Anda di halaman 1dari 1

Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun

bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati pemilihan jenis sampel ada 5 : 1. Sampel random, bila tiap unsur yang terdapat dalam populasi tersebut memiliki peluang yang sama untuk terpilih. 2. Sampel sistematis, sebuah sampel dikatakan sistematis bila proses pemilihannya dilakukan secara sistematis dari populasinya. Dalam proses pengawasan kualitas, sampling dilakukan dengan cara memilih serta menguji semua produk yang dihasilkan pada tiap-tiap 1 jam interval

3. Sampel luas (sample kelompok), prosedur samplingnya menggunakan lokasi geografis sebagai dasarnya. Pada asasnya prosedur samplingnya merupakan prosedur pemilihan kelompok-kelompok secara random dari unit-unit tertentu. 4. Sampel bertingkat, bila populasi ternyata terdiri dari bermacam-macam jenis (heterogen) maka populasi sedemikian itu dapat dibagi kedalam beberapa tingkatan dan sampelnya dapat dipilih secara random setiap tingkatan. 5. Sampel kwota, Merupakan pengambilan anggota sampel berdasarkan jumlah yang diinginkan oleh peneliti. Kelebihan dari pengambilan menurut jumlah ini adalah praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal.[3] Sedangkan, kekurangannya adalah bias, belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.