Anda di halaman 1dari 2

Riwayat penyakit jantung dan respirasi adalah 1,6 sampai 1,8 Mg/kg berat badan ideal perhari.

Pasien lansia memerlukan 20 smpai 30% lebih sedikit. Biasanya dosis untuk lansia dimulai tidak lebih dari 50 Mg/hari, dengan dosis ditingkatkan 25 Mg dalam interval minimal 6 minggu. Dosis rendah ini direkomendasikan karena adanya peningkatan kecepatan metabolik secara mendadak dan kebutuhan untuk peningkatan curah jantung dapat menjadi faktor presipitasi terjadinya angina, infark miokardium, gagal jantung kongestif, atau disritmia. Jika pasien tidak menunjukkan manifestasi dekompensasi jantung setelah 6 minggu, dosis dapat ditingkatkan 0,025 Mg/hari. Perawat harus memantau adanya koma miksedema padaklien, suatu fase akhir hipiteroidisme yang tidak tertangani yang dapat mengancam jiwa. Koma miksedema awalnya menunjukkan manifestasi hipoteroid yang lebih besat, termasuk hipotermia, bradikardi, hipotensi, dan penurunan tingkat kesadaran. Karena penurunan metabolisme insulinnya, pasien-pasien ini dapat mengalami peningkatan kadar insulin, yang menyebabkan hipoglikemi. Koma dapat dipicu oleh terpajan dingin, infeksi, trauma, pembedahan, atau stresor-stresor yang lain. Hal ini juga dapat terjadi pada klien lansia yang menghentikan terapi sulih hormon tiroidnya karena hipotiroidisme meningkatkan sensitivitas terhadap obat, opiat, barbiturat, dan anastesi yang dapt menimbulkan komplikasi. Pengajaran pasien Pasien dengan tirotoksikosis harus diajarkan tentang tanda dan gejala terjadinya kembali hipotiroidisme juga karena penyakit Graves dan penanganannya dapat menimbulkan hipitiroidisme, pasien-pasien ini harus diajarkan tentang tanda dan gejala hipotiroidisme. Pasien dengan hipotiroidisme harus memahami tentang manifestasi tirotoksikosis karena sulih hormon tiroid dapat menyebabkan gejalagejala dari gangguan tersebut mereka juga perlu mengetahui menifestasi dari hipotiroid karena sulih hormon tiroid mungkin tidak cukup untuk mempertahankan kondisi eutiroid. Komponen lain yang harus dimasukkan kedalam perencanan pulang adalah pentingnya perawatan lanjutan secara teratur untuk mengevaluasi fungsi tiroid untuk sisa kehidupan pasien. Pasien juga harus diajarkan tentang nama, dosis yang dianjurkan,dan potensial efek samping dari pengobatan untuk mempertahankan kondisi eutiroid. 3. pencegahan Tersier Untuk meningkatkan rehabilitasi dan kembali pada gaya hidup yang normal dan sehat, pasien dengan gangguan tiroid harus menerima pengobatan yang berkelanjutan untuk memfasilitasi pemeliharaan kondisi eutiroid. Karena fungsi tiroid berfluktuasi,tindak lanjut perawatan secara teratur harus dianjurkan dan kemungkinan untuk menggunakan pelayanan kunjungan perawatan perlu dipertimbangkan. Program perawatan dilakukan secara individula berdasarkan manifestasi pasien dan harus dilakukan untuk membantu pasien untuk mempertahankan tingkat kesejahteraan yang optimal. Rangkuman Perubahan Normal Pada Sistem Endokrin Akiabat Penuaan Tabel Perubahan Normal yang Berhubungan Implikasi Klinis dengan Penuaan Kadar glukosa darahmeningkat Ambang batas ginjal untuk glukosa meningkat Residu urin didalam kandung kemih Glukosa darah puasa 140 mg/dL dianggap normal Kadar glukosa darah 2 jam PP 140-200 mg/dL dianggap normal Pemantauan glukosa urin tidak dapat

meningkat Kelenjar tiroid menjadi lebih kecil Produksi T3 dan T4 sedikit menurun Waktu paruh T3dan T4 meningkat 1.

diandalkan Serum T3 dan T4 tetap stabil