Anda di halaman 1dari 3

Pupuk Organik

Para ahli lingkungan khawatir terhadap pemakaian pupuk mineral yang berasal
dari pabrik karena akan menambah tingkat polusi tanah yang akhirnya berpengaruh juga
terhadap kesehatan manusia. Hal ini terjadi karena bahan makanan kita adalah hewan
yang mengkonsumsi tanaman atau berupa tanaman yang mengambil hara dari tanah.
Pencemaran air tanah juga disebabkan oleh pemupukan yang berlebihan.
Berdasarkan hal tersebut, makin berkembang alasan untuk mengurangi
penggunaan pupuk mineral dan agar pembuatan pabrik-pabrik pupuk di dunia dikurangi
atau dihentikan sama sekali agar manusia terhindar dari petaka polusi. Upaya
pembudidayaan tanaman dengan pertanian organik merupakan usaha untuk mendapatkan
bahan makanan tanpa penggunaan pupuk anorganik. Dengan sistem ini, diharapkan
tanaman dapat hidup tanpa ada masukan dari luar sehingga dalam keidupan tanaman
terdapat suatu siklus hidup yang tertutup.
Di dunia kehutanan, khususnya di Indonesia, banyak contoh kawasan hutan pada
tanah yang kurus/ miskin hara tetapi tanaman hutan yang hidup di atasnya dapat hidup
subur berkat siklus tersebut. Contoh hutan di sebagian Kalimantan Timur dijumpai pada
tanah yang tergolong Quartzipsamment (USDA, 1994). Jenis tanah tersebut merupakan
tanah yang miskin karena terdiri atas pasir kuarsa, sehingga banyak para ahli melukiskan
Kalimantan tertutup oleh permadani hijau. Mengapa pada tanah miskin hara tanaman
hutan di atasnya dapat tumbuh lebat? Banyak ahli berbeda pendapat mengenai hal ini.
Tetapi, terjadi siklus hara tertutup pada tanah hutan inilah tang menyebabkan tanaman
hutan dapat tumbuh lebat. Daun, ranting, dan organ tanaman hutna bila mati akan gugur
ke bumi. Daun tanaman dan organ lain akan dimakan oleh hewan tingkat tinggi ataupun
hewan tingkat rendah, termasuk fungi dan bakteri. Proses pemakanan jaringan tanaman
oleh makhluk hidup tingkat tinggi dan tingkat rendah ini disebut proses dekomposisi.
Proses ini tidak hanya pemecahan senyawa, tetapi juga sintesis senyawa.
Tingkat akhir dari proses dekomposisi disebut mineralisasi akan dilepaskan
mineral hara tanaman yang terjadi merupakan penyusun bahan organik. Hara yang
dilepas adalah N, P, K, Ca, Mg, S, dan unsur mikro. Unsur-unsur tersebut kemudian
diserap oleh tanaman hutan untuk membentuk jaringan tubuh sebagai senyawa organik.
Tanaman yang ditebang dari jaringan tanaman yang mati akan mengalami dekomposisi
dan mineralisasi. Proses mineralisasi akan melepaskan tanaman lagi. Begitu seterusnya
sehingga tanpa pupuk tanaman hutan dapat tumbuh dengan lebat. Proses inilah yang
dapat diupayakan untuk dilakukan pada tanah pertanian? Lepas dari pertanyaan ini, bahan
organik dalam pertanian sebagai pupuk organik sangat dibutuhkan di samping pupuk
mineral dari pabrik.
Banyak sifat baik pupuk organik terhadap kesuburan tanah antara lain sebagai
berikut :

a. Bahan organik dalam proses mineralisasi akan melepaskan hara tanaman yang
lengkap (N, P, K, Ca, Mg, S serta hara mikro) dalam jumlah tak tentu dan relatif
kecil.
b. Bahan organik dapat memperbaiki struktur tanah, menyebabkan tanah menjadi
ringan untuk diolah, dan mudah ditembus akar.
c. Bahan organik dapat mempermudah pengolahan tanah-tanah yang berat.
d. Bahan organik meningkatkan daya menahan air (water holding capacity),
sehingga kemampuan tanah untuk menyediakan air menjadi lebih banyak.
Kelengasan air lebih banyak terjaga.
e. Bahan organik membuat permeabilitas tanah menjadi lebih baik; menurunkan
permeabilitas pada tanah bertekstur kasar (pasiran) dan meningkatkan
permeabilitas pada tanah bertekstur lembut (lempungan).
f. Bahan organik meningkatkan KPK (Kapasitas Pertukaran Kation) sehingga
kemampuan mengikat kation menjadi lebih tinggi. Akibatnya, jika tanah yang
dipupuk dengan bahan organik dengan dosis tinggi, hara tanaman tidak mudah
tercuci.
g. Bahan organik memperbaiki kehidupan biologi tanah (baik hewan tingkat tinggi
maupun tingkat rendah) menjadi lebih baik karena ketersediaan makan lebih
terjamin.
h. Bahan organik dapat meningkatkan daya sangga (buffering capacity) terhadap
goncangan perubahan drastis sifat tanah.
i. Bahan organik mengandung mikrobia dalam jumlah cukup yang berperanan
dalam proses dekomposisi bahan organik.

Sedangkan sifat yang kurang baik dari bahan organik terhadap tanah antara lain
sebagai berikut:

a. Bahan organik mempunyai C/N masih tinggi berarti masih mentah. Kompos yang
belum matang (C/N tinggi) dianggap merugikan karena bila diberikan ke dalam
tanah. Sebab, bahan organik tersebut akan diserang oleh mikrobia (bakteri
maupun fungi) untuk memperoleh enersi. Dengan demikian, populasi mikrobia
yang tinggi memerlukan juga hara tanaman untuk tumbuhan dan berkembangbiak.
Hara yang seharusnya digunakan oleh tanaman digunakan oleh mikrobia. Dengan
kata lain, mikrobia bersaing dengan tanaman untuk memperebutkan hara yang
ada. Hara menjadi tidak tersedia (unavailable)karena berubah dari senyawa
anorganik menjadi senyawa organik jaringan mikrobia yang disebut immobilisasi
hara. Terjadinya immobilisasi hara tanaman sering menimbulkan adanya gejala
defisiensi. Makin banyak bahan organik mentah diberikan ke dalam tanah, makin
tinggi populasi mikrobia yang menyerangnya sehingga makin banyak hara yang
mengalami immobilisasi. Walaupun demikian, bila mikrobia mati akan
mengalami dekomposisi hara yang immobil dan berubah menjadi tersedia lagi.
Jadi, immobilisasi merupakan peningkatan hara tersedia menjadi tiodak tersedia
dalam waktu tidak relative lama.
b. Bahan organik yang berasal dari sampah kota atau limbah industri sering
mengandung mikrobia patogen dan logam berat yang berpengaruh buruk terhadap
tanaman, hewan, dan manusia.
Berdasarkan asalnya pupuk organik digolongkan menjadi pupuk organik sisa hasil
pertanian, pupuk kandang, pupuk hijau, gambut, dan limbah industri.