Anda di halaman 1dari 9

PERTEMUAN III

MODUS (Mod) Modus atau mode adalah nilai dari observasi atau pengamatan yang memiliki frekwensi tertinggi. Nilai observasi yang memiliki 2 modus disebut Bimodal, dan lebih dari 2 disebut Multi Modal. 1. Modus data yang tidak dikelompokan. Diketahui sekumpulan data sebagai berikut : 3, 5, 8, 2, 9, 10, 10, 9, 9, 11, 12, 18, 18, 9. Penyelesaian : dibuat tabel frekwensi Penyelesaian : dibuat tabel frekwensi X 3 5 8 9 10 11 12 18 Y 2 1 1 4 2 1 1 2

Mod : 9

2. Data yang dikelompokan


S1 Mod = TB + .i S1 + S 2

TB = tepi kelas bawah dari kelas modus

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Drs. Wawan Purwanto, SE. MM.

STATISTIK 1

i = interval kelas S1 = Selisih frekwensi kelas modus dengan frekwensi klas sebelumnya. S2 = Selisih frekwensi kelas modus dengan frekwensi klas sesudahnya. Tebel. Distribusi frekwensi hasil ujian Hasil Ujian 20 29 30 39 40 49 50 59 60 69 70 79 80 89
12 8 Mod = 49,5 + 10 ( 12 8 ) + ( 12 9 )

Jumlah Mahasiswa 4 7 8 12 9 8 2

4 = 49,5 + 10 4 + 3

= 49,5 + 5,7 = 55,2 Perhitungan modus dapat juga didasarkan pada tepi klas atas (TA) dengan rumus sebagai berikut :
S1 Mod = TA .i S1 + S 2

TA = tepi kelas atas Perbandingan antara rata-rata hitung, Median & Modus 1. Jika distribusi frekwensi mempunyai kurva yang simetris sempurna, maka letak ratarata hitung (X), median (Med) dan modus (Mod) adalah sama.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Drs. Wawan Purwanto, SE. MM.

STATISTIK 1

2. Jika distribusi frekwensi mempunyai kurva menceng kekanan, maka nilai rata-rata hitung (X) paling besar, diikuti dengan median (Md), kemudian modus (Mod) sebagai berikut :

3. Apabila distribusi frekwensi kurvanya menceng kekiri maka nilai rata-rata (X) paling kecil, diikuti median (Md), kemudian modus (Mod) sebagai berikut :

Rata-rata ukur dan Rata-rata Harmonis Rata-rata Ukur (Gm) Dalam bidang bisnis dan ekonomi seringkali diperlukan informasi tentang tingkat perubahan (rate of change) atau pengrata-rataan rasio. Misalnya rata-rata persentase tingkat perubahan hasil penjualan, produksi, harga, pendapatan nasional selama 10 tahun yang lalu. Cara menghitung rata-rata ukur secara sederhana dari serangkaian nilai observasi X1, X2, ..., Xn dirumuskan sebagai berikut : n Gm = X1 . X2 . . . Xn

Rata-rata ukur suatu kelompok nilai X1, X2, X3 . ., Xn merupakan akar pangkat n dari hasil kali masing-masing nilai dari kelompok tersebut. Untuk mencari rata-rata ukur dapat juga digunakan rumus :
n

log Xi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Drs. Wawan Purwanto, SE. MM.

STATISTIK 1

log Gm =

i=1

n atau
n

log Xi Gm = antolog
i=1

N Diketahui serangkaian nilai observasi sebagai berikut : 10, 8, 12, 15 Berapa rata-rata hitungnya ? 4 Gm = 4 = (10) (8) (12) (15) = X1 . X2. X3 . X4 4 14.400 = (14400)1/4

= 10,95 atau dapat dihitung dengan jalan sebagai berikut : log Gm = (log 10 + log 8 + log 12 + log 15) = (1 + 0,9031 + 1,0792 + 1,1761) = (4,1584) = 1,0396 Gm = antilog 1,0396 = 10,95

Hubungan antara Rata-rata Ukur dan Bunga Majemuk Rumus bunga majemuk (Compound Interest) : Pn = P0 (1 + r)n P0 = Jumlah uang permulaan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Drs. Wawan Purwanto, SE. MM.

STATISTIK 1

r = tingkat bunga (rate of interest) n = banyaknya waktu Pn= jumlah akumulasi pada akhir tahun ke n (end of n period) Jika tingkat bunga berubah dari waktu ke waktu yaitu, r 1, r2, ..,rn, maka jumlah akumulasi uang pada akhir tahun ke n : Pn = P0 (1 + r1) (1 + r2) ... (1 + rn)

Hubungan antara Gm dengan bunga majemuk dapat diuraikan sebagai berikut : Pn = P0 (1 + r)n Pn = P0 (1 + r1) (1 + r2) .. (1 + rn) P0 = (1 + r)n = P0 (1+r1) (1 + r2) .. (1 + rn) (1 + r)n = (1+r1) (1 + r2) .. (1 + rn) Jika diambil akar dengan pangkat n, maka n (1 + r)
n

n = (1 + r)n = (1+r1) (1 + r2) .. (1 + rn)

Jadi (1 + r ) = merupakan rata-rata ukur dari (1+r1) (1 + r2) .. (1 + rn)

Jika jumlah uang pada permulaan tahun P0 = 100.000,- dan dibungakan dengan tingkat bunga r = 3% maka jumlah uang pada akhir tahun pertama P1 = 100.000 (1+0,03) = 103.000,PI 103 1 + r1 = ---- = ------- = 1,03 P0 100 Jadi nilai-nilai (1+r1) (1 + r2) .. (1 + rn) menunjukan hubungan relatif antara nilai P dengan nilai P sebelumnya. P1 (103.000) adalah 3% > P0 (100.000)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Drs. Wawan Purwanto, SE. MM.

STATISTIK 1

Angka (1 + r) merupakan rata-rata relatif (average relative), dan angka r merupakan ratarata persentase tingkat perubahan per periode waktu. Untuk menghitung r dapat digunakan rumus :

r=n

Pn 1 p0

Contoh : Diketahui tingkat produksi barang A mempunyai kenaikan sebesar 25% dai tahun pertama ke tahun kedua, selanjutnya 40% dari tahun kedua ke tahun ketiga. Produksi mula-mula = 100 ton. Hitung rata-rata tingkat kenaikan (average rate of increase) selama 2 tahun tersebut.
r=n Pn 1 p0

Pn = P0 (1 + r1) (1 + r2) .. (1 + rn) P2 = P0 (1 + r1) (1 + r2) P2 = 100 (1 + 0,25) (1 + 0,4) = 125 (1,4) = 175 P0 = 100 175 r= 100 atau 1+r= n (1+r1) (1 + r2) .. (1 + rn) = 1,75 - 1 = 1,323 ( 32, 3%)

n 1 + r = (1+0,25) (1 + 0,4) r=

1,75 1 = 0,323 (32,3%)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Drs. Wawan Purwanto, SE. MM.

STATISTIK 1

jadi rata-rata tingkat kenaikan r = 32,3%. Jadi dapat disimpulkan, bahwa rata-rata tingkat perubahan sebesar r diperoleh dengan menggunakan rumus rata-rata ukur, yang merupakan tingkat bunga didalam rumus bunga majemuk (compound interest). Contoh : Pendapatan Nasional (National Income) suatu negara pada tahun 1988 sebesar 400 milyar dan tahun 1992 menjadi 600 milyar selama 4 tahun berapa besarnya rata-rata tingkat pertumbuhan ? n =4 Pn = P0 (1 + r)n 600 = 400 (1 + r )4 600 (1 + r) = 400 atau 4 600 P= 400 log P = log 6/4 = (log 6 log 4) = (0,778 0,002) = 0,176/4 = 0,044 P = 1,107 r = 1,107 1 = 0,107 = 4 6/4 = ( 6/4 )1/4
4

4 r=

600 -1 = 1,105 1 = 0,107 400

Jadi rata-rata tingkat pertumbuhan pendapatan nasional selama 4 tahun = 0,107 = 10,7% Rata-rata ukur data yang dikelompokan Apabila sebuah distribusi frekwensi mempunyai nilai-nilai titik tengah (class mark) m 1, m2, . ., mk dengan frekwensi masing-masing f1, f2, . ., fk, maka rata-rata ukurnya dapat dicari dengan rumus : n Gm = m1. f1. m2. f2 . . . mk . fk

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Drs. Wawan Purwanto, SE. MM.

STATISTIK 1

log m1. f1 + m2. f2 + . . + log mk . fk LogGm = n


n

log mi . fI log Gm =
i=1

n = f 1 + f2 + . . + fk

Tabel.

Cara menghitung rata-rata ukur dari hasil ujian statistik 50 mhs FE.UI. Th. 1986. mi 24,5 34,5 44,5 54,5 64,5 74,5 84,5 fi 4 7 8 12 9 8 2 50 log mi 1,38917 1,53782 1,64836 1,73639 1,80956 1,87216 1,92686 log mi fi 5,55668 10,76474 13,18688 20,83668 16,28604 14,97728 3,85372 85,46202 mifi 98 241,5 356 654 580,5 596 169 2695

Hasil Ujian 20 29 30 39 40 49 50 59 60 69 70 79 80 89

85,46202 log Gm = 50 Gm = anti log 1,70924 = 51,1965 Rata-rata ukur hasil ujian 50 mhs FE.UI. Th.1986 adalah 51,1965. Bila kita hitung ratarata ( X ) data diatas, maka akan diperoleh hasil : 2695 X= 50 = 53,9 = 1,70924

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Drs. Wawan Purwanto, SE. MM.

STATISTIK 1

Hasil pengukuran dengan rata-rata hitung (mean) seharusnya lebih besar dari pada hasil pengukuran rata-rata ukur. Rata-rata harmonis (Rh) Rata-rata harmonis dari n angka, X1, X2, . . , Xn adalah nilai yang diperoleh dengan jalan membagi n dengan jumlah kebalikan dari masing-masing X tersebut.
Rh = n

X
i =1

1
i

Rata-rata harmonis dari angka-angka : 1, 3, 9 adalah 3 Rh = = 1/1 + 1/3 + 1/99/9 + 3/9 + 1/9 3 x 9 = 13 Untuk data yang disusun dalam daftar distribusi frekwensi maka rumusnya :
k

3 = 13/9

= 2,077

Rh =

f
i =1 k i =1

fi
i

Rata-rata ukur (Gm) khususnya berguna dalam penghitungan tingkat pertumbuhan, kalau harmonis mean (rata-rata harmonis) digunakan dalam menghitung rata-rata tingkat kecepatan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Drs. Wawan Purwanto, SE. MM.

STATISTIK 1