Anda di halaman 1dari 5

ISOLASI MIKROBA DAN UJI ANTIMIKROBIAL PADA SAYAP LALAT

Santi Sri Rahayu


Program Studi Teknik Kimia Produksi Bersih, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ds. Ciwaruga, Kabupaten Bandung Barat e-mail : ayu.santisri@gmail.com

ABSTRAK
Lalat merupakan jenis serangga yang termasuk ke dalam ordo Diptera. Penciptaan lalat dijelaskan dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 26 dan Al Hajj ayat 73. Lalat hidup di tempat yang kotor, sampah, ataupun pada suatu bahan yang busuk. Dalam tubuh lalat terdapat bakteri-bakteri yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Tetapi, lalat tetap dapat hidup meski di tubuhnya terdapat berbagai macam bakteri. Sayap lalat diuji untuk mengetahui jenis mikroba dan antimikroba yang terkandung di dalamnya. Pengujian ini berdasarkan prinsip mikrobiologi menggunakan sistem inokulasi, isolasi, dan uji antimicrobial Kata kunci : lalat, sayap lalat, bakteri patogen, uji antimicrobial, Al Baqarah, Al Hajj

I.

Pendahuluan
Lalat rumah (Musca domestica) adalah jenis serangga yang termasuk ordo diptera dan famili muscidae. Lalat rumah memiliki tubuh kecil, berwarna hitam, dan pada bagian dadanya terdapat 4 garis tipis kehitaman. Tipe mulut dari lalat rumah adalah lekat isap dan tidak dapat menggigit. Lalat rumah memiliki belalai seperti bunga karang, cuping besar, rapat dengan alur yang bercabang-cabang yang disebut trakea semu. Pada umumnya lalat memiliki sepasang sepasang sayap asli dan sepasang sayap kecil yang berguna untuk menjaga stabiltas ketika terbang. Dalam salah satu ayat Alquran disebutkan bahwa, Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan

seekor nyamuk atau daging yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenararan dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini? dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkanNya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberiNya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik. Lalat sangat mengandalkan penglihatannya untuk bertahan hidup. Mata lalat terdiri dari sepasang mata besar yang kompleks. Setiap mata kompleks tersebut terdiri dari 3000 - 6000 mata sederhana. Lalat tidak dapat memusatkan perhatian pada sebuah objek tertentu dari lingkungan sekitarnya, namun justru memiliki pandangan hampir ke segala penjuru arah. Selain itu, lalat juga memiliki tiga mata tambahan sederhana yang disebut ocelli. Ocelli ini terletak diantara dua mata majemuk. Fungsi kerjanya mirip kompas, dengan mata ini lalat dapat mengetahui arah terbangnya. Namun ocelli dapat bekerja maksimal di daerah yang diterangi sinar matahari. Oleh sebab itu, lalat aktif pada siang hari karena daya penglihatannya maksimal. Seekor lalat dapat terbang mencapai 0,8 3,2 Km. Lalat makan dengan cara menjilat cairan atau setengah cairan. Bila bahan makanan merupakan padatan, maka lalat akan lebih dulu melunakkannya dengan getah air liur. Lalat berkembang biak secara bertelur. Lalat betina dapat menghasilkan telur sebanyak 120-130 butir setiap kali bertelur. Lalat cepat berkembang biak pada bulan Juni, Agustus, dan September. Lalat rumah jarang berkembang biak di bangkai. Terdapat empat siklus hidup lalat, yaitu : telur, larva, kepompong, dan lalat dewasa. Siklus tersebut termasuk metamorphosis sempurna. Lalat betina akan menyimpan telurtelurnya pada tempat yang mengandung material organic. Kemudian, telur tersebut akan menetas dalam waktu beberapa jam. Waktu berkembangnya larva tergantung pada spesies, suhu lingkungan, jenis dan jumlah makanan. Memasuki fase kepompong, larva lalat akan membuat lubang di tanah atau bersembunyi di suatu objek dan akan terbentuk suatu selubung seperti kapsul yang disebut puparium. Setelah 10 hari, lalat akan mendesak bagian selubung puparium sehingga dapat keluar dan menjadi lalat dewasa. Air menjadi bagian terpenting dalam kehidupan lalat. Lalat tidak mungkin hidup tanpa air lebih dari 48 jam.

Lalat dewasa sangat aktif pada siang hari (pada suhu 20-250C) dan pada malam hari akan istirahat. Lalat merupakan serangga yang bersifat fototropik yaitu menyukai cahaya. Pada malam hari tidak aktif, namun dapat aktif dengan adanya sinar buatan. Lalat rumah merupakan perantara aktif dalam penyebaran bakteri yang dapat menimbulkan infeksi pada mulut, usus, dan berbagai macam sakit perut pada manusia. Ketika hinggap pada suatu permukaan, lalat mengeluarkan ludah dan tinja yang membentuk titik hitam. Tanda-tanda ini merupakan hal yang penting untuk mengenal tempat lalat istirahat. Rasulullah SAW bersabda, Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad). Dalam riwayat lain: Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya (HR. Ahmad, Ibn Majah). Dalam surat Al Hajj ayat 73, Allah berfirman,Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. . Ayat tersebut menjelaskan tentang kekuatan enzim yang luar biasa dalam proses pencernaan dan penyebaran bakteri, serta proses perubahan zat kimia pada makanan yang sangat cepat. Makna dari tidak dapat merebutnya kembali adalah tidak mampu mengembalikan makanan kepada seperti semula karena terjadi rentetan perubahan kimia melalui enzim yang meluluhkan zat kimia makanan. Juga merubah komponen makanan yang lengkap menjadi komponen biasa.

II.

Tujuan
a. Mengetahui ayat Alquran mengenai penciptaan lalat. b. membuktikan sistem antibody dan antimicrobial yang terdapat dalam lalat, terutama pada bagian sayap lalat. c. Dapat mengambil hikmah dari penciptaan lalat bagi kehidupan manusia.

III.

Metode
Metode yang digunakan dalam penentuan bakteri dan antimikroba pada sayap lalat dilakukan secara mikrobiologis. Menggunakan media pertumbuhan untuk

mengembangbiakkan bakteri. Setelah itu dilakukan isolasi mikroba untuk mengetahui jenis mikroba tersebut. Uji antimicrobial dilakukan dengan menggunakan bakteri tertentu, lalu diuji seberapa besar sayap lalat dapat menghambat pertumbuhan mikroba.

IV.

Hasil dan Pembahasan


Hasil dari penelitian ini didapatkan setelah dilakukan uji isolasi mikroba dan antimikroba pada sayap lalat.

V.

Simpulan
Lalat merupakan jenis serangga yang termasuk ordo Diptera dan proses penciptaannya sudah dijelaskan di dalam Alquran yang telah diturunkan ke bumi 14 abad yang lalu. Lalat memiliki suatu sistem antimikroba untuk mempertahankan diri dari mikroba pathogen yang terdapat di dalam tubuhnya. Kecepatan dan penglihatan yang dimiliki oleh lalat menunjukkan kebesaran Allah swt dalam menciptakan makhluk yang sempurna.

VI.

Daftar Pustaka
Akhmad, Chairul. 2012. Mukjizat Alquran : Penciptaan Lalat dalam http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/02/20/lznzuqmukjizat-alquran-penciptaan-lalat Hassan, Nabil. 2012. Morfologi Lalat dalam http://naboyarista.blogspot.com/2012/11/asal-mula-kehidupan-di-bumi-bab5.html

http://naboyarista.blogspot.com/2012/11/asal-mula-kehidupan-dibumi-bab-5.html MORFOLOGI LALAT "BAB5" Senin, 12 November 2012 Nabil Hassan


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/02/20/lznzuq-mukjizat-alquranpenciptaan-lalat Chairul Akhmad Home > Alif > Khazanah

Mukjizat Alquran: Penciptaan Lalat


Senin, 20 Februari 2012, 07:05 WIB