Anda di halaman 1dari 2

Enam dari 13 uji yang akan dilakukan merupakan reaksi biooksidasi, yaitu reaksi-reaksi enzimatik yang berkaitan dengan

respirasi dan fermentasi. Keenam uji tersebut adalah fermentasi gula dalam tabung Durham, fermentasi asam campuran (uji metal merah), fermentasi butanadiol (uji voges proskauer), produksi katalase, reduksi nitrat, dan uji oksidase. Tiga uji berikutnya yaitu hidrolisis triptofan (uji indol), hidrolisis urea, dan hidrolisis pati, merupakan reaksi hidrolisis yang disebabkan oleh enzim-enzim ekstraseluler. Sedangkan uji-uji lainnya merupakan uji yang secara rutin juga seringkali diperlukan untuk membantu usaha identifikasi (Wahyudi, 2010) Pada uji fermentasi asam campuran (uji metal merah), jika berwarna merah menghasilkan positif (+) dan biasanya terjadi pada E.coli. Sedangkan jika berwarna kuning atau orange menghasilkan negatif (-) dan biasanya terjadi pada E. aerogenes. Uji fermentasi ini menggunakan media dan reagen

MR/VP broth dan memproduksi asam laktat, asam asetat dan asam formiat
(formic acid) (Wahyudi, 2010). Pada uji fermentasi butanadiol (uji Voges-Proskauer), jika berwarna merah menghasilkan positif (+) dan biasanya terjadi pada Klebsiella,

Enterobacter,

Hafnia,

Serratia.

Sedangkan

jika

berwarna

kuning

menghasilkan negatif (-) dan biasanya terjadi pada E. coli. Uji fermentasi ini menggunakan media dan reagen MR/VP broth, -naftol 5%, etil alkohol

absolute serta KOH 40% dan memproduksi asetoin (asetil-metil-karboniol)


(Wahyudi, 2010). Pada uji hidrolisis triptofan (uji indol), jika terbentuk cincin merah menghasilkan positif (+) dan biasanya terjadi pada E.coli. Sedangkan jika tidak ada cincin merah menghasilkan negatif (-) dan biasanya terjadi pada K.

pneumoniae. Uji fermentasi ini mempunyai enzim triptofanase (untuk


hidrolisis dan deaminasi triptofan) serta menggunakan media dan reagen

Tryptophan broth, reagen Kovac, dan reagen Ehrlich. Uji ini memproduksi
indol, asam piruvat dan amonia.

Pada uji penggunaan sitrat, jika berwarna biru menghasilkan positif (+) dan biasanya terjadi pada E.aerogenes. Sedangkan jika berwarna hijau menghasilkan negatif (-) dan biasanya terjadi pada E. coli. Biasanya pada uji ini mampu memakai natrium sitrat sebagai satu-satunya sumber karbon dan garam ammonium anorganis sebagai satu-satunya sumber nitrogen. Uji ini menggunakan media dan reagen Medium Sitrat Simmons. Uji ini memproduksi indol, asam piruvat dan ammonia (Wahyudi, 2010). Pada uji hidrolisis hidrolisis urea, jika berwarna merah menghasilkan positif (+) dan biasanya terjadi pada Proteus. Sedangkan jika berwarna kuning menghasilkan negatif (-) dan biasanya terjadi pada E. coli. Uji fermentasi ini mempunyai enzim urease serta menggunakan media dan reagen

Stuarts urea broth dan Christensens urea agar. Uji ini memproduksi indol,
asam piruvat dan amonia(Wahyudi, 2010). Pada uji fermentasi karbohidrat, jika berwarna kuning menghasilkan positif (+), hal ini karena memfermentasi karbohidrat yang diuji. Sedangkan jika berwarna merah menghasilkan negatif (-) dan hal ini tidak

memfermentasi karbohidrat yang diuji. Uji fermentasi ini menggunakan media dan reagen Buffered Carbohydrate Broth media dan indikator phenol

red. Memiliki mekanisme dari fermentasi karbohidrat memproduksi asam


dan terjadi perubahan indikator phenol red dari merah menjadi kuning

(Wahyudi, 2010). Pada uji reduksi nitrat, jika berwarna merah dalam waktu 30 detik menghasilkan positif (+) karena mereduksi nitrat menjadi nitrit, biasanya terjadi pada E.coli. Sedangkan jika berwarna warna selain merah (misalnya kuning) menghasilkan negatif (-) dan biasanya terjadi pada Acinetobacter baumannii. Uji ini menggunakan media dan reagen nitrate broth atau nitrate agar (slant), reagen A, dan reagen B. Uji ini memproduksi indol, asam piruvat dan ammonia (Wahyudi, 2010).