Anda di halaman 1dari 43

SISTEMATIKA PRESENTASI

1. 2. 3. 4. Latar Belakang Manajemen Teknologi Daya Saing Daerah Manajemen Teknologi untuk Peningkatan Daya Saing Daerah 5. Penutup

Latar Belakang
Pengembangan kemampuan iptek nasional belum optimal
Indeks Pencapaian Teknologi (IPT) dalam laporan UNDP tahun 2001 menunjukkan tingkat pencapaian teknologi Indonesia masih berada pada urutan ke 60 dari 72 negara.

Kontribusi iptek nasional di sektor produksi belum optimal


Pada tahun 2002, menurut indikator iptek Indonesia tahun 2003, ekspor produk industri manufaktur didominasi oleh produk dengan kandungan teknologi relatif rendah yang mencapai 60 persen; sedangkan produk teknologi tinggi hanya mencapai 21 persen.

Lemahnya daya saing bangsa


Menurut World Economic Forum (WEF) tahun 2004, indeks daya saing pertumbuhan (growth competitiveness index) Indonesia hanya menduduki peringkat ke-69 dari 104 negara dan tahun 2005 turun lagi pada peringkat 74 (turun 5 point). Dalam indeks daya saing pertumbuhan tersebut, teknologi merupakan salah satu parameter selain parameter ekonomi makro dan institusi publik.

Apa itu MANAJEMEN TEKNOLOGI ?

Definisi Manajemen Teknologi


Manajemen teknologi adalah sebuah aktivitas multidisiplin yang mengintegrasikan sains, engineering, manajemen pengetahuan dan praktis. (Tarek M. Khalil)

Ilmu Alam Engineering

Ilmu Sosial

MT
Teori Bisnis Praktek di Industri

KERANGKA MANAJEMEN TEKNOLOGI


LEVEL PERUSAHAAN
Tingkat Kecanggihan Teknologi Perbandingan

state of the art


PENGKAJIAN KANDUNGAN TEKNOLOGI

Tingkat perkembangan sosial ekonomi

Nilai Tambah Kandungan Teknologi (TCA)

Komponen Teknologi (THIO)

Koefisien kontribusi komponen (TCC)

Status infrastruktur fisik dan jasa penunjang

LEVEL INDUSTRI

Kandungan impor Pasar regional dan internasional Kandungan ekspor


LEVEL TAHAPAN TRANSFORMASI PENGKAJIAN STATUS TEKNOLOGI

Kontribusi teknologi (agregat) Inovasi teknologi

Persediaan tenaga IPTEK dan pengelola untuk riset dan pengembangan PENGKAJIAN IKLIM TEKNOLOGI

Tipe tahapan transformasi Database


LEVEL SPATIAL

PENGKAJIAN STRUKTUR TEKNOLOGI

Rantai pengembangan teknologi

Skenario IPTEK dalam sistem produksi

Agen promosi teknologi


Profil infrastruktur

Skenario IPTEK akademis Kemajuan dan upaya dalam spesialisasi tertentu Komitmen makro untuk pengem-bangan IPTEK

Tren internasional dan peluang

PENGKAJIAN KEBUTUHAN TEKNOLOGI Rencana pembangunan sosial ekonomi

PENGKAJIAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI

Profil sumberdaya wilayah (SDA, SDM)

FENOMENA PEMBANGUNAN DAERAH DI ERA GLOBAL


Intensitas persaingan antar daerah (interregional competition) semakin tinggi Trend perdagangan global (Global trade) Kemajuan Teknologi (Technology progress) dunia lebih dinamis melalui teknologi :
Biaya produsi lebih efisien, Harga bersaing, Produk bervariasi, Model sering berubah, Kualitas lebih tinggi Pelayanan lebih baik, Transport lebih cepat, Produk lebih memenuhi selera

Society system demokrasi, otonomi, transparansi, inovasi

KONSEP PEMBANGUNAN DAERAH


Berbasis Sumberdaya
Berbasis input dengan surplus SDM Berbasis input dengan surplus SDA Berbasis Sumberdaya Modal dan Manajemen Berbasis berbasis seni, budaya, keindahan alam Berbasis penataan ruang (lokasi strategis) Menjadi Prime mover Punya Foreward and backward linkages Berdayasaing (harga produk, kualitas) Complementarity State of the art terus meningkat

Berbasis Komoditas Unggulan

KONSEP PEMBANGUNAN DAERAH ..


Berbasis Efisiensi (Free Market Mechanism)
Porsi pembangunan ekonomi dominan Muncul perusahaan yang efisien, kuat dan berdayasaing

Berbasis Penataan Ruang


Konsep Pusat Pertumbuhan (growth pole) Trikle-Down Effect Integrasi Fungsional mengintegrasi berbagai pusat pertumbuhan karena fungsi komplementer. Desentralisasi mencegah capital flight dan brain drain.

PARADIGMA PEMBANGUNAN DAERAH BERBASIS TEKNOLOGI


Peningkatan Kapabilitas Pembangunan Daerah

Sintetis dan Daur Ulang Manufaktur & Pengolahan Pertanian Pertambangan Berpindah & Bertani

Masyarakat Maju

Masyarakat Berkembang

Masyarakat Primitif Beburu dan Pengumpul

Q SDA

k Teknologi

SDM

INDIKATOR PEMBANGUNAN KONVENSIONAL VS BERBASIS TEKNOLOGI


ANALISIS PADA TINGKAT PERUSAHAAN
INDIKATOR KONVENSIONAL Aspek yang dikaji Asek Produksi Indikator yang diukur : Faktor Produksi :
lahan Tenaga Kerja Modal/kapital

INDIKATOR BERBASIS TEKNOLOGI Aspek yang dikaji aspek transformasi Indikator yang diukur : Faktor-faktor transformasi :
ketersediaan SDA kemampuan SDM tatanan Organisasi Infrastruktur fisik Sistem Informasi

Ukuran produktivitas :
Produktivitas TK, modal

Ukuran Kntribusi :
Kontribusi T, H, I, O

Ukuran Kekuatan : Modal


Tingkat bunga, inflasi, penyusutan

Ukuran Kekuatan : Tingkat Kemutakhiran Teknologi


terobosan teknologi, kinerja

Ukuran Matematis : Analisis Kelayakan Ekonomi :


IRR NPV BCR

Ukuran Matematis : Analisis Kontribusi Teknologi :


THIO TCC (Technology Contributin Coefficient) TCA (Technolgy Content Added)

INDIKATOR PEMBANGUNAN KONVENSIONAL VS BERBASIS TEKNOLOGI


ANALISIS PADA TINGKAT INDUSTRI
INDIKATOR KONVENSIONAL Aspek yang dikaji Output Ekonomi Indikator yang diukur : Penggunaan Kapasitas :
Rasio output - Kapasitas Rasio Kapital- Output lainnya

INDIKATOR BERBASIS TEKNOLOGI Aspek yang dikaji Kandungan Teknologi Indikator yang diukur : Status Teknologi :
Potensi THIO Peluang Pengembangan THIO Kondisi THIO saat ini Sebaran Produksi dan inovasi

Ukuran Situasi Pasar


Produksi dan konsumsi Volume ekspor import

Ukuran situasi kandungan Teknologi :


Kandunganimport input dan teknologi Kandungan ekspor output dan teknologi

Ukuran Pertumbuhan: Peningkatan Output


Nilai tambah industri(Value Added) Aspek kuantitatif produksi Peningkatan jenis dan kuantitas pekerjaan

Ukuran Pertumbuhan : Peningkatan Kemampuan Teknologi


Nilai tambah kandungan teknologi TCA (Technolgy Content Added) Aspek kualitatif produksi Peningkatan jenis dan jumlah inovasi

INDIKATOR PEMBANGUNAN KONVENSIONAL VS BERBASIS TEKNOLOGI


ANALISIS PADA TINGKAT SEKTORAL
INDIKATOR KONVENSIONAL Aspek yang dikaji STRUKTUR EKONOMI Indikator yang diukur : kontribusi :sektoral terhadap PDB
Kontribusi sektor pertanian Kontribusi sektor industri Lainnya

INDIKATOR BERBASIS TEKNOLOGI Aspek yang dikaji STRUKTUR TEKNOLOGI Indikator yang diukur : Kontribusi Tahapan transformasi terhadap TCA
Kontribusi tahapan cocok tanam Kontribusi tahapan pengolahan Lainnya

Perubahan Rasio Kapital-Output Dinamika Ekonomi menurut sektoral


Perubahan kontribusi relatif terhadap PDB Perubahan struktur tenaga kerja

Perubahan tahapan TCC dinamika Transformasi teknologi :


Perubahan tahapan kandungan teknologi Perubahan tahaan angkatan kerja

INDIKATOR PEMBANGUNAN KONVENSIONAL VS BERBASIS TEKNOLOGI


ANALISIS PADA TINGKAT NASIONAL
INDIKATOR KONVENSIONAL Aspek yang dikaji DIMENSI EKONOMI Indikator yang diukur : Besaran ekonomi : GNP, GDP Status perkembangan : Pendapatan perkapita Matriks input-output Pertumbuhan ekonomi Distribusi pendapatan Harga bayangan Neraca perdagangan INDIKATOR BERBASIS TEKNOLOGI Aspek yang dikaji DIMENSI TEKNOLOGI Indikator yang diukur : besaran teknologi : TCA, PCT Status perkembangan : kemampuan teknologi Matriks aliran teknologi Pertumbuhan kandungan teknologi Distribusi kandungan teknologi Faktor iklim (kerugian kesempatan) Neraca pembayaran untuk teknologi Profil sumberdaya dan infrastruktur Perencanaan komponen teknologi :
Technoware yang dibutuhkan Humanware yang dibutuhkan Inforware yang dibutuhkan Orgaware yang dibutuhkan

INDIKATOR PEMBANGUNAN KONVENSIONAL VS BERBASIS TEKNOLOGI


STRATEGI PENGEMBANGAN
INDIKATOR KONVENSIONAL Substitusi Import Orientasi ekspor atau promosi ekspor INDIKATOR BERBASIS TEKNOLOGI Membuat dan/atau membeli teknologi impor dan/atau ekspor teknologi

DAYA SAING (Competitiveness) apaan tuh !!!

Definisi Daya Saing


Competitiveness is the process by wich one entity strives to outperform
another (Tarek Khalil, 2000)

National competitiveness is a consolidation of the micro-level performance of


companies and individuals- the true agents of economic growth. Competitiveness : The degree to which a nation can, under free and fair market conditions, produce goods and services that will meet the test of international markets, while simultaneously maintaining or expanding the real income of its citizens (Council on competitiveness, 1995)

Definisi standard daya saing :


mengacu pada kapasitas suatu perusahaan untuk bersaing, tumbuh dan dapat menghasilkan profit di pasar. Namun banyak kritik dalam melihat daya saing ketika diterapkan pada skala ekonomi makro/nasional (Krugman, 1994: 30).

Daya Saing Negara versi Bank Dunia :


Daya saing mengacu pada besaran serta laju perubahan nilai tambah per unit input yang dicapai oleh perusahaan

Daya Saing Daerah versi Bank Indonesia :


Kemampuan perekonomian daerah dalam mencapai pertumbuhan tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan domestik dan internasional

Daya Saing Negara versi IMD (Institute of Management Development) :


Kemampuan suatu negara dalam menciptakan nilai tambah dalam rangka menambah kekayaan nasional dengan cara mengelola aset dan proses, daya tarik dan agresivitas, globality dan proximity, serta dengan mengintegrasikan hubunganhubungan tersebut kedalam suatu model ekonomi dan sosial

Daya Saing Negara versi WEF (World Economic Forum): Kemampuan


perekonomian nasional untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan

Daya saing suatu Region versi UK-DTI (Departemen Perdagangan dan Industri Inggris) Regional Competitiveness Indicators:
Kemampuan suatu wilayah dalam menghasilkan pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan domestik maupun internasional

Daya Saing Daerah versi CURDS (Centre for Urban and Regional Studies, Inggris):
Kemampuan sektor bisnis atau perusahaan pada suatu daerah dalam menghasilkan pendapatan yang tinggi serta tingkat kekayaan yang lebih merata untuk penduduknya

Piramida Daya Saing


Kualitas Hidup

Perdagangan

Produktivitas
Termasuk Kualitas

Investasi
(Fasilitas, R&D, Teknologi )

Sumber : Council on Competitiveness, 1995

Daya saing versi IMD


(Institute for Management Development)
The Competitiveness Cube

Indikator 1. Kinerja Pemerintahan 2. Perekonomian Domestik 3. Internasionalisasi 4. Keuangan dan Bisnis 5. Infrastruktur 6. Manajemen

7. Iptek
8. SDM

Model Berlian Diamond Approach


(Porter)

Pemerintah

Strategi, Struktur Persaingan Perusahaan

Sumberdaya Alam

Daya Saing Internasional

Permintaan Domestik

Industri Terkait dan Pendukung Akses dan Kesempatan

Daya Saing Negara Berdasarkan Model Sembilan Faktor


(Dong Sung Cho, 1996)
Politisi dan Birokrasi Lingkungan Bisinis Pekerja

Physical Factor
Sumberdaya Alam

Daya Saing Internasional

Permintaan Domestik

Industri Terkait dan Pendukung Kewirausahaan

Human Factor
Teknisi, Perancang dan Manager Profesional

Akses dan Kesempatan

Daya Saing versi T A I


(Technology Achievement Index)
Technology Achievement Index (TAI), mengukur seberapa baik suatu negara dalam melaksanakan difusi teknologi dan pembangunan skill SDM yang merefleksikan kapasitas partisipasi dalam inovasi teknologi- (Human Development Report, 2001)

Regional competitiveness
(Gerd Schienstock, 1999)
A comparative study of eight European regions Indikator yang digunakan

Model SAKA-SAKTI
(Martani, 2000)

DAYA SAING DAERAH Bank Indonesia-UNPAD


(Antar Provinsi)
Terdapat 9 Indikator Utama :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Perekonomian daerah, Keterbukaan Sistem Keuangan Infrastruktur dan SDA IPTEK SDM Kelembagaan Governace dan Kebij Pemerintah Manajemen dan ekonomi mikro

(pemeringkatan daya tarik investasi kabupaten/kota)


Th 2001 terdapat 4 faktor yang mempengaruhi:
1. 2. 3. 4. Keamanan; Potensi ekonomi; Peraturan daerah dan SDM, budaya daerah, infrastruktur dan keuangan daerah

KPPOD-KADIN

Th 2002 terdapat 5 faktor yang mempengaruhi:


1. 2. 3. 4. 5. Kelembagaan; Sosial politik; Perekonomian daerah; Ketenagakerjaan dan produktivitas; dan Fisik.

The Jawa Post Institute of Pro-Otonomi


(Jawa Timur)
Penelitian oleh institusi ini ingin menunjukkan keberhasilan otonomi daerah melalui kemajuan daerah yang akhirnya dapat mendorong persaingan sehat antardaerah dan mengurangi sisi-sisi negatif dari pelaksanaan otonomi daerah.

Kategori prestasi kemajuan otonomi meliputi 1. Prestasi otonomi, 2. Kontraprestasi otonomi dan 3. Stagnasiprestasi otonomi.

P2KTPW-BPPT (Kabupaten/Kota)
(daya saing wilayah dalam perspektif teknologi 2002-2003)

Kajian tersebut dilakukan berdasarkan dua kelompok indikator, yaitu : 1. Indikator iklim teknologi 2. Indikator kemampuan teknologi.

IPS (Institute of Industrial Policy Study)


The National Competitiveness Report

Faktor-faktor kunci yang mempengaruhi tingkat daya saing negara adalah dua kelompok, yaitu :
1 Kelompok faktor manusia 1. 2. 3. 4. Pekerja, Politisi dan birokrasi, Pemilik perusahaan, Kaum profesional. 2 Kelompok faktor non manusia 1. 2. 3. 4. Sumberdaya. Permintaan, Industri terkait, Lingkungan bisnis.

MANAJEMEN TEKNOLOGI UNTUK DAYA SAING DAERAH + Contoh Aplikasi Pengukuran

Manajemen Teknologi Paradigma Baru Pembangunan Daerah Peningkatan Daya Saing Daerah Teknologi dan Keunggulan Daya Saing Daerah
Analisis Internal Kandungan Teknologi Kebutuhan Teknologi Untuk Pembangunan Daerah Pembangunan Daerah Berbasis Teknologi Analisis Kebutuhan Teknologi Strategi Pemenuhan Kebutuhan Teknologi Strategi Membuat Seizing Tacit Knowledge Internal R&D Internal R&D With Networking Kerjasama Strategis Analisis Eksternal Iklim Teknologi

Status Teknologi
Kemampuan Teknologi

Siklus Hidup Teknologi


Peramalan Teknologi

Strategi Membeli
Acquisition of Company With Technology Joint Venture with Technology Provider Purcashing Equipment with Embeded Technology Licensing

Technology Transfer
Contract R&D R&D Strategic Partnership

Reverse Engineering
Covert Acquisition with Internal R&D Covert Acquisition

Implikasi Kebijakan Teknologi Untuk Pembangunan Daerah

UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING DAERAH MELALUI TEKNOLOGI


Porter (1990) menjelaskan tentang peranan teknologi dalam menciptakan keunggulan daya saing daerah (dalam konsep rantai nilai --value chain--) Keunggulan daya saing suatu daerah akan tercipta apabila mereka berhasil menciptakan keunggulan melalui pemanfaatan teknologi pada salah satu atau beberapa rantai nilai.

Contoh Aplikasi : Pengukuran Daya Saing Daerah dalam Perspektif Teknologi


1. Mendefinisikan daya saing dalam perspektif teknologi 2. Membuat metodologi kerja 3. Menentukan indikator 4. Mengumpulkan Data 5. Menghitung dan melakukan pemeringkatan 6. Menyusun strategi peningkatan dayasaing melalui indikasi hasil analisis

Pengertian Daya Saing Daerah


Pengertian : Tingkat kemampuan suatu daerah memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan pasar dalam kondisi persaingan bebas dan adil serta kemampuan untuk mempertahankan dan meningkatkan pendapatan masyarakat dalam jangka panjang (OECD dalam IMD)
Tidak dapat disangkal bahwa daya saing perusahaan merupakan main engine dari daya saing daerah, Peranan pemerintah sangat besar dalam mempengaruhi lingkungan dimana perusahaan beroperasi Pada masa depan suatu wilayah tidak hanya tergantung pada produk dan jasa yang dihasilkan saja, tetapi juga tergantung pada kemampuan suatu wilayah memberikan pendidikan dan peningkatan pengetahuan pada tenaga kerja melalui pendidikan dan latihan (IMD)

KAJIAN TEORI DAYA SAING

FAKTOR INTERNAL

FAKTOR EKSTERNAL

KEMAMPUAN TEKNOLOGI

IKLIM TEKNOLOGI

METODOLOGI

Pencarian Indikator Profil Sumberdaya Alam Profil Sumberdaya Manusia Profil Infrastruktur Teknologi

Pencarian Indikator Faktor Obyektif Faktor Subyektif

KOMPILASI DATA PENGOLAHAN DATA PENENTUAN PERINGKAT DAYA SAING KABUPATEN DAN KOTA STRATEGIC PLAN DAERAH KABUPATEN DAN KOTA

DEVELOPMENT PLAN KABUPATEN DAN KOTA

INDIKATOR KEMAMPUAN TEKNOLOGI


Profil Sumber Daya Alam Var 001 Var 002 Var 003 Var 004 Var 005 Rasio Luas Sawah Per Luas Wilayah Rasio Non Sawah Utk Perta Per Luas Wilayah Invers Rasio Luas Lahan Kritis Per Luas Wilayah Rasio Hasil Produksi Perkebunan Per Luas Lahan Perkebunan Jumlah Lokasi Tambang Golongan C

Profil Sumber Daya Manusia

Var 006
Var 007 Var 008 Var 009

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%)


Years Of Schooling (th) Rasio Jumlah Guru Per 10000 Penduduk Rasio Jumlah Tenaga Kerja Industri Manufaktur Per TK Total (%)

Profil Infrastruktur Teknologi

Var 010
Var 011 Var 012 Var 013 Var 014

Rasio Jumlah Wartel Per Jumlah Penduduk


Jumlah Satuan Sambungan Telepon (sst) Rasio Anggaran Iptek Per Pengeluaran Pembangunan Jumlah Produksi Pulsa Perkapita Satuan Sambungan Telepon Terpasang Per 1000 Penduduk

INDIKATOR IKLIM TEKNOLOGI


KEADAAN PRASARANA FISIK DAN JASA PENDUKUNG Var 019 Var 020 Var 021 Var 022 Var 023 Jumlah Rata2 Energi Listrik Terjual Satuan Sambungan Telepon Terpasang Per 1000 Penduduk Rasio Panjang Jalan Per Luas Wilayah Rasio Anggaran Iptek Per Pengeluaran Total Rasio Jumlah Rumah Tangga Yang Menyekolahkan Keluarganya Ke Perguruan Tinggi Per Jumlah Rumah Tangga Total Rasio PAD Perpengeluaran Rutin Persentase Biaya Litbang Dan Rekayasa Produksi Dari Total Pengeluaran Persentase Pengeluaran Untuk Peningkatan Sdm Per Pengeluaran Total

KETERSEDIAAN PERSONIL IPTEK DAN PENGELUARAN UNTUK LITBANG

SKENARIO IPTEK DALAM SISTEM PRODUKSI Var 024 Var 025 Var 026

Var 027

Persentase Ekspor Komoditas Industri Ringan Terhadap Komoditas Total

TINGKAT INOVASI DI INDUSTRI DAN KOMITMEN MAKRO DALAM PENGEMBANGAN IPTEK Var 028 Var 029 Rasio Penjualan Barang Tanpa Modifikasi Per Total Penjualan Barang Rasio Anggaran Pendidikan Per Total Pengeluaran Pembangunan

SUMBER DATA
Sebagian besar data publikasi BPS. Namun ada beberapa data yang diperoleh dari instansi pemerintah lainnya atau BUMN. Data dari BPS antara lain :
Data Podes (Potensi Desa 2000) Kabupaten/Kota dalam Angka 2000-2001 Statistik Keuangan Daerah Statistik Lingkungan Hidup

Sedangkan yang diperoleh dari instansi pemerintah atau BUMN lainnya:


Data tentang Telekomunikasi (Dephub dan PT. Telkom) Data kelistrikan (PT. PLN) Data Pendidikan (Balitbang Depdiknas)

Pengukuran dan Pemeringkatan


Data Entry Validasi data (termasuk proxy data kosong) Pengolahan dengan Faktor Analisis Penyusunan indek daya saing Pemeringkatan menurut kelompok indikator Peringkatan menurut indeks daya saing total

Sumenep

asan

PETA DAYA SAING WILAYAH DALAM PERSPEKTIF TEKNOLOGI (Daya Saing Wilayah Total) Kab. Sit ubondo
W

Peta Indeks Daya Saing Kabupaten/Kota dalam Perspektif Teknologi

Bondowoso

mber Kab. Buleleng Kab. Banyuwangi Kab. T abanan Kab. Bangli Kab. Klungkung Kod. Serang Kab. Serang Wil. J akarta U tara Kab. T angerang Kab. Karawang Kab. Bek as i Kab. Indram ayu Kab. Subang Kab. J epara Kab. Lebak Kab. Bogor Kab. C irebon Kab. Pandeglang Kab. PatiKab. R embang Kab. Sumedang Kab. Kuningan Kab. Pemalang Kab. D emak Kod. Suk abum Kab. i Bandung Kab. Bangkalan Kab. Sumenep Kab. T uban Kab. Kendal Kab. Brebes Kab. C ianjur Kab. Sampang Kab. Semarang Kab. Blora Kab. Lamongan Kab. T egal Kab. Suk abum i Kab. Pamek asan Kab. Grobogan Kab. Bojonegoro Kab. Gres ik Kab. T asik malaya Kab. Banyum asKab. Banjarnegara Kab. Boyolali Kab. C ilacap Kab. N gaw i Kab. Garut Kab. J ombang Kab. M agelang Kab. Karanganyar Kab. N ganjuk Kab. C iamis Kod. Pas uruan Kab. Kebumen Kab. Klaten Kab. M adiun Kab. Pas uruan Kab. Gunung Kidul Kab. Situbondo Kab. Kediri Kab. Probolinggo Kab. Kulon Progo Kab. W onogiri Kab. LumajangKab. Bondowoso Kab. Pac itan Kab. T ulungagungKab. M alang Kab. J ember Kab. T renggalek Kab. Blitar Kab. Buleleng Kab. Banyuwangi Kab. T abanan Kab. Bangli

Keterangan Indeks Daya S aing Wilayah Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Daya Saing:

Kab. Klungkung

Daya S aing Wilay

Contoh : Kwadran Daya Saing Daerah dalam Perspektif Teknologi


2.0 Kota Batam

Kabupaten Kepul auan

Iklim Teknologi

Kabupaten Indragiri 0.0

Kota Pekan Baru

Kota Dumai Bengkal is Kabupaten Indragiri Kabupaten Kampar

-2.0 -2.0 0.0 2.0

Kemampuan Teknologi

Strategi Pergeseran Posisi Daya Saing

Kuadran 4

Kuadran 1

Kuadran 3

Kuadran
2