Anda di halaman 1dari 9

PRESENTASI KASUS BAB I IDENTITAS PASIEN Nama pasien : Tn.

K Umur : 22 tahun

Jenis kelamin : Laki-laki Alamat Pekerjaan : Klaseman Sidomukti, Salatiga : Pegawai Salon

Tanggal periksa: 5 April 2010 Rekam medik : 10 11 164136

ANAMNESIS Keluhan utama : Ada tonjolan2 pada daerah dekat dubur

Riwayat Penyakit Sekarang : Sekitar 1 minggu yang lalu mulai muncul kutil pada dubur. Keluhan disertai rasa gata, pada kutil tersebut. Karena gatal, pasien sering menggaruk kutil tersebut. Kutil timbul setelah pasien setelah berhubungan intim dengan seseorang. Seseorang tersebut adalah seorang laki2 yg berprofesi sbg anggota TNI. Pasien belum berkeluarga. Keluhan di penis tidak ada. Keluhan di penis tidak ada

Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien belum pernah menderita sakit seperti ini sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga : - Pasien belum berkeluarga

PEMERIKSAAN FISIK Predileksi : Perianal UKK :

Pada pemeriksaan fisik, predileksi pada perianal didapatkan papel multipel berbentuk jari2 lancip (papilomatosa), banyakkira-kira berjumlah 15 papul dan bergerombol dengan permukaan verukosa di daerah peri anal. Warna papel seperti warna kulit dengan dasar kemerahan

DIAGNOSIS BANDING Condyloma accuminata perianal Condyloma lata (sifilis stadium II) Moluskum Contagiosum Veruca vulgaris Karsinoma Sel Skuamosa

RESUME Sekitar 1 minggu yang lalu mulai muncul kutil pada dubur. Keluhan disertai rasa gata, pada kutil tersebut. Karena gatal, pasien sering menggaruk kutil tersebut. Kutil timbul setelah pasien setelah berhubungan intim dengan seseorang. Seseorang tersebut adalah seorang laki2 yg berprofesi sbg anggota TNI. Pasien belum berkeluarga. Keluhan di penis tidak ada. Pada pemeriksaan fisik, predileksi pada perianal didapatkan papel multipel berbentuk jari2 lancip (papilomatosa), banyakkira-kira berjumlah 15 papul dan bergerombol dengan permukaan verukosa di daerah peri anal. Warna papel seperti warna kulit dengan dasar kemerahan.

DIAGNOSIS Condyloma Accuminata ,perianal

PENATALAKSANAAN DI POLIKLINIK Podophilin Tinctur 25% ditutul di bagian lesi saja dengan menggunakan lidi/tusuk gigi.

BABII TINJAUAN PUSTAKA CONDYLOMA ACCUMINATA DEFINISI Adalah kelainan kulit vegetasi yg disebabkan oleh human papilloma virus tipe tertentu, bertangkai dan permukaannya berjonjot. (Handoko, 2008) Merupakan salah satu STD yg disebabkan oleh virus golongan pavosa, ditandai oleh pertumbuhan yg bersifat jinak, superfisial, bisanya mengenai darah genitalia dan anus. (Mulyono, 1986)

Sinonim: Verucca akuminata, Genital warts Epidemiologi Penyakit ini termasuk Penyakit akibat Hubungan Seksual (PHS). Frekuensinya pada pria dan wanita sama. Tersebar kosmopolit dan transmisi melalui kontak kulit langsung. (Handoko, 2008) Di Indonesia, pada beberapa kota besar dilaporkan bahwa penyakit ini termasuk penyakit yang cukup banyak ditemukan diantara STD setelah uretritis gonore dan uretritis non gonore. Bayi dapat ditularkan oleh wanita melahirkan yang menderita kondiloma dengan manifestasi berupa papilomatosis di dalam laring bayi tersebut. (Mulyono, 1986) Daerah yang lembab dan basah serta daerah dengan hygiene yang bruk seperti pada anus dan genitalia merupakan darah yang baik untuk merangsang pembiakan virus. (Mulyono, 1986) Bayi terkena dari ibu yang melahirkan dengan Condyloma accuminata , manifestasi berupa papilomatosis laring pada bayi tersebut. (Handoko, 2008) ETIOLOGI Virus penyebabnya adalah Virus Papilloma Humanus (VPH), ialah virus DNA yang tergolong keluarga Papova. Sampai saat ini telah dikenal sekitar 70 tipe VPH, namun tidak seluruhnya dapat menyabbakan kondiloma akuminatum. Tipe yang pernah ditemui pada kondiloma akuminatum adalah tipe 6, 11, 16, 18, 30, 31, 33, 35, 39, 41, 42, 44, 51, 52 dan 56. (Handoko, 2008) Beberapa tipe VPH tertentu mempunyai potensi onkogenik yang tinggi, yaitu tipe 16 dan 18. Tipe ini merupakan jenis virus yang paling sering dijumpai pada kanker serviks.

Sedangkan tipe 6 dan 11 lebih sering dijumpai pada kondiloma akuminatum dan neoplasia intraepithelial serviks derajat ringan. (Handoko, 2008)

GEJALA KLINIS Penyakit ini terutama terdapat di daerah lipatan yang lembab, misalnya di daerah genitalia eksterna. Pada pria tempat predileksinya di perineum dan sekitar anus, sulkus koronarius, glans penis, muara uretra eksterna, korpus dan pangkal penis. Pada wanita di daerah vulva dan sekitarnya, introitus vagina, kadang-kadang pada portio uteri. Pada wanita yang banyak mengeluarkan fluor albus atau wanita yang hamil pertumbuhan penyakit lebih cepat. (Handoko, 2008) Kelainan kulit berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan kalau masih batu, jika telah lama agak kehitaman. Permukaannya berjonjot (papilomatosa) sehingga pada vegetasi yang besar dapat dilakukan percobaan sondase. Jika timbul infeksi sekunder warna kemerahan akan berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak enak. (Handoko, 2008) Vegetasi yang besar disebut sebagai giant condyloma (Busckhe) yang pernah dilaporkan menimbulkan degenerasi maligna, sehingga harus dilakukan biopsy. (Handoko, 2008) Condyloma Accuminata mempunyai beberapa bentuk, seperti: Bentuk Hiperplasi: merupakan bentuk yang paling sering ditemukan, kelainan berupa tonjolan2 kecil yang tersebar dan bergerombol sehingga membentuk massa yang hiperplastik, besar mulai dari sebesar jarum pentul sampai bola tenis, permukaan berbenjol-benjol dengan konsistensi lunak member warna kemerahan, kuning coklat, atau keputihan. Bentuk sessile: merupakan yang sering ditemukan pada pangkal batang penis atau daerahpubis. Lebih kecil daripada bentuk hiperplasi dan sering terjadi bersama sama. Tamapak permukaan agak rata, warna merah coklat, dan pada perabaan agak lebih keras. Bentuk Giant Condyloma : tumbuh sangat cepat dan vegetative sehingga menyerupai kembang kol. Dapat menyebar secara komprehensif ke jaringan yang lebih dalam sehingga jaringan di bawahnya dapat melunak dan terjadi fistula dan bau busuk. Selain ditemukan pada genitalia, dapat meluas sampai daerah sekitar anus dan pubis.

DIAGNOSIS BANDING Veruka vulgaris : Vegetasi yang tidak betangkai, kering dan berwarna abu-abu atau sama dengan kulit.

Kondiloma lata : Sifilis stadium II, klinis berupa plakat yang erosive, ditemukan banyak Spirochaeta pallidum Moluskum kontagiosum: bentuk moluskum Karsinoma sel skuamosa : Vegetasi yang seperti kembang kol, mudah berdarah dan berbau papul dengan top delle, dapat dikeluarkan badan

TERAPI Yang digunakan ialah podofilin tincture 25%. Kulit di sekitarnya dilindungi dengan vaselin atau pasta agar tidak terjadi iritasi, setelah 4-6 jam dicuci. Jika belum ada penyembuhan dapat diulangi setelah 3 hari. Setiap kali pemberian jangan melebihi 0,3 cc karena akan diserap dan bersifat toksik. Gejala toksisitas ialah mual, muntah, nyeri abdomen, gangguan alat nafas dan keringat disertai kulit dingin. Dapat pula terjadi supresi sumsum tulang yang disertai trombositopenia dan leucopenia. Pada wanita hamil sebaiknya jangan diberikan karena dapat terjadi kematian fetus.

Cara pengobatan dengan podofilin ini sering dipakai. Hasilnya baik pada lesi yang baru, tetapi kurang memuaskan pada lasi yang lama atau yang berbentuk pipih. a. Asam triklorasetat 20-25% Digunakan larutan dengan konsentrasi 50% dioleskan setiap minggu. Pemberiannya harus berhati-hati karena dapat menimbulkan ulkus yang dalam. Dapat diberikan pada wanita hamil. b. 5-fluorourasil Konsentrasinya antara 1-5% dalam krim, dipakai terutama pada lesi di meatus uretra. Pemberiannya setiap hari sampai lesi hilang. Sebaiknya penderita tidak miksi selama 2 jam setelah pengobatan. 2. Bedah listrik 3. Bedah beku 4. Bedah scalpel 5. Laser karbondioksida Luka lebih cepat sembuh dan meninggalkan sedikit jaringan parut bila dibandingkan dengan elektrokauterisasi. 6. Interferon Dapat diberikan dalam bentuk suntikan (im atau intralesi) dan topical. Interferon alfa diberikan dengan dosis 4-6 mU im 3 kali seminggu selama 6 minggu atau dengan dosis 1-5 mU im selama 6 minggu. Interferon beta diberikan dengan dosis 2x106 unit im selama 10 hari berturut-turut. 7. Imunoterapi Pada penderita dengan lesi yang luas dan resisten terhadap pengobatan dapat diberikan pengobatan bersama dengan imunostimulator. (Handoko, 2008)

PROGNOSIS Walaupun sering mengalami residif, prognosisnya baik. Faktor predisposisinya dicari, misalnya hygiene dan sexual transmited dengan penderita condyloma accuminata.

BAB III PEMBAHASAN

CONDYLOMA ACCUMINATA Pada pasien ini, diagnosis condyloma accuminata ditegakkan dari anamnesis dengan dasar adanya rasa gatal pada perianal dan adanya riwayat berhubungan intim dengan seseorang laki2 suspek condyloma accuminata. Pada pemeriksaan fisik, predileksi pada perianal didapatkan papel multipel berbentuk jari2 lancip (papilomatosa), banyak dan bergerombol dengan permukaan verukosa di daerah peri anal. Warna papel seperti warna kulit dengan dasar kemerahan.

MOLUSKUM CONTAGIOSUM Masa inkubasi 1 sampai beberapa minggu Lesi berupa papul linier, kadang lentikuler dan berwarna seperti lilin,merah muda, berbentuk kubah ,bulat, tunggal atau multiple yang tengahnya terdapat lekukan (top delle). Jika dipencet akan tampak keluar massa berwarna putih seperti nasi . Pada pasien ini bentuk UKK tidak disertai top delle (cekungan) dan tidak berwarna putih seperti lilin, sehingga diagnosis moluskum contagiosum dapat disingkirkan.

VERUCCA VULGARIS Pada verucca vulgaris tempat predileksi terutama di ekstremitas bagian ekstensor, walaupun demikian penyebarannya dapat ke bagian lain tubuh termasuk mukosa mulut dan hidung. Kutil ini berbentuk bulat berwarna abu-abu, besarnya lentikular atau kalau berkonfluensi berbentuk plakat, permukaan kasar (verukosa). Dengan goresan dapat timbul autoinokulasi sepanjang goresan (fenomena Koebner). Pada pasien ini bentuk UKK adalah papilomatosa dan tidak didapatkan adanya fenomena Koebner, sehingga diagnosis verucca vulgaris dapat disingkirkan.

KARSINOMA SEL SKUAMOSA Pada karsinoma sel skuamosa menurut Mulyono, predileksi terutama pada bibir bawah, muka, punggung tangan, ekstremitas, putting susu, dan genitalia. didapatkan lesi yang superficial, keras, mirip kutil yang timbul dari suatu dasar yang tinggi dan bulat. Lesi berwarna merah pudar dan mengandung teleangiektasi. Dapat pula sebagai bercak eritematosa, berskuama, keras. Sering ditemukan pada kulit yang telah dirusak oleh sinar matahari, sinar X, parut dan sebagainya.

Pada pasien ini didapatkan adanya warna kutil yang sewarna kulit dan tidak didapatkan adanya bercak eritematosa ataupun berskuama sehingga diagnosis karsinoma sel skuamosa dapat disingkirkan Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk mendukung diagnosis condyloma accuminata pada pasien ini adalah dengan pemeriksaan histopatologi untuk mengetahui gambaran histologis dari ketiga diagnosis banding dan pemeriksaan STS. Menurut Mulyono (1986), pilihan terapi pada condyloma accuminata adalah : Podophilin tincture 25% dengan cara mengoleskan obat tsb pada lesi2 kecil dgn lidi, kmudian ditutup selapis kasa untuk mencegah kontak langsung obat ke daerah sisi lain. Stlh 4 s/d 6jam, obat dicuci dgn air sabun. Dapat diulangi 2x seminggu sampai diperoleh penyembuhan. Tidak dianjurkan untuk wanita hamil karena dpt menyebabkan abortus. 5 -fluorourasil dpt diberikan krim atau salep 5-flurourasil dengan cara mengoleskan pada kondiloma denga lidi, biasanya sebelum tidur, dan diberikan selama 4 sampai 6minggu. Daerah yg diobati tidak perlu ditutup dengan kasa atau dicuci dengan air sabun kecuali bila terjadi iritasi. Bedah listrik ( electro surgery) bila dgn terapi konservatif tidak memberikan hasil baik atau terdapat condyloma accuminata lanjut dgn diameter 1 s/d 2cm, maka bedah listrik mrpkn tindakan yg dianjurkan. Stlh dilakukan tindakan adan antiseptik, diberikan suntikan Lidokain 1-2% sbg anestesi lokal kemudian dilakukan kuretase sehingga tumor lepas dari kulit. Bedah kimia (cryo surgery) dilakukan bila terapi konservatif tidak memberikan hasil yg baik. Ckp efektif untuk mengobati condyloma accuminata pada wanita hamil. Lesi dibekukan dengan menyemprotkan N2O selama 45 detik yang dilakukan ckp 1x/mgu. Bila dengan 1x penyemprotan tdk menunjukkan perbaikan setelah 3 bulan, dpt dilakukan pembekuan yaitu 2x semprot masing2 45detik dengan interval 30menit. Stlh terjadi pembekuan lesi mengalami edema, slnjtnya terbentuk bula stlh 6jam kmdn dan akhirnya tjd nekrosis dan ulkus. Bedah listrik dan khitanan. dianjurkan pada penderita yg belum dikhitan Bedah listrik dan bedah kimia merupakan pilihan untuk terapi giant kondiloma akuminatum. Selain itu juga dianjurkan pada wanita hamil. Pada wanita hamil, bila kondiloma cukup besar sehingga menyulitkan tindakan bedah, maka sebaiknya kehamilan ditunggu sampai cukup bulan kemudian dilakukan SC.

Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah dengan Podophylin tincture 25% dengan cara menutulkan obat tsb pada lesi2 dan jangan sampai mengenai kulit yang sehat dengan tusuk gigi dan setelah 4 hari pasien datang kembali dengan papul2 yg sudah menghilang yg ditandai dgn terbentuknya deskuamasi.

DAFTAR PUSTAKA

Handoko R.P., 2008, Penyakit Virus, dalam Djuanda, A., Hamzah, M. dan Aisah, S.,(eds), Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 5th ed, FKUI, Jakarta : 113-114

Mulyono, 1986, Pedoman Pengobatan Penyakit Kulit dan Kelamin, 1st ed, Meidian Mulya Jaya, Jakarta: 135-158