Anda di halaman 1dari 11

BAB I KONSEP DINAMIS EROPA

PENDAHULUAN Setelah mempelajari bab ini diharapkan: Mahasiswa dapat menjelaskan mengapa Eropa sulit didefinisikan

Mahasiswa dapat menjelaskan konsep Eropa pada masa Yunani-Romawi Mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan konsep Eropa pada Abad Pertengahan Mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan konsep Eropa pada masa Renaissance hingga Perang Dunia II Mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan konsep Eropa pasca Perang Dunia II dan Pasca Perang Dingin berakhir Mahasiswa dapat menjelaskan permulaan Eropa memasuki masa modern

Media yang dapat digunakan untuk mempelajari bab ini: Buku-buku Internet Peta

A. KONSEP EROPA DARI MASA YUNANI HINGGA MODERN Untuk mengetahui letak Eropa, mungkin seseorang akan mencari peta dan menemukan penjelasan bahwa Eropa adalah suatu benua dengan luas 10.600.000 km 2 yang merupakan benua terkecil kedua setelah Australia. Batas-batas wilayah Eropa disebelah utara adalah Samudera Arktik; sebelah barat adalah Samudera Atlantik; Sebelah selatan adalah Laut Tengah dan Sebelah timur adalah Pegunungan Ural dan Laut Kaspia.

Gambar 1 : Peta Benua Eropa beserta batas-batas negara


Sumber : http://mapa-guides.blogspot.com

Akan tetapi, ternyata sulit mendefinisikan Eropa jika kita semata-mata merujuk pada batas-batas geografis karena menimbulkan berbagai pertanyaan seperti: mengapa ahli masih belum bersepakat mengenai batas timur Eropa atau mengapa ada perdebatan mengenai Rusia apakah termasuk Eropa atau tidak? Batas timur Eropa yaitu Pegunungan Ural ternyata bukan merupakan batas dua negara karena merupakan wilayah Rusia. Dengan demikian terjadi ambiguitas dalam menentukan Rusia apakah termasuk dalam Eropa karena wilayah Rusia tinggal di Timur Pegunungan Ural atau di wilayah Asia dengan lebih dari 40 etnis non Eropa. Eropa ternyata kurang memiliki kesamaan sejarah, mempunyai banyak bahasa, nilai-nilai sosial dan pandangan mengenai posisi mereka di dunia yang berbeda bahkan mereka sering berperang satu sama lain.1

John Mc Cormick, Understanding The European Union:A Concise Introduction (New York: Palgrave, 2002), h. 29

Untuk mengerti Eropa, kita harus sejarah panjang Eropa yang tidak pernah lepas fragmentasi, konflik dan perubahan batas-batas Eropa sendiri berasal dari mitologi Yunani. adalah nama putri Funisia yang menikah Kreta-Yunani. Nama Eropa kemudian dipakai Yunani pada tahun 5 SM ketika terjadi Perang membedakan mereka dari orang Persia dan barbar dari utara. Eropa menjadi satu entitas dalam satu pemerintahan sendiri di bawah Romawi. Penduduk Eropa pada saat itu disebut atau orang Roma. Eropa kemudian terpecahmenjadi ketika Gambar 2 : Europe as a Queen (Munster, 1588) Romawi runtuh karena diinvasi oleh suku-suku dan Magyars. kerajaan-kerajaan feodal
Sumber : ppt.papaloza.com

melihat dari politik. Kata Eropa dengan raja oleh pemikir Persiaorang-orang yang berada kekaisaran orang Frank pecah Kekaisaran Hun, Viking

Yunani sebagai identitas orang Yunani untuk

Eropa sebagai entitas dianggap baru muncul secara nyata bersamaan dengan munculnya peradaban kristen di Eropa pada Abad Pertengahan (500-1050 M). Eropa pada saat itu adalah wilayah yang disatukan oleh Kristen yang berpusat di Roma. Identitas Eropa menguat menghadapi musuh bersama yang datang dari Timur Tengah. Ancaman dari Timur Tengah datang setelah pada tahun 711 M pasukan Arab datang dan menguasai sebagian besar Spanyol dan selatan Perancis. Charles Martel du Poiters menyatukan Eropa dan berhasil mengalahkan pasukan Arab (muslim) pada tahun 732 M dalam Pertempuran Tours atau Pertempuran Poiters.
PD I yang meletus Juli 1914-1918 sangat cucu melemahkan sehingga Eropa Eropa sebagai suatu entitas semakin menguat setelah CharlesEropa Martel bernama Charlemagne Perang Dunia I

Enrichment

atau Karel Agung ditahbiskan pausKomunis menjadi di raja Rusia, Kerajaan Romawiberakhirnya Suci pada tahun mengilhami Revolusi menandai abad 800 M. Charlemagne kemudian berhasil menyatukan wilayah Perancis dan Jerman sekarang sehingga ia dikenal sebagai bapak pendiri Perancis dan Jerman atau lebih jauh lagi dikenal sebagai Bapak Eropa.
Latar Belakang PD I: imperialisme dan mengantarkan bangsa Asia dan Afrika masuk gelanggang masalah-masalah dunia.

kehilangan dominasinya atas dunia. PD I menggulingkan empat dinasti dan

Persaingan antara(1350-1550 Inggris dan Prancis mengenai Mesir dan Sudan Pada * masa Renaissance M) kepatuhan orang-orang Eropa kepada gereja * Persaingan antara Prancis dan Jerman mengenai Maroko mulai memudar digantikanantara oleh Inggris individualisme dan republikanisme. Republikanisme muncul * Persaingan dan Rusia mengenai Persia * Perebutan pengaruh di Cina * Tekanan-tekanan yang timbul dalam hubungan dengan pemecahan Afrika

pertama kali di Inggris dan Perancis. Pada akhir abad ke-16, gereja sudah sangat terpecah sehingga konsep Eropa Kristen yang bersatu sudah tidak relevan lagi kecuali ketika menghadapi ancaman dari Turki, menghindari konflik agama atau ancaman kekuasaan Dinasti Habsburg. Sejak abad ke-16 orang-orang Eropa memulai penjelajahan ke Afrika, Amerika dan Asia yang diikuti dengan kolonialisme dan imperialisme mereka di sana. Dalam masa yang hampir bersamaan terjadi revolusi sains di Eropa. Kombinasi ekspansi keluar Eropa dan revolusi sains di Eropa membangkitkan kepercayaan orang Eropa bahwa mereka lebih unggul daripada manusia non Eropa.

Revolusi Perancis pada tahun 1789 sangat berpengaruh pada meningkatnya ide nasionalisme di Eropa yang mendorong unifikasi Italia pada tahun 1860 dan Jerman pada 1871. Konsep mengenai Eropa yang bersatu tidak lagi menjadi perhatian pada masa ini. Akan tetapi nasionalisme yang tumbuh subur justru menimbulkan permusuhan dan rivalitas di antara negaranegara di Eropa. Rivalitas terus meluas pada persaingan untuk mendapatkan koloni yang menimbulkan militerisasi sehingga meletuslah Perang Dunia I pada 1914.

Revolusi 1917 di Rusia menjadikan Rusia menjadi pusat komunisme dunia. November 1918 Woodrow Wilson terpilih kembali sebagai presiden Masalah-masalah tersebut diselesaikan dengan kompromi tahun 1914, tetapi AS. Rakyat ASmewariskan yang bersimpati kepadakarena negara-negara sekutu memberikan pinjaman kompromi ketegangan : yang lebih besar kepada negara-negara sekutu dan membeci Jerman. 31 januari 1917 Jerman melanjutkan serangan daerah kapal jajahan selam tak (1915 pernah Jerman hanya sedikit memperoleh dan terbatas menginginkan berhenti karena permintaan presiden.AS Woodrow Wilson) untuk mematahkan kedudukan istimewa blokade Inggris di Selat Inggris. Maret 1917, 5 kapal AS ditenggelamkan Inggris, Prancis, Rusia khawatir setiap kali Jerman tampak melangkah maju Jerman. Wilson berkesimpulan bahwa kemenangan Jerman atas Inggris serta dalam usahanya menguasai Eropa dikuasainya lautan Atlantik oleh Jerman membahayakan keamanan AS. AS Terbentuknya sistem persekutuan pada tahun 1914, ada dua persekutuan terjun dalam PD I. 1917 adalah titik balik dalam sejarah abad ke-20. Campur yang bersaing dan berhadapan di Eropa yaitu : tangan AS sangat menentukan dan menjadi bukti mundurnya Eropa karena tidak 1) Aliansi Tiga Negara (triple alliance); Jerman, Austria-Hongaria, Italia dapat lagi menyelesaikan masalahnya. Selanjutnya Eropa dibayangi 2 kekuatan 2) Sekutu (triple entente); Inggris, Prancis, Rusia raksasa Amerika serta Rusia dan Jepang di Timur. 1918 telah ditaburkan benih suatu perjuangan ideologi. Juni 1918 pasukan AS mulai masuk Eropa. 11 Akhirnya situasi memanas berubah menjadi Perang Dunia I setelah November 1918 Jerman menyerah. muncul Permasalahan Balkan yaitu penembakan Putra Mahkota Austria Pangeran Franz Ferdinand di Sarajevo oleh orang Slavia 28 Juli 1914. Austria Pengaruh PD I: menyatakan perang kepada Serbia.

Empat kekaisaran besar Eropa runtuh yaitu:

Jalannya PD I: Hohenzollen Jerman Dinasti 1 Agustus 1914 Jerman menyatakan perang terhadap Rusia Dinasti Habsburg Austria 3 Agustus 1914 Jerman menyatakan perang terhadap Prancis Dinasti Ottoman Turki 5 Agustus 1914 5 negara besar Eropa terlibat dalam peperangan (Inggris sebenarnya Dinasti Romanov Rusia ingin netral meskipun terikat perjanjian tetapi akhirnya terjun juga karena Jerman menduduki Belgia yang melalui perjanjian harus Setelah Perang Dunia I berakhir dunia didominasi oleh gagasannetral) gagasan penentuan nasib sendiri atau kedaulatan rakyat. Amerika Serikat muncul sebagai pemimpin moral dunia. Woodrow Wilson merencanaka Jepang terikat perjanjian dengan Inggris pada 1902, tetapi kemudian berdirinya LBB. memihak sekutu setelah melihat perang di Eropa sebagai kesempatan untuk mengambilalih koloni Jerman di Timur Jauh. 23 Agustus 1914 sekutu memaklumkan perang kepada Jerman. Negara-negara dominion Inggris (Kanada, Australia, Selandia baru dan Afrika Selatan) dan Prancis mengadakan mobilisasi. Tahun 1915 Turki dan Bulgaria bergabung dengan Jerman dan Austria. Italia mengingkari perjanjian dengan aliansi tiga negara (Jerman dan Austria) dan bergabung dengan sekutu. Presiden AS Woodrow Wilson pada Agustus 1914 menyerukan sikap netral. Turki ikut terseret dalam perang karena tentara Jerman mengepung Odessa dan Sevastopol wilayah Rusia dengan identitas Orang Turki. Rusia mengumumkan perang terhadap Turki. AS terdorong ke medan perang setelah terungkapnya kawat menlu Jerman Arthur Zimmerman yang menjanjikan Texas, New Mexico, Arizona kepada Mexico jika mendukung Jerman pada Januari 1917.

Setelah 1945 atau setelah Perang Dunia II berakhir, ide untuk menyatukan Eropa kembali menguat sebagai upaya menghindari terjadinya kembali tragedi kemanusiaan di Eropa seperti yang terjadi selama Perang Dunia II. Akan tetapi perbedaan ideologi antara Barat yang kapitalis dan Timur yang komunis kembali membelah Eropa. Perbedaan ideologi telah membelah Eropa menjadi Eropa Barat dan Eropa Timur. Perbedaan ideologi tersebut sangat mempengaruhi Eropa selama Perang Dingin berlangsung hingga berakhirnya pada 1990. Ide mengenai Eropa yang bersatu sebagaimana yang terjadi pada Abad Pertengahan kembali mendapat tempat setelah runtuhnya Tembok Berlin yang menjadi tonggak berakhirnya Perang Dingin. B. DASAR EROPA MODERN Berbeda dengan wilayah lain, Eropa mengalami perkembangan yang berbeda yang memungkinkan Eropa lebih maju dan mengalami proses modernisasi lebih awa daripada wilayah lainnya dan selanjutnya menjadi kekuatan yang menguasai dunia. Peristiwa-peristiwa yang dianggap sebagai dasar yang menentukan bagi perkembangan modernisasi Eropa adalah:2 1. Revolusi Ilmu Pengetahuan (1500-1700) Segala aspek kehidupan Eropa pada Abad Pertengahan amat didominasi oleh gereja. Pengetahuan pada Abad Pertengahan terlalu diarahkan kepada ketuhanan maka universitasuniversitas Abad Pertengahan hanya mengenal ilmu teologi,hukum dan obat-obatan. Pelajaran eksakta seperti aritmatika, geometri dan astronomi dipelajari sebatas untuk menentukan hari paskah.3 Beberapa tokoh seperti Roger Bacon (w.1294) menyerukan agar ilmu alam juga dipelajari di universitas-universitas di Eropa seperti yang dilakukan di universitas SpanyolArab. Anjuran Roger Bacon kemudian dilakukan oleh Universitas Oxford-Inggris tetapi apa yang dilakukan Universitas Oxford ketika itu bukanlah hal yang lumrah. Pemikiran Bacon baru mendapat respon luas beberapa abad kemudian setelah mengalami berbagai benturan dengan gereja. Copernicus (w.1543) yang berkeyakinan bahwa matahari adalah pusat alam semesta baru berani mengemukakan pendapatnya menjelang kematiannya, tahun 1600 Giordano Bruno dihukum bakar oleh gereja karena mempertahankan pendapat Copernicus,
2

C.P.F Luhulima, Eropa Sebagai Kekuatan Dunia:Lintasan Sejarah dan Tantangan Masa Depan , (Jakarta: Gramedia,1992), h. 24-30 3 Jan Romein, Aera Eropa Peradaban Eropa Sebagai Penyimpangan dari Pola Umum, (Bandung: Gasnaco, 1957), h. 90

dan Galileo Galilei (w.1642) yang dikucilkan gereja karena juga mempertahankan pendapat Copernicus. Ketika Revolusi Ilmu Pengetahuan terjadi di Eropa mulai abad ke-16 terjadilah perombakan cara berpikir yang membawa perubahan yang sangat mendasar dalam penggambaran manusia Eropa tentang alam semesta. Manusia Eropa kemudian memandang setiap kejadian dalam alam semesta terjadi sesuai hukum, dengan suatu keteraturan. Akan tetapi baru menjelang abad ke-18 pengetahuan baru dipakai untuk keperluan praktis dalam revolusi industri. 2. Revolusi Industri: Industrialisasi merupakan kunci berikutnya yang membawa kemajuan bagi Eropa setelah revolusi ilmu pengetahuan. Revolusi Industri yang berawal di Inggris pada periode 17601830 membuat lompatan besar orang-orang Eropa dalam bidang teknik lebih dari siapapun di dunia saat itu. Percepatan ekonomi Inggris ketika itu menuntut percepatan teknologi yang mendukung produksi. Lahirlah berbagai penemuan yang mengubah wajah peradaban manusia. Penemuan-penemuan itu antara lain kumparan terbang (flying shuttle) oleh John Kay yang dipatenkan pada 1733. Kumparan terbang adalah alat yang mempercepat pemintalan benang yang saat dibutuhkan industri tekstil yang berkembang di Inggris. Penemuan John Kay terus disempurnakan oleh James Hargreaves yang pada 1764 menemukan spinning Jenny alat pintal yang dapat memintal benang dengan cepat dan banyak. Spinning Jenny disempurnakan lagi oleh Richard Arkwright pada 1770-an dengan menggunakan tenaga air. Selanjutnya Samuel Crompton pada 1779 menemukan spinning mule. Penemuan Crompton memungkinkan pemintalan benang kapas dengan sangat halus dan licin dan kuat. Penemuan ini bahkan membuat Inggris dapat menghentikan impor kain katun dari India. Begitulah penemuan demi penemuan pada masa selanjutnya semakin banyak. Eropa pun menjadi pusat dari modernisasi dunia dan menggunakan kekuatannya untuk menguasai dunia. 3. Revolusi Prancis: Revolusi Perancis terjadi pada tahun 1789, diawali oleh penderitaan rakyat Prancis akibat krisis keuangan yang sangat parah yang dialami Kerajaan Prancis akibat pengeluaran yang tak terkendali. Untuk mengatasi krisis tersebut berbagai macam pajak dikenakan kepada rakyat.

Maka muncullah perlawanan rakyat yang berakhir dengan penggulingan raja dan penghapusan sistem monarki di Prancis. Semangat memperjuangkan kedaulatan rakyat, persatuan nasib dan persamaan hak serta rasionalisme di Perancis kemudian meluas ke Jerman, Swiss, Italia dan negara-negara Eropa lainnya. 4. Revolusi Filsafat: Revolusi Filsafat yang dianggap membawa Eropa ke arah modern dipelopori oleh Immanuel Kant (w.1804). Immanuel Kant andalah seorang filosof asal Jerman yang mendalami permasalahan pengetahuan, etik dan estetik.Immanuel Kant-lah yang pertama-tama menyebut pencerahan pada zaman itu. Karyanya yang terkenal adalah The Critique of Pure Reason. Bukunya tersebut berisi pemikirannya mengenai metafisika. Menurutnya permasalahan metafisika seperti halnya pada ilmu pengetahuan terletak pada paradok di dalamnya yaitu pada aspek bagaimana, bagaimana menjelaskan prinsip-prinsip metafisik itu dapat dikatakan universal dan penting. Namun begitu Kant melihat metafisika juga dapat mengandung pengetahuan yang mengantarkan seseorang kepada pengetahuan yang lebih dari yang diketahuinya. Dengan demikian, ia mengatakan pengetahuan harus bersifat a priori. Pemikiran Immanuel Kant kemudian banyak filsuf dan ilmuwan periode berikutnya seperti Hegel, Schoppenhauer, Nietzche, Habermas dan lain-lain yang mendorong ke zaman Aufklarung atau pencerahan ke arah yang lebih maju. 5. Revolusi Romantik Revolusi Romantik pada dasarnya adalah reaksi terhadap unsur-unsur yang membangkitkan Aufklarung di Eropa pada abad ke-18. Aufklarung adalah pencerahan, pada masa aufklarung manusia ingin menekankan pada akal budinya atau rasio bukan pada takhyul seperti pada masa sebelumnya.Para filsuf dan ilmuwan romantik banyak yang merupakan pengikut Kant atau Kantian seperti Hans Christian rsted. rsted adalah filsuf yang kritis terhadap ilmu pengetahuan sehingga justru mendorong pengikutnya untuk memperbaiki apa yang dianggap salah dalam ilmu pengetahuan itu. Di Inggris Edmund Burke menulis buku Reflection on the Revolution in France yang isinya menggugat filsuf-filsuf Prancis yang memaksakan gagasan-gagasan abstrak dalam masyarakat Prancis yang kemudian mendorong Revolusi Prancis.

RINGKASAN Sulit untuk mendefinisikan Eropa jika kita hanya semata-mata menentukan-kannya dari batas-batas geografis. Pegunungan Ural yang merupakan batas sebelah Timur Eropa dengan Rusia ternyata bukanlah batas dua negara, karena merupakan wilayah Rusia. Masalah batas-batas geografis tersebut menimbulkan ambiguitas dalam menentukan status Rusia apakah termasuk kedalam kawasan Eropa atau tidak. Mengingat lebih dari 40 etnis yang mendiami Pegunungan Ural Rusia merupakan etnis non Eropa. Kesulitan mendefinisikan Eropa juga tercermin dari perbedaan sejarah, bahasa dan kultur serta pandangan posisi mereka di dunia yang sering kali memecah belah Eropa. Sehingga untuk mengerti Eropa, kita tidak cukup hanya melihatnya dari batas-batas geografis tetapi kita juga harus melihat sejarah panjang Eropa. Konsep Eropa berkembang seiring dengan perjalanan panjang sejarahnya yang terkadang berbeda dari satu masa ke masa yang lain. Konsep Eropa berawal dari mitologi Yunani. Pada masa Yunani, Eropa merupakan nama seorang putri Funisia yang menikah dengan raja Kreta dari Yunani dan menjadi cikal bakal daratan Eropa. Nama Eropa kemudian digunakan oleh pemikir Yunani pada Abad ke-5 SM untuk membedakan orang Yunani dengan orang Persia dalam Perang Yunani-Persia. Konsep Eropa sebagai entitas (kesatuan) kemudian dirintis pada masa kekaisaran Romawi. Meski akhirnya Eropa terpecah menjadi kerajaan feodal akibat invasi suku asing dan runtuhnya Kekaisaran Romawi. Pada Abad Pertengahan, konsep Eropa sebagai entitas muncul secara nyata bersamaan dengan munculnya peradaban kristen. Wilayah Eropa disatukan oleh Kristen yang berpusat di Roma. Identitas Eropa semakin menguat setelah menghadapi ancaman-ancaman yang datang dari luar Eropa. Usaha pasukan Arab untuk menguasai sebagian besar Spanyol dan selatan Perancis akhirnya digagalkan Charles Martel du Poiters. Entitas Eropa semakin menguat setelah Charlemagne atau Karel Agung menjadi raja Kerajaan Romawi Suci pada tahun 800 M dan berhasil menyatukan wilayah Perancis dan Jerman sehingga dikenal sebagai Bapak Eropa. Eropa kemudian disatukan dalam sistem Kristen gereja.

Memasuki masa Renaissance, kekuasaan gereja sebagai institusi tertinggi yang menyatukan Eropa mulai terpecah. Munculnya republik Inggris dan Prancis yang memisahkan diri dari kekuasaan gereja memudarkan konsep Eropa Kristen yang bersatu. Konsep tersebut dinilai tidak lagi relevan ditengah munculnya ide nasionalisme. Kesatuan Eropa masih terjalin hanya pada taraf menghadapi ancaman dari luar Eropa yaitu Turki (Islam). Konsep Eropa yang bersatu tidak lagi menjadi perhatian seiring dengan munculnya unifikasi Italia tahun 1860 dan Jerman tahun 1871 akibat meletusnya Revolusi Perancis 1789. Munculnya nasionalisme tersebut yang bersamaan dengan terjadinya revolusi sains justru menimbulkan permusuhan dan rivalitas di negara-negara Eropa. Rivalitas terus meluas, tidak hanya pada persaingan untuk mendapatkan koloni tetapi juga persaingan dibidang militer. Persaingan tersebut kemudian memicu meletusnya Perang Dunia I di tahun 1914 dan berlanjut hingga Perang Dunia II. Ide untuk menyatukan kembali Eropa semakin menguat seiring munculnya kesadaran akan kembali terjadinya perang di Eropa pasca Perang Dunia II. Namun upaya tersebut terhalang oleh perpecahan Jerman Barat dan Jerman Timur akibat perbedaan ideologi kapitalis di Barat dan Komunis di Timur. Perbedaan ideologi tersebut kembali membelah Eropa. Eropa yang selama Perang Dingin berlangsung berada pada pengaruh dua kekutan besar yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet terus berupaya melakukan integrasi. Sejak 1945, perbedaan-perbedaan di antara negara-negara Eropa mulai disatukan oleh persamaan kepentingan ekonomi, sosial, politik. Tonggaknya setelah runtuhnya Tembok Berlin yang sekaligus menandai berakhirnya Perang Dingin 1990. Tetapi, meskipun telah ada persamaan ekonomi, sosial, politik masih terdapat ambiguitas terhadap apa yang dianggap sebagai Eropa secara geografis. Kemajuan Eropa seperti sekarang, tidak terlepas dari sejarah perkembangan Eropa memasuki masa modern. Menurut Jan Romein, hal yang memungkinkan Eropa lebih maju dan mengalami proses modernisasi lebih awal dari wilayah lain adalah disebabkan Eropa menyimpang dari pola umum. Penyimpangan Eropa dari pola umum tersebut memungkinkan Eropa memasuki Abad Pertengahan, Abad Renaissance, hingga masa revolusi yang menjadi dasar bagi perkembangan Eropa modern. Untuk selanjutnya menjadi kekuatan Eropa untuk menguasai dunia. Setidaknya ada 5 revolusi menurut Luhulima yang dianggap sebagai dasar

yang menentukan bagi perkembangan Eropa yang modern. Yaitu Revolusi Ilmu Pengetahun; Revolusi Industri; Revolusi Prancis; Revolusi Fisafat dan Revolusi Romantik.