Anda di halaman 1dari 4

Lampiran Matriks

Penulis, tahun

Perlakuan

Kontrol

Sample

Metode

Random

Hasil Yang diukur Temuan Dari beberapa penelitian telah disimpulkan kombinasi anti VEGF dengan kemoterapi atau radioterapi menghasilkan efek antitumor yang lebih baik daripada pemberian kemoterapi/radioterapi sendiri.

Komentar

Farhat

imunohistoki mia

Tidak di sebutkan

di China dari 127 spesimen KNF didapati nilai positif VEGF 66,9%. di India didapati overekspres i VEGF 67% dari 103 penderita KNF. di Singapura dari 42 pasien KNF dijumpai overekspres i VEGF

Karena peran sentralnya dalam angiogenesis tumor, jalur VEGF/VEGFR telah menjadi fokus utama riset dasar dan pengembangan obat-obatan di bidang onkologi

random

VEGF/VEGF R yang merupakan faktor proangiogeni k, yang berperan dalam angiogenesis untuk pertumbuhan tumor, invasi, dan metastase tumor.

pada seluruh sampel. Irwan Nuryadin1, Awal Prasetyo2, Dewi Kartikawati Paramita3 Analisis immunoblot Mengetahui perbedaan imunopositivi tas protein Epstein-Barr Virus casecontrol design 20 penderita menggunakan sampel darah 20 karsinoma penderita nasofaring, karsinoma nasofaring dan 20sehat kontrol yang terdiri dari 20 beresiko individu sehat berisiko. Tidak random Uji MannWhitney menghasilkan imunopositivi tas proteinprotein yang memberikan perbedaan bermakna secara statistik, yaitu : VCAp18 (p=0.041), VCA-p40 (p=0.035) dan EAp47/54 (p=0.009) dan tidak bermakna secara statistik yaitu : Terdapat perbedaan imunopositivitas protein VCA-p18, VCA-p40 dan EA-p47/54 EpsteinBarr Virus dan tidak terdapat perbedaan imunopositivitas protein ZEBRA, EBNA1, TK, dan DNAse Epstein-Barr Virus antara penderita karsinoma nasofaring dengan individu sehat berisiko. -

ZEBRA(0.14 0) , EBNA1 (0.540), TK(0.713), dan DNAse (0.740) Jessica Christanti, Awal Prasetyo historical cohort study menggunaka n rekam medis dan kuesioner yang ditanyakan langsung kepada pasien. 102 sampel dipilih berdasarkan consecutive sampling pada tahun 2007-2010 Menganalisa Tingkat ketahanan hidup oleh Uji KaplanMeier dalam pengobatan modernkonvensio naldanCAM. Tidak random Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengobatan konvensional modern dengan CAM pada pasien kanker nasofaring pada kelompok tahap akhir (P = 0,444), berusia 41-50 tahun berusia kelompok (p = 0,473), kelompok lakilaki (p = 0,548), dan kelompok perempuan (p = 0,308). -

Rusdiana, Delfitri Munir, Yahwardiah Siregar Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

penelitian Cross sectional dengan pemeriksaan ELISA.

kontrol yang diperiksa sebanyak 20 orang.

26 sampel yang diperoleh dari Departemen THT RSHAM Medan yang telah terdiagnosa dengan karsinoma nasofaring

penelitian Cross Tidak sectional, random dilakukan dengan pemeriksaan EBNA-1 di dalam serum pasien karsinoma nasofaring dengan pemeriksaan ELISA.

EBNA-1 di dalam serum pasien karsinoma nasofaring

Sekitar 80,8% sampel yang diperiksa menunjukkan adanya EBNA-1 di dalam serum pasien karsinoma nasofaring, sedangkan 100% kontrol yang diperiksa tidak menunjukkan adanya EBNA-1 di dalam serum tersebut.