Anda di halaman 1dari 11

I.

PENDAHULUAN Indonesia mempunyai tanah yang subur, sebagian besar tanaman bisa tumbuhdengan subur, tumbuh suburnya tanaman menghasilkan buah dan sayur yangmelimpah. Berlimpahnya buah dan sayur, membuat nilai nilai jual yang rendah bilalangsung dijual untuk dikonsumsi langsung (hukum permintaan). Jika kita mengamatikondisi ini menjadikan sebuah peluang usaha baru, dengan mengolah buah dan sayur tersebut menjadi sebuah produk makanan baru.Salah satu produk makanan yang dibuat dari buah dan sayuran keripik buahdan keripik sayur. Dengan diolah menjadi keripik, nilai jual buah dan sayur bisa naikberlipat-lipat sebagai gambaran 1 kg keripik pepaya di Malang bisa seharga antara Rp60.000 hingga Rp 65.000. Sementara keripik salak seharga antara Rp 90.000 / kghingga Rp 95.000.Buah dan sayur yang sering dijadikan keripik diantaranya adalah: Nangka,Salak, Apel, Mangga, Melon, Waluh (Labu), Pepaya, Wortel, Kentang, KacangPanjang, Terung, Durian, Nanas dll. Semua jenis buah dan sayuran tersebut dapatdiperoleh dengan mudah dimana saja. Kemudahan dalam memperoleh bahan bakumenjadikan komoditi ini memiliki peluang yang cerah. Di samping itu, prosespembuatan dan pengelolaan bisnis sangat mudah, perputaran modal cepat, danterbukanya peluang eskport. Mesin produksi keripik buah dan sayur (vacuum frying)pun mudah diperoleh mulai dari kapasitas 1,5 kg hingga 50 kg per proses.Eksklusivitas produk berbahan dasar buah mengundang potensi untuk digalidan dikembangkan karena rata-rata keripik buah belum familiar bagi masyarakatsehingga bisa mengundang daya tarik orang untuk mencoba menikmati kelezatannya.Oleh karena itu, rancangan usaha agribisnis yang kami buat mengenai keripik buahkhususnya keripik semangka. Selain mudah dalam mendapatkan bahan baku danproses pengolahannya, keripik semangka juga memiliki nilai jual yang tinggi karenamasih cukup langkah di pasaran. PEMBAHASAN2.1 Profil Buah Semangka Semangka atau tembikai (Citrullus lanatus, suku ketimun-ketimunan atauCucurbitaceae) adalah tanaman merambat yang berasal dari daerah setengah gurun diAfrika bagian selatan. Tanaman ini masih sekerabat dengan labu-labuan(Cucurbitaceae), melon (Cucumis melo) dan ketimun (Cucumis sativus). Semangkabiasa dipanen buahnya untuk dimakan segar atau dibuat jus. Biji semangka yangdikeringkan dan disangrai juga dapat dimakan isinya (kotiledon) sebagai kuaci.Sebagaimana anggota suku ketimun-ketimunan lainnya, habitus tanaman inimerambat namun ia tidak dapat membentuk akar adventif dan tidak dapat memanjat.Jangkauan rambatan dapat mencapai belasan meter. Daunnya berlekuk-lekuk ditepinya. Bunganya sempurna, berwarna kuning, kecil (diameter 3cm). Semangkaadalah andromonoecious monoklin, yaitu memiliki dua jenis bunga pada satutumbuhan: bunga jantan, yang hanya memiliki benang sari (stamen), dan bungabanci/hermafrodit, yang memiliki benang sari dan putik (pistillum). Bunga banci dapatdikenali dari adanya bakal buah (ovarium) di bagian pangkal bunga berupapembesaran berbentuk oval.Buah semangka memiliki kulit yang keras, berwarna hijau pekat atau hijaumuda dengan larik-larik hijau tua. Tergantung kultivarnya, daging buahnya yang berair berwarna merah atau kuning. Tanaman ini cukup tahan akan kekeringan terutamaapabila telah memasuki masa pembentukan buah

Tumbuhan semusim ini tumbuh menjalar di atas tanah atau memanjat dengansulur-sulur atau alat pembelit. Batang lunak, bersegi dan berambut, panjangnya 1,55m. Sulur tumbuh dari ketiak daun, bercabang 23. Daun letak berseling, bertangkai,helaian daun lebar dan berbulu, berbagi menjari, dengan ujung runcing, panjang 325cm, lebar 1,515 cm, tepi bergelombang, kadang bergigi tidak teratur, permukaanbawah berambut rapat pada tulangnya. Bunga uniseksual, keluar dari ketiak daun,tunggal, biasanya bunga jantan lebih banyak, berbentuk lonceng lebar, warnanyakuning, mekar pada pagi hari. Buah berbentuk bola sampai bulat memanjang, besar bervariasi dengan panjang 20 30 cm, diameter 1520 cm, dengan berat mulai dari 4kg sampai 20 kg. Kulit buahnya tebal dan berdaging, licin, warnanya bermacam-macam seperti hijau tua, kuning agak putih, atau hijau muda bergaris-garis putih.Daging buah warnanya merah, merah muda (pink), jingga (oranye), kuning, bahkanada yang putih. Biji bentuk memanjang, pipih, warnanya hitam, putih, kuning, ataucokelat kemerahan. Ada juga yang tanpa biji (seedless). Perbanyakan dengan biji.Daging buah semangka rendah kalori dan mengandung air sebanyak 93,4%,protein 0,5%, karbohidrat 5,3%, lemak 0,1%, serat 0,2%, abu 0,5%, dan vitamin (A, Bdan C). Selain itu, juga mengandung asam amino sitrullin (C6H13N3O3), asamaminoasetat, asam malat, asam fosfat, arginin, betain, likopen (C4oH56), karoten,bromin, natrium, kalium, silvit, lisin, fruktosa, dekstrosa, dan sukrosa. Sitrulin danarginin berperan dalam pembentukan urea di hati dari amonia dan CO2 sehinggakeluarnya urin meningkat. Kandungan kaliumnya cukup tinggi yang dapat membantukerja jantung dan menormalkan tekanan darah. Likopen merupakan antioksidan yanglebih unggul dari vitamin C dan E. Biji kaya zat gizi dengan kandungan minyakberwarna kuning 20--45%, protein 30--40%, sitrullin, vitamin B12, dan enzim urease.Senyawa aktif kukurbositrin pada biji semangka dapat memacu kerja ginjal danmenjaga tekanan darah agar tetap normal

2.3 Produksi Keripik Semangka Buah semangka mempunyai harga yang relatif lebih tinggi dibanding tanamanhortikultura pada umumnya. Hal ini menyebabkan jarang adanya olahan dari buahsemangka untuk dijadikan makanan atau produk lain. Kebanyakan buah semangkadimakan secara langsung dan apabila diolah kebanyakan hanya diolah menjadiminuman atau juice . Sebenarnya ada alternatif lain untuk meningkatkan nilai ekonomisbuah semangka. Yaitu dengan mengolah beberapa bagian dari buah menjadi produkinovasi baru yang dapat meningkatkan nilai tambah dari buah semangka tersebut.Seluruh bagian buah semangka dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi suatuproduk. Untuk bagian kulit luarnya dapat ditimbun dan diolah menjadi kompos. Bagiankulit dalam buah semngaka yang berwarna putih selain dapat dijadikan sebagai obatramuan cina, dapat juga diolah menjadi jenis makan baru yaitu manisan. Untuk bagianyang terkecil yaitu isi buah dapat diolah menjadi kwaci. Sedangkan bagian dagingbuah, selain dapat dikonsumsi sebagai buah segar, dapat pula diolah dan dijadikanjenis makanan olahan baru yaitu keripik semangka.Keripik buah di Indonesia saat ini telah beragam dan berbagai macam. Akantetapi, untuk keripik buah semangka masih jarang dijumpai. Secara umum keripik ataukripik adalah sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-umbian, buah-buahan atau sayuran yang digoreng dengan menggunakan minyak nabati. Untukmenghasilkan rasa yang gurih dan renyah biasanya dicampur dengan adonan tepungyang diberi bumbu rempah tertentu. 2.3.1 Faktor Kritis Pada Keberhasilan Usaha Keripik Semangka Mutu atau kualitas keripik buah atau keripik sayur dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:a) Bahan BakuBahan baku yang digunakan harus buah atau sayur yang segar dengan tingkatkematangan yang sama, keseragaman bentuk buah atau sayur sangatmenentukan mutu kripik. Untuk pengolahan buah semangka menjadi kripik,buah yang digunakan selain buah segar, diusahakan buah yang matang karenadalam pengolahannya menjadi kripik tidak ada tambahan pemanis, sehinggarasa tergantung dengan buah.b) Proses PengolahanUrutan proses harus diperhatikan terutama pada waktu penggorengan danpengemasan. Waktu menggoreng jangan sampai kurang atau melebihi bataswaktu yang ditentukan. Kekurangan waktu akan mengakibatkan kripik menjadilembek, tidak renyah karena kadar air buah masih tinggi sedangkan kelebihanwaktu menyebabkan kripik menjadi keras dan gosong.Penggunaan perekat listrik (plastic sealer) waktu mengemas, perludiperhatikan stelan skala, jangan terlalu besar atau kecil. Stelan yang terlalubesar menyebabkan kemasan menjadi sobek, jika terlalu kecil kemasan tidaktertutup rapat.c) Minyak gorengMinyak goreng yang tidak tepat menyebabkan warna keripik kurang cerah.Untuk keripik semngaka dipilih minyak goreng nabati, agar hasil lebihmaksimal.d) Peralatan

Peralatan untuk proses yang paling menentukan mutu kripik antara lain pisaupengupas/pongiris harus yang anti karat dan alas pengiris sebaiknya telenankayu yang sudah rata dan bersih atau plastik.e) KemasanJenis dan ketebalan plastik pengemas menentukan mutu dan panjangnya masasimpan kripik.

2.3.2 Cara Pembuatan Keripik Semangkaa. Bahan Bahan yang dapat digunakan setiap membuat kripik pada dasarnya semuajenis buah yang awalnya kadar padatannya tinggi dengan tekstur tidak terlalu lembekdan buah yang tidak terlalu matang. Untuk membuat olahan keripik semangka, hanyadiperlukan bahan baku berupa buah semangka segar dan minyak nabati. Agar mendapatkan kripik semangka yang berkualitas sebaiknya dipilih jenis semangka yangmanis, namun rasanya tidak terlalu hambar dan daging buahnya yang tebal. Jenissemangka merah maupun kuning yang tanpa biji dapat menghasilkan kripik yangberkualitas. b. Alat Untuk pengolahan semangka menjadi keripik, pada dasarnya tidak memerlukancara yang sulit, hanya saja perlu menggunakan beberapa alat industri untukmelakukan proses pengolahan. Alat yang digunakan salah satunya adalah VacuumFryer atau mesin penggoreng hampa. Mesin ini biasa digunakan untuk penggorengankhusus buah. Mesin tersebut digunakan karena dapat menurunkan tekanan udarapada ruang penggorengan sehingga menurunkan titik didih air sampai 50-60 C.Dengan turunnya titik didih air maka bahan baku yang biasanya mengalamikerusakan/perubahan pada titik didih normal 100C bisa dihindari. Teknikpenggorengan hampa ini akan menghasilkan kualitas yang lebih baik dibandingkandengan cara penggorengan biasa, diantaranya:1. Tidak merubah warna buah atau sayuran2. Hasil penggorengan lebih renyah3. Aroma tidak berubah4. Kandungan serat tinggi5. Lebih tahan lama meskipun tanpa bahan pengawet.Mesin penggorengan ini biasanya digunakan untuk buah yang banyakmengandung kadar air. Akan tetapi baik pula digunakan untuk jenis buah dengankadar air rendah. Karena penggunaan mesin ini, pembuatan keripik semangka dapatlebih mudah, dan bahan baku yang digunakan juga tidak banyak.Alat penggoreng hampa ( Vacuum Fryer ) sistern water jet secara fungsionaldirancang terdiri dari pompa tabung penggoreng, kondensor yang dilengkapi,pendingin, unit pemanas, dan pengendali operasi. Masing-masing komponen berfungsisebagai berikut: Pompa, merupakan komponen terpenting yang berfungsi setiap menurunitantekanan udare di dalarn tabung penggoreng. Pompa menggunakan sistern water jet sehingga mudah cara mengoperasikan dan pameliharaannya, serta rendahbiayanya

Tabung ponggoreng, berfungsi setiap mengkondisikan bahan yang diprosesagar sesuai dengan kondisi tekanan yang diinginkan. Di dalamnya berisi minyaksebagal media pindah panas yang dilengkapi dengan pengaduk dan keranlangangkat celup tempat bahan yang digoreng.

Kondansor, berfungsi setiap mengembunitan uap air panas yang dikeluarkanselama penggorenganan dengan menggunakan media air sebagai pendinginyang disirkulasikan di dalarn bak air. Unit pemanas, sumber panas menggunakan elpiji (LPG) karena mudah didapatdan mudah dalarn pengaturan suhu yang diinginkan. Unit pengendali operasi (Controller, suatu alat pengendali suhu di dalem tabungpenggoreng berdasarkan suhu yang dikehendaki, karena suhu dikandalikan dibawah 1000 C.Spesifikasi Alat Penggoreng HampaKapasitas : 5 kg daging buah segar Daya : 300 wattVolume tabung : 120 dm3 (75 liter minyak goreng)Dimensi : 140 x 120 x 190 cmBerat : 400 kgBahan bakar : LPGBahan alat : Stainless steelPendingin : Air ( 10 cm3)Umur teknis : 5 tahun 2.3.3 Proses Pengolahan Pengolahan buah segar menjadi kripik buah sangat sederhana, karena padadasarnya hanya merupakan proses penguapan air dan bagian buah yang dapatdimakan. Namun demikian setiap menjaga agar rasa dan aroma khas buah tidakberubah dan kripik menjad renyah maka proses penguapan air harus di lakukandengan cara menggoreng buah menggunakan penggorengan bertekanan rendah /vakum / hampa.Secara garis besar pengolahan berbagai macam buah segar menjadi kripikmengikuti urutan-urutan sebagai berikut : 1. Pemilihan buah segar . Pilihlah buah segar salak pondoh yang matang pohondan tidak terlalu lunak, bentuknya relatif sama, bebas hama dan penyakit sertakerusakan lain seperti memar atau busuk. 2. Penghilangan bagian-bagian yang tidak terpakai. Tahap ini terdiripengupasan kulit menggunakan pisau anti karat (stainless steel) yang tajamatau dikupas seperti biasa dengan tangan sekaligus dihilangkan kulit arinya. 3. Pengirisan Pekerjaan pengirisan dilakukan dengan pisau dapur anti karat di atas alas(telenan kayu). Bentuk irisan sesuai dengan keinginan tetapi harus diusahakanmenjadi bentuk yang menarik. Besar irisan sebaiknya diatur agar hatiis dengansatu sampai dua kali gigitan

4. Pencucian Pencucian daging buah yang sudah diiris dengan air bersih yang mengalir dimaksudkan setiap menghilangkan kotoran-kotoran yang masih melekatmaupun tercampur pada daging buah selama pengupasan dan pengirisan. 5. Penirisan Penirisan dimaksudkan setiap menghilangkan air bahan cucian yang melekatpada bahan agar proses penggorengan menjadi lebih cepat Penirisan dapatdilakukan dengan alat pemutar selama 0,5-1 menit. 6. Penggorengan Tahap penggorengan meliputi langkah-langkah Penyiapan alat penggoreng sistem hampa/vakum dengan rnenuangkanminyak ke dalam tabung penggorengan. Menyetel pengontrol suhu pada kisaran 75-840 C. Menghidupkan kompor dan biarkan hingga suhu pada pengontrol stabi.lTahap 1 sampai dengan 3 memerlukan waktu sekitar 30 45 menitsehingga dapat dilakukan pada saat buah mulai dikupas Irisan buah segar sebanyak 5 kg dimasukkan keranjang bahan yangberada dalam tabung penggoreng, kemudian tabung ditutup rapat. Pompa dihidupkan sampai tekanan mencapai 0,6 atmosfer terlihat darimanometer yang terpasang pada tutup tabung penggoreng dan keranjangbahan diturunkan (masuk ke dalam minyak) dengan cara memutar kebawah engkol yang terpasang di sebeiah kanan tabung. Setiap memastikan bahan stidah berada dalam minyak, dapat dilihatdari kaca pada tutup tabung dengan menghidupkan lampu dalam tabung.Dari sini akan terlihat gelembung air dalam minyak yang masih banyak danbergejolak hebat, keadaan derdkian menandakan bahwa buah belumkering.

Engkol setiap 10 menit diputar ke depan dan ke belakang arah %lingkaran setiap mengaduk buah selama digoreng Berakhimya penggorengan dapat ditandai dan gelembung dalamminyak yang sudah hatiis dan tidak lagi bergejolak yang dapat dilihatmelalui kaca seperti cara f. Pada umumnya tiap satu kali gorengmembutuhkan waktu 50 75 menit. Sesudah penggorengan dianggap selesai, pompa dimatikan, tekanandikembalikan pada kandisi normal yaitu tekanan 1 atmosfir, kemudian tutupdibuka, keranjang bahan dinaikkan ke atas minyak dan keranjang dibukakemudian kripik dikeluarkan. 7. Pengatusan minyak dengan sentrifus Kripik dimasukkan alat pemutar/sentrifus kemudian di putar 1-2 menit setiapmengatusan sisa minyak penggoreng yang melekat mada kripik. Pemutarandilakukan 2 kali diselingi waktu istirahan 2 -3 menit bertujuan setiap membuatkripik menjadi renyah. 8. Pengemasan Kripik yang telah diputar 2 kali langsung dikemas menggunakan kantong plastikpolipropilen (pp) tebal 12 mikron atau dengan alumunium foil.

Saat mengolah buah semangka menjadi kripik, pada proses pengupasan,bagian kulit dalam semangka yang berwarna putih tidak perlu dihilangkan. Hal nidimaksudkan agar ada pengikat buah semangka, sehingga daging buah tidak hancur.Dalam proses penglahan semangka menjadi kripik, pada dasarnya carapengolahannya sama dengan keripik buah pada umumnya, hanya saja tidakdiperlukan teknis pencuian dan penirisan, hal ini dikarenakan dapat merusak tekstur semangka yang pada dasarnya mudah hancur. Untuk itu, dalam pengupasan danpemotongan, diusahakan agar buah tidak kotor.Selanjutnya setelah proses pemotongan, buah semangka perlu terlebih dahuludibekukan ke dalam freezer agar teksturnya menjadi beku dan lebih keras, sehinggatidak hancur saat dilakukan proses penggorengan.Dalam proses penggorengan semangka menjadi kripik, diperlukan waktupenggorangan yang lebih lama dibandingkan dengan kripik buah pada umumnya. Halini dikarenakan kadar air yang terkandung pada semangka lebih banyak dari padakebanyakan jenis

buah lainnya. waktu yang dperlukan dalam menggoreng buahsemangka berkisar 2-3 jam penggorengan. 2.3.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mutu Kripik Buah. Mutu kripik buah yang diperoleh dipengaruhi oleh 4 faktor utama yaitu: Buah segar. Selain keadaan buah segar dan tingkat kematangannyakeseragaman jenis buah akan sangat menentukan mutu kripik buah salak. Olehsebab itu sebelum membeli buah setiap dijadikan kripik, pastikan jenis buahdan tingkat kematangannya sama. Proses Pengolahan. Urutan proses yang harus diperhatikan terutama padawaktu penggorengan dan pengemasan. Waktu menggoreng jangan sampaikurang atau melebihi batas waktu yang ditentukan. Kekurangan waktu akanmengakibatkan kripik menjadi lembek, tidak renyah karena kadar air buahterlalu tinggi sedangkan kelebihan waktu menyebabkan kripik menjadi kerasdan gosong. Dalam praktek pengemasan menggunakan perakat listrik (plasticsealer) harus hati-hati, terlalu baser menyetel skala manyebabkan perakatterlalu panas sehingga kemasan justru menjadi sobek sedangkan penyetelanskala yang terlalu kecil mengakibatkan plastik tidak merakat. Kedua hal di atasmenjadikan hasil kemasan tidak tertutup rapat sehingga kerenyahan kripik tidakbisa dipertahankan (kripik menjadi cepat lembek). Minyak penggoreng. Minyak penggoreng yang menghasilkan wama yang baikadalah minyak kelapa. Selain itu minyak harus dilakukan penyaringan setiapsatu rninggu sekali. Peralatan. Peralatan untuk proses yang paling menentukan mutu kripik antaralain pisau pengupas/pongiris harus yang anti karat dan alas pengiris sebaiknyatelenan kayu yang sudah rata dan bersih atau plastik. Jenis dan ketebalanplastik pengemas juga menentukan mutu dan panjangnya masa simpan kripik. 2.3.5 Kandungan Zat Gizi Kandungan gizi kripik buah yang diproses dengan alat penggoreng sistemhampa tidak jauh berbeda dengan keadaan buah segar, karena diproses denganmenggunakan suhu rendah. Hasil analisis kandungan gizi per 100 g kripik buahsebagai berikut:Total gula : 31,7 gProtein : 3,0 g

Lemak : 8,6 gSerat : 4,1 gVitamin : 63,3 mgKalori : 216,4 kkalAir : 5.5 g 2.4 Perencanaan usaha keripik semangka Semangka merupakan buah yang banyak disukai konsumen. Buahnya bulat,besar, manis, dan segar saat dimakan. Saat ini sudah muncul inovasi baru yang unikyang terbuat dari bahan dasar buah semangka yaitu keripik semangka. Keripiksemangka dikatakan unik karena seperti yang kita ketahui kandungan air buahsemangka sangat banyak, yaitu 93,4% buahnya mengandung air sehingga banyakorang yang berpikir buah semangka tidak dapat diolah menjadi keripik yang crispy .Namun seiring berkembangnya zaman dan bertambah modernnya teknologi, munculahsebuah teknologi baru yang berfungsi sebagai alat penggoreng bertekanan. Alattersebut dirancang sebagai alat penggoreng buah yang mengandung banyakkandungan air seperti buah semangka. Meskipun telah muncul teknologi alatpenggoreng keripik semangka, namun produksi keripik semangka dipasaran masihsedikit dan terbatas. Sehingga keripik semangka merupakan salah satu cemilan yangmasih jarang terlihat dipasaran.Pada saat keripik semangka pertama kali dipasarkan banyak antusiame darimasyarakat, meskipun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui akan keripiksemangka. Melihat banyaknya masyarakat yang antusias terhadap keripik semangkadan masih sedikitnya produsen dari keripik semangka, maka prospek usaha keripiksemangka dinilai sangat bagus apabila lebih dikembangkan lagi.Di dalam pengembangan usaha keripik semangka sebaiknya tidak hanyasekedar diproduksi saja, tetapi juga harus membuat perencanaan dan rancanganusaha yang baik dimulai dari sebelum proses produksi hingga produk sampai ketangan konsumen. Untuk memulai produksi keripik semangka, maka yang perludiperhatikan adalah perencanaan tempat dimana proses produksi akan dilakukan danalat-alat yang dibutuhkan dalam proses produksi yang tergolong dalam biaya tetap.Setelah itu dilakukan perencanaan terhadap jumlah pegawai yang dibutuhkan danberapa banyak semangka yang diperlukan dalam proses produksi setiap harinya sertaberbagai kebutuhan lainnya di dalam proses produksi. Hal ini termasuk dalam biayavariabel.Apabila semuanya telah terpenuhi maka proses produksi dapat dilakukan.Setelah buah semangka diproduksi maka jadilah keripik semangka. Keripik semangkatersebut dikemas dengan menggunakan plastik yang higienis dan didesaign yangmenaraik sesuai dengan packaging . Setelah semua proses produksi dilakukanselanjuatnya dilakukan perencanaan dalam proses pemasaran. Pemasaran yangefektif dan efesian perlu memperhatikan kondisi pasar dan bentuk strategi pemasaranyang akan dilakukan dalam memasarkan keripik semangka tersebut. Strategi tersebitterdiri dari 4P yaitu Product, Price, Place, dan Promotion.

Product yaitu jenis produkyang diproduksi dan berapa banyak produk yang harus diproduksi. Price yaitupenentuan harga yang akan dipasarkan sesuai dengan kondisi pasar yang ada danmemperhitungkan biaya produksi yang telah dikeluarkan meliputi biaya tetap, biayavariabel dan Place yaitu faktor tempat dalam memasarkan produk. Kemudianpromotion yaitu bagaimana bentuk promosi yang menarik dalam memasarkan produktersebut. Apabila semua rancangan usaha telah dilakukan sesuai denganperencanaan, maka usaha keripik semangka dapat lebih ditingkatkan.

SIMPULAN Buah semangka memiliki banyak kandungan vitamin dan nutrisi yang baik bagitubuh. Akan tetapi pengenbangan inovasi untuk pengolahan buah semangka menjadisuatu produk masih jarang. Untuk itu dipilih produk keripik semngka. Selain mudahdalam mendapatkan bahan baku dan proses pengolahannya, keripik semangka jugamemiliki nilai jual yang tinggi karena masih cukup langkah di pasaran.Pengolahan buah segar menjadi kripik buah sangat sederhana, karena padadasarnya hanya merupakan proses penguapan air dan bagian buah yang dapatdimakan. Namun demikian setiap menjaga agar rasa dan aroma khas buah tidakberubah dan kripik menjad renyah maka proses penguapan air harus di lakukandengan cara menggoreng buah menggunakan penggorengan bertekanan rendah /vakum / hampa.Secara garis besar pengolahan berbagai macam buah segar menjadi kripikmengikuti urutan-urutan sebagai berikut : Pemilihan buah segar, pengirisan,pencucian, penirisan danpenggorengan. Untuk keripik semangka tidak diperlukanproses pencucian dan penirisan, karena dapa merusak tekstur buah.Di dalam pengembangan usaha keripik semangka sebaiknya tidak hanyasekedar diproduksi saja, tetapi juga harus membuat perencanaan dan rancanganusaha yang baik dimulai dari sebelum proses produksi hingga produk sampai ketangan konsumen. Untuk memulai produksi keripik semangka, maka yang perludiperhatikan adalah sebuah proses perencanaan. Mulai dari perencaan biaya hinggaperencanaan proses pemasaran yang akan dilakukan. Apabila perencanaan dapatdibuat dan dilakukan dengan baik, maka dapat dipastikan proses produksi keripiksemangka dapat berjalan denga lanca