Anda di halaman 1dari 6

1.

Pengertian Yodium
Iodium merupakan zat gizi essensial bagi tubuh, karena merupakan komponen dari hormon thyroxin. Terdapat dua ikatan organik yang menunjukkan bioaktivitas hormon ini, yaitu trijodotyronin (T3) dan tetrajodotyronin (T4) atau thyroxin. Iodium dikonsentrasikan di dalam kelenjar gondok (glandula thyroxin) untuk dipergunakan dalam sintesa hormon thyroxin. Hormon ini ditimbun dalam folikel kelenjar gondok, terkonjugasi dengan protein (globulin) yang disebut thyroglobulin yang merupakan bentuk yodium yang disimpan dalam tubuh, apabila diperlukan, thyroglobulin dipecah dan akan melepaskan hormon thyroxin yang dikeluarkan oleh folikel kelenjar ke dalam aliran darah (Yuastika, 1995). Kekurangan yodium memberikan kondisi hypothyroidism dan tubuh mencoba untuk mengkompensasikan dengan penambahan jaringan kelenjar gondok yang menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid tersebut. Jumlah iodium dalam tubuh manusia relative sangat kecil dan kebutuhan untuk pertumbuhan normal hanya 100-150 mikrogram (0,1-0,15 mg) perhari. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dari konsumsi 6 gram garam beriodium dengan kandungan minimal 40 ppm, sekitar 60 mikrogram iodium yang dikonsumsi tersebut akan ditangkap oleh kelenjar tiroid untuk pembentukan hormon thyroxin (Permaesih, 2000).

2. Dampak Kekurangan Yodium Terhadap Masyarakat


Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
Defisiensi iodium dapat menyebabkan terjadinya penyakit gondok. Gondok adalah cara adaptasi manusia terhadap kekurangan unsur iodium dalam makanan dan minumannya (Zulkarnaen, 2003). Untuk menentukan apakah seseorang menderita gondok (mengalami pembesaran kelenjar gondok) dapat dilakukan dengan palpasi (meraba dengan jari-jari tangan). GAKI dapat terjadi pada manusia baik pria maupun wanita. Kelompok pria yang tergolong rentan GAKI adalah sampai dengan usia 20 tahun, sedangkan kelompok wanita sampai dengan usia 49 tahun. Timbulnya gangguan dapat terjadi pada manusia sejak masih janin dalam kandungan. Pada janin, kekurangan iodium dapat mengakibatkan abortus spontan (keguguran), lahir mati, kelainan/kematian perinatal, kematian bayi meningkat, bayi lahir kretin dan kelambatan perkembangan gerak.

Pada anak remaja dapat mengakibatkan gondok, hipotiroid, gangguan fungsi mental dan intelejensi, gangguan perkembangan fisik dan kretin. Pada dewasa dapat mengakibatkan gondok dengan segala komplikasinya, hipotiroid dan gangguan fungsi mental dan intelejensi. Dampak yang ditimbulkan sudah tentu sangat besar dan luas. Apalagi kelompok yang beresiko paling tinggi adalah wanita. Ibu hamil yang ada di daerah endemik GAKI beresiko melahirkan bayi kretin, dan melahirkan generasi penerus dengan tingkat intelejensi rendah. Dampak selanjutnya adalah kualitas sumber daya manusia yang juga rendah. Kriteria tingkat pembesaran kelenjar gondok, dapat dilihat pada table 2.1 Grade (Tingkat) Normal (0) IA Hasil Palpasi Tidak ada pembesaran kelenjar Pembesaran kelenjar tidak nampak walaupun leher pada posisi tengadah maksimum Pembesaran kelenjar teraba ketika palpasi Pembesaran kelenjar gondok terlihat jika leher pada posisi tengadah maksimum Pembesaran kelenjar teraba ketika palpasi Pembesaran kelenjar gondok terlihat pada posisi kepala normal dan terlihat dari jarak 1 meter Pembesaran kelenjar gondok tampak nyata dari jarak 5-6 meter

IB

II

III

Penyebab GAKI

1. Defisiensi Iodium Kekurangan intake iodium disebabkan karena faktor lingkungan air dan tanah dengan kandungan iodium yang rendah akibat iodium terkikis dari tanah, sehingga seluruh hewan dan tumbuhan yang digunakan sebagai sumber bahan makanan bagi manusia akan kekurangan iodium (Dirjen, 1999). 2. Air minum Di dalam air minum yang kotor terdapat zat goitrogenik alami berasal dari sediment organic goitrogenik di dalam air tanah. Hasil-hasil bakteri Escherichia coli dalam air minum juga dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid (Nurdjaman, dkk 1987). Upaya Penanggulangan GAKI Upaya penanggulangan dapat dilakukan dengan cara : 1. Penyuntikan depot lipiodol (preparat yodium dalam minyak) dengan dosis 2ml yang kemudian diganti dengan kapsul minyak beryodium, dengan tujuan untuk mencegah timbulnya bayi lahir kerdil (cebol) akibat kekurangan yodium. 2. Distribusi garam dapur yang difortifikasi dengan Kalium Iodium. 3. Kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk mensukseskan program penanggulangan GAKI.

3. Manfaat Dan Fungsi Yodium


Yodium tergolong sebagai mikro mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Di dalam tubuh, yodium sangat dibutuhkan oleh kelenjar tiroid (kelenjar yang agak besar dan berada di leher depan bagian bawah). Namun, sumber yodium terbesar adalah seafood, seperti: kerang, udang, rumput laut dan aneka ikan serta hasil olahannya. Untuk memenuhi kecukupan yodium sebaiknya di dalam menu sehari-hari sertakan bahan bahan pangan yang berasal dari laut. Kebutuhan yodium perhari sekitar 1-2 mikrogram per kg berat badan. Kecukupan yang dianjurkan sekitar 40-120 mikrogram/ hari untuk anak sampai umur 10 tahun, 150 mikrogram/ hari untuk orang dewasa. Untuk

wanita hamil dan menyusui dianjurkan tambahan masing-masing 25 mikrogram dan 50 mikrogram/ hari. a) Fungsi yodium Yodium digunakan untuk memproduksi tiroksin. Tiroksin adalah hormon yang mengatur aktivitas berbagai organ, mengontrol pertumbuhan, membantu proses metabolisme, bahkan menentukan berapa lama seseorang bertahan untuk hidup. Dapat mencegah penyakit gondok. Manfaat dan fungsi yodium b) Manfaat garam beryodium diantaranya adalah: 1. Membantu pemeliharaan kelenjar tiroid kelenjar tiroid memiliki peranan yang penting dalam pengaturan metabolisme dasar tubuh 2. Menjauhkan kita dari penyakit gondok, gangguan pendengaran, cebol, dan semangat rendah 3. Kandungan yodium pada garam bisa membantu tubuh memanfaatkan kalori secara optimal sehingga mencegah penyimpanan lemak secara berlebih 4. Banyak yang tidak menyadari bahwa garam beryodium bisa membantu tubuh dalam menghilangkan racun dari dalam tubuh. Racun kimia yang bisa dikeluarkan oleh garam beryodium diantaranya adalah: flouride, air raksa, dan racun biologis lainnya 5. Garam beryodium bisa membantu sistem metabolisme tubuh untuk lebih maksimal dalam memanfaatkan kalsium 6. Kandungan yodium pada garam merupakan elemen yang penting bagi perawatan rambut. Karena bila kita kekurangan yodium maka salah satu efeknya adalah rambut yang rontok. Yodium bisa membantu proses tumbuhnya rambut dengan lebih cepat 7. Garam beryodium membantu proses petumbuhan normal dan kematangan organ reproduksi. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi yodium sesuai kebutuhan supaya pertumbuhan janin bisa berkembang dengan baik

8. Garam beryodium bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh karena garam beryodium bisa mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam perut kita

4. Zat Penghambat Penyerapan Yodium Zat Goitrogenik


Zat Goitrogenik adalah zat yang dapat menghambat pengambilan iodium oleh kelenjar gondok, sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar menjadi rendah. Aktivitas bahan goitrogenik pada prinsipnya bekerja pada tempat yang berlainan dalam rantai proses pembentukan hormon tiroid, dapat dibagi atas dua macam yaitu (Soekatri, 2001) : a. Menghambat pengambilan iodium oleh kelenjar thyroid,golongan ini termasuk kelompok perchlorate b. Menghalangi pembentukan ikatan organik antara iodium dan thyroxin untuk menjadi hormon thyroid, golongan ini adalah kelompok tiouracils imidazoles c. Dari hasil beberapa penelitian diketahui bahwa ada beberapa jenis makanan yang dikonsumsi oleh manusia dan hewan dapat bersifat goitrogenik. Penelitian dengan menggunakan tikus/kelinci sebagai objek, seperti penelitian oleh grup Baltimore terhadap kelinci yang diberi campuran makanan yang mengandung kubis segar, disimpulkan bahwa kubis merupakan salah satu faktor penyebab pembesaran kelenjar tiroid. Di New Zealand ditemukan bahwa famili kubis dapat menyebabkan gondok setelah diberi pada kelinci selama 60 hari. Selain itu Mc. Carrison melaporkan bahwa soybean dan peanuts (kacang kedele), juga menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid tikus 3x lebih besar daripada normal setelah diberi makan selama 3 bulan. Diketahui juga bahwa selain bahan makanan di atas ditemukan juga zat goitrogenik pada umbi singkong, daun singkong dan kacang-kacangan lainnya (Nurdjaman, dkk, 1987). Contoh makanan penghambat penyerapan yodium (goitrogenik) :

kol, sawi, ubi kayu, ubi jalar, rebung, buncis, makanan yang panas, pedas dan rempah-rempah. 5. Zat Yang Membantu Penyerapan Yodium

Sumber : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20838/3/Chapter%20II. pdf


Sumber : http://www.scribd.com/doc/94962407/fungsi-yodium