Anda di halaman 1dari 34

2012

PENDIDIKAN DAN PROFESI


IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA

[BUKU PANDUAN INDONESIAN MEDICAL OLYMPIAD ISMKI]


[Merupakan buku panduan yang diperuntukan bagi siapapun pemenang Tender Program Kerja Pendpro Nasional ISMKI yakni Indonesia Medical Olympiad]

DAFTAR ISI A. Sejarah a. National Medical Challenge 1 2010, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta b. National Medical Challenge 2 2011, Universitas Airlangga c. Indonesian Medical Olympiad 1 2012, Universitas Brawijaya B. Panduan Umum a. Mitra kerja i. AIPKI ii. Kemenkes iii. Dikti iv. IDI v. Kolegium Spesialis b. Kepanitiaan i. ii. Organizing Commite Steering Commite

c. Pencarian soal d. Materi i. Buku Petunjuk Pelaksanaan ii. Silabus e. Pendaftaran i.Administrasi ii.Pembiayaan f. Lomba i. Penyisihan ii. Final g. Penjurian i. Tata tertib peserta ii. Dewan Juri

iii. Penentuan Juara h. Fasilitas i. Acara Tambahan j. Hadiah k. Sponsorship l. Media Partner C. Outcome a. Laporan Pertanggungjawaban b. Evaluasi Peserta c. Analisa Statistik Hasil IMO d. Alumni

SEJARAH
a. National Medical Challenge 2010, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sejarah NMC mulai dari penggagasan, tenderisasi, persiapan, dan pelaksanaan Tujuan NMC2010 Pencapaian NMC2010 Kesan dan Harapan terhadap NMC/IMO ISMKI b. National Medical Challenge 2011, Universitas Airlangga Sejarah NMC mulai dari penggagasan, tenderisasi, persiapan, dan pelaksanaan Tujuan NMC2011 Pencapaian NMC2011 Kesan dan Harapan terhadap NMC/IMO ISMKI

c. Indonesian Medical Olympiad 2012, Universitas Brawijaya Sejarah NMC mulai dari penggagasan, tenderisasi, persiapan, dan pelaksanaan Tujuan IMO2012 Pencapaian IMO2012 Kesan dan Harapan terhadap NMC/IMO ISMKI

Diisi oleh Ketua Pelaksana masing2 acara

PANDUAN UMUM
a. Mitra kerja Mitra kerja merupakan pihak-pihak pemangku kebijakan dan asosiasiasosiasi profesi terkait yang selama ini membantu kelancaran pelaksanaan NMC/IMO. Sangat penting untuk mengenal dan memahami masing-masing instansi ini dikarenakan peranan mereka dalam acara ini yang dapat menentukan kesuksesan acara ini. Serta perlunya untuk

menjalin komunikasi (audiensi) dan follow up secara berkala kepada instansi tersebut. Cara Melakukan Audiensi: (o/HumasNas ISMKI) Mekanisme permohonan audiensi Bahan-bahan persiapan pre-audiensi i. AIPKI:

Karakteristik instansi: AIPKI adalah instansi layaknya ayahanda dan ibunda bagi mahasiswa kedokteran Indonesia. Sangat mengayomi dan mau mendukung aktifitas kemahasiswaan terutama dibidang pendidikan. Terdiri dari dekan-dekan Fakultas Kedokteran se-Indonesia beserta jajaran nya. Tidak dapat dipungkiri, organisasi sebesar ini diduduki petinggi yang juga punya jam terbang yang tinggi. Sehingga memang perlu kesabaran ekstra saat membangun komunikasi agar efektif dan efisien. Selain itu, kesabaran juga diperlukan dalam jangka follow-up. Seperti kebanyakan ayahanda dan ibunda, beliau-beliau memilih untuk to the point akan apa yang kita butuhkan. Orang-orang penting yang berpengaruh dalam instansi tersebut + Contact yang bisa dihubungi Ketua : Prof. Ali Gufron (ghufron_mukti@yahoo.com) Sekretaris : dr. Ratna Sitompul Lainnya : dr. Setiawan (setiawan2501@yahoo.com) Asisten Sekretaris : pak Yono (yono67jg@yahoo.com) Ketua AIPKI Wilayah V : Prof. Agung (pranotoagung@yahoo.com) Jenis Kerja sama yang diharapkan Indonesia Medical Olympiad adalah sebuah acara olimpiade kedokteran pertama dan terbesar di Indonesia. Diperlukan standar yang maksimal untuk kualitas yang terbaik. Salah satu hal terpenting adalah standar dan kualitas yang terbaik untuk dilombakan. Selain itu, kekayaan soal, tingkat kerumitan dan objektifitas tidak bisa diabaikan. Dalam sistem pertamanya ini, IMO memiiki idealisme untuk mengumpulkan soal dari seluruh FK di Indonesia. Yang dirasa bisa menjembatani yaitu AIPKI sebagai forum bagi dekan-dekan FK se Indonesia. Diharapkan, kerjasama ini membuat hubungan dengan institusi untuk mengumpulkan soal-soal lebih mudah dan merata. Bantuan konkret nya adalah meminta bantuan untuk mengirimkan surat intruksi kepada

institusi agar mengirimkan soal dengan spesifikasi yang sudah ditentukan, begitu pula dengan juri. Dengan adanya surat instruksi atau permohonan bantuan dari AIPKI kepada institusi, peluang yang lebih besar bisa didapatkan untuk mendukung IMO. Selain soal dan juri, forum AIPKI merupakan forum yang baik untuk dimanfaatkan sebagai media publikasi IMO ke jajaran dekanat Fakultas Kedokteran Indonesia. AIPKI juga mampu mengeluarkan surat himbauan pada institusi untuk ikut berpartisipasi dalam IMO. Selain itu, jika memungkinkan, meminta bantuan dana. Untuk tahun pertamanya, IMO mendapatkan Piala bergilir dari AIPKI dan tanda tangan Ketua AIPKI di sertifikat peserta.

ii.

Kemenkes

Karakteristik instansi Sebuah instansi yang tidak mudah tapi sebenarnya bisa untuk diajak kerjasama. Kesalahan fatal yang dilakukan adalah tidak mempersiapkan jauh hari untuk berkomunikasi dengan Kemenkes. Dikarenakan alur yang cukup rumit dan respon yang cukup lama. Pemakaian logo juga tidak diperkenankan karena dari awal tidak ada kerjasama yang jelas. Orang-orang penting yang berpengaruh dalam instansi tersebut + Contact yang bisa dihubungi Wakil Menteri Kesehatan : Prof. Ali Gufron Bagian Promosi Kesehatan : Ibu Lily, Ibu Irma Sekretaris Kemenkes : 021 52960829 Jenis Kerja sama yang diharapkan Meminta bantuan dana, piala bergilir, pemakaian logo kemenkes, jika mau mengadakan acara tambahan berupa social program bisa juga minta bantuan kemenkes (biasanya akan diarahkan ke dinkes) iii. Dikti

Karakteristik instansi Instansi yang memang membantu di banyak bidang acara kemahasiswaan. Dikti memang menyiapkan bagian dana untuk kegiatan kemahasiswaan. Dalam perencanaannya, diharapkan panitia IMO selanjutnya dapat mengajukan proposal di awal sehingga punya waktu yang lama dalam mem-follow up mengingat IMO adalah acara baru yang masih meniti citra. Untuk penggunaan logo, boleh digunakan tanpa izin

karena itu adalah Handayani).

logo

umum

untuk

pendidikan

(Logo

Tut

Wuri

Orang-orang penting yang berpengaruh dalam instansi tersebut + Contact yang bisa dihubungi Dirut Kemahasiswaan isailah@yahoo.com ) DIKTI : Ibu Ilah (isailah@dikti.go.id atau

Kemahasiswaan DIKTI : Pak Widyo (wwinarso@dikti.go.id), Ibu Maslina (lina_sembiring@yahoo.com) Belmawa : Ibu Azizah Jenis Kerja sama yang diharapkan Bantuan Dana, jika memungkinkan bisa minta dukungan publikasi/himbauan pada institusi untuk mengikuti IMO (belum dicoba pada IMO2012), koordinasi terkait kalender kegiatan, supaya tidak terjadi kesamaan tanggal dengan acara dikti ex:PIMNAS yang juga berlangsung pada bulan juli. iv. IDI

Karakteristik instansi Pada dasarnya, ISMKI dan IDI sudah mempunyai hubungan yang sangat baik sehingga IDI sangat mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa kedokteran di Indonesia. Tetapi untuk IMO, dirasakan bukan kapasitas IDI untuk terlibat langsung dalam membantu kompetisi nya dikarenakan IDI lebih menaungi Dokter Umum dan bukan mahasiswa. Jadi IDI bisa membantu untuk seminar nasional. Orang-orang penting yang berpengaruh dalam instansi tersebut + Contact yang bisa dihubungi Ketua : dr. Priyo Sidipratomo, S.Rad Email : pbidi@idionline.org Email Sekretaris : dheka_sp@yahoo.com Jenis Kerja sama yang diharapkan Bantuan kerjasama dalam seminar nasional untuk menyediakan pemateri serta membantu dalam hal akomodasi dan fee pemateri. Bisa juga dicoba untuk minta bantuan/kerja sama dalam pelaksanaan medical expo sebagai acara tambahan. v. Kolegium Spesialis Karakteristik instansi

Orang-orang penting yang berpengaruh dalam instansi tersebut + Contact yang bisa dihubungi Jenis Kerja sama yang diharapkan: bantuan Juri untuk babak final (modified OSCE dan SOCA) dan penghargaan pada pemenang IMO agar bisa diberi kemudahan masuk pendidikan spesialis di bidang yang diikutinya dalam IMO.

Frekuensi Follow Up (High/Medium/low) dan alasannya Pada dasarnya, tidak acuan yang khusus sebagai ciri bagaimana memfollow up instansi yang kita hubungi. Yang diperlukan hanyalah strategi dalam mengatur jarak waktu komunikasi agar tidak menimbulkan kejenuhan bagi instansi terkait. Penggunaan bahasa yang baik dan tepat juga mempengaruhi respon pihak kedua dan sedikit banyak mempengaruhi juga durasi perkembangan situasi. Added Value Diperlukan perencanaan yang sangat matang dalam menghubungi instansi-instansi terkait. Harus ditentukan dari awal instansi apa yang akan dihubungi dan mereka dalam kapasitas apa kita ingin minta bantuannya. Dalam merancang hal tersebut, kita harus mengerti betul kita akan berurusan dengan instansi apa dan bergerak dibidang apa. Setelah itu, dipastikan juga kerjasama apa yang ingin kita minta dan tawarkan kepada instansi tersebut dengan jelas. Lalu, dengan segera membuat proposal yang disesuaikan untuk setiap intansi dan diajukan sejak awal agar mempunyai waktu follow up yang lebih panjang. Instansi yang kita hubungi mayoritas berkantor pusat di Jakarta. Hal ini menjadi sebuah kendala tersendiri bagi Institusi yang tidak berdekatan dengan Jakarta. Bukan rahasia umum jika komunikasi jarak jauh yang hanya bisa lewat sms, telfon atau email kurang efektif. Jalan keluar yang terbaik adalah diskusi tatap muka agar komunikasi yang terjalin bisa efektif dan efisien serta tepat sasaran. Sehingga disarankan agar ada 1 atau 2 orang humas panitia yang berasal jadi Jakarta untuk mempermudah akomodasi dalam melaksanakan pertemuan dengan instansi terkait. Jika memungkinkan, diadakan pertemuan diskusi dengan instansi tersebut dalam 3 tahap. Tahap pertama yaitu pengenalan awal akan IMO, konsep kasar, dan rencana target yang diharapkan secara umum dan secara khusus terhadap masing-masing instansi. Tahap kedua adalah evaluasi dan kontroling Yang masih akan menjadi PR berat bagi kepanitiaan selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan objektifitas acara IMO dengan meningkatkan

keterlibatan institusi dalam pembuatan soal maupun pengiriman juri. Hal ini bisa dirundingkan dengan AIPKI dari awal supaya ayahanda dan ibunda kita boleh mengawal kita menghadap institusi dan meminta kerjasama nya.

b. Kepanitiaan i. Organizing Commite:

Kualifikasi Umum: Mahasiswa PRE-KLINIK dari FK yang memenangkan tender IMO, dedikatif, memenuhi standar dari Ketua Pelaksana IMO. ii. Steering Commite: Kualifikasi Umum: Mahasiswa PRE-KLINIK FK, Akses Internet Baik,Dedikatif, Menempatkan IMO sebagai prioritas UTAMA, Memiliki Integritas dan Profisionalisme yang tinggi, Wajib Hadir saat Pelaksanaan hari H di tempat pelaksanan IMO -SC internal: SC yang berasal dari institusi pengambil tender -SC eksternal: SC yang berasal dari luar institusi dan ditunjuk langsung oleh sekjen ISMKI/Sekbid Pendpronas sebagai SC eksternal. -Koordinator SC, perwakilan pendpronas(1): merupakan penanggung jawab utama Terhadap terlaksananya IMO, Bertugas dalam menentukan Jobdesk dari SC serta mengawasi pelaksanaanya, Harus mampu menghubungkan SC (terutama eksternal)-OC Diharapkan berasal dari Institusi pengambil tender. -SC acara: Berperan dalam mengawasi dan membantu OC Acara dalam mengembangkan acara (terutama yang non-lomba). Susunan: eksternal (1) dan internal (1) -SC materi: Berperan dalam mengawasi dan membantu OC Materi terutama dalalm hal kualitas lomba(soal, juri, reviewer, blueprint) dan peraturan lomba (Juklak, Juknis, Silabus,

Tata tertib peserta, Sistem Penilaian). Untuk SC Materi diutamakan mahasiswa PRE-KLINIK yang tahun ke-3 ke atas. Susunan: internal:coordinator dan eksternal: wilayah (4) -SC kepesertaan: Berperan dalam mengawasi dan membantu OC dalam menyusun konten proposal delegasi, menetukan persyaratan pendaftaran, menetapkan biaya pendaftaran dan menyiapkan fasilitas untuk peserta (akomodasi, transportasi, komunikasi, konsumsi,dll). Komposisi: internal (2) c. Pencarian soal:

METODE PENGUMPULAN SOAL


Berikut adalah skala prioritas singkat alur pengumpulan soal: 1. Ajukan permohonan soal ke AIPKI Pusat, ikuti instruksi selanjutnya, atau jika tidak bisa 2. Ajukan permohonan soal ke AIPKI wilayah, ikuti instruksi selanjutnya, atau jika tidak bisa 3. Ajukan permohonan soal ke universitas-universitas terkait (tergantung alur nomor 1 dan/atau 2, apakah semua universitas di Indonesia atau unversitas di wilayah AIPKI tertentu saja), ikuti instruksi selanjutnya, atau jika tidak bisa 4. Ajukan permohonan soal ke Penanggung Jawab Soal UKDI universitas penyelenggara, ikuti instruksi selanjutnya, atau jika tidak bisa 5. Ajukan permohonan soal ke masing-masing PJMK babak-babak terkait, ikuti instruksi selanjutnya, atu jika tidak bisa 6. Pengumpulan soal mandiri (USMLE, UKDI, soal-soal setara) Keterangan: 1. Ajukan permohonan soal ke AIPKI Pusat. Penting untuk diperhatikan, bahwa permohonan wajib menggunakan surat dan dikonfirmasi langsung ke AIPKI Pusat, tidak hanya via telepon, namun kalau bisa bertemu secara langsung. 2. Ajukan permohonan soal ke AIPKI wilayah. Format surat permohonan (lampiran 1). Penting untuk diperhatikan, bahwa permohonan wajib menggunakan surat dan dikonfirmasi langsung ke AIPKI Pusat, tidak hanya via telepon, namun kalau bisa bertemu secara

langsung. Alur ini dilakukan jika dari AIPKI Pusat menginstruksikan untuk memohon ke AIPKI wilayah. Pada alur ini, perlu ditanyakan apakah panitia IMO menyampaikan ke AIPKI lalu AIPKI yang mendistribusikan ke universitas-universitas, atau panitia IMO langsung mendistribusikan permohonan ke universitas-universitas. 3. Ajukan permohonan soal ke universitas-universitas terkait. Sertakan surat pengantar dari AIPKI Wilayah dan jika perlu AIPKI Pusat. Format lampiran permohonan dapat dilihat pada Lampiran 2. Lampiran ke tiap universitas dibagi per laboratorium/departemen yang ada di universitas terkait, sertakan jumlah soal yang diminta. Diperlukan konsultasi kepada kakak tingkat dan/atau dosen untuk hal ini. Ajukan permohonan soal ke Penanggung Jawab Soal UKDI universitas penyelenggara. Setiap institusi FK mempunyai badan MEU yang dibebankan pada satu orang penanggung jawab. Permohonan ini bisa disampaikan secara lisan saja atau dengan surat resmi. Sampaikan blueprint dan konsep soal yang mau dimasukkan dalam IMO, karena standard soal IMO tidak boleh sama dengan standard soal UKDI. Alasannya, selain karena standard soal UKDI yang sangat rumit dan rahasia serta membutuhkan waktu penyusunan dan review yang sangat lama, standard tersebut tidak bisa digunakan dalam IMO. Ajukan permohonan soal ke masing-masing PJMK babak-babak terkait. Biasanya ini di bawah koordinasi langsung penanggung jawab MEU di atas, kecuali jika beliau tidak bersedia. Pengumpulan soal mandiri . Ini adalah pilihan terakhir jika jumlah soal yang terkumpul belum mencukupi kebutuhan. Pengumpulan soal ini harus didampingi oleh kakak-kakak tingkat dan/atau dosen yang kompeten. Soal-soal diperoleh dari bank soal kedokteran minimal level nasional, dan wajib diedit (tidak boleh sama dengan aslinya) karena IMO menggunakan soal-soal tersebut sebagai referensi, bukan sebagai cuplikan. Ke enam langkah ini WAJIB dilaksanakan minimal H-6 bulan pelaksanaan Acara mengingat sulitnya pengumpulan soal-soal yang Valid dan Berkualitas.

4.

5.

6.

7.

d. Materi i. Buku Petunjuk Pelaksanaan (Juklak): Isi dari Juklak

BUKU MATERI
Buku materi ini adalah buku pegangan untuk peserta IMO, diharapkan isinya sudah mewakili semua yang dibutuhkan oleh peserta, baik itu dari sisi materi lomba maupun kepesertaan. Isinya antara lain sebagai berikut: A. Denah Fakultas Kedokteran Penyelenggara

Harus jelas, diutamakan yang digunakan sebagai lokasi lomba, harus jelas pula mana saja tempat yang boleh/tidak dilewati/ditempati peserta. Contoh bisa dilihat pada Lampiran 3. B. Gambaran Umum Technical Meeting (TM) Memberikan poin-poin yang akan dijelaskan dalam TM, sehingga peserta diharapkan benar-benar datang dan mengikuti acara TM hingga akhir karena semuanya dijelaskan di situ. Contoh bisa dilihat pada Lampiran 3. C. Alur Mobilisasi Peserta Merupakan alur-alur ruang dan jalan yang akan dilewati peserta selama lomba, dibuat sejelas mungkin agar lomba berlangsung efektif dan efisien. Contoh bisa dilihat pada Lampiran 3. D. Tata Tertib Indonesian Medical Olympiad Berbentuk bab, pasal, dan ayat yang bersifat tegas dan mengikat baik bagi peserta, juri, maupun panitia. Dalam Tatib ini jugalah dijelaskan mengenai Teknis dan Peraturan Lomba setiap tahap dan babak secara detil dan tidak double perseption. Begitu juga mengenai sanksi dan keputusan pemenang. Diharapkan Tatib IMO adalah tetap dari tahun ke tahun, dalam artian hanya bisa direvisi dalam forum resmi pembentukan panitia IMO. TATIB bisa dilihat pada Lampiran 4 ii. Silabus: Konsep berpikir penyusunan Silabus IMO

STANDARDISASI SOAL DAN BLUEPRINT Diperlukan blueprint dengan format yang baik untuk setiap babak dan cabang. Blueprint disusun oleh OC dengan konsultasi ke dosen/penanggung jawab MEU dan/atau ketua dewan juri. Blueprint adalah kerangka awal penyusunan soal, mau sifatnya seperti apa, bentuknya bagaimana, mencakup materi apa saja, dan persyaratan-persyaratan yang lain. Blueprint wajib sudah jadi maksimal H-5 bulan sebelum pelaksanaan IMO, karena proses pengumpulan soal membutuhkan waktu yang lama. Perlu diketahui bahwa Blueprint soal merupakan masterpiece sie materi yang SANGAT AMAT RAHASIA karena merupakan inti dari lomba. e. Pendaftaran Pendaftaran peserta dilaksanakan H-3 bulan kegiatan sehingga panitia dapat memiliki data fix peserta pada H-2 bulan kegiatan. a. Persyaratan i. Mahasiswa preklinik (semester 1 sampai dengan semester 7) Fakultas Kedokteran se-Indonesia, yang dalam 1 tim terdiri dari 2 orang mahasiswa yang sama-sama terdaftar sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran yang sama. ii. Telah melewati proses seleksi lokal yang diselenggarakan oleh institusi masing-masing untuk setiap sistem 2 orang iii. 1 orang peserta hanya boleh mengikuti 1 sistem b. Alur Administrasi

Mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan dapat mulai mengisi formulir di googledoc yang telah disediakan panitia H-3 bulan kegiatan. Calon peserta mengirimkan softcopy syarat-syarat pendaftaran lainnya berupa paling lambat H-2 bulan kegiatan: a. b. c. d. Pas foto peserta Bukti transfer pembayaran dari Bank Scan kartu tanda mahasiswa peserta Surat pengantar dari dekanat

melalui email daftarpesertaimo@yahoo.com untuk mendapatkan invitation letter, buku materi yang berisi petunjuk pelaksanaan lomba, silabus, tata tertib dll dari panitia IMO. Peserta mengisi formulir akhir di googledoc H-1 bulan kegiatan berupa: Konfirmasi kehadiran, jadwal keberangkatan, jadwal kepulangan, alat transportasi, alergi makanan, contact person tim, kehadiran dalam seminar dan acara tambahan. Pada saat hari H peserta wajib membawa : 1. Invitation letter yang telah dikirimkan oleh panitia ke email ketua tim dicetak rangkap 2, satu untuk panitia dan satu untuk peserta; 2. Hardcopy formulir pendaftaran; 3. Hardcopy surat pengantar dari fakultas; 4. fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa sebanyak 1 (satu) lembar; 5. pas foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 3 (tiga) lembar (minimal foto enam bulan terakhir); 6. Menunjukkan tanda bukti asli pembayaran kontribusi (bukti transfer). c. Pembiayaan: Biaya maksimal yang dibebankan pada peserta untuk kegiatan IMO selama: 1. 4 hari = Rp 616.000,00 2. 5 hari = Rp 803.000,00 3. 6 hari = Rp 990.000,00 *Biaya tersebut meliputi kebutuhan dasar peserta: Konsumsi (max: 15.000/makan), Transportasi (max: 25.000/hari), Akomodasi (max: 100.000/hari), IMO Kit (kaos, tas, buku materi, map, notes, pulpen) (max:50.000). Ditambah dengan biaya lomba (maksimal 10% total biaya

kebutuhan dasar peserta)biaya lomba digunakan untuk menunjang pelaksanaan lomba ex: Fee Juri, Cetak Soal,dll. *Peserta yang telah melakukan pendaftaran dan telah membayar tetapi mengundurkan diri pembayaran dapat dikembalikan hanya 20% dari biaya pendaftaran. *Tidak terdapat kategori early, late atau on the spot. f. Lomba

PEMBAGIAN CABANG LOMBA (SISTEM TUBUH)


Perlu dibicarakan lagi secara intens dengan seluruh panitia, apakah yang diperlombakan berupa cabang sistem mandiri (contoh: Cardiology, Respiratory, Musculoskeletal, dll) atau semua/beberapa cabang sistem gabungan (contoh: Cardiorespiratory, Urogenitoreproduksi, dll), karena hal tersebut bisa menimbulkan rancu dalam tim penyusun soal nantinya. Selain itu, perlu dipikirkan kembali keseimbangan level kesulitan dalam setiap cabang. Walaupun antar cabang tidak dapat dibandingkan, namun jangan sampai ada satu/lebih cabang yang lebih mudah/lebih sulit daripada cabang yang lain, karena hal tersebut membuktikan bahwa soal IMO belum terstandardisasi. Begitu pula dengan jumlah cabang yang optimal dilaksanakan di Universitas Penyelenggara, pastikan di Fakultas yang terkait tersedia specimen-spesimen dan/atau sarana prasarana yang berhubungan dengan sistem yang dilombakan, sera berapa banyak yang mampu disediakan dan dihandle panitia.

TEKNIS LOMBA
Pada dasarnya, IMO terbagi atas dua TAHAP, yang pertama adalah Tahap Penyisihan, yang kedua adalah Tahap Final. Setiap tahap terdiri atas beberapa babak, di mana setiap babaknya secara teknis persiapan dan pelaksanaan panitia harus sudah lebih dari siap. Berikut rincian babak dari tahap-tahap tersebut (teknis dan peraturan bisa dibaca di Tata Tertib): a. Tahap Penyisihan, terdiri atas i. Multiple Choice Question (MCQ) ii. Objective Structured Practical Examination (OSPE) dengan

teknis yang sama pertimbangkan untuk nama babak yang lebih sesuai
b. Tahap Final, terdiri atas i. Multiple Choice Question (MCQ) ii. Mini Clinical Examination Exercise (MiniCEX) dengan teknis

yang sama pertimbangkan untuk nama babak yang lebih sesuai, yaitu Modified OSCE.
iii. Structured Objective Case Analysis Public Health (SOCA-PH) g. Penjurian i. Tata tertib peserta (Lampiran 4)

ii. Dewan Juri

DEWAN JURI DAN SISTEM PENILAIAN


Ketua dewan juri perlu ditentukan sejak awal pembentukan panitia (kalau bisa bicarakan konsep dan standard soal dengan beliau). Kemudian penentuan juri-juri untuk setiap babak beserta penilaiannya juga dipastikan oleh beliau, sehingga lebih teratur dan terstandardisasi. Ketua dewan juri berasal dari universitas penyelenggara atau perwakilan dari AIPKI. Untuk saran, sebaiknya mengikuti sistem penilaian IMO 2012 untuk penilaian per babak. iii. Penentuan Juara Untuk penentuan Juara Umum, digunakan sistem akumulasi perolehan medali emas, perak, dan perunggu terbanyak. Universitas yang memperoleh juara umum adalah universitas yang memiliki jumlah medali emas terbanyak, peringkat berikutnya disusul oleh universitas dengan jumlah media emas kedua terbanyak dan seterusnya, disusul universitas yang memperoleh medali perak terbanyak, dan seterusnya. Contoh bisa dilihat pada Lampiran 5. Juara Umum ditentukan dan diumumkan melalui Surat Keterangan (Lampiran 6) yang ditandatangani oleh ketua dewan juri. h. Fasilitas : 1. Akomodasi 2. Transportasi 3. IMO Kit 4. Konsumsi 5. City Tour, biaya DIPISAHKAN dari BIAYA PENDAFTARAN pokok yang ditetapkan sesuai ketentuan diatas. Dan dibayarkan sesuai keikutsertaan peserta pada hari H. i. Acara Tambahan Wajib: - Lomba tambahan untuk peserta non-Finalis, Acara yang diadakan merupakan acara keakraban yang bisa memperkuat hubungan antar peserta -Pertemuan Dosen Pembimbing dengan AIPKI Pilih salah satu: -Seminar Nasional, Setiap IMO diadakan harus disertai dengan Seminar Nasional dengan Pemateri Nasional dengan materi yang disesuaikan dengan Tema IMO tahun itu

-Sosial Project, bisa berupa kegiatan kunjungan ke panti wredha, YPAC, atau kegiatan2 sosial yang bisa mengakomodasi semua delegasi -Medical Expo, merupakan expo kedokteran, bisa expo institusi, alat medis, rumah sakit, skill medis, atau apa saja terkait dunia kedokteran.

j. Hadiah Hadiah dipersiapkan dengan menggunakan dana DIPA,DIKTI, atau pun SPONSORSHIP. Yang pasti tidak dianggarkan dari uang pendaftaran peserta k. Sponsorship -List sponsorship yang sesuai dengan acara kita, misal karena IMO adalah olimpiade kedokteran target sponsor ke alat tulis (e.g faber castel, staddler), apotik, RS, dll -Minta bantuan dekanat yang sudah memilki sponsor tetap untuk fakultas atau beberapa rekomendasi dari link yang dimiliki oleh panitia itu sendiri -Meminta surat rekomendasi dari pihak dekanat agar proposal yang diajukan ke sponsor lebih direspon -Jangan terkesan menghapal ketika menjelaskan ke pihak sponsor, Jelaskan acara IMO dengan semenarik dan semenjanjikan mungkin, tapi tetap sesuai dengan fakta acara yang ada. (Misal: acaranya nasional/internasional,mengundang institusi kedokteran seluruh Indonesia, disiarkan di R**I/G***b**) -Proposal yang digunakan jangan disamakan dengan proposal internal tapi menggunakan Poster atau Pop Art yang didalamnya sudah menginformasikan semua informasi yang ada agar lebih EYE CATCHING dan MENARIK. -Pada proposal Sponsorship gunakan LIST DANA yang benar-benar dibutuhkan sesuai dengan sponsor yang dituju. (Misal: jika mau minta sponsor ke catering, pada rincian biaya tulis anggaran kebutuhan makanan selama acara saja. Rincian penginapan, transportasi tidak perlu dicantumkan) Dengan demikian diharapkan pihak sponsorship bisa meras lebih jelas dan yakin dalam memberikan bantuan dana. -Jangan pernah menitipkan proposal atau apapun ke security atau resepsionis (pasti g sampai) -Usahakan sebelum berangkat sudah menghubungi CONTACT PERSON pihak SPONSORSHIP (humas/marketing)dan membuat JANJI BERTEMU

-Biasanya pihak sponsor minta waktu utk mempelajari, beri deadline waktu 3 hari/ seminggu. Jangan lupa FOLLOW UP sesuai waktu kesepakatan. l. Media Partner Media Partner merupakan mitra kerja terutama dalam hal publikasi acara. Publikasi yang dimaksud tidak hanya sebatas publikasi pre hari H, tapi juga saat pelaksanaan acara, dan bahkan post hari H. Tujuannya:agar acara IMO ini bisa meningkat pamornya tidak hanya dikalangan mahasiswa kedokteran tapi juga masyarakat di seluruh Indonesia tahu IMO itu apa,ada dimana,dll. Media partner umunya merupakan perusahaan-perusahaan meda massa seperti surat kabar, majalah, stasiun televisi ataupun Radio baik lokal maupun Nasional. Media partner seringkali dilupakan dalam acara mahasiswa, padahal media partner adalah salah satu media paling baik untuk mepublikasikan acara kita (IMO) sehingga bisa meningkatkan pamor acara, institusi penyelenggara dan ISMKI. Untuk menjalin kerja sama dengan media partner: Mulailah dengan media massa daerah dulu, contoh di IMO2012 yang lalu kami menghubungi malang pos dan radar malang. Nanti untuk yang radar malang jika berita bagus akan langsung masuk jawa pos. Proposal yang digunakan jelas berbeda dari proposal sponsorship. Proposal ini langsung diserahkan ke pimpinan (direktur/humas) jangan dititipkan. Perjelas MOU yang diinginkan, apa mau barter berita dengan publikasi acara atau kita membayar wartawan mereka untuk meliput acara kita,dll (kreatifitas masing-masing)
C. Outcome a. Laporan Pertanggung Jawaban Institusi yang diberikan kepada: i. Institusi pemenang tender: Berupa LPJ internal sesuai dengan format fakultas ii. ISMKI (Berupa Hardcopy dan Softcopy) 1. Pendahuluan: Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat bagi institusi 2. Isi a. Tema b. Waktu dan tempat pelaksanaan

c. Jumlah peserta d. Susunan panitia e. Jadwal kegiatan f. Kerjasama yang dibangun g. Keunggulan (Inovasi) h. Deskripsi dan Evaluasi Kegiatan (Pra hari H, Hari H dan Pasca hari H) : Kendala, Solusi i. Laporan Keuangan sesuai dengan jumlah uang yang diberikan kepada institusi 3. Penutup : Kesimpulan dan Saran 4. Lampiran: dokumentasi, nota, rekap data peserta, silabus dan petunjuk pelaksanaan iii. Instansi-instansi yang diajak kerja sama seperti: 1. DIKTI (sesuai dengan format DIKTI) 2. AIPKI (sama dengan LPJ ISMKI ditambahkan analisa hasil statistik) 3. Kemenkes (sama dengan LPJ ISMKI ditambahkan analisa hasil statistik) 4. IDI (sama dengan LPJ ISMKI ditambahkan analisa hasil statistik) 5. Sponsorship (Sesuai MOU yang telah disepakati sebelumnya) b. Evaluasi Peserta (transparansi hasil) -Pengumuman di Papan: Pengumuman urutan babak penyisihan dan babak final dengan kertas yang ditandatangani oleh Ketua juri -Pengumuman tertulis: Pengumuman nilai yang tertulis di dalam surat dalam amplop, ditandatangani Ketua juri, dibagikan langsung kepada institusi masingmasing -Pengumuman langsung: Pengumuman finalis dan juara di depan audiens a. Analisa Statistik Hasil IMO Hasil dari IMO2012 akan dibuat suatu analisa statistikanya sehingga bisa dimanfaatkan oleh Instansi penentu kebijakan dalam merumuskan suatu kebijakan baru oleh Pendidikan Profesi ISMKI bersama dengan panitia materi di institusi. Hasil analisa statistik yang dapat di tampilkan adalah: a. Keaktifan anggota per wilayah AIPKI terhadap kompetisi akademik b. Sebaran minat sistem

c. Sebaran provider soal kompetisi d. Gambaran kompetensi mahasiswa kedokteran Indonesia dalam setiap sistem c. Alumni Alumni IMO diharapkan dapat selalu menjaga silaturahim dalam rangka turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan kedokteran Indonesia. Maka dari itu, setiap kegiatan IMO diharapkan: a. Terdapat satu orang ketua angkatan alumni IMO b. Membentuk group alumni IMO angkatan di facebook c. Diwakilkan beberapa orang alumni IMO untuk menjadi Steering Committee dalamIMO berikutnya d. Membentuk sebuah database angkatan alumni IMO.

Lampiran 1

Lampiran 2

Lampiran 3 Denah

dst. Gambaran Umum TM

dan seterusnya, bisa ditentukan sendiri sesuai kebutuhan setiap panitia Alur Mobilisasi Peserta

dan seterusnya, menyesuaikan kebutuhan panitia.

Lampiran 4
TATA TERTIB Indonesian Medical Olympiad BAB I NAMA DAN SIFAT Pasal 1 Tata tertib ini bernama Tata Tertib Indonesian Medical Olympiad atau disingkat dengan TATIB IMO. Pasal 2 TATIB IMO ini bersifat mengikat bagi peserta dan panitia Indonesian Medical Olympiad (IMO). Pasal 3 TATIB IMO disusun oleh Panitia Indonesian Medical Olympiad (IMO). Pasal 4 TATIB IMO ini tidak dapat diganggu gugat. BAB II PANITIA Indonesian Medical Olympiad (IMO) Pasal 5 (1) Panitia IMO dibentuk oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran di universitas penyelenggara dan Divisi Pendidikan Profesi Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (Pendpro ISMKI) berdasarkan mekanisme tertentu. (2) Panitia IMO terdiri atas Steering Comittee (SC) dan Organizing Committee (OC). Pasal 6 Kompetensi SC ditentukan berdasarkan surat keputusan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ISMKI, sedangkan kompetensi ketua OC ditentukan berdasarkan kesepakatan rapat SC, dan panitia OC yang lain ditentukan berdasarkan Ketetapan Ketua OC.

BAB III PESERTA IMO Pasal 7 Peserta IMO adalah mahasiswa preklinik (semester 1-7) Fakultas Kedokteran se-Indonesia dan merupakan WNI (Warga Negara Indonesia). BAB V JURI DAN PENGAWAS Pasal 8 Juri adalah dokter yang diberikan amanah untuk membantu dan mengawasi jalannya lomba. Tugas dan wewenang juri: a) Memastikan soal tidak memiliki makna ganda. b) Memastikan soal layak dilombakan dan baik sesuai standar IMO. c) Mengerti dan memahami soal yang dilombakan sekaligus tata cara penilaian. d) Mengesahkan nilai peserta di setiap babak lomba. e) Mendiskualifikasikan soal, hasil lomba, dan menggantikannya dengan ketentuan yang dipertimbangkan oleh dewan juri. f) Bagi juri Mini CEX diharap memastikan pasien telah memahami dan dilatih sesuai dengan kasus yang dilombakan. Pasal 9 Pengawas adalah dosen atau karyawan di universitas penyelenggara dan/atau yang berwenang terhadap laboratorium yang digunakan selama IMO berlangsung. Tugas dan wewenang pengawas: a) Memastikan peserta mematuhi peraturan, tata tertib, dan tata cara pengerjaan yang telah disampaikan oleh panitia. b) Memastikan peserta tidak melakukan pelanggaran terkait peraturan, tata tertib, dan tata cara pengerjaan yang telah disampaikan oleh panitia. c) Memastikan pelaksanaan lomba berjalan kondusif.

(1) (2)

(1)

(2)

d) Memiliki hak untuk memberi sanksi (sesuai dengan ketentuan sanksi peserta) kepada peserta yang diketahui telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan, tata tertib, dan tata cara pengerjaan yang telah disampaikan oleh panitia. BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN Pasal 10 Hak dan Kewajiban panitia (1) Hak panitia IMO antara lain: a) Mengajukan usul/pendapat kepada ketua OC berkaitan dengan palaksanaan IMO. b) Melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh panitia kepada SC. c) Melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh peserta kepada juri dan/atau pengawas. d) Mendapatkan fasilitas-fasilitas kepanitiaan IMO. e) Mendapat penghargaan dan/atau sanksi atau hukuman sewajarnya sesuai dengan TATIB IMO. f) Membawa kendaraan pribadi. (2) Panitia diwajibkan : a) Membaca, memahami, dan melaksanakan segala ketentuan yang telah ditetapkan dalam tata tertib panitia IMO. b) Melakukan tugas dan wewenangnya masing-masing sesuai dengan spesifikasi bidang kerjanya. c) Bersedia membantu kerja bidang lain jika dibutuhkan sesuai dengan kemampuan. d) Mendukung dan menjaga kelancaran jalannya seluruh acara. e) Mencegah, mengingatkan, dan menghentikan segala bentuk tindakan panitia lain yang tidak sesuai dengan konsep umum IMO, serta melaporkannya kepada SC. f) Mencegah, mengingatkan, dan menghentikan panitia lain yang melanggar TATIB IMO dan melaporkannya kepada SC.

g) Mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dan berkaitan dengan semua pelaksanaan acara IMO. h) Hadir tepat waktu bagi seluruh panitia, kecuali telah mendapatkan izin dari Ketua OC maksimal 1 hari sebelum jadwal yang telah disepakati, atau boleh kurang dari 1 hari dalam kondisi yang mendesak dan logis untuk dipertanggungjawabkan. i) Menerapkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) bila bertemu sesama peserta, panitia serta komponen di dalam dan di luar IMO. j) Membawa dan memakai kelengkapan panitia: i. identitas panitia, ii. jas almamater official caps, iii. peralatan tulis menulis, iv. Kelengkapan lain sesuai bidang kerjanya. k) Ketentuan pakaian panitia : i. Atasan berupa kemeja atau kaos berkerah, tidak ketat, dan tidak transparan, ii. Bawahan berupa celana dan/atau rok bukan jeans, tidak ketat, dan tidak transparan, iii. Alas kaki berupa sepatu, bukan sandal, iv. Jas almamater. (3) Panitia dilarang untuk : a) Tidak melaksanakan kewajiban yang sudah ditentukan dalam poin kewajiban panitia. b) Melakukan tindakan atau ucapan yang merendahkan martabat manusia dan atau menyinggung SARA serta mengucapkan kata-kata kotor. c) Melakukan kekerasan fisik. d) Melakukan tindakan apapun yang tidak sesuai dengan norma agama, kesopanan/ kesusilaan.

e) Melakukan perbuatan untuk semata-mata menguntungkan kepentingan diri sendiri yang bertentangan dengan konsep IMO. f) Merokok, minum minuman keras, dan atau menggunakan NARKOBA di dalam maupun di luar lingkungan Universitas Brawijaya atau selama pelaksanaan IMO. g) Melakukan tindakan yang dapat menurunkan kewibawaan panitia. h) Mengajak peserta maupun panitia lain untuk melakukan pelanggaran dan tidak melakukan kewajibannya. i) Membunyikan atau menggunakan telepon seluler dan atau pager dalam ruangan saat acara berlangsung. Pasal 11 Hak dan Kewajiban peserta (1) Peserta IMO memiliki HAK : a) Mendapatkan fasilitas IMO. b) Membawa identitas dan keperluan medis pribadi. c) Mendapat penghargaan dan atau sanksi sewajarnya sesuai dengan TATIB IMO. d) Bertanya serta meminta penjelasan dan bimbingan dari panitia IMO. e) Membela diri. f) Membawa alat komunikasi dengan syarat wajib dinonaktifkan selama acara IMO berlangsung. (2) Peserta IMO diwajibkan untuk : a) Membaca, memahami, dan melaksanakan segala ketentuan yang telah ditetapkan dalam tata tertib peserta IMO. b) Mengikuti seluruh acara pada kegiatan IMO. c) Menjaga ketertiban acara selama pelaksanaan IMO. d) Datang tepat waktu pada seluruh acara dan kegiatan IMO. e) Menghormati seluruh panitia serta komponen di dalam dan di luar IMO.

f) Menerapkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) bila bertemu sesama peserta, panitia serta komponen di dalam dan di luar IMO. g) Menghormati hak-hak peserta yang lain. h) Mengetahui seluruh informasi untuk peserta IMO. i) Mengenakan pakaian dengan ketentuan; i. Atasan berupa kemeja atau kaos berkerah, tidak ketat, dan tidak transparan, ii. Bawahan berupa celana dan/atau rok bukan jeans, tidak ketat, dan tidak transparan, iii. Alas kaki berupa sepatu, bukan sandal, iv. Jas almamater. j) Membawa perlengkapan lomba sesuai dengan ketentuan : i. Alat tulis (meliputi: pensil 2B, penghapus, rautan, pena dengan tinta warna hitam, type corrector, spidol besar permanen warna hitam masing-masing minimal 1 buah), ii. Jas praktikum atau jas laboratorium, iii. jas almamater, iv. Kartu Tanda Mahasiswa, v. Meja dada 1 buah, vi. Stetoskop 1 buah, vii. Nametag (diberikan oleh panitia saat registrasi peserta), viii. IMO KIT, ix. Obat-obatan pribadi, x. Alat ibadah, xi. Payung kecil, dan xii. Perlengkapan lain yang sekiranya diperlukan. k) Setiap peserta bertanggung jawab atas keamanan barang masing-masing. l) Menjaga kerapian dan kebersihan diri serta lingkungan. i. kuku tidak boleh panjang dan/atau memakai cat kuku.

BAB VI TEKNIS DAN PERATURAN SAAT LOMBA Pasal 12 (1) Tahap Penyisihan terdiri atas: Multiple Choice Question (MCQ) dan Objective Structured Practical Examination (OSPE). Multiple Choice Question Teknis perlombaan a) Setiap tim duduk di sepasang kursi yang disediakan, terpisah antar tim. b) Setiap tim diminta mengerjakan 1 (satu) paket soal berisi soal 200 (dua ratus) butir soal, dikerjakan secara tim. Pembagian pengerjaan soal ditentukan oleh kebijakan masing-masing tim. c) Soal berupa pilihan berganda tipe 1 (soal isian dengan pilihan A,B,C,D, dan E). d) Karena jumlah total soal adalah 200 (dua ratus) butir, maka setiap tim mendapatkan 2 (dua) Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang masing-masingnya berisi 100 (seratus) nomor jawaban. e) Soal dikerjakan dengan membulati Lembar Jawaban Komputer (LJK) menggunakan pensil 2B. f) Peserta baru diperbolehkan mengisi LJK dan mulai membaca soal jika sudah diinstruksikan oleh panitia atau pengawas. g) Waktu pengerjaan dimulai dan diakhiri dengan instruksi panitia atau pengawas. Peraturan a) Peserta datang ke ruangan minimal 15 menit sebelum MCQ dimulai. b) Peserta meletakkan tas di tempat yang disediakan oleh panitia dan hanya membawa alat tulis saat mengerjakan MCQ.

c) Setiap peserta MCQ mengerjakan ujian tulis dengan model jawaban pilihan berganda sesuai dengan cabang masingmasing. d) Jumlah soal yang diujikan sebanyak 200 (dua ratus) soal dengan nilai maksimum 400 (empat ratus). e) Setiap butir soal memiliki nilai +2 (plus dua) untuk setiap jawaban benar, -1 (minus satu) untuk setiap jawaban salah, dan 0 (nol) bila tidak dijawab. f) Tim mengerjakan MCQ dengan menghitamkan bulatanbulatan pilihan menggunakan pensil 2B pada lembar jawaban komputer (LJK) yang telah disediakan. g) Lembar soal diberi identitas peserta, boleh dicoret, dilipat, dan dilepaskan dari bundel soal namun tidak boleh rusak dan tidak diperkenankan dibawa keluar dari ruangan. h) Waktu untuk mengerjakan soal adalah 120 (seratus dua puluh) menit. i) Materi soal sesuai dengan silabus. j) Sebelum panitia atau pengawas menginstruksikan bahwa waktu pengerjaan MCQ dimulai, peserta dilarang membuka soal ujian. k) Registrasi peserta akan dilakukan saat peserta akan memasuki ruangan ujian. l) Sebelum waktu pengerjaan MCQ dinyatakan selesai, peserta yang sudah menyelesaikan MCQ dilarang meninggalkan ruangan (harus berada di tempat) sampai diizinkan oleh panitia. m)Peserta yang telah selesai mengerjakan MCQ harus tetap tenang, sopan, dan tidak boleh mengganggu peserta lain yang belum selesai. n) Peserta dilarang ke toilet selama pengerjaan MCQ, peserta diberi kesempatan untuk ke toilet sebelum MCQ dimulai. o) Peserta dipersilakan menyampaikan pertanyaan kepada panitia sebelum MCQ dinyatakan dimulai dan setelah MCQ

dinyatakan selesai dengan mengikuti aturan yang ditentukan. p) Peserta yang akan menyampaikan pertanyaan wajib mengangkat tangan terlebih dahulu dan tidak menyampaikan pertanyaan sebelum dipersilakan oleh panitia. q) Peserta tidak diperbolehkan menyampaikan pertanyaan kepada panitia dan/atau pengawas setelah MCQ dinyatakan dimulai hingga MCQ dinyatakan selesai. r) Apabila ada kecacatan lembar soal, dapat disampaikan sebelum atau setelah pengerjaan MCQ selesai. Tata tertib a) Peserta memakai pakaian sesuai peraturan kewajiban peserta pada pasal 11 saat pelaksanaan MCQ. b) Peserta wajib membawa kartu peserta lomba dan identitas mahasiswa selama MCQ berlangsung. c) Peserta wajib berlaku disiplin, sopan, dan jujur selama kegiatan MCQ berlangsung. d) Setiap peserta dilarang bekerja sama dengan peserta lain yang bukan anggota timnya. Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. e) Diperbolehkan berdiskusi dalam satu tim dengan sewajarnya dan tetap menjaga ketenangan. f) Peserta tidak diperkenankan menerima bantuan dalam hal pengerjaan lomba dari pihak manapun. Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. g) Selama pengerjaan soal, peserta dilarang membawa segala bentuk peralatan komunikasi (handphone, pager, dll). Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. h) Peserta dilarang makan dan minum selama pengerjaan MCQ.

Objective Structured Practical Examination (OSPE)

Teknis perlombaan a) Semua peserta akan dikarantina dalam ruangan tertentu sebelum OSPE dimulai. b) Terdapat 20 (dua puluh) pos soal, masing-masing pos soal berisi 1 (satu) spesimen dan 1 (satu) butir soal. Jenis-jenis spesimen telah diatur dalam Juklak. c) Peserta diminta mengerjakan soal isian singkat berdasarkan pengamatan terhadap suatu spesimen tertentu. Peserta tidak diminta untuk melakukan kerja praktikum apapun. d) Peserta diminta mengerjakan soal pada satu pos dalam durasi waktu tertentu, kemudian pindah ke pos selanjutnya setelah bunyi bel. Durasi telah diatur dalam Juklak. e) Letak dan alur pos akan dijelaskan dalam Technical Meeting. f) Terdapat 4 (empat) Lembar Jawaban (LJ), masing-masing LJ berisi kolom jawaban untuk 5 (lima) butir soal. LJ 1 untuk butir soal nomor 1-5, LJ 2 untuk butir soal nomor 6-10, dan seterusnya. Tiap LJ dikumpulkan ke panitia setiap 5 pos. g) Jawaban ditulis menggunakan pena hitam. Peraturan a) Peserta diharapkan siap di ruang karantina OSPE minimal 15 menit sebelum OSPE dimulai. b) Peserta wajib menggunakan jas lab dan name tag peserta IMO selama OSPE c) Peserta wajib menyiapkan alat tulis berupa bolpoin hitam beserta meja dada, tidak diperkenankan menggunakan alat bantu hapus (type corrector). d) Apabila peserta salah menulis pada kertas, peserta hanya diperbolehkan mencoret pada setiap kata atau kalimat yang salah dengan satu garis ditengah. Contoh: SALAH. e) Selama OSPE, peserta wajib mengisi lembar registrasi dan mengisi lembar jawaban yang telah disediakan oleh panitia,

dengan terlebih dulu menunggu giliran di ruang karantina OSPE. f) Selama OSPE diharapkan peserta berada pada jalur/warna yang sesuai dengan cabangnya tanpa harus menanyakan lagi pada panitia. g) OSPE terdiri dari soal-soal praktik mengenai: pemeriksaan tambahan, histologi, anatomi dan patologi anatomi. h) Jumlah total soal setiap cabang adalah 20 (dua puluh) soal dengan nilai maksimum 120 (seratus dua puluh). i) Terdapat 20 (dua puluh) pos dalam satu cabang, di mana pada setiap pos akan di ujikan 1 (satu) soal. j) Soal berupa isian singkat yang terdiri atas 2 (dua) atau 3 (khusus anatomi) pertanyaan dalam setiap nomor soal. k) Untuk OSPE Pemeriksaan tambahan, Histologi dan Patologi Anatomi, setiap pertanyaan dengan jawaban benar diberi nilai +3 (plus tiga), bila jawaban salah diberi nilai -1 (minus satu), dan bila tidak ada jawaban diberi nilai 0 (nol). Nilai maksimum adalah 6 (enam) untuk setiap nomor soal. l) Untuk OSPE Anatomi, setiap pertanyaan dengan jawaban benar diberi nilai +2 (plus dua), bila jawaban salah diberi nilai -1 (minus satu), dan bila tidak ada jawaban diberi nilai 0 (nol). Nilai maksimum adalah 6 (enam) untuk setiap nomor soal. m)Tim menuliskan jawaban dengan pena hitam di lembar jawaban yang telah disediakan, dan dikumpulkan di meja pengumpulan. - Lembar jawaban 1 (untuk butir soal 1-5) dikumpulkan ke panitia di meja 3 - Lembar jawaban 2 (untuk butir soal 6-10) dikumpulkan ke panitia di meja 4 - Lembar jawaban 3 (untuk butir soal 11-15) dikumpulkan ke panitia di meja 5

Lembar jawaban 4 (untuk butir soal 16-20) dikumpulkan ke panitia di meja 6 n) Diantara meja pengumpulan 5 dan pos soal nomer 16, terdapat 2 pos bayangan. Di mana di setiap pos bayangan, peserta berhenti untuk menunggu bel selanjutnya. o) Materi soal sesuai dengan silabus. p) Waktu pengerjaan tiap soal adalah 90 detik diawali dan diakhiri dengan bunyi bel. q) Bila terdapat sesuatu yang ingin ditanyakan diharapkan bertanya langsung kepada panitia saat diadakannya TM, sehingga saat OSPE berlangsung diharapkan semua peserta telah mengerti. Tata tertib a) Peserta memakai pakaian sesuai peraturan kewajiban peserta pada pasal 11 saat pelaksanaan OSPE. b) Peserta wajib membawa kartu peserta lomba dan identitas mahasiswa selama OSPE berlangsung. c) Peserta wajib berlaku disiplin, sopan, dan jujur selama kegiatan OSPE berlangsung. d) Peserta wajib menjaga ketenangan dan suasana kondusif selama lomba. e) Setiap peserta dilarang bekerja sama dengan peserta lain yang bukan anggota timnya. Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. f) Peserta tidak diperkenankan menerima bantuan dalam hal pengerjaan lomba dari pihak manapun. Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. g) Selama pengerjaan soal, peserta dilarang membawa segala bentuk peralatan komunikasi (handphone, pager, dll). Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. h) Peserta wajib menjaga kebersihan dan kerapian fasilitas OSPE. -

i) Peserta dilarang makan dan minum selama pengerjaan OSPE. (2) Tahap Final terdiri atas: Multiple Choice Question (MCQ), Mini Clinical Examination (Mini CEX), dan Structured Objective Case Analysis Public Health (SOCA-PH). Multiple Choice Question Teknis perlombaan a) Setiap tim duduk di sepasang kursi yang disediakan, terpisah antar tim. b) Setiap tim diminta mengerjakan 1 (satu) paket soal berisi soal 100 (seratus) butir soal, dikerjakan secara tim. Pembagian pengerjaan soal ditentukan oleh kebijakan masing-masing tim. c) Soal berupa pilihan berganda tipe 1 (soal isian dengan pilihan A,B,C,D, dan E). d) Setiap tim mendapatkan 1 (satu) Lembar Jawaban Komputer (LJK) berisi 100 (seratus) nomor jawaban. e) Soal dikerjakan dengan membulati Lembar Jawaban Komputer (LJK) menggunakan pensil 2B. f) Peserta baru diperbolehkan mengisi LJK dan mulai membaca soal jika sudah diinstruksikan oleh panitia. g) Waktu pengerjaan dimulai dan diakhiri dengan instruksi panitia. Peraturan a) Peserta dari MCQ final dalam Indonesia Medical Olympiad 2012 adalah peserta yang telah lolos ke tahap 5 besar tiap cabang. b) Peserta datang ke ruangan 15 menit sebelum MCQ dimulai. c) Peserta meletakkan tas di tempat yang disediakan oleh panitia dan hanya membawa alat tulis saat mengerjakan MCQ.

d) Setiap peserta MCQ mengerjakan ujian tulis dengan model jawaban pilihan berganda sesuai dengan cabang masingmasing. e) Jumlah soal yang diujikan sebanyak 100 (seratus) soal dengan nilai maksimum 200 (dua ratus). f) Setiap butir soal memiliki nilai +2 (plus dua) untuk setiap jawaban benar, -1 (minus satu) untuk setiap jawaban salah, dan 0 (nol) bila tidak dijawab. g) Tim mengerjakan MCQ dengan menghitamkan bulatanbulatan pilihan menggunakan pensil 2B pada lembar jawaban komputer (LJK) yang telah disediakan. h) Lembar soal diberi identitas peserta, boleh dicoret, dilipat, dan dilepaskan dari bundel soal namun tidak boleh rusak dan tidak diperkenankan dibawa keluar dari ruangan. i) Waktu untuk mengerjakan soal adalah 100 (seratus) menit. j) Materi soal sesuai dengan silabus. k) Sebelum waktu ujian dimulai peserta dilarang membuka soal ujian (soal ujian dikerjakan bersama-sama). l) Absensi akan dilakukan panitia saat pengerjaan MCQ berlangsung kepada setiap peserta. m)Sebelum waktu ujian selesai peserta yang sudah menyelesaikan MCQ dilarang meninggalkan ruangan (harus berada di tempat) sampai lembar jawab dan soal diambil oleh panitia. n) Peserta yang telah selesai mengerjakan MCQ harus tetap tenang, sopan, dan tidak boleh mengganggu peserta lain yang belum selesai. o) Peserta dilarang ke kamar kecil selama pengerjaan MCQ, peserta diberi kesempatan untuk ke kamar kecil sebelum MCQ dimulai. p) Jika peserta ada pertanyaan langsung mengangkat tangan dan bertanya kepada panitia. Tata tertib

a) Peserta memakai pakaian sesuai peraturan kewajiban peserta pada pasal 11 saat pelaksanaan MCQ. b) Peserta wajib membawa kartu peserta lomba dan identitas mahasiswa selama MCQ berlangsung. c) Peserta wajib berlaku disiplin, sopan, dan jujur selama kegiatan MCQ berlangsung. d) Setiap peserta dilarang bekerja sama dengan peserta lain yang bukan anggota timnya. Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. e) Peserta tidak diperkenankan menerima bantuan dalam hal pengerjaan lomba dari pihak manapun. Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. f) Selama pengerjaan soal, peserta dilarang membawa segala bentuk peralatan komunikasi (handphone, pager, dll). Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. g) Peserta dilarang makan dan minum selama pengerjaan MCQ. Mini Clinical Examination (Mini CEX) Teknis perlombaan a) Setiap tim diminta melakukan tata laksana kasus secara komprehensif sesuai cabang masing-masing. b) Kasus yang didapatkan oleh setiap tim berjumlah 1 (satu) buah. c) Tata laksana yang harus dilaksanakan oleh tim antara lain anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan, diagnosa dan terapi, serta KIE. d) Sebelum pelaksanaan Mini CEX, semua tim dikarantina dalam ruangan terpisah untuk menunggu Mini CEX. e) Tim peserta akan dipanggil 10 menit sebelum Mini CEX tim tersebut dimulai. Tim dipersilakan mengisi lembar registrasi dan menunggu bel di depan ruangan Mini CEX.

f) Saat bel berbunyi, tim dipersilakan masuk ruangan Mini CEX. g) Dalam ruangan Mini CEX, hanya ada 7 (tujuh) orang, yaitu juri berjumlah 3 (tiga) orang, panitia 1 (satu) orang, pasien 1 (satu) orang, dan tim peserta 2 (dua) orang, kecuali dalam kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan. h) Begitu masuk ruangan, tidak ada instruksi atau komunikasi lainnya antara tim peserta, juri, dan panitia hingga pelaksanaan Mini CEX berakhir, kecuali dalam kondisikondisi yang tidak memungkinkan. Tim peserta dipersilakan langsung melakukan pemeriksaan sebagaimana dokter praktik. i) Antar peserta dalam satu tim diperbolehkan berdiskusi, dan hanya peserta yang berperan menjadi dokter yang dapat berkomunikasi dengan pasien dan dewan juri (hanya pada saat meminta hasil pemeriksaan tambahan yang diajukan) j) Waktu pelaksanaan Mini CEX dimulai dari bunyi bel mulai hingga bunyi bel berikutnya, yaitu 30 (tiga puluh) menit. k) Yang berperan sebagai dokter dalam tim adalah 1 (satu) orang anggota tim (untuk selanjutnya disebut anggota pertama), sementara anggota lainnya (untuk selanjutnya disebut anggota kedua) tidak diperbolehkan berinteraksi dengan pasien, namun diperbolehkan berdiskusi dengan anggota pertama. l) Akan disediakan kertas untuk anamnesa dan kertas resep oleh panitia, sementara alat tulis disediakan oleh tim peserta. Peraturan a) Peserta dari Mini CEX dalam Indonesia Medical Olympiad 2012 adalah peserta yang telah lolos ke tahap 5 besar tiap cabang. b) Peserta wajib siap di ruang karantina 15 menit sebelum lomba dimulai.

c) Peserta hanya diperbolehkan membawa alat tulis dan stetoskop kedalam ruangan lomba. d) Tiap tim akan masuk ke 1 ruang dan setiap tim diberi 1 (satu) kasus dengan 6 (lima) unsur keterampilan medis yang dinilai, yaitu anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan, manajemen terapi, konseling, dan performance. e) Bobot nilai untuk setiap keterampilan medis: - 30 (empat puluh) untuk anamnesis, - 20 (dua puluh) untuk pemeriksaan fisik, - 10 (sepuluh) untuk pemeriksaan tambahan, - 20 (dua puluh) untuk management terapi, - 10 (sepuluh) untuk konseling, dan - 10 (sepuluh) untuk performance. f) Waktu yang diberikan pada babak ini adalah 30 (tiga puluh) menit. g) Materi kasus sesuai dengan silabus. Tata tertib a) Peserta memakai pakaian sesuai peraturan kewajiban peserta pada pasal 11 saat pelaksanaan Mini CEX. b) Peserta wajib membawa kartu peserta lomba dan identitas mahasiswa selama Mini CEX berlangsung. c) Peserta wajib berlaku disiplin, sopan, dan jujur selama kegiatan Mini CEX berlangsung. d) Peserta wajib menjaga ketenangan dan suasana kondusif selama lomba. e) Peserta tidak diperkenankan menerima bantuan dalam hal pengerjaan lomba dari pihak manapun. Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. f) Selama pengerjaan soal, peserta dilarang membawa segala bentuk peralatan komunikasi (handphone, pager, dll). Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi.

g) Peserta dilarang makan dan minum selama pengerjaan Mini CEX. Structured Objective Case Analysis Public Health (SOCA-PH) Teknis perlombaan a) Setiap tim memasuki ruangan pengerjaan SOCA-PH. b) Didalam ruangan pengerjaan SOCA-PH sudah disediakan perlengkapan pengerjaan. Setiap tim diberikan 1 buah komputer yang memiliki fasilitas internet untuk mencari referensi dan powerpoint untuk membuat ppt presentasi. Ppt dapat diakses melalui folder yang telah disediakan panitia dengan judul Pengerjaan SOCA-PH di desktop. c) Setiap tim mengerjakan 1 kasus yang telah ditentukan untuk menuliskan jawaban berdasarkan pertanyaan yang telah diberikan pada ppt yang telah disediakan. Peserta diwajibkan menuliskan sumber referensi yang didapat. d) Waktu pengerjaan SOCA-PH adalah 60 (enam puluh) menit. e) Format penamaan ppt untuk presentasi adalah cabang_universitas_nomer peserta. f) Untuk penyimpanan hasil pengerjaan peserta, ppt diletakkan dalam folder bernama Pengerjaan SOCA-PH yang berada di desktop. g) Bila waktu pengerjaan selesai, peserta tidak diperbolehkan untuk melanjutkan pengerjaan. h) Peserta menunggu giliran presentasi di ruang karantina i) Tim peserta akan dipanggil 10 menit sebelum shift SOCAPH tim tersebut dimulai. Tim dipersilakan mengisi lembar registrasi dan menunggu bel di depan ruangan SOCA-PH. j) Saat bel berbunyi, tim dipersilakan masuk ruangan SOCAPH. k) Dalam ruangan SOCA-PH, terdapat juri, panitia dan penonton dari beberapa perwakilan universitas yang hadir ke acara IMO 2012.

l) Setelah memasuki ruangan, peserta diminta untuk mempresentasikan hasil ppt selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab juri dan peserta lain selama 10 menit. Peraturan a) Peserta dari SOCA-PH dalam Indonesia Medical Olympiad 2012 adalah peserta yang telah lolos ke tahap 5 besar tiap cabang. b) Peserta wajib hadir minimal 15 menit sebelum lomba dimulai. c) Peserta dan penonton wajib mengenakan nametag peserta IMO dan membawa Kartu Tanda Mahasiswa selama lomba. d) Peserta dan penonton tidak diperbolehkan membawa tas, sumber referensi apapun, dan alat komunikasi apapun ke dalam ruang lomba. e) Peserta hanya diperbolehkan membawa alat tulis berupa pena bertinta hitam dan spidol besar permanen bertinta warna hitam. f) Setiap tim diberi 1 (satu) kasus dan menjabarkan kasus tersebut sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. g) Bobot nilai untuk setiap keterampilan medis: i. 25% (dua puluh lima persen) untuk aspek presentasi, ii. 50% (lima puluh persen) untuk aspek isi materi yang dipresentasikan, dan iii. 25% (dua puluh lima persen) untuk tanya jawab, h) Kasus diberikan pada saat hari pelaksanaan tahap final. Setiap tim diberi waktu untuk mengerjakan SOCA-PH selama 60 (enam puluh) menit dengan fasilitas yang telah diberikan oleh panitia. Kemudian hasilnya akan dipresentasikan di hadapan juri. i) Waktu presentasi adalah 20 (dua puluh) menit. Di mana klasifikasinya adalah 10 (sepuluh) menit untuk presentasi tim dan 10 (sepuluh) menit untuk tanya jawab.

j) Materi kasus sesuai dengan silabus. Tata tertib a) Peserta dan penonton memakai pakaian sesuai peraturan kewajiban peserta pada pasal 11 saat pelaksanaan SOCAPH. b) Peserta dan penonton wajib membawa kartu peserta lomba dan identitas mahasiswa selama SOCA-PH berlangsung. c) Peserta dan penonton wajib berlaku disiplin, sopan, dan jujur selama kegiatan SOCA-PH berlangsung. d) Peserta dan penonton wajib menjaga ketenangan dan suasana kondusif selama lomba. e) Peserta tidak diperkenankan menerima bantuan dalam hal pengerjaan lomba dari pihak manapun. Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. f) Selama pengerjaan soal, peserta dilarang membawa segala bentuk peralatan komunikasi (handphone, pager, dll). Jika terdapat pelanggaran maka tim akan didiskualifikasi. g) Peserta dan penonton dilarang makan dan minum selama pengerjaan SOCA-PH.

BAB VII PELANGGARAN DAN SANKSI PESERTA IMO Pasal 13 (1) Peserta IMO tidak diperkenankan untuk : a. Melanggar TATIB IMO. b. Menggunakan fasilitas IMO tidak sesuai fungsinya. c. Merokok, minum minuman keras dan/atau menggunakan NARKOBA di dalam dan di luar lingkungan kampus Universitas Brawijaya. d. Melakukan kekerasan selama berada di Kota Malang. e. Menyinggung SARA, merendahkan martabat dan berkata kotor. f. Melakukan perbuatan asusila.

g. Merusak dan/atau menghilangkan peralatan IMO. h. Merusak dan/atau menghilangkan fasilitas milik FKUB. i. Keluar masuk ruangan saat acara berlangsung, kecuali seizin panitia. j. Memasuki area khusus panitia. k. Terlambat memasuki ruangan tempat dilaksanakannya acara. l. Membuang sampah sembarangan dan melakukan tindakan yang tidak menjaga kebersihan lingkungan Universitas Brawijaya. Pasal 14 (1) Peserta IMO yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi sebagai berikut. a. Peringatan keras. b. Pengurangan nilai. c. Diskualifikasi. Pemilihan sanksi yang dijatuhkan berdasarkan keputusan juri, pengawas, dan panitia. BAB VIII PENUTUP Pasal 15 Hal-hal yang belum tercantum dalam TATIB IMO akan ditentukan kemudian oleh juri, pengawas, dan panitia IMO. Pasal 16 TATIB IMO ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Malang, 21 juni 2012 Panitia IMO Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Lampiran 5

34

Buku Panduan Indonesian Medical Olympiad ISMKI

Lampiran 6

Anda mungkin juga menyukai