Anda di halaman 1dari 17

Morfologi Bunga

Disusun Oleh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Bunga
Batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air .

Asal-usul Bunga
Bunga merupakan sistem percabangan batang yang mendukung daun-daun fertil dan steril. Pada bagian sumbu batang yang berbentuk aksis, terdapat : 1. Aksis utama 2. Tangkai bunga (pedicellus) 3. Dasar bunga (receptacle) Daun steril dapat berupa daun pelindung (brachtea), daun tangkai (brachteola), daun kelopak (sepal), dan daun makhkota (petal). Kedua terakhir disebut sebagai perhiasan bunga (perianthium). Daun fertil berupa 1. Benang sari (microsporofil = stamen) Sebagai unit dasar penyusun alat kelamin jantan (Androecium) 2. Daun buah (megasporofil = carpella) Sebagai unit dasar penyusun putik atau alat kelamin betina (Gynoecium)

Fungsi Bunga
Bunga merupakan alat reproduksi pada tumbuhan berbiji. Pada masa anthesis, bunga mengalami penyerbukan (polinasi), kemudian akan mengalami peristiwa pembuahan (fertilisasi), yang merupakan perkembangbiakan seksual atau generatif, dan akan menghasilkan buah dan biji. Buah dan biji di alam sebagai alat pencar (dispersal) untuk bermigrasi. Buah dan biji merupakan salah satu alat pencar dan migrasi tumbuhan sering disebut alat perkembangbiakan (organ reproductive, diaspora, propagule, disseminule )

Sifat Bunga
Tumbuh pada aksis (dari batang) yang beruas- ruas. Memiliki daun pelindung berupa brachtea (daun pelindung) atau seludang (spatha), fotosintetik Memiliki daun tangkai ( brachteola ),fotosintetik. Memiliki daun kelopak (sepal), umumnya memp. Berkas pengangkut 3 buah, fotosintetik. Memiliki daun makhkota (petal), umumnya memp. Berkas pengangkut 1 buah, memiliki antosean (zat warna) beragam. Alat kelamin pada bunga sempurna memiliki benang sari dan putik. Bagian bunga dapat tersusun acyclis, cyclis, hemicyclis Bagian bunga dapat bermetamorfose.

Bagian bunga
Bunga lengkap
Disusun oleh perhiasan bunga lengkap, artinya terdapat 1 lingkaran daun kelopak dan 1 lingkaran daun mahkota. Bila tidak ada salah satunya disebut bunga tidak lengkap (flos incompletus), dan bila tidak memiliki perhiasan bunga disebut bunga telanjang (flos nudus). Terdapat golongan tumbuhan yang bunganya tidak memiliki daun mahkota disebut Apetalae, misalnya keluarga Piperaceae.

Bunga sempurna Bunga yang memiliki alat kelamin yang lengkap yaitu benang sari dan putik sehingga bunga tidak sempurna dapat berupa berkelamin tunggal (unisexualis), yaitu bunga jantan (staminate floweri) atau bunga betina (pistilate flower) atau tidak berkelamin.

Bunga Lengkap
Bagian-bagian bunga sempurna. 1. Bunga sempurna, 2. Kepala putik (stigma), 3. Tangkai putik (stilus), 4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari), 5. Sumbu bunga (axis), 6. artikulasi, 7. Tangkai bunga (pedicel), 8.Kelenjar nektar, 9. Benang sari (stamen), 10. Bakal buah (ovum), 11. Bakal biji (ovulum), 12. , 13. Serbuk sari (pollen), 14. Kepala sari (anther), 15. Perhiasan bunga (periantheum), 16. Mahkota bunga (corolla), 17. Kelopak bunga (calyx)

Dasar bunga (receptacle atau torus)


Dasar bunga dianggap sebagai ujung batang atau percabangan yang berhenti pertumbuhannya, mendukung pertumbuhan perhiasan dan kelamin bunga. Pada bunga primitif seperti Polycarpicae (Ranales), dasar bunga bentuk tugu atau tiang (torus), Pada Rosaceae, berevolusi menjadi bentuk lempengan, Pada Leguminosae berujud mendatar, Pada Rutaceae berujud cakram (discus), Pada Myrtaceae dasar bunga melebar berkembang menjadi hipantium (hypanthium). Berdasarkan perkembangan dasar bunga tersebut, posisi bakal buah dan perhiasan bunga dapat bersifat, 1. Epigen, perigen atau hipogen untuk bakal buah 2. Superus, hemi inferus, dan inferus untuk perhiasan bunga

Kelopak (calyx)
Disusun oleh unit dasar berupa daun kelopak (sepal), Fungsi sebagai pelindung bunga pada waktu kuncup. Kelopak memiliki sifat mudah gugur(kecuali tumbuhan tertentu yang kelopaknya ikut menyusun buah, misalnya Solanaceae) Kelopak merupakan bagian yang berasal dari daun, terbukti masih bersifat fotosintetik (hijau), dan berkas pengangkutannya berjumlah 3 buah. Pada Malvaceae (Gossypium sp.dan Hibiscus rosa-sinensis) mempunyai kelopak tambahan (epicalyx). Antara daun kelopak satu dengan lainnya dapat lepas (polysepal) atau berlekatan (gamosepal). Bila bersifat gamosepal maka cuping kelopak dapat memiliki kondisi berbagi, bercangab, atau berlekuk. Berdasarkan simetrinya, kelopak dapat dibedakan antara : 1. Beraturan (actinomorf, reguler) Dapat berbentuk bintang, tabung, terompet, mangkuk, piala, corong, lonceng, dsb. 2. Setangkup tunggal (zigomorf) Dapat berbentuk taji (calcareus), berbibir (labiate)

Mahkota atau tajuk bunga (corolla)


Unit dasar : daun mahkota (petala) Bersifat non fotosintetik, berwarna-warni karena memiliki antosean, berkas pengangkut berjumlah 1 buah, dan memiliki antosian yang beragam. Memiliki andil besar terhadap hadirnya serangga polinator. Daun mahkota bersifat mudah gugur (caducous) jarang bertahan sampai menyusun buah. Petal satu dengan yang lainnya dapat memiliki kemungkinan 1. Lepas atau bebas (choripetal, dialypetal, polypetal),memiliki bagian kuku daun mahkota (unguis) dan helaian daun mahkota (lamina). 2. Berlekatan (sympetal, gamopetal, monopetal), membentuk tabung yang memiliki bagian tabung atau buluh corolla, pinggiran corolla, leher corolla. Mahkota bunga yang saling berlekatan dapat memiliki simetri : 1. Beraturan dan dapat memiliki bentuk bintang (stellate), tabung (tubuler), terompet (hynocrateriform), mangkuk (cerceolate), corong (infundibuliform), lonceng (campanulate). 2. Simetri satu dapat memiliki bentuk bertaji (calcareus), berbibir (labiate), berbentuk kupu-kupu (papilionaceus), bertopeng atau kedok (personate), pita (ligulate) Bunga yang tidak memiliki tajuk bersifat apetala sering disebut bunga telanjang (flos nudus).

Kelamin Bunga
Prototip bunga memiliki dua kelamin bunga, benang sari (stamen) dan putik (pistilum). Berdasarkan distribusi alat kelamin dapat dibedakan : a. Bunga banci atau berkelamin dua (hermaprodite) b. Bunga berkelamin tunggal (unisexualis) b.1. bunga jantan (flos masculus atau staminate flower) b.2. bunga betina (flos femininus atau pistillate flower) b.3. bunga mandul (tidak berkelamin = steril) Pada tumbuhan, distribusi seks dapat dibedakan : a. Berumah satu (monoecus), Setiap individu memiliki kelamin jantan dan betina b. Berumah dua (dioecus), Terdapat individu jantan dan betina. c. Poligami (polygamus), Terdapat individu jantan, betina, dan banci. Poligami memiliki variasi susunan kelamin bunga : gynodioecus, androdioecus, monoeco-polygamus, gynomonoecus, trioecus atau trioeco-polygamus.

Posisi bagian-bagian bunga


Bagian bunga satu terhadap yang lainnya dapat bersifat superposisi (berhadapan atau tumpang tindih) dan alternasi (berseling). Pada umumnya posisi bagian-bagian bunga adalah berseling, jarang yang bersifat superposisi. Simetri bunga Dalam penentuan simetri bunga harus diperhatikan adanya bidang simetri dan bidang median. Kondisi simetri bunga dapat beraneka ragam antara lain : a. Asimetri atau tidak simetri b. Setangkup tunggal (monosimetri atau zigomorf) Dibedakan antara : - setangkup tunggal - setangkup mendatar - setangkup miring c. Bilateral simetri atau disimetri d. Beraturan atau simetri banyak (polysimetri, reguler, actinomorf)

Susunan Bunga
Bunga pada batang tumbuhan dapat bersifat : 1. Bersifat tungggal (planta uniflora) 2. Bersifat banyak (planta multiflora) Dapat berupa : - Terpencar (flores sparsi) - Tukal (glomerulus) - Karangan bunga (inflorescentia atau anthotaxis ). Catatan : Pada Gymnospermae struktur bunga hanya berupa ruang pollen/serbuk sari (pollen chamber), yang berhubungan dengan lingkungan luar melalui liang (mikrofil ). Bagian bunga majemuk

Bagian bunga majemuk dapat dibedakan


1. Bagian yang menyerupai batang atau cabang; a. ibu tangkai bunga (pedunculus, pedunculus communis, rachis) b. rachilla, rachiola c. tangkai bunga (pedicellus) d. dasar bunga (receptacle) 2. Bagian yang berbentuk seperti lembaran daun; a. daun pelindung (brachtea atau spatha), b. daun tangkai (brachteola), c. daun kelopak (sepal), d. daun mahkota (petal), daun buah (carpella), e. benang sari (stamen = mikrosporofil),

Susunan bunga majemuk


Sumbu bunga (scapus) dapat bercabang atau tidak bercabang, bila bercabang dapat memiliki tipe perbungaan: a. monochasial, b. dichasial, dan c. pleiochasial. Berdasarkan mekarnya bunga pada karangan bunga dibedakan antara : 1. Bunga majemuk berbatas, yaitu karangan bunga yang bunganya mekar dari pinggir ke tengah percabangan (inflorescentia cymosa, centrifuga, difinita) 2. Bunga majemuk tak berbatas, yaitu karangan bunga yang bunganya mekar dari tengah (ujung) ke pinggir percabangan (inflorescentia racemosa, botryoides, centripetal)

Bunga majemuk berbatas


Berdasarkan pada percabangan tangkai induk (scapus) susunan bunga majemuk tidak berbatas, dapat bedakan : A. Scapus tidak bercabang: 1. tandan (racemus), 2. bulir (spica), 3. untai atau bunga lada (amentum), 4. tongkol (spadix), 5. payung (umbella), 6. cawan (corymbus atau anthodium), 7. bongkol atau kepala (capitulum), 8. periuk (hypanthium). B. Scapus bercabang: 1. malai (panicula), 2. malai rata (corymbus ramosus), 3. payung majemuk (umbella composita), 4. tongkol majemuk, 5. bulir majemuk.

Bunga majemuk tak berbatas


Berbagai macam susunan bunga majemuk berbatas dapat digolongkan berdasarkan pada susunan percabangan dan posisi bunga, antara lain: 1. anak payung menggarpu (dichasium), 2. tangga atau bercabang seling (cincinus), 3. sekrup (bostryx), 4. sabit (drepanium), 5. kipas (rhipidium), 6. berkarang (verticillata).