Anda di halaman 1dari 6

1

Pertemuan 4 PENGENALAN SISTEM TRANSMISI

PENGENALAN SISTEM TRANSMISI Sistem transmisi adalah hal-hal yang berkaitan dengan penyaluran informasi, baik itu suara, tulisan, gambar maupun data. PERTIMBANGAN MEMILIH MEDIA TRANSMISI Pertimbangan untuk memilih media transmisi yang tepat untuk melaksanakan komunikasi adalah : 1. Harga dan ketersediaan media transmisi 2. Performance jaringan yang dikehendaki (dari sudut faktor teknik :) 3. Kemampuan menghadapi gangguan magnetis maupun elektris dari luar 4. Lebar jalur (bandwith) dan jangkauan jarak yang hendak dicapai. 5. Kecepatan transmisi yang dibutuhkan II. JENIS MEDIA TRANSMISI

Media transmisi adalah sarana untuk menyalurkan (mengirimkan) informasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Berdasarkan terlihat atau tidak terlihatnya suatu media transmisi, dapat dibedakan atas : 1. Media transmisi fisik Media transmisi fisik disebut juga dengan jaringan fisik (network) media penyalur berita telekomunikasi yang menghubungkan dengan para pemakai jasa telekomunikasi sesamanya.ini disebut dengan saluran fisik. Jaringan fisik itu sendiri merupakan media transmisi yang dapat dilihat dan diraba secara fisik keberadaannya. Dilihat dari cara penempatan-nya ( pemasangannya ) dibedakan atas : a) Saluran atas tanah Jaringan ini dipasang diatas tanah dengan cara menggantungnya pada tempattempat tinggi seperti tiang-tiang telephone. b) Saluran bawah tanah Jaringan ini ditanam ditanah, kabel dengan jenis jaringan seperti ini memerlukan mutu isolasi yang tinggi (tahan air,tahan tahan kelembaban) Saluran kabel bawah laut (termasuk dalam saluran bawah tanah hanya ditanam didasar laut) Jaringan bawah tanah Terdiri atas: Tanam langsung : ditanam dengan menggali tanah,kemudian kabel ditanam kembali seperti kabel telephone bawah tanah. Jaringan ini biayanya mahal,karena dalam pelaksanaannya haruslah memenuhi syarat tertentu. Kabel Duct : kabel dimasukan ke dalam pipa, kemudian pipa ditanam dibawah permukaan tanah, setelah itu permukaan tanah dicor dengan beton.pipa peralon yang digunakan tahan dengan air dan kelembaban tanah.

Pertemuan 4 PENGENALAN SISTEM TRANSMISI

Kabel laut (submarine cable): kabel ini dipasang dibawah permukaan laut . jenis kabel ini berisolasi sangat kuat untuk keperluan menyalurkan berita telekomunikasi.contoh: kabel laut yang menghubungkan Jakarta-Singapura. Sistem ini dikenal dengan SKKL(Sistem Komunikasi Kabel Laut).kabel laut bukan terbuat dari koaksial tetapi dari serat optik. Dilihat dari cara dan bahan pembuatannya dibedakan atas : a. Saluran kabel terbuka ( open wire ) Open wire : saluran ini dibuat dari kawat tembaga atau kawat besi tanpa pembungkus (isolasi).lebih banyak digunakan untuk saluran lokal(dalam kota).ada juga yang terbuat dari baja dilapisi tembaga, jaringan dengan kawat berlapis tembaga ini untuk saluran antar kota. b. Saluran kabel terpilin ( twisted copper wire ) Twisted copper wire : kawat yang terpilin dalam satu selongsong kabel.masingmasing kabel terbungkus terpisah agar tidak terjadi induksi antar kabel.pemasangan kabel berpasangan ini biasanya digatungkan pada tiang-tiang telephone sehingga disebut kabel gantung. c. Saluran kabel koaksial ( coaxial wire ) Coaxial cable : kabel ini terbuat dari dua buah konduktor (penghantar).kabel ini berkapasitas besar,yang dipakai untuk menyalurkan lalulintas telekomunikasi yang padat. d. Saluran kabel serat optik ( fibre optic ) Fibre optic : kabel ini hasil penemuan teknologi baru dalam media transmisi. 2. Media transmisi non fisik Media ini juga disebut juga media transmisi radio, karena menggunakan gelombang radio sebagai penyalur informasi.informasi ditumpangkan melalui gelombang radio yang dipancarkan oleh stasiun pemancar (Transmitter = Tx) dan diterima oleh pesawat penerima (Receiver = Rx) Dapat dibedakan atas : 1. Transmisi radio terrestrial Transmisi terresterial (terra = bumi) merupakan gelombang radio yang masuk merambat tidak jauh dan sejajar dengan permukaan bumi (tanah). Mis: dua stasiun radio yang berada di kota yang sama, bekerja pada frekuensi yang berlainan agar tidak saling mengganggu. Frekuensi : banyaknya getaran yang melewati titik tertentu pada suatu interval waktu. (biasanya 1 detik) 2. Transmsis radio satelit Transmisi satelit menggunakan satelit sebagai repeater stasiun pengulangnya. Contohnya : satelit PALAPA berfungsi sebagai repeater dalam jaringan SKSD di

Pertemuan 4 PENGENALAN SISTEM TRANSMISI

Indonesia.pada dasarnya cara kerja transmisi satelit sama dengan transmisi gelombang. III. DISTORSI PADA TRANSMISI ONWIRE

Gangguan dalam penyampaian suatu informasi dengan mempergunakan kabel dapat dibedakan atas : 1. Random : gangguan yang tidak dapat diramalkan terjadinya a. Derau panas ( thermal noise ) Thermal noise : derau yang disebabkan oleh gerakan gerakan elektron dalam komponen listrik yang mudah panas

b. Derau impulse ( impulse noise ) Impulse noise : derau yang timbul karena adanya gangguan pulsa dalam waktu pendek

c. Bicara silang ( crosstalk ) Crosstalk : gangguan akibat sinyal datang dari pembicara lain

Pertemuan 4 PENGENALAN SISTEM TRANSMISI

d. Gema ( echo ) Echo : terpantul kembali suara dengan arah berlawanan arah semula e. Perubahan phasa Perubahan Phasa : selang waktu yang menyebabkan satu gelombang mendahului gelombang yang lain.

f. Derau intermodulasi ( intermodulation noise ) Intermodulation noise : derau antar modulasi, derau yang timbul dalam kanal tertentu oleh sinyal yang dikirim pada kanal lain.

g. Phase jitter

Pertemuan 4 PENGENALAN SISTEM TRANSMISI

Phase Jitter : penggeser fase, alat yang tegangan (arus) outputnya dapat disetel untuk fase yang di-inginkan sesuai dengan tegangan input. 2. Tak Random ( Sistematis ) : gangguan yang dapat diperhitungkan dan diramalkan terjadinya. Dibedakan atas: 1. Redaman Tegangan suatu sinyal berkurang ketika melalui saluran transmisi disebabkan daya yang diserap oleh saluran transmisi.redaman tergantung pada frekuensi sinyal. 2. Penundaan Sinyal umumnya terdiri dari banyak frekuensi .masing-masing frekuensi tidak berjalan dengan kecepatan yang sama hingga tiba di penerima pada waktu yang berlainan tundaan yang terlalu besar dapat mengakibatkan kesalahan pada waktu transmisi data, tidak terganggu pada transmisi suara melainkan transmisi data. IV. DISTORSI PADA TANSMISI WIRELESS kabel

Gangguan dalam penyampaian suatu informasi tanpa mempergunakan (mempergunakan perambatan gelombang radio) dapat dibedakan atas :

1. Polarisasi Pengkutuban arah medan listrik dari suatu gelombang elektromagnetik 2. Refleksi Gejala yang memungkinkan gelombang dikembalikan ke medium awal dengan sudut datang dengan sudut pantul yang sama dalam bidang yang sama 3. Refraksi Perubahan arah perambatan gelombang datang karena melewati batas pertemuan suatu media ke media lain dengan kecepatan yang berbeda.refraksi dapat juga terjadi dalam media tunggal disebabkan karakteristik media yang berbeda. 4. Fading Gangguan cuaca di udara terhadap perambatan gelombang di radio sehingga penerimaan informasi tidak sempurna. V. METODE TRANSMISI

Metode transmisi dibedakan atas : a. Simplex b. Half Duplex c. Full Duplex a. Metode Simplex Pengirim-penerima data disalurkan hanya ke satu arah.pemancar dan penerima tugasnya tetap.metode ini jarang dipakai untuk sistem komunikasi contoh : TV.Radio, komunikasi data

Pertemuan 4 PENGENALAN SISTEM TRANSMISI

b. Metode Half Duplex pengirim penerima penerima pengirim Setengah duplex.hubungan yang pengiriman dan penerimaan sinyalnya hanya dapat dilakukan secara bergantian pada saluran yang sama Contoh : telephone dan walkie talkie c. Metode Full Duplex pengirim penerima penerima pengirim Data dikirim dan diterima secara bersamaan. Metode ini dipakai komunikasi data menggunakan saluran sewa atau saluran pribadi Contoh : telegrap dan telex VI. MODE TRANSMISI PADA KOMUNIKASI DATA

Mode transmisi umumnya terdapat pada sistem komunikasi data, dan dapat dibedakan atas : 1. Mode transmisi serial Transmisi serial : Data dikirimkan satu bit demi satu bit lewat kanal komunikasi yang telah dipilih . misalnya: data dikirim dalam bentuk kode ASCII dengan 7 bit untuk tiap karakter .penerima juga harus menerima data,bit demi bit untuk kode ASCII ,satu informasi karakter terdiri atas 7 bit Ket : BIT adalah singkatan dari binary digit,yaitu informasi terkecil. Satu bit dapat menyatakan ada atau tidaknya muatan listrik statis dalam memori.( nilai 1= ada pulsa listrik , nilai 0 = tidak adanya pulsa listrik) 2. Mode transmisi paralel ASCII (American Standard Code for Information Interchange) Transmisi pararel : Data dikirim sekaligus, misalnya 8 kanal komunikasi.Transmisi pararel digunakan bila dikehendaki kecepatan yang tinggi.kanal (jalur) komunikasi penerima harus mempunyai karakteristik yang baik. Dalam pengiriman data secara harus ada data yang sesuai antara pengiriman dan penerimaan agar data yang dikirim bisa ditafsirkan dengan tepat dan benar oleh penerima.