Anda di halaman 1dari 9

PTGarudaIndonesiaTbk

PTGarudaIndonesiaTbkIPOSummary

TheAirlineofIndonesia
PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda) didirikan dengan nama Garuda Indonesia Airways N.V. yang berkedudukan di Jakarta Pusat berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 137 tanggal 31 Maret 1950, yang dibuat di hadapan Raden Kadiman, Notaris di Jakarta, telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia Serikat dalam keputusannya tertanggal 31 Maret 1950 dengan No. J.A. 5/12/10. Selanjutnya dilakukan penyesuaian terhadap bentuk hukum Perusahaan Negara (P.N.) Perhubungan Udara sehingga Garuda Indonesian Airways menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan dengan dilakukannya penyesuaian tersebut, Perusahaan Negara Garuda Indonesian Airways dinyatakan bubarpadasaatpendirianPerusahaanPerseroan(Persero). Maksud dan tujuan Garuda adalah melakukan usaha di bidang jasa angkutan udara niaga, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Garuda untuk menghasilkan barang dan/ atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan / mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Garuda dengan menerapkan prinsipprinsip Perseroan Terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Garuda dapat melaksanakankegiatanusahautamasebagaiberikut: a. Angkutan udara niaga berjadwal untuk penumpang, barangdanposdalamnegeridanluarnegeri; b. Angkutan udara niaga tidak berjadwal untuk penumpang, barang dan pos dalam negeri dan luar negeri; c. Reparasidanpemerliharaanpesawatudara,baikuntuk keperluansendirimaupununtukpihakketiga; d. Jasa penunjang operasional angkutan udara niaga, meliputi jasa boga dan ground handling baik untuk keperluansendirimaupununtukpihakketiga; e. Jasa pelayanan system informasi yang berkaitan dengan industri penerbangan, baik untuk keperluan sendirimaupununtukpihakketiga; f. Jasa pelayanan konsultasi yang berkaitan dengan industripenerbangan; g. Jasa layanan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan industri penerbangan, baik untuk keperluan sendirimaupununtukpihakketiga; h. Jasa layanan kesehatan personil penerbangan, baik untukkeperluansendirimaupununtukpihakketiga. Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud diatas, Garuda dapat melakukan kegiatan usaha pendukung dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimilikiuntuk:

eTrading Research Equities

PT Garuda Indonesia Tbk

14-Jan-11

a. Pergudangan b. Perkantoran c. Fasilitas pariwisata; dan Penyewaan dan pengusahaan sarana dan prasarana yangterkaitdenganindustripenerbangan. Garuda dan Pemegang Saham Penjual dengan ini melakukan Penawaran Umum sebanyakbanyaknyasebesar9.362.429.500(sembilanmiliartigaratusenampuluhdua juta empat ratus dua puluh sembilan ribu lima ratus) atau sebesar 36,48% (tiga puluh enam koma empat delapan persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh Garuda setelah Penawaran Umum, yang merupakan Saham Biasa Atas Nama SeriB,yangterdiridari: Sebanyakbanyaknyasebesar7.426.691.500(tujuhmiliarempatratusduapuluh enam juta enam ratus sembilan puluh satu ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama Seri B yang merupakan Saham Baru yang dikeluarkan dari simpanan Garuda dengan nilai nominal Rp500 (lima ratus Rupiah) setiap lembar saham (SahamBaru);dan Sebanyakbanyaknya sebesar 1.935.738.000 (satu miliar sembilan ratus tiga puluhlimajutatujuhratustigapuluhdelapanribu)SahamBiasaAtasNamaSeri BmilikPemegangSahamPenjualdengannilainominalRp500(limaratus)setiap saham(SahamDivestasi). Garuda akan mencatatkan 25.667.687.500 (dua puluh lima miliar enam ratus enam puluh tujuh juta enam ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus) lembar saham, yang terdiri dari 18.240.996.000 (delapan belas miliar dua ratus empat puluh juta sembilan ratus sembilan puluh enam ribu) saham yang berasal dari pemegang saham Garuda sebelum pelaksanaan Penawaran Umum sebanyak 7.426.691.500 (tujuh miliar empat ratus dua puluh enam juta enam ratus sembilan puluh satu ribu lima ratus) lembar saham yang merupakan Saham Baru Garuda yang seluruhnya ditawarkan dalam Penawaran Umum ini. Jumlah saham yang akan dicatatkan pada BEI adalah seluruh atau 100% (seratus persen) saham Garuda telah, dan akan, dikeluarkan dan disetor penuhsetelahPenawaranUmum. Dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan Garuda dalam Penawaran Umum ini, maka susunan modal saham dan pemegang saham Garuda sebelum dan sesudah Penawaran Umum ini (sudah termasuk saham yang dialokasikan kepada manajemen dan karyawan dalam program MESA), secara proforma menjadi sebagai berikut:

14 January 2011

eTrading Research Equities

PT Garuda Indonesia Tbk

14-Jan-11

Negara Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN selaku pemegang saham pengendali Garuda telah memberitahukan kepada Garuda bahwa dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal pencatatan, Negara Republik Indonesia tidak akan menjual atau mengalihkan saham yang dimilikinya di Garuda. Garuda tidak bermaksud untuk mengeluarkan atau mencatatkan saham baru dan/atau efek lainnya yang dapat dikonversikan menjadi saham dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pencatatan. Garuda telah memperoleh persetujuan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana sesuai dengan persetujuan privatisasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang tertuang dalam Surat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia No.PW.01/5972/DPR RI/IX/2009 tanggal 16 November 2009, dan persetujuan RUPS yang dituangkan dalam Akta No.24 tanggal 16 November 2010, dibuat dihadapan Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta. Di samping itu, hal ini telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.4/2010 tanggal 11 Januari 2011 tentang Perubahan Struktur Kepemilikan Saham Negara Melalui Penerbitan dan Penjualan Saham Baru Pada Perseroan(Persero)PTPerusahaanPenerbanganGarudaIndonesia. RencanaPenggunaanDana GarudabermaksudmenggunakandanayangdiperolehdarihasilPenawaranUmum atas Saham Baru, setelah dikurangi biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum untuk: 80% akan digunakan untuk pengembangan armada baru yang direncanakan adalah pesawat B737800 NG sebanyak 10 unit, B777 sebanyak unit 10 unit, A330200 sebanyak 6 unit, serta pesawat tipe narrowbody untuk Citilink sebanyak 5 unit serta pesawat tipe Sub100 sebanyak 5 unit. Untuk jangka waktu penambahan armada baru ini, akan disesuaikan dengan jadwal penyerahan pesawat udara, yaitu sampai dengan tahun 2016 berdasarkan perjanjian dengan produsen pesawat udara yang telah diuraikan dalam bagian lain Prospektus. Dana diperlukan baik untuk pembayaran PreDelivery Payment (PDP)pesawatyangdibeli,securitydepositpesawatyangdisewa,finalpayment pembelian pesawat baru, maupun belanja modal lain yang diperlukan dalam rangka pengembangan armada, seperti spare parts dan komponen pesawat serta persediaan engine/ mesin pesawat. Final payment pembelian pesawat akan dilakukan dengan pembiayaan (financing), temasuk dengan cara sale and (operating) lease back. Pengembangan armada baru harus dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan arus penumpang, kenaikan frekuensi penerbanngan, peningkatan efisiensi bahan bakar dan menurunkan beban perawatan pesawat udara dikarenakan umur pesawat Garuda. Selain itu, penggunaan dana diperlukan untuk memenuhi kewajiban Garuda sesuai perjanjian antara Garuda dengan produsen pesawat udara termasuk Boeing dan Airbus. Dalam rangka pengembangan armada jangka panjang, Garuda berencana mengoperasikan pesawat dengan tipe sebagai berikut: (i) pesawat berbadan sempit (narrow body), yaitu B737800 NG sebanyak 78 unit, (ii) pesawat berbadan lebar (wide body), terdiri dari tipe A330200/300 sebanyak 19 unit, dan tipe B777 ER sebanyak 10 unit, (iii) pesawat Sub100 sebanyak 18 unit, (iv) pesawat freighter (untuk layanan kargo) sebanyak 4 unit, dan (v) pesawat narrowbody untuk Citilinksebanyak25unit. 20% akan digunakan untuk membiayai modal Garuda, baik di Garuda maupun Anak Perusahaan yang diperlukan untuk pengembangan usaha. Jenis belanja modal yang akan dilakukan adalah untuk pengembangan teknologi informasi, baik untuk peningkatan pelayanan maupun operasi penerbangan, untuk peningkatankualitasdankapabilitasperawatanpesawat,untukpembeliansuku cadang dan komponen, dan belanjabelanja modal lainnya yang diperlukan baik
14 January 2011 3

eTrading Research Equities

PT Garuda Indonesia Tbk

14-Jan-11

untuk pengembangan Garuda, peningkatan pelayanan, maupun untuk kelancaran operasional Garuda. Pendanaan yang diberikan kepada Anak Perusahaanadalahdalambentukpinjaman. Dana untuk investasi akan digunakan untuk Anak Perusahaan, yaitu GMF AeroAsia, Aerowisata, ASTST, Abacus, berupa investasi untuk flight equipment dan maintenance modification program untuk peningkatan kapabilitas GMF AeroAsia dalam merawat pesawat B737800, dan investasi untuk IT (baik peningkatan pelayanan maupun operasi). RisikoUsaha RisikoTerkaitKegiatanUsahaGaruda 1. Keterbatasan Garuda dalam merekrut, melatih, mempertahankan, dan memotivastipersonilkuncidapatmempengaruhibisnisGaruda. 2. Keterbatasan infrastruktur dan fasilitas bandara internasional SoekarnoHatta dan bandara lainnya di Indonesia dapat menghambat kemampuan Garuda untuk meningkatkan utilisasi peswat, memperbaiki kinerja ketepatan waktu (On Time Performance atau OTP) dan menyediakan jasa transportasi udara yangamandanefisien. 3. SumberutamapasokanbahanbakarberasaldariPertamina. 4. Tidak terimplementasinya strategi Garuda dapat berdampak pada bisnis Garuda. 5. Tingginya tingkat hutang dan pembayaran kewajiban tetap dapat mempengaruhikemampuanGarudadalampenerapanstrategiGaruda. 6. Setelah selesainya Penawaran Umum, Pemerintah akan tetap sebagai pemegangsahampengendaliGaruda. 7. Kemampuan Garuda dalam menetapkan tariff penerbangan pada segmen tertentudipengaruhiolehbatasanyangditetapkanolehPemerintah. 8. Aktivitas pekerja dapat mempengaruhi Garuda, pelanggan dan perusahaan di Indonesia pada umumnya, dimana pada akhirnya dapat mempengaruhi bisnis, kondisikeuangan,hasilusahadanprospekGaruda. 9. Garuda sangat bergantung pada system otomatisasi dalam menjalankan bisnisnya dan setiap kegagalan pada system otomatisasi ini dapat mempengaruhibisnisGaruda. 10. Garuda bergantung pada Kementerian Agama terkait kegiatan penerbangan haji. 11. Garuda bergantung kepada Pemerintah dan institusi lain yang dimiliki dan dikendalikan oleh Pemerintah terkait dukungan keuangan dan pelayanan pentinglainnya. 12. Garudapernahmemilikidanmungkinakantetapmemilikideficitmodalkerjadi masayangakandating. 13. Tambahan beban bahan bakar yang diterapkan oleh Garuda sedang diperkarakandiIndonesia,Australia,danSelandiaBaru. 14. Reputasi dan bisnis Garuda dapat terkena dampak negative karena adanya larangan penerbangan ke Uni Eropa bagi sebagian Garuda penerbangan Indonesia. 15. Tingginya beban bunga dapat berdampak negatif terhadap profitabilitas Garuda. 16. Peningkatan tingkat inflasi dapat berdampak negatif terhadap strategi ekspansi armadapesawat. 17. Garuda mungkin melakukan ekspansi bisnis melalui akuisisi maskapai penerbangan atau bisnis yang berhubungan dengan penerbangan, yang menghadapkan Garuda pada ketidakpastian dan risiko intergrasi terkait dengan akuisisidimasayangakandatang.
14 January 2011 4

eTrading Research Equities

PT Garuda Indonesia Tbk

14-Jan-11

RisikoTerkaitIndustriPenerbangan 1. Industripenerbangansangatkompetitif. 2. KenaikanbebanbahanbakardapatberdampaknegatifterhadapbisnisGaruda. 3. PerubahanpadaperaturanPemerintahdapatmembahayakanbisnisGaruda. 4. Bisnispenerbanganditandaidenganbiayatetapyangtinggi. 5. Garuda hanya memiliki jumlah pemasok yang terbatas untuk armada pesawat danmesin. 6. Reputasi dan bisnis Garuda dapat terkena dampak negative akibat kecelakaan atauinsidenpesawat. 7. Hasil operasi Garuda dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu yang disebabkan olehperubahansiklusindustripenerbangandanbersifatmusiman. 8. Wabah flu burung, severe acute respiratory (SARS), virus influenza A (H1N1) atau penyakit menular lainnya, atau persepsi bahwa tersebut dapat terjadi, mungkinsecaranegatifmemperngaruhipermintaanperjalananudara. 9. Serangan teroris di masa yang akan datang, atau ancaman seperti serangan tersebut dapat meningkatkan beban operasi dan mengurangi permintaan dari pelayananGaruda. 10. Asuransimungkinmenjadilebihsulitataumahaldidapatkan. RisikoterkaitInvestasipadasahamGaruda 1. HargasahamGarudadapatberfluktuasidimasayangakandatang 2. Penjualan saham Garuda di masa yang akan datang dapat berdampak negatif terhadaphargapasarsahamGaruda. 3. Kemampuan Garuda untuk membayar dividen di masa yang akan datang akan bergantung pada laba di masa yang akan datang, kondisi keuangan, arus kas, kebutuhan modal kerja, ekspansi armada pesawat dan pembatasan dari krediturGaruda.

OurView Kami melihat bahwa harga penawaran perdana Garuda yang berada pada kisaran Rp 750 Rp 1100 merefleksikan 32.41 37.65x P/E FY2010E dan 2.21 2.49x PBV FY2010E. Sebagai informasi,averageP/EdanPBVperusahaanlainpadaindustrisejenismasingmasing32.33dan 1.76.Untuklebihjelasnyadapatdilihatpadatabeltabeldibawahini:

Source:Bloomberg

14 January 2011

eTrading Research Equities

PT Garuda Indonesia Tbk

14-Jan-11


14 January 2011 6

eTrading Research Equities

PT Garuda Indonesia Tbk

14-Jan-11

RingkasanLaporanKeuangandanRasiorasioKeuangan Ringkasan Laporan Keuangan dan Rasiorasio Keuangan tertera pada tabeltabel dibawahini:


14 January 2011 7

eTrading Research Equities

PT Garuda Indonesia Tbk

14-Jan-11


14 January 2011 8

eTrading Research Equities

PT Garuda Indonesia Tbk

14-Jan-11


Disclaimer:
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT eTrading Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable.No warranty (expressorimplied) ismade to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT eTrading Securities (eTS) and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information containedinthisreportoranyothersuchinformationoropinionsremainingunchangedaftertheissuethereof.Weexpresslydisclaimanyresponsibilityorliability(expressorimplied)of eTS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses,damagesorcosts)whichmaybebroughtagainstorsufferedbyanypersonasaresultsofactinginrelianceuponthewholeoranypartofthecontentsofthisreportandneither eTS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respectofthereportoranyinaccuracythereinoromissiontherefromwhichmightotherwiseariseisherebyexpressesdisclaimed. Thisdocumentisnotanoffertosellorasolicitationtobuyanysecurities.Thisfirmsanditsaffiliatesandtheirofficersandemployeesmayhaveaposition,makemarkets,actasprincipal orengageintransactioninsecuritiesorrelatedinvestmentsofanycompanymentionedherein,mayperformservicesfororsolicitbusinessfromanycompanymentionedherein,andmay haveacteduponorusedanyoftherecommendationshereinbeforetheyhavebeenprovidedtoyou.PTeTradingSecurities2007.

14 January 2011