Anda di halaman 1dari 2

Laporan Jigsaw 1 Pada jigsaw kali ini kita akan membahas tentang troponin T, creatinin kinase dan CK-MB.

Pertama yang akan kita bahas adalah troponin T yaitu protein spesifik yang di temukan dalam otot jantung dan otot rangka. Troponin ini di temukan di selsel miokardium. Troponin ini di bagi menjadi tiga, troponin C, troponin T dan troponin I. Troponin C memiliki berat molekul 18.000 dalton dan berfungsi mengikat dan mendeteksi ion kalsium yang mengatur kontraksi. Troponin T memiliki berat molekul 24.000 dan berfungsi untuk mengikat aktin. Troponin I memiliki berat molekul 37.000 dalton yang berfungsi mengikat tropomiosin dan bekerja bersamaan troponin T sehingga aktin dan miosin dapat bekerja. Uji troponin digunakan untuk membantu mendiagnosis serangan jantung dan mendeteksi cidera miokardium. Selain troponin uji lab yang selama ini sering di lakukan adalah uju CK-MB dan laktat dehidrogenase (LDH) namun sering menimbulkan hasil positif palsu dan merupakan cidera otot lain. Nilai normal dari troponin adalah <16U/dl dan akan terjadi kenaikan bila ada cidera otot jantung. Kadar troponin ini akan meningkat pada 3-4 jam setelah cidera dan dapat tetap tinggi selama 1-2 minggu. Troponin jatung dapat di ukur dengan menggunakan immunoassay. Spesimen untuk pengukuran troponin berupa darah lengkap atau serum. Selanjutnya kita akan membahas tentang CK-MB. CK-MB adalah isoenzim yang memiliki masa 86.000dalton yang banyak terdapat pada sel otot jantung dan di lepaskan ke peredaran darah saat terjadi infark miokard. Kemunculan CK-MB dalam serum mengisyaratkan asal dari miokardium, terutama pada situasi klinis dengan keluhan nyeri dada dan perubahan pada hasil EKGnya. CK MB serum meningkat dalam 4-6 jam dan mencapai puncaknya dalam 18-24 jam (>6kali dari kadar normalnya) dan akan kembali normal dalam waktu 3-4 hari, kecuali jika terjadi peluasan infark. Uji CK MB menggunakan spesimen darah serum atau plasma heparin dari darah vena. Pengambilan spesimen ini sebaiknya di lakukan sebelum di lakukan injeksi intra muskular (IM) dan sampel serum tersebut harus bebas dari hemolisis untuk mencegah pencemaran oleh edenilat kinase dan di simpan dalam keadaan beku bila tidak langsung di lakukan pengujian. Dan yang terahir yaitu creatinin kinase (CK). Creatinin kinase adalah enzim yang di temukan dalam kosentrasi tinggi dalam otot jantung dan rendah dalam jaringan otak. Fungsi dari creatinin kinase itu sendiri yaitu untuk mempertahankan banyaknya jumlah energi yang terfosforilasi yang di gunakan untuk mengembalikan jumlah ATP yang telah di gunakan untuk kontraksi otot. Creatinin kinase terdiri dari dua jenis yaitu creatinin kinase B (brain) dan cretinin kinase M (muscle) dan tiap jenisnya memiliki molekul seberat 43.000dalton. Perpaduan dari ketiga jenis creatinin kinase ini hanya menghasilkan tiga jenis isoenzim creatinin kinase yaitu CK-BB,CK-MB dan CK-MM. CK-BB paling banyak terdapat di otak dan dalam jumlah kecil terdapat di paru-paru, lambung, prostat, saluran pencernaan dan kandung

kemih. CK-MB paling banyak terdapat di otot jantung tetapi dalam jumlah sedikit CKMB juga terdapat di paru-paru, usus halus, uterus, prostat, dan otot skeletal yang sehat. CK-MM kosentrasi paling banyak terdapat pada otot skeletal. Kosentrasi dari creatinin kinase mulai meningkat 3-8 jam setelah terjadinya tanda dan gejala, memuncak pada 10-30 jam dan kembali normal dalam 3-4 hari. Jadi uji laboratorium untuk mengetahui terjadinya infark miokard akut dapat di lakukan melalui uji troponin T, creatinin kinase, dan CK-MB. Troponin T yaitu protein spesifik yang di temukan dalam otot jantung dan otot rangka. Troponin ini di temukan di sel-sel miokardium. CK-MB adalah isoenzim yang memiliki masa 86.000dalton yang banyak terdapat pada sel otot jantung dan di lepaskan ke peredaran darah saat terjadi infark miokard. Kemunculan CK-MB dalam serum mengisyaratkan asal dari miokardium, terutama pada situasi klinis dengan keluhan nyeri dada dan perubahan pada hasil EKGnya. Creatinin kinase adalah enzim yang di temukan dalam kosentrasi tinggi dalam otot jantung dan rendah dalam jaringan otak. Fungsi dari creatinin kinase itu sendiri yaitu untuk mempertahankan banyaknya jumlah energi yang terfosforilasi yang di gunakan untuk mengembalikan jumlah ATP yang telah di gunakan untuk kontraksi otot.

REFERENSI Clarke, R. (2005). At a glance fisiologi. Jakarta: Erlangga. Evelyn, C. (2006). Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Gibson, J. (2002). Fisiologi dan anatomi modern untuk perawat edisi 2. Jakarta: EGC. Setiadi. (2007). Anatomi dan fisiologi manusia. Yogyakarta: Graha ilmu. Sherwood, L. (2001). Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC. Syaifudin. (2000). Anatomi fisologi untuk mahasiswa keperawatan. Jakarta: EGC.