Anda di halaman 1dari 35

PEMBIMBING : DR. CHARLES ANTONI SILALAHI, SP. A DISUSUN OLEH : CYNTHIA KARAMINA ELVIA 030.08.

072 KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK RSUD BEKASI PERIODE 1 APRIL 2013 8 JUNI 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

Laporan Kasus
IDENTITAS PASIEN
Nama Umur Jenis Kelamin : : : An. DS 8 tahun Perempuan

Alamat
Agama

:
:

Bekasi
Islam

Hubungan dengan orangtua anak kandung.

Laporan Kasus
Identitas Ayah : Identitas Ibu :

Nama Umur Pekerjaan Pendidikan Agama Suku Alamat

: Tn. A : 40 tahun : Wiraswatsa : SMA : Islam : Sunda : Bekasi

Nama Umur Pekerjaan Pendidikan Agama Suku Alamat

: Ny. A : 35 tahun : Ibu rumah tangga : SMA : Islam : Sunda : Bekasi

Riwayat Perjalanan Pernyakit


Keluhan Utama panas sejak 3 hari SMRS Keluhan Tambahan sakit kepala, sakit perut, mual, muntah.
2 hari SMRS pasien berobat ke dokter & diberi paracetamol. Keluhan berkurang, namun timbul lagi, sehingga 1 hari SMRS pasien kembali berobat ke dokter. Selama sakit, nafsu makan pasien berkurang. Lalu pasien dibawa ke RSUD Bekasi keesokan harinya. Pasien tidak ada riwayat pergi ke luar kota sebelumnya. Di rumah, kakak pasien baru saja sembuh dari DBD. Selain itu pasien juga mengeluh lemas, sakit kepala, mual dan muntah sehabis makan. BAK dan BAB tidak ada keluhan. Pasien datang panas sejak 3 hari SMRS, timbul mendadak & terus menerus sepanjang hari tetapi tidak diukur. Demam tanpa kejang & penurunan kesadaran.

Riwayat Penyakit Yang Pernah Diderita


Penyakit
Diare Otitis Radang paru Tuberkulosis Kejang Ginjal Jantung Darah Difteri

Umur

Penyakit
Morbili Parotitis Demam berdarah Demam tifoid Cacingan Alergi Kecelakaan Operasi Lain-lain

Umur

Riwayat Penyakit pada Anggota Keluarga Lain : kakak pasien baru saja sembuh dari sakit demam berdarah.

Riwayat Kehamilan & Kelahiran


KEHAMILAN Perawatan Antenatal : teratur (Bidan) Penyakit Kehamilan : disangkal KELAHIRAN Tempat Kelahiran Penolong Persalinan Cara Persalinan Masa Gestasi Keadaan Bayi
Berat badan lahir Panjang badan lahir Kelainan bawaan

: rumah bersalin : bidan : spontan pervaginam : cukup bulan


: 3200 gram : 48 cm : disangkal

Riwayat Tumbuh Kembang


Pertumbuhan gigi pertama Psikomotor Tengkurap Duduk Merangkak Berdiri Berjalan : 7 bulan : 6 bulan : 7 bulan : 8 bulan : 9 bulan : 10 bulan

Berbicara Membaca

: 12 bulan : 5 tahun

Kesan : perkembangan sesuai dengan usia.

Riwayat Imunisasi
BCG DPT Polio Campak Hepatitis B : 1 bulan : 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan : 0 bulan, 1 bulan, 4 bulan : 9 bulan : 0 bulan, 3 bulan

Kesan : Imunisasi dasar menurut PPI lengkap.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : tampak sakit sedang
Tanda Vital Kesadaran Frekuensi Nadi Tekanan darah : kompos mentis : 90 x/menit : 110/70 mmHg

Frekuensi Pernafasan : 24 x/menit Suhu tubuh Data Antropometri Berat Badan Tinggi Badan : 25 kg : 145 cm : 39 C

Pemeriksaan Sistemik
KEPALA Bentuk : Rambut Mata ikterik. Telinga : Hidung : Mulut : kering,
LEHER Normocephali : Rambut hitam, tidak mudah dicabut, distribusi merata. : Pupil bulat, isokor, konjungtiva hiperemis, sklera tidak Normotia, liang telinga lapang/lapang, serumen -/-. Bentuk biasa, lapang/lapang, sekret(-). Mukosa bibir kering, sianosis (-), lidah tidak kotor & tidak Tonsil T1-T1. : KGB tidak teraba membesar.

THORAKS Ins : Pergerakan dinding dada simetris Pal : Vokal fremitus simetris kanan = kiri Per : Sonor kanan = kiri Aus : Pulmo : BND vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/Cor : BJ I & II normal, murmur -, gallop -

Pemeriksaan Sistemik
ABDOMEN Ins : Perut tampak datar . Aus : Bising usus (+) 6x/menit. Pal : Supel, nyeri tekan (-), hepar & lien tidak teraba membesar. Per : Timpani, nyeri ketok (-). EKSTREMITAS Akral hangat Sianosis (-) Capillary refill < 2 detik Turgor cukup

KULIT Uji Torniquet (Rumple Leed) : Positif (+)

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan :
Darah Tepi : Hemoglobin (Hb) Leukosit (L) Trombosit (T) Hematokrit (Ht) Elektrolit : Natrium (Na) Kalium (K) Clorida (Cl) Gula Darah Sewaktu (GDS)

Nilai :
15 gr/dl 4.000 /L 65.000 /L 46 %

136 4,1 104


90 g/dl

Resume
Seorang pasien perempuan, usia 8 tahun, gizi baik, datang dengan keluhan panas sejak 3 hari SMRS, timbul mendadak dan terus menerus sepanjang hari, tidak diukur tetapi demam tidak disertai kejang dan penurunan kesadaran. Selain itu pasien juga mengeluh lemas, sakit kepala, mual dan muntah sehabis makan. BAK dan BAB tidak ada keluhan. 2 hari SMRS pasien berobat ke dokter dan diberi paracetamol. Keluhan berkurang, namun timbul lagi, sehingga 1 hari SMRS pasien kembali berobat ke dokter. Selama sakit, nafsu makan pasien berkurang. Lalu pasien dibawa ke RSUD Bekasi keesokan harinya. Pasien tidak ada riwayat pergi ke luar kota sebelumnya. tetapi di rumah pasien, kakak pasien baru saja sembuh dari demam berdarah.

Resume
TANDA VITAL : Keadaan Umum Kesadaran Frekuensi nadi Tekanan darah Frekuensi Pernafasan Suhu tubuh : Tampak sakit sedang : Kompos mentis : 90x/menit : 110/70 mmHg : 24x/menit : 39 C

MATA THORAKS

: Pupil bulat, isokor, konjungtiva hiperemis, sklera tidak ikterik. : Ins Pal Per Aus : Pergerakan dinding dada simetris : Vokal fremitus simetris kanan = kiri : Sonor kanan = kiri : Pulmo :BND vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/Cor :BJ I & II normal, murmur -, gallop -

ABDOMEN

: Ins : Perut tampak datar . Aus : Bising usus (+) 6x/menit. Pal : Supel, hepar & lien tidak teraba membesar, nyeri tekan (-). Per : Timpani, nyeri ketok (-).
: Uji Torniquet (+)

KULIT

Resume
Pemeriksaan :
Darah Tepi : Hemoglobin (Hb) Leukosit (L)

Nilai :
15 gr/dl 4.000 /L

Trombosit (T) Hematokrit (Ht)


Elektrolit : Natrium (Na)

65.000 /L 46 %
136

Kalium (K) Clorida (Cl)


Gula Darah Sewaktu (GDS)

4,1 104
86 g/dl

Diagnosis Kerja : DHF grade I Diagnosis Banding :

Demam Dengue Demam Chikungunya


Pemeriksaan Anjuran :
Laboratorium :
Darah rutin seri DHF per 12 jam Dengue blot test Elektrolit

Foto Roentgen

Penatalaksanaan : Rawat inap Diet : Lunak (bubur) IVFD : RL 37 tetes makro per menit (1 jam pertama) MM/ : Ranitidine 1mg/kg BB Ondancentron 0,2 mg/kg BB nb : awasi tanda-tanda vital, diuresis Paracetamol 20 mg/kg BB dan gejala overload cairan.

Prognosis :
Ad Vitam Ad Sanationum Ad Fungtionum : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam

Tinjauan Pustaka

Dengue Hemorrhagic Fever

Dengue Hemorrhagic Fever


DEFINISI Penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue & ditularkan melalui gigitan nyamuk Ae. Aegypti. ETIOLOGI Virus dengue (genus flavivirus, famili Flaviviridae). Memiliki 4 serotipe : DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. VEKTOR DBD Nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk Aedes Albopictus & spesies lain kurang berperan.

Patofisiologi
Tanggapan terhadap infeksi :
Aktivasi sistem komplemen zat anafilatoksin peningkatan permeabilitas kapiler dan terjadi perembesan plasma dari ruang intravaskular ke ruang ekstravaskuler (PLASMA LEAKAGE). Agregasi trombosit jumlah trombosit menurun kelainan fungsi trombosit sebagai akibat mobilisasi sel trombosit muda dari sumsum tulang. Kerusakan sel endotel pembuluh darah merangsang faktor pembekuan.

Patofisiologi
Ketiga faktor diatas menyebabkan :

Peningkatan permeabilitas kapiler perembesan plasma, hipovolemia dan syok adanya cairan di dalam rongga pleura dan rongga peritoneal yang berlangsung singkat (24-48 jam). Kelainan hemostasis, yang disebabkan oleh vaskulopati, trombositopenia, dan koagulopati perdarahan hebat.

Kriteria Diagnosis DHF ( WHO 1997 )


Kriteria Klinis : 1. Demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas berlangsung terus menerus selama 2-7 hari 2. Terdapat manifestasi perdarahan, termasuk uji tourniquet positif, petekie, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena. 3. Hepatomegali 4. Syok, nadi kecil dan cepat dengan tekanan nadi 20 mmHg, atau hipotensi disertai gelisah dan akral dingin.

Kriteria Laboratorium : 1. Trombositopenia (100.000/l atau kurang ). 2. Hemokonsentrasi (kadar Ht 20% menurut standar umur dan jenis kelamin).

Dua gejala klinis pertama ditambah dua gejala laboratorium dianggap cukup untuk menegakkan diagnosis kerja DBD.

Klasifikasi DHF
I
II III IV
Demam tinggi disertai gejala tidak khas dan satu-

satunya manifestasi perdarahan ialah uji tourniquet (+).


Derajat 1 + perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan lain.
Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat & lembut, tekanan nadi menurun (20 mmHg atau kurang) atau hipotensi, sianosis di sekitar mulut, kulit dingin & lembab, anak tampak gelisah.

Syok berat (profound shock).

Kurva Suhu DBD

Perjalanan Penyakit

Gambaran Klinis
Demam (2-7 hari) Tanda-tanda perdarahan Kegagalan sirkulasi Hepatomegali Nyeri perut Muntah, diare Cephalgia

Diagnosis

Anamnesa Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Penunjang
PEMERIKSAAN LABORATORIUM 1. Hemokonsentrasi 2. Trombositopenia 3. Leukosit (normal), tapi biasanya menurun dengan dominasi sel

neutrofil.
4. Sel limfosit secara relatif meningkat (limfositosis relatif). 5. Peningkatan jumlah sel limfosit atipikal atau limfosit plasma biru > 15% dijumpai pada hari ketiga, sebelum syok terjadi. 6. Waktu perdarahan memanjang 7. Waktu protrombin memanjang 8. Serum transaminase sedikit meninggi 9. Kelainan elektrolit

Pemeriksaan Penunjang
PEMERIKSAAN
RADIOLOGIS Pada foto thoraks (DBD derajat III/IV dan sebagai besar derajat II) didapatkan efusi pleura terutama disebelah hemotoraks

PEMERIKSAAN
SEROLOGI Uji Hemaglutinasi inhibisi Uji Komplemen fiksasi Uji neutralisasi Uji Mac Elisa Uji Ig G Elisa

kanan.

Komplikasi
Ensefalopati dengue Komplikasi syok berkepanjangan Kesadaran menurun (apatis atau somnolen)

Acute tubular necrosis

Penurunan jumlah urin Peningkatan ureum dan kreatinin

Oedema pulmo

Terjadi karena pemberian cairan berlebih Distress pernafasan

Diare

Virus masuk parenteral pembuluh darah berkembang biak dalam usus diare.

Penatalaksanaan
Tersangka DBD :

ADA KEDARURATAN : Syok Muntah Terus Menerus Kejang Kesadaran Menurun Hematemesis Melena

TAK ADA KEDARURATAN : Rawat Inap : TES RL (+) DAN TROMBOSIT <100000 Rawat Jalan : TES RL (-) DAN TROMBOSIT >100000 Minum banyak Parasetamol bila demam Kontrol tiap hari sampai demam turun Demam menetap periksa Hb,Ht,Trombosit Bila ada tanda kedaruratan , Hb/Ht naik dan trombosit turun.

RAWAT INAP

RAWAT INAP

Diagnosis Banding
Demam Dengue

Demam Chikungunya

Idiopathic Thrombocytopenic Purpura

Prognosis
Tergantung beberapa faktor: Lama dan beratnya renjatan, waktu, metode, adekuat tidaknya penanganan. Tanda-tanda serebral
Kriteria pasien boleh pulang adalah : Tidak panas lagi dalam 24 jam tanpa obat antipiretik Nafsu makan membaik Tidak dijumpai distress pernafasan (disebabkan oleh efusi pleura atau asidosis) Hitung trombosit > 50.000/mm3 Hematokrit stabil Secara klinis tampak perbaikan

THANK YOU

Any question . . ? ?