiran puli diberi alur (groove) untuk laluan tali, yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar Puli dan Tali baja Keterangan gambar : D = diameter puli (cm, mm) d = diameter tali (cm,mm) dp = diameter poros puli (cm,mm) 900 = jarak sela (clereance) puli Puli terbagi atas dua macam, yaitu puli tetap (fixed pulley) dan puli bergerak (moveable pulley). Puli tetap terdiri dari cakra dan tali yang dilingkarkan pada alur (groove) di bagian atasnya dan pada ujungnya digantung beban. Puli bergerak terdiri dari cakra dan poros bebas. Tali yang dilingkarkan dalam alur dibagian bawah, salah satu ujung diikatkan tetap dan ujung lainnya ditahan atau ditarik pada waktu pengangkatan, dan beban di gantungkan pada spreader. Sistem puli adalah kombinasi dari beberapa puli tetap dan puli bergerak atau terdiri dari beberapa cakra puli. Biasanya menggunakan sistem puli ganda (multiplie pulley system) untuk menghindari kesalahan pada waktu operasi pengangkatan yang menggantungkan beban langsung pada ujung tali. Kesalahan pengangkatan ini disebabkan beban berayun. Dengan sistem puli ganda yang mengangkat beban dalah arah tegak, yang lebih stabil, dapat mereduksi beban yang berkerja pada tali sehingga diameter puli dan drum lebih kecil. 4. Drum

Follow @Purwa1prasetya

Page | 18

Pada pesawat angkat, drum berfungsi untuk menggulung tali (rope). Drum dengan satu tali tergulung hanya mampu mempunyai satu helix ke kanan, sedangkan drum yang didesain untuk dua tali diberi dua arah, kekanan dan kekiri. Drum untuk tali baja dibuat dari yang licin dengan flens yang tinggi untuk memungkinkan menggulung tali dalam beberapa gulungan. Drum untuk tali baja terbuat dari baja cor, dengan mempertimbangkan gesekan bearing, maka = 0,95. Jumlah lilitan pada drum untuk dua tali supensi adalah n= dimana : i = sistem suspense D = diameter drum (cm,mm) H = tinggi angkat (m) n = jumlah lilitan

5. Rem (brake) Rem ini berfungsi untuk mengatur kecepatan penurunan muatan atau menahan muatan agar diam, rem digunakan untuk menyerap inersia massa yang bergerak. Tergantung pada kegunaannya rem dapat diklasifikasikan sebagai jenis penahan atau penurunan. Rem dapat dibedakan menjadi rem automatis dan rem dioperasikan manual, dimana jenis rem yang termasuk rem manual ialah : rem sepatu atau blok, rem pita, rem krucut dan rem cakram. Sedangkan rem pada automatis adalah rem sentrifugal untuk mengatur kecepatan yang digerakkan oleh bobot muatan yang diangkat. Rem sepatu ganda digunakan pada mekanisme pengangkatan dan pemindahan dan pemutar crane yang berbeda dengan rem sepatu tunggal, rem sepatu ganda tidak menimbulkan defleksi pada poros rem, rem digerakkan oleh pemberat dan dilepaskan oleh elektromagnet. Biasanya rangkaina listrik dibuat saling mengunci antara motor dan magnet yang secara otomatis menghasilkan aksi pengereman walaupun motor berhenti secara mendadak.

Follow @Purwa1prasetya

Page | 19

6. Transmisi Roda gigi pada umumnya dimaksudkan adalah suatu benda dari logam ataupun non logam yang bulat dan pipih pada pinggirnya bergerigi.Roda gigi sangat berguna untuk mentransmisikan putaran dari putaran tinggi ke putaran rendah atau sebaliknya. Pada umumnya roda gigi dibuat dari bahan logam untuk mentransmisikan putaran yang berat, teknik pembuatan roda gigi dapat dikerjakan dengan cara di cor, dikerjakan pada mesin frais, dan hober. Secara umum fungsi roda gigi yaitu untuk meneruskan putaran dari poros penggerak ke poros yang digerakkan, dan juga dapat memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain, seperti yang digunakan pada pompa roda gigi.Roda gigi dikelompokkan menjadi tiga kelompok, sesuai dengan kedudukan yang diambil oleh poros yang dipergunakan dalam industri. Putaran yang berubah-ubah juga dapat diperoleh dengan menggunakan roda gigi.Salah satu maksud tersebut ialah dipergunakan pada perkakas pemindah kecepatan. Roda gigi dipergunakan pada kendaraan atau mesin yang memiliki gerakan putar, adapun sistem transmisi pada perencanaan ini terlihat seperti gambar dibawah ini :

Gambar Sistem transmisi

Penggunaan roda gigi dapat digolongkan sesuai kedudukan yang diambil oleh poros yang satu terhadap poros yang lain. Penggunaan roda gigi ada tiga golongan yaitu: 1. Poros sejajar satu sama lain. Roda gigi yang dipergunakan bentuk dasarnya adalah dua buah silinder yang saling bersinggungan menurut sebuah garis lukis. Roda gigi

Follow @Purwa1prasetya

Page | 20

yang dipergunakan dapat sejajar dengan garis lukis silinder, atau membuat sudut dengan garis lukis. 2. Poros saling memotong. Roda gigi yang dipergunakan adalah roda gigi krucut dengan puncak gabungan yang saling menyinggung menurut sebuah garis lukis dan garis lukis gigi saling berpotongan di puncak krucut 3. Poros saling menyilang, gigi yang dapat dipergunakan berbentuk roda ulir. 7. Elektromotor Elektromotor merupakan alat yang cukup penting dalam pengoperasian ini, dikarenakan elektromotor adalah penggerak mula untuk menjalankan sistem yang terdapat pada crane. Elektromotor berfungsi sebagai merubah energi listrik menjadi energk mekanik yang dapat memutar poros untuk menjalankan trolley, dimana putaran elektromotor diteruskan ke sistem transmisi dan dari sistem transmisi akan diteruskan ke drum sehingga drum berputar dan tali akan terlilit dan terulur dari drum. Ketika elektromotor berputar, secara otomatis elektromotor akan mengalami pembebanan, ini dikarenakan oleh alat-alat yang terdapat pada sistem yang akan digerakkan oleh elektromotor tersebut, sehingga daya elektromotor perlu dihitung untuk memenuhi daya yang akan dikerjakan Dimana daya pada elektrmotor N= Keterangan N = daya yang diperlukan oleh electromotor (hp), (kW) W = beban yang diterima oleh elektromotor (kg) V = kecepatan benda yang digerakkan oleh elektromotor (m/s) 75 = harga dalam 1 hp = 0,75 kW = efisiensi = 0,85 Komponen-komponen pada Spreader Spreader ini adalah alat penjepit yang di desain khusus untuk penjepitan pada peti kemas dimana bentuk spreader adalah berbentuk persegi panjang yang

Follow @Purwa1prasetya

Page | 21

disesuaikan dengan ukuran pada peti kemas dimana ukuran peti kemas yang ada di pelabuhan belawan mempunyai dua ukuran yaitu 40 feet dan 20 feet, adapun komponen-komponen yang terdapat pada spreader ini : 1. Twist lock Twist lock berfungsi sebagai pengunci peti kemas pada saat peti kemas akan diangkat/dipindahkan. Dimana twist lock ini terletak pada setiap sisi sudut yang berada pada spreader, dan pada spreader ini terdapat 4 twist lock. Pada saat operator menurunkan spreader sesuai dengan panjang peti kemas, setelah panjang pada spreader sesuai dengan peti kemas operator akan menurunkan spreader secara perlahan-lahan pada peti kemas. Dan operator harus menempatkan spreader pada lobang twist lock yang terdapat pada peti kemas, dan sesudah twist lock masuk pada lobang yang ada pada peti kemas, maka switchakan tertekan dan lampu di kabin operator akan menyala dan menyatakan bahwa twist lock sudah terkunci dengan baik, kemudian operator akan mengangkat peti kemas.

Gambar twist lockpada posisi belum terkunci

(potongan samping peti kemas) dan photo twist lock Pada saat pengangkatan twist lock pada spreader akan mengalami beban akibat bergantungnya peti kemas pada ujung-ujung twist lock sehingga twist lock akan mengalami tegangan tarik, dimana rumus yang terpakai = dimana : = tegangan tarik yang terjadi (kg/m2) F = gaya yang terjadi (N)
Follow @Purwa1prasetya Page | 22

A = luas penampang (m2) Dimana pada twist lock akan mengalami gaya (F) pada rumus di bawah ini : F = m.g Dan pembebanan twist lock (P) : P= Dimana Q = total kapasitas angkat beban (ton, kg) 3 = jumlah twist lock yang terdapat pada spreader 2. Rangka Batang Spreader Rangka batang spreader ini merupakan suatu konstruksi dari tempat pengangkatan peti kemas yang disesuaikan dari ukuran pada peti kemas yang ada di pelabuhan belawan, bentuk dari spreader ini ialah persegi panjang. Di dalam pengangkatan peti kemas maka spreader ini akan mengalami beban merata. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini

Gambar Rangka Batang Spreader

3.Overhead Crane Tipe Jib (Jib Cranes)


o

Floor Mounted Jib Crane

Follow @Purwa1prasetya

Page | 23

i. ii. iii. o

Up to 5 Ton Standard Capacities Up to 20 Feet Span Unlimited Custom Design

Wall Mounted Jib Crane

i. ii. iii. o

Up to 5 Ton Standard Capacities Up to 20 Feet Span Unlimited Custom Design

Special Application Jib Cranes


i. ii. iii.

Up to 1 Ton Capacity Up to 16 Feet Span 3 Different Mounting Styles: Floor, Ceiling and Wall

Konstruksi Overhead Crane

Follow @Purwa1prasetya

Page | 24

Komponen-komponen overhead crane 1. Control Device Komponen ini berfungsi secara umum untuk mengendalikan keseluruhan fungsi operasi overhead crane. Pada overhead crane kebanyakan dikontrol oleh pendant control atau tidak tergantung dari struktur crane. 2. Remote Control

Remote control biasanya dipakai pada belt sekeliling pinggang. Remote control dapat dengan infra merah maupun radio controlled. Baik remote control infra red dan radio controlled memiliki jangkauan yang terbatas.

3. Hand Held Pendant Control Pendant control jenis hand held ini biasanya tergantung dari bridge(jembatan) pada seutas kabel yang dapat digerakkan dari satu sisi crane ke sisi lainnya. Control pada pendant biasanya berupa push button.
Follow @Purwa1prasetya Page | 25

4. Hoist

Hoist merupakan bagian utama pada overhead crane yang berfungsi sebagai mekanisme pengangkat muatan dengan arah lintasan melintang sepanjang cross travel girder. Pada bagian ini terdapat beberapa komponen meliputi : a. Rope Rope yang digunakan pada overhead crane adalah jenis wire rope.Wire rope atau tali baja digunakan dalam mekanisme pengangkatan sebagai flexible lifting appliances. Apabila dibandingkan dengan rantai, wire rope memiliki beberapa keuntungan, antara lain lebih ringan,lebih tahan terhadap sentakan, tidak berisik dalam pengoperasiannya pada kecepatan tinggi dan lebih handal. Wire rope dibuat dari kawat baja yang memiliki kekuatan sampai dengan 130200 kg/mm2 kemudian melalui proses heat treatment dikombinasikan dengan proses cold drawing lalu dililit melingkar, sehingga didapat sifat-sifat mekanis yang lebih tinggi.

Follow @Purwa1prasetya

Page | 26

Pada pemilihan kawat baja terjadi hal yang sangat rumit karena banyaknya parameter yang tidak dapat ditentukan dengan tepat. Setiap kawat di dalam tali yang ditekuk mengalami tegangan yang rumit, yang merupakan gabungan tegangan tarik, lentur dan puntir serta ditambah dengan saling menekan dan

bergesekan diantara kawat dan untaian. Sehingga tegangan total yang terjadi dapat ditentukan melalui analisis yang dilakukan hanya pada tingkat pendekatan tertentu. Terlebih jika tali melewati puli dan drum dimana kawat pada bagian terluar akan mengalami kikisan yang akan mengurangi kekuatan tali tersebut. Dalam perhitungan tali hal-hal yang perlu diperhatikan adalah tarikan maksimum pada tali, konstruksi tali, sistem puli, kondisi operasi dan tinggi angkat tali.

Berikut ini perhitunganperhitungan pada tali : Tarikan maksimum tali

Tarikan maksimum pada tali ditentukan oleh sistem puli yang digunakan. Tarikan pada satu bagian tali sama dengan : dimana :

S= S : tarikan pada tali (kg) Q : beban angkat (kg)


Follow @Purwa1prasetya Page | 27

G : beban komponen-komponen pengangkat seperti kait, batang lintang, puli, bearing, mur pengikat dan penutup kait z : jumlah bagian tali p : efisiensi sistem puli (lihat Gambar 2.2)

Jumlah lengkungan pada tali

Untuk mendapatkan umur tali yang seragam, pengaruh jumlah lengkungan harus dikompensasikan dengan suatu perubahan pada perbandingan

dimana, Dmin : diameter minimum puli atau drum (mm) d : diameter tali (mm)

Dengan menyatakan diameter tali dengan rumus : i (2.3) dimana : d diameter satu kawat (mm) i : jumlah kawat dalam tali Tabel berikut menunjukkan nilai Nilai sebagai fungsi jumlah lengkungan.

sebagai fungsi jumlah lengkungan. Ref : N. Rudenko

Follow @Purwa1prasetya

Page | 28

Tegangan pada tali

Tegangan pada tali yang dibebani pada bagian yang melengkung karena tarikan dan lenturan adalah :

dimana : b : kekuatan putus bahan kawat tali (kg / cm2) K : faktor keamanan tali (lihat tabel ) S : tarikan pada tali (kg) Ftali : penampang berguna tali (cm2) E : modulus elastisitas yang dikoreksi ; E'+ kg / cm2

Dengan mengubah persamaan diatas maka diperoleh rumus luas penampang tali, yakni :

Dengan mengalikan kedua sisi persamaan diatas dengan s b (kekuatan putus bahan kawat tali) maka diperoleh kekuatan putus tali yang mengacu pada penampang total tali :

Selanjutnya untuk memastikan kekuatan tali maka dilakukan pemeriksaan tarikan maksimal yang dizinkan :

Follow @Purwa1prasetya

Page | 29

dimana : Sijintali : tarikan maksimal Ptali : kekuatan putus tali sebenarnya (kg) K : faktor keamanan tali (lihat table diatas) b. Pulley Pulley atau puli berfungsi sebagai pemandu karena dapat merubah arah dari flexible hoisting appliance, seperti wire rope. Sistem pulley adalah kombinasi dari beberapa moveable pulley dan fixed pulley. Sistem ini digunakan untuk mendapatkan gaya dan kecepatan yang lebih besar. Perhitungan drum dan puli didasarkan pada jumlah lengkungan tali yang terdapat pada sistem puli majemuk. Satu lengkungan tali diasumsikan sebagai perubahan tali dari kedudukan lurus menjadi kedudukan melengkung, atau dari kedudukan melengkung menjadi kedudukan lurus. Di dalam menentukan jumlahlengkungan tali untuk sistem puli majemuk, jumlah lengkungan tali ditentukan oleh jumlah titik (puli, drum) tempat tali lewat. Lengkungan dalam satu arah pada satu titik setara dengan lengkungan tunggal dan lengkungan variable setara dengan lengkungan ganda. Dalam perhitungan, puli kompensasi diabaikan karena puli ini tetap diam (tidak berputar) ketika muatan dinaikkan atau diturunkan. Pengaruh jumlah lengkungan dikompensasikan dengan suatu perubahan pada perbandingan (Dmin adalah diameter minimum puli dan d ialah diameter tali). Sijintali S

Harga faktor e4 yang Tergantung pada Konstruksi tali. Ref : N.Rudenko

Follow @Purwa1prasetya

Page | 30

c. Roda puli tali Roda puli tali dapat berupa desain tetap, bergerak dan kompensasi. Biasanya roda puli ini terbuat dari besi cor (besi kelabu) atau lasan. Efisiensinya 0.96 ~ 0.97 dengan memperhitungkan gesekan pada bantalan. Diameter roda puli tidak boleh kurang 10d, dengan d = diameter tali. Untuk tali kawat diameter minimum roda pulinya ditentukan dari persamaan Ddr e3.e4.d Keliling pelek roda puli dibuat sedemikian rupa sehingga tali tidak akan macet pada alurnya dan dapat bergerak cukup bebas terhadap bidang pusat puli tersebut. Untuk mencegah agar tali yang keluar menyimpang dari alur sisi dalam roda puli tanpa terjadi pelengkungan yang tajam rada di dalam alur Roda puli untuk tali kawat baja (mm), Ref : N. Rudenko

Untuk diameter roda puli kompensasi pada umumnya diambil 40% lebih kecil dari pada puli yang diberi beban.

5. Crab(trolley) Crab merupakan unit cross travel dimana hook dinaikan dan diturunkan. Crab merupakan tempat hoist drive motor, tromol tali, braking device, limit swich, transmisi. Daya untuk crab berasal dari bus bar atau kabel pada struktur crane.

Follow @Purwa1prasetya

Page | 31

6. Bridge (jembatan) Setiap crane memiliki jembatan yang memanjang melintasi struktur crane dari rel ke rel. Pada bridge merupakan tempat semua mekanisme operasi, drive motor dan peralatan pengendali crane berada,biasanya pada bridge tertulis angka SWL(safe working limit) overhead crane.

7. Breaking device Pada mekanisme pesawat pengangkat, rem digunakan untuk mengatur kecepatan turun beban atau saat menahan beban ketika diangkat. Rem juga berfungsi untuk menyerap inersia dari beban yang bergerak. Overhead crane memiliki brake yang

Follow @Purwa1prasetya

Page | 32

bekerja dengan prinsip power dimatikan maka brakenya bekerja sedang jika power dinyalakan maka brakenya akan tidak bekerja.

Pada gambar terlihat flange 2 dipasang dengan drum tali 1 dengan baut. Pada flange 2 terdapat ulir dalam trapesium yang dimasuki oleh poros 9 dengan ujung ulir trapesium 3. Prinsip kerja mekanisme pengereman ini ialah ketika muatan diangkat flange 2 akan bergerak ke kanan akibat putaran poros 9 dan menekan disc cone clutch 4 yang menyebabkan flange 8 yang juga merupakan roda rachet berputar. Putaran roda rachet dapat berlangsung karena pengunci 7 tidak dalam posisi mengunci. Ketika poros 9 diam, akibat bobot muatan maka cenderung untuk memutar flange 2 untuk bergerak ke kanan sehingga menekan disc clutch 4, namun muatan tidak dapat turun karena roda rachet dalam posisi mengunci. Untuk menurunkan muatan poros 9 diputar dengan arah sebaliknya dimana arah perputaran poros cenderung untuk menggerakkan flange 2 ke kiri sehingga meskipun roda rachet dalam posisi mengunci, namun karena adanya celah diantara disc clutch 4 sehingga flange 2 dan 5 terpisah dan muatan dapat diturunkan. Prinsip kerja ini pada dasarnya memanfaatkan gaya aksial yang terjadi pada ulir trapesium akibat putaran poros 9 dimana gaya aksial tersebut dimanfaatkan sebagai gaya tekan pada cone clutch. Sedangkan roda rachet sebagai pengunci / pengaman ketika poros 9 tidak bergerak.

Follow @Purwa1prasetya

Page | 33

Saat power dionkan maka solenoid mendorong brake mati membuat tromol atau shaft untuk berputar. Saat power dimatikan spring atau counterweight akan memperlambat putaran tromol atau shaft.

8. Drive Motor

Motor pada hoist digunakan sebagai penggerak dari wire rope, kemudian membawa beban untuk bergerak naik maupun turun. Perhitungan daya motor hoist menggunakan perumusan

dimana, Q : Daya angkat maksimal (kg) v : Kecepatan angkat (m/min) Efisiensi transmisi 0,85 9. Transmissions Transmisi dari hoist berfungsi untuk mengatur rasio putaran motor hoist tersebut, sehingga beban dapat berpindah dengan aman. 10. Hoist limit switch Limit switch mencegah overwinding dan over lowering hook block. Hoist limit switch terdiri dari upper dan lower limi switch. Upper limit switch berfungsi

Follow @Purwa1prasetya

Page | 34

mencegah hook block berhubungan dengan tromol tali. Lower limit switch mencegah hook block berhubungan dengan lantai.

11. Hook Hook merupakan fitting yang umum pada ujung wire rope,rantai,dan takel pesawat angkat lainnya.Hook terbuat dari baja 20 setelah ditempa dan dimesin hook diproses annealing hook dibersihkan dari kerak yang menempel.

Follow @Purwa1prasetya

Page | 35

Inspeksi pada Overhead Crane


Prosedur inspeksi terhadap crane dibagi menjadi dua berdasar pada interval inspeksi yang harus dilakukan. Interval inspeksi tergantung pada umur komponen crane dan tingkat keausan yang dialami komponen, deteriorasi, atau malfungsi. 1.supporting structure

Periksa fastener pada supporting structure ,gunakan torque wrench untuk mengecek kekencangan fastener pada supporting. Ganti fastener jika crack maupun sudah terlalu loose.

2.wire rope Penting memeriksa tali dari keausan dan tear sebelum digunakan. Rope bisa rusak dikarenakan beberapa factor yaitu kikisan, kelelahan, korosi, sentakan (dari beban berlebihan dan beban kejut) dan kerusakan mekanis pada tali.

Follow @Purwa1prasetya

Page | 36

3.Hoist dan limit switch Check shave dari keausandan gerak bebas hoist,cek juga kondisi kerja limit switch.

Follow @Purwa1prasetya

Page | 37

4.Hook Inspeksi secara visual pada hook harus dilakukan setiap hari (sebelum digunakan). Untuk mengidentifikasi harus diperhatikan sebagai berikut : a. Keretakan, tergores, tercungkil b. Terjadi perubahan bentuk. c. Kerusakan dari bahan kimia. d. Kerusakan atau kesalahan pemakaian pada the throat latch. Deformation/perubahan bentuk adalah setiap perubahan bengkok atau terpuntir

melebihi 10 % keadaan normal hook. Throat Opening. Setiap penyimpangan yang menyebabkan suatu peningkatan di dalam throat opening melebihi 15 %. Pemeriksaan mingguan ke bulanan perlu dilakukan untuk memeriksa dari : a. Perubahan bentuk, seperti bending, twisting, atau increased throat opening b. Permukaan hook c. Retak, tergores, tercungkil d. Kerusakan pada kancing pengikat e. Pengikat Hook dan alat-alat pengaman.

Follow @Purwa1prasetya

Page | 38

BAB III KESIMPULAN Pada industri peralatan pengangkat bahan dalam hal ini Overhead Crane adalah alat yang digunakan untuk memindahkan material di lokasi

departemen,pabrik,tempat penyimpanan dan sebagainya.

Berbeda dengan alat

transport lain yang memindahkan material pada jarak yang cukup jauh,pesawat angkat digunakan untuk memindahkan material dalam jarak yang jauh lebih pendek. Pesawat angkat yang digunakan tergantung pada cara bahan atau hasil produksi setengah jadi ataupun jadi dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Overhead Crane diklasifikasikan menjadi beberapa macam antara lain : 1.Overhead Crane Tipe Bridge 2.Overhead Crane Tipe Gantry 3.Overhead Crane Tipe Jibs Agar Overhead Crane beroperasi dengan baik maka kita harus mengikuti prosedur dan melakukan perawatan pada Alat tersebut.

Follow @Purwa1prasetya

Page | 39

Anda mungkin juga menyukai