Anda di halaman 1dari 4

Perkembangan geologi teknik Dahulu manusia harus memiliki beberapa ilmu mengenai geologi yang ditunjukkan dengan hasil

di bidang pertambangan dan menunjukkan perbedaan yang jauh dari teknik sipil, saat ini ilmu mengenai geologi memperlihatkan banyak yang didasarkan dari pekerjaan teknik sipil. Pandangan para insinyur utamanya pada pekerjaan keteknikan berkaitan dengan revolusi industri, sehingga memiliki kesempatn untuk melihat dan menyelidiki penggalian didalam batuan dan tanah. Beberapa berspekulasi berawal dari asal dan sifat dasar batuan, dan hubungan diantarapenemuan batuan yang serupa dibeberapa tempat yang berbeda. Ide dan teori trsebut yang menjadi dasar aplikasi praktek yang membntuk perkembangn geologi sebagai ilmu pengetahuan. Pada abad ke 19 geologi dan engineering berkembang bersamaan, geologi lebih menjadi atau sedikit terhormat dalam mengajarkan filosofi pembentukan secara alamiah, engineering, memiliki karakteristik dari konstruksi kanal dan jalan kereta. Perkembangan diantara geologi dan engineering merupakan bagian terjadi antara abad 19 akhir dan 20 awal dengan adanya pengembangan mekanika tanah oleh engineers seperti Charles Coulomb dan Macquorn Rankine, mereka mengembangkan dari perhitungan perubahan massa bumi dibawah tekanan dalam pekerjaan keteknikan. Perubahan kedepan yang sangat besar mungkin terjadi karena publikasi dari Erdbaumechaik oleh Karl Terzaghi tahun 1925, yang menbawa pengetahuan lamanya, dan menmabahkan teori baru dan pengalaman untuk mendirikan mekanika tanah yang benar sebagai disiplin dalam teknik sipil. Selanjutnya pernyataan dari Terzaghi dan lainnya membawa keberkanjutan untuk mengenali kebenaran pemahaman dari pentingnya pemahaman kondisi geologi dalam desain teknik sipil dan konstruksi. Kegagalan dari pekerjaan keteknikan dibuktikan dengan fakta-fakta yangberupa Bendungan Austin di Texas dan bendungan St. Francis di california tahun 1928, menunjukkan hal tersebut sering memiliki kekurangan dalam hal terhadap dukungan dari kondisi geologi dlam desain keteknikan. Meskipun terdapat banyak masalah, pengakuan untuk ilmu pengetahuan baru yaitu teknik geologi sanagat lambat. Banyak sarjana geologi muda menjadi seorang geologist yang memliki kecondongan dalam pekerjaan keteknikan, mengajarkan mereka dari belajar dan pengalaman.

Tujuan dari geologi teknik Setiap disiplin ilmu harus memiliki maksud dan tujuan. Menurut asosiasi ahli geologi teknik (IAEG) geologi teknik didefinisi sebagai disiplin ilmudari aplikasi data geologi, teknik, dan prinsip untuk mempelajari : a. Proses alamiah terjadinya material batuan dan tanah, dan fluida permuakaan dan bawah permukaan b. Interaksi dari pengenalan material dan proses dengan lingkungan geologi. Jadi, faktor geologi mempengaruhi perencanaan, desain, konstruksi,operasi dan perawatan dari struktur keteknikan, dan pengembangan, perlindungan dan remidiasi dari sumber air tanah, interpretasi dan presentasi untuk digunakan dalam keteknikan dan praktek.

Mencapai tujuan Dibelakng semua disiplin ilmu harus terdapat suatu filosofi dasr atau jalan dalam mendekati suatu masalah. Filosofi dari geologi teknik adalah dasar dari 3 pikiran sderhana. Yaitu 1. Semua sarjana teknik bekerja didalam atau diatas tanah (permukaan tanah) 2. Permukaan tanah selalu dalam beberapa cara memberikan reaksiterhadap konstruksi dari pekerjaan keteknikan 3. Reaksi dari permukaan tanah (perilaku keteknikan) untuk fakta-fakta pekerjaan keteknikan harus dapat menampung oleh pekerjaan tersebut Penjelasan sederhana dari 3 pikiran diatas adalah untuk dapat menentukn perilakau keteknikan dari tanah terhadap keteknikan dari massa tanah dan desain dari pekerjaan keteknikkan harus diketahui. Terdapat 2 hal penting, data harus dibawa bersama dan diproses untuk dpat menjelaskan, menggunakan kalkulasi, perilaku keteknkan dari tanah. Material dan mass fabric Sebuah penjelasan digunakan untuk suatu persmaan yg membutuhkan penjelasan. Material mungkin batuan, tanah, dan fluida atau kandungan gas. Material properties adalah propertis yang signifikan dalam keteknikan, diantaranya densitas, shear strength, deformabilitas, dst. Mass fabric didefinisikan sebagai cara dalam menyusun suatu massa( dlam dyke, beds, veins, sills, etc). Dan memasukkan diskontinuitas (kekar, dan sesar). Masa Kebutuhan untuk mendefinisikan massa. Masa tanah dapat mendefinisikan sebagai volume dari pemukaan tanah yang akan dipengaruhi, oleh atau akan mempengaruhi, pekerjan keteknikan. Permukaan tanah dapat dipengaruhi pekerjaan keteknikan, sebagai contoh volume tanah stress / ertekan karena kelebihan berat muatan,atau bangunan seperti jembatan dan bendungan. Masa mungkin juga disebut konstruksi pekerjaan keteknikan dari proses alamiah yang terjadi pada material geologi seperti tumpukan tanah dan batuan pengisi pada bendungan, pemecah gelombang, jembatan dan tanggul. Faktor lingkungan Lingkungan memasukkan beberapa aspek yaitu iklim, tekanan dalam tanah, dan bencana alam dan dspat juga memasukkan waktu. Iklim Setiap wilayah di permukaan bumi memiliki iklim pokok. Iklim ini terdiri dari rata-rata cuaca dalam setahun, didalmnya terdapat beberapa faktr, seperti curah hujan, angin, temperatur, lamanaya sinar matahari, dsb. Bebrapa wilayah yang berada disekitar equator memiliki iklim yang seragam, dengan perbedaan kecil antara maksimum dan minimum dalam setaun. Sedangkn di wilayah lain seperti gurun dan wilayah gunung memiliki variasi, 30 derajat setiap hari.

Stress (tekanan) Setiap material pasti berada pada kondisi stress. Besar dan arah dari stress mungkin memiliki pengaru besar dari tanah ke prosess enginring, dan utamnya pekerjaan dibawah tanah. Strees dapat bertemu didalm tanah dengan hasi dari menindaklanjutin penyebabny : 1. Gravity Berat material diatas permukaan akan menyebabkan material dibawahny terkompresi / tertekan. Rumus ....... 2. Tekntonik Tekanan tektonik. Yang nungkin mnjadi sisa dari perpindahan tektonik lampau atau aktif dari aktivitas tektonik saat ini. Jenis stress ini terlihat kebanyakan horizontal tapi sering mengarah terllu besar. 3. Erosi Berdasarkan topografi, stress dapat terbentuk dari penyaluran kembali suatu stress oleh erosi lembah terutama pada wilayah pegunungan yang curam. Disekitar wilayah stress terdapat suatu terowongan atau lereng yang dalam yang dijadikan sebagai ketidakselarasan yang utama, seperti sesar dalam massa batuan. Bencana alam Banyak wilayah di dunia tertimpa bencana alam yang berulang. Banyak macam yang telah diketahui diantaranya gempabumi, angin topan, anginpuyuh, badaipasir, banjir,kegunungapian, gelombang tidal, dan slaju longsor dapat disertakan. Tidak semua pekerjaan keteknikan dapat memahami permaslahan yang berkaitan dengan bencana alam. Terdapat lima bencana alam ynag terpopuler antara lain banjir, angin topan, erupsi vulkanik, gempa bumi, dan perpindahan massa tanah (longsor). 1. Banjir Diantara semua bencana alam yang mungkin paling bersifat merusak adalah banjir. Meskipun tidak seperti erupsi vulkanik yang spektakuler atau gempabumi yang dramatis, banjir memiliki tempat kejadian yang tetap, danberada di lembah sungai dimana banyak terdapat kehidupan manusia dan tempat manusia bekerja. Secara umum banjir terbagi menjadi 2 kategori. Yaitu banjir karena hujan badai, yang mungkin disertai dengan suatu kejadian sepeerti angin topan atau angin puyuh, dan banjir coastal yang disebabkan karena kenaikan muka air laut. Solusi untuk masalah ini adalah membuat suatu konstruksi penahan.dalam dataran abnjir sungai secara alamai terbentuk suatu tanggula alam, atau dapat memmbuat konstruksi berupa tanggul buatan, tapi untuk hasil yang lebih efektif mengontrol aliran sungai maka dapat mebuat bendungan dalam cekungan sungai. 2. Badai Telah diketahui dengan baik umumnya badai berupa angin topan dan angin puyuh yang terjadi pada daerah beriklim tropis dan sub trpopis. Angin tpan lebih abnayak terdapat disekitar daerah Karibia, dan angin puyuh terdapat di laut Cina. Struktur dalam teknik sipil harus memiliki desain yang tahan terhadap tekanan angin dari badai dengan kecepatan

mencapai 100km/jam. Hal ini berarti harus menambah kekuatan sebuah pondasi, dengan menambahkan tiang-tiang pancang untuk menahan tegangan. 3. Erupsi vulkanik Terdapat lebih dari 500 gunung api dalam klasifikasi aktif, meskipun terdapat jumlah yang besar dan semuanya memerlukan perhatian besar untuk melindungi kehidupan, erupsi vulkanik relativ lebih sedikit aman jika dibandingkan dengan bencana alam yang lain. Solusi dari masalah ini untuk yng berkaitan dengan teknik sipil sangat terbatas dalam hal mitigasi / pencegahan terhadap bencana ini.

4. Gempa bumi Masalah gempabumi dan keteknikan sipil sangat berkaitan terutama dari struktur konstruksi, ketika pokok utama yang dibahas adalah getaran dari genpabumi. Dari suatu pemahaman tentang konstruksi mnejadi pusat perhatian yang baru dari suatu industri atau perhatian khusus akibat gempabumi terhadap infrasturuktur dan kehidupan. 5. Perpindahan massa (longsor) Perpindahan massa terutamanya longsor, tetapi banyak juga yng memasukan longsor salju, karena didalamnya terdapat material, tanah, dan batuan. Proses dinamik Hal ini juga penting untuk pemahaman suatu proses perubahan bentang alam dan dinamika geologi. Perubahn yang kecil ini dapat terjadi pada konstruksi teknik sipil. Waktu Dengan mengingat bahwa semua material bergerak secara alamiah atupun karena manusia hanya dengan perjalanan waktu. Sebagai konsekuensinya pemahamna tentang geoteknik dari material dan massa terhadap waktu harus mempertimbangkan perilaku keteknikan tanah. Pada dasarnya pekerjaan keteknikan berupa suatu konstruksi harus secara teratur dilakukan perawatan dan perbaikan seiring waktu.suatu hasil konstruksi masa berlakunya biasanya tidak lebih dari 50 tahun.