P. 1
Drag Bike Kebumen

Drag Bike Kebumen

|Views: 16|Likes:
Dipublikasikan oleh Davu Kurniawan Fadli
oke
oke

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Davu Kurniawan Fadli on Apr 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

Drag Bike Kebumen, Taji New Comer, FU Omponk!

ManiakMotor-Rekor memang tak terpecahkan di Kebumen Drag Bike (KDB) 2013 di sirkut Pejagoan, Kebumen, Jateng. Justru Indiel Organizer selaku panitia yang bikin fast time, 500 starter tapi jam 15.30 sudah finish. Hehehe. Maksudnya, tetap ada hal baru yang menarik di simak, seperti hadirnya FU Omponk yang tampil perdana namun langsung bertaji di bebek tune up 200 cc. New comer nih brosist! Eko Chodox selaku joki yang berhasil podium pertama bukan tanpa lawan. Adalah Dwi Batank yang memacu FU Solo korekan Wawan Kristiarto (Abakura Ditra Jaya Solo) yang punya kans terbesar. Itu lantaran FU Kontroversi, FU Bima dan New Jupiter Pele. “Ban yang dipakai kali ini kurang ngegrip. Podium kedua bukan hasil yang bagus, mengingant FU Omponk pemain baru,”kilah Dwi Batank yang selalu ‘dibuntuti’ istri dan anaknya di setiap event Jateng. Nah lo! “Tadi malam saja masih riset. Last minute baru kita putuskan akan ikut. Kalo selama ini pakai SOHC, dan sulit bersaing makanya coba DOHC,”bilang Taufik Omponk yang tak bisa bercerita banyak tentang spek. Bukan maniakmotor kalo tak bisa mengendus. Coba perhatiakn nama tim yang dipakai buat kelas ini (OP 27 #55 Racing). Angka 55?,”Kompresi 12,8 : 1, CDI Rextor, Karbu FCR 35, durasi 270°, klep 25/21, timing di 36, final gir 13/44,”rinci Gupito Kresna, adik kandung Bima Aditya. Jadi? “Powernya sudah nyetel. Baru main sudah bisa dengan time 07.620 detik, ancaman itu,”nilai Chodox dengan mimik muka penuh naluri. Wkwkwkwk..Ingat itu, yang bilang joki yang paham mesin. Ayo, kapan semua jagoan ini bisa tanding satu arena. Cooming soon! Catatan lain, dominasi FU standart milik Anugerah Manuk Teler Boyolali. “Alhamdulliah, 5 podium kita pegang semua,”kata Agus Santoso alias Cebeleng. FU Standart milik CMC, Jogja yang digadang-gadang pesaing justru tak hadir. Ada apa gerangan?Ardel

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->