Anda di halaman 1dari 3

Dalam birokrasi pemerintah dikenal jabatan karier, yakni jabatan dalam lingkungan birokrasi yang hanya dapat diduduki

oleh PNS. Jabatan karier dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: 1. Jabatan Struktural, yaitu jabatan yang secara tegas ada dalam struktur organisasi. Kedudukan jabatan struktural bertingkat-tingkat dari tingkat yang terendah (eselon IV/b) hingga yang tertinggi (eselon I/a). Contoh jabatan struktural di PNS Pusat adalah: Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Biro, dan Staf Ahli. Sedangkan contoh jabatan struktural di PNS Daerah adalah: sekretaris daerah, kepala dinas/badan/kantor, kepala bagian, kepala bidang, kepala seksi, camat, sekretaris camat, lurah, dan sekretaris lurah. 2. Jabatan Fungsional, yaitu jabatan teknis yang tidak tercantum dalam struktur organisasi, tetapi dari sudut pandang fungsinya sangat diperlukan dalam pelaksansaan tugas-tugas pokok organisasi, misalnya: auditor (Jabatan Fungsional Auditor atau JFA), guru, dosen, dokter, perawat, bidan, apoteker, peneliti, perencana, pranata komputer, statistisi, pranata laboratorium pendidikan, dan penguji kendaraan bermotor.
"Jabatan struktural adalah jabatan yang tertera dalam struktur hierarkhis dalam lembaga2 pemerintahan, sedangkan jabatan fungsional adalah jabatan2 profesi teknis tertentu dalam lembaga2 pemerintahan." Saya hanya hendak menambahkan perbedaan yang sudah ditulis. Pejabat struktural mempunyai kewenangan dan tanggung jawab dalam sistem administrasi penyelenggaraan pemerintahan. Pejabat fungsional tidak. Sehingga dengan demikian, pejabat struktural mempunyai spesialisasi dalam bidang kewenangan dan tanggung jawab administrasi pemerintahan. Pejabat fungsional mempunyai spesialisasi yang berkaitan dengan fungsi2 tertentu yang dianggap strategis. Namun harus disadari yang lebih penting adalah memperbaiki hubungan dan standar bagi kedua jenis jabatan tersebut. karena perbedaan yang disebutkan saat ini dalam setiap jawaban mungkin akan berbeda di masa depan sesuai dengan perkembangannya. Jadi harus diingat bahwa jawaban2 yang ada hanyalah mutlak benar untuk satu kurun waktu tertentu sebelum ada perubahan.

1. Dalam Kenaikan Pangkat Jabatan Struktural sekali 4 tahun, sedangkan Jabatan Fungsional sekali 2 tahun. 2. Setiap bulan PNS yang menduduki jabatan Fungsional mendapatkan tunjangan Fungsional yang sudah ditentukan besarnya. 3. Ada Penilaian khusus untuk jabatan fungsional, biasanya disebut kredit point dan harus dicapai sesuai dengan standar yang ditentukan 4. PNS yang menjabat sebagai Fungsional seperti Guru dan Pegawai Kesehatan, sedang PNS yang menjabat sebagai Struktural Pegawai Kantor

materi referensi:
Pengalaman di Lapangan

Jabatan Fungsional
Jabatan Fungsional dalam susunan PNS di Indonesia ada 2 macam:

Jabatan Fungsional tertentu (yang memiliki profesi tertentu : Dosen, dokter, hakim, peneliti, apoteker, guru, Pranata Laboratorium Pendidikan dll. Jabatan Fungsional Umum biasa disebut tenaga administrasi yang pada umumnya melaksanakan kegiatan ketata-usahaan.

JABATAN FUNGSIONAL = PROFESI TERTENTU


Seorang profesional harus mempunyai keahlian di bidangnya yang menandai kompetensi yang dimiliki berdasarkan kualifikasi yang ditentukan. Dalam peraturan kepegawaian Indonesia jabatan fungsional / profesi tidak boleh dirangkap dengan jabatan yang lain baik fungsional maupun struktural. Dosen tidak boleh menjadi hakim-dokter dll

JABATAN FUNGSIONAL DITETAPKAN OLEH PEMERINTAH ( MENEGPAN)


Diusulkan oleh Kementerian/Lembaga Pemerintah yang terkait.( dilengkapi dgn naskah akademik dan rancangan Permen tentang substansi jabatan fungsional yang diusulkan. Usulan tersebut dibahas bersama secara intensif oleh Kemenegpan,BKN dan instansi pengusul. Jika usulannya diterima dan penjelasan serta kerangka substansi pengaturannya telah disetujui maka bisa diterbitkan Permenagpan ttg jabatan fungsional tsb. Setelah SK Penetapan Kemenegpan ttg Jabatan Fungsional telah terbit maka Instansi Pengusul / Pembina Jabfung ybs harus menyiapkan Rancangan Juklak Menengpan tsb dalam bentuk Peraturan Bersama Instansi Pembina dan BKN sebagai pembina dan pengelola pegawai secara nasional. Agar Juklak yang ada bisa dilaksanakan dengan baik ( tanpa keraguan kerancuan pemahaman yang menghambat kelancaran pelaksanaannya) maka instansi pembina perlu membuat Petunjuk Teknik Pelaksanaan dari Juklah dan SK Kemenenpan.

Sumber : Bahan ajar P. Mashuri Perbedaan jabatan fungsional umum dan jabatan fungsional tertentu. Fungsional Umum
1. 2. 3. 4. Karier pangkat tertinggi berdasarkan ijazah. Ujian dinas dipersyaratkan untuk kenaikan golongan Ujian penyesuaian ijazah dipersyaratkan bagi yg selesai studi lanjut untuk kenaikan golongan Tunjangan fungsional berdasarkan golongan

Fungsional khusus
1. Karier pangkat /jabatan dengan angka kredit. pangkat tertinggi Pembina Utama Muda, IV/c (PLP Ahli); dan Penata Tk I, III/d (PLP terampil) 2. Dibebaskan dari ujian dinas dan penyesuaian ijazah 3. Tunjangan jabatan berdasarkan jenjang jabatan

Sumber : Materi Ajar Bu Garti tentang Profesionalisme Dan Sistem Karier PLP
Kemudian dalam pelaksanan PP no 16 tahun 1994 jo PP no 40 tahun 2010 tersebut dipandang perlu diadakan pengelompokan jabatan fungsional menurut pengangkatan dan angka kredit, maka

diterbitkan SK kepala BKN yang membagi jabatan fungsional dalam 2 kelompok: KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 10 TAHUN 2005 Jabatan fungsional adalah : a.Jabatan fungsional tertentu yang pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit; dan b.Jabatan fungsional umum yang untuk pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkatnya tidak disyaratkan dengan angka kredit. Contoh jabatan fungsional umum misalnya operator telepon, operator komputer, pengetik, pesuruh, bendehara, admin, supis, satpol pp dll, contoh jabatan fungsional tertentu atau khusus misalnya peneliti, dosen, dokter, pustakawan, perencana, pranata komputer dll.