Anda di halaman 1dari 23

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 1
FUNGSI PEMBANGKIT

1. Deret Kuasa
Definisi 1.1
Deret Kuasa didefinisikan sebagai deret tak terhingga yang berbentuk

=0 k
a k
x
k

Deret tak terhingga ini selalu konvergen untuk |x| < R, untuk suatu bilangan
positif R. R dalam hal ini disebut radius konvergensi dari deret kuasa di atas.
Teorema 1.1
Jika f mempunyai perluasan deret kuasa di titik c, yaitu jika
f(x) =

=0 k
a k
(x c)
k
,|x c| <R,
maka koefisiennya dapat dinyatakan dalam rumus
( )
( )
! n
c f
a
n
n
=
Dengan mensubstitusikan kembali a
n
pada rumus deret di atas, jika f
mempunyai perluasan deret kuasa di titik c, maka f(x) dapat dinyatakan dalam bentuk
( )
( )
( )
( )

=
=
0
!
k
n
n
c x
n
c f
x f
( ) ( )
( )
( )
( )
( )
( )
( ) ...
! 3
' "
! 2
"
! 1
'
3 2
+ + + + = c x
c f
c x
c f
c x
c f
c f x f
Deret ini dikenal dengan sebutan deret Taylor dari fungsi f di titik c. Khusus
untuk nilai c = 0, kita memperoleh deret Maclaurin:
( )
( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
2 3
0
1 1 1
0 0 ' 0 " 0 '" 0 ...
! 2! 3!
k k
k
f x f x f f x f x f x
k

=
= = + + + +


Contoh 1.1
Misalnya akan diuraikan fungsi e
x
menjadi suatu deret Maclaurin.
Pemecahan. Masukkanlah ( )
x
f x e = dan diferensialkan, maka kita temukan bahwa
( )
'( ) , ''( ) ,..., ( ) ,...
x x n x
f x e f x e f x e = = =
Bila x = 0, kita peroleh
0
(0) 1 f e = = dan juga

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 2

( ) 0
'(0) ''(0) .... (0) ... 1
n
f f f e = = = = = =
Deret Maclaurin itu berubah menjadi deret berikut:

2 3
1 ... ...
1.2 1.2.3 1.2.3...
n
x x x
x
n
+ + + + + +
Sehingga
0
1
!
x n
n
e x
n

=
=

=
2 3
1 ... ...
2! 3! !
n
x x x
x
n
+ + + + + + untuk |x|`< 1
Contoh 1.2
Diberikan
1
( )
1
f x
x
=

, akan ditunjukkan
0
1
1
n
n
x
x

=
=



Penyelesaian:
Akan diuraikan fungsi
1
( )
1
f x
x
=

menjadi suatu deret Maclaurin.


2
3
4
( ) ( )
1
1
( ) (0) 1
1
1
'( ) '(0) 1
(1 )
1.2
''( ) ''(0) 1.2
(1 )
1.2.3
'''( ) '''(0) 1.2.3
(1 )

1.2.3...
( ) (0) 1.2.3...
(1 )
n n
n
f x f
x
f x f
x
f x f
x
f x f
x
n
f x f n
x
+
= =

= =

= =

= =

= =


Deret Maclaurin berubah menjadi deret berikut.

2 3
2! 3! !
1 ... ...
2! 3! !
n
n
x x x x
n
+ + + + + +
Atau
2 3
0
1 !
1 ... ...
1 !
n n
n
n
x x x x x
x n

=
= = + + + + + +



Dengan cara yang sama maka akan diperoleh pula deret Maclaurin dari fungsi berikut

()

||
( )

untuk |x | < 1


KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 3
2. Operasi Pada Deret Kuasa

() ()
|| , maka berlaku ||
(1.2.1) Deret dapat dijumlahkan atau dikurangkan suku demi suku
() () (


(1.2.2) Deret dapat dikalikan
()() [

] [

]
Misalkan


Sehingga diperoleh



KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 4


(1.2.3) deret dalam bentuk perkalian
()
()


dn dapat diperoleh dengan menyamakan koefisien dalam relasi ekuivalen

] [

] (


Dengan proses yang sama pada (1.2.2) sehigga diperoleh



3. Definisi Fungsi Pembangkit
Misalkan
0 1 2
( ) ( , , ,...)
n
a a a a = adalah suatu barisan. Fungsi Pembangkit Biasa (FPB)
dari barisan ( )
n
a didefenisikan sebagai berikut

2
0 1 2
0
( ) ....
n
n
P x ax a a x a x

=
= = + + +


Fungsi Pembangkit Eksponensial (FPE) dari
n
a didefinisikan sebagai berikut.
2
0 1 2
0
( ) ....
! 2!
n
n
n
x x
P x a a a x a
n

=
= = + + +


Misalnya,
2
0 1 2
0
( ) ....
! 2!
n
n
n
x x
P x a a a x a
n

=
= = + + +


Adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan

1 1
(1,1, , ,...)
2! 3!
;
Atau fungsi pembangkit eksponensial dari barisan
(1,1,1,1,...)
Bila diberikan suatu barisan, maka kita sering diminta untuk menuliskan fungsi
pembangkit dari barisan tersebut dalam bentuk sesederhana mungkin.


KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 5
Contoh 3.1
1. Tuliskan bentuk sederhana fungsi pembangkit biasa dari barisan-barisan berikut
(a)
1 1 1
(0, 0, , , ,...) :
2! 3! 4!

(b) (0, 2, 4, 6,..., 2 ,...) n
2. Jika
n
a n = , untuk 0 n > , tentukan FPE barisan
n
a
Penyelesaian
1. (a). Fungsi pembangkit dari barisan yang dimaksud adalah

2 3 4
2 3 4
1 1 1
( ) ...
2! 3! 4!
1 1 1
= 1 ... 1
2! 3! 4!
= 1
x
P x x x x
x x x x x
e x
= + + +
| |
+ + + + +
|
\ .


(b). Fungsi pembangkit yang dimaksud adalah

2 3
2
2
2
( ) 2 4 6 ... 2 ...
= 2 (1 2 3 ... ...)
1
= 2 .
(1 )
2
=
(1 )
n
n
P x x x x nx
x x x nx
x
x
x
x
= + + + + +
+ + + + +


2. Fungsi pembangkit eksponensial barisan ( ) ( )
n
a n = adalah

1 1
0 1 1
( )
! ( 1)! ( 1)!
n n n
x
n n n
x x x
P x n x n x n xe
n n n n

= = =
= = = =



Penjumlahan, pengurangan maupun perkalian dua fungsi pembangkit atau lebih dapat
dilakukan dengan car yang sama seperti halnya menjumlah mengurangkan ataupun
mengalikan dua polinomial atau lebih. Dengan demikian diperoleh pernyataan berikut.





Selanjutnya dari perkalian antara A(x) dan B(x), diperoleh
Jika
0
( )
n
n
n
A x a x

=
=

dan
0
( )
n
n
n
B x b x

=
=

, maka
0
( ) ( ) ( )
n
n n
n
A x B x a b x

=
=



KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 6

2 2
0 1 2 0 1 2
2
0 0 0 1 1 0 0 2 1 1 2 0 0 1 1
0
( ). ( ) ( ... ...)( ... ...)
( ) ( ) ... (
... ... ) ...

n n
n n
n n
n
k n k n
k n
A x B x a a x a x a x b b x b x b x
a b a b a b x a b a b a b x a b a b
a a a b x
a b

= + + + + + + + + + +
= + + + + + + + +
+ + + + +
=
0 0
n
n
k
n k
x

= =
| |
|
\ .


Dengan demikian diperoleh formula berikut.

0 0 0 0
n n
n n n
n n k n k
n k n k
a x b x a b x

= = = =
| || | | |
=
| | |
\ .\ . \ .


Jika
( ) ( ) ,
n n
a b , dan
( )
n
c adalah barisan-barisan bilangan real sedemikian hingga
0
n k n k
n
c a b

=
=

, maka kita katakan


( )
n
c adalah konvolusi dari
( )
n
a dan
( )
n
b , yang
ditulis

( ) ( ) ( )
n n n
c a b = -
Contoh 3.2
Cari barisan
( )
n
c dengan Fungsi Pembangkit Biasa

5 6
( )
1
x x
P x
x
+
=


Penyelesaian:
Misal
( )( )
1
5 6
0
( ) 1
n
n n
n
P x x x x c x

=
= + =


Jelas bahwa
5 6
x x + adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan
( ) (0, 0, 0, 0,1,1, 0, 0,...)
n
a = . Selanjutnya dari pembahasan sebelumnya telah diketahui
bahwa
1
(1 ) x

adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan ( ) (1,1,1,1,1,1,1,1,...)
n
b =
sehingga diperoleh

0
0
0

n
n n n k
k
n
k
c a b
a

=
=
=
=


Dengan demikian ( ) (0, 0, 0, 0,1, 2, 2, 2,...)
n
c = , atau

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 7

0, 0 4
1, n=5
2, 6
n
n
c
n
s s

>


Contoh 3.3
Cari barisan bilangan real
0 1 2 3
( 1, , , ,...) a a a a = yang memenuhi 1
n
n n k
k o
a a

=
=

, untuk
semua
{ } 0,1, 2,3,... ne .
Penyelesaian
Misal
0
( )
n
n n
k
P x a x
=
=

adalah FPB barisan (a


n
). dengan mengkuadratkan P(x),
diperoleh.

| |
2
0 0
0 0
0
( )

1
, untuk |x| < 1
1
n n
n n
n n
n
k n k
n n
n
n
P x a x a x
a a x
x
x

= =

= =

=
| || |
=
| |
\ .\ .
| |
=
|
\ .
= =


Dengan demikian
( )
1
2
0
1
( ) (1 ) 1
2
n
n
n
P x x x
n

=
| |

|
= =
|
\ .


( )
1
1
2
n
n
a
n
| |

|
=
|
\ .
1 , 0
1 3 5 2 1
.....
, 0
2 2 2 2
( 1)
!

n
n
n
n
n
=

| | | || || | | |


| | | | |
= >

\ .\ .\ . \ .
|

|
\ .
.
1 , 0

1.3.5.....(2 1)
, 0
2 . !
n
n
n
n
n
=

=

>




KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 8
Contoh 3.4
Jika
3
( )
1 5
x
e
P x
x
=
+
adalah fungsi pembangkit eksponensial barisan (a
n
), tentukan nilai
a
n
.
Penyelesaian:
Karena P(x) fungsi pembangkit eksponensial barisan (a
n
) berdasarkan definisi,
0
( )
!
n n
n
n
x
P x a
n
=
=

, sehingga a
n
adalah koefisien dalam ( ).
!
n
x
P x
n

3
3
1
( ) .
1 5 1 5
x
x
e
P x e
x x
= =
+ +

0
0 0
(3) ( 5)
!
n n
n n n
n n
x
x
n
= =
| || |
=
| |
\ . \ .


0 0
3
( 5)
!
k n n
n k n
n n
x
k

= =
| |
=
|
\ .


0 0
3
( 5) !
! !
k n n n
n k
n n
x
n
k n

= =
| |
=
|
\ .

dengan demikian
0 0
3
( 5) !, 0
!
k n n
n k
n
n n
a n n
k

= =
| |
= >
|
\ .


4. Menghitung Koefisien pada Fungsi Pembangkit
Kita akan mengembangkan teknik-teknik aljabar untuk menghitung koefisien
fungsi pembangkit. Teknik-teknik tersebut adalah dengan mereduksi fungsi
pembangkit yang diberikan menjadi fungsi pembangkit dengan tipe binomial atau
hasilkali dari fungsi pembangkit dengan tipe binomial. Berikut ini adalah semua
identitas polinom dan ekspansi polinom yang dipergunakan.

G(x) a
k
( )

( )


( ) ( )



C(n,k)
( )

( )


( ) ( )



C(n,k) a
k


KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 9
(

( )


( )

( )



C(n,k/r) if r|k ; 0 otherwise



1 if k n ; 0 otherwise



1 if r|k ; 0 otherwise

( )

( )



k +1

( )

( )


( )( )



C(n+k-1, k) =C(n+k-1, n-1)

( )

( )()


( )( )

( )



(-1)
k
C(n+k-1, k) =(-1)
k
C(n+k-1, n-1)

( )

( )


( )( )



C(n+k-1, k)a
k
=C(n+k-1, n-1)a
k



1/k!
( )
()



(-1)
k+1
/k
Sumber: Rosen (1998: 343)


KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 10
Contoh 4.1
Misalkan kita akan mencari koefisien x
16
pada (x
2
+ x
3
+ x
4 +
)
5
Langkah pertama bentuk tersebut diubah dahulu sebagai berikut:
(x
2
+ x
3
+ x
4
+ )
5
= [x
2
(1 + x + x
2
+ )]
5
= x
10
(1 + x + x
2
+ )
5
= x
10

|
.
|

\
|
x 1
1

= x
10

( )
5
1
1
x

Karena x
16 =
x
10
x
6
berarti mencari koefisien x
6
pada (x
2
+ x
3
+ x
4
+ )
5
sama dengan
mencari koefisien x
6
pada
( )
5
1
1
x

yaitu
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
| +
6
10
6
1 6 5
= 210.
Jadi, koefisien x
16
pada (x
2
+ x
3
+ x
4
+ )
5
adalah 210.
Contoh 4.2
Banyaknya cara untuk memilih 25 mainan dari 7 tipe mainan dimana tiap tipe
antara 2 dan 6, sama dengan mencari koefisien x
25
dari fungsi pembangkit:
(x
2
+ x
3
+ x
4
+ x
5
+ x
6
)
7
.

Fungsi pembangkit tersebut diubah sebagai 'berikut:
(x
2
+ x
3
+ x
4
+ x
5
+ x
6
)
7
= [ x
2
(1 + x +
x2 +
x
3
+ x
4
)]
7

= x
14
(1 + x + x
2
+ x
3
+ x
4
)
7

Sekarang tinggal mencari koefisien x
11
pada (1 + x + x
2
+ x
3
+ x
4
)
7
. Dengan
menggunakan identitas (1) diperoleh
(1 + x + + x
4
)
7
=
7
5
1
1
|
|
.
|

\
|

x
x
= (1 x)
-7
.(1 x
5
)
7

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 11
Misalkan f(x) = (1 x)
-7
dan g(x) = (1 x
5
)
7
. Dengan menggunakan ekspansi (5) dan
(4), kita peroleh
f(x) = (1 x)
-7
= 1 +
|
|
.
|

\
| +
1
1 7 1
x +
|
|
.
|

\
| +
2
1 7 2
x
2
+ +
|
|
.
|

\
| +
r
r 1 7
x
r
+
g(x) = (1 x
5
)
7
= 1
|
|
.
|

\
|
1
7
x
5
+
|
|
.
|

\
|
2
7
x
10
(-1)
|
|
.
|

\
|
r
7
x
5r

|
|
.
|

\
|
7
7
x
35

Untuk mencari koefisien x
11
pada h(x) = f(x)g(x) kita hanya membutuhkan bentuk a
11-i

b
i
dalam ekspansi (6), yaitu
a
11
b
0
+ a
6
b
5
+ a
l
b
10
=
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
| +
+
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
| +
+
|
|
.
|

\
| +
2
7
1
1 7 1
1
7
6
1 7 6
11
1 7 11

Hasil terakhir ini merupakan koefisien x
11
.


5. Fungsi Pembangkit Untuk Kombinasi
Misalkan m adalah bilangan bulat positif, maka fungsi ( )
x
f x untuk barisan koefisien
binomial
, ,...,
0 1
m m m
m
| | | | | |
| | |
\ . \ . \ .

adalah ( ) ....
0 1
m
m
m m m
f x x x
m
| | | | | |
= + + +
| | |
\ . \ . \ .

Dan menurut rumus binomial Newton, maka bentuk ini adalah sama dengan
( ) 1
m
x + .
Lebih umum lagi bila suatu bilangan riil sembarang, maka fungsi pembangkit
( ) f x
o
untuk barisan koefisien binomial
, ,...,
0 1
a
n
o o | | | | | |
| | |
\ . \ . \ .

Adalah
2
( ) ... ...
0 1 2
m
a
f x x x x
m
o o o o | | | | | | | |
= + + + + +
| | | |
\ . \ . \ . \ .


KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 12
Yang berdasarkan teorema binomial Newton dapat ditulis sebagai ( ) (1 ) f x x
o
o
= +

Contoh 5.1
Tentukan banyak cara memilih r objek dari n macam objek dimana pengulangan
diperkenankan.
Penyelesaian :
Misal t
r
menyatakan banyak cara memilih r objek. Karena ada n macam objek dan tiap
objek dapat dipilih berulang (tanpa batas) maka fungsi pembangkit untuk t
r
ialah :
P(x) = (1 + x + X
2
+ )(1 + x + x
2
+ )( 1 + x + x
2
+ )
(sampai n faktor)
= (1 + x + x
2
+ )
n

Karena, untuk || ,

= 1 + x + x
2
+ . . . . (lihat (1.1.2))
Maka
() (


= (1 x)
-n

= (

) ()

(binomial teorema)

Untuk r > 0 koefisien x
r
dalam P(x) adalah
(

) ()


()( ) ( )

()



( ) ( )



( )( ) ( )



( )
( )
(

)
Untuk r = 0 koefisien dari x
r
dalam P(x) ialah
(

) ()

)
Sehingga, untuk r 0
(

) ()

)
Dengan demikian,

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 13
P(x) = (


Jadi, banyaknya cara memilih r obyek dari n macam obyek dimana pengulangan
diperkenankan, sama dengan koefisien x
r
dalam P(x) yaitu
t
r
= (

)
Contoh 5.2
Akan dicari fungsi pembangkit ( )
x
g x dari barisan bilangan
0
,..., ,...
n
a a , disini
n
a
menyatakan jumlah kombiasi-n dari suatu himpunan ganda dengan k > 0 objek yang
berbeda, dan masing-masing objek mempunyai faktor pengulangan yang tak hingga.
Pada pembahasan terdahulu telah dapat dihitung bahwa
1
n
n k
a
n
+ | |
=
|
\ .
, jadi fungsi
pembangkit yang dicari adalah

2
1 1 1
( ) ... ...
0 1 2
n
k k k k n
P x x x x
n
+ + | | | | | | | |
= + + + + +
| | | |
\ . \ . \ . \ .

Dengan menggunakan teorema binomial Newton, maka diperoleh bentuk

1
( ) (1 )
(1 )
k
k k
g x x
x

= =


Sebagai salah satu hal khusus, yaitu barisan bilangan 1,1,1,1,.., untuk mana fungsi
pembangkitnya adalah

1 1
1
( )
(1 )
g x
x
=


Dan fungsi pembangkit dari barisan lain, yaitu 1,2,3,,n

2 2
1
( )
(1 )
g x
x
=


Pandang suatu contoh yang mirip dengan perhitungan (1 )
n
x + , yaitu cara perhitungan
3
( ) a x + . Bentuk ini dapat ditulis sebagai
( )( )( ) a x a x a x aaa aax axa xaa xax xxa xxx + + + = + + + + + +
Untuk harga 1 a = , diperoleh
(1 )(1 )(1 ) 111 11 1 1 11 1 1 x x x x x x x x xx xxx + + + = + + + + + +

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 14
Hal ini membentuk suatu daftar semua cara untuk mengalikan suatu suku pada faktor
yang kedua dan suku lain pada faktor yang ketiga. Problem menentukan koefisien dari
r
x , pada ekspansi
3
( 1) x + atau ( 1)
n
x + pada umumnya, berubah menjadi problema
menghitung jumlah cara yang berbeda untuk membuat faktor yang terdiri dari
sejumlah r dari x dan sejumlah (n r) dari 1. Jadi koefisien dari x
r
dalam
3
( 1) x +
adalah
3
r
| |
|
\ .
dan dalam (1 )
n
x + adalah
n
r
| |
|
\ .
.
Yang paling penting dalam hal ini adalah mengenumerasi hasil perkalian sejumlah
faktor yang masing-masing merupakan suatu polinomial dalam x. dalam hal ini
perkalian tersebut dilihat sebagai suatu cara untuk membentuk semua hasil perkalian
yang dapat dilakukan dengan mengalikan semua suku dari tiap-tiap faktor polinomial
yang ada. Bila ada sejumlah n faktor polinomial, serta setiap faktor polinomial ke-I
mengandung sejumlah r suku yang berbeda, maka akan dapat dibentuk sejumlah
1 2 3
... r r r hasil perkalian yang berbeda. Hal ini mudah dilihat untuk spansi bentuk
(1 )
n
x + , yang megandung n faktor polinomial dan masing-masing polinomial
mengandung 2 suku, maka akan diperoleh 2
n
bentuk perkalian yang berbeda.
Contoh 5.3
Akan dihitung suatu fungsi pembangkit yang dibentuk oleh

3 2 2
(1 ) (1 ) x x x + + +
Maka himpunan semua hasil kali yang mungkin diperoleh adalah

| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
2 2
1 1 1 1 1
, , , ,

x x x x x
x x ( (


Jadi setiap hasil perkalian akan ada 1 atau x pada 3 tempat yang pertama, dan ada 1
atau x atau x
2
pada tempat ke 4 dan ke 5. Salah satu hasil perkalian yang mungkin
adalah

2
1 1 x x x
Yaitu tempat pertama diisi suku 1, tempat kedua diisi suku x, tempat ketiga diisi suku
1, keempat diisi suku x
2
dan tempat kelima diisi suku x.

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 15
Karena harga suku 1 dapat ditulis sebagai x
0
, maka bentuk perkalian yang mungkin
dibuat dalam hal ini dapat juga di tuiskan sebagai
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
| |
0 0 0 0 0
2 2
, , , ,

x x x x x
x x x x x
x x ( (


Persoalan untuk menentukan koefisien dari suku x
r

dari perkalian beberapa faktor
polinomial seperti di atas dapat dinyatakan sebagai jumlah suku dari pangkat. Pada
contoh di atas pada koefisien x
4
, yang merupakan hasil ekspansi dari
3 2 2
(1 ) (1 ) x x x + + +
Koefisien ini merupakan jumlah dari semua perkalian yang menghasilkan faktor x
4
.
Persoalan ini dapat pula dilihat sebagai suatu problema mencari sejumlah bilangan
bulat yang memenuhi suatu persamaan tertentu. Persoalan ini dapat ditulis sebagai
berikut. Carilah semua bilangan bulat yang mungkin diperoleh pada persamaan

1 2 3 4 5
4 e e e e e + + + + =
Di sini
1 2 3
, , e e e , masing-masing bernilai 0 atau 1, sedangkan e
4
dan e
5
masing-masing
bernilai 0, 1, atau 2.
Perhatikan bahwa dalam problema yang baru didefinisikan ini harga masing-masing e
1

merupakan pangkat atau eksponen dari setiap suku yang ada pada tiap faktor
polinomial. Persoalan ini juga dapat dilihat sebagai sautu problema yang menghitung
banyaknya car untuk mengambil 4 buah bola dari 5 jenis bola yang ada. Dalam hal ini
bola jenis pertama, kedua dan ketiga hanya ada satu, sedangkan bola jenis keempat
dan kelima ada dua buah. Cara pengambilan bola ini boleh berulang, dalam arti setiap
jenis bola boleh tidak diambil, atau diambil sebanyak mungkin, tergantung dari jumlah
bola yang ada untuk tiap jenis bola. Hanya saja kendala yang harus dipenuhi adalah
jumlah keseluruhan bola yang harus diambil adalah 4.
Cara lain untuk melihat problema di atas adalah banyaknya cara untuk
mendistribusikan 4 buah bola yang sama dalam 5 buah kotak yang tersedia, dimana
kotak pertama, kedua, dan ketiga hanya mampu menerima maksimum satu bola,
sedangkan kotak keempat dan kelima dapat menerima maksimum 2 bola.
Dari pembahasan ini, semua dapat disimpulkan bahwa koefisien x
4
dari ekspansi

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 16
3 2 2
(1 ) (1 ) x x x + + +
Merupakan jawaban dari problema
1.
1 2 3 4 5
4 e e e e e + + + + = , dengan
1 2 3 4 5
0 , , 1 dan 0 , 2 e e e e e s s s s
2. Koefisien tersebut juga menyatakan banyaknya cara memilih 4 bola dari 5
jenis bola yang ada.
3. Atau juga banyaknya cara mendistribusikan 4 bola yang sama ke dalam 5
kotak yang berbeda.
Dalam hal ini
3 2 2
(1 ) (1 ) x x x + + + dikatakan sebagai fungsi pembangkit dengan
koefisien a
r
yang menyatakan banyaknya jawaban yang mungkin pada ketiga
problema yang telah disebutkan. Pada bagian ini hanya diperhatikan bagimana cara
membentuk suatu fungsi pembangkit yang dapat memberikan jawaban pada suatu
problema pencacahan.
Contoh 5.4
Pandang 4 buah kotak, masing-masing berisi 3 buah bola hijau, 3 buah bola putih, 3
buah bola biru, dan 3 buah bola merah. Akan ditentukan fungsi pembangkit dari a
r

yang menyatakan banyaknya cara memilih r buah bola dari kotak tersebut.
Seperti pada pembahasan sebelumnya, maka pada soal ini problema yang diberikan
dapat dirubah ke dalam model berikut.
1 2 3 4
e e e e r + + + = dengan
1 2 3 4
0 , , , 3 e e e e s s
Dalam hal ini e
1
menyatakan jumlah bola hijau yang diambil, e
2
menyatakan jumlah
bola putih yang diambil, e
3
menyatakan jumlah bola biru yang diambil dan e
4

menyatakan jumlah bola merah yang diambil. Untuk problema ini fungsi pembangkit
dapat dibentuk dengan memperhatikan 4 buah faktor polinomial yang masing-masing
mempnyai tingkat antara 0 sampai dengan 3. Suku-suku dari faktor polinomial yang
akan membentuk fungsi pembangkit adalah

0 0 0 0
1 1 1 1
2 2 2 2
3 3 3 3
, , ,
x x x x
x x x x
x x x x
x x x x
( ( ( (

( ( ( (

( ( ( (

( ( ( (



KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 17
Dengan demikian jumlah perkalian keempat pangkat yang jumlahnya r akan
meruapakn jawaban dari problema yang diberikan. Jadi fungsi pembangkit yang dicari
adalah

0 1 2 3 4 2 3 4
( ) (1 ) x x x x x x x + + + = + + +
Contoh 5.5
Tentukan fungsi pembangkit dari a
r
yang menyatakan jumlah cara untuk
mendistribusikan r buah bola yang sama ke dalam 5 buah kotak yang diberikan dengan
kendala sebagai berikut. Kotak pertama dan kedua masingmasing hanya dapat diisi
oleh sejumlah genap bola dan maksimum akan berisi 10 bola saja, sedangkan kotak
ketiga, keempat dan kelima masing-masing hanya dpat diisi oleh paling sedikit 3 bola
dan paling banyak 3 bola saja.
Walaupun kendala yang diberikan kelihatannya sedikti rumit, tetapi cara penyelesaian
dari problema ini ternyata mudah sekali. Dengan menggunakan persamaan dengan
jawab bilangan bulat, maka problema di atas dapat ditulis sebagai berikut:
Cari jawab problema berikut dengan
1 5
... e e adalah bilangan bulat.
1 2 3 4 5
e e e e e r + + + + =
Disini e
1
dan e
2
adalah bilangan genap dan
1 2
0 , 10 e e s s , serta
3 4 5
3 , , 5 e e e s s , dari
bentuk problema ini maka akan jelas fungsi pembangkit yang dicari akan berbentuk

2 4 6 8 10 2 3 4 5 3
( ) (1 ) ( ) g x x x x x x x x x = + + + + + + +
Dalam hal ini dua faktor polinomial yang pertama berhubungan dengan dua kotak
yang pertama dengan kendala yang diberikan pada kedua kotak tersebut, sedangkan
tiga faktor polinomial yang terakhir, berhubungan dengan tiga kotak yang terakhir
lengkap dengan kendala yang didefinisikan padanya.
Contoh 5.6
Ada berapa cara mengambil k huruf dari huruf-huruf pembentuk kata SURABAYA
sedemikian hingga setiap konsonan terpilih paling sedikit satu dan setiap vokal terpilih
paling banyak 10?
Penyelesaian :
Perhatikan bahwa kata SURABAYA terdapat enam huruf yang berbeda : 4 konsonan :
S, R, B, Y dan 2 vokal : U dan A. karena setiap konsonan terpilih paling sedikit satu,

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 18
maka setiap konsonan tersebut berasosiasi dengan sebuah faktor (x + x
2
+ x
3
+ x
4
+ x
5

+ . . . ) dalam fungsi pembangkit. Selanjutnya, karena setiap vokal dapat dipilih
sebanyak banyaknya 10, maka setiap vokal tersebut berasosiasi dengan sebuah faktor
(x + x
2
+ . . . + x
10
). Dengan demikian fungsi pembangkit dari permasalahan di atas
adalah
P(x) = (x + x
2
+ x
3
+ x
4
+ x
5
+ . . . )
4
(1 + x + x
2
+ . . . +x
10
)
2

= (


= (x
4
2 x
15
+ x
26
) (1 x)
-6

= (x
4
2 x
15
+ x
26
) (


= (



Banyaknya cara yang dimaksud = koefisien x
k
dalam P(x)

{


(


)
(


) (


)
(


) (


) (


)


Fungsi pembangkit biasa dapat digunakan untuk memecahkan masalah
pendistribusian (penempatan) obyek-obyek yang identik kedalam sel-sel (kotak-kotak)
yang berbeda.
Contoh 5.7
Dengan beberapa cara 60 obyek yang identik dapat ditempatkan di dalam 4 sel (kotak)
yang berbeda sedemikian hingga
(i) Setiap kotak mendapat paling sedikit satu obyek?
(ii) Setiap sel (kotak) mendapat paling sedikit 10 obyek dan tak lebih dari 20 obyek?
Penyelesaian :
(i) Karena ada 4 kotak dan tiap kotak mendapat paling sedikit satu obyek, maka
fungsi pembangkit untuk permasalahan ini adalah :


KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 19
P(x) = (x + x
2
+ x
3
+ . . . )
4

= x
4
(1 + x + x
2
+ . . . )
4

= x
4
(

, (untuk || < 1, dari (1.2))


= x
4
(


= (


Jadi banyaknya cara menempatkan 60 obyek yang identik ke dalam 4 kotak yang
berbeda sedemikian hingga tiap kotak mendapat paling sedikit satu obyek =
koefisien x
60
dalam P(x)
(

) (

)
(ii) Karena ada 4 sel berbeda dan setiap sel mendapat paling sedikit 10 obyek dan tak
lebih dari 20 obyek, maka fungsi pembangkit untuk persoalan ini adalah
P(x) = (x
10
+ x
11
+ . . . + x
20
)
4

= x
40
(1 + x + . . . + x
10
)
4

= x
40
(


= x
40
(1 x
11
)
4
(1 x)
-4

= x
40
()


Kita tertarik dengan koefisien x
60
(P(x)). untuk itu kita cari s dan r sedemikian
hingga
40 + 11s + r = 60
Penyelesaian bulat tidak negatif dari persamaan ini adalah
s = 1 dan r = 9; atau s = 0 dan r = 20
sehingga,
banyaknya cara yang dimaksud = koefisien dari x
60
dalam P(x)
= (

) (

) () (

) (

)
= 1771 880 = 891
Fungsi pembangkit biasa juga dapat digunakan untuk menentukan banyaknya
penyelesaian (solusi) bulat dari suatu persamaan linear dengan beberapa peubah.

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 20
Contoh 5.8
Tentukan banyaknya solusi bulat dari persamaan berikut
X
1
+ X
2
+ X
3
+ X
4
+ X
5
= 100, X
j
0, i e {1, 2, 3, 4, 5}
Penyelesaian :
Perhatikan bahwa (0, 0, 0, 25, 75) adalah salah satu solusi bulat yang dimaksud.
Begitu pula (0, 5, 20, 5, 70), (2, 3, 7, 28, 60) adalah solusi-solusi bulat dari persamaan
tersebut.
Karena dalam persamaan tersebut terdapat 5 peubah, maka fungsi pembangkit dari
persamaan memuat 5 faktor. Selanjutnya, karena setiap peubah X
i
0, maka setiap
faktor dari kelima faktor dalam fungsi pembangkit tersebut adalah (1 + x + x
2
+ x
3

+ . . .). sehingga fungsi pembangkit dari permasalahan di atas adalah
P(x) = (1 x + x
2
+ x
3
......)
5

= (

, untuk || < 1
= (


Banyaknya solusi bulat dimaksud
= koefisien x
100
dalam P(x)
= (

) (

)

LATIHAN
1. Tulis fungsi pembangkit biasa dari barisan-barisan berikut dan sederhanakan jika
mungkin
a.
1 1 1
(0, 0, , , ,....)
2! 3! 4!

b.
1 1 1
( , , ,...)
3! 4! 5!

c.
1 1 1 1
(1, 1, , , , ,...)
2! 3! 4! 5!

2. Tuliskan Fungsi Pembangkit Eksponensial dari fungsi berikut.
a. (3,3,3,3,)
b. (0,1,0,1,0,1,)

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 21
c. (3,1,3,1,3,1,)
d. (a
n
) = ( 3
n
)
3. P(x) adalah Fungsi Pembangkit Biasa dari barisan ( )
n
a . Tentukan ( )
n
a jika
a.
1
( ) 1
1
P x
x
= +


b.
5
( )
1 8
x
P x
x
=


c.
2
2
( ) 3 6 1
1
P x x x
x
= + + +


4. Carilah nilai ( )
n
a , jika P(x) merupakan fungsi pembangkit eksponensial barisan
( )
n
a .
a.
2 3
( ) 5 5 5 5 ... P x x x x = + + + +
b.
4
( )
x x
P x e e = +
c.
1
( )
1 4
P x
x
=


d.
2
( ) (1 )
k
P x x = +
5. Misalkan
2 3
1
( )
1
x x x
P x
x
+ + +
=

adalah fungsi pembangkit biasa dari barisan ( )


n
a .
Tentukan ( )
n
a .
6. Cari fungsi pembangkit biasa dari P(x) dimana

2 2
( ) (1 10 )(1 2 3 ...) P x x x x = + + + +
7. Tentukan fungsi pembangkit dari persamaan di bawah ini dan tuliskan koefisien
fungsi yang diperlukan untuk menyelesaikan persamaan-persamaan tersebut.
a. e
l
+ e
2
+ e
3
+ e
4
= 20, 0 e
i
5 untuk i = 1, 2, 3, 4.
b. e
l
+ e2 + e
3
= 20, 0 ei 8 untuk i = 1, 2, 3.
8. Bentuk fungsi pembangkit untuk a
n
yaitu banyaknya penyelesaian bilangan bulat
pada persamaan:
a. e
1
+ e
2
+ e
3
+ e
4
+ e
5
= r,0 < e
1
4.
b. e
l
+ e
2
+ e
3
+ e
4
= r, 0 e
i
.

KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 22
9. Carilah koefisien x
5
dalam fungsi-fungsi berikut:
a. f(x) = (1 2x)
-8
.
b. g(x) = (1 + x + x
2
+ )
4
.
10. Berapa banyak cara untuk mendistribusikan 25 bola identik ke dalam 7 kotak
berbeda, jika kotak pertama dapat diisi paling banyak 10 bola dan bola-bola yang
lain dapat dimasukkan pada setiap 6 kotak lainnya.
11. Tuliskan fungsi pembangkit biasa barisan ( ) jika 0
n
a n >

1 1 1 1 1
...
0! 1! 2! 3! !
n
a
n
= + + + + +
12. Carilah
n
a jika G(x) Fungsi Pembangkit Biasa ( )
n
a .
a.
2
( ) (5 5 5 ...)
x
G x x x e = + + +
b.
3 2
( ) ( )
x x
G x e e = +
13. Tentukan banyaknya cara memilih k huruf dari huruf-huruf C,A,N,T,I,K,
sedemikian sehingga
a. Memuat paling sedikit satu C
b. Memuat tepat C dan paling banyak 5A
c. Setiap konsonan terpilih
14. Ada berapa cara mengambil 100 huruf dari huruf-huruf pembentuk kata
KOMBINATORIKA sedemikian sehingga setiap konsonan terpilih paling banyak
20.
15. Dalam sebuah pesta ada 20 orang dan akan dikumpulkan uang sejumlah 15.000
ribu rupiah. Dari 20 orang yang ada, maka 19 orang hanya dapat menyumbangkan
uang 1000 rupiah, atau 5000 rupiah atau tidak menyumbangkan uang sama sekali,
sedangkan seorang lagi dapat menyumbangkan uang sejumlah 1000 rupiah, atau
5000 rupiah atau tidak menyumbangkan sama sekali. Tentukan banyaknya cara
mengumpulkan uang sebanyak 15.000 ribu rupiah?
16. Ada berapa banyak cara mengambil k huruf dari huruf-huruf pembentuk kata
MAKASSAR sedemikian hingga setiap konsonan terpilih paling sedikit satu, dan
setiap vokal terpilih paling banyak Sembilan.


KELOMPOK V

FUNGSI PEMBANGKIT 23
REFERENSI

Budayasa, Ketut. 2008. Matematika Diskrit. Surabaya Unesa University Press.

Buhaerah, 2009. Bahan Kuliah Matematika Diskrit. Dipakai dalam lingkungan
sendiri. Parepare: UMPAR.

Rosen, H, Kenneth. 2007. Discrete Mathematics and Its Aplication. Seventh
Edition. New York: Mc Graww Hill.

Sutarno, Heri, dkk. 2005. Matematika Diskrit. Malang: Universitas Negeri
Malang:

Suvorov,1985. Higher Mathematics. Terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh
Roni Kartiman. Jakarta: Pradnya Paramita.
.