Anda di halaman 1dari 12

MATA KULIAH MANAJEMEN KUANTITATIF 3 SKS

MODUL I

PENGANTAR MANAJEMEN KUANTIATATIF

TATAP MUKA : 1 (SATU) - 2 (DUA) PENYUSUN : NURMATIAS,SE,MM

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA T.A 2006/2007

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

PENGANTAR MANAJEMEN KUANTIATATIF

PENDAHULUAN Sejak Revolusi Industri , dunia usaha mengalami perkembangan yang pesat baik dalam ukuran ataupun Kompleksitas Organisasi. Bagian yang mengalami perkembangan adalah dalam pembagian kerja dan segmentasi dari tanggung jawab manajemen dalam organisasi perusahaan yang mengarah pada spesialisasi. Perkembangan spesialisasi , telah menciptakan masalah-masalah baru yaitu Semakin sulitnya melakukan alokasi sumber daya yang dimiliki pada berbagai kegiatan secara efektif . Bagaimana memecahkan masalah alokasi sumber daya yang efektif serta adanya kebutuhan mencari yang lebih baik untuk memecahkan masalah sehingga mendorong timbulnya Riset operasional( Operational Research). Timbulnya riset operasional dimulai dari eropa pada awal perang dunia ke dua , pada tahun 1939, sekelompok ahli perang ( Civilian Scientists) di Inggris ditugasi oleh Mabes RAF Fighter Command (Angkatan Udara Inggris) untuk mempelajari cara yang paling efisien dalam menggunakan radar, yang relative baru pada saat itu, sehingga dapat mendeteksi dengan cepat adanya serangan udara. Pada tahun 1942 di Amerika Serikat ,Ellis A. Johnson mempelopori penggunaan Riset Operasional dalam pengembangan jenis-jenis senjata baru dan tindakan balasan dalam perang melawan Jepang. Kegiata- kegiatan lain dalam meliter yang telah sukses antara lain Penentuan jumlah konvoi kapal dan Formasi pesawat terbang Optimum yang dapat meminimumkan kekalahan dalam serangan lawan , manajemen pemboman dan anti kapal selam , serta operasi penambangan. Sesudah perang dunia kedua , kisah sukses penerapan pendekatan ilmiah (scientific Approach) dalam bidang kemeliteran akhirnya merebak ke dunia bisnis. Dari sinilah istilah Management Science mulai berkembang. Penegrtian Managemenet Science adalah pada dasarnya menerapkan metode ilmiah dalam matematika dan logika bagi masalah pembuatan keputusan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

PENERAPAN RISET OPERASIONAL Kata riset dalam riset operasional adalah sesuatu yang berkaitan dengan suatu pendekatan tertentu. Pendekatan dalam riset operasional adalah pendekatan metode ilmiah, artinya proses dimulai dengan mengobservasi dan memformulasikan masalah secara hatihati dan kemudian mengubahnya kedalam model ilmiah(biasanya dalam bentuk model matematika) untuk mengabstraksikan esnsi dari masalah nyata. Sementara Kata Operasional menunjukkan suatu bidang operasi tertentu. Pada umumnya ,riset operasional diterapkan pada kasus-kasus yang berkaitan dengan bagaimana melakukan dan mengkoordinasikan operasi atau kegiatan dalam suatu organisasi. Bidang Perancanaan dan pengendalian produksi , Riset Operasional dapat digunakan sebagai berikut : 1. untuk menentukan Kuantitas masing-masing produk yang dihasilkan oleh perusahaan manufaktur sehingga dapat dihasilkan biaya operasi yang paling minimum 2. Untuk menentukan jumlah masing-masing produk dalam proses produksi yang mengahasilkan beberapa jenis produk dengan menggunakan bahanbahan yang sama , sehingga dapat memaksimumkan keuntungan. 3. untuk menentukan umur teknis suatu mesin, yaitu menentukan kapan suatu mesin produksi harus diganti sehingga produktivitas produksi tidak terganngu. 1. 2. Dalam bidang Analisis Persediaan , riset operasional dapat dimanfaatkan : Untuk menentukan tingkat persediaan suatu produk pada perusahaan menufktur yang dapat meminimumkan biaya simpan. Penentuan komposisi portofolio yang dapat memaksimumkan hasil pengembalian yang diharapkan (return) sehubungan kendala tingkat risiko . 3. Penentuan diversifikasi portofolio Dalam Bidang Transportasi, perusahaan angkutan yang menyewakan Truk , dapat memanfaatkan Riset Operasional :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

1. 2.

Menyusun skedul sopir dalam rangka meminimumkan biayaoperasional atau meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Penentuan lokasi yang paling tepat pada suatu kota atau tempat tertentu Dalam Riset Operasional , masalah Optimisasi dalam pembuatan

keputusan manajerial seperti tersebut diatas dicapai dengan menerapkan Teknik matematika dan statistic.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN ANALISIS KEPUTUSAN

Analisis Kualitatif (yg didasarkan pada Pengalaman dan perTimbangan manajerial) Masalah Manajerial Analisis Kuntitatif Yg didasarkan pada Teknik matematika ) kesimpulan dan evaluasi Keputusan

Banyak metode kuantitatif digunakan dalam pembuatan keputusan suatu masalah : Alasan tersebut antara lain : 1. Masalah tersebut sangat kompleks, sehingga manajer membutuhkan bantuan analis kuntitatif dalam pembuatan keputusan yang baik. 2. Masalah tersebut penting karena melibatkan dana yang besar atau mempunyai dampak yang luas terhadap masyarakat dan lingkungan . 3. Masalah tersebut berulang, sehingga manajer tidak perlu menyisihkan banyak waktudan upaya untuk mengulangi hal yang sama dalam pembuatan keputusan. 4. Masalah tersebut baru, sehingga manajer belum mempunyai pengalaman dan informasi yang cukup untuk menanganinya.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

METODE-METODE KUNTITATIF DALAM RISET OPERASIONAL Metode kuantitatif yang digunakan oleh perusahaan : 1. Analisis Statistik 2. Programasi linear ( Linear Programming) 3. Programasi Non-Linear (Non-Linear Programming) 4. PERT/CPM 5. Teori Persediaan (Inventory Theory) 6. Model jaringan kerja (net work model) 7. Model Transportasi (transportation model) 8. Penugasan dll. PROSES ANALISIS KUNTITATIF Prosedur pendekatan kuntitatif dalam proses pengambilan keputusan meliputi lima langkah sebagai berikut : 1. Mendifinisikan masalah 2. Membentuk model 3. Mempersiapkan data 4. Menyelesaikan model 5. Membuat laporan Definisi Masalah. Hal ini mencakup usaha merobah gambaran masalah umum yang dihadapi kedalam masalah yang dapat didefinisikan dengan baik dan jelas, dalam tujuan yang spesifik, dan yang dapat didekati secara kuntitatif. Ada tiga aspek utama yang harus diperhatikan dalam mendefinisikan masalah yaitu : 1. Diskripsi tujuan pemecahan masalah. Pendefinisian masalah selalu mengarah pada tujuan tertentu seperti memaksimumkan keuntungan , memaksimumkan penjualan , meminimumkan biaya, meminimumkan risiko dsb. Tujuan ini harus didefinisikan secara jelas pada awal proses. 2. Identifikasi alternatif-alternatif keputusan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

3. Mengenali keterbatasan keterbatasan ataupun kendala-kendala yang ada dalam mencapai penyelesaian masalah.

Pembentukan model Model merupakan penyederhanaan dari situasi nyata dan harus merupakan pernyataan kuntitatif dari tujuan dan kendala masalah. Secara Umum , model terdiri-dari bebrapa jenis, yaitu : 1. Mode Ikonik(iconic model), yaitu model yang merupakan tiruan secara fisik dari obyek yang sesungguhnya . 2. Model analogi yaitu model yang mengandung elemen fisik yang sama dengan obyek yang dibuat modelnya seperti Ruang hampa udara yang meniru keadaan ruang angkasa untuk menguji astronot. 3. Model matematika, yaitu model yang menggunakan simbol-simbol dan mempunyai pernyataan hubungan matematis serta mengandung satu atau lebih persamaan matematika. Model matematika inilah yang akan menjadi pokok bahasan dalam modul ini. Persiapan Data Yang dimaksud dengan data disini adalah nilai-nilai dari variabel variabel yang ada dalam model . Biasanya langkah persiapan data ini dilakukan dengan cara mengambil notasi umum dari variabel-variabel keputusan yang ada dalam model untuk kemudian dibuat langkah persiapan data secara terpisah untuk memperoleh nilai-nilai dari model. Penyelesaian model Langkah penyelesaian model , yaitu mengidentifikasi nilai-nilai variable yang dapat memberikan output terbaik. Nilai yang memberikan output terbaik tersebut dengan penyelesaian Optimum (optimum solution ). Dari contoh model matematika penerimaan total (TR) , penyelesaian optimum berkaitan dengan penentuan berapa Volume Produksi (Q) yang dapat memaksimumkan penerimaan total tanpa harus nmelampaui kendala kapasitas produksi yang dimiliki. Pembuatan Laporan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

Laporan harus mengandung keputusan yang yang disarankan dan informasiinformasi yang terkait dengan hasil yang diperoleh dari model agar nantinya berguna bagi pembuat keputusan.

LINEAR PROGREMMING Linear programming merupakan metode riset operasi yang paling ampuh dan banyak digunakan secara luas dalam pembuatan keputusan pada bidang bisnis. Perkembangan dibidang computer telah mendorong semakin berkembangnya linear programming , sehingga menyebabkan metode ini berkembang sebagai metode penyelesaian kasus-kasus baik dalam bidang industri, pemerintahaan ,maupun militer. Pada awal tahun 1823 , matematikawan Perancis Jean Baptiste Fourier sempat menyangsikan kemampuan linear programming , tetapi Geogre Dantzig tetap megembangkan Linear Progremming pada tahun 1947. Penerapan Linear Progremming ini sebenarnya dipelopori oleh matematikawan Rusia L .V. Kantorovich pada serkitar tahun 1939, namun awal perkembangan metode ini sendiri baru dimulai selama perang dunia kle dua ketika angkatan Udara Amerika Serikat mulai mengenal potensi linear programming sebagai alat untuk memecahkan suatu masalah. T.C. Koopmans merupakan orang yang berjasa dalam membawa model linear programming , khususnya model transportasi , sehingga menjadi perhatian para ekonom . Penerapan linear progremming dalam bidang ekonomi pertama kali dilakukan oleh ekonom George Stigler pada awal tahun 1940-an melalui percobaannya dalam menentukan jumlah kandungan vitamin dan mineral yang paling minimum dalam makanan sehari-hari yang harus dipenuhi dan dapat menghasilkan dengan biaya yang paling murah. ASUMSI ASUMSI DASAR LINEAR PROGREMING 1. Divisibility (dapat dibagi) Asumsi ini menyatakan bahwa variable dalam Linear Progremming tidak harus berupa bilangan bulat (integer), asalkan dapat dibagi secara tidak terbatas. 2. Non negativity (tidak negative) Suatu masalah yang akan diselesaikan dengan LP harus diasumsikan bahwa setiap variablenya bernilai lebih besar atau sama dengan nol ( > 0 ) . Dengan kata lain, tidak ada variable yang bernilai negative. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

3. Certainty (kepastian) Artinya semua parameter dari variable keputusan diketahui sebelumnya . Misalnya untuk memnentukan jumlah produksi yang dapat memaksimumkan produksi yang dimiliki. 4. Linearity (linearitas) Asumsi ini membatasibahwa fungsi tujuan dan fungsi linear. Kalau keempat asumsi dasar ini terpenuhi , maka dapat dipastikan bahwa model tersebut adalah model Linear programming . PENYELESAIAN MASALAH DENGAN LINEAR PROGREMMING 1. Pengetahuan yang pasti mengenai parameter. Mengasumsikan bahwa semua koefisien dari variable keputusan dan batasan dari semua kendala yang ada dalam model diketahui dengan pasti. 2. Additity(penjumlahan) Karakteristik ini menyatakan bahwa variable-variabel fungsi tujuan merupakan penjumlahan dari semua komponen yang membentuknya. Misalnya penerimaan total (total revenue, TR) merupakan penjumlahan dari penerimaan produk A,B,C dan seterusnya. 3. Direct proportionality (proposional langsung) Karakteristik ini menunjukkan pada koefisien dari variable keputusan yakni bahwa nilai koefisien adalah tetap. Misalkan , harga produk A sebesar Rp5000,00adalah tetap. Dengan demikian , penerimaan akan bertambah secara proposional dengan bertambahnya unit produk A yang terjual. Bila harga produk A untuk unit berikutnya yang dibeli berkurang karena discount misalnya, maka kenaikan penerimaan menjadi tidak proposional. 4. Fractionality (pecahan ) Fractionality menyatakan bahwa nilai koefisien variable keputusan tidak harus berupa bilangan bulat. Langkah-langkah Formulasi Linear Progremming kendala harus berbentuk keuntungan, harus diketahui dengan pasti berapa harga perunit produk dan berapa kapasitas

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

1. Identifikasikan tujuan pokok dalam masalah yang dihadapi, kemudian coba tentukan keputusan apa yang akan diambil dan factor apa yang menjadi kendala. 2. Dari analisis pada langkah 1 diatas difinisikan variable keputusan misalnya

jumlah unit , jumlah lembar saham , jumlah kg bahan dan sebagainya 3. Dari analisis langkah ke 2 , tentukan fungsi tujuan yang dapat dibentuk maksimum atau minimum 4. Tentukan sumber dan factor kendala yang dapat berbentuk lebih kecil sama dengan ( ) sebagai perwujudan dari informasi paling banyak atau maksimum. Dapat pula berbentuk lebih besar sama dengan ( ) sebagai perwujudan dari informasi paling sedikit atau minimum dan dapat berbentu sama dengan ( = ) KASUS LINEAR PROGREMING SEDERHANA Contoh kasus Perusahaan Sepatu INDOSHOES Pimpinan perusahaan memutuskan untuk berkosentrasi pada produksi sepatu Wanita dan sepatu Anak. Selanjutnya pimpinan perusahaan ingin mgetahui berapa pasang masing-masing jenis sepatu harus diproduksi supaya keuntungan yang diperoleh maksimum. Produksi untuk setiap unit sepatu yang dihasilkan meliputi tahap-tahap sebagai berikut; 1. Pengukuran dan pemotongan pola 2. Pengeleman dan pengeringan 3. pengeslepan Dari pengalaman , diperoleh gambaran waktu yang digunakan untuk memproduksi sepasang sepatu dari setiap jenis sepatu pada setiap tahap produksi adalah sebagai berikut : Sepasang sepatu wanita membutuhkan waktu 10 menit untuk proses pengukuran dan pemotongan pola, 3 menit untuk pengeleman dan pengeringan , serta 2 menit untuk pengeslepan .

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

Sepasang

sepatu

anak

membutuhkan

waktu

menit

untukproses

pengukuran dan pemotongan pola , 2 menit untuk pengeleman dan pengeringan ,serta 2 menit untuk pengeslepan . Seacara ringkas informasi waktu proses produksi untuk kedua jenissss sepatu ini ditampilkan pada table dibawah ini : Jenis Sepatu Pengukuran Sepatu Wanita Sepatu Anak Waktu produksi (menit) dan Pengeleman dan Pengeslepan pengeringan 3 2 2 2

pemotongan pola 10 2

Sementara Kapasitas waktu dari tiap unit produksi (yaitu banyaknya waktu dalam satu hari yang disediakan oleh tiap unit produksi untuk tiap-tiap tahap Produksi ) besarnya adalah sebagai berikut : 300 menit untuk pengukuran dan pemotongan pola 120 menit untuk pengeleman dan pengeringan 100 menit untuk pengeslepan Dalam rangka menentukan berapa pasang masing-masing jenis sepatu harus dihasilkan oleh perusahaan perhari supaya keuntungan diperoleh maksimum apabila setiap pasang sepatu wanita dijual dengan harga Rp.4000,00 dan Rp.1000,00 untuk tiap pasang sepatu anak perlu ditentukan Fungsi tujuan dan Fungsi kendala.

Fungsi Tujuan Tujuan dari Perusahaan sepatu INDOSHOES , adalah memaksimumkan keuntungan . Tujuan ini dapat kita tulis kan dalam bentuk besarnya keuntungan yang dapat diperoleh dari penjualan sepatu wanita dan sepatu anak sebagai berikut Z = 4000 X 1 + 1000 X2

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

Dimana Z menunjukkan besarnya keuntungan total, X jumlah sepatu wanita dan sepatu anak yang dihasilkan.

dan X2 masing-masing adalah

Kendala masalah Kendala bagi Perusahaan sepatu INDOSHOES adalah terbatasnya waktu yang dapat digunakan untuk tiap tahap-tahap produksi . Akan kita lihat bagaimana kendala ini mempengaruhi proses pencapaian solusi optimal. Total waktu unit produksi pengukuran dan pemotongan pola untuk menghasilkan sepasang sepatu untuk kedua jenis sepatu adalah sebesar 10X 1 + 2 X2 Bila waktu yang tersedia untuk tahap ini sebesar 300 menit, berarti kombinasi produk yang dipilih harus memenuhi persyatan 10X 1 + 2 X2 300 Ketidaksamaan ini disebut sebagai kendala pengukuran dan pemotongan pola. Kendala pengeleman dan pengeringan 3X 1 + 2 X2 120 Kendala pengeslepan 2X 1 + 2 X2 100 Kendala lain yang harus ditambahkan supaya nilai X 1 dan X2 tidak negatif (asumsi non negativity) adalah : X 1 0 dan X2 0 Secara singkat kendala tidak negative ini dapat dituliskan sebagai : X 1 , X2 0 Sekarang kita dapat menampilkan model matematikayang lengkap dari kasus perusahaan sepatu INDOSHOES sebagai berikut : Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF

Maksimum Kendala

4000 X 1 + 1000 X2 10 X 1 + 2 X2 300 3X 1 + 2 X2 120 2X 1 + 2 X2 100 X 1 , X2 0

Model matematika dari kasus perusahaan sepatu INDOSHOES merupakan model linear progreming karena fingsi tujuan dan semua fungsi kendala merupakan fungsi linear dari variable-variabel keputusan . Suatu fungsi dikatakan linear bila pangkat tertinggi dari variable-variabel keputusannya adalah 1 Sampai disini proses pembentukan model Linear programming sudah selesai. Tugas selanjutnya adalah mentukan berapa unit X besar
1

dan X2 masing-masing harus dihasilkan

yang memnuhi semua kendala dan yang menghasilkan nilai fuingsi tujuan yang paling

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

NURMATIAS,SE,MM
MANAJEMEN KUANTITATIF