Anda di halaman 1dari 48

Pertemuan Ke-12

DEFLEKSI BALOK
Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
TA 201/2012
DEFLEKSI BALOK
Pendahuluan
Semua balok akan terdefleksi (atau melentur) dari
kedudukannya apabila terbebani. Dalam struktur
bangunan, lenturan tdk boleh terlalu berlebihan, untuk
mengurangi pengaruh psikologis (keta-kutan)
pemakainya.
Ada beberapa metode yang dapat dipergunakan untuk
menyelesaikan persoalan defleksi pada balok antara
lain, metode :
integrasi ganda (doubel integrations),
luas bidang momen (momen area method),
luas bidang momen sebagai beban.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
DEFLEKSI BALOK
Metode integrasi ganda cocok dipergunakan untuk
mengetahui defleksi sepanjang bentang sekaligus.
Metode luas bidang momen cocok dipergu-nakan
untuk mengetahui lendutan dalam satu tempat saja.
Asumsi yang dipergunakan untuk menyelesaiakan
persoalan defleksi tersebut adalah :
defleksi yang diakibatkan oleh gaya-gaya yang
bekerja tegak-lurus terhadap sumbu balok,
defleksi yang terjadi relative kecil dibandingkan
dengan panjang baloknya, dan
irisan yang berbentuk bidang datar akan tetap
berupa bidang datar walaupun terdeformasi.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Suatu struktur se-
derhana yang me-
ngalami lentur da-pat
digambarkan
sebagaimana Gam-
bar disamping, di-
mana y adalah de-
fleksi pada jarak x,
dengan x adalah ja-
rak lendutan yang
ditinjau, dx adalah
jarak mn, du sudut
mon, dan r adalah
jari-jari lengkung.
Metode Integrasi Ganda
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Metode Integrasi Ganda
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Berdasarkan gambar tersebut didapat besarnya : dx = r
tg du karena besarnya du relatif sangat kecil
maka tg du = du saja sehingga persamaannya
dapat ditulis menjadi :



Jika dx bergerak kekanan maka besarnya du akan
semakin mengecil atau semakin berkurang sehing-ga
didapat persamaan :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Lendutan relatif sangat kecil sehingga
sehingga didapat persamaan :
Persamaan tegangan
sehingga didapat persamaan
sehingga didapat persamaan
Persamaan diatas jika dilakukan dua kali inte-gral
akan didapat persamaan :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
1. Aplikasi pada balok sederhana
dengan beban merata
Defleksi/lendutan maksi-
mum yang terjadi di te-
ngah bentang didapat :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
2. Aplikasi pada cantilever dengan
beban merata
Lendutan maksimum
cantilever (pada ujung
batang) didapat :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
3. Aplikasi pada cantilever
dengan titik
Lendutan maksimum canti-lever
dengan bebat titik (pada ujung
batang) didapat :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
4. Aplikasi pada balok sederhana
dengan beban titik
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Lendutan
dihitung
sbb :
4. Aplikasi pada balok sederhana dengan beban titik
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Metode Luas
Bidang Momen
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Letak titik berat dari
beberapa luasan
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
1. Aplikasi pada Balok Sederhana
dengan Beban Merata
Sudut terhadap titik C
adalah sebesar :
Jarak lendutan verti-kal
di C sebesar :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
2. Aplikasi pada Cantilever dengan
Beban Merata
Besarnya sudut terha-
dap titik B adalah :
Jarak lendutan verti-kal
di B sebesar :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
3. Aplikasi pada Cantilever dengan
Beban Titik
Jarak lendutan verti-
kal di B sebesar :
Sudut terhadap titik B
adalah sebesar :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
4. Aplikasi pada Balok Sederhana
dengan Beban Titik
Sudut terhadap titik C
adalah sebesar :
Jarak lendutan verti-kal
di C sebesar :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Metode Luas Bidang
Momen Sebagai Beban
Dua metoda yang sudah dibahas di atas mempu-nyai
kelemehana yang sama, yaitu apabila konstruksi dan
pembebanan cukup kompleks. Metode Bidang
Momen Sebagai Beban ini pun dirasa lebih praktis
dibanding dengan metode yang dibahas sebelumnya.
Metode ini pada hakekatnya berdasar sama dengan
metode luas bidang momen, hanya sedikit terdapat
perluasan. Untuk membahas masalah ini kita ambil
sebuah konstruksi seperti tergambar, dengan beban
titik P, kemudian momen dianggap sebagai beban.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Gambar Konstruksi Balok Sederhana
dan Garis Elastika
W adalah luas
bidang momen,
yang besarnya :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Sehingga lendutan Z
C
yang berjarak x dari
A, adalah :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
1. Aplikasi pada Balok Sederhana
dengan Beban Merata
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Langkah untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah
mencari momen terlebih dahulu, hasilnya sebagaimana
digambarkan pada gambar b.
Hasil momen tersebut kemudian dijadikan beban, sebagaimana
diperlihatkan pada gambar c.
Kemudian dicari atau dihitung besarnya reakasi dan
momennya.
Besarnya uA adalah sebesar R
A
akibat beban momen dibagi
dengan EI, sedangkan uB adalah sebesar R
B
akibat beban
momen dibagi dengan EI, dan besarnya max adalah sebesar
M
C
akibat beban momen dibagi dengan EI.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada penyelesaian dibawah
ini.
Penyelesaian :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
1. Aplikasi pada Balok Sederhana
dengan Beban Merata
Besarnya
maks
dapat
dihitung yaitu sebesar :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
BEBERAPA CONTOH SOAL
TERKAIT TEGANGAN NORMAL,
TEGANGAN GESER, TEGANGAN
LENTUR
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
1. Tentukan tegangan lentur maksimum yang terjadi
pada balok di bawah ini, jika M=5 kN.m







Jawab :
( )( ) ( )( )
( )
MPa
Z
M
c
I
M
mm I
20 , 32
10 55 , 1
10 10 5
10 6 , 11 130 45
12
1
2 150 100
12
1
1
3 3
4 6
3 3
=

= = =
=
(

=
o
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
3. Tentukan tegangan tarik dan tegangan tekan
maksimum serta lokasinya masing-masing.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
( )( ) ( )( ) | |
( ) ( ) | |
( )( ) ( )( )
( )
( )
mm c
mm c
mm I
I
y A I I
mm I
mm y
xG
xG
xG x
x
7 , 84
3 , 40
10 7 , 7
3 , 40 5625 10 8 , 16
10 8 , 16 25 50
3
1
2 125 25
3
1
3 , 40
50 25 2 25 125
5 , 12 25 50 2 5 , 62 25 125
2
1
4 6
2
6
2
6
3 3
=
=
=
+ =
+ =
=
(

+ =
=
+
+
=
Jawaban :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
4. Tentukan tegangan geser maksimum dalam
balok dan tentukan pula tegangan geser
pada titik 25 mm di bawah balok pada 1 m
ke kanan dari reaksi sebelah kiri.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Jawaban :
N/m
2
= Pa
( )
MPa
y
h
I
V
MPa
MPa
o
av maks
av
125 , 1
25
4
100
10 167 , 4 2
10 5
4 2
6
2
3
4
05 , 0 10 , 0
10 20
2
2
6
3
2
2
3
=
|
|
.
|

\
|

=
|
|
.
|

\
|
=
= =
=

=
t
t t
t
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
6. Tentukan panjang batang maksimum yang
diperbolehkan untuk sebuah balok sederhana
berpenampang empat persegi panjang 150 mm x
300 mm yang dikenakan suatu beban terbagi
merata q = 8 kN/m, jika tegangan lentur ijinnya 8.2
MPa.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Diketahui:
b = 150 mm q = 8 kN/m
h = 300 mm o = 8.2 MPa
Ditanya: L
Jawab:
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
7. Sebuah balok sedehana yang panjangnya 3 m
memiliki penampang empat persegi panjang
berukuran 200 mm x 300 mm. Pada balok tersebut
dikenakan beban terbagi merata q = 6 kN/m. Jika
berat balok diabaikan, hitung:
a. Tegangan lentur maksimum
b. Tegangan geser maksimum
c. Tegangan pada jarak 1 m dari sumbu normal
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Jawaban :
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
8. Suatu balok kantilever berpenampang bulat dengan
diameter 100 mm menahan beban se-perti pada
gambar. Tentukan tegangan lentur maksimumnya.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
9. Sebuah beban w sebesar 5 Kn dijatuhkan ke
tengah-tengah balok diatas dua tumpuan dari
ketinggian h = 25 mm. Balok tersebut mem-punyai
panjang 6 m, ketebalan 150 mm, mo-men inersia I
= 12 x 10-6 mm4 dan modulus elastisitas 200
GN/m2.
a. Tentukan besarnya defleksi maksimum
b. Tentukan besarnya teg. lentur maksimum
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
10. Tentukan tegangan lentur maksimum dan
tegangan geser maksimum pada balok
dengan pembebanan seperti pada gambar di
bawah ini.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Latihan Soal
1. Sebuah balok kayu dengan potongan penampang lebar 200 mm
dan tinggi 300 mm mengalami momen lentur (M) 25 kNm.
Hitunglah tegangan lentur maksimum (o
maks
) pada balok
tersebut.
2. Gambar di bawah ini ada-lah
potongan penampang balok
yang terbuat dari dua
lembaran kayu (5 15 mm).
Balok ini digunakan sebagai
bentangan seder-hana
dengan panjang (L= 2 m)
dan mendukung be-ban (w =
100 kN/m) terma-suk
beratnya sendiri. Hitunglah
momen inersia dan
tegangan lentur maksimum
(o
maks
) pada balok tersebut.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
3. Suatu balok terbuat terbuat dari batang kayu dengan
penampang segi empat. Panjang balok 3 m (dianggap
sebagai panjang tekuk), dan hubungan kedua ujung balok
adalah hubungan jepit. Bila ukuran penampang balok adalah 4
x 8 cm. Berapa beban kritis yang sanggup didukung kolom
agar tidak terjadi tekukan? Dengan beban kritis tersebut ,
berapa tegangan yang timbul pada balok? E kayu = 100
kN/cm2 ?

4. Suatu balok yang panjangnya 2 m dengan penampang segi
empat mengalami pembebanan seperti pada Gambar di bawah
ini. Tentukan:
a) Tegangan normal maksimum dan lokasinya
b) Tegangan geser maksimum dan lokasinya
c) Tegangan geser pada jarak 0.5 m dari ujung kiri dan 20 mm
dari penampang atas balok.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012
5. Suatu balok kantilever berpenampang bulat dengan
diameter 80 mm menahan beban seperti pada gambar di
bawah ini. Tentukan tegangan lentur maksimumnya.
Marwanto, ST, MT
Program S1/Jurusan Teknik Sipil
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
ANALISIS STRUKTUR III
Semester Ganjil 2011/2012