Anda di halaman 1dari 5

STOKIOMETRI LARUTAN

1. % Berat % berat suatu larutan menyatakan banyaknya gram zat terlarut dalam 10 gram larutan. Contoh : larutan 5% B gula dalam air. Arintya : dalam 100 gram larutan gula ini terdapat 5 gram gula. Perbandingan berat gula dan air dalam larutan ini adalah 5 : 95 Contoh soal : Berapa gram NaCL harus dilarutkan dalam 600 gram air supaya diperoleh larutan 25% berat ? Jawab : Larutan 25% berat artinya perbandingan berat NaCl : air = 25:75. Untuk 600 gram air, NaCl yang harus dilarutkan = Kesimpulan :
%B = berat zat terlarut x 100% berat laru tan

25 x 600 gr 75

= 200 gr

2. % Volume % Volum suatu larutan menyatakan banyaknya ml zat terlarut dalam 100 ml larutan. Contoh : larutan alkohol 60%. Artinya : dalam 100 ml larutan ini terdapat 60 ml alkohol murni dan 40 ml air. Contoh soal : Berapa ml alkohol murni terdapat dalam 40 ml larutan alkohol 80% ? Jawab : Larutan alkohol 80% artinya dalam tiap 100 ml larutan terdapat 80 ml alkohol murni. Jadi alam 400 ml larutan terdapa = Kesimpulan :
%V = volum zat terlarut x 100% volum laru tan

80 x 400 ml alkohol 100

3. Molaritas (M) Molaritas larutan menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Contoh : larutan 0,4 M CuSO4 (larutan CuSO4 . 0,4 M). Artinya : dalam 1 liter larutan ini terdapat 0,4 mol CuSO4. Contoh soal :

4,8 gram MgSO4 dilarutkan alam air hingga volumnya menjadi 200 ml. Berapakah molaritas larutan MgSO4 tersebut ? Jawab :
0,04 mol 4,8 gram MgSO4 = 4,8 gr x 120 gr 1 mol

0,04 mol MgSO4 terdapat dalam 200 ml larutan. Dalam 1 l larutan terdapat :
1.000 x 0,04 mol =0,2 mol 200

Jadi molaritas larutan MgSO4 tersebut ialah 0,2 M. Kesimpulan :


1.000 G M= x V Mr

Keterangan : M = molaritas V = volum larutan G = berat zat terlarut Mr = Mr zat terlarut 4. Molalitas (m) Molalitas larutan menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam tiap 1.000 gram pelarut. Contoh : larutan 0,2 m ZnCl2. Artinya : dalam 1.000 gram air terlarut 0,2 mol ZnCl2. Contoh soal : Ke dalam 250 gram air dilarutkan 3,8 gram MgCl2 ( Mr=95). Berapakah molalitas larutan MgCl2 yang terjadi ? 3,8 gram MgCl2 = 3,8 gr x 95 gr =0,04 mol 0,04 mol MgCl2 terdapat dalam 250 gram air. Dalam 1.000 gram air terlarut =
1.000 x 0,04 mol MgCl 2 250
1 mol

= 0,16 mol MgCl2 Jadi molalitas larutan MgCl2 = 0,16 m. Kesimpulan : Keterangan : M = molalitas P = berat pelarut G = berat zat terlarut Mr = Mr zat terlarut sebaliknya :
1.000 G m= x P Mr

p mol zat terlarut = .m 1000

atau

p mol zat terlarut = .M 1000

Keterangan : P = berat pelarut atau volum larutan untuk molaritas m = molalitas larutan M = molaritas larutan 5. Normalisasi (N) Normalitas larutan menyatakan banyaknya gram ekuivalen (ek) zat terlarut dalam tiap liter larutan. Gram ekuivalen (ek) zat menyatakan banyaknya gram zat yang sesuai dengan berat ekuivalennya. Berat ekuivalen dirumuskan :
BE = Ar Mr atau valensi valensi

Normalitas larutan banyak digunakan dalam perhitungan pada reaksi asam/basa, reaksi oksidasi/reduksi dan reaksi pengendapan dengan AgNO3. a. Pada reaksi asam/basa Ekuivalen (ek) zat menyatakan banyaknya gram zat yang sesuai dengan 1 mol H atau 1 mol OH-.
+

Contoh : 1) NaOH Na+ + OH1 mol NaOH 1 mol OHJadi 1 mol NaOH = 1 ek atau 1 ek NaOH = 1 mol NaOH = 40 gram (Mr NaOH = 40) b. Pada reaksi oksidasi/reduksi ek zat menyatakan banyaknya gram zat yang sesuai dengan 1 mol e- atau Contoh : 4KMn)4 + 6H2SO4 2K2SO4 + 4MnSO4 + 6H2O + SO2 4 mol KmnO4 5 mol O2 1 mol KMnO4 5.
1 mol O2 4 1 5. mol O(1 mol O2 = 2 mol O) 2 1 mol 5
1 158 gr

1 mol O. 2

Jadi 1 mol KmnO4 = 5 ek 1 ek KMnO4 =

= 5 mol x 1 mol

= 31,6 gram c. Pada reaksi pengendapan dengan AgNO3 ek zat menyatakan banyaknya gram zat yang sesuai dengan 1 mol Ag. Contoh : CaCl2 + 2AgNO3(aq) Ca(NO3)2(aq) +2AgCl(s) 1 mol CaCl2 2 mol AgNO3 (1 mol AgNO3 1 mol Ag+) 2 mol Ag+ jadi 1 mol CaCl2 = 2 ek atau 1 ek Cacl2 =
1 mol 2 1 = x 111 gram ( M r CaCl 2 =111) 2

= 55,5 gram Contoh soal : 9,8 gram asam fosfat (Mr=98) dilarutkan dengan air sampai volumnya menjadi 600 ml. Tentukanlah normalitas larutan yang terjadi ! Jawab : 3H+ + PO 4 1 mol H3PO4 3 mol H+ 1 mol H3PO4 = 3 ek H3PO4 9,8 gram H3PO4 =
3

9,8 9,8 mol = mol M r H 3 PO4 98

= 0,1 mol x 1 mol =0,3 ek Dalam 600 ml ada 0,3 ek. Jadi dalam tiap liter = Kesimpulan :
ek N= V (l )
1.000 ml 0,3 ek x =0,5 N 1l 600 ml

3 ek

atau

1.000 G N= . . valensi P Mr

6. Fraksi mol (x) Fraksi mol menyatakan perbandingan mol zat dengan jumlah mol zat-zat yang terdapat dalam larutan. Contoh :

a mol zat A dilarutkan dalam b mol zat B. Maka : fraksi mol zat A ( X A ) =a +b dan fraksi mol zat B ( X B ) =a +b Jika XA + XB diperoleh : a +b +a +b =a +b XA +XB = 1 Kesimpulan : Jumlah fraksi mol zat-zat dalam sautu larutan = 1 Contoh soal 1 : 3,6 gram glukosa (C6H12O6)Mr=180 dilarutkan dalam 90 gram air. Berapakah fraksi mol C6H12O6 dalam larutan tersebut ? Jawab : 3,6 gram C6H12O6 = 3,6 gr x 180 gr =0,02 mol 90 gram H2O = 90 gr x 180 gr = 5 mol
X C6 H12O6 = mol C 6 H 12 O6 mol C 6 H 12 O6 +mol H 2 O
1 mol
1 mol a b a+ b b a

0,02 3 = = 3,98 .10 0,02 + 5

Anda mungkin juga menyukai