Anda di halaman 1dari 14

Nama : Sahat MP Samosir

NIM

: 115040200111078

Kelas

: N

Tugas Minggu Ke 2. Tugas Pengayaan Materi

  • 1. Ada beberapa istilah dalam kuliah ini, dalam kuliah minggu 1 dan 2 ada beberapa istilah

yang perlu pemahaman, berikan penjelasan (definisi dan penjelasannya), misalnya :

Peta tanah Skala peta Delineasi batas tanah (Soil delineation) Poligon

Satuan Peta (Map Unit) Satuan Peta Satuan Peta Tanah Legenda

Foto udara

Stereoskop

Dll

Jawaban :

Peta tanah yaitu peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi. Setiap peta tanah

digambarkan oleh garis-garis batas tanah-tanah yang dijumpai di lapangan. Dalam setiap peta tanah selalu berisikan lebih dari satu satuan peta tanah.

Skala Peta yaitu menunjukkan perbandingan jarak antara dua tempat titik pada peta, dengan jarak sebenarnya di lapangan.

Delineasi batas tanah yaitu merupakan batasan-batasan tanah atau garis-garis batas tanah

yang ada di lapangan. Yang dimaksud dengan polygon di dalam tanah yaitu disebut dengan satuan peta tanah

(SPT), dimana terdiri atas satu taksa tanah yang disebut konsosiasi, atau dapat pula terdiri atas

lebih dari 2 taksa tanah berupa asosiasi atau kompleks yang didefinisikan mengikuti sistem klasifikasi tanah yang digunakan.

Satuan peta tanah yaitu kelompok lahan atau tanah yang memiliki karakteristik yang sama. Legenda merupakan pengidentifikasian satuan peta serta memberikan informasi tentang satuan-satuan yang terdapat dalam suatu peta tanah dimana yang dilambangkan dengan berbagai

macam bentuk simbol.

Foto udara yaitu d pengambilan gambar atau foto melalui udara atau angkasa dengan menggunakan alat satelit.

Stereoskop merupakan alat yang digunakan untuk mengamati peta tanah.

  • 2. Buat halaman yang berisi resume bahan kajian kuliah minggu pertama, yang berisi penjelasan

(definisi dan penjelasannya).

Jawaban :

minggu pertama perkuliahan servey tanah dan evaluasi lahan , materi yang diberikan oleh dosen yaitu mengenai pengetahuan dasar tentang Survei Tanah dan Evaluasi Lahan. Dari materi tersebut kita diperenalkan tentang pengetahuan dasar dari Survei Tanah dan Evaluasi Lahan, agar kita dapat lebih memahami materi yang akan diberikan pada minggu selanjutnya maka kita belajar dasar tentang Survei Tanah dan Evaluasi Lahan. Dari materi ini dosen menjelaskan beberapa materi seperti apa itu survei tanah, tentang evaluasi lahan, satuan peta, legenda peta, foto udara, peta tanah, skala peta, delinease, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada survei tanah. Definisi dari istilah-istilah yang muncul pada materi pertama ini , yaitu :

Skala Peta yaitu menunjukkan perbandingan jarak antara dua tempat titik pada peta, dengan

jarak sebenarnya di lapangan. Survei tanah adalah penelitian tanah di lapangan dan di laboratorium, yang di lakukan secara

sistematis dengan metode-metode tertentu terhadap suatu daerah (areal) tertentu, yang ditunjang oleh informasi dari sumber-sumber lain yang relevan.

Evaluasi lahan adalah proses pengukuran, pencatatan, dan pengumpulan keterangan

mengenai suatu areal tanah untuk mengevaluasi kegunaannya. Satuan peta tanah yaitu kelompok lahan atau tanah yang memiliki karakteristik yang sama. Legenda peta merupakan pengidentifikasian satuan peta serta memberikan informasi tentang

satuan-satuan yang terdapat dalam suatu peta tanah dimana yang dilambangka dengan berbagai macam bentuk symbol.

Foto udara yaitu pengambilan gambar atau foto melalui udara atau angkasa dengan

menggunakan alat satelit. Peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam

hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi. Setiap peta tanah digambarkan garis-garis batas tanah-tanah yang dijumpai di lapangan. Dalam setiap peta tanah

selalu berisikan lebih dari satu satuan peta tanah. Delineasi batas tanah merupakan batasan-batasan tanah atau gars-garis batah tanah yang ada

di lapangan. 3. Setiap minggu akan muncul istilah-istilah baru dari bahan kajian yang diberikan tambahkan pada halaman tersebut

NAMA

: Sahat MP Samosir

NIM

: 115040201111078

KELAS

: N

  • 1. Meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua

  • 2. Koleksi peta rupa bumi/topografi, geologi, peta tanah, dan peta penggunaan lahan masing-masing asal daerah anda.

  • 3. Buat halaman pada blog anda, upload peta-peta tersebut dan berikan penjelasan setiap peta tentang:

    • a. Judul (lembar peta untuk peta rupa bumi) , Tahun Penerbitan, Pembuat Peta

    • b. Skala dan Sistem Proyeksi

    • c. Lokasi Keberadaan Peta Tersebut :

catatan:

Peta Rupa Bumi lihat di link http://www.bakosurtanal.go.id/

Peta Geologi http://psdg.bgl.esdm.go.id/

Peta tanah: http://balittanah.litbang.deptan.go.id/

Penggunaan Lahan http://www.bakosurtanal.go.id/ atau

1.

Masing-masing web setiap kabupaten/kota

MEDAN

1. Masing-masing web setiap kabupaten/kota MEDAN Judul: Peta Kota Medan Penerbit: Angkasa Tahun Pembuatan: 2005 Skala:

Judul: Peta Kota Medan

Penerbit: Angkasa

Tahun Pembuatan: 2005

Skala: 1:250.000

Sistem Proyeksi: silinder

  • 2. Lokasi Peta: Medan

1. Masing-masing web setiap kabupaten/kota MEDAN Judul: Peta Kota Medan Penerbit: Angkasa Tahun Pembuatan: 2005 Skala:

Judul: Peta Geologi daerah Medan dan Sekitarnya

Penerbit: GTL / THAMRIM, MH; WAFID AN, Muhammad; HERMAWAN

Tahun Pembuatan:1995

Skala: 1:100.000

Lokasi Peta: Medan

Judul: Peta Geologi daerah Medan dan Sekitarnya Penerbit: GTL / THAMRIM, MH; WAFID AN, Muhammad; HERMAWAN

Judul: Peta penggunaan lahan Sumatera Utara

Penerbit: Angkasa

Tahun Pembuatan: 2007

Skala: 1:2.000.000

Sistem Proyeksi: Silinder

Lokasi Peta: Sumatera Utara

Nama :Sahat MP Samosir NIM :115040200111078 Kelas :N

Tugas Stela Minggu ke 4

  • 1. Meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua

  • 2. Kerjakan bahan diskusi pada slide no 4 di bahan kuliah minggu 3

  • 1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2?

  • 2. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dgn

scanner/foto copy skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? JELASKAN

  • 3. Skala peta

  • 1. Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pd peta berbagai skala seperti

pada butir-butir di bawah?

  • 2. Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?

Eksplorasi (1: 1000.000)Tinjau (1:250.000)Semi detil (1:50.000)Detil (1:25.000)

Sangat Detil (1:5 000)Jawaban :

  • 1. Karena penentuan luasan SPT terkecil tersebut ditujukan untuk mendapatkan kompleks tanah,

yang mana bila komponen tanah yang berasosiasi secara geografis, teapi tidak dapat dipisahkan kecuali pada tingkat amat detil. Sehingga dilakukan dengan luasan terkecil 0.4 cm2

  • a. Kososiasi

Satuan pemetaan tanah konsosiasi didominasi oleh satua tanah dan tanah yang serupa (similar soil unit). Dalam konsosiasi paling tidak mempunyai 50% satu satuan tanah yang sama dan 25% satuan tanah yang serupa. SPT konsosiasi diberi nama sesuai dengan satuan tanah yang dominan. Satuan tanah lain yang tidak sejenis dan serupa maksimal mempunyai persentase 25%. Dua satuan tanah dikatakan sebagai tanah yang seripa apabila mereka hanya berbeda pada satu atau dua kriteria yang menyebabkan keduanya diklasifikasikan kedalam kelompok yang berbeda. Secara umum satuan-satuan tanah yang serupa mempunyai potensi yang hampir sama. Sedangkan dua satuan tanah dikatakan tidak serupa apabila keduanya diklasifikasikan ke dalam kelompok yang berbeda. Satuan-satuan tanah yang tidak serupa mempunyai potensi terhadap

penggunaan tertentu yang berbeda secara tegas. Suatu jenis peta tanah yang tersusun dari delineasi, dimana tiap delineasi menunjukkan ukuran,

bentuk, dan lokasi dari suatu satuan lanskap yang tersusun atas suatu jenis komponen tanah, atau satu jenis lahan miselaneus ditambah inklusi yang diperbolehkan. Ukuran, bentuk, dan lokasi dari tiap tubuh komponen tanah atau areal miselaneus ditunjukkan secara pasti oleh intensitas pemetaan dan inklusi yang diperbolehkan. Lihat komponen tanah, kompleks tanah, asosiasi tanah, grup tak terbedakan, areal miselaneus.

  • b. Kompleks

SPT ini mirip dengan SPT asosiasi karena terdapat dua atau lebih satuan-satuan tanah yang tidak

serupa yang digunakan dalam penamaan SPT, demikian juga komposisi masing-masing satuan tanahnya serupa dengan SPT asosiasi. Persebaran satuan tanah yang ada pada SPT ini tidak mengikuti pola tertentu sehingga dalam skala pemetaan yang lebih besar, satuan-satuan tanah yang menyusunnya tetap tidak dapat dipisahkan satu sama lain c. Asosiasi

.SPT jenis ini mengandung dua atau lebih satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam pennamaan SPT dan mempunyai komposisi yang hampir sama. Satuan-satuan tanah penyusun SPT ini tidak dapat dipisahkkan satu sama lain kedalam SPT SPT yang berbeda karena keterbatasan skala pemetaan. SPT asosiasi dalam skala pemetaan yang lebih besar dapat dipisahkan kedalam SPT-SPT konsosiasi yang berbeda

  • 2. Tidak dibenarkan, jika kita hanya memfotocopy/scanner memperbesar peta ataupun

memperkecilnya, maka ada pada bagian-bagian dalam peta tersebut yang hilang ataupun bertambah.SEhingga keaslian dari peta tersebut menjadi hilang,selain itu peta yang dibesarkan

tidak akan memiliki perbandimgam skala peta yang sama,hanya ukurannya medianya saja yang sama,tetapi perbadingan skalanya berbeda Kecuali jika kita membuat ulang dan memperkecil skala sebelumnya.

  • 3. PERHITUNGAN:

Misal: 1: 10000, luas peta = 0,8 cm2 Luas asli = 0,8 x (10000)2 = 8 x 107x 108 = 8 x 107x 10-8= 8×10-1

Eksplorasi 1:1.000.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (1.000.000)2

= 0.8 x 1012 cm2 = 0.8 x 104 ha

Tinjau 1:250.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (250.000)2

0.8 x 625 x 108 = 500 x 108 cm2 = 500 ha

=

Semi detil 1:50.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (50.000)2

=

0.8 x 25 x 108

= 20 x 108 = 20 ha

cm2

Detil 1:25.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (25.000)2

0.8 x 625 x 106 = 500 x 106 cm2

=

 

= 5 ha

Sangat Detil 1:5000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (5000)2

0.8 x 25 x 106

= = 20 x 106 cm2 = 20-1 ha

KELOMPOK :

Rusyda Dini Utami

Sanindya Rivaliati

Rose Novita Sari Handoko

Sahat Manatap Panusunan Samosir

KELAS

:

N

(115040200111005)

(115040200111032)

(115040201111055)

(115040201111078)

TUGAS SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN MINGGU KE-5

1.

Metode survei tanah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sintetik dan

o

o

analitik. Jelaskan persamaan dan perbedaan kedua pendekatan tersebut

Berikan contoh kedua pendekatan tersebut

Jawaban:

Pengertian Pendekatan Sintetik dan Pendekatan Analitik

Pendekatan sintetik adalah pendekatan ‘buttom-up’ atau memberi nama terlebih dahulu, baru kemudian mengelompokkannya.

Pendekatan analitik adalah pendekatan ‘top-down’ atau pendekatan yang dilakukan dengan cara membagi terlebih dahulu kemudian baru member nama.

Persamaan pendekatan sintetik dan pendekatan analitik yaitu dimana pendekatan kedua jenis ini sama-sama untuk mengamati karakteristik tanah pada masing-masing satuan peta atau pendekatan yang dilakukan yang bertujuan untuk membagi permukaan tanah sebagai suatu ‘kontinum’ ke dalam satuan-satuan tertentu dalam membuat peta tanah.

Perbedaan pendekatan sintetik dan pendekatan analitik , yaitu :

No.

Pembeda

Pendekatan Sintetik

Pendekatan Analitik

  • 1 Menentukan titik survei lahan,kemudian baru didelineasi

Cara Survei

Di delineasi dengan melihat melalui foto udara, baru menentukan titik survei lahan

  • 2 Jumlah titik survei

Banyak, karena setiap luasan petak yangdibuat harus di survei Sangat lama, karena

Sedikit, kurang lebih 3-4 titik dari tiap pengelompokkan hasil delineasi

  • 3 banyak titik yang harus di survei

Waktu

Singkat, karena survei yang dilakukan hanya beberapa titik

  • 4 Lebih detail, karena jumlah Detail, tetapi hasil yang

Hasil survei

titik survei banyak dan hasilnya lebih akurat

didapat tidak sedetail pendekatan sintetik

Perbedaannya yang lain dengan metode analitik dan metode sintetik, antara lain:

Pendekatan analitik: kegiatan yang menampilkan aktivitas dalam hal membedakan,

menguji, menggolongkan, menyusun, menguraikan, membandingkan, membuat deduksi, dan memeriksa. Pendekatan sintetik: kegiatan yang meliputi merancang, menggabungkan, menambah, membangun, mengembangkan, mengelola, merancang, dan membuat hipotesis.

Contoh pendekatan sintetik dan pendekatan analitik

Contoh pendekatan sintetik dan pendekatan analitik

2.

Dalam menyiapkan survei tanah dengan menggunakan pendekatan analitik, apa saja yang harus dilakukan?

Jawaban:

Pendekatan analitik ialah pendekatan ‘top-down’ atau pendekatan yang dilakukan dengan cara membagi terlebih dahulu kemudian baru member nama atau melakukan praduga/ perkiraan lebih dahulu kemudian melakukan survey dan memberi batasan.

Maka sebelum melakukan survey tanah dengan menggunakan pendekatan analitik ada beberapa hal yang kita lakukan terlebih dahulu yaitu sebagai berikut:

1.

Melakukan foto udara terlebih dahulu.

2.

Melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang dibuat tersebut.

3.

Pada teknik pelaksanaannya menggunakan metode fisiografi, yaitu dengan menentukan batas (mendeleniasi) satuan fisiografi atau wujud lahan (landform) terlebih dahulu sebelum ke lapangan.

Dalam pendekatan analitik ,pertama lanskape dibagi kedalam tubuh tanah ‘alami’, berdasarkan karakteristik eksternal seperti landform, vegetasi dan tanah permukaan. Setelah itu dilakukan penentuan karakteristik tanah pada masing masing satuan tersebut melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah. Pendekatan analitik berasal dari kata ‘analisis’ yang berarti membagi tubuh tanah ‘alami’ yang didasarkan pada sifat – sifat eksternal.

Dengan demikian tahapan dalam pendekatan analitik ini adalah:

Membagi lansekap ke dalam komponen komponen sedemikian rupa yang diperkirakan

akan memiliki tanah yang berbeda Melakukan karakterisasi satuan satuan yang dihasilkan melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah dilapang.

3.

Lihat pada peta landform Pujon dan sekitarnya di bawah. Gambaran relief wilayah tersebut disajikan pada peta di bawahnya (peta relief)

a

Diskusikan apakah pendekatan yang akan dipakai, jelaskan alasannya.

Dari hasil kelompok kami menggunakan pendekatan analitik. Hal ini dikarenakan kami belum bias menentukan komponen-komponen atau titik pada peta. Dikarenakan perlu dilakukannya pengamatan terlebih dahulu terhadap wilayahnya dan juga karena pendekatan analitik menggunakan metode fisiografi yang kan dilanjutkan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah. Yang selanjutnya dilakukannya pembagian lanskap dalam batas-batas dengan komponen-komponen yang diperkirakan akan mempunyai taksa atau jenis tanah yang berbeda. Dilakukannya klasifikadi dengan karakterisasi satuan-satuan yang didapat melaluia pengamatan dan pengambilan sampel tanah pada saat di lapang.

b. Jika akan melakukan survei tanah pada skala 1:25.000 plot pengamatan Saudara jika:

Menggunakan grid kaku

Dalam metode grid kaku, jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk menghasilkan jalur segiempat seluruh daerah survei. Metode grid kaku merupakan metode yang menggunakan prinsip pendekatan sintetik. Metode ini sangat cocok untuk survey intensif dengan skala besar, dimana penggunaan interpretasi foto udara sangat terbatas dan intensif pengamatan yang rapat memerlukan ketepatan penempatan titik pengamatan di lapangan ssat survey dan pada peta. Pengamatan tanah dilakukan dengan pola teratur, jarak pengamatan tergantung dari skala peta. Pada peta semi detail ( 1 : 25.000 ) dengan luas lahan 4.600 ha dan jumlah titik yang ideal adalah 184 titik, maka luas tiap 1 cm 2 pada peta mewakili 25 ha di lahan sebenarnya.

Menggunakan grid bebas

Dalam metode grid bebas, jarak pengamatan tidak perlu samadalam dua arah, namun tergantung pada fisiografi daerah survey. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, perlu pengamatan lebih rapat,sedangkan landform relatif seragam makajarak pengamatan dapat dilakukan berjauhan, dengan demikian dapat disimpulkan Kerapatan pengmatan disesuaikan dengan kebutuhan skala survei serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan. Metode ini biasanya dilaksanakan pada skala 1:12.500 sampai dengan 1: 25.000.Pelaksanaan survei ini diiawali dengan analisis fisiografi melalaui interpretasi foto udara secara detail.

Menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek.

Pengamatan pada daerah kunci (key area) merupakan daerah terpilih dalam suatu daerah survei yang di dalamnya secara berdekatan, terdapat sebanyak mungkin satuan peta yang ada dis eluruh daerah survei tersebut. Beberapa persyaratan untuk daerah kunci adalah :

  • a) Harus dapat mewakili sebanyak mungkin satuan peta yang ada di daerah survey lahan

  • b) Harus dibuat pada daerah di mana hubungan antara tanah dengan kenampakan bentang-alam

atau landform.

  • c) Daerah kunci tidak boleh terlalu kecil. (untuk survei tanah skala semi detail, sekitar 10-30 %

dan skala tinjau kurang lebih 5-20 % dari luas total)

  • d) mudah untuk dikunjungi dan diakses

Sedangkan untuk Transek merupakan daerah kunci sederhana dalam bentuk jalur atau rintisan yang mencakup sebanyak mungkin satuan peta atau satuan wujud-lahan.Transek tidak boleh sejajar dengan batas wujud-lahan. Dalam setiap survei tanah, umumnya selalu diperlukan bantuan daerah kunci, kecuali :

  • a) Daerah survei relatif sempit

  • b) Jika bentang-alamnya telah diketahui dengan baik

  • c) Jika seluruh daerah harus didatangi secara intensif (misalnya untuk survei irigasi)

  • d) Pada survei skala kecil, dimana delineasi wujud-lahannya sangat mudah

a) Daerah survei relatif sempit b) Jika bentang-alamnya telah diketahui dengan baik c) Jika seluruh daerah